.

Senin, 12 Februari 2018

Udara Sehat Jaman Now

Oleh : Fitriana Eka Setyaningrum (@G09-Fitriana)



Abstract :


Air pollution is the presence of one or more physical, chemical, or biological substances in the atmosphere that can harm human, animal and plant health, impair aesthetics and comfort, or damage property. Air pollution can be generated by natural sources as well as human activities. Some definitions of physical disturbances such as noise pollution, heat, radiation or light pollution are considered as air pollution. In big cities, the contribution of motor vehicle exhaust as source of air pollution reaches 60-70%. While the exhaust gas contribution from industrial chimneys is between 10-15%, the other comes from other sources of combustion, for example from households, burning garbage, forest fires, etc.

Keyword : Air Pollution, Healthy, Environmental Pollution



Content :

(Sumber : http://nationalgeographic.co.id/)
Kota-kota besar kini telah tumbuh dengan banyaknya kemajuan pesat yang diakibatkan oleh teknologi. Seperti yang ditemui, banyaknya kendaraan yang memenuhi kota kini bukan hal yang aneh, gedung-gedung tinggi berjajar di tengah keramaian kota, berbagai pabrik-pabrik industri juga beriring tumbuh secara pesat menduduki kota-kota besar. Hal tersebut dapat memicu terjadinya pencemaran udara. Menurut Wardhana (1995) bahwa Udara bersih yang dihirup hewan dan manusia merupakan gas yang tidak tampak, tidak berbau, tidak berwarna maupun berasa. Meskipun demikian, udara yang benar-benar bersih sulit didapatkan terutama di kota besar yang banyak terdapat industri dan lalu lintas yang padat. Udara yang mengandung zat pencemar dalam hal ini adalah udara pencemar.

Menurut Hidayat dan Kholil (2017) dalam Woodford (2014) bahwa Pencemaran udara adalah polusi udara gas (atau cairan dan padatan yang tersebar di udara) yang dilepaskan dalam jumlah cukup banyak sehingga membahayakan kesehatan manusia dan hewan, menghentikan atau menghambat pertumbuhan tanaman, serta merusak atau mengganggu beberapa aspek lain dari lingkungan (termasuk menimbulkan kerusakan bangunan, menimbulkan bau yang tidak menyenangkan, dan sebagainya).

Sedangkan menurut Chauhan (2010) dalam penelitian yang dilakukan memaparkan, bahwa Polusi udara yang dipancarkan oleh kendaraan bermotor yang berbahaya akan mempengaruhi kualitas udara ambien dan pigmen pohon. Selain itu perlu dicatat juga adanya polusi tersebut dapat memberikan dampak yang merugikan pada kesehatan manusia.

Angka-angka tersebut tentunya semakin berkembang mengingat banyaknya manusia yang semakin banyak, juga semakin besarnya kebutuhan manusia di dalam lingkup perkotaan. Adapun kebutuhan udara bersih bagi seluruh makhluk hidup juga meningkat, jika udara bersih tidak melimpah, maka dapat mengakibatkan dampak negatif bagi lingkungan. Oleh karenanya, diperlukan usaha untuk menumbuhkan udara sehat di lingkungan keseharian kini.

Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk menambah angka udara bersih di kota adalah dengan menumbuhkan pohon-pohon yang berfungsi sebagai penyerap dan penjerap bahan pencemar dan debu di udara yang dihasilkan kendaraan bermotor. Pohon sering disebut-sebut sebagai paru-paru kota. Sejumlah pohon berdaun lebar diyakini dapat menjerap bahan-bahan pencemar udara. Menurut Hendrasari (2007) bahwa Tumbuhan mempunyai kemampuan menjerap dan mengakumulasi zat pencemar. Tumbuhan melalui daunnya dapat menangkap partikel timbal yang diemisikan kandaraan bermotor.

Namun banyaknya tumbuhan yang ditanam juga harus disesuaikan dengan keadaan kota tersebut, karena masing-masing tanaman peneduh dapat menghasilkan kadar udara bersih yang berbeda. Karena dalam penelitiannya, menurut Kariada (2013) bahwa Kualitas maupun kuantitas tanaman yang ada pada jalan-jalan protokol lokasi penelitian tidak berpengaruh positif terhadap kadar bahan pencemar udara yang ada. Hal ini dikarenakan jenis dan jumlah tanaman pada masing-masing jalan protokol tidak sesuai dengan tanaman peneduh yang mempunyai fungsi sebagai penjerap dan penyerap polutan udara.

Maka, untuk mengimbangi polusi udara yang ada di kota diperlukan penelitian tanaman peneduh yang harus ditumbuhkan untuk menjerat berbagai pencemaran udara, sehingga udara sehat dapat dikonsumsi dengan mudah oleh makhluk hidup di kota-kota besar.

Daftar Pustaka :

Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil. 2017. Manajemen Lingkungan Dengan Berpikir "Hijau". Jakarta: Penerbit WR

Chauhan A. 2010. Tree As Bio-Indicator Of Automobile Pollution In Dehradun City:A Case Study. New York Science Journal 3 (6): 88-95. (Diunduh pada tanggal 12 Februari 2018)

Wardhana, W. A. 1995. Dampak Pencemaran Lingkungan. Andi Offset. Yogyakarta (Diunduh pada tanggal 12 Februari 2018)

Hendrasari N. 2007. Kajian Efektivitas Tanaman dalam Menjerap Kandungan Pb Udara (Diunduh pada tanggal 12 Februari 2018)

Kariada, Nana. 2013. Peranan Tanaman terhadap Pencemaran Udara di Jalan Protokol Kota Semarang. Biosantifika, Berkala Ilmiah Biologi (Diunduh pada tanggal 12 Februari 2018)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.