Tampilkan postingan dengan label @A40-IBRAHIM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @A40-IBRAHIM. Tampilkan semua postingan
Senin, 26 Desember 2016
Kamis, 15 Desember 2016
Prinsip 7-9 Kimia Hijau
1.
Penggunaan
Bahan baku Terbarukan
Bahan mentah seharusnya dapat diperbaharui daripada depleting kapan teknis dan
economi -Cally praktis .
Kamis, 08 Desember 2016
Pertanian Merupakan Sumber Utama Polusi Udara
Sumber terbesar polusi partikel halus di dunia bukan
kendaraan, atau pabrik, atau pembangkit listrik, tapi justru pertanian.
Sebuah studi baru menjelaskan bahwa apabila gas amonia dari
pupuk dan kotoran hewan bercampur dengan gas nitrogen oksida dan sulfat dari
polusi pipa knalpot mobil, maka akan terbentuk partikel padat mikroskopis, yang
disebut Aerosol.
Aerosol bisa masuk ke dalam paru-paru, menyebabkan penyakit
jantung atau paru-paru. Diperkirakan polusi partikel halus udara itu
menyebabkan lebih dari 3 juta kematian setiap tahun di seluruh dunia.
Para penulis studi ini dalam Geophysical Research
Letters menekankan bahwa penelitian mereka bukan untuk menghentikan
penggunaan pupuk. Ilmuwan ahli atmosfer Susanne Bauer, penulis utama studi ini,
mengatakan, "Kami memperkirakan jumlah penduduk akan terus naik, dan untuk
menghasilkan lebih banyak makanan, kita membutuhkan lebih banyak pupuk."
Ia menunjukkan, karena emisi dari pertanian
ini harus
bercampur dengan polusi lainnya untuk menciptakan aerosol, maka penggunaan
sumber energi bersih dan kendaraan yang lebih efisien di masa depan akan sangat
mengurangi senyawa-senyawa polusi lainnya. Jadi, meskipun emisi gas ammonia
terus stabil atau meningkat, kualitas udara tidak akan menurun.
Johannes Lelieveld, penulis sebuah laporan utama tentang
aerosol tahun 2015, memperingatkan bahwa analisa itu akan terbukti kebenarannya
apabila manusia berhasil mengurangi emisi-emisi sektor industri.
Mengembangkan sarana pertanian dan pertanian adalah alasan
manusia hidup di dunia mereka lakukan hari ini. Ini adalah sarana yang
diperlukan untuk bertahan hidup, tanpa yang akan ada kelaparan di seluruh
dunia.
Bahaya amonia
Kotoran ternak dan pupuk
melepaskan amonia ke atmosfer. Di udara, amonia bercampur dengan emisi lain dan
membentuk dan membentuk partikel bahaya.
Dari sebuah studi yang didanai oleh NASA, polusi amonia dari
sumber-sumber pertanian ternyata menghadirkan dampak kesehatan yang lebih besar
dari perkiraan sebelumnya.
Menggunakan pemodelan komputer, termasuk pemodelan reaksi kimia di atmosfer
milik NASA, Fabien Paulot dan Daniel Jacob, peneliti asal Harvard University,
Amerika Serikat mencoba memahami bagaimana amonia berinteraksi di atmosfer dan
membentuk partikel material berbahaya.
Simulasi ini membantu para ilmuwan memperkirakan biaya kesehatan akibat polusi
udara terkait produksi makanan untuk ekspor, sebuah sektor pertanian yang terus
tumbuh, dan merupakan sumber surplus perdagangan.
Dengan kata lain, dari studi yang dilaporkan di jurnal
Environmental Science & Technology, setiap kilogram amonia yang dihasilkan,
biaya kesehatan yang harus dikeluarkan mencapai 100 dolar AS (sekitar Rp1,136
juta). Sebelumnya, US Environemntal Protection Agency memperkirakan biaya
kesehatan yang harus ditanggung akibat 1 kilogram amonia hanya sekitar 47 dolar
AS per kilogram.
Kotoran ternak dan pupuk untuk tanaman melepaskan amonia ke atmosfer. Di udara,
amonia bercampur dengan emisi lain dan membentuk partikel mikroskopik atau
particulate.
Particulate ini menghadirkan risiko kesehatan besar, apalagi mereka yang
memiliki ukuran lebih kecil dari 2,5 mikrometer atau sekitar 1/30 lebar rambut
manusia. Ia bisa terhirup masuk ke dalam tubuh dan tertimbun jauh di dalam
paru-paru. Paparan jangka panjang terhadap particulate ini bisa memicu penyakit
paru-paru, jantung, dan bahkan berujung pada kematian.
PENYEBAB POLUSI
PERTANIAN
1. Pestisida dan Pupuk: Untuk mulai dengan, sumber awal dari
polusi telah pestisida dan pupuk. Pestisida modern & pupuk harus berurusan
dengan hama lokal yang telah ada selama ratusan tahun bersama dengan spesies
invasif baru. Jadi, mereka sarat dengan bahan kimia yang tidak ditemukan di
alam.
Setelah mereka telah disemprot, itu tidak hilang sepenuhnya.
Beberapa bercampur dengan air dan merembes ke dalam tanah. Sisanya diserap oleh
tanaman itu sendiri. Akibatnya, aliran lokal yang dipasok air dari tanah
terkontaminasi, seperti halnya hewan yang memakan tanaman tersebut dan tanaman.
2. Terkontaminasi Air: Air yang terkontaminasi digunakan
untuk irigasi merupakan salah satu sumber lebih lanjut dari polusi. Sebagian
besar air yang kita gunakan berasal dari penampungan air tanah, kanal dan
melalui hujan.
Sementara banyak dari itu adalah air bersih dan murni,
sumber-sumber lain yang tercemar dengan senyawa organik dan logam berat. Hal ini
terjadi akibat pembuangan limbah industri dan pertanian di tingkat daerah air.
Akibatnya, tanaman yang terkena air yang memiliki sejumlah
kecil merkuri, arsenik, timbal dan kadmium terlarut di dalamnya. Proses
pencemaran pertanian menjadi sulit untuk melawan bila racun air seperti ternak
dan menyebabkan gagal panen.
3. Erosi Tanah dan Sedimentasi: Masalah lebih lanjut
disebabkan oleh erosi tanah dan sedimentasi. Tanah terdiri dari banyak lapisan
dan hanya lapisan paling atas yang dapat mendukung pertanian atau
penggembalaan. Karena praktek pertanian yang tidak efisien, tanah ini dibiarkan
terbuka untuk erosi dan menyebabkan penurunan kesuburan setiap tahun. Apakah
terkikis oleh air atau angin, semua tanah ini harus disimpan di suatu tempat
atau yang lain.
Sedimentasi yang dihasilkan menyebabkan tanah membangun di
berbagai bidang seperti sungai, sungai, selokan dan bidang sekitarnya. Jadi,
proses pencemaran pertanian mencegah gerakan alami dari air, hewan air dan
nutrisi ke daerah subur lainnya.
Daftar Pustaka
Hikmat, November 9, 2016. http://kliksma.com/2014/10/penyebab-polusi-pertanian.html
Firman Muhammad. Maret 30, 2014. http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/03/polusi-akibat-pertanian-lebih-parah-dari-perkiraan
Kamis, 24 November 2016
Industri Baja
Industri baja, salah satu bagian dari industri logam dasar yang termasuk dalam
industri hulu, merupakan salah satu industri strategis di Indonesia. Sektor ini
memainkan peran utama dalam memasok bahan-bahan baku vital untuk pembangunan di
berbagai bidang mulai dari penyedian infrastruktur (gedung, jalan, jembatan,
jaringan listrik dan telekomunikasi), produksi barang modal (mesin pabrik dan
material pendukung serta suku cadangnya), alat transportasi (kapal laut, kereta
api beserta relnya dan otomotif), hingga persenjataan. Atas perannya yang
sangat penting tersebut, keberadaan industri baja menjadi sangat strategis
untuk kemakmuran suatu negara. Indonesia sendiri memiliki potensi yang besar
untuk mengembangkan industri baja. Hal ini didasarkan pada data konsumsi baja
per kapita Indonesia yang saat ini masih sangat rendah. Pada tahun 2013,
konsumsi baja Indonesia baru mencapai 61,6 kg per kapita per tahun dan
menempati urutan ke-6 diantara negara-negara ASEAN. Konsumsi per kapita
industri baja suatu negara dihitung dari jumlah produksi baja kasar dibagi
dengan jumlah penduduk negara tersebut.
Mengingat luasnya cakupan industri baja dari hulu sampai hilir,
maka dalam pembuatan profil baja ini dibatasi hanya pada produk hulu yaitu pada
industri Slab/Billet dan Hot Rolled Coil (HRC). Berdasarkan Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), Industri tersebut termasuk dalam kode :
· KBLI 24101: Industri besi dan baja
dasar (iron and steelmaking)
· KBLI 24102: Industri penggilingan baja (steel
rolling)
II. Sumber Daya Alam pendukung Industri Baja Sumber Daya Alam (SDA)
yang digunakan dalam industri baja adalah hasil tambang berupa pasir besi (iron
sand) dan bijih besi (iron ore). Indonesia memiliki potensi sumber daya pasir
besi dan bijih besi yang cukup besar dengan jumlah deposit berupa sumberdaya
dan cadangan sekitar 5.110 juta ton. Secara nasional potensi sumber daya
mineral tersebut cukup besar tetapi menyebar di beberapa daerah dengan jumlah
yang terbatas. Potensi tersebut memiliki karakteristik yang beragam, baik dari
segi kualitas maupun jenis mineral besi yang terkandung di dalamnya. Secara
umum sumber daya untuk industri besi baja ini dapat diklasifikasikan menjadi
tiga jenis:
1. Biji besi primer atau biji besi magnetit-hematit, dengan deposit sebesar 881,8 juta ton yang tersebar di Lampung,
Sumatera Barat, Jambi, Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan
Sulawesi Selatan. Biji besi magnetit-hematit adalah biji besi dengan kadar yang
sangat bervariasi dari 25%Fe-67%Fe
2. Biji besi laterit, dengan
deposit sebesar 1.778,4 juta ton yang tersebar di Kalimantan Selatan, Sulawesi
Selatan, Sulawesi tenggara, Maluku Utara dan Papua barat. Biji Besi laterit
merupakan hasil pelapukan sehingga banyak didominasi oleh mineral-mineral guikt
dan mengandung nikel. Kadar biji besi laterit juga bervariasi dapat juga
ditingkatkan kadarnya dengan berbagai macam teknologi peningkatan kadar.
Proses Pembuatan Baja
Proses produksi Modern:
Produksi baja dapat dibagi menjadi enam langkah:
1. Iron Making : pada langkah pertama, mentah input bijih besi, kokas dan apur yang
meleleh dalam blast furnace. Menghasilkan besi cair – juga disebut sebagai ‘logam
panas’ – masih mengandung 4-4,5% karbon dan kotoran lainnya yang membuatnya
rapuh.
2. Pembuatan Baja Primer : Metode
pembuatan baja primer berbeda antara BOS dan metode EAF. Metode BOS menambahkan
baja scrap daur ulang dengan besi cair dalam konverter. Pada suhu tinggi,
oksigen ditiupkan melalui logam, yang mengurangi kadar karbon menjadi antara
0-1,5%. Metode EAF, alternatif, pakan daur ulang skrap baja melalui penggunaan
daya tinggi busur listrik (suhu sampai 1650oC) untuk melelehkan
logam dan mengubahnya menjadi baja berkualitas tinggi.
3. Pembuatan Baja Sekunder : Pembuatan baja sekunder melibatkan mengobati baja cair yang
dihasilkan dari kedua BOS dan rute EAF untuk menyesuaikan komposisi baja. Hal ini
dilakukan dengan menambahkan atau menghapus unsur-unsur tertentu dan / atau
memanipulasi suhu dan produksi environment. Depending pada jenis baja yang
dibutuhkan, poses pembuatan baja sekunder berikut dapat digunakan: pengadukan,
tungku sendok, injeksi sendok, degassing dan CAS-OB (Komposisi Penyesuaian
dengan Sealed argon menggelegak dengan Oksigen Hembusan).
Pencegahan Perkaratan Baja
Untuk mencegah perkarantan pada baja dapat dilakukan dengan
barbagai cara, yaitu:
a. menambahkan logam lain.
b. menggunakan lapisan
pelindung.
c. menggunakan logam yang
dapat dikorbankan.
d. melindungi secara katodik.
Daftar pustaka
Kementrian Perindustrian Republik Indonesia.
2014, file:///C:/Users/Asus%20PC/Downloads/3.%20Profile%20Industri%20Baja%202014.pdf
Tatang. Maret 17, 2015. http://tatangsma.com/2015/03/proses-pembuatan-baja-dan-jenis-jenis-baja.html
Sastrakencana Fiksi. 26 february, 2011. http://bajabesi.blogspot.co.id/2011/02/bahan-baku-baja.html
Label:
@A40-IBRAHIM,
tUGAS K05
Kamis, 06 Oktober 2016
Model Atom Terkini
· STRUKTUR ATOM
Perkembangan
Model Atom :
1).
Model Atom Dalton
a) Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil.
b) Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dipecah lagi.
c) Atom suatu unsur sama memiliki sifat yang sama, sedangkan atom unsur berbeda,
berlainan dalam massa dan sifatnya.
d) Senyawa terbentuk jika atom bergabung satu sama lain.
e) Reaksi kimia hanyalah reorganisasi dari atom-atom, sehingga tidak ada atom yang
berubah akibat reaksi kimia.
Gambar Model Atom Dalton
Teori atom Dalton ditunjang oleh 2 hukum alam yaitu :
1. Hukum Kekekalan Massa (hukum Lavoisier)
: massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.
2. Hukum Perbandingan Tetap (hukum Proust) : perbandingan massa unsur-unsur yang menyusun suatu zat adalah tetap.
Kelemahan Model Atom Dalton :
Menurut teori atom Dalton nomor 5, tidak ada atom yang
berubah akibat reaksi kimia. Kini ternyata dengan reaksi kimia nuklir, suatu
atom dapat berubah menjadi atom lain.
2). Model Atom Thomson
a) Setelah ditemukannya
elektron oleh J.J Thomson, disusunlah model atom Thomson yang merupakan
penyempurnaan dari model atom Dalton.
b) Atom terdiri dari
materi bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektron bagaikan kismis
dalam roti kismis.
Gambar Model Atom Thomson
3). Model Atom Rutherford
a) Rutherford menemukan
bukti bahwa dalam atom terdapat inti atom yang bermuatan positif, berukuran
lebih kecil daripada ukuran atom tetapi massa atom hampir seluruhnya berasal
dari massa intinya.
b) Atom terdiri dari
inti atom yang bermuatan positif dan berada pada pusat atom serta elektron
bergerak melintasi inti (seperti planet dalam tata surya).
Kelemahan Model Atom Rutherford
- Ketidakmampuan
untuk menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke inti atom akibat gaya
tarik elektrostatis inti terhadap elektron.
- Menurut teori Maxwell, jika elektron sebagai partikel bermuatan mengitari inti yang memiliki muatan yang berlawanan maka lintasannya akan berbentuk spiral dan akan kehilangan tenaga/energi dalam bentuk radiasi sehingga akhirnya jatuh ke inti.
Gambar Model Atom Rutherford
4).
Model Atom Niels Bohr
- Model atomnya didasarkan pada
teori kuantum untuk menjelaskan spektrum gas hidrogen.
- Menurut Bohr, spektrum garis
menunjukkan bahwa elektron hanya menempati tingkat-tingkat energi tertentu
dalam atom.
Menurutnya :
a) Atom terdiri dari
inti yang bermuatan positif dan di sekitarnya beredar elektron-elektron yang
bermuatan negatif.
b) Elektron beredar
mengelilingi inti atom pada orbit tertentu yang dikenal sebagai keadaan gerakan
yang stasioner (tetap) yang selanjutnya disebut dengan tingkat energi utama
(kulit elektron) yang dinyatakan dengan bilangan kuantum utama (n).
c) Selama elektron
berada dalam lintasan stasioner, energi akan tetap sehingga tidak ada cahaya
yang dipancarkan.
d) Elektron hanya dapat
berpindah dari lintasan stasioner yang lebih rendah ke lintasan stasioner yang
lebih tinggi jika menyerap energi. Sebaliknya, jika elektron berpindah dari
lintasan stasioner yang lebih tinggi ke rendah terjadi pelepasan energi.
e) Pada keadaan normal
(tanpa pengaruh luar), elektron menempati tingkat energi terendah (disebut
tingkat dasar = ground state).
Kelemahan
Model Atom Niels Bohr :
1. Hanya dapat menerangkan spektrum
dari atom atau ion yang mengandung satu elektron dan tidak sesuai dengan
spektrum atom atau ion yang berelektron banyak.
2. Tidak mampu menerangkan bahwa atom
dapat membentuk molekul melalui ikatan kimia.
Model Atom Niels Bohr
5).
Model Atom Modern
Dikembangkan berdasarkan teori mekanika kuantum yang
disebut mekanika gelombang; diprakarsai oleh 3 ahli :
a) Louis Victor de
Broglie
Menyatakan bahwa materi mempunyai dualisme sifat yaitu
sebagai materi dan sebagai gelombang.
b) Werner Heisenberg
Mengemukakan prinsip ketidakpastian untuk materi yang
bersifat sebagai partikel dan gelombang. Jarak atau letak elektron-elektron
yang mengelilingi inti hanya dapat ditentukan dengan kemungkinan – kemungkinan
saja.
c) Erwin Schrodinger
(menyempurnakan model Atom Bohr)
Berhasil menyusun persamaan gelombang untuk elektron
dengan menggunakan prinsip mekanika gelombang. Elektron-elektron yang
mengelilingi inti terdapat di dalam suatu orbital yaitu daerah 3 dimensi
di sekitar inti dimana elektron dengan energi tertentu dapat ditemukan dengan
kemungkinan terbesar.
Model Atom Terkini (Mekanika Kuantum)
Model atom terkini atau yang biasanya disebut juga model atom
kuantum dikembangkan oleh Erwin Schrodinger berdasarkan teori dari ahli Jerman
yaitu Werner Heisenberg dan De Broglie.
Werner Heisenberg mengemukakan "Tidak
mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada
saat bersamaan, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron
pada jarak tertentu dari inti atom"
Sedangkan Louis de
Broglie mengemukakan "bahwa partikel dapat bersifat seperti
gelombang"
Model atom ini disebut
dengan model atom kuantum, dimana model atom ini memiliki orbital lintasan
elektron.
Menurut
teori mekanika kuantum "elektron itdak bergerak pada lintasan
tertentu". Berdasarkan hal tersebut maka model atom mekanika kuantum
sebagai berikut:
1. Atom terdiri atas inti atom yang
mengandung proton dan neutron, dan elektron-elektron mengelilingi inti atom
berada pada orbital-orbital tertentu yang membentuk kulit atom, hal ini disebut
dengan konsep orbital.
2. Dengan memadukan asas ketidakpastian
dari Werner Heisenberg dan mekanika gelombang dari Louis de Broglie maka
Schrodinger merumuskan konsep orbital sebagai suatu ruang tempat peluang
elektron dapat ditemukan.
3. Kedudukan elektron pada
orbital-orbitalnya dinyatakan dengan bilangan kuantum.
Ciri-ciri
model atom mekanika kuantum
1. Gerakan elektron memiliki sifat
gelombang, sehingga lintasannya tidak stasioner seperti model Bohr, tetapi
mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital
2. Orbital-orbital dengan tingkat
energi yang sama atau hampir sama akan membentuk subkulit. Beberapa subkulit
bergabung membentuk kulit. Dengan demikian kulit terdiri dari beberapa subkulit
dan subkulit terdiri dari beberapa orbital. Walaupun posisi kulitnya sama
tetapi posisi orbitalnya belum tentu sama.
Daftar pustaka
lucianitri. 2016. Struktur
atom dan system periodic unsur. Blogspot. Dalam link https://lucyanitri.wordpress.com/materi-kimia-kelas-x/struktur-atom-dan-sistem-periodik-unsur/
Hapsanto, Lathif. 2015. Model
atom terkini. Blogspot. Dalam link http://lathifhapsanto-0080.blogspot.co.id/2015/04/model-atom-terkini.html
Kamis, 22 September 2016
Perubahan Entalpi Standar dan Aplikasinya
1. Penentuan Entalpi Dengan Kalorimeter
Cara pertama yang bisa
kamu lakukan adalah penentuan entalpi dengan kalorimeter. Dilihat dari definisinya, kalorimeter
adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur banyaknya kalor (panas) yang
terdapat dalam suatu reaksi kimia tertentu.
Label:
@A03-KHARISMA,
@A40-IBRAHIM,
Tugas K03
Kamis, 15 September 2016
Perubahan Entalpi Standar dan Aplikasinya
Perubahan Entalpi Standar dan Aplikasinya
Dalam kajian termodinamika, reaksi kimia dianggap sempurna jika tidak ada
perubahan komposisi dan zat hasil reaksi dapat kembali pada suhu semula
biasanya dilepaskan selama reaksi berlangsung dan mengembalikan zat kepada suhu
semula dinamakan kalor reaksi. Jika reaksi terjadi pada tekanan tetap, kalor
reaksi dinyatakan sebagai perubahan entalpi,
H. Nilai
bergantung pada jenis pereaksi,
kuantitas pereaksi, dan suhu. Oleh sebab itu, perubahan entalpi harus
dinyatakan dalam satuan jumlah kalor per kuantitas zat dan suhu reaksi.
biasanya dinyatakan dalam satuan
joule per mol per Kelvin.
1. ENTALPI
1. ENTALPI
Reaksi
kimia selalu disertai dengan perubahan energi. Bentuk energi yang paling sering
menyertai perubahan kimia adalah kalor. Jumlah kalor yang menyertai suatu
reaksi disebut kalor reaksi.
Khusus
untuk reaksi yang berlangsung pada tekanan tetap, yaitu reaksi-reaksi dalam
wadah terbuka, kalor reaksinya dikaitkan dengan suatu besaran yang disebut
entalpi (H).
Jika
suatu zat melepas kalor, berarti entalpinya berkurang, sebaliknya jika menyerap
kalor, maka entalpinya bertambah.
2. PERUBAHAN ENTALPI
Kalor
suatu reaksi dapat juga ditentukan dari data entalpi pembentukan zat pereaksi
dan produknya. Dalam hal ini, zat pereaksi dianggap terlebih dahulu terurai
menjadi unsur-unsurnya, kemudian unsur-unsur itu bereaksi membentuk zat produk.
Secara umum untuk reaksi:
3. PERUBAHAN ENTALPI BERDASARKAN HUKUM HESS
Banyak
reaksi yang dapat berlangsung secara bertahap. Misalnya pembakaran karbon atau
grafit. Jika karbon dibakar dengan oksigen berlebihan terbentuk karbon dioksida
menurut persamaan reaksi:
Reaksi tadi dapat berlangsung melalui dua tahap. Mula-mula karbon
dibakar dengan oksigen yang terbatas sehingga membentuk karbon monoksida.
Selanjutnya, karbon monoksida itu dibakar lagi untuk membentuk karbon dioksida.
Persamaan termokimia untuk kedua reaksi tersebut adalah:
Jika kedua
tahap diatas dijumlahkan, maka diperoleh:
4. APLIKASI ENTALPI
Reaksi
kimia yang dapat menyebabkan perubahan suhu. Perubahan suhu berarti ada
perubahan energi kalor. Misalnya pada pencampuran air dengan kapur yang
menyebabkan air menjadi hangat, berarti reaksi itu mengeluarkan (kebalikan dari
menyerap) energi.
a. PENGERTIAN PERUBAHAN ENTALPI STANDAR
Perubahan entalpi pembentukan
standar atau pembentukan panas standar
dari sebuah senyawa adalah besarnya perubahan entalpi dari 1 mol senyawa dari elemen-elemennya
dalam keadaan standar. Lambangnya adalah ΔHfθ atau ΔfHθ.
Lambang theta superskrip pada simbol di atas mengindikasikan bahwa proses ini hanya berlaku hanya
pada kondisi standar saja. kondisi standar untuk gas adalah
tekanan tepat 1 bar
1. Perubahan Entalpi Pembentukan Standar (ΔH°f)
Perubahan
entalpi pembentukan standar (ΔH°f) yaitu perubahan entalpi yang
diperlukan atau dilepaskan pada pembentukan 1 mol senyawa dari unsur-unsurnya
pada suhu dan keadaan standar. Jika tidak diukur pada keadaan standar,
perubahan entalpi pembentukan dinotasikan ΔH°f. Perubahan entalpi
pembentukan disebut juga kalor pembentukan.
Contoh:
Entalpi pembentukan standar natrium klorida membebaskan kalor sebesar 401,9
kJ/mol. Persamaan termokimianya sebagai berikut.
Na(s)
+ ½ (g) → NaCI(s) ΔH = -401,9 kJ/mol
2. Perubahan
Entalpi Penguraian Standar (ΔH°d)
Perubahan
entalpi penguraian standar yaitu perubahan entalpi yang diperlukan atau
dilepaskan pada penguraian 1 mol senyawa menjadi unsur-unsurnya pada keadaan
standar. Hukum Laplace menyatakan bahwa jumlah kalor yang dilepaskan pada
pembentukan senyawa dari unsur-unsurnya sama dengan jumlah kalor yang
diperlukan pada penguraian senyawa tersebut menjadi unsur-unsurnya. Contoh:
Jika
ΔH°f H2O(g) = -285,85 kJ/mol maka ΔH°d H2O
(g) = +285,85 kJ/mol.
3. Perubahan Entalpi Pembakaran Standar (ΔH°C)
Perubahan
entalpi pembakaran standar yaitu perubahan entalpi yang diperlukan dan
dilepaskan pada pembakaran sempurna 1 mol zat pada keadaan standar.
Contoh:
Pembakaran 1 mol etanoi, membebaskan kalor 1.350 kJ/mol
C2H5OH(â„“)
+ 302(g) -> 2CO2(g) + 3H20(g)
ΔH = -1.350 kJ/mol
4. Perubahan Entalpi Netralisasi Standar (ΔH°n)
Perubahan entalpi netralisasi
standar yaitu perubahan entalpi yang diperlukan atau dilepaskan untuk
menetralkan 1 mol asam oleh basa atau 1 mol basa oleh asam yang diukur pada
keadaan standar.
Contoh:
2NaOH(aq) + H2S04(aq)
-> Na2S04(aq)+ 2H20(â„“)
ΔH reaksi = -200 kJ _kj
ΔH°n NaOH = -200/2mol kJ/mol
H°n H2S04 = -200 kJ
5. Perubahan Entalpi Penguapan Standar (ΔH°vap)
Perubahan
entalpi penguapan standar yaitu perubahan entalpi yang diperlukan atau
dilepaskan pada saat 1 mol zat dalam fase cair berubah menjadi fase gas pada
keadaan standar.
Contoh:
H2O(t) -> H2O(g) ΔH°vap = + 44 kJ
6. Perubahan Entalpi Peleburan Standar (ΔH°fus)
Perubahan
entalpi peleburan standart yaitu perubahan entalpi yang diperlukan atau
dilepaskan pada saat 1 mol zat fase padat berubah menjadi fase cair pada
keadaan standart.
Contoh:
H2O(s) -> H2O(â„“) ΔH°fus
=+6,01 kj
7. Perubahan Entalpi Sublimasi Standar (AH°sub)
Perubahan entalpi sublimasi standar
yaitu perubahan entalpi yang diperlukan atau dilepaskan pada saat 1 mol zat
fase padat berubah menjadi fase gas pada keadaan standar.
Contoh:
H2O(S) -> H2O(g)
ΔH°sub = +50,01 kJ
AH°sub = ΔH°fus + ΔH°vap
8. Perubahan
Entalpi Pelarutan Standar (ΔH°sol)
Perubahan
entalpi pelarutan standar yaitu perubahan entalpi yang diperlukan atau
dilepaskan ketika 1 mol zat melarut dalam suatu pelarut pada keadaan standar.
Contoh:
HCI(g)
-> HC(aq) ΔH°s0l = -75,14kJ
Daftar Pustaka
17 Desember 2014, https://id.wikipedia.org/wiki/Perubahan_entalpi_pembentukan_standar
Contoh:
Entalpi pembentukan standar natrium klorida membebaskan kalor sebesar 401,9 kJ/mol. Persamaan termokimianya sebagai berikut.
Na(s) + ½ (g) → NaCI(s) ΔH = -401,9 kJ/mol
Jika ΔH°f H2O(g) = -285,85 kJ/mol maka ΔH°d H2O (g) = +285,85 kJ/mol.
Contoh:
Pembakaran 1 mol etanoi, membebaskan kalor 1.350 kJ/mol
C2H5OH(ℓ) + 302(g) -> 2CO2(g) + 3H20(g) ΔH = -1.350 kJ/mol
Contoh:
2NaOH(aq) + H2S04(aq) -> Na2S04(aq)+ 2H20(â„“)
ΔH reaksi = -200 kJ _kj
ΔH°n NaOH = -200/2mol kJ/mol
H°n H2S04 = -200 kJ
Contoh:
H2O(t) -> H2O(g) ΔH°vap = + 44 kJ
Contoh: H2O(s) -> H2O(â„“) ΔH°fus =+6,01 kj
Contoh:
H2O(S) -> H2O(g) ΔH°sub = +50,01 kJ
AH°sub = ΔH°fus + ΔH°vap
Contoh:
HCI(g) -> HC(aq) ΔH°s0l = -75,14kJ
Daftar Pustaka
17 Desember 2014, https://id.wikipedia.org/wiki/Perubahan_entalpi_pembentukan_standar
Langganan:
Postingan (Atom)












