.

Kamis, 31 Maret 2022

MENGENAL ATOM DAN STRUKTUR

Oleh : Muhammad Maulana Rizky

 

Atom adalah partikel terkecil dari sebuah susunan materi. Sebagai partikel terkecil, maka atom tidak dapat dipecah atau dibagi menjadi lebih kecil lagi. Secara etimologis, atom berasal dari bahasa Yunani, yakni kata atomos yang berarti “tidak terbagi”.

Proton merupakan partikel bermuatan positif, elektron bermuatan negatif, dan neutron merupakan partikel atom yang netral atau tidak bermuatan. Proton dan neutron terletak di inti atom, sedangkan elektron sebagai kulit atom berada di sekitar inti atom. Konsep atom sendiri mengalami perkembangan dari masa ke masa seiring dinamika pemikiran manusia.


Susunan Elektron Dalam Atom

Elektron yang selalu bergerak mengelilingi inti atom, ternyata memiliki berbagai lapisan kulit atom pada tingkatan energi tertentu :

Konfigurasi Elektron

Konfigurasi elektron merupakan penyusunan atau lapisan elektron berdasarkan tingkat energinya dalam suatu atom, dimana atom memiliki lapisan paling dekat dengan inti sampai yang terluar secara berurutan dari K, L, M, N, O, P, Q, dan seterusnya.

Elektron Valensi

Berhubungan dengan konfigurasi elektron, elektron valensi merupakan jumlah elektron pada kulit terluar atom suatu unsur yang digunakan untuk membentuk ikatan kimia. Oleh karena itu, susunan elektron valensi suatu unsur sangat mempengaruhi atau merupakan penentu sifat-sifat kimia suatu atom. Unsur-unsur yang memiliki struktur elektron valensi yang sama memiliki sifat kimia yang sama pula.

 

Referensi :

https://tirto.id/apa-saja-teori-atom-menurut-para-ahli-dan-siapa-tokoh-tokohnya-gm2W

https://www.zenius.net/blog/materi-kimia-struktur-atom

 

Contoh Struktur Atom dan Tabel Periodik

Struktur Atom dan Tabel Periodik
Spektrum Gelombang Elektromagnetik
Contoh gelombang elektro magnetik adalah cahaya

https://umb-elearning.mercubuana.ac.id/pluginfile.php/132019/mod_forum/post/739450/image.png

Λ = Panjang Gelombang

A = Amplitudo

F = Frekuensi (menyatakan banyaknya siklus yang melalui satu titik per satu waktu = s^-1=hertz

Terdapat 2 bagian dalam gelombang elektromagnetik yaitu: medan magnet dan listrik dan kedua gelombagn tersebut saling tegak lurus (perpendicular).

https://umb-elearning.mercubuana.ac.id/pluginfile.php/132019/mod_forum/post/739450/image%20%281%29.png

Gelombang eletromagnetik dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan frekuensi.

1. Sinar gama, memiliki panjang gelombang yang paling kecil dari 10^-5 nm -10^-3 nm.

2. Sinar X

3. Sinar ultraviolet

4. Visible light

5. inframerah

6. gelombang micro (microwaves)

7. sinar radio ( mencapai 10^3m)

Jika dilihat dari faktor frekuensi dalam tiap gelombang, semakin kekanan maka akan semakin kecil. Sehingga Lamda berbading terbalik dengan frekuensi.

1. Dualisme gelombang dan Partikel.

Menggunakan rumus persamaan energi foton :

E= h. f à h = 6.63x10^-34

   = h.C/λ à C = 3x10^8 m/s

Fotoelektrik yang dilakukan oleh Albert Einstein

Percobaan 1.

https://umb-elearning.mercubuana.ac.id/pluginfile.php/132019/mod_forum/post/739450/image%20%282%29.png

Sebuah percobaan pada plat metal yang berperan sebagai katoda dan anoda yang kemudian dihubungkan dengan amperometer, jika pada plat katoda diberika sinar (gelombang  elektromagnetik), ternyata kita dapat mendeteksi adanya elektron yang  terejeksi ketika elektron tersebut bertindak sebagai partikel yang mempunyai massa dan menempati ruang dan saling bertabrakan, sehingga meng-ejeksikan elektron tersebut dan terdeteksi oleh amperometer yang ada.

Treshold energi = energi ambang batas

Jika kita menggunakan sumber gelombang elkektromagnetik dengan energi lebih rendah dengan energi ambang batas yang ada, maka elektron tidak bisa diejeksikan  dan sebaliknya. Elektron yang diejeksikan tidak bergantung pada intensitas, jika tidak melampaui energi ambang batas yang ada.

Percobaan 2.

https://umb-elearning.mercubuana.ac.id/pluginfile.php/132019/mod_forum/post/739450/image%20%283%29.png

Jika digabungkan dengan hasil percobaan fotoelektrik dimana terdapat ambang batas energi minimum, menunjukan bahwa Keadaan energi suatu atom berada pada tingkat-tingkat energi tertentu (Energi terkuantisasi)

2. Solar Sistem Model.

https://umb-elearning.mercubuana.ac.id/pluginfile.php/132019/mod_forum/post/739450/image%20%284%29.png

Atom memiliki inti yaitu proton dan neutrin dan elektron mengelilingi inti atom dengan orbit tertentu dengan tingkat energi tertentu (terkuantisasi),

- Ground State

Model atom hidrogen terdapat 1 proton pada inti atom dan 1 elektron yang mengelilingi inti atom tersebut. Ketika elektron berada pada n=1 disebut juga keadaan dasar atau kemungkinan berada pada tingkat energi yang lebih rendah.

- Excited State

Merupakan keadaan dimana elentron tidak berada pada tinggkat energi yang lebih tingg ( excited state ).

==> Kelemahan teori atom yaitu:

- kita dapat menetukan secara pasti posisi suatu elektron dimana ini tidak diperbolehkan oleh hukum ketidak pastian (Heissenberg)

- Tidak dapat menjelaskan spektrum emisi dari atom yang kebih besar.

 3. Electron cloud model à Mekanika kuantum

-  Menggambar sebagai gelombang yang tersebar dan bergerak mengelilingi inti atom

-  Orbitel yaitu suatu ruang dimana elektron bergerak dan berperilaku sebagai suatu gelombang.

-       Energi atom terkuantisasi

 

4. Persamaan menurut Schrodinger.

- 3 jenis bilangan kuantum

1. n = bilangan kuantum utama dinyatakan sebagai kulit (shell) tempat orbitel berada

2. l = bilangan kuantum sekunder / azimuth dinyatakan sebagai subkulit

            L=0 ==> s, L=1 ==> p, L=2 ==> d, L=3 ==> f

3. ml= bilangan kuantum magnetik dinyatakan sebagai orbitel

https://umb-elearning.mercubuana.ac.id/pluginfile.php/132019/mod_forum/post/739450/image%20%285%29.png

Konfigurasi elektron

1. Aturan aufbau

Pengisian elektron harus dimulai dari tingkat terendah menuju tingkat tertinggi

Na = 1S^2, 2S^2, 2P^6, 3S^1 (Konfigurasi dari Na)

2. Kaidah Hund

Dalam pengisian subkulit elektron harus diisi secara sendiri-sendiri sampai sub kulit setengah penuh dengan spin yang searah.

3. Larangan Pauli

Menyatakan bahwa dalam satu orbital yang sama tidak mungkin memiliki dua elektron yang sama dengan arah spin yang sama.

Bilangan kuantum spin (ms =+1/2 dan -1/2)

- Kita dapat menetukan identitas suatu atom tertentu dari set bilangan kuantum elektron terluar.

-  Jumlah atom sama denga jumlah proton dalam suatu atom netral

3.  Tabel Periodik.

-  Konfigurasi elektron sangat berguna dalam tabel priodik karena dapat dijabarkan berdasarkan subkulit terluar.

-  Blok S artinya unsur-unsur yang memiliki subkulit terluar

-  Kuantum utama mewakili periode dari suatu unsur dalam tabel periodik

-  Jari-jari atom memiliki kecenderungan semakin kekanan akan semakin kecil dan dari atas ke bawah akan semakim besar dalam satu periode.

https://umb-elearning.mercubuana.ac.id/pluginfile.php/132019/mod_forum/post/739450/image%20%286%29.png

- Energi Ionisasi adalah energi yang dibutuhkan untuk melepas elektron sebuah atom dalam fasa gas dan reaksinya dinyatakan dalam persamaan reaksi.

https://umb-elearning.mercubuana.ac.id/pluginfile.php/132019/mod_forum/post/739450/image%20%287%29.png

- Dalam tebel priodik , tren yang dibahas adalah tren untuk energi ionisasi pertama.

- Effects elektron adalah energi yang terlibat dalam hal penangkapan satu elektron oleh suatu atom dalam fasa gas menjadi anion dalam fasa gas.

-   Throne negativitas jadi elektronegativita. Merupakan kecenderungan suatu atom untuk menarik elektron dalam satu ilatan kovalen.

 

4. Sifat magnetik terbagi menjadi 2 yaitu

1. Pramagnetik yaitu suatu atom yang dapat dipengaruhi oleh medan magnet

2. Diamagnetik yaitu elektron yang masih belum berpasangan.

 

Logam transisi merupakan unsur yang memiliki beberapa sifat khusus sebaga akibat mulai terisanya orbital valensi d. Salah satu unsu logam transisi yang terdapat shampo adalah Zn.

-  Konfigurasi elektron logam Zn dan ion Zn^2+

https://umb-elearning.mercubuana.ac.id/pluginfile.php/132019/mod_forum/post/739450/image%20%288%29.png

-  Bentuk orbital dx^2 dan orbital dxy :

https://umb-elearning.mercubuana.ac.id/pluginfile.php/132019/mod_forum/post/739450/image%20%289%29.png

- Sifat magnetik dari logam Zn adalah dimagnetik karena semua elektronya sudah berpasangan.

 


Pengertian Struktur Atom Dan Spektrum Gelombang elektromagnetik


 Berdasarkan teori atom Dalton, atom merupakan partikel terkecil materi yang tidak dapat terbagi lagi. Teori atom ini dapat menjelaskan hukum kekekalan massa dan hukum perbandingan tetap, tetapi tidak dapat menjelaskan tentang sifat listrik materi dan daya gabung unsur-unsur.

 

Nomor Atom dan Nomor Massa

1.       Nomor Atom (Z)

Nomor atom suatu unsur sama dengan jumlah proton. Untuk atom netral, jumlah proton = jumlah elektron

No. Atom  = Jumlah proton = Jumlah elektron

Contoh : Atom Oksigen bernomor atom 8 sehingga memiliki 8 proton dan 8 elektron.

 

2.       Nomor Massa (A)

Nomor massa adalah jumlah nukleon (proton dan neutron) yang terdapat dalam inti atom.

No. Massa  = Jumlah proton + Jumlah neutron

Contoh :  Atom natrium terdiri atas 11 proton dan 12 neutron, berarti nomor massa atom natrium =  11 +  12  = 23

 

3.      Lambang Unsur (X)

Susunan suatu unsur netral dapat dinyatakan dengan lambang:

Dimana :

X = lambang unsur/notasi unsur

Z = nomor atom

   = jumlah proton dalam inti  (p)

   = jumlah elektron yang mengelilingi inti

A = nomor massa

    =  jumlah proton  +  jumlah neutron (n)

n = neutron (n = A – Z)

Dasar Teori Struktur Atom

Berdasarkan teori atom Dalton (1803) yang dikemukakan oleh John Dalton, atom merupakan bagian terkecil yang tidak dapat di urai atau di bagi lagi, John Dalton mengilustrasikan atom sebagai bola pejal yang sangat kecil yang bersifat identik sehingga setiap unsur memiliki atom yang berbeda juga.

Oleh karena itu struktur atom bisa didefinisikan secara sederhana sebagai susunan partikel dasar atom. Sebagai partikel penyusun sebuah materi, atom ikut menentukan sifat materi tersebut, sampai saat ini tidak ada teori atau model yang mutlak dari sebuah atom, dan teori mengenai atom masih terus mengalami perbaikan, pengembangan, dan penyempurnaan.

SPEKTRUM GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK

Gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang memiliki muatan energi listrik dan magnet tanpa memerlukan media rambat. Kita dapat menemukan banyak penggunaan gelombang elektromagnetik dalam kehidupan sehari-hari, contohnya adalah teknologi rontgen, microwave, dan sinyal yang diterima smartphone. Berdasarkan panjang atau frekuensinya, gelombang elektromagnetik dapat diklasifikasikan menjadi spektrum gelombang elektromagnetik.

Spektrum gelombang elektromagnetik adalah spektrum kontinu di mana masing-masing jenis gelombang elektromagnetik yang berbeda didefinisikan dalam rentang panjang gelombang tertentu. Spektrum gelombang elektromagnetik terdiri dari gelombang radio, gelombang mikro, sinar inframerah, cahaya tampak, sinar ultraviolet, sinar-X, dan sinar Gamma.

 

 

 

 

Referensi :

https://bisakimia.com/2017/08/05/ringkasan-materi-struktur-atom/

https://www.zenius.net/blog/materi-kimia-struktur-atom

https://www.kelaspintar.id/blog/edutech/mengenal-spektrum-gelombang-elektromagnetik-3558/#:~:text=Spektrum%20gelombang%20elektromagnetik%20adalah%20spektrum,dalam%20rentang%20panjang%20gelombang%20tertentu.

 



Selasa, 29 Maret 2022

Evolusi Teori Atom Serta Sistem Periodik Unsur

Evolusi Teori Atom Serta Sistem Periodik Unsur

 Oleh :

Benedictus Dimas Galuh Arwiananda (@V15-Dimas)


ATOM

Atom adalah partikel terkecil yang ada pada suatu zat yang tidak bisa lagi diuraikan menjadi partikel yang lebih kecil melewati reaksi kimia biasa. Atom adalah partikel yang berasal dari neutron dan proton serta dikelilingi dari elektron.


EVOLUSI ATOM

Evolusi Atom


Konsep atom sebagai partikel terkecil di alam semesta, dicetuskan oleh Demokritos di masa Yunani Kuno. Namun karena teori itu tak disertai penelitian ilmiah, banyak ilmuwan yang meragukan dan meneliti kebenarannya. Baru pada abad ke-19, atom diteliti secara ilmiah. Dilansir dari Kimia Dasar (2018) dan Encyclopaedia Britannica (2015), berikut perkembangan teori atom dari zaman ke zaman:


A. Model Atom Dalton

John Dalton mengembangkan model atom pada 1803 hingga 1808. Massa atom merupakan sifat khas yang membedakan suatu unsur dengan unsur-unsur lain. Dengan demikian, terdapat hubungan antara massa atom dan sifat-sifat atom unsur. Hipotesis Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti tolak peluru. Teori Atom Dalton didasarkan pada anggapan: 

-Semua benda terbuat dari atom.

-Atom-atom tidak dapat dibagi maupun dipecah menjadi bagian lain.

-Atom-atom tidak dapat dicipta maupun dihancurkan.

-Atom-atom dari unsur tertentu adalah indentik satu terhadap lainnya dalam ukuran, massa, dan sifat-sifat yang lain, namun mereka berbeda dari atom-atom dari unsur-unsur yang lain.

-Perubahan kimia merupakan penyatuan atau pemisahan dari atom-atom yang tak dapat dibagi, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan

Berikut adalah gambaran teori atom Dalton :


                               Model Atom Dalton


B. Model Atom Thompson

Pada awal abad ke-20, JJ Thomson menggambarkan atom seperti bola roti dengan taburan kismis. Bola itu padat dan bermuatan positif. Di permukaannya, tersebar elektron yang bermuatan negatif. Thomson membuktikan adanya partikel lain yang bermuatan negatif dalam atom. Ia mematahkan anggapan Demokritos dan Dalton bahwa atom adalah partikel terkecil. Sayangnya, model atom Thomson tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam atom.


                                                                   model Atom Thompson


C. Model Atom Rutherford

Rutherford membuat model atom seperti tata surya. Atom adalah bola berongga yang tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilinginya. Inti atom bermuatan positif. Selain itu, massa atom terpusat apda inti atom. Model ini persis seperti bagaimana planet mengelilingi matahari. Namun model atom Rutherford tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. Berdasarkan teori fisika, gerakan elektron mengitari inti ini disertai pemancaran energi. Ini menyebabkan lama-kelamaan energi elektron akan berkurang dan lintasannya makin lama akan mendekati inti dan jatuh ke dalam inti. Kendati demikian, Rutherford telah berjasa mengenalkan konsep lintasan atau kedudukan elektron yang kelak disebut dengan kulit atom.


                                                                                Model Atom Rutherford


D. Model Atom Niels Bohr

Niels Bohr, ahli fisika dari Denmark adalah ilmuwan pertama yang mengembangkan teori struktur atom pada 1913. Model atom Bohr menunjukkan bahwa atom terdiri dari beberapa kulit. Kulit ini adalah tempat berpindahnya elektron. Namun model atom Bohr memiliki radius dan orbit. Ini tidak sesuai dengan Prinsip Ketidakpastian Heisenberg yang menyatakan radius tidak bisa ada bersamaan dengan orbit. Selain itu, model atom Bohr juga tidak menjelaskan Efek Zeeman. Efek Zeeman adalah ketika garis spektrum terbagi karena adanya medan magnet. Teori tentang sifat atom yang didapat dari pengamatan Bohr: 

-Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif di dalam suatu lintasan. 

-Elektron bisa berpindah dari satu lintasan ke lintasan yang lain dengan menyerap atau memancarkan energi sehingge energi elektron atom itu tidak akan berkurang.

-Jika berpindah ke lintasan yang lebih tinggi, elektron akan menyerap energi. Jika berpindah ke lintasan yang lebih rendah, elektron akan memancarkan energi.

-Kedudukan elektron-elektron pada tingkat-tingkat energi tertentu-tertentu yang disebut kulit-kulit elektron.

                                                                Model Atom Niels Bohr


E. Model Atom Mekanika Gelombang

Berikut ini adalah ciri-ciri model atom mekanika gelombang yaitu:

  1. Gerakan elektron memiliki sifat gelombang, sehingga lintasannya (orbitnya) tidak stasioner seperti model Bohr, tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital (bentuk tiga dimensi darikebolehjadian paling besar ditemukannya elektron dengan keadaan tertentu dalam suatu atom)
  2. Bentuk dan ukuran orbital bergantung pada harga dari ketiga bilangan kuantumnya. (Elektron yang menempati orbital dinyatakan dalam bilangan kuantum tersebut)
  3. Posisi elektron sejauh 0,529 Amstrong dari inti H menurut Bohr bukannya sesuatu yang pasti, tetapi bolehjadi merupakan peluang terbesar ditemukannya elektron

                                  
                                                   Model Atom Mekanika Gelombang

SISTEM PERIODIK UNSUR

Sistem periodik unsur adalah suatu daftar unsur-unsur yang disusun dengan aturan tertentu. Semua unsur yang sudah dikenal ada dalam daftar tersebut. Sistem periodik modern disusun berdasarkan hukum periodik modern yang menyatakan bahwa sifat-sifat unsur merupakan fungsi periodik dari nomor atomya.


Perkembangan Sistem Periodik Unsur

Adapun perkembangan sistem periodik unsur adalah sebagai berikut :

1. Pengelompokan oleh Antoine Lavoisier

Perkembangan sistem periodik unsur diawali pada tahun 1789 oleh Antoine Lavoisier. Pada tahun itu, Lavoisier berhasil mengelompokkan 33 jenis unsur berdasarkan sifat kimianya, misalnya gas, tanah, logam, dan nonlogam.

2. Pengelompokan unsur Triade Dobereiner

Pada tahun 1817, seorang kimiawan asal Jerman, Johann Wolfgang Dobereiner, berhasil mengelompokkan unsur-unsur berdasarkan kenaikan massa dan kesamaan sifatnya. Setiap kelompok terdiri dari tiga unsur. Itulah mengapa penemuannya dikenal sebagai Triade Dobereiner. Ketentuan dari triade ini adalah massa unsur yang di tengah merupakan rata-rata unsur awal dan akhirnya.

3. Pengelompokan unsur oktaf Newlands

Tampaknya, masih dari tanah Eropa ya Quipperian, tepatnya pada tahun 1864 seorang kimiawan asal Inggris, John Newlands, berhasil mengelompokkan unsur berdasarkan kenaikan massa atom relatif. Berdasarkan hasil penelitiannya, Newlands mendapati bahwa unsur kedelapan sifatnya mirip dengan unsur pertama, unsur kesembilan mirip dengan unsur kedua, dan seterusnya. Keunikan sifat yang seperti itulah kemudian disebut hukum oktaf. Kelemahan dari pengelompokkan oleh Newlands ini adalah hanya berlaku untuk unsur bermassa atom kecil.

4. Tabel periodik unsur Mendeleev dan Lothar Mayer

Hukum oktaf yang ditemukan oleh Newlands, mendorong ilmuwan asal Rusia dan Jerman, yaitu Dimitri Mendeleev dan Lothar Mayer, untuk meneliti kembali hubungan massa atom dan sifat kimia unsur. Penelitian keduanya fokus pada besaran yang berbeda. Mendeleev meneliti hubungan antara massa atom dan sifat-sifat kimia. Sementara itu, Mayer meneliti hubungan antara massa atom dan sifat-sifat fisika. Mendeleev berkesimpulan bahwa susunan unsur berdasarkan kenaikan massa atomnya akan menghasilkan perulangan sifat secara periodik. Pernyataan ini dikenal sebagai hukum periodik unsur. Pada tahun 1871, Mendeleev berhasil menerbitkan tabel periodik unsur dengan lajur tegak disebut golongan dan lajur mendatar disebut periode.

5. Tabel periodik modern (bentuk panjang)

Pada tahun 1914, Henry Moseley menyatakan bahwa sifat dasar atom itu terletak pada nomor atomnya, bukan nomor massanya. Dari serangkaian penelitian yang ia lakukan, Henry Moseley berhasil memperbarui tabel periodik unsur yang digagas oleh Mendeleev. Tabel periodik unsur milik Moseley terdiri dari dua lajur, yaitu lajur mendatar disebut periode dan lajur tegak disebut golongan. Tabel periodik Moseley inilah yang biasa kamu gunakan di pelajaran Kimia.


                                                                    Tabel Periodik Unsur


DAFTAR PUSTAKA

https://youtu.be/SCMgkuSN0UI
https://youtu.be/I6XBGVIaWsc
https://youtu.be/yoBF5eNQlCc


                                                                                        

EVOLUSI KONSEP ATOM DAN PENGENALAN TABEL PERIODIK UNSUR

 

OLEH : IWAN SETIAWAN (@V11-IWAN)

 

ATOM

Konsep tentang atom pertama sekali dicetuskan oleh Demokritus, menurut Demokritus semua dapat dipecahkan menjadi partikel terkecil, dimana partikel-partikel tidak bisa lagi dibagi lebih lanjut disebut atom. Atom berasal dari kata atomos, (a: tidak, tomos: memotong), tidak dapat dipotong atau tidak dapat dibagi.

1.      MODEL ATOM DALTON  (1760-1844)

Menurut model atom ini, atom merupakan bola pejal yang tidak bermuatan. Selain itu, menurut teori atom ini, atom merupakan kesatuan terkecil yang tidak bisa dibagi-bagi lagi.

Atom suatu unsur sama segala sifatnya, sedangkan atom dari unsur yang berbeda maka berlainan dalam massa dan sifatnya. Setiap atom dapat membentuk molekul dan senyawa. SelanjuTnya beliau juga menegaskan bahwa suatu reaksi kimia hanya melibatkan penata ulang atom-atom, sehingga tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia.


2.      MODEL ATOM THOMPSON

odel atom Thompson berbentuk seperti roti kismis. Hal itu dikarenakan atom merupakan bola padat bermuatan positif dengan partikel negatif (elektron) yang tersebar didalamnya. Selain itu, muatan positif dan negatif pada atom tersebut jumlahnya sama. Model atom ini dibuktikan dengan penelitian Thomson yang menggunakan sinar tabung katoda. Menurut JJ thompson atom memiliki muatan positif yang terbagi merata keseluruh isi atom. Muatan ini dinetralkan oleh elektron-elektron yang tersebar diantara muatan tersebut. Keadaannya mirip roti kismis, dimana elektron diumpamakan sebagai kismis yang tersebar dalam seluruh bagian dari roti.


3.      MODEL ATOM RUTHERFORD

Model atom Rutherford dikemukakan oleh Ernest Rutherford pada tahun 1911. Dalam teori atom ini, setiap atom mengandung inti atom yang bermuatan positif dengan elektron yang mengelilingi dalam lintasannya. Selain itu, massa atom ini terpusat di inti atom dan sebagian besar volume atom tersebut merupakan ruang hampa, dikutif dari akupintar.id teori oleh rutherford dibuktian dari hasil percobaan penembakan logam oleh sinar alpha, yang dikenal juga dengan Percobaan Geiger-Marsden.


4.      MODEL ATOM BOHR

Model atom Bohr dicetuskan oleh Niels Bohr dan Ernest Rutherford pada tahun 1913. Dalam model atom Bohr, dinyatakan bahwa atom terdiri dari inti atom yang mengandung proton dan neutron dan dikelilingi oleh elektron yang berputar dalam orbitnya (tingkat energi tertentu). Orbit ini dikenal sebagai kulit atom. Beberapa ringkasa hukup Niehls Bohr tentang atom :

a.      Atom memiliki inti atom yang berisi proton, dan beredar di sekitarnya elektron elektor

b.      elektron beredar mengelilingi inti atom dan memiliki orbit masing masing

c.      Sepanjang elektron berada dalam lintasan stasioner energi akan konstan, sehingga tidak ada cahaya yang dipancarkan.

d.      Elektron hanya dapat berpindah dari lintasan stasioner yang lebih rendah ke yang lebih tinggi jika menyerap energi. Dan sebaliknya, jika elektron berpindah dari lintasan stasioner yang tinggi ke yang rendah terjadi pembebasan energi

 

5.      ATOM MEKANIKA KUANTUM

Kegagalan teori atom Bohr dalam menerangkan spektra atom hidrogen dalam medan magnet dan medan listrik, mendorong Erwin Schrodinger mengembangkan teori atom yang didasarkan pada prinsipprinsip mekanika kuantum. Teori atom mekanika kuantum mirip dengan yang diajukan oleh model atom Bohr, yaitu atom memiliki inti bermuatan positif dikelilingi oleh elektron-elektron bermuatan negatif. Perbedaannya terletak pada posisi elektron dalam mengelilingi inti atom

keberadaan elektron-elektron dalam mengelilingi inti atom berada dalam orbit dengan jarak tertentu dari inti atom, yang disebut jari-jari atom, Menurut teori atom mekanika kuantum, posisi elektron dalam mengelilingi inti atom tidak dapat diketahui secara pasti sesuai prinsip Ketidakpastian Heisenberg. Oleh karena itu, kebolehjadian (peluang) terbesar ditemukannya elektron berada pada orbit atom tersebut. Dengan kata lain, orbital adalah daerah kebolehjadian terbesar ditemukannya elektron dalam atom.

Menurut model atom mekanika kuantum, gerakan elektron dalam mengelilingi inti atom memiliki sifat dualisme sebagaimana diajukan oleh de Broglie. Oleh karena gerakan elektron dalam mengelilingi inti memiliki sifat seperti gelombang maka persamaan gerak elektron dalam mengelilingi inti harus terkait dengan fungsi gelombang. Dengan kata lain, energi gerak (kinetik) elektron harus diungkapkan dalam bentuk persamaan fungsi gelombang.

 

SISTEM PERIODIK UNSUR

Tabel periodik adalah suatu bentuk tabel yang berisi susunan unsur- unsur kimia berdasarkan nomor- nomor atom yang dimilikinya. Nomor atom yang tersusun tersebut berisi sejumlah proton dalam konfigurasi elektron tertentu dengan kesamaan sifat yang dimiliki unsur kimia. Tabel periodik terbagi dalam empat blok, yaitu blok s, p, d, dan f. Dalam satu periode atau baris, di bagian kiri itu menunjukan sifat logam, sedangkan bagian kanan untuk menunjukan sifat non logam.

Jenis Pengelompokan Sistem Periodik Unsur

Pengelompokan unsur hingga kesusunan saat ini melalui banyak evaluasi dan pendapat para ahli. Berikut beberapa pengelompokan unsur menurut para ahli :

a.      Pengelompokkan Unsur menurut Antoine Lavoisier

Aristokrat dan ahli kimia Prancis Antoine Laurent Lavoisier adalah tokoh yang sangat penting dalam sejarah kimia, yang temuannya setara dengan dampak penemuan Isaac Newton pada bidang fisika. Buku Lavoisier yang paling terkenal, Traité élémentaire de chimie, diterbitkan pada tahun 1789 oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Prancis yang elite, dapat dianggap sebagai buku teks kimia modern pertama dan berisi teori tentang sifat unsur-unsur di alam.  Melalui bukunya ini Lavoisier menjadi pembuka jalan atas penemuan-penemuan unsur-unsur kimia dan cikal bakal tabel unsur periodik. Ia juga berhasil mempublikasikan daftar 33 unsur, di mana semua unsur dikelompokkan berdasarkan sifat logam, non-logam, gas, dan tanah

 

b.      Pengelompokan Unsur Menurut Johann Wolfgang Dobereiner

Setelah Lavoisier, pada tahun 1829 seorang ahli kimia Jerman bernama Johann Dobereiner (1780–1849), menempatkan unsur-unsur kimia dalam tiga kelompok yang disebut triad.  Dobereiner mengelompokkan unsur-unsur di mana dalam satu triade yang disusun berdasarkan massa atomnya, unsur kedua setiap trade merupakan massa rata-rata dari unsur pertama dan ketiga.  Salah satu triad tersebut adalah lithium, natrium, dan kalium. Sistem Triade ini didasarkan pada sifat fisik dan kimia suatu unsur.  Dobereiner menemukan bahwa massa atom dari ketiga elemen ini, serta triad lainnya, membentuk sebuah pola. Hukum Dobereiner kemudian dikenal dengan Hukum Triade atau Hukum Triad.


c.      Pengelompokan Unsur Menurut John Newlands

John Newlands adalah seorang kimiawan asal Inggris. Ia mengelompokkan unsur-unsur periodik kimia berdasarkan kenaikan massa atom. Newlands menyimpulkan bahwa sifat kimia dan fisika suatu unsur akan berulang setiap interval kedelapan. Contohnya adalah unsur kedelapan akan memiliki sifat yang mirip dengan unsur pertama, sedangkan unsur kesembilan akan memiliki sifat yang mirip dengan unsur kedua, dan seterusnya.  Newlands menyebut peraturan ini dengan istilah Hukum Oktaf karena menyerupai periodisitas oktaf musik.  Tabel pengelompokan unsur-unsur periodik menurut Newlands adalah sebagai berikut:


d.      Pengelompokan Unsur Menurut Dmitri Mendeleev

Setelah Newlands, tabel unsur periodik disempurnakan oleh Dmitri Mendeleev. Ia adalah seorang ahli kimia asal Rusia. Mendeleev mengembangkan klasifikasi periodik unsur kimia dan menempatkan unsur-unsur yang memiliki kemiripan sifat secara vertikal dan kemudian disebut golongan, dan menempatkan unsur-unsur yang disusun berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya secara horizontal yang kemudian disebut periode.  Sistem ini menyatakan ketika semua unsur kimia yang diketahui disusun menurut kenaikan berat atom, tabel yang dihasilkan menunjukkan pola berulang, atau periodisitas, sifat-sifat dalam kelompok unsur.  Dalam versi tabel unsur periodik tahun 1871 yang diciptakan, ia meninggalkan celah di tempat-tempat di mana ia percaya unsur-unsur yang belum ditemukan saat itu akan menemukan tempat dalam tabel periodik kimia.  Dia bahkan meramalkan kemungkinan sifat dari tiga elemen potensial. Bukti selanjutnya dari banyak ramalannya dalam masa hidupnya membawa ketenaran Mendeleev sebagai pendiri hukum periodik unsur kimia. Tabel Pengelompokkan unsur-unsur periodik menurut Mendeleev adalah sebagai berikut:


e.      Pengelompokkan Unsur Menurut Henry Moseley

Setelah ditemukan adanya struktur atom yaitu partikel penyusun atom yang terdiri dari Proton, Elektron, dan Neutron, di mana elektron mengitari neutron dan proton yang berada di inti atom. Dikenal sebagai hukum Moseley, penemuan mendasar tentang nomor atom ini merupakan tonggak sejarah dalam memajukan pengetahuan tentang atom.  Pada tahun 1914 Moseley menerbitkan sebuah makalah di mana ia menyimpulkan bahwa nomor atom adalah jumlah muatan positif dalam inti atom. Dia juga menyatakan bahwa ada tiga unsur yang tidak diketahui, dengan nomor atom 43, 61, dan 75, antara aluminium dan emas.  Henry Moseley mengemukakan pentingnya nomor atom, dalam penempatan unsur-unsur pada tabel periodik, dan kemudian Moseley memperbaharui tabel unsur periodik milik Mendeleev.  Tabel periodik menurut Moseley inilah kemudian dikembangkan hingga menjadi tabel unsur periodik yang saat ini kita gunakan dan kita temui di pelajaran kimia, seperti di bawah ini.

 



Sumber :

https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/perkembangan-model-atom-dalton-thompson-rutherford-bohr-dan-mekanika-kuantum#:~:text=Model%20atom%20yang%20paling%20sederhana,tidak%20bisa%20dibagi%2Dbagi%20lagi.

 https://www.gramedia.com/literasi/tabel-periodik/#Pengertian_Tabel_Periodik

 https://www.zenius.net/blog/materi-kimia-sistem-periodik-unsur

 Sunarya, Y., & Agus, S. (2007). Mudah dan Aktif Belajar Kimia. PT Grafindo Media Pratama.