.

Kamis, 26 Mei 2022

MENJAGA HUTAN SEBAGAI PARU - PARU DUNIA

Hutan Sebagai Paru-Paru Dunia


Hutan merupakan sumberdaya alam yang tidak ternilai karena didalamnya terkandung keanekaragaman hayati sebagai sumber plasma nutfah, sumber hasil hutan kayu dan non-kayu, pengatur tata air, pencegah banjir dan erosi serta kesuburan tanah, perlindungan alam hayati untuk kepentingan ilmu pengetahuan, kebudayaan, rekreasi, pariwisata dan sebagainya. Menurut Spurr, hutan merupakan beraneka ragam jenis tumbuhan dan hewan yang bersekutu dalam asosiasi biotis dimana asosiasi tersebut bersama lingkungan di sekitarnya membentuk sistem ekologis dan organisme yang saling mempengaruhi sehingga terbentuk siklus energi yang kompleks.

Hutan hujan tropis adalah salah satu bioma terbesar di dunia, yang wilayahnya didominasi oleh tumbuhan berdaun lebar dan pohon-pohon lebat yang membentuk kanopi.



Manfaat hutan hujan tropis
1. Mengatur komposisi atmosfer Semua hutan hujan tropis berperan dalam mengatur komposisi atmosfer. Selain itu, hutan hujan tropis juga membantu mengimbangi efek perubahan iklim dengan menyerap karbon dioksida melalui fotosintesis dan melepaskan oksigen.
2. Menjaga kesuburan tanah Di wilayah seperti Amazon, hutan hujan tropis memiliki tanah bagian atas yang subur dan sehat karena daun-daun yang cepat gugur dan dekomposisi yang dengan cepat mendaur ulang nutrisi. 
3. Memengaruhi siklus hidrologi Hutan hujan membantu menjaga persediaan air bagi manusia. Dalam hal ini, pepohonan lebat berperan sebagai penyimpan air dengan menahan curah hujan.  Pohon-pohon melepaskan air ke atmosfer dengan evapotranspirasi. Ia kemudian jatuh lagi sebagai presipitasi dan memberikan pasokan air untuk orang-orang yang tinggal di daerah di sekitar hutan hujan.  4. Hutan hujan tropis menyediakan barang dan jasa  Hutan hujan dapat menghasilkan makanan, seperti kacang-kacangan, dan menyediakan tanah yang subur untuk bercocok tanam. Tak hanya memiliki tanaman pangan, hutan hujan juga menghasilkan tanaman komersial dan tanaman obat. Misalnya, periwinkle kemerahan dari hutan hujan Madagaskar dapat membantu mengobati leukemia pada masa kanak-kanak.

Referensi :
https://www.kompas.com/sains/read/2022/03/17/083200323/4-manfaat-hutan-hujan-tropis-untuk-kehidupan?page=all
https://rimbakita.com/hutan/
file:///C:/Users/izzul/Downloads/2076-5330-2-PB.pdf

CARA MEMBANTU MENYELAMATKAN BUMI

PENYELAMATAN BUMI DARI POLUSI


Perubahan iklim merupakan tantangan global yang membutuhkan solusi berskala global. Tanah kita memberikan peluang yang belum tersentuh—cara yang terbukti dapat menyimpan karbon dan mengurangi emisi karbon ada di hutan, padang rumput, dan lahan basah di seluruh dunia: solusi iklim alami.

Solusi iklim alami dapat membantu mengatasi perubahan iklim dengan tiga cara:

1. Mengurangi emisi gas rumah kaca, seperti karbon dioksida, terkait dengan penggunaan lahan dan perubahan penggunaan lahan;

2. Menangkap dan menyimpan karbon dioksida tambahan dari atmosfer;

3. Meningkatkan ketahanan ekosistem, dengan demikian membantu masyarakat beradaptasi dengan banjir yang meningkat, musim kemarau, dan dampak lain dari perubahan iklim. 

Perubahan iklim merupakan hal yang nyata, tetapi bukan tidak teratasi. Ada banyak langkah nyata yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan planet ini dari iklim yang terus berubah. Berikut adalah lima cara untuk mengurangi jejak karbon.

1. Pelajari 5 R: Refuse, Reduce, Reuse, Rot, Recycle atau di dalam bahasa indonesia “Menolak, Mengurangi, Menggunakan Ulang, Membusukkan, Mendaur Ulang”:

Anda mungkin pernah mendengar tentang tiga R: Reduce, Reuse, dan Recycle. Namun, ada dua lagi yang sama pentingnya, yaitu Refuse dan Rot. Zero waste adalah langkah besar untuk memerangi perubahan iklim. Mempraktikkan 5 R ini merupakan cara yang dapat membantu. Mari kita jabarkan:

- Menghindari penggunaan produk plastik dan kertas sekali pakai. Pilih barang yang dapat digunakan ulang.

- Mengurangi apa pun yang Anda beli. Berusahalah untuk lebih memperhatikan barang-barang yang benar-benar Anda butuhkan. Begitu banyak plastik, pakaian, dan barang-barang yang jarang digunakan berakhir di tempat pembuangan sampah.

2.  Gunakan transportasi umum:

Mobil tradisional mengeluarkan banyak asap knalpot, yang mencemari udara. Faktanya, kendaraan menghasilkan sepertiga dari semua polusi udara. Racun yang dikeluarkan oleh kendaraan juga sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Asap knalpot kendaraan yang banyak dihasilkan di jalanan, membuat manusia langsung menghirup udara yang tercemar tersebut ke paru-paru mereka.

3. Hemat air dan lindungi saluran air kita:

Pengurangan penggunaan air sangat penting dilakukan: tidak terlalu banyak air tersedia di bumi ini dan kita tidak dapat membuat lebih banyak air lagi. Tahukah Anda bahwa 96,5 persen air di bumi terlalu asin untuk dikonsumsi? Dua per tiga dari air tawar yang tersisa dikunci dalam es kutub, gletser, dan salju permanen. Mencairkannya tidak akan membantu, karena sebagian besar air itu akan berakhir sebagai air laut. Itulah sebabnya mengapa kita wajib menghargai air yang kita miliki.

4. Makanlah mengikuti musim, sesuai lokasi, dan banyak tanaman:

Cobalah untuk membeli lebih banyak makanan yang merupakan produk lokal. Produk hewani akan jauh lebih merusak lingkungan karena membutuhkan lebih banyak air dan sumber daya dalam pengolahannya. Buatlah lebih banyak produk nabati yang tersaji di piring. Hal ini akan menjadikan planet ini lebih sehat dan lebih baik. Makanan musiman juga berarti makanan lokal yang baik untuk lingkungan. Pada saat mendukung petani lokal, tidak perlu dipikirkan lagi seberapa jauh perjalanan makanan Anda untuk tiba di mulut Anda.

Referensi :

https://mentarigroups.com/blog/cara-membantu-menyelamatkan-bumi/


Rabu, 25 Mei 2022

DEFINISI HUTAN, MANFAAT DAN BAGAIMANA MELESTARIKAN NYA

 

DEFINISI HUTAN, MANFAAT

DAN BAGAIMANA MELESTARIKAN NYA

Oleh : Fitria Febri Sahara (W-10 FITRIA)

Saat ini banyak sekali penebangan liar, alih fungsi hutan, dan kebakaran hutan yang terjadi. Menurut data dari FAO tahun 2020, luas hutan Indonesia mencapai 2,3% dari total luas hutan yang ada di dunia. Menurut data yang sama, total luas hutan dunia di berbagai negara adalah 4,06 miliar hektar.

Lalu apakah Hutan itu ?

DEFINISI HUTAN :

Dari segi bahasa, bahasa latin hutan adalah sylva, sylvi atau sylvoSylva, sylvi atau sylvo memiliki arti suatu tempat yang luas, berukuran lebih dari 1/4 hektar. Pada tempat tersebut banyak ditumbuhi pohon serta unsur biotik dan non biotik yang saling bergantung antara satu dengan lainnya. Oleh karena itu, secara umum definisi hutan adalah suatu tempat yang dihuni oleh berbagai macam jenis tumbuhan yang lebat. Seperti semak, rumput, jamur, tumbuhan jenis paku-pakuan, pohon-pohon serta tumbuhan lainnya di suatu wilayah yang sangat luas.

MANFAAT HUTAN :

            Sebenarnya apakah manfaat hutan itu sehingga kita perlu untuk menjaga kelestariannya berikut manfaat hutan :

1. Sumber Oksigen Bagi Manusia

Proses fotosintesis dalam daun tanaman bisa menghasilkan oksigen yang diedarkan di lingkungan sekitar. Tak heran jika saat kamu berada di bawah pohon di siang hari akan terasa sejuk meskipun sedang terik-teriknya. Memang oksigen tidak hanya dihasilkan dari tumbuhan saja. Akan tetapi, dengan adanya fungsi tumbuhan yang bisa mengubah CO2 menjadi O2 itu bisa turut serta membantu bumi beserta makhluk hidup di dalamnya.

2. Penyimpanan cadangan air

Selain sebagai penyedia oksigen hutan juga berfungsi sebagai penyimpan cadangan air.

3. Mencegah banjir dan tanah longsor

Karena hutan bermanfaat sebagai wadah penyimpan cadangan air, dapat kita simpulkan bahwa hutan berperan sebagai pencegah terjadinya bencana banjir dan tanah longsor

4. Melindungi Flora Dan Fauna

Menurut BBC Science Focus Magazine di tahun 2019, jika hutan di bumi punah maka 80% binatang dan tumbuhan di daratan bumi juga akan punah. Bisa kamu bayangkan betapa penting fungsi hutan untuk kelestarian flora dan fauna.

Mengingat pentingnya peran binatang dan tumbuhan dalam ekosistem di bumi, maka kita semua turut dituntut untuk memahami bagaimana cara melestarikan hutan untuk kelangsungan hidup mereka.

Bagaimana Cara Melestarikan Hutan ?????

1.  Melakukan reboisasi

Reboisasi adalah salah satu alternatif untuk melestarikan hutan. Reboisasi itu sendiri adalah menanam kembali hutan-hutan yang sudah rusak yang merupakan cara mencegah hutan gundul, yang di kira tidak layak lagi untuk di tempati dan digunakan oleh makhluk hidup, sehingga hutan akan tetap terjaga keberadaannya dan tetap bisa di gunakan oleh manusia dalam ruang publik kehidupan.

2. Melaksanakan Sistem Tebang Pilih

Tebang pilih adalah sebuah kegiatan mengatur yang terbaik dan membiarkan yang lainnya. Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa salah satu manfaat hutan bagi manusia adalah sumber ekonomi, yakni dari pohon-pohon dari hutan tersebut. Sayangnya, banyak manusia yang sembarangan menebang pohon demi faktor ekonomi saja tanpa memperhatikan dampak yang terjadi karena tidak menggunakan sistem tebang pilih.

3. Mengurangi Penggunaan Kertas Berlebih

Kertas yang dibuat oleh pabrik-pabrik perlu diperhatikan jumlahnya agar memperlambat proses penebangan pohon di hutan. Kita juga bisa menggunakan teknologi yang telah ada seperti aplikasi penyimpanan dokumen secara digital seperti Simara sehingga kita tidak perlu menggunakan banyak kertas.

4. Tidak membuang sampah sembarangan di hutan

Contoh kecil dan nyata yang seringkali manusia lakukan adalah dengan tanpa atau dengan sengaja membuang sampah sembaranagn di hutan. Bahkan putung rokok pun di buang sembarangan. Hal ini sangat rawan sekali terjadinya bencana yang tidak dinginkan. Seperti kebakaran hutan yang seringkali di alami oleh negara Indonesia saat ini. Dengan adanya kebakaran hutan, akan sangat berdampak pada fungsi lingkungan hidup bagi manusia itu sendiri seperti halnya kabut asap yang dapat menggangu aktivitas sehari hari.

5. Mengidentifikasi dan mencegah terjadinya kebakaran hutan

Belakangan ini, negara Indonesia maupun negara tetangga lainnya sangat merasakan dampak dari terjadinya kebakaran hutan yang di alami oleh indonesia saat ini. Dampak tersebut yakni bencana kabut asap. Kabut asap yang terjadi di Indonesia saat ini terjadi karena adnya kebakaran hutan yang terjadi dimana-mana. Maka dari itu, pemerintah sangat perlu mengindentifikasi apa apa yang menyebabkan kebakakaran tersebut terjadi. Selain itu diperlukan juga untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan yang akan akan merambat dant erus merambat yang emgakibatkan kabut asap dan merugikan berbagai sektor dalam negara seperti sektor pendidikan dan sektor perekonomian negara.

 

Referensi :

https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/hutan/cara-menjaga-kelestarian-hutan

https://www.kreditpintar.com/education/bagaimana-cara-melestarikan-hutan

https://rimbakita.com/hutan/

 

JADI MARI LESTARIKAN HUTAN DEMI MEYELAMATKAN BUMI KITA !!!

 

 

Jumat, 20 Mei 2022

Jenis dan Penyebab Pencemaran Lingkungan

 

Oleh: Yosef Mariawan

Josephmariawan99@gmail.com (@W03-YOSEF)

 

Abstrak

Segala sesuatu yang dapat menimbulkan pencemaran disebut polutan (bahan pencemar). Zat dapat dikatakan sebagai polutan apabila jumlahnya telah melebihi batas normal, yang berada pada waktu dan tempat yang tidak tepat.

Zat pencemar dikenal juga dengan istilah limbah (sampah). Limbah merupakan bahan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi, seperti kegiatan rumah tangga yang kehadirannya dapat berdampak negatif bagi lingkungan.

Berdasarkan sifatnya limbah dapat digolongkan menjadi limbah cair, limbah padat, limbah daur ulang, limbah organik, dan limbah bahan berbahaya beracun (B3).

Pembahasan

Jenis-Jenis Pencemaran Lingkungan

Pencemaran Air

Pencemaran air merupakan terjadinya perubahan penurunan kualitas air di suatu tempat perairan seperti laut, sungai, danau, dan air tanah.

Penyebab terjadinya pencemaran air:
-Pembuangan hasil bekas limbah industri, rumah tangga, ke perairan.
-Adanya partikel-partikel tanah di perairan, akibat adanya erosi.
-Penggunaan bahan peledak dan racun dalam kegiatan menangkap ikan.
-Tumpahannya minyak karena kebocoran tanker atau ledakan sumur minyak lepas pantai.
Pencemaran Udara

Pencemaran udara adalah masuk dan bercampurnya unsur-unsur berbahaya ke dalam atmosfer, sehingga memunculkan polusi udara.

Penyebab terjadinya pencemaran udara:
-Bebasnya karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2) ke udara, yang dapat berasal dari asap kendaraan, asap pembakaran atau kebakaran, asap rokok, asap cerobong pabrik.
-Adanya asap vulkanik dari aktivitas letusan gunung berapi, sehingga dapat menebarkan partikel-partikel debu ke udara.
-Bebasnya partikel, nitrogen oksida, dan oksida sulfur ke udara, akibat asap dari pembakaran batu bara pada pembangkit listrik atau pabrik.
-Adanya Chloro Fluoro Carbon (CFC), dari hasil kebocoran mesin pendingin seperti kulkas dan AC mobil.

Pencemaran Tanah (Darat)

Pencemaran tanah atau darat merupakan penurunan kualitas tanah akibat masuknya ke dalam polutan ke lingkungan tanah, berupa zat kimia, debu, panas, suara, radiasi, dan mikroorganisme.

Penyebab terjadinya pencemaran tanah terbagi menjadi 3 golongan yaitu:

Limbah domestik, yaitu limbah yang berasal dari kegiatan manusia. Umumnya, limbah domestik berupa sampah basah atau organik yang mudah diurai.
Limbah industri, yaitu limbah padat berupa lumpur, bubur yang berasal dari proses pengolahan, seperti sisa pengolahan pabrik gula, pulp, kertas, rayon, plywood, pengawetan buah, dan lain-lain.
Limbah pertanian, biasanya berasal dari pestisida atau DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana) yang digunakan oleh petani untuk memberantas hama tanaman. Limbah pertanian ini juga merupakan jenis pencemaran lingkungan.

Berdasarkan buku Aspek Kesehatan Pencemaran Udara halaman 18, dijelaskan bahwa penyebab pencemaran udara dibagi menjadi dua faktor, sebagai berikut.

1. Faktor Manusia 

Faktor pertama yang menjadi penyebab pencemaran udara adalah faktor manusia yang merupakan faktor dominan yang menghasilkan udara tercemar melalui berbagai kegiatannya, seperti asap kendaraan bermotor maupun asap pabrik industri bahkan kegiatan rumah tangga juga dapat menghasilkan pencemaran udara.

Sebuah pabrik industri seringkali melakukan aktivitas proses pembakaran yang menghasilkan asap beracun yang kemudian dilepaskan ke udara dan bercampur dengan udara bersih yang membuat terjadinya pencemaran udara.

Seperti salah satu contohnya yang kita bisa lihat adalah pembangkit listrik. Pembangkit listrik menggunakan batu bara sebagai bahan bakarnya yang dapat menghasilkan SO2 atau Partikel Oksida Sulfur dan NO2 atau Nitrogen Oksida yang dapat berbahaya bagi manusia jika menghirup senyawa tersebut.

Berikut berbagai kegiatan manusia yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran udara pada suatu wilayah.

1) Kegiatan yang pertama adalah, proses pemanasan yang dihasilkan dari adanya pengolahan bahan makanan seperti daging maupun ikan yang dapat menghasilkan asap, debu, dan juga bau yang jika dilakukan terus menerus dapat mencemari lingkungan.

2) Kegiatan yang kedua adalah, proses pembangunan ataupun infrastruktur dimana dapat menghasilkan asap dan juga debu di suatu kawasan. Apalagi jika pembangunan memakan waktu lama dapat membuat terjadinya pencemaran udara.

3) Kegiatan yang ketiga adalah, proses kimia seperti halnya dapat kita lihat pada proses fertilisasi atau pembuahan yang merupakan proses peleburan dua gamet. Proses fertilisasi ini sendiri dapat menghasilkan berbagai uap, debu, dan juga gas yang dapat menimbulkan pencemaran udara.

4) Kegiatan yang keempat adalah, asap transportasi sebagai salah satu penyebab terbesar dari polusi udara. Hal ini paling sering kita temui, dimana banyak pengendara motor yang menghasilkan asap setiap harinya yang membuat terciptanya polusi udara.

5) Kegiatan yang kelima adalah, penggunaan bahan radioaktif dimana digunakan sebagai salah satu bahan untuk percobaan bom nuklir. Bom nuklir sendiri dapat menghasilkan berbagai macam partikel debu radioaktif yang dapat menimbulkan polusi udara.

6) Kegiatan yang keenam adalah, berbagai aktivitas pertambangan dan juga penggalian yang dilakukan dapat menghasilkan debu serta emisi yang menimbulkan polusi udara.

7) Kegiatan yang ketujuh adalah, aktivitas pembakaran. Berbagai aktivitas pembakaran, seperti pembakaran sampah, terjadinya kebakaran pada hutan, maupun peleburan baja yang berhubungan dengan penggunaan api dapat menghasilkan asap, gas, serta uap yang dapat menimbulkan terjadinya polusi udara.

2. Faktor Alam

Faktor kedua yang menjadi penyebab pencemaran udara adalah faktor alam yang ternyata juga dapat menciptakan pencemaran pada udara. Faktor alam ini, merupakan suatu kegiatan yang terjadi secara alamiah tanpa adanya campur tangan manusia maupun berhubungan dengan kegiatan yang dilakukan manusia.

Salah satu contoh dari faktor alam adalah, meletusnya gunung berapi yang merupakan proses alam yang terjadi. Meletusnya gunung berapi dapat menghasilkan berbagai partikel abu vulkanik dan juga gas yang sifatnya mencemari lingkungan lainnya yang dapat membuat timbulnya pencemaran udara.

Meletusnya sebuah gunung berapi pun, tidak hanya berdampak pada pencemaran udara, namun bagaimana kita lihat dari kejadian yang sudah ada bahwa dapat berdampak kepada kesehatan makhluk hidup yang tinggal di daerah sekitar gunung tersebut, dan juga meletusnya gunung berapi dapat menyebabkan anomali cuaca.

Demi pembangunan, kita telah merusak lingkungan. Demi kenyamanan kita, limbah dari pabrik, sampah rumah tangga, dan lainnya dibuang begitu saja. Semua tindakan ini akhirnya akan merusak lingkungan, dan akan merusak kesehatan kita juga.

 

Penyebab Pencemaran Udara Berdasarkan Kegiatan ataupun Aktivitas

1. Aktivitas Pertambangan

Kegiatan yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara pada suatu wilayah yang pertama adalah aktivitas pertambangan. Hal ini masih seringkali diabaikan oleh banyak pihak sebagai faktor timbulnya pencemaran udara di suatu wilayah.

Aktivitas pertambangan dapat menghasilkan berbagai debu dan bahan kimia lainnya yang akhirnya dilepaskan ke udara, hal tersebut dikarenakan proses penambangan biasanya dilakukan untuk mengekstraksi mineral yang ada di bawah bumi menggunakan alat besar yang menggunakan bahan bakar untuk menggerakkannya.

Dengan banyaknya penggunaan alat besar dalam proses pertambangan, maka gas maupun debu yang dihasilkan juga akan sama besarnya yang membuat pencemaran udara semakin besar pula. Permasalahan ini sendiri sudah sering kita lihat dimana banyak pegawai atau pekerja di bidang pertambangan seringkali memiliki masalah dengan pernapasan mereka.

2. Aktivitas Pertanian

Kegiatan yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara pada suatu wilayah yang kedua adalah aktivitas pertanian. Hal ini dikarenakan, seringkali dalam aktivitas pertanian melakukan proses pembakaran lahan yang jika dilakukan dengan tepat akan sangat bermanfaat bagi para petani, namun jika dilakukan secara berlebihan maka kegiatan pembakaran tersebut dapat menghasilkan asap dan debu yang dapat menciptakan pencemaran udara.

Selain itu, kegiatan pertanian seringkali berkaitan dengan amonia yang merupakan bahan kimia yang sangat reaktif dan seringkali digunakan dalam industri pupuk untuk memproduksi berbagai bahan padat seperti garam amonium, garam nitrat, dan juga urea.

Amonia sendiri merupakan salah satu gas yang paling berbahaya bagi lapisan atmosfer. Selain itu juga, seringkali para petani menggunakan pupuk kimia yang dapat mempengaruhi proses panen mereka dan ketika melakukan kegiatan pembakaran lahan maka gas ataupun asap yang dikeluarkan akan lebih berbahaya dan menimbulkan pencemaran udara.

Pertanian organik dinilai sebagai sistem pertanian yang mampu menyediakan ketersediaan pangan secara berkelanjutan karena ramah lingkungan. Pertanian organik bukan hanya tren, tetapi adalah gaya hidup berkelanjutan yang memiliki banyak manfaat penting. Dalam menjalankan pertanian organik dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Di buku ini dipaparkan berbagai kontribusi pemikiran dari pakar Fakultas Pertanian UGM dari segi budi daya, tanah, pengelolaan tanah dan perlindungan tanaman dalam rangka mewujudkan pertanian yang berkelanjutan.

3. Penggunaan Listrik yang Berlebihan

Kegiatan yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara pada suatu wilayah yang ketiga adalah penggunaan listrik yang berlebihan. Hal tersebut dikarenakan dalam membuat listrik di Indonesia saat ini masih mengandalkan bahan bakar batu bara. Oleh sebab itu, semakin banyaknya penggunaan listrik maka limbah batu bara yang dibuang ke udara akan semakin banyak yang menimbulkan pencemaran udara.

Pembakaran pembangkit listrik tersebut seringkali terjadi dengan kurang sempurna dan dalam prosesnya mengeluarkan gas yang berbahaya bagi lingkungan dan makhluk hidup. Berikut beberapa senyawa yang dikeluarkan adalah gas sulfur dioksida, nitrogen oksida, karbon dioksida, maupun partikulat. Senyawa dalam bentuk gas inilah yang dapat membahayakan lingkungan dan penyebab adanya pemanasan global.

Bayangkan bila tiba-tiba di dunia ini tak ada listrik. Lampu tidak dapat menyala, semua makanan yang membutuhkan suhu dingin dari kulkas akan basi, transportasi kereta listrik tidak bisa berfungsi, perusahaan-perusahaan yang membutuhkan daya listrik kuat akan mengalami kerugian, dan lainnya.

Buku ini akan menjelaskan prinsip dasar listrik dari berbagai energi yang ada di dunia ini dan pentingnya listrik di kehidupan. Selain itu, akan dijelaskan pula cara menghemat listrik. Dengan begitu, setidaknya kita dapat membantu mengurangi penyebab terjadinya pencemaran udara.

4. Asap yang Dihasilkan Pabrik

Kegiatan yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara pada suatu wilayah yang keempat adalah asap yang dihasilkan oleh industri pabrik. Dalam proses produksinya, industri pabrik akan menggunakan berbagai alat dalam jumlah yang besar sekaligus yang mengeluarkan asap dalam jumlah dan kuantitas yang besar pula. Asap tersebut kemudian dikeluarkan dan dapat menimbulkan pencemaran udara dan juga membahayakan lingkungan.

Pada sebuah pabrik biasanya asap tersebut dibuang melalui cerobong asap besar dalam jumlah yang besar. Berdasarkan data yang ada, asap yang dikeluarkan industri pabrik merupakan salah satu penyumbang terbesar gas karbon yang ada di udara. Dengan banyaknya faktor tersebut, bukan hanya dapat mencemari udara, namun adanya kegiatan industri pabrik dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya pemanasan global.

5. Limbah yang Dihasilkan Kegiatan Rumah Tangga

Kegiatan yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara pada suatu wilayah yang kelima adalah limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga. Hal ini dikarenakan berbagai kegiatan rumah tangga seringkali menghasilkan sampah, seperti bekas kemasan plastik, kertas, dan juga sebagainya.

Walaupun dengan membakar sampah merupakan langkah yang efektif untuk mengurai dan mengurangi sampah yang ada, namun dapat menyebabkan pencemaran udara. Sampah hasil kegiatan rumah tangga tersebut kemudian dibuang dan dibakar sehingga menghasilkan asap yang membuat munculnya pencemaran udara.

Bukan hanya itu, beberapa kegiatan lain seperti mengecat rumah dan juga penggunaan alat elektronik yang mengeluarkan asap dan juga gas dapat menjadi faktor penyebab pencemaran udara.

6. Penggunaan Kendaraan Pribadi

Kegiatan yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara pada suatu wilayah yang keenam adalah penggunaan kendaraan pribadi khususnya bagi pengendara motor. Kendaraan roda dua ini, seringkali menjadi salah satu penyebab terjadinya pencemaran udara terus meningkat di Indonesia saat ini.

Kendaraan bermotor mengeluarkan asap dalam jumlah yang besar di Jakarta setiap harinya, karena mayoritas penduduk di Indonesia mengendarai kendaraan roda dua ini. Hal tersebut yang membuat indeks udara yang ada di ibukota Jakarta ini lebih buruk jika kita bandingkan dengan daerah pedesaan.

Berikut beberapa zat dan senyawa yang dikeluarkan dan dihasilkan dari penggunaan kendaraan bermotor.

  • Timbal atau timah hitam (Pb)
  • Suspended Particulate Matter (SPM)
  • Oksida Nitrogen (NOx)
  • Hidrokarbon (HC)
  • Karbon Monoksida (CO)
  • Oksida Fotokimia (OX)

7. Asap yang Dihasilkan Rokok

Kegiatan yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara pada suatu wilayah yang ketujuh adalah asap yang dihasilkan dari pengkonsumsian rokok. Seringkali kita temui banyak perokok yang tidak peka akan akibat dari asap rokok bagi orang lain dan juga lingkungannya yang bisa menjadi faktor penyebab timbulnya pencemaran udara. Ditambah lagi, asap rokok memiliki kandungan yang berbahaya bagi yang menghirupnya karena dapat menimbulkan masalh kesehatan.

Seringkali kita temui, banyak orang yang mengalami masalah ataupun penyakit yang berhubungan dengan pernapasan walaupun tidak merokok, karena mereka terus menerus terpapar asap rokok yang menjadikan mereka perokok pasif. Untuk mengantisipasi hal ini, bagi para perokok dapat melakukan kegiatannya di tempat khusus dan bukan di sembarang tempat, selain untuk mengurangi kemungkinan terjadinya pencemaran udara, dengan begitu orang yang tidak merokok juga tidak ikut terpapar asap rokok tersebut.

8. Erupsi Gunung Berapi

Kegiatan yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara adalah erupsi gunung berapi. Namun, inilah salah satu faktor alam yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara karena meletusnya gunung berapi tidak dapat dikendalikan oleh seseorang.

Dengan adanya erupsi gunung berapi, seringkali bersamaan dengan menyemburkan abu vulkanik dari dalam. Abu vulkanik ini mengandung berbagai senyawa berbahaya seperti timah, tembaga, seng, krom besi, hingga silika yang dapat beresiko menyebabkan terjadinya pencemaran udara.

Solusi Pencemaran Udara

Berikut beberapa kegiatan yang dapat kamu lakukan untuk mencegah dan mengurangi pencemaran udara yang terjadi saat ini.

1. Jalan Kaki dan Mengendarai Sepeda

Solusi yang pertama untuk mencegah serta mengurangi pencemaran udara yang ada adalah dengan berjalan kaki dan mengendarai sepeda. Hal ini dikarenakan dengan berjalan kaki untuk jarang yang dekat dan mengendarai sepeda untuk jarang yang cukup jauh dapat mengurangi penggunaan motor yang merupakan salah faktor penyebab pencemaran udara.

Kendaraan bermotor mengeluarkan asap yang mengandung sulfur dioksida yang merupakan salah satu dari enam polutan berbahaya yang menjadi penyebab timbulnya pencemaran udara. Dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan menggantinya dengan berjalan kaki serta mengendarai sepeda kamu bisa mengurangi efek dari pencemaran udara.

Selain itu, dengan bersepeda kamu akan mendapatkan berbagai manfaat bagi tubuh karena dengan bersepeda dapat mengoptimalkan kinerja sistem kardiovaskular, yaitu organ jantung dan juga pembuluh darah, dengan memperkuat otot yang ada pada jantung serta membantu meningkatkan peredaran darah ke berbagai bagian tubuh.

2. Bercocok Tanam

Solusi yang kedua untuk mencegah serta mengurangi pencemaran udara yang ada adalah dengan melakukan aktivitas bercocok tanam, dimana dapat membantu mengurangi polusi udara yang disebabkan dari pencemaran udara dengan menanam berbagai tanaman yang dapat menangkal polusi.

Beberapa tanaman yang dapat digunakan untuk mengurangi dan menangkal pencemaran udara seperti, krisan, lidah buaya, bambu, dracaena, lidah mertua, dan masih banyak lagi. Tanaman yang disebutkan tersebut dapat membantu dalam mengurangi dan menangkal polusi yang ada di udara karena mampu menyaring zat berbahaya yang dihasilkan polusi melalui pori-pori mereka.

Tanaman juga memiliki fungsi lain, dalam jangka panjang tanaman mampu meningkatkan ekosistem serta kualitas udara yang ada di lingkungan rumah kamu, dan juga membantu menstabilkan dan mengurangi tingkat polusi udara yang ada di bumi.

Di kota-kota besar, lingkungan publik maupun perumahan, semakin tercemar. Berbagai polutan gentayangan di udara dan mudah terirup hidung. Masyarakat pun terancam menderita gangguan pernafasan, yang baru disadari setelah menjalar ke radang tenggorokan dan paru-paru.

Selain itu, banyak dampak-dampak lainnya yang kian muncul. E-book “Herba dan Tanaman Hias Penangkal Nyamuk dan Polusi Udara” ini melengkapi Anda akan kegunaan bahan-bahan alami untuk mengatasi polusi dan gangguan nyamuk.

3. Tidak Membakar Sampah

Solusi yang ketiga untuk mencegah serta mengurangi pencemaran udara yang ada adalah dengan tidak membakar sampah karena dapat mengeluarkan asap yang menimbulkan pencemaran udara. Seringkali banyak orang yang membakar sampah mereka karena menganggap dengan membakarnya dapat mengurai dan menghilangkan tumpukan sampah dengan cepat. Namun, langkah tersebut salah karena dapat merusak lingkungan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh US Environmental Protection Agency, senyawa yang dihasilkan dari pembakaran sampah dapat menimbulkan polusi udara, seperti karbon monoksida dan juga formaldehida yang dikenal sebagai dua zat berbahaya penyebab polusi dan penyebab dari berbagai masalah kesehatan dan penyakit pernapasan

4. Menghemat Penggunaan Listrik

Solusi yang keempat untuk mencegah serta mengurangi pencemaran udara yang ada adalah dengan menghemat penggunaan listrik. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, untuk menghasilkan tenaga listrik memerlukan pembakaran batu bara maupun minyak yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran udara.

Dengan menggunakan listrik secara berlebihan, maka akan semakin besar pula asap yang dilepaskan ke udara yang dapat berdampak pada lapisan ozon karena adanya pelepasan sulfur dioksida yang dilepaskan ke permukaan tanah, lalu menguap dan menyebabkan terjadinya pencemaran udara.

Kesimpulan

Pencemaran lingkungan (environmental pollution) adalah terkontaminasinya komponen fisik dan biologis dari sistem bumi dan atmosfer sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem lingkungan.

Kontaminasi tersebut bisa berasal dari kegiatan manusia ataupun proses alam, yang menyebabkan kualitas lingkungan menjadi tidak dapat berfungsi sesuai dengan seharusnya.

Sementara, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup memberi penjelasan bahwa pencemaran lingkungan hidup adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan.

 

Pencemaran Air dan Menciptakan Jalur Hijau Untuk Mempertahankan Area Resapan Air

 

Pencemaran Air dan Menciptakan Jalur Hijau Untuk Mempertahankan Area Resapan Air

Oleh : Tasya Ariibah ( W24-TASYA )


Abstrak :

Air merupakan sumber kehidupan di muka bumi ini, kita semua bergantung pada air. Untuk itu diperlukan air yang dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Tapi pada akhir-akhir ini, persoalan penyediaan air yang memenuhi syarat menjadi masalah seluruh umat manusia. Dari segi kualitas dan kuantitas air telah berkurang yang disebabkan oleh pencemaran. Makalah ini membahas mengenai pencemaran air yang ditinjau dari sumber pencemaran, dampak serta penanggulangan pencemaran tersebut. Selain itu juga dijelaskan mengenai indikator pencemaran air dan pengertian pencemaran air. Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi bagi kita semua, sehingga akan dapat mengurangi pencemaran yang terjadi dan akan didapat air yang aman, bersih dan sehat.

 

A.    A. Pencemaran Air

 

Istilah pencemaran air atau polusi air dapat dipersepsikan berbeda oleh satu orang dengan orang lainnya mengingat banyak pustaka acuan yang merumuskan definisi istilah tersebut, baik dalam kamus atau buku teks ilmiah. Pengertian pencemaran air juga didefinisikan dalam Peraturan Pemerintah, sebagai turunan dari pengertian pencemaran lingkungan hidup yang didefinisikan dalam undang-undang. Dalam praktek operasionalnya, pencemaran lingkungan hidup tidak pernah ditunjukkan secara utuh, melainkan sebagai pencemaraan dari komponen-komponen lingkungan hidup, seperti pencemaran air, pencemaran air laut, pencemaran air tanah dan pencemaran udara. Dengan demikian, definisi pencemaran air mengacu pada definisi lingkungan hidup yang ditetapkan dalam UU tentang lingkungan hidup yaitu UU No. 23/1997. Dalam PP No. 20/1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air, pencemaran air didefinisikan sebagai : “pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiaan manusia sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya” (Pasal 1, angka 2).

Definisi pencemaran air tersebut dapat diuraikan sesuai makna pokoknya menjadi 3 (tga) aspek, yaitu aspek kejadian, aspek penyebab atau pelaku dan aspek akibat (Setiawan, 2001). Berdasarkan definisi pencemaran air, penyebab terjadinya pencemaran dapat berupa masuknya mahluk hidup, zat, energi atau komponen lain ke dalam air sehingga menyebabkan kualitas air tercemar. Masukan tersebut sering disebut dengan istilah unsur pencemar, yang pada prakteknya masukan tersebut berupa buangan yang bersifat rutin, misalnya buangan limbah cair. Aspek pelaku/penyebab dapat yang disebabkan oleh alam, atau oleh manusia. Pencemaran yang disebabkan oleh alam tidak dapat berimplikasi hukum, tetapi Pemerintah tetap harus menanggulangi pencemaran tersebut. Sedangkan aspek akibat dapat dilihat berdasarkan penurunan kualitas air sampai ke tingkat tertentu. Pengertian tingkat tertentu dalam definisi tersebut adalah tingkat kualitas air yang menjadi batas antara tingkat tak-cemar (tingkat kualitas air belum sampai batas) dan tingkat cemar (kualitas air yang telah sampai ke batas atau melewati batas). Ada standar baku mutu tertentu untuk peruntukan air. Sebagai contoh adalah pada UU Kesehatan No. 23 tahun 1992 ayat 3 terkandung makna bahwa air minum yang dikonsumsi masyarakat, harus memenuhi persyaratan kualitas maupun kuantitas, yang persyaratan kualitas tettuang dalam Peraturan Mentri Kesehatan No. 146 tahun 1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air. Sedangkan parameter kualitas air minum/air bersih yang terdiri dari parameter kimiawi, fisik, radioaktif dan mikrobiologi, ditetapkan dalam PERMENKES 416/1990 (Achmadi, 2001). Air yang aman adalah air yang sesuai dengan kriteria bagi peruntukan air tersebut. Misalnya criteria air yang dapat diminum secara langsung (air kualitas A) mempunyai kriteria yang berbeda dengan air yang dapat digunakan untuk air baku air minum (kualitas B) atau air kualitas C untuk keperluan perikanan dan peternakan dan air kualitas D untuk keperluan pertanian serta usaha perkotaan, industri dan pembangkit tenaga air.

 

B.      B. Sumber Pencemaran Air

 

Banyak penyebab sumber pencemaran air, tetapi secara umum dapat dikategorikan menjadi 2 (dua) yaitu sumber kontaminan langsung dan tidak langsung. Sumber langsung meliputi efluen yang keluar dari industri, TPA sampah, rumah tangga dan sebagainya. Sumber tak langsung adalah kontaminan yang memasuki badan air dari tanah, air tanah atau atmosfir berupa hujan (Pencemaran Ling. Online, 2003). Pada dasarnya sumber pencemaran air berasal dari industri, rumah tangga (pemukiman) dan pertanian. Tanah dan air tanah mengandung sisa dari aktivitas pertanian misalnya pupuk dan pestisida. Kontaminan dari atmosfir juga berasal dari aktifitas manusia yaitu pencemaran udara yang menghasilkan hujan asam. Pengaruh bahan pencemar yang berupa gas, bahan terlarut, dan partikulat terhadap lingkungan perairan dan kesehatan manusia dapat ditunjukkan secara skematik sebagai berikut :

 


Penyebab pencemaran air :

-          - Limbah Industri

Jenis limbah yang berasal dari industri dapat berupa limbah organik yang bau seperti limbah pabrik tekstil atau limbah pabrik kertas. Selain itu, limbah anorganik berupa cairan panas, berbuih dan berwarna, serta mengandung asam belerang, berbau menyengat. Seperti limbah pabrik baja, limbah pabrik emas, limbah pabrik cat, limbah pabrik pupuk organik, limbah pabrik farmasi, dan lain-lain. Jika limbah industri tersebut dibuang ke saluran air atau sungai, akan menimbulkan pencemaran air dan merusak atau memusnahkan organisme di dalam ekosistem tersebut. Limbah industri yang berupa logam berat sering dialirkan ke sungai, sehingga sungai menjadi tercemar. Jenis-jenis logam berat adalah raksa, timbal, dan kadmium di mana ketiganya sangat berbahaya bagi manusia apabila mengonsumsinya.


-          Limbah Rumah Tangga

Merupakan limbah yang berasal dari hasil samping kegiatan perumahan. Seperti limbah rumah tangga, pasar, perkantoran, rumah penginapan (hotel), rumah makan, dan puing-puing bahan bangunan serta besi-besi tua bekas mesin-mesin atau kendaraan. Limbah rumah tangga dapat berasal dari bahan organik, anorganik, maupun bahan berbahaya dan beracun. Limbah organik adalah limbah seperti kulit buah sayuran, sisa makanan, kertas, kayu, daun dan berbagai bahan yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme. Limbah yang berasal dari bahan anorganik, antara lain besi, aluminium, plastik, kaca, kaleng bekas cat, dan minyak wangi. Di perairan, sampah mengalami proses penguraian oleh mikroorganisme. Akibat penguraian tersebut, kandungan oksigen dalam perairan juga menurun. Menurunnya kandungan oksigen dalam perairan akan merugikan kehidupan biota di dalamnya.


-          - Limabah Pertanian

Air limbah pertanian sebenarnya tidak menimbulkan dampak negatif pada lingkungan. Namun dengan digunakannya fertilizer sebagai pestisida yang kadang-kadang dilakukan secara berlebihan, sering menimbulkan dampak negatif pada keseimbangan ekosistem air. Pada sector pertanian juga dapat terjadi pencemaran air. Terutama akibat dari penggunaan pupuk dan bahan kimia pertanian tertentu, seperti insektisida dan herbisida. Penggunaan pupuk yang berlebihan juga dapat menyebabkan suburnya ekosistem di perairan kolam, sungai, waduk, atau danau. Pupuk yang tidak terserap ke tumbuhan akan terbuang menuju perairan. Akibatnya, terjadi blooming algae atau tumbuh suburnya ganggang di atas permukaan air. Tanaman ganggang ini dapat menutupi seluruh permukaan air, sehingga mengurangi kadar sinar matahari yang masuk ke dalam perairan tersebut. Akibatnya, proses fotosintesis fitoplankton terganggu dan kadar oksigen yang terlarut dalam air menurun sehingga merugikan makhluk hidup lain yang berada di dalamnya.



C. Program Ruang Terbuka Hijau

 

Secara umum RTH merupakan area yang pemakaiannya bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman baik yang tumbuh alami maupun sengaja ditanam. RTH adalah fasilitas yang memberi peran penting untuk meningkatkan mutu lingkungan pemukiman, dan juga bagian penting dalam aktivitas rekreasi. RTH menjadi salah satu tempat fungsional untuk melakukan kegiatan baik rutinitas sehari-hari maupun berkala oleh sekelompok orang.RTH merupakan lahan kota yang pemanfaatannya untuk kepentingan penghijauan kota. RTH dapat disebut sebagai infrastruktur untuk tempat pelayanan public penyedia oksigen. RTH merujuk kepada area alami yang ada di sekitar kawasan perkotaan seperti taman, kebun, pepohonan sepanjang jalan, hutan kota, dan pemakaman umum. RTH berperan sebagai tempat tumbuhnya berbagai macam tanaman, dan tempat tinggal habitat satwa tertentu secara alami maupun yang sengaja dibudidaya. RTH memiliki fungsi alami untuk menjaga keseimbangan, kualitas, keindahan, dan kenyamanan lingkungan kota. RTH dapat menjadi tempat yang dapat dijangkau dan digunakan semua kalangan masyarakat sebagai penunjang aktivitas dan mutu hidup masyarakat.

 


Salah satu contoh Program-Program Ruang Terbuka Hijau Walikota Bambang Dwi Hartono Bambang D.H merupakan salah satu walikota Surabaya dengan periode kepemimpinan 2002-2010. Sebelum menjabat menjadi walikota, beliau pernah menjabat sebagai wakil walikota mendampingi walikota Surabaya Sunarto Sumoprawiro tahun 2000-2002. Bambang D.H resmi menjadi walikota Surabaya menggantikan Sunarto Sumaprawiro setelah dilantik oleh Gubenur Jawa Timur Imam Utomo pada 10 Juni 2002.Lahir di Tegalombo, Pacitan Jawa Timur 24 Juli 1961 Bambang D.H merupakan sosok walikota yang peduli lingkungan. Sejak awal menjabat Bambang D.H berkomitmen untuk melakukan perbaikan dalam bidang lingkungan. Perbaikan tersebut yaitu meliputi penanganan sampah, penanganan banjir, perbaikan transportasi, perbaikan dalam pelayanan air bersih, dan penataan pemukiman yang lebih baik.Keseriusan Bambang D.H dalam memperbaiki lingkungan juga dibuktikan dengan pengembangan pembangunan RTH sebagai solusi dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan keindahan kota Surabaya. Bambang D.H merupakan walikota peletak dasar pembangunan kota Surabaya yang hijau dan bersih. Bambang D.H juga merupakan sosok pencetus dari pembangunan taman kota di Surabaya. Untuk mendukung programnya, Bambang D.H juga mengajukan raperda tentang RTH yang kemudian disahkan oleh DPR tahun 2002.Pemerintah kota Surabaya juga mengajak masyarakat Surabaya, memanfaatkan staf ahli, dan bekerjasama dengan pihak-pihak tertentu untuk ikut terlibat secara langsung dalam menjalankan programprogramnya. Berikut merupakan progam-program RTH pemerintah kota Surabaya pada masa kepemimpinan Bambang D.H

 

Langkah-langkah strategi yang dapat dilakukan untuk menuju RTH 30%, diantaranya:

 

1.       Menetapkan kawasan yang tidak boleh dibangun.

Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), kawasan yang dipreservasi diantaranya habitat satwa liar, daerah dengan keanekaragaman hayati tinggi, daerah genangan dan penampungan air (water retention), daerah rawan longsor, tepian sungai dan tepian pantai sebagai pengaman ekologis, dan daerah yang memiliki nilai pemandangan tinggi.

2.       Membangun lahan hijau (hub) baru, perluasan RTH melalui pembelian lahan.

Pemerintah sebagai pemegang wewenang dalam suatu kota dapat melakukan strategi pembebasan lahan yang bertujuan untuk meningkatkan pembangunan taman lingkungan, taman kota, taman makam, lapangan olahraga, hutan kota, kebun raya, hutan mangrove dan situ/danau buatan.

3.       Mengembangkan koridor ruang hijau kota.

Koridor ruang hijau kota merupakan urban park connector yang menghubungkan RTH satu dengan lainnya di setiap kota. Koridor diciptakan dengan menanami pohon besar disepanjang potensi ruang hijau seperti pedestrian, sempadan sungai, tepian badan air situ dan waduk, sempadan rel kereta api dan dapat dijadikan sebagai transportasi kendaraan bermotor dan jalur wisata kota ramah lingkungan.

4.       Mengakuisisi RTH privat, menjadikan bagian RTH kota.

Akuisisi dilakukan dengan menerapkan Koefisien Dasar Hijau (KDH) pada lahan privat yang dimiliki masyarakat dan swasta pada pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Pemerintah daerah.

5.       Peningkatan kualitas RTH kota melalui refungsi RTH eksisting.

Optimalisasi fungsi ekologis RTH eksisting diantara melalui revitalisasi kawasan hutan bakau, situ, danau maupun waduk sebagai daerah resapan air serta penanaman rumput pada taman lingkungan perumukiman yang diperkeras.

6.       Menghijaukan bangunan (green roof / green wall).

Keterbatasan lahan untuk dapat mengembangkan kawasan hijau dapat disiati dengan memanfaatkan ruang-ruang terbangun melalui penanaman tanaman pada atap ataupun tembok bangunan.

 

 

7.       Menyusun kebijakan hijau.

Pemerintah Daerah serta DPRD sebagai fungsi legislatif mendorong penyusunan dan penetapan perda terkait dengan RTH dan Rencana Induk RTH agar perencanaan pembangunan RTH memiliki kekuatan hukum.

8.       Memberdayakan komunitas hijau.

Partisipasi aktif masyarakat dalam komunitas hijau diberdayakan melalui pembuatan pemertaan komunitas hijau, penyusunan rencana tindak, dan kelembagaan peran komunitas hijau.

 

 

 

Daftar Pusataka :                  

http://www.rudyct.com/PPS702-ipb/08234/lina_warlina.pdf

https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id/repos/FileUpload/Pencemaran%20Air-%20BPSMG/materi1.html#:~:text=Pencemaran%20air%20dapat%20terjadi%20pada,rumah%20tangga%2C%20dan%20limbah%20pertanian

file:///C:/Users/User/Downloads/31971-Article%20Text-38281-1-10-20200128%20(1).pdf

http://sim.ciptakarya.pu.go.id/p2kh/knowledge/detail/strategi-peningkatan-ruang-terbuka-hijau

https://www.youtube.com/watch?v=3xnpLHufCn0