.

Selasa, 13 Oktober 2020

 

KIMIA TERAPAN PADA PROSES INDUSTRI

 DAN KONSUMSI MASYARAKAT

 

Disusun Oleh:

ABIEL WIRA PRAMANA

Kode Peserta:

@S09-Abiel

 

ABSTRAK

            Kimia terapan tidak dapat kita pisahkan dari dunia industry masa kini yang sudah sangat kompleks dalam sistemnya untuk menciptakan output atau hasil produksi. Bahkan dari penerapannya, kimia pada industri dapat mengubah konsumsi masyarakat. Artikel ilmiah ini bertujuan untuk mengamati dan mengetahui alasan mengapa kimia terapan yang digunakan pada sistem industri dapat membantu proses produksi dan mengubah konsumsi masyarakat. Proses penelitian dilakukan dengan mengamati suatu sistem produksi industri yang menggunakan kimia terapan dan melihat perubahan konsumsi masyarakat berdasarkan hasil output yang yang di produksi.

            Kata kunci: kimia terapan, inudustri, konsumsi

 

 

PENDAHULUAN

            Penerapan Kimia pada suatu proses produksi merupakan faktor yang sangat penting untuk dapat mengubah bahan baku menjadi produk yang diinginkan dan dapat kita gunakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Hal ini sangat berguna dan juga membawa perubahan yang maksimal dalam menunjang suatu industri. Sangat penting bagi kita untuk memahami pentingnya penerapan kimia dalam proses produksi yang telah mempengaruhi semua aspek kehidupan kita seperti Makanan, Pertanian, Dekorasi, Lingkungan, industri, hingga kepada suatu hal seperti konsumsi masyarakat pada umumnya.

Penerapan ilmu Kimia di bidang industri memiliki kaitan untuk mengubah konsumsi masyarakat. Barang-barang konsumsi yang beredar di pasaran sekarang umumnya tidak lepas dari hasil  proses penerapan ilmu kimia pada industri. Sejak zaman dimana manusia masi menggunakan zat-zat alami yang bersifat tradisional untuk bertahan hidup, di zaman sekarang pengaplikasian zat alami dalam kehidupan tersebut sudah mulai terkikis dengan kimia yang diterapkan pada produksi sauatu industri. Hal ini bertujuan agar produksi lebih efektif dan efisien bahkan dapat membentuk suatu alternatif energi terbarukan yang dapat di konsumsi masyarakat.

 

PERMASALAHAN

1. Proses industri yang mengunakan kimia terapan

2. Pengolahan limbah industri sebagai alternatif yang dapat dikonsumsi masyarakat

 

PEMBAHASAN

1. Proses Industri yang Mengunakan Kimia Terapan

 


Proses Pembuatan Gula

Proses pembuatan gula dari bahan baku tebu secara umum dilakukan dengan tahap yaitu penggilingan tebu, pemurnian nira mentah, penguapan nira encer, dan kristalisasi nira kental.


·         Proses Penggilingan Tebu

Setelah tebu dipanen, langkah yangg di lakukan adalah pemerahan tebu di gilingan. Tebu diperah menghasilkan “nira” dan “ampas”. Penambahan air imbibisi harus diperhitungkan agar tidar mengganggu proses penguapan atau pemborosan energi. Penambahan air imbibisi sekitar 15-16% berat tebu yang digiling. Ampas yang dihasilkan pada proses pemerahan ini digunakan untuk berbagai macam keperluan. Diantaranya digunakan sebagai bahan bakar ketel uap, atau sebagai bahan baku untuk pulp dan apabila berlebih bisa digunakan sebagai bahan partikel board, furfural, xylitol dan  produk lain. Nira yang dihasilkan dari penggilingan dapat mencapai 80-90% berat tebu. Nira inilah yang mengandung gula dan akan di proses lebih lanjut di pemurnian.

 

·         Pemurnian Nira Mentah

Setelah tebu diperah dan diperoleh “nira mentah” (raw juice), lalu dimurnikan. Dalam nira mentah mengandung sukrosa, gula invert (glukosa+fruktosa) ; zat bukan gula, terdiri dari atom-atom (Ca,Fe,Mg,Al) yang terikat pada asam-asam, asam organik dan anorganik, zat warna, lilin, dan sebagainya. Pada proses pemurnian zat-zat bukan gula akan dipisahkan dengan zat yang mengandung gula. Pemurnian dimaksudkan untuk memisahkan kotoran-kotoran yang terbawa nira, hingga diperoleh gula yang jernih.

Proses pemurnian ini dapat dilakukan baik secara fisis maupun kimiawi. Secara fisis dengan cara penyaringan sedangkan secara kimia melalui pemanasan, dan pemberian bahan pengendap. Berdasarkan cara penjernihan nira dikenal 3 macam cara penjernihan:

a. Defekasi

Dalam cara ini nira mentah ditambah Ca(OH)2 dalam keadaan dingin sampai suasana larutan nira menjadi alkalis, kemudian dididihkan dan dibiarkan agar kotoran mengendap.

b. Sulfitasi

Bahan additive dalam proses ini adalah Ca(OH)2 dan gas SO2. Ke dalam nira, ditambahkan Ca(OH)2 berlebih yaitu sekitar 1% lebih banyak dari berat kapur yang diperlukan (diperhitungkan).

c. Karbonatasi

Pada pemurnian secara karbonatasi, bahan aditif yang ditambahkan adalah Ca(OH)2 dan gas CO2. Reaksi yang terjadi pada proses ini yaitu:

Ca(OH)2(aq) + CO2(g) CaCO3(S)

 

·         Penguapan Nira Encer

Penguapan dilakukan dalam vakum multiple effect evaporator.Tujuan dari penguapan ini adalah untuk memisahkan air yang terkandung dalam nira encer sehingga didapatkan larutan nira pekat. Produk yang dihasilkan dalam proses penguapan adalah ”nira kental/pekat” . Nira dari bejana diuapkan dengan menggunakan penambahan uap. Uap bekas ini terdapat dalam sisi ruang uap dan nira yang diuapkan terdapat dalam pipa-pipa nira.


·         Kristalisasi Nira Kental

Proses kristalisasi adalah proses pembentukan kristal gula. Sebelum dilakukan kristaliasi dalam pan masak ( crystallizer ) yaitu tempat dimana nira pekat hasil penguapan dipanaskan terus-menerus sampai mencapai kondisi lewat jenuh, sehingga timbul kristal gula. Langkah pertama dari proses kristalisasi adalah menarik masakan (nira pekat) untuk diuapkan sehingga mendekati kondisi jenuhnya. Pada keadaan lewat jenuh maka akan terbentuk suatu pola kristal sukrosa. Titik kristalisasi gula tebu terjadi pada 78-800 Brix. Langkah selanjutnya yaitu memasukkan bibit gula yang berupa kristal-kristal gula halus kedalam pan masak kemudian melakukan proses pembesaran kristal. Pemasukanbibit gula bertujuan agar pembentukan kristal gula bisa berlangsung serempak dan homogen. Setelah diperkirakan proses masak cukup, selanjutnya larutan dialirkan ke palung pendingin(receiver) untuk proses kristalisasi. Di palung pendinginan larutan mulai mendingin dan mulai membentuk butiran butiran Kristal yang kita sebut sebagai gula.

 

2. Pengolahan Limbah Industri Sebagai Alternatif yang Dapat Dikonsumsi Masyarakat

Dari penerapan kimia pada industri kita bisa melihat banyak sumber daya baru yang bisa di ciptakan bahkan dapat membuat suatu sumber daya energy alternatif yang mengubah konsumsi masyarakat yang ketergantungan kepada sumber daya alam yang tidak terbarukan seperti gas alam, minyak bumi, serta batu bara. Hal ini jelas bahwa penerapan kimia pada industri membawa pengaruh yang positif pada kebiasaan konsumsi masyarakat umum. Berikut merupakan salah satu contoh limbah yang berasal dari proses penerapan kimia industry diubah menjadi produk alternatife yang bermanfaat.

 

·         Limbah Bagasse

 (Ampas) Satu diantara energi alternatif yang relatif murah produksinya dan ramah lingkungan adalah pengembangan bioetanol dari limbah-limbah pertanian (biomassa) yang mengandung banyak lignocellulose seperti bagas (limbah padat industri gula). Indonesia memiliki potensi limbah biomassa yang sangat melimpah seperti bagas. Industri gula khususnya di luar jawa menghasilkan bagas yang cukup banyak. Limbah padat pabrik gula (PG) berpotensi besar sebagai sumber bahan organik yang berguna untuk kesuburan tanah. Menurut Budiono (2008), ampas (bagasse) tebu mengandung 52,67% kadar air; 55,89% C-organik; N-total 0,25%; 0,16% P2O5; dan 0,38% K2O. Hasil pengomposan campuran blotong, ampas (bagasse) dan abu ketel diinkubasi dengan bioaktivator mikroba selulolitik selama 1 dan 2 minggu, kemudian diaplikasikan ke lahan tebu. Pemberian kompos 10 ton/ha mampu meningkatkan bobot tebu sebanyak 16,8 ton/ha. Hal ini jelas dapat meningkatkan kuantitas panen.

 

SIMPULAN

Kimia terapan pada industri telah mengubah cara produksi menjadi lebih efisien dan terarah, bahkan kimia terapan dapat membentuk suatu output sumber daya terbarukan yang menjadi alternatif konsumsi masyarakat. Bisa kita lihat berdasar contoh pemaparan proses produksi pabrik gula di atas. Kimia terapan sangat membantu dalam tahapan produksi pabrik gula tersebut. Selain itu, kimia terapan juga berhasil menciptakan produk sumberdaya terbarukan seperti biogas,etanol,dll sebagai alternatif konsumsi masyarakat. Dengan demikian, penerapan kimia pada industri sangat berpengaruh kepada proses industri itu sendiri dan juga berpengaruh terhadap konsumsi masyarakat.

 

DAFTAR PUSTAKA

·         Anonym. 2012. Proses Pembuatan Gula Pasir Dari Tebu.

http://r3870me.wordpress.com/proses-pembuatan-gulapasir-dari-tebu/.

·         Risvank. 2011. Pemurnian Nira Di Pabrik Gula.

http://www.risvank.com/pemurnian-nira-di-pabrikgula/.

·         Anonym. 2009. Penelitian Gula. http://www.ipard.com/

penelitian/penelitian_gula.asp#atas.

·         Mucharomah. 2007. Pemanfaatan Bagasse.

http://ejournal.unud.ac.id/abstrak /mucharomah

%20pra. %20100102007.pdf.

Senin, 12 Oktober 2020

KANDUNGAN HARA DI DALAM ARANG HAYATI (BIOCHAR)



Oleh :
Shazfa Zakirah Yasmeenah (@S11-Shazfa)

Abstrak :
Tanah merupakan media yang sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup manusia. Pengelolaan sumber daya lahan dan perbaikan kualitas tanah saat ini sudah cukup mendesak dan sangat penting untuk kelanjutan generasi mendatang. Pembangunan industri serta kegiatan di dalamnya akan selalu menghasilkan limbah yang sering kali menimbulkan masalah bagi lingkungan. Dampak yang dapat ditimbulkan berupa pemcemaran logam berat. Kualitas tanah dipengaruhi oleh konsentrasi logam berat, konsentrasi tembaga (Cu) dan seng (Zn) yang tinggi di dalam tanah dapat diatasi dengan  pemberian arang hayati (biochar). Arang hayati merupakan arang yang berkemampuan menyimpan karbon secara stabil di dalam tanah dan mampu meningkatkan kelembaban dan kesuburan tanah . Semakin tinggi taraf arang hayati yang diberikan semakin menurunkan konsentrasi logam Cu dan Zn di dalam tanah.

Kata Kunci :
Arang Hayati, Logam Berat, Seng (Zn), dan Tembaga (Cu).


PENDAHULUAN
Peningkatan aktivitas manusia baik industri maupun rumah tangga menyebabkan semakin besarnya volume limbah yang dihasilkan dari waktu ke waktu.  Sebagian besar limbah tersebut dibuang langsung ke lingkungan tanpa melalui proses pengolahan. Konsekuensinya

adalah terjadinya pencemaran yang banyak menimbulkan kerugian bagi manusia dan lingkungan.  Salah satu pencemaran yang dapat terjadi adalah pencemaran tanah, yang disebabkan bahan kimia masuk dan merubah keadaan lingkungan tanah alami.  Bahan kimia yang berbahaya pada limbah salah satunya yaitu logam berat.  Logam berat dari limbah tersebut dapat masuk dan mengalami translokasi di dalam tanah, dan mengakibatkan pencemaran lingkungan terutama pada tanah. Faktor yang menyebabkan logam berat termasuk ke dalam kelompok zat pencemar adalah karena adanya sifat-sifat logam berat yang tidak dapat terurai (nondegradable), mudah diabsorbsi dan beracun. Oleh karena itu logam berat di dalam tanah akibat pencemaran harus diatasi.

Kelarutan logam berat dapat diturunkan dengan menggunakan bahan organik. Dilaporkan bahwa bahan organik dapat menurunkan kelarutan logam berat dalam tanah. Salah satu bahan organik yang dapat digunakan adalah arang hayati (biochar) yang memiliki kelebihan dibanding dengan bahan organik lain, yaitu kompos, pupuk hijau dan lain sebagainya. Penanganan tanah yang tercemar dengan logam berat dapat dilakukan dengan menggunakan arang hayati.

Arang hayati biasanya merupakan bahan basa yang dapat meningkatkan pH tanah dan berkontribusi terhadap stabilisasi logam berat. Aplikasi arang hayati untuk perbaikan tanah yang tercemar dapat memberikan solusi baru untuk masalah polusi tanah. Arang hayati memiliki kemampuan menstabilkan logam berat pada tanah yang tercemar dengan menurunkan secara nyata penyerapan logam berat oleh tanaman dan dapat meningkatkan kualitasnya dengan memperbaiki sifat fisika, kimia, dan biologi tanah (Ippolito dkk. 2012 dan Komarek dkk. 2013). Oleh karena itu, penerapan arang hayati berpotensi untuk dapat mengatasi permasalahan tanah yang tercemar oleh logam berat.

 

METODE / PERMASALAHAN
Menurunkan kandungan konsentrasi logam berat di dalam tanah dengan  metode remediasi menggunakan arang hayati dengan pengaplikasian arang hayati ke dalam tanah yang sudah tercemar oleh logam berat . Arang hayati tersebut diaplikasikan ke dalam tanah yang sudah berada di dalam pot plastik dengan cara mencampur / mengaduk rata arang hayati dan tanah di atas lembaran plastik sesuai dengan perlakuan selanjutnya contoh tanah dibasahi dengan air secara kapiler.

Cara pemeliharaan tanaman dan memanen yaitu diawali dengan penanaman benih tanaman, dilakukan sebelumnya dengan cara penyemaian. Setelah tumbuh 3-4 daun sejati kemudian ditanam di media tanam. Satu Pekan Setelah Tanam (PST) dilakukan penjarangan dengan menyisakan satu tanaman yang sehat.



Pemeliharaan tanaman dilakukan dengan penambahan air pada reservoir air cadangan di bawah papan penyangga. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan menyemprotkan insektisida dan herbisida bila diperlukan. Pemanenan dilakukan pada 4 Pekan Setelah Tanam (PST) dari bibit dengan memotong bagian atas tanaman pada batas (tajuk) muka tanah. Panen juga dilakukan terhadap akar tanaman. Akar dibersihkan dari contoh tanah dengan pembilasan perlahan menggunakan air dan berat basah akar tersebut ditimbang langsung. Pengukuran berat kering dilakukan setelah pengovenan pada suhu 60° C selama 3 x 24 jam (hingga bobotnya stabil). Panen tanah dilakukan juga pada contoh tanah yang sudah ditanami tumbuhan tersebut.


HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil dari pengaplikasian arang hayati pada tanah mampu meningkatkan pH tanah yang tercemar logam berat. Hal tersebut terjadi akibat melalui beberapa mekanisme, di antaranya, pelepasan OH¯ pada proses oksidasi anion asam organik, konsumsi proton selama dekarboksilasi anion asam organik, pelepasan ion OH¯ selama mineralisasi N organik, pelepasan OH akibat adsorpsi spesifik dari bahan humat dan/atau molekul organik ke dalam hidroksida Al dan Fe, dan adanya peningkatan kandungan kation basa kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan kalium (K) dari pupuk organik yang ditambahkan (Haynes dan Mokolobate, 2001; Wong dan Swift, 2001). Sementara itu, arang hayati dapat meningkatkan pH pada tanah masam melalui peningkatan kandungan kation basa seperti oksida Ca², Mg², dan K dari abu pada arang hayati, dan melalui penurunan kadar Alᵌ yang terlarut dalam tanah (Steiner, 2007).

pemberian arang hayati sekam padi dapat meningkatkan pH tanah, namun masih dalam kategori masam. Peningkatan pH tanah ini menunjukkan bahwa semakin banyak arang hayati yang diberikan dapat meningkatkan pH tanah lebih tinggi. Ini tentu saja terjadi karena sifat arang hayati yang mampu berikatan dengan kation-kation dan ion H sehingga terjadi peningkatan pH tanah. 


SIMPULAN
Biochar merupakan salah satu alternatif dalam peningkatakan produktivitas lahan-lahan pertanian. Pengaplikasian arang hayati meberikan pengaruh nyata dalam menurunkan konsentrasi logam berat Cu dan Zn di dalam tanah tercemar logam berat.


DAFTAR PUSTAKA

Ippolito, J.A., Laird, D.A., Busscher, W.J. 2012.  Environmental benefits of biochar. J Environ Qual. 41:967–972.

Marschner, P. 2002. Mineral Nutrition of Higher Plants. London.

Durotussyifa, N. 2020 Penurunan Konsntrasi Cu dan Zn Pada Tanah Tercemar Logam Berat Dengan Fitoekstraksi Oleh Bayam Duri dan Perlakuan Arang Hayati. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Bandar Lampung.

Saeni, M. S. 2002. Bahan Kuliah Kimia Logam Berat. Program Pascasarjana IPB. Bogor.

Steiner, C., Teixeira, W. G., Lehmann, J., Nehls, T., de Macêdo, J. L. V., Blum, W. E. H., dan  Zech, W.  2007. Long term effects of manure, charcoal and mineral fertilization on crop production and fertility on a highly weathered Central Amazonian upland soil. Plant and Soil. 291(1), 275–290.

Wong, M. T. F., dan Swift, R. S. 2001. Application of fresh and humified organic matter to ameliorate soil acidity. Proceedings of the 9th International Conference of the International Humic Substance Society. Understanding and Managing Organic Matter in Soils, Sediments and Water. 235–242.

PERAN KIMIA DALAM PEMBUATAN SABUN

 


Oleh : Indriyantto Sapto Nugroho  (R03 – Indriyanto)

 

ABSTRAK

Setiap hari ketika mencuci pakaian kita menggunakan sabun dan deterjen. Sabun dan deterjen ini terbuat dari bahan kimia. Sabun adalah garam asam natrium atau kalium, yang dihasilkan dari hidrolisis lemak dalam reaksi kimia yang disebut saponifikasi. Setiap molekul sabun memiliki rantai hidrokarbon yang panjang, kadang-kadang disebut ‘ekor’, dengan kepala ‘karboksilat. Di dalam air, ion natrium atau kalium mengapung bebas, meninggalkan kepala bermuatan negatif. Sabun adalah pembersih yang sangat baik karena kemampuannya untuk bertindak sebagai agen pengemulsi. Pengemulsi mampu mengeluarkan satu cairan ke cairan tak bercampur lainnya. Ini berarti bahwa sementara minyak (yang menarik kotoran) tidak secara alami bercampur dengan air, sabun bisa membersihkan minyak / kotoran sedemikian rupa sehingga bisa dihilangkan.

Kimia, pemanfaatan, sabun dan detergen,

PENDAHULUAN

            Kimia merupakan hal yang penting dalam ruang lingkup kehidupan, baik itu ilmunya maupun bahan – bahan dasarnya. Kimia yang selama ini dihubung – hubungkan dengan bahan pembuatan bom nyatanya tidak terlalu jauh dari aktivitas manusia. Bahan – bahan kimia yang ada dapat dimanfaatkan menjadi berbagai macam barang yang berguna dan memudahkan kehidupan manusia. Seperti contoh sabun dan detergen.

            Sabun adalah produk yang dimanfaatkan sebagai pembersih dengan media air. sabun umumnya terdapat dua bentuk yaitu padat (batang), dan cair. Pada deterjen umumnya berbentuk padat ( serbuk ) dan cair. Meskipun dalam rumpun yang sama, sabun dan detergen mempunyai kegunaan yang berbeda. Sabun banyak dimanfaatkan untuk membersihkan tubuh manusia dari kotoran dan debu serta kuman yang menempel pada tubuh. Pada penggunaannya, mayoritas sabun digunakan untuk tubuh manusia. Sedangkan detergen banyak dimanfaatkan untuk mencuci pakaian, mencuci alat – alat rumah tangga, membersihkan rumah, dan sebagainya.

            Seiring perkembangan zaman, inovasi pada sabun pun ikut berkembang. Saat ini banyak produk – produk sabun yang menawarkan manfaat tambahan seperti antibakteri, sabun khusus alergi, hingga sabun – sabun yang memiliki aroma unik seperti aroma coklat, vanilla, dan sebagainya. Sabun dengan aroma unik seperti coklat menggunakan bahan berupa coca butter atau lemak kakao yang berasal dari bij buah coklat, dimana bahan ini tidak hanya berfungsi sebagai penambah aroma, melainkan juga memiliki khasiat untuk melembapkan kulit.  Selain itu ada juga inovasi sabun yang menggunakan susu sebagai pengganti air untuk melarutkan alkali. Alkali dengan susu menghasilkan reaksi yang berbeda. Panas yang dihasilkan alkali akan membakar gula yang terkandung dalam susu. Susu memberikan efek melembapkan dan mencerahkan pada kulit. Segala inovasi yang hadir pada sabun merupakan hasil dari perkembangan ilmu kimia yang memadu padankan antara bahan – bahan kimia dengan bahan – bahan alam yang ada.

 

METODE

Pembuatan sabun tidaklah susah, namun ada beberapa bahan yang mungkin tdiak tersedia di rumah, sehingga hal utama yang harus diperhatikan ketika akan membuat sabun adalah menyiapkan alat dan bahan.

 

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan :

1.     Timbanan / neraca                  7. Larutan NaOH ( NaOH dan air suling )

2.     Panci / reactor                         8. Minyak jarak, minyak kelapa, atau minyak sawit/goreng

3.     Gelas transparan                     9. Alcohol

4.     Pengaduk / mixer                    10. Larutan Gula, pewarna makanan, pengharum/fragrance

5.     Spatula                                     11. Pengatur pH

6.     Cetakan                                   12. Indikator pH (Universal Indicator)

Cara Pembuatan          :

·       Tuangkan atau masukkan larutan NaOH ke dalam air yang sudah di suling.

·       Campurkan minyak kelapa, minyak kelapa sawit serta minyak jarak kemudian panaskan pada suhu di atas 50º celcius. Setelah itu diamkan.

·       Setelah larutan alkali turun hingga 50º celcius selanjutnya campurkan minyak yang sudah didihkan tadi.

·       Panaskan sabun sampai proses akhir sponisasi. Setelah itu cek PH – nya. Jika sudah sesuai selanjutnya campurkan gliserin serta alcohol kedalam panci.

·       Diamkan campuran ini hingga 30 menit, sampai suhu pada sabun turun hingga 30 drajat celcius. Jangan lupa pada proses ini tutup wadah jangan sampai terbuka, hal ini bertujuan agar alcohol pada larutan ini tidak menguap.

·       Siapkan larutan gula. Disarankan agar menyiapkan larutan gula sebanyak 2, karena nantinya pasti akan dibutuhkan untuk penyesuaian transparansi. Setelah itu campurkan larutan gula kedalam sabun dan aduk hingga merata.

·       Test transparasi sabun dengan menggunakan gelas. Apabila sabun masih terlihat buram atau kurang transparan maka tambahkan lagi larutan gulanya.

·       Setelah proses transparasi dirasa cukup, hal selanjutnya adalah tambahkan aroma pewangi serta pewarna makanan kedalam adonan sabun

·       Kemudian tuangkan adonan sabun ke dalam cetakan yang sudah disiapkan, jangan sampai ada gelembung yang muncul. Setelah itu masukkan cetakan kedalam lemari es hingga 2 jam. Setelah 2 jam keluarkan cetakkan dari lemari es, selanjutnya diamkan sabun selama 1 minggu. Setelah itu baru bisa dipakai untuk mandi.

PEMBAHASAN

Sabun merupakan bahan pembersih yang tersusun atas komponen utama (bahan dasar) berupa minyak dan larutan alkali (air plus alkali). Bisa dikatakan bahwa sabun adalah campuran antara minyak-air (hidrofobik-hidrofilik) yang stabil. Lalu bagaimana mekanisme sabun dalam membersihkan kotoran? Cara kerja sabun dalam membersihkan kotoran tergolong unik  Sabun mempunyai dua bagian, yaitu bagian ekor dan kepala. Bagian ekor bersifat nonpolar sehingga hanya larut dalam bahan yang juga non polar, seperti minyak atau lemak. Bagian kepala bersifat polar sehingga hanya larut dalam pelarut polar seperti air. Kotoran yang umumnya berupa partikel lemak, keringat, dan debu yang menempel di permukaan kulit akan terikat pada bagian hidrofobik dan akan terbilas pada saat disiram dengan air.

Meskipun sabun dan detergen menawarkan sejumlah keuntungan, ternyata kedua barang ini juga membawa dampak buruk, baik itu untuk kesehatan dan untuk lingkungan. Kerugian dari sabun yang paling sering ditemui adalah beberapa sabun memiliki kandungan yang tidak cocok untuk semua jenis kulit sehingga sebagian penggunanya akan mengalami kulit kering, iritasi, ataupun masalah kulit yang lainnya. Hal ini juga tidak jauh berbeda dengan detergen. Penggunaan detergen dapat membawa masalah pada kulit tangan yang berupa kulit kering, iritasi, dan gatal. Selain itu, penggunaan detergen yang melebihi batas dapat menyebabkan kerusakan lingkungan berupa pencemaran air dengan bahan kimia, pertumbuhan ganggang atau tumbuhan air belebihan yang merusak ekosistem dalam air, hingga menipisnya oksigen dalam air yang akhirnya membunuh ikan dan organisme lainnya.

KESIMPULAN

            Sabun dan detergen membawa banyak manfaat bagi penggunanya. Namun penggunaannya harus didasarkan pada batas wajar dan sesuai dengan kebutuhan sehingga tidak membawa dampak negatif bagi penggunanya maupun bagi lingkungan sekitar.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Sabun. (2020). Retrieved 11 October 2020, from https://id.wikipedia.org/wiki/Sabun

Semua Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Bahan Pembuat Sabun Mandi. (2020). Retrieved 11 October 2020, from https://banaransoap.com/bahan-pembuat-sabun-mandi/   

Purwanto, S. (2020). Pembuatan Sabun: Alat Bahan Metode/Cara Proses Saponifikasi 2020. Retrieved 11 October 2020, from https://adevnatural.com/pembuatan-sabun-bahan-cara-dan-proses-saponifikasi/

 

 

 

 

 

Pengolahan limbah cair dengan biofilter dan tanaman kiambang


                                      Dibuat oleh : Mochamad Yudha Eka Putra
                                      Kode peserta : @ R06- Yudha
                           
                                                            ABSTRAK

Air limbah domestik (rumah tangga) merupakan limbah cair hasil buangan dari perumahan 
(rumah tangga), bangunan perdagangan, perkantoran dan sarana sejenis. Salah satu upaya dalam 
pengelohan limbah Domestik adalah dengan cara pengolahan biofilter aerob menggunakan media 
bioball dan tanaman kiambang. Proses ini dilakukan dengan cara pembiakan bakteri ( Seeding) 
selama 2 minggu, dilanjutkan dengan Aklimatisasi selama 3 hari dengan arah aliran down flowup 
flo dan dilakukan secara duplo menggunakan reaktor yang terbuat dari kaca dengan dimensi 
tertentu, biobal dan tanaman kiambang dan debit 0,34 ml/ detik menghasilkan efisiensi 
penurunan BOD sebesar 68,98% dari konsentrasi awal BOD 785,5 mg/L menjadi 235,29 mg/L. 
Sedangkan efisiensi penurunan minyak lemak sebesar 96,60% dari konsentrasi awal 5213 mg/L 
menjadi 177,5 mg/L. Tujuan dari penelitian Limbah cair domestik dengan menggunakan lumpur 
aktif adalah agar dapat mengetahui kandungan air yang terdapat dilimbah tersebut, seperti 
minyak dan limbah pada rumah tangga, perkantoran dan bangunan perdagangan dengan 
menggunakan biofilter Anaerob. Dari hasil yang dilakukan oleh biofilter terhadap limbah cair 
tersebut menghasilkan dapat menurunkan parameter terhadap BOD dan miyak lemak dengan 
cara pengolahan oleh biofilter dan tanaman kiambang terhadap BOD dan minyak lemak untuk 
menurunkan kadar bahan pencemaran di air
kata kunci : biofilter aerob,biobal,tanama kiambang

1. PENDAHULUAN
Pesatnya perkembangan pada zaman sekarang dan banyaknya pendatang dari luar daerah 
yang mengakibatkan bertambahnya para penduduk kota yang dikarenakan para penduduk 
dari luar daerah datang kekota, yang mengakibatkan lahan diperkotaan berkurang untuk 
membangun pemukiman dan yang terjadi para penduduk membangun pemukiman 
disekitaran bantara kali atau sungai. Yang mengakibatkan para penduduk membuang bekas 
limbah rumah tangga ke sungai dan pembuang limbah perkantoran yang dibuang ke sungai.
 Permasalahan lingkungan saat ini yang dominan adalah limbah cair yang berasal dari 
hasil kegiatan rumah tangga dan industri. Limbah cair yang dibuang begitu saja ke air tanpa 
diproduksi terlebih dahulu mengakibatkan dampak negatif pada perairan disekitar sungai. 
Pengelolahan limbah cair dalam produksi dimaksudkan untuk mengurangi dampak bahan 
kimia yang terdapat di buang limbah tersebut.


 Salah satu upaya dalam mengolah limbah rumah tangga dengan cara sederhana yaitu 
dengan menggunakan biofilter aerob yang menngunakan biobal dan tanaman, konsep
teknlogi pengolahan limbah ini dengan cara cara pembiakan bakteri ( Seeding) selama 2
minggu, dilanjutkan dengan Aklimatisasi selama 3 hari dengan arah aliran down flowup flo
dan dilakukan secara duplo menggunakan reaktor yang terbuat dari kaca dengan dimensi
tertentu, biobal dan tanaman kiambang dan debit 0,34 ml/ detik menghasilkan efisiensi
penurunan BOD sebesar 68,98% dari konsentrasi awal BOD 785,5 mg/L menjadi 235,29
mg/L. Sedangkan efisiensi penurunan minyak lemak sebesar 96,60% dari konsentrasi awal
5213 mg/L menjadi 177,5 mg/L.

2. METODE DAN PEMERSALAHAN
Akibat populasi penduduk khususnya di perkotaan yang cukup tinggi, sehingga kebutuhan
akan tempat tinggal yang cukup besar membuat area pemukiman tidak tertata, Dan limbah
rumah tangga maupun perkantoran dibuang begitu saja ke sungai atau kali tanpa melalui
proses pengolahan limbah berdampak ke polusi sungai. Dimana akibat dari limbah tersebut
akan berakibat kepada pendangkalan sungai, air sungai berubah menjadi keruh bahkan
kehitam hitaman dan berbau serta membuat biota sungai tidak berkembang dengan baik
bahkan mati khususnya ikan yang hidup di sungai.



 Dan akibat dari pendangkalan sungai itu sendiri tentunya dimusim hujan sungai tidak
dapat menampung debit air yang datang sehingga dapat menyebabkan banjir. Untuk itu perlu
dibuat suatu rencana agar air limbah tidak langsung masuk ke sungai tetapi melalui proses
pengolahan air limbah tersebut atau menggunakan tanaman kiambang.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Limbah domestik atau rumah tangga merupakan bahan organik yang umumnya terdiri dari
unsur-unsur yang sudah terurai. Bahan organik yang terkandung di dikomposisi oleh
mikroorganisme melalu proses oksidasi sederhana dan unsur hara bahkan organik yang didapat
akan dimanfaatkan oleh bakteri Hetrotrof sebagi bahan makanan secara fisik keadaan air limbah
juga terdapat cairan minyak yang sangat pekat, berwarna kuning dan berbau tajam dan memiliki
tingkat percemaran yang tinggi untuk parameter BOD.


 Dengan menggunakanmtode pengolahan limbah menggunakan Biobal dan tanaman
kiambang, akan terjadi proses perkembangbiakkan bakteri sehingga mampu menurunkan beban
pencemar. Karena degan adanya media biobal yang berfungsi sebagai media filter yang terbuat
dari plastik berbentuk bulat demngan rongga-rongga yang digunakan sebagai tempat tinggal
bakteri atau mikroorganisme, dan juga karena adanya aktivitas mikroorganisme pada tanaman
kiambang yang membantu menurunkan konsentrasi (BOD) pada air limbah domestik, karenakemampuan akar tanaman kiambang berfungsi sebagai alat penyerapan air dan unsur hara serta
mineral.
 Proses filterasi yang dilakukan oleh media biobal pada akar tanaman kiambang yang terdapat
didalam reaktor, terjadi karena kemampuan partikel-partikel media maupun sistem perakaran
membentuk filter yang dapat menahan partikel-partikel solit yang terdapat dalam air limbah
juga menyebabkan konsentrasi minyak, lemak yang terdapat dalam limbah rumah tangga
menurun.

KESIMPULAN
Dengan menggunakan instalasi pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan metode biobal dan
tanaman kiambang dapat mengurangi kadar BOD dan minyak yang terdapat didalam air
limbah sesuai baku mutu keputusan Menteri lingkungan hidup Republik Indonesia No.
112 Tahun 2003 sehingga biota sungai dapat berkembang biak dan tetap terjaga.

DAFTAR PUSTAKA


Metcalf dan Eddy, inc. 2003. Wastewater Engineering: Treatment, Disposal and Reuse.
McGraw-Hill, inc: USA.

Said, N. 2005. Aplikasi bioball untuk media biofilter strudi kasus pengolahaan air limbah
pencucian jeans. Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan (BPPT). Jurnal; Vol 1
No. .

Tri Apriadi, 2008. jurnal Kombinasi bakteri dan tumbuhan air sebagai bioremediator dalam
mereduksi kandungan bahan organik limbah kantin. INSTITUT pertanian Bogor 2008.

Herlambang, A dan R. Marsidi. 2003, proses Denitrifikasi dengan Sistem Biofilter untuk
pengolahan air Limbah yang Mengandung Nitrat. jurnal Teknologi Lingkungan; Vol 4 (1): 46-
55

Haryanti, Sri, Nintya Setiari, Rini Budi Hastuti, Endah Dwi Hastuti, dan Yulita Nurchayati.
2009. Respon fisiologi dan Anatomi Eceng Gondok di Berbagai Perairan Tercemar. Jurnal

Peran Kimia Dalam Sektor Industri Serta Dampak yang Ditimbulkan

 

 


Oleh : Ellyza Tri Septianingrum  (S12-Ellyza) 

 

ABSTRAK

Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengulas dan memberikan informasi tentang kimia dan pemanfaatannya dalam kehidupan manusia. Terdapat korelasi yang tidak dapat dipisahkan dari kimia dan manusia. Oleh karena itu,  artikel ini akan membahas tentang kimia dan pemanfaatannya pada manusia. Pengertian Kimia sendiri adalah cabang dari ilmu fisik yang mempelajari tentang susunan, struktur, sifat, dan perubahan materi. Dalam penerapannya, kimia banyak dilibatkan dalam pemenuhan kebutuhan manusia baik itu di sektor industry, kebutuhan rumah tangga, maupun lainnya. Dengan adanya kimia, kebutuhan akan bahan – bahan produksi yang diperlukan dalam suatu industry dapat dipenuhi dengan mudah, seperti contoh  perusahaan besar yang memerlukan mesin untuk membuat suatu produk. Mesin tersebut memerlukan logam kualitas baik agar mampu mendukung proses produksi. Dalam pelengkap kebutuhan rumah tangga, keberadaan kimia dapat kita lihat dari produk – produk kebersihan seperti obat pel, sabun, sampo, detergen, dan lain sebagainya. Selain itu, kimia juga banyak berkontribusi dalam terbentuknya obat obatan penting yang sangat berguna bagi orang sakit. Disinfektan juga merupakan salah satu contoh produk yang dibuat menggunakan bahan kimia.

Keyword         : Kimia, manusia, pemanfaatannya. 

 

PENDAHULUAN

          Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini telah merambah ke berbagai sektor kehidupan manusia. Perkembangan tersebut banyak membantu manusia untuk memudahkan berbagai aktivitas. Hal ini juga sama dengan perkembangan ilmu kimia. Perkembangan yang ada dalam ilmu kimia menjadikannya memiliki 5 cabang dasar. Diantaranya adalah kimia analitik, biokimia, kimia anorganik, kimia organic, dan kimia fisik.

            Dalam penerapannya di bidang industry, ilmu kimia dikombinasikan dengan bahan bahan kimia dasar membentuk berbagai macam barang yang diperlukan oleh manusia. Dalam kegiatan sehari – hari, kita pasti bersinggungan dengan produk hasil dari penerapan kimia, seperti contoh sabun, detergen, cairan pembersih kaca, pasta gigi, dan sebagainya. Seiring perkembangan yang ada, banyak bermunculan penemuan baru khususnya di bidang industri disertai dengan berbagai inovasi yang tentunya semakin menguntungkan manusia. Adanya industri pupuk yang digunakan untuk kegiatan pertanian merupakan salah satu contoh inovasi pengembangan ilmu kimia. Pupuk tersebut dinilai sangat efisien dan efektif dalam meningkatkan hasil panen, memberantas hama, serta melindungi kualitas dari suatu tanaman. Dari contoh tersebut, dapat kita simpulkan bahwa hadirnya inovasi – inovasi dalam pengembangan kimia sangat menguntungkan.

            Adanya industry – industry yang berkembang memang sangat menguntungkan dan membantu kehidupan manusia. Namun tentu saja tetap ada dampak negatifnya. Limbah dari hasil produksi suatu industry dapat menyebabkan kerusakan pada lingkungan. Oleh karena itu sebaiknya kita sebagai umat manusia harus selalu bertanggung jawab dan bijak menggunakan barang – barang sesuai dengan kebutuhan.

 

METODE / PERMASALAHAN

Kimia berperan penting dalam sektor industry baik itu cabang ilmunya maupun bahan – bahannya. Mayoritas sektor industry menggunakan bahan bahan kimia untuk membuat suatu produk maupun untuk menjalankan proses industrialisasinya.  Tentunya kuantitas penggunaan bahan kimia sebanding dengan seberapa besar perusahaan tersebut. Semakin besar suatu perusahaan, maka kebutuhan akan bahan – bahan kimia yang mendukung proses produksinya juga akan semakin besar. Secara garis besar, penulisan artikel ini didasarkan pada 2 aspek permasalahan, yaitu

a)      Contoh penerapan kimia dalam sektor industry

b)      Dampak positif dan negatif dari penerapan kimia dalam sektor industri

 

PEMBAHASAN

A.   A. Contoh Penerapan Kimia Dalam Sektor Industri

1.    1.   Industri Farmasi dan Obat – Obatan.

Ø  Pada industry farmasi dan obat – obatan, kimia merupakan salah satu faktor penting yang dibutuhkan, terutama kimia organic. Kimia organic adalah cabang ilmu ilmiah dari ilmu kimia tentang struktur, sifat, reaksi, komposisi, dan sintesis senyawa organic. Kimia disusun dengan berbagai bahan lain hingga menjadi sebuah obat. Seperti contoh obat Promag yang mengandung Magnesium Hidroksida.

2.      2. Industri Kaca

Ø  Seperti yang diketahui bahwa kaca merupakan salah satu barang yang banyak kita temui. Namun tahukah kita bahwa produksi kaca juga merupakan hasil dari peran bahan – bahan kimia yang ada. Bahan utama kaca adalah pasir yang kandungan utamanya berupa silikon dioksida (SiO2), soda abu atau natrium karbonat (Na2CO3), dan kapur atau kalsium karbonat (CaCO3). Ketiga bahan tersebut dicampur merata. Kemudian, dipanaskan sampai suhu 1.500ºC.

3.  Industri Kertas

Ø  Kertas merupakan barang yang hingga saat ini masih digunakkan dalam jumlah besar. Mayoritas penggunaan kertas berada pada klaster sekolah dan kantor. Produksi kertas tidak lepas dari peran – peran kimia yang ada. Bahan dasar pembuatan kertas adalah Pulp atau yang lebih dikenal dengan sebutan bubur kertas. Pulp merupakan hasil pemisahan serat dari bahan baku berserat (kayu maupun non kayu). Pada proses ini tidak digunakan zat kimia. Proses semikimia dilakukan seperti proses mekanik, tetapi dibantu oleh zat kimia untuk melunakkan selulosa agar terpisah dari zat-zat lainnya. Pada proses kimia, bahan baku dimasak dengan bahan kimia tertentu sehingga zat-zat lainnya dapat dihilangkan dan diperoleh selulosa yang bersih, tidak rusak, dan murni.

 

B. Dampak positif dan negatif dari penerapan kimia dalam sektor industry

Pemenuhan kebutuhan kita akan barang – barang guna menunjang segala aktivitas dalam hidup sudah tecukupi oleh adanya industry. Suatu industry sendiri tentunya tidak akan berjalan jika tidak ada kimia, sehingga menciptakan dua korelasi yang tidak dapat dipisahkan. Adanya kimia dalam bidang industry membantu memenuhi kebutuhan bahan yang digunakan sebagai penunjang dalam sistem produksi. Kegiatan industry juga akan selalu berkembang dari waktu ke waktu sehingga kita akan dapat menikmati produk – produk hasil industry yang memiliki inovasi tinggi.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan manusia akan terus bertambah sejalan dengan kegiatan produksi suatu industry yang tidak akan berhenti. Hal ini tentunya membawa dampak negatif  juga bagi lingkungan sekitar. Limbah yang dihasilkan dari proses produksi jika proses pembuangannya tidak dilakukan dengan tepat, dapat menyebabkan kerusakan lingkungan seperti pencemaran air dan tanah. Hal ini jika dibiarkan tentunya dapat mengganggu bahkan merusak ekosistem yang ada.

 

KESIMPULAN

            Dari ulasan diatas, kita sudah mengetahui bahwa kimia berperan dalam lingkungan industry baik itu berupa ilmunya, bahan – bahannya, ataupun keduanya. Namun yang harus diperhatikan adalah dampak negatifnya. Untuk dapat mengatasi dampak negative tersebut diperlukan sikap bijak dan tanggung jawab dari kita selaku umat manusia. Sudah selayaknya kita menjaga lingkungan sekitar agar kegiatan industry yang dilakukan dapat sedikit mungkin menyebabkan kerusakan lingkungan sehingga tidak mengganggu ekosistem yang ada. Dengan demikian kita dapat menikmati hasil dari pengimplementasian kimia serta meminimalisasi dampak negative yang ada.  

 

https://www.berpendidikan.com/2015/12/bahan-kimia-dalam-kehidupan-sehari-hari-di-bidang-industri-beserta-manfaat-dan-peranannya.html

https://www.kompasiana.com/dimaspangestu/58edb794f37e614838a403cc/peran-kimia-organik-di-bidang-kesehatan