Saat ini paradigma dan pola pandang terhadap penyediaan energi harus berubah arah. Awalnya memburu energi (energy hunting) dari energi yang tersedia, berubah menjadi ke pola upaya membudidayakan energi (energy farming) dengan hasil berupa energi nabati, atau dengan kata lain dari BBM (bahan bakar minyak) menuju BBN (bahan bakar nabati/energi hijau).
Tampilkan postingan dengan label 106-FIRMANSYAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 106-FIRMANSYAH. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 20 Agustus 2016
Energi hijau harus dimualai dari sekarang, kenapa tidak ?
Saat ini paradigma dan pola pandang terhadap penyediaan energi harus berubah arah. Awalnya memburu energi (energy hunting) dari energi yang tersedia, berubah menjadi ke pola upaya membudidayakan energi (energy farming) dengan hasil berupa energi nabati, atau dengan kata lain dari BBM (bahan bakar minyak) menuju BBN (bahan bakar nabati/energi hijau).
Sabtu, 13 Agustus 2016
Pencegahan dan Dampak Ozon
KESIMPULAN :
Jika kita tengok ke masa lampau menuju awal kebangkitan peradaban manusia, maka salah satu kunci keberhasilannya ialah
Sabtu, 06 Agustus 2016
Memperkecil Dampak Pencemaran AIR Sungai
Indonesia
mempunyai masalah dengan air dimana setiap air selalu tercemar oleh
bermacam-macam limbah. Air merupakan sumber kehidupan di muka bumi ini, kita
semua bergantung pada air. Untuk itu diperlukan air yang dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya. Tapi pada akhir-akhir ini, persoalan penyediaan air yang
memenuhi syarat menjadi masalah seluruh umat manusia. Dari segi kualitas dan
kuantitas air telah berkurang yang disebabkan oleh pencemaran. Dewasa ini, air menjadi masalah yang perlu
mendapat perhatian yang serius. Untuk mendapat air yang baik sesuai dengan
standar tertentu, saat ini menjadi barang yang mahal, karena air sudah banyak
tercemar oleh bermacam-macam limbah dari berbagai hasil kegiatan manusia.
Sehingga secara kualitas, sumberdaya air telah mengalami penurunan. Demikian
pula secara kuantitas, yang sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan yang terus meningkat. pencemar utama yang masuk ke perairan
terdiri dari beberapa macam, antara lain
limbah organik dan anorganik, residu pestisida, sedimen dan bahan-bahan lainnya
( JurnalEKOSAINS | Vol. V | No. 1 | Maret 2013 ). Masalah utama yang dihadapi berkaitan
dengan sumber daya air adalah kuantitas air yang sudah tidak mampu memenuhi
kebutuhan yang terus meningkat dan kualitas air untuk keperluan domestik yang
semakin menurun dari tahun ke tahun. Kegiatan industri, domestik, dan kegiatan
lain berdampak negatif terhadap sumber daya air, termasuk penurunan kualitas
air. Kondisi ini dapat menimbulkan gangguan, kerusakan, dan bahaya bagi mahluk
hidup yang bergantung pada sumber daya air (
Effendi, 2003 ). Penurunan
kualitas air tidak hanya diakibatkan oleh limbah industri, tetapi juga
diakibatkan oleh limbah rumah tangga baik limbah cair maupun limbah padat ( Lallanilla, 2013 ).
10. Pengelolaan limbah pada industri rumah tangga.
o Faktor penyebab Pencemaran Air
A. Infection
Agent merupakan bahan pencemar yang dapat menyebabkan gangguan
kesehatan manusia (penyakit). Bahan pencemar ini berupa mikroorganisme patogen
yang berasal dari excreta manusia dan hewan yang tidak dikelola dengan baik.
Untuk mendeteksi keberadaan mikroorganisme patogen di dalam air, dapat
digunakan bakteri Coliform sebagai bakteri penunjuk (indicator organism). Jika
dalam sampel air itu ditemui indicator organism, air tersebut sudah tercemar
oleh tinja (mikroorganisme patogen). Akan tetapi, jika di dalam air tidak
ditemukan indicator organism, air tersebut tidak tercemar oleh tinja
(mikroorganisme patogen).
B. Zat-Zat
Pengikat Oksigen Dissolved Oxygen atau jumlah oksigen terlarut adalah
indicator yang baik untuk menentukan kualitas air. Kandungan oksigen dalam air
di atas 6 ppm dapat mendukung kehidupan tumbuhan, ikan, dan makhluk hidup dalam
air. Kandungan oksigen kurang dari 2 ppm hanya dapat mendukung kehidupan
cacing, bakteri, jamur, dan mikroorganisme pengurai. Oksigen yang terlarut
dalam air berasal dari difusi oksigen dan proses fotosintesis fitoplankton.
Oksigen digunakan untuk proses respirasi makhluk hidup air dan proses kimia
dalam air.
C. Sedimen
terdiri atas tanah dan pasir yang masuk ke air dari erosi atau banjir dan dapat
menimbulkan pendangkalan aliran sungai. Selain itu, sedimentasi dapat
menimbulkan kekeruhan air yang menghalangi penetrasi cahaya matahari sehingga
mengganggu proses fotosintesis fitoplankton yang berarti pula berkurangnya
pasokan oksigen dalam air.
D. Nutrisi
atau Unsur Hara (Nitrat dan Posfat) Nutrisi atau unsur hara dapat
mengakibatkan peningkatan produktivitas primer yang ditimbulkan oleh adanya
penyaringan air dengan unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan (Eutrofikasi).
Keadaan ini dapat meningkatkan populasi ganggang dan bakteri dalam perairan
tersebut. Akibatnya, air menjadi keruh dan bau. Selain itu, juga menghambat
proses masuknya oksigen ke perairan yang secara tidak langsung dapat menurunkan
kadar oksigen di dalam air.
E. Bahan
pencemar anorganik adalah logam, garam, asam, dan basa. Merkuri,
kadmium, timbel, dan nikel adalah logam dengan kadar yang relatif kecil sudah
dapat mengakibatkan pencemaran. Ingat kejadian di teluk Minamata? Asam dapat
masuk ke dalam air dari produk samping proses industri dan pelapisan logam.
Asam dan basa ini dapat menyebabkan perubahan pH air yang dapat mengganggu
kehidupan di dalam air. Contoh lain, kasus keracunan kobalt yang terjadi di
Nebraska merupakan penyakit tidak menular yang disebabkan oleh kontaminasi
kobalt di dalam air. Akibat keracunan ini timbul penyakit jantung, kerusakan
kelenjar gondok, darah tinggi, dan kaki bengkak.
F. Zat
kimia organik yang mempunyai toksisitas yang tinggi. Kontaminasi antara
zat kimia organik dengan air dapat mengancam kesehatan. Zat kimia organik
digunakan dalam industri kimia, misalnya, untuk pembuatan pestisida, plastik,
produk farmasi, pigmen, dan produk lainnya.
G. Energi
Panas Kualitas air akan turun jika terjadi perubahan temperatur.
Pembuangan air limbah yang mengandung panas mengakibatkan kenaikan temperatur
yang menyebabkan turunnya kadar oksigen dalam air. Air yang panas pada
permukaan air dapat menghambat masuknya oksigen ke dalam air di level bawah.
H. Zat
radioaktif yang teraplikasi dalam teknologi nuklir yang digunakan pada
berbagai bidang dapat menimbulkan sisa pembuangan. Dapat saja sisa zat radioaktif
tersebut terbawa ke dalam lingkungan air. Pengaruh radioaktif ini dapat
mengakibatkan gangguan pada proses pembelahan sel, rusaknya kromosom, dan lebih
jauh dalam waktu yang lama dapat terjadi kerusakan sistem reproduksi dan sel
tubuh.
Ditinjau dari
asal polutan dan sumber pencemarannya, pencemaran air dapat dibedakan antara
lain :
·
Limbah Pertanian Limbah pertanian dapat
mengandung polutan insektisida atau pupuk organik. Insektisida dapat mematikan
biota sungai. Jika biota sungai tidak mati kemudian dimakan hewan atau manusia,
orang yang memakannya akan keracunan. Untuk mencegahnya, upayakan agar memilih
Jurnal Pencemaran Air Volume 2, hal. 1-7 insektisida yang berspektrum sempit
(khusus membunuh hewan sasaran) serta bersifat biodegradabel (dapat terurai oleh
mikroba) dan melakukan penyemprotan sesuai dengan aturan. Jangan membuang sisa
obet ke sungai. Sedangkan pupuk organik yang larut dalam air dapat menyuburkan
lingkungan air (eutrofikasi). Karena air kaya nutrisi, ganggang dan tumbuhan
air tumbuh subur (blooming). Hal yang demikian akan mengancam kelestarian
bendungan. bemdungan akan cepat dangkal dan biota air akan mati karenanya.
·
Limbah Rumah Tangga Limbah rumah tangga yang
cair merupakan sumber pencemaran air. Dari limbah rumah tangga cair dapat dijumpai
berbagai bahan organik (misal sisa sayur, ikan, nasi, minyak, lemek, air
buangan manusia) yang terbawa air got/parit, kemudian ikut aliran sungai.
Adapula bahan-bahan anorganik seperti plastik, alumunium, dan botol yang hanyut
terbawa arus air. Sampah bertimbun, menyumbat saluran air, dan mengakibatkan
banjir. Bahan pencemar lain dari limbah rumah tangga adalah pencemar biologis
berupa bibit penyakit, bakteri, dan jamur. Bahan organik yang larut dalam air
akan mengalami penguraian dan pembusukan. Akibatnya kadar oksigen dalam air
turun dratis sehingga biota air akan mati. Jika pencemaran bahan organik
meningkat, kita dapat menemui cacing Tubifex berwarna kemerahan bergerombol.
Cacing ini merupakan petunjuk biologis (bioindikator) parahnya pencemaran oleh
bahan organik dari limbah pemukiman. Di kota-kota, air got berwarna kehitaman
dan mengeluarkan bau yang menyengat. Di dalam air got yang demikian tidak ada
organisme hidup kecuali bakteri dan jamur. Dibandingkan dengan limbah industri,
limbah rumah tangga di daerah perkotaan di Indonesia mencapai 60% dari seluruh
limbah yang ada.
·
Limbah Industri Adanya sebagian industri yang
membuang limbahnya ke air. Macam polutan yang dihasilkan tergantung pada jenis
industri. Mungkin berupa polutan organik (berbau busuk), polutan anorganik
(berbuaih, berwarna), atau mungkin berupa polutan yang mengandung asam belerang
(berbau Jurnal Pencemaran Air Volume 2, hal. 1-7 busuk), atau berupa suhu (air
menjadi panas). Pemerintah menetapkan tata aturan untuk mengendalikan pencemara
air oleh limbah industri. Misalnya, limbah industri harus diolah terlebih
dahulu sebelum dibuang ke sungai agar tidak terjadi pencemaran. Di laut, sering
terjadi kebocoran tangker minyak karena bertabrakan dengan kapal lain. Minyak
yang ada di dalam kapal tumpah menggenangi lautan dalam jarak ratusan
kilometer. Ikan, terumbu karang, burung laut, dan hewan-hewan laut banyak yang
mati karenanya. Untuk mengatasinya, polutan dibatasi dengan pipa mengapung agar
tidak tersebar, kemudian permukaan polutan ditaburi dengan zat yang dapat
menguraikan minyak.
·
Penangkapan Ikan Menggunakan racun Beberapa
penduduk dan nelayan ada yang menggunakan tuba (racun dari tumbuhan atau potas
(racun)untuk menangkap ikan tangkapan, melainkan juga semua biota air. Racun tersebut
tidak hanya hewan-hewan dewasa, tetapi juga hewan-hewan yang masih kecil.
Dengan demikian racun yang disebarkan akan memusnahkan jenis makluk hidup yang
ada didalamnya. Kegiatan penangkapan ikan dengan cara tersebut mengakibatkan
pencemaran di lingkungan perairan dan menurunkan sumber daya perairan.
Debit Aliran Sungai Debit aliran
adalah jumlah air yang mengalir dalam satuan volume per waktu. Debit adalah
satuan besaran air yang keluar dari Daerah Aliran Sungai (DAS). Satuan debit
yang digunakan adalah meter kubir per detik (m3/s). Debit aliran adalah laju
aliran air (dalam bentuk volume air) yang melewati suatu penampang melintang
sungai per satuan waktu (Asdak,2002). Debit adalah suatu koefesien yang
menyatakan banyaknya air yang mengalir dari suatu sumber persatuan waktu,
biasanya diukur dalam satuan liter per/detik, untuk memenuhi keutuhan air
pengairan, debit air harus lebih cukup untuk disalurkan ke saluran yang telah
disiapkan (Dumiary, 1992). 13 Pada dasarnya debit air yang dihasilkan oleh suatu
sumber air ditentukan oleh beberapa faktor - faktor yaitu :
1. Intensitas hujan. Karena curah
hujan merupakan salah satu faktor utama yang memiliki komponen musiman yang
dapat secara cepat mempengaruhi debit air, dan siklus tahunan dengan
karakteristik musim hujan panjang (kemarau pendek), atau kemarau panjang (musim
hujan pendek). Menyebabkan bertambahnya debit air.
2. Pengundulan Hutan Fungsi utama
hutan dalam kaitan dengan hidrologi adalah sebagai penahan tanah yang mempunyai
kelerengan tinggi, sehingga air hujan yang jatuh di daerah tersebut tertahan
dan meresap ke dalam tanah untuk selanjutnya akan menjadi air tanah. Air tanah
di daerah hulu merupakan cadangan air bagi sumber air sungai. Oleh karena itu
hutan yang terjaga dengan baik akan memberikan manfaat berupa ketersediaan
sumber-sumber air pada musim kemarau. Sebaiknya hutan yang gundul akan menjadi
malapetaka bagi penduduk di hulu maupun di hilir. Pada musim hujan, air hujan
yang jatuh di atas lahan yang gundul akan menggerus tanah yang kemiringannya
tinggi. Sebagian besar air hujan akan menjadi aliran permukaan dan sedikit
sekali infiltrasinya. Akibatnya adalah terjadi tanah longsor dan atau banjir
bandang yang membawa kandungan lumpur.
3. Pengalihan hutan menjadi lahan
pertanian Risiko penebangan hutan untuk dijadikan lahan pertanian sama besarnya
dengan penggundulan hutan. Penurunan debit air sungai dapat terjadi akibat
erosi. Selain akan meningkatnya kandungan zat padat tersuspensi (suspended
solid) 14 dalam air sungai sebagai akibat dari sedimentasi, juga akan diikuti
oleh meningkatnya kesuburan air dengan meningkatnya kandungan hara dalam air
sungai.Kebanyakan kawasan hutan yang diubah menjadi lahan pertanian mempunyai
kemiringan diatas 25%, sehingga bila tidak memperhatikan faktor konservasi
tanah, seperti pengaturan pola tanam, pembuatan teras dan lain-lain.
4. Intersepsi Adalah proses
ketika air hujan jatuh pada permukaan vegetasi diatas permukaan tanah, tertahan
bebereapa saat, untuk diuapkan kembali (”hilang”) ke atmosfer atau diserap oleh
vegetasi yang bersangkutan. Proses intersepsi terjadi selama berlangsungnya
curah hujan dan setelah hujan berhenti. Setiap kali hujan jatuh di daerah
bervegetasi, ada sebagian air yang tak pernah mencapai permukaan tanah dan
dengan demikian, meskipun intersepsi dianggap bukan faktor penting dalam
penentu faktor debit air, pengelola daerah aliran sungai harus tetap
memperhitungkan besarnya intersepsi karena jumlah air yang hilang sebagai air
intersepsi dapat mempengaruhi neraca air regional. Penggantian dari satu jenis
vegetasi menjadi jenis vegetasi lain yang berbeda, sebagai contoh, dapat
mempengaruhi hasil air di daerah tersebut.
5. Evaporasi dan Transpirasi
Evaporasi transpirasi juga merupakan salah satu komponen atau kelompok yang
dapat menentukan besar kecilnya debit air di suatu kawasan DAS, mengapa
dikatakan salah satu komponen penentu debit air, karena melalu kedua proses ini
dapat membuat air baru, sebab kedua proses ini menguapkan air dari per mukan
air, tanah dan permukaan daun, serta cabang tanaman sehingga membentuk uap 15
air di udara dengan adanya uap air diudara maka akan terjadi hujan, dengan
adanya hujan tadi maka debit air di DAS akan bertambah juga. Hidrograf aliran
merupakan perubahan karakterisitik yang berlangsung dalam suatu DAS oleh adanya
kegiatan pengelolaan DAS dan adanya perubahan iklim lokal ( Asdak, 1995).
Aliran sungai berasal dari hujan yang masuk kedalam alur sungai berupa aliran
permukaan dan aliran air dibawah permukaan,debit aliran sungai akan naik
setelah terjadi hujan yang cukup , kemudian yang turun kembali setelah hujan
selesai. Grafik yang menunjukan naik turunnya debit sungai menurut waktu
disebut hidrograf, bentuk hidrograf sungai tergantung dari sifat hujan dan
sifat daerah aliran sungai ( Arsyad,2006).
Pencegahan Pencemaran Air
5R itu Reduce, Reuse, Recycle,
Recharge dan Recovery. Dua yang terakhir adalah usaha pemulihan, misalnya
dengan pembuatan lubang biopori dan sumur resapan. Sedangkan contoh recycle
yaitu dengan memanfaatkan air mandi untuk menyiram tanaman atau nyuci kendaraan.(
KORAN ANAK INDONESIA, Jakarta, Yudhasmara Publisher)
10 Cara Mencegah Pencemaran Air
1. Gunakan air dengan bijaksana.
2. Kurangi penggunaan deterjen.
3. Kurangi konsumsi obat-obat kimia.
4. Kurangi penggunaan obat nyamuk dan pembasmi serangga.
5. Kurangi penggunaan bahan-bahan yang sulit terurai.
6. Kelola sampah rumah tangga dengan baik.
7. Menanam pohon.
8. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.
9. Menggalakkan industri daur ulang.
DAFTAR PUSTAKA :
JURNAL :
JurnalEKOSAINS | Vol. V | No. 1 | Maret 2013 ; Lallanilla, 2013 ; Asdak,2002 ; Dumiary, 1992 ; Asdak, 1995 ; Arsyad,2006 ; KORAN ANAK INDONESIA, Jakarta, Yudhasmara Publisher
Internet :
www.anneahira.com/cara-mencegah-pencemaran-air.html,
Jumat, 05 Agustus 2016
PENANGGULANGAN PENCEMARAN UDARA
Udara adalah salah satu elemen
penunjang kehidupan di muka bumi. Tanpa udara, manusia dan hewan tidak bisa
bernafas, tumbuhan pun tidak bisa melakukan fotosintesis. Pentingnya peran
udara bagi kehidupan membuat kita harus menjaganya agar udara kita tidak tercemar.
Pencemaran udara bisa berdampak pada kelangsungan hidup di ekosistem kita, oleh
karena itu pengenalan seputar penyebab, dampak, dan penanggulangan pencemaran
udara mutlak perlu kita lakukan agar kelangsungan generasi penerus kita di
masa yang akan datang dapat tetap terjaga dan lestari.
- Pengertian Pencemaran Udara
Pengertian pencemaran udara
adalah kehadiran substansi fisik, biologi, atau kimia di lapisan udara
bumi dalam jumlah yang bisa membahayakan kesehatan seluruh komponen biotik
penyusun ekosistem, mengganggu keindahan dan kenyamanan, dan merusak properti. Pencemaran
udara timbul akibat adanya sumber-sumber pencemaran, baik yang bersifat alami
ataupun karena kegiatan manusia. Beberapa pengertian gangguan fisik seperti
pencemaran suara, pencemaran panas, pencemaran radiasi dan pencemaran cahaya di
anggap sebagai bagian dari pencemaran udara. Adapun karena sifat alami udara
yang bisa menyebar tanpa batasan ruang, membuat dampak pencemaran udara
bisa bersifat lokal, regional, maupun global.
Sumber pencemaran udara
Banyak faktor yang dapat menyebabkan pencemaran udara, diantaranya pencemaran
yang ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia atau
kombinasi keduanya. Pencemaran udara dapat mengakibatkan dampak pencemaran
udara bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global atau tidak langsung
dalam kurun waktu lama. Pencemar udara dibedakan menjadi pencemar primer dan
pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan
langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah
contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran.
Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi
pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalamsmog
fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder. Atmosfer
merupakan sebuah sistem yang kompleks, dinamik, dan rapuh. Belakangan ini
pertumbuhan keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global
dan hubungannya dengan pemanasan global, perubahan iklim dan deplesi
ozon di stratosfer semakin meningkat.
Jenis-jenis pencemar
1. Karbon
monoksida
2. Oksida
nitrogen
3. Oksida
sulfur
4. CFC
5. Hidrokarbon
6. Ozon
7. Volatile
organic Compounds
8. Partikulat
DAMPAK PENCEMARAN UDARA
Adapun dampak dari pencemaran
udara dapat kita rasakan sekarang. Pencemaran udara paling tinggi ialah
tentunya di wilayah industri atau dengan populasi yang padat. Tentunya kita
tidak nyaman dengan udara yang kita hirup sekarang ini tidak sehat seperti sebelumnya.
Sehingga penggunaan masker dapat mengurangi udara yang tercemar pada wilayah
tercemar. Berikut merupakan salah satu dampak dari pencemaran udara:
§ Pemanasan
global
Pemanasan global atau disebut
dengan global warming merupakan suatu peristiwa dimana terjadi peningkatan
terhadap suhu atmosfer bumi. Dampak yang ditimbulkan oleh perubahan suhu tentu
sangat dirasakan oleh penghuni bumi sekarang ini, perubahan iklim yang ekstrim,
mencairnya es di kutub tentu dapat berdampak pada kepunahan penduduk bumi jika
hal ini tidak segera diatasi. Lalu apakah yang menyebabkan pemanasan global????
Tak lain tak bukan ialah gas – gas yang dihasilkan dari berbagai kegiatan
organisme terutama manusia. Bermula dari revolusi industri, cebong – cerobong
asap yang meuntahkan isiya ke atmosfer berdampak pada atmosfer bumi.
Meningkatnya senyawa – senyawa seperti karbondioksida dan karbonmonoksida
membuat semacam lapisan yang menghalangi pembuangan panas bumi ke luar
atmosfer. Dengan semikian, bumi terperangkap dalam panas yang dihasilkan oleh
aktivitas makhluk di dalamnya (peristiwa ini disebut dengan efek rumah kaca).
Selain itu, meningkatnya CFC di atmosfer menyebabkan kerusakan pada lapisan
ozon. Sinar ultraviolet yang masuk ke bumi akan difilter ratusan kali oleh
lapisan ini agar energi yang masuk tidak merusak kehidupan organisme di
dalamnya. CFC di atmosfer akan bereaksi dengan oksigen penyusun ozo, dengan
demikian lapisan ozon menjadi rusak dan berlubang. Dengan demikian sinar
ultraviolet yang masuk ke bumi sekarang ini tidak dapat difilter seperti
sebelumnya.
§ Hujan
asam
Hujan asam ialah hujan yang mana
airnya memiliki pH yang rendah (asam). Hujan asam disebabkan oleh tingginya
senyawa belerang, nitrogen, dan karbon di udara akibat aktivitas manusia atau
karena proses alam. Dampak yang ditimbulkan dari hujan asam ialah pada
pertumbuhan tumbuhan dan organisme. Berubahnya pH tanah dan air akibat hujan
asam tentu akan menggangu pertumbuhan dan perkembangan organisme.
§ Penurunan
kesehatan
Menurunnya kualitas udara tentu akan
mempengaruhi kesehatan organisme berbagai penyakit bermunculan akibat dari
udara yang tercemar. Seperti kita lihat pada daerah yang terkena bencana kabut
asap, terjadi peningkatan penderita ispa, sesak napas, dan lainnya. Asap – asap
yag dihasilkan dari berbagai pembakaran seperti industri, kendaraan bermotor,
atau rokok pun berpotensi menjadi pemicu sel kanker di dalam tubuh. Kerusakan
lapisan ozon akibat meningkatnya penggunaan cfc (dengan penggunaan mesin
pendingin) menyebabkan radiasi ultraviolet yang dipaparkan oleh sinar matahari
tidak dapat difilter. Dengan demikian, kanker kulit pun makin meningkat.
MENGATASI PENCEMARAN UDARA
Perlu kesadaran dari diri sendiri
untuk memulai mengurangi meningkatnya pencemaran yang terjadi di udara.
Kelangsungan organisme dapat terancam jika kita tidak bertindak untuk
mengakhiri pencemaran yang telah terjadi. Adapun upaya – upaya yang dapat
dilakukan ialah sebagai berikut:
1. Mencari
alternatif sebagai sumber energi
Penggunaan bahan bakar fosil yang
semakin meningkat harus segera beralih ke sumber energi lain. Hal ini
dikarenakan penggunaan bahan bakar fosil semakin menipis dan menghasilkan
senyawa yang mencemari udara. Penelitian – penelitian mengenai energi lain
untuk menggantikan bahan bakar fosil kini telah ditemukan, seperti bioetanol
yaitu yang dihasilkan dari minyak tumbuh tumbuhan, lalu tenaga surya, dan lain
sebagainya. Kini diperlukan pabrik besar agar dapat memproduksi alternatif
energi tersebut agar dapat mencukupi kebutuhan manusia dan alam.
2. Mengurangi
penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak
Meningkatnya jumlah kendaraan
bermotor kini menjadi salah satu penyebab meningkatnya polusi di wilayah padat
penduduk. pasalnya penggunaan kendaraan bermotor ini menggunakan bahan bakar
minyak yang menghasilkan senyawa polutan. dengan mengurangi penggunaan
kendaraan bermotor dapat menurunkan angka polusi udara. selain itu, mesin –
mesin kendaraan bermotor yang sudah tua layaknya jangan digunakan lagi karena
akan menghasilkan pembakaran yang tidak sempurna yang menghasilkan polutan
lebih berbahaya. oleh karena itu perlu diadakan uji emisi bagi kendaraan
bermotor untuk menyortir kendaraan yang lulus emisi saja yang boleh digunakan.
3. Mengurangi
penggunaan mesin pendingin
Telah diuraikan di atas bahwa
mesin – mesin pendingin menggunakan senyawa CFC yang menyebabkan kerusakan
ozon. Gunakan pendingin seperlunya saja, dan setelah itu matikan adalah salah
satu upaya untuk menghemat dan mengurangi pencemaran yang terjadi.
4. Memanfaatkan
kotoran sebagai bahan bakar alami
Kotoran ternak yang mengandung
gas methan dapat menyebabkan pemanasan global. Dengan pemanfaatan gas methana
yang ada di dalam kotoran tersebut menjadi sumber bahan bakar rumah tangga
cukup mengurangi angka polusi di udara.
DAFTAR PUSTAKA : http://kakakpintar.com/pengertian-penyebab-pencemaran-udara-dampak-dan-cara-mengatasi/, http://arikn.blogspot.co.id/2013/12/proposal-tentang-polusi-udara.html, http://www.ebiologi.com/2015/07/pencemaran-udara-pengertian-penyebab.html
POSITIF DAN NEGATIF DARI RADIOAKTIF
POSITIF DAN
NEGATIF DARI RADIOAKTIF
§ LATAR BELAKANG RADIOAKTIF
Seiring perkembangan teknologi
masa kini dengan adanya radioaktif membawa perkembangan di dalam berbagai aspek
kehidupan. Perlu kita ketahui bawasannya dengan berkembangnya teknologi membawa
perubahan yang sangat signifikan akan tetapi semua itu selain memberikan
pengaruh yang positif juga menimbulkan efek negative pula. Di dalam makalah ini
membahas tentang apa itu radioaktif,pengolahan limbah, dampak-dampak yang
ditimbulkan dan manfaat radioaktif
§
PENGERTIAN
RADIOAKTIF
Radioaktifitas adalah sifat
suatu unsur yang dapat memancarkan radiasi (pancaran sinar) secara spontan.
Tergolong ke dalam zat radioaktif, unsur tersebut biasanya bersifat labil,
berarti tergolong zat radioaktif adalah isotopnya, karena untuk mencapai
kestabilan salah satunya harus melakukan peluruhan. Peluruhan zat radioaktif
untuk menghasilkan unsur yang lebih stabil sambil memancarkan partikel seperti,
partikel alpha α (sama dengan inti 4He), partikel beta (β), dan partikel
gamma (γ).
Pengertian atau arti definisi
pencemaran radioaktif adalah suatu pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh
debu radioaktif akibat terjadinya ledakan reaktor-reaktor atom serta bom atom.
Yang paling berbahaya dari pencemaran radioaktif seperti nuklir adalah radiasi
sinar alpha, beta dan gamma yang sangat membahayakan makhluk hidup di
sekitarnya. Selain itu partikel-partikel neutron yang dihasilkan juga
berbahaya. Zat radioaktif pencemar lingkungan yang biasa ditemukan adalah 90SR
merupakan karsinogen tulang dan 131J.
§ SEJARAH RADIOAKTIF
Sejarah penemuan Radioaktivitas
pertama kali ditemukan pada tahun 1896 oleh ilmuwan Perancis
HenriBecquerel ketika sedang bekerja dengan material Material fosforen.
semacam ini akan berpendar di tempat gelap setelah sebelumnya mendapat paparan
cahaya, dan dia berfikir pendaran yang dihasilkan tabung katoda oleh sinar
X mungkin berhubungan dengan fosforesensi. Karenanya ia membungkus sebuah
pelat foto dengan kertas hitam dan menempatkan beragam material fosforen
diatasnya. Kesemuanya tidak menunjukkan hasil sampai ketika ia
menggunakan garam uranium. Terjadi bintik hitam pekat pada pelat foto
ketika ia menggunakan garam uranium tesebut.Tetapi kemudian menjadi jelas bahwa
bintik hitam pada pelat bukan terjadi karena peristiwa fosforesensi, pada saat
percobaan, material dijaga pada tempat yang gelap. Juga, garam uranium
nonfosforen dan bahkan uranium metal dapat juga menimbulkan efek bintik hitam
pada pelat.
§ JENIS
– JENIS RADIOAKTIF
a.
Sinar alpha (α)
Sinar alfa adalah sinar yang
dipancarkan oleh unsur radioaktif. Sinar ini ditemukan secara bersamaan dengan
penemuan fenomena radioaktivitas, yaitu peluruhan inti atom yang berlangsung
secara spontan, tidak terkontrol, dan menghasilkan radiasi. Sinar alfa terdiri
atas dua proton dan dua neutron. Berikut ini adalah sifat alamiah sinar alfa.
b.
Sinar betha (β)
Sinar beta merupakan elektron
berenergi tinggi yang berasal dari inti atom.
c.
Sinar Gamma (γ)
Sinar gamma adalah radiasi
gelombang elektromagnetik yang terpancar dari inti atom dengan energi yang
sangat tinggi yang tidak memiliki massa maupun muatan. Sinar gamma ikut
terpancar ketika sebuah inti memancarkan sinar alfa dan sinar beta. Peluruhan
sinar gamma tidak menyebabkan perubahan nomor atom maupun massa atom.
§
DAMPAK DAN MANFAAT RADIOAKTIF
Karena limbah memancarkan
radiasi, maka apabila tidak diisolasi dari masyarakat dan lingkungan maka
radiasi limbah tersebut dapat mengenai manusia dan lingkungan. Misalnya, limbah
radioaktif yang tidak dikelola dengan baik meskipun telah disimpan secara
permanen di dalam tanah, radionuklidanya dapat terlepas ke air tanah dan
melalui jalur air tanah tersebut dapat sampai ke manusia.
Bahaya radiasi adalah, radiasi dapat melakukan ionisasi dan merusak sel organ tubuh manusia. Kerusakan sel tersebut mampu menyebabkan terganggunya fungsi organ tubuh. Disamping itu, sel-sel yang masih tetap hidup namun mengalami perubahan, dalam jangka panjang kemungkinan menginduksi adanya tumor atau kanker. Ada kemungkinan pula bahwa kerusakan sel akibat radiasi mengganggu fungsi genetika manusia, sehingga keturunannya mengalami cacat.
Bahaya radiasi adalah, radiasi dapat melakukan ionisasi dan merusak sel organ tubuh manusia. Kerusakan sel tersebut mampu menyebabkan terganggunya fungsi organ tubuh. Disamping itu, sel-sel yang masih tetap hidup namun mengalami perubahan, dalam jangka panjang kemungkinan menginduksi adanya tumor atau kanker. Ada kemungkinan pula bahwa kerusakan sel akibat radiasi mengganggu fungsi genetika manusia, sehingga keturunannya mengalami cacat.
Efek serta Akibat yang ditimbulkan oleh radiasi zat
radioaktif pada umat manusia :
1. Pusing-pusing
2. Nafsu
makan berkurang atau hilang
3. Terjadi
diare
4. Badan
panas atau demam
5. Berat
badan turun
6. Kanker
darah atau leukemia
7. Meningkatnya
denyut jantung atau nadi
8. Daya
tahan tubuh berkurang sehingga mudah terserang penyakit akibat sel darah
putih yang jumlahnya berkurang
Manfaaat Radioaktif Dalam Bidang Industri :
1. Untuk
mendeteksi kebocoran pipa.
Radioisotop digunakan untuk
mendeteksi kebocoran pipa yang ditanam di dalam tanah atau dalam beton. Isotop
dimasukannya ke dalam aliran pipa, maka kebocoran pipa dapat dideteksi tanpa
penggalian tanah atau pembongkaran beton. Radioisotop yang digunakan sebagai
perunut untuk menguji kebocoran cairan/gas dalam pipa misalnya sedikit garam 24NaCl
di masukkan kedalam aliran pipa, selanjutnya detektor geiger-Muller digerakkan
mengikuti aliran pipa. Selanjutnya Detektor akan menangkap radiasi pada pipa
yang mengalami kebocoran.
2. Untuk
menentukan kehausan atau keroposan yang terjadi pada bagian pengelasan atau
logam.
Jika bagian pengelasan atau logam
ini disinari dengan sinar gamma dan dibalik bahan itu diletakkan film foto maka
pada bagian yang terdapat kehausan atau kekeroposan akan memberikan gambar yang
tidak merata.
3. Untuk
mengetahui adanya cacad pada material
Pada bidang industri aplikasi
baja perlu dianggap bahwa semua bahan selalu mengandung cacad. Cacad dapat
berupa cacad bawaan dan cacad yang terjadi akibat penanganan yang tidak benar.
Cacad pada material merupakan sumber kegagalan dalam industri baja. Penyebab
timbulnya cacad pada material, meliputi desain yang tidak tepat, proses
fabrikasi dan pengaruh lingkungan. Desain yang tidak tepat meliputi pemilihan
bahan, metode pengerjaan panas yang tidak tepat dan tidak dilakukannya uji
mekanik. Proses fabrikasi meliputi keretakan karena penggrindaan, cacad proses
fabrikasi dan cacad pengelasan. Kondisi operasi lingkungan meliputi korosi.
Untuk mengetahui adanya cacad pada material maka digunakan suatu pengujian
material tak merusak yang salah satunya adalah dengan metode radiografi sinar
gamma.
Teknik radiografi merupakan salah
satu metode pengujian material tak-merusak yang selama ini sering digunakan
oleh industri baja untuk menentukan jaminan kualitas dari produk yang
dihasilkan. Teknik ini adalah pemeriksaan dengan menggunakan sumber radiasi
(sinar-x atau sinar gamma) sebagai media pemeriksa dan film sebagai perekam
gambar yang dihasilkan. Radiasi melewati benda uji dan terjadi atenuasi dalam
benda uji. Sinar yang akan diatenuasi tersebut akan direkam oleh film yang
diletakkan pada bagian belakang dari benda uji. Setelah film tersebut diproses
dalam kamar gelap maka film tersebut dapat dievaluasi. Bila terdapat cacad pada
benda uji maka akan diamati pada film radiografi dengan melihat perbedaan
kehitaman atau densitas.
Pemilihan sumber radiasi
berdasarkan pada ketebalan benda yang diperlukan karena daya tembus sinar gamma
terhadap material berbeda. Pada sumber pemancar sinar gamma tergantung besar
aktivitas sumber. Sedangkan pemilihan tipe film sangat mempengaruhi pemeriksaan
kualitas material. Film digunakan untuk merekam gambar material yang diperiksa.
Pemilihan tipe film yang benar akan menghasilkan kualitas hasil radiografi yang
sangat baik. Pada umumnya kita mengenal dua macam jenis film, yaitu film cepat
dan film lambat. Pada film cepat butir-butirannya besar, kekontrasan dan
definisinya kurang baik. Sedangkan pada film lambat butir-butirannya kecil,
kekontrasan dan definisinya lebih baik. Penentuan jarak sumber ke film (SFD)
juga mempengaruhi hasil kualitas film radiografi. Penghitungan SFD yang tidak
benar mempengaruhi tingkat kehitaman atau density hasil film radiografi
sehingga akan mempengaruhi tingkat sensitivitas atau tingkat ketelitian.
4. Pemeriksaan
tanpa merusak.
Radiasi sinar gamma dapat
digunakan untuk memeriksa cacat pada logam atau
sambungan las, yaitu dengan meronsen bahan tersebut. Tehnik ini berdasarkan sifat bahwa semakin tebal bahan yang dilalui radiasi, maka intensitas radiasi yang diteruskan makin berkurang, jadi dari gambar yang dibuat dapat terlihat apakah logam merata atau ada bagian-bagian yang berongga didalamnya. Pada bagian yang berongga itu film akan lebih hitam.
sambungan las, yaitu dengan meronsen bahan tersebut. Tehnik ini berdasarkan sifat bahwa semakin tebal bahan yang dilalui radiasi, maka intensitas radiasi yang diteruskan makin berkurang, jadi dari gambar yang dibuat dapat terlihat apakah logam merata atau ada bagian-bagian yang berongga didalamnya. Pada bagian yang berongga itu film akan lebih hitam.
5. Mengontrol
ketebalan bahan
Ketebalan produk yang berupa
lembaran, seperti kertas film atau lempeng logam
dapat dikontrol dengan radiasi. Prinsipnya sama seperti diatas, bahwa intensitas radiasi yang diteruskan bergantung pada ketebalan bahan yang dilalui. Detektor radiasi dihubungkan dengan alat penekan. Jika lembaran menjadi lebih tebal, maka intensitas radiasi yang diterima detektor akan berkurang dan mekanisme alat akan mengatur penekanan lebih kuat sehingga ketebalan dapat dipertahankan.
dapat dikontrol dengan radiasi. Prinsipnya sama seperti diatas, bahwa intensitas radiasi yang diteruskan bergantung pada ketebalan bahan yang dilalui. Detektor radiasi dihubungkan dengan alat penekan. Jika lembaran menjadi lebih tebal, maka intensitas radiasi yang diterima detektor akan berkurang dan mekanisme alat akan mengatur penekanan lebih kuat sehingga ketebalan dapat dipertahankan.
DAFTAR PUSTAKA : http://aldy-firdani.blogspot.co.id/2014/01/makalah-radioaktif.html,http://gipeng.blogspot.co.id/2015/08/jenis-jenis-sinar-radioaktif.html,https://yudhipri.wordpress.com/2011/03/15/dampak-radioaktif/,http://anitapartupeker.blogspot.co.id/2013/09/radioaktif-dalam-bidang-industri.html,
Minggu, 31 Juli 2016
ENERGI NUKLIR
Reaksi nuklir adalah proses yang terjadi ketika inti atom
kehilangan partikel subatom ke tingkat yang sifat-sifatnya berubah. Atom asli
dari unsur yang mengalami reaksi nuklir dapat menjadi isotop yang berbeda,
atau variasi, dari unsur yang sama atau dapat menjadi unsur yang berbeda sama
sekali.
DAMPAK INDUSTRI SEMEN TERHADAP LINGKUNGAN / ALAM
Industri
adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah
jadi menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk
mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi
adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi
juga dalam bentuk jasa.
Sabtu, 30 Juli 2016
Dampak Bahan Plastik Bagi Lingkungan
PENGERTIAN PLASTIK
Plastik adalah polimer rantai panjang dari atom yang
mengikat satu sama lain. Rantai ini membentuk banyak unit molekul berulang,
atau "monomer".
REAKSI KIMIA
Reaksi
Kimia
Reaksi kimia adalah suatu proses alam yang selalu
menghasilkan antarubahan senyawa kimia. Senyawa ataupun
senyawa-senyawa awal yang terlibat dalam reaksi disebut sebagai reaktan. Reaksi kimia biasanya
dikarakterisasikan dengan perubahan
kimiawi, dan akan menghasilkan satu atau lebih produk yang biasanya memiliki
ciri-ciri yang berbeda dari reaktan. Secara klasik, reaksi kimia melibatkan
perubahan yang melibatkan pergerakan elektron dalam pembentukan dan
pemutusan ikatan kimia, walaupun
pada dasarnya konsep umum reaksi kimia juga dapat diterapkan pada transformasi
partikel-partikel elementer seperti pada reaksi nuklir. Reaksi-reaksi kimia yang berbeda digunakan
bersama dalam sintesis kimia untuk
menghasilkan produk senyawa yang diinginkan. Dalambiokimia, sederet reaksi kimia yang dikatalisis oleh enzim membentuk lintasan
metabolisme, di mana sintesis dan dekomposisi yang biasanya tidak
mungkin terjadi di dalam sel dilakukan
Cara ringkas untuk memberikan 1 reaksi kimia adalah dengan
menulis suatu persamaan kimia berimbang yang merupakan pernyataan kualitatif
maupun kuantitatif mengenai pereaksi yang terlibat. Tiap zat diwakili oleh
rumus molekulnya. Menyatakan banyaknya atom" dari tiap macam dalam 1
satuan zat itu. Rumus molekulnya merupakan kelipatan bilangan bulat rumus
empiris zat itu yang menyatakan jumlah minimal yang mungkin dalamperbandingan
yang benar atom" dari tiap macamnya. Tiga kelas umum reaksi yang
dijumpai dengan meluas adalah kimia ialah reaski kombinasi langsung,reaski
penukar gantian sederhana dan reaksi penukarangantian rangkap.Hubungan
kuantitatif antara pereaksi dan hasil reaksi dalam 1 Persamaan kimia berimbang
memberikan dasar stoikilometri. Perhitungan stoikilometri mengharuskan
penggunaan bobot atom unsur dan bobot molekul senyawa. Banyaknya 1 hasil reaksi
tertentu yang menurut perhitungan akan diperoleh dalam 1 reaksi kimiarendemen
teoritis untuk 1 reaksi kimia. Penting untuk mengetahui mana yang merupakan
pereaksi pembatas yakni pereaksi secara teoritis dapat bereaksi sampai habis,
sedangkan pereaksi" silain berlebih. (Keenan,1984)
Jika terjadi reaksi kimia, dapat diamati tiga macam perubahan:
Jika terjadi reaksi kimia, dapat diamati tiga macam perubahan:
·
PerubahanSifat
·
PerubahanSusunan
·
Perubahan
Energi
Ada banyak
jenis reaksi kimia dan pendekatannya menghasilkan banyak pertindihan dalam
Klasifikasi. Berikut adalah beberapa contoh istilah yang sering digunakan dalam
menyatakan beberapa jenis reaksi:
Ø Pengisomeran, yaitu ketika senyawa
kimia menjalani penataan kembali struktur tanpa perubahan komposisi atom
(stereoisomerisme)
Ø Sintesis, yaitu ketika dua atau lebih
unsur atau senyawa kimia bergabung membentuk hasil yang lebih rumit:
N2 + 3 H2 → 2 NH3
N2 + 3 H2 → 2 NH3
Ø Pengurai kimia atau analisis, yaitu
ketika senyawa kimia terurai menjadi senyawa yang lebih kecil atau unsur:
2 H2O → 2 H2 + O2
2 H2O → 2 H2 + O2
Ø Displacement tunggal atau penggantian
tunggal, dicirikan oleh unsur yang digantikan keluar dari senyawa oleh unsur
reaktif:
2 Na (p) + 2 HCl (ak) → 2 NaCl (ak) + H2 (g)
2 Na (p) + 2 HCl (ak) → 2 NaCl (ak) + H2 (g)
Ø Metatesis atau Reaksi penggatian
ganda, yaitu dua senyawa mengganti ion atau ikatan untuk membentuk senyawa
lain:
NaCl (ak) + AgNO3 (ak) → NaNO3 (ak) + AgCl (p)
NaCl (ak) + AgNO3 (ak) → NaNO3 (ak) + AgCl (p)
Ø Reaksi Air hujan adalah ketika
bahan dalam larutan bergabung membentuk padat (mendakan). Contoh yang sesuai
adalah seperti yang tertera dalam metatesis.
Ø Reaksi asam-basa, umumnya dikenal
saat reaksi antara asam dan basa, bisa memiliki definisi berbeda tergantung
pada konsep asam-basa digunakan. Antara yang biasa adalah:
·
Definisi
Arrhenius: Asam bercerai di dalam air membebaskan ion H3O +; basa bercerai di
dalam air membebaskan ion OH-.
·
Definisi
Brønsted-Lowry: Asam adalah donor proton (H +); basa adalah penerima
proton.
·
Definisi
Arrhenius turut berperan.
·
Definisi
Lewis: Asam adalah penerima pasangan elektron;
·
Basa
adalah donor pasangan elektron.
·
Definisi
Brønsted-Lowry turut berperan.
Ø Reaksi redoks, yaitu perubahan dalam
nomor oksidasi atom. Reaksi tersebut sering dianggap sebagai transisi elektron
antara situs atau spesies molekul berbeda. Contohnya reaksi redoks adalah:
2 S2O32-(ak) + I2 (ak) → S4O62-(ak) + 2 I-(ak) Yaitu I2 diturunkan ke I-dan S2O32-(anion tiosulfat) dioksidasi ke S4O62-.
2 S2O32-(ak) + I2 (ak) → S4O62-(ak) + 2 I-(ak) Yaitu I2 diturunkan ke I-dan S2O32-(anion tiosulfat) dioksidasi ke S4O62-.
Ø Pembakaran, sejenis reaksi redoks
yang atas senyawa mampu terbakar bergabung dengan unsur yang mengoksidasi,
biasanya oksigen, untuk menghasilkan energi dan mengeluarkan hasil yang
teroksidasi. Istilah pembakaran lazim digunakan hanya untuk oksidasi skala
besar untuk seluruh molekul, yaitu oksidasi terkendali untuk kelompok berfungsi
tunggal bukanlah satu pembakaran.
C10H8 + 12 O2 → 10 CO2 + 4 H2OCH2S + 6 F2 → CF4 + 2 HF + SF6
C10H8 + 12 O2 → 10 CO2 + 4 H2OCH2S + 6 F2 → CF4 + 2 HF + SF6
Ø Reaksi organik mencakup
pengasingan luas yang melibatkan senyawa organik yang memiliki karbon sebagai
unsur utama dalam struktur molekul. Reaksi yang melibatkan senyawa organik yang
kebanyakan didefinisikan sebagai kelompok berfungsi. Bagi yang berlawanan pula
dikenal sebagai reaksi takorganik
Kecepatan di mana
reaksi kimia terjadi dapat dikendalikan oleh sejumlah variabel seperti suhu,
konsentrasi, luas permukaan dan adanya katalis.
Luas
permukaan
Luas
permukaan adalah jumlah daerah luar yang menghadap dan terkena lingkungan
setempat. Kecepatan di mana reaksi kimia terjadi akan mengalami kenaikan
seiring dengan bertambahnya luas permukaan spesies kimia yang bereaksi.
Hal ini
disebabkan sejumlah besar atom terkena bahan kimia yang sedang bereaksi,
sehingg mengarah ke lebih banyak tumbukan per satuan waktu. Hal ini menjelaskan
mengapa ahli kimia sering menggunakan bubuk dalam reaksi kimia – luas permukaan
akan besar sehingga mengarah ke waktu reaksi yang lebih cepat.
Konsentrasi
Konsentrasi
didefinisikan sebagai jumlah molekul yang didefinisikan dalam jumlah volume
tertentu. Ahli Kimia sering menggunakan satuan mol per liter, di mana satu mol
adalah sama dengan 6 x 1023 molekul. Meningkatkan konsentrasi zat akan
meningkatkan jumlah tumbukan antara spesies yang sedang bereaksi dan karenanya
meningkatkan kecepatan reaksi.
Keberadaan
katalis
Katalis
adalah zat kimia yang mempercepat reaksi kimia tanpa mengalami perubahan fisik
atau kimia. Zat katalis khusus untuk reaksi kimia. Misalnya, besi merupakan
katalis yang digunakan dalam industri untuk memproduksi amonia.
Katalis
bekerja dengan menurunkan energi aktivasi yang diperlukan untuk reaksi kimia
berlangsung. Ini berarti bahwa molekul dengan energi kinetik (gerakan) yang
lebih rendah dapat bereaksi, dan karena itu secara keseluruhan memiliki efek
meningkatkan kecepatan reaksi.
Suhu
Suhu
material berbanding lurus dengan energi kinetik atom inangnya dan molekul. Atom
dan molekul dari energi kinetik yang lebih tinggi memiliki kecepatan rata-rata
yang lebih tinggi yang mengarah ke peluang yang lebih besar terjadi tumbukan
antara spesies yang bereaksi. Energi kinetik yang lebih besar juga berarti
bahwa molekul-molekul yang bergerak akan lebih cenderung berbenturan mengatasi
energi aktivasi untuk reaksi kimia berlangsung. Namun perlu dicatat bahwa dalam
kasus-kasus khusus tertentu, laju reaksi akan menurun dengan meningkatnya suhu.
DAFTAR PUSTAKA : https://id.wikipedia.org/wiki/Reaksi_kimia, http://reaksi--kimia.blogspot.co.id/, http://p2x941tiffany.blogspot.co.id/, http://artikeltop.xyz/4-faktor-mempengaruhi-kecepatan-reaksi-kimia.html, http://fungsi.web.id/2015/05/pengertian-reaksi-kimia-jenis-dan-penerapan-dalam-biologi.html
o
Langganan:
Postingan (Atom)















