.

Jumat, 16 Februari 2018

CARA CERDAS HIJAU-KAN BUMI KITA

CARA CERDAS HIJAU-KAN BUMI KITA
(Oleh : Nur Utami Setianingsih @G11-Nur)

ABSTRAK
Peliknya permasalahan dunia pada masalah zaman sekarang ini membuat para ilmuwan perlu bekerja lebih keras dan lebih cerdas untuk menemukan sebuah terobosan baru yang lebih efektif dan efisien. Tingkat pencemaran yang terus melambung perlu menjadi sorotan utama. Perilaku "kimia hijau" atau green chemistry diciptakan agar masyarakat lebih peka terhadap kondisi bumi saat ini. Teknologi kimia hijau memberikan sejumlah manfaat, antara lain mengurangi limbah, mengurangi biaya perawatan pipa yang mahal, produk yang lebih aman, mengurangi penggunaan energy dan sumber daya alam tak terbarukan, dan meningkatkan daya saing pabrik kimia terhadap pelanggan mereka. Bila konsep kimia hijau diterapkan secara konsisten dan tepat dapat mengurangi bahkan menghilangkan senyawa beracun yang berdampak manusia, biosfir dan lingkungan sekitar.

KATA KUNCI : Kimia Hijau, Green Chemistry
ISI
Menurut Hidayat dalam Collins (2001), ilmu kimia dapat memainkan peran penting untuk mencapai peradaban yang berkelajutan di Planet Bumi. Menurut EPA (2015), Kimia Hijau (Green Chemistry)  adalah desain produk dan proses kimia yang berupaya mengurangi atau menghilangkan penggunaan zat berbahaya. Kimia Hijau berlaku untuk seluruh siklus hidup produk kimia, termasuk desain, manufaktur, penggunaan dan pembuangan akhir.

Anastas dan Warner (1998) mengusulkan konsep "The Twelve Principles of Green Chemistry" yang digunakan sebagai acuan oleh para peneliti untuk melakukan penelitian yang ramah lingkungan, antara lain:
1. Mencegah timbulnya limbah dalam proses
2. Mendesain produk bahan kimia yang aman
3. Mendesain proses sintesis yang aman
4. Menggunakan bahan baku yang dapat terbarukan
5. Menggunakan katalis
6. Menghindari derivatisasi dan modifikasi sementara dalam reaksi kimia
7. Memaksimalkan atom ekonomi
8. Menggunakan pelarut yang aman
9. Meningkatkan efisiensi energy dalam reaksi
10. Mendesain bahan kimia yang mudah terdegradasi
11. Penggunaan metode analisis secara langsung untuk mengurangi polusi
12. Meminimalisir potensi kecelakaan

Teknologi kimia hijau memberikan sejumlah manfaat, antara lain mengurangi limbah, mengurangi biaya perawatan pipa yang mahal, produk yang lebih aman, mengurangi penggunaan energy dan sumber daya alam tak terbarukan, dan meningkatkan daya saing pabrik kimia terhadap pelanggan mereka.

Sumber : http://chemist-try.blogspot.co.id/2012/12/
pengertian-dan-pentingnya-green.html
Beberapa masalah dunia yang dapat diperbaiki dengan kimia industry :
1. Kekurangan energy, kimia hijau dapat menjadi pendorong dalam pembuatan energy alternative seperti rekayasa bahan bakar hydrogen, bahan bakar nabati atau biologis daln yang lainnya. Selain itu dengan meningkatkan pemakaian katalis yang tepat dan mampu mengefisiensikan pemakaian energy. Sebab jika alur proses sintesis dapat dipotong, otomatis pemakaian energy dapat dihemat.
2. Perubahan iklim global,. Kenaikan suhu lautan, kimia stratosfir dan pemanasan global adalah bidang kajian yang digarap oleh teknologi kimia hijau
3. Sumber daya alam yang kian menipis. Eksploitasi yang berlebihan dan tak kunjung terbaharui menyebabkan ketidakseimbangan pada skala yang memprihatinkan. Untuk itu dilakukan sintesis bahan bakar yang dapat diperbaharui secara berkesinambungan baik dari segi ekonomi dan teknologi seperti teknologi biomassa, teknologi nanosains, biosolar, efisiensi karbondioksida, zat chitin dan pengolahan limbah
4. Kekurangan pangan. Salah satu yang dilakukan yaitu dengan mendesain proses daur ulang sisa-sisa produk pertanian untuk dapat diolah kembali
5. Lingkungan kita yang semakin terpolusi. Bila konsep kimia hijau diterapkan secara konsisten dan tepat dapat mengurangi bahkan menghilangkan senyawa beracun yang berdampak manusia, biosfir dan lingkungan sekitar

Menurut Hidayat dalam EPA (2015), aplikasi Kimia Hijau yang berhasil mendapat penghargaan  antara lain :
a)      LanzaTech, Inc. berhasil meraih penghargaan pada tahun 2015 untuk kategori Greener Synthetic Pathways, dengan memproduksi bahan bakar dan bahan kimia dari pemanfaatan gas buang.
b)     SOLTEX meraih penghargaan tahun 2015 untuk kategori Greener Reaction Condition, berhasil mengembangkan proses rekasi kimia baru yang menghilangkan penggunaan air dan mengurangi bahan kimia berbahaya dalam produksi adiktif untuk pelumas dan bensin.
c)      Nanotech Industry Daly City meraih penghargaan tahun 2015 untuk kategori Designing Greener Chemicals, dengan inovasi berupa pengembangan poliuretan nabati untuk digunakan pada lantai, furniture dan pelapis/busa

DAFTAR PUSTAKA

Anastas, P. dan Warner, J.C. 1998. Green Chemistry, Theory and Pratice. Oxford University Press. Oxford.


Anggraeni. 2012. Jurnal Aplikasi Iptek untuk Masyarakat. Vol. 1, No. 1, hal. 49 - 56. Dalam : http://jurnal.unpad.ac.id/dharmakarya/article/download/8196/3745

Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil. 2017. Kimia, Industri dan Teknologi Hijau. Jakarta. Pantona Media

Tidak ada komentar:

Posting Komentar