.

Tampilkan postingan dengan label @A40-IBRAHIM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @A40-IBRAHIM. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Desember 2016

Pencemaran Udara Di Jawa Tengah

   
Perkembangan industri di Jawa Tengah sebagai salah satu Provinsi di Pulau Jawa tidak lepas dari dampak langsung maupun tidak langusng terhadapa kesehatan masyarakat di sekitarnya.

Kamis, 15 Desember 2016

Prinsip 7-9 Kimia Hijau

1.       Penggunaan Bahan baku Terbarukan
   Bahan mentah seharusnya dapat diperbaharui daripada depleting kapan teknis dan economi -Cally praktis .

Kamis, 08 Desember 2016

Pertanian Merupakan Sumber Utama Polusi Udara

Sumber terbesar polusi partikel halus di dunia bukan kendaraan, atau pabrik, atau pembangkit listrik, tapi justru pertanian.

Sebuah studi baru menjelaskan bahwa apabila gas amonia dari pupuk dan kotoran hewan bercampur dengan gas nitrogen oksida dan sulfat dari polusi pipa knalpot mobil, maka akan terbentuk partikel padat mikroskopis, yang disebut Aerosol.

Aerosol bisa masuk ke dalam paru-paru, menyebabkan penyakit jantung atau paru-paru. Diperkirakan polusi partikel halus udara itu menyebabkan lebih dari 3 juta kematian setiap tahun di seluruh dunia.
Para penulis studi ini dalam Geophysical Research Letters menekankan bahwa penelitian mereka bukan untuk menghentikan penggunaan pupuk. Ilmuwan ahli atmosfer Susanne Bauer, penulis utama studi ini, mengatakan, "Kami memperkirakan jumlah penduduk akan terus naik, dan untuk menghasilkan lebih banyak makanan, kita membutuhkan lebih banyak pupuk."
Ia menunjukkan, karena emisi dari pertanian
ini harus bercampur dengan polusi lainnya untuk menciptakan aerosol, maka penggunaan sumber energi bersih dan kendaraan yang lebih efisien di masa depan akan sangat mengurangi senyawa-senyawa polusi lainnya. Jadi, meskipun emisi gas ammonia terus stabil atau meningkat, kualitas udara tidak akan menurun.
Johannes Lelieveld, penulis sebuah laporan utama tentang aerosol tahun 2015, memperingatkan bahwa analisa itu akan terbukti kebenarannya apabila manusia berhasil mengurangi emisi-emisi sektor industri.
Mengembangkan sarana pertanian dan pertanian adalah alasan manusia hidup di dunia mereka lakukan hari ini. Ini adalah sarana yang diperlukan untuk bertahan hidup, tanpa yang akan ada kelaparan di seluruh dunia.

Bahaya amonia
Kotoran ternak dan pupuk melepaskan amonia ke atmosfer. Di udara, amonia bercampur dengan emisi lain dan membentuk dan membentuk partikel bahaya.

Dari sebuah studi yang didanai oleh NASA, polusi amonia dari sumber-sumber pertanian ternyata menghadirkan dampak kesehatan yang lebih besar dari perkiraan sebelumnya.

Menggunakan pemodelan komputer, termasuk pemodelan reaksi kimia di atmosfer milik NASA, Fabien Paulot dan Daniel Jacob, peneliti asal Harvard University, Amerika Serikat mencoba memahami bagaimana amonia berinteraksi di atmosfer dan membentuk partikel material berbahaya.

Simulasi ini membantu para ilmuwan memperkirakan biaya kesehatan akibat polusi udara terkait produksi makanan untuk ekspor, sebuah sektor pertanian yang terus tumbuh, dan merupakan sumber surplus perdagangan.

Dengan kata lain, dari studi yang dilaporkan di jurnal Environmental Science & Technology, setiap kilogram amonia yang dihasilkan, biaya kesehatan yang harus dikeluarkan mencapai 100 dolar AS (sekitar Rp1,136 juta). Sebelumnya, US Environemntal Protection Agency memperkirakan biaya kesehatan yang harus ditanggung akibat 1 kilogram amonia hanya sekitar 47 dolar AS per kilogram.

Kotoran ternak dan pupuk untuk tanaman melepaskan amonia ke atmosfer. Di udara, amonia bercampur dengan emisi lain dan membentuk partikel mikroskopik atau particulate. 

Particulate ini menghadirkan risiko kesehatan besar, apalagi mereka yang memiliki ukuran lebih kecil dari 2,5 mikrometer atau sekitar 1/30 lebar rambut manusia. Ia bisa terhirup masuk ke dalam tubuh dan tertimbun jauh di dalam paru-paru. Paparan jangka panjang terhadap particulate ini bisa memicu penyakit paru-paru, jantung, dan bahkan berujung pada kematian.


PENYEBAB POLUSI PERTANIAN

1. Pestisida dan Pupuk: Untuk mulai dengan, sumber awal dari polusi telah pestisida dan pupuk. Pestisida modern & pupuk harus berurusan dengan hama lokal yang telah ada selama ratusan tahun bersama dengan spesies invasif baru. Jadi, mereka sarat dengan bahan kimia yang tidak ditemukan di alam.
Setelah mereka telah disemprot, itu tidak hilang sepenuhnya. Beberapa bercampur dengan air dan merembes ke dalam tanah. Sisanya diserap oleh tanaman itu sendiri. Akibatnya, aliran lokal yang dipasok air dari tanah terkontaminasi, seperti halnya hewan yang memakan tanaman tersebut dan tanaman.

2. Terkontaminasi Air: Air yang terkontaminasi digunakan untuk irigasi merupakan salah satu sumber lebih lanjut dari polusi. Sebagian besar air yang kita gunakan berasal dari penampungan air tanah, kanal dan melalui hujan.
Sementara banyak dari itu adalah air bersih dan murni, sumber-sumber lain yang tercemar dengan senyawa organik dan logam berat. Hal ini terjadi akibat pembuangan limbah industri dan pertanian di tingkat daerah air.

Akibatnya, tanaman yang terkena air yang memiliki sejumlah kecil merkuri, arsenik, timbal dan kadmium terlarut di dalamnya. Proses pencemaran pertanian menjadi sulit untuk melawan bila racun air seperti ternak dan menyebabkan gagal panen.

3. Erosi Tanah dan Sedimentasi: Masalah lebih lanjut disebabkan oleh erosi tanah dan sedimentasi. Tanah terdiri dari banyak lapisan dan hanya lapisan paling atas yang dapat mendukung pertanian atau penggembalaan. Karena praktek pertanian yang tidak efisien, tanah ini dibiarkan terbuka untuk erosi dan menyebabkan penurunan kesuburan setiap tahun. Apakah terkikis oleh air atau angin, semua tanah ini harus disimpan di suatu tempat atau yang lain.
Sedimentasi yang dihasilkan menyebabkan tanah membangun di berbagai bidang seperti sungai, sungai, selokan dan bidang sekitarnya. Jadi, proses pencemaran pertanian mencegah gerakan alami dari air, hewan air dan nutrisi ke daerah subur lainnya.


Daftar Pustaka



Kamis, 24 November 2016

Industri Baja

Industri baja, salah satu bagian dari industri logam dasar yang termasuk dalam industri hulu, merupakan salah satu industri strategis di Indonesia. Sektor ini memainkan peran utama dalam memasok bahan-bahan baku vital untuk pembangunan di berbagai bidang mulai dari penyedian infrastruktur (gedung, jalan, jembatan, jaringan listrik dan telekomunikasi), produksi barang modal (mesin pabrik dan material pendukung serta suku cadangnya), alat transportasi (kapal laut, kereta api beserta relnya dan otomotif), hingga persenjataan. Atas perannya yang sangat penting tersebut, keberadaan industri baja menjadi sangat strategis untuk kemakmuran suatu negara. Indonesia sendiri memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan industri baja. Hal ini didasarkan pada data konsumsi baja per kapita Indonesia yang saat ini masih sangat rendah. Pada tahun 2013, konsumsi baja Indonesia baru mencapai 61,6 kg per kapita per tahun dan menempati urutan ke-6 diantara negara-negara ASEAN. Konsumsi per kapita industri baja suatu negara dihitung dari jumlah produksi baja kasar dibagi dengan jumlah penduduk negara tersebut.

Mengingat luasnya cakupan industri baja dari hulu sampai hilir, maka dalam pembuatan profil baja ini dibatasi hanya pada produk hulu yaitu pada industri Slab/Billet dan Hot Rolled Coil (HRC). Berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), Industri tersebut termasuk dalam kode :
· KBLI 24101: Industri besi dan baja dasar (iron and steelmaking)
· KBLI 24102: Industri penggilingan baja (steel rolling)

II. Sumber Daya Alam pendukung Industri Baja Sumber Daya Alam (SDA) yang digunakan dalam industri baja adalah hasil tambang berupa pasir besi (iron sand) dan bijih besi (iron ore). Indonesia memiliki potensi sumber daya pasir besi dan bijih besi yang cukup besar dengan jumlah deposit berupa sumberdaya dan cadangan sekitar 5.110 juta ton. Secara nasional potensi sumber daya mineral tersebut cukup besar tetapi menyebar di beberapa daerah dengan jumlah yang terbatas. Potensi tersebut memiliki karakteristik yang beragam, baik dari segi kualitas maupun jenis mineral besi yang terkandung di dalamnya. Secara umum sumber daya untuk industri besi baja ini dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis:

1. Biji besi primer atau biji besi magnetit-hematit, dengan deposit sebesar 881,8 juta ton yang tersebar di Lampung, Sumatera Barat, Jambi, Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan. Biji besi magnetit-hematit adalah biji besi dengan kadar yang sangat bervariasi dari 25%Fe-67%Fe
2. Biji besi laterit, dengan deposit sebesar 1.778,4 juta ton yang tersebar di Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi tenggara, Maluku Utara dan Papua barat. Biji Besi laterit merupakan hasil pelapukan sehingga banyak didominasi oleh mineral-mineral guikt dan mengandung nikel. Kadar biji besi laterit juga bervariasi dapat juga ditingkatkan kadarnya dengan berbagai macam teknologi peningkatan kadar.

Proses Pembuatan Baja
Proses produksi Modern:
Produksi baja dapat dibagi menjadi enam langkah:

1. Iron Making : pada langkah pertama, mentah input bijih besi, kokas dan apur yang meleleh dalam blast furnace. Menghasilkan besi cair – juga disebut sebagai ‘logam panas’ – masih mengandung 4-4,5% karbon dan kotoran lainnya yang membuatnya rapuh.

2. Pembuatan Baja Primer : Metode pembuatan baja primer berbeda antara BOS dan metode EAF. Metode BOS menambahkan baja scrap daur ulang dengan besi cair dalam konverter. Pada suhu tinggi, oksigen ditiupkan melalui logam, yang mengurangi kadar karbon menjadi antara 0-1,5%. Metode EAF, alternatif, pakan daur ulang skrap baja melalui penggunaan daya tinggi busur listrik (suhu sampai 1650oC) untuk melelehkan logam dan mengubahnya menjadi baja berkualitas tinggi.

3. Pembuatan Baja Sekunder : Pembuatan baja sekunder melibatkan mengobati baja cair yang dihasilkan dari kedua BOS dan rute EAF untuk menyesuaikan komposisi baja. Hal ini dilakukan dengan menambahkan atau menghapus unsur-unsur tertentu dan / atau memanipulasi suhu dan produksi environment. Depending pada jenis baja yang dibutuhkan, poses pembuatan baja sekunder berikut dapat digunakan: pengadukan, tungku sendok, injeksi sendok, degassing dan CAS-OB (Komposisi Penyesuaian dengan Sealed argon menggelegak dengan Oksigen Hembusan).

Pencegahan Perkaratan Baja
Untuk mencegah perkarantan pada baja dapat dilakukan dengan barbagai cara, yaitu:
a. menambahkan logam lain.
b. menggunakan lapisan pelindung.
c. menggunakan logam yang dapat dikorbankan.
d. melindungi secara katodik.



Daftar pustaka
Kementrian Perindustrian Republik Indonesia. 2014, file:///C:/Users/Asus%20PC/Downloads/3.%20Profile%20Industri%20Baja%202014.pdf

Sastrakencana Fiksi. 26 february, 2011. http://bajabesi.blogspot.co.id/2011/02/bahan-baku-baja.html 

Kamis, 06 Oktober 2016

Model Atom Terkini



·                                                                                     STRUKTUR ATOM
Perkembangan Model Atom :
1).  Model Atom Dalton
a) Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil.
b) Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dipecah lagi.
c) Atom suatu unsur sama memiliki sifat yang sama, sedangkan atom unsur berbeda, berlainan dalam massa dan sifatnya.
d) Senyawa terbentuk jika atom bergabung satu sama lain.
e) Reaksi kimia hanyalah reorganisasi dari atom-atom, sehingga tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia.

Gambar Model Atom Dalton


Teori atom Dalton ditunjang oleh 2 hukum alam yaitu :
1. Hukum Kekekalan Massa (hukum Lavoisier)  :  massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.
2. Hukum Perbandingan Tetap (hukum Proust) :  perbandingan massa unsur-unsur yang menyusun suatu zat adalah tetap.


Kelemahan Model Atom Dalton :
Menurut teori atom Dalton nomor 5, tidak ada atom yang berubah akibat reaksi kimia. Kini ternyata dengan reaksi kimia nuklir, suatu atom dapat berubah menjadi atom lain.

2).  Model Atom Thomson

a)  Setelah ditemukannya elektron oleh J.J Thomson, disusunlah model atom Thomson yang merupakan penyempurnaan dari model atom Dalton.
b) Atom terdiri dari materi bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektron bagaikan kismis dalam roti kismis.



Gambar Model Atom Thomson


3).  Model Atom Rutherford

a)  Rutherford menemukan bukti bahwa dalam atom terdapat inti atom yang bermuatan positif, berukuran lebih kecil daripada ukuran atom tetapi massa atom hampir seluruhnya berasal dari massa intinya.
b)  Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif dan berada pada pusat atom serta elektron bergerak melintasi inti (seperti planet dalam tata surya).
Kelemahan Model Atom Rutherford
  • Ketidakmampuan untuk menjelaskan mengapa elektron tidak jatuh ke inti atom akibat gaya tarik elektrostatis inti terhadap elektron.
  • Menurut teori Maxwell, jika elektron sebagai partikel bermuatan mengitari inti yang memiliki muatan yang berlawanan maka lintasannya akan berbentuk spiral dan akan kehilangan tenaga/energi dalam bentuk radiasi sehingga akhirnya jatuh ke inti.




Gambar Model Atom Rutherford


4).  Model Atom Niels Bohr
  • Model atomnya didasarkan pada teori kuantum untuk menjelaskan spektrum gas hidrogen.
  • Menurut Bohr, spektrum garis menunjukkan bahwa elektron hanya menempati tingkat-tingkat energi tertentu dalam atom.
Menurutnya :
a) Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan di sekitarnya beredar elektron-elektron yang bermuatan negatif.
b) Elektron beredar mengelilingi inti atom pada orbit tertentu yang dikenal sebagai keadaan gerakan yang stasioner (tetap) yang selanjutnya disebut dengan tingkat energi utama (kulit elektron) yang dinyatakan dengan bilangan kuantum utama (n).
c) Selama elektron berada dalam lintasan stasioner, energi akan tetap sehingga tidak ada cahaya yang dipancarkan.
d) Elektron hanya dapat berpindah dari lintasan stasioner yang lebih rendah ke lintasan stasioner yang lebih tinggi jika menyerap energi. Sebaliknya, jika elektron berpindah dari lintasan stasioner yang lebih tinggi ke rendah terjadi pelepasan energi.
e) Pada keadaan normal (tanpa pengaruh luar), elektron menempati tingkat energi terendah (disebut tingkat dasar = ground state).

Kelemahan Model Atom Niels Bohr :
1.     Hanya dapat menerangkan spektrum dari atom atau ion yang mengandung satu elektron dan tidak sesuai dengan spektrum atom atau ion yang berelektron banyak.
2.     Tidak mampu menerangkan bahwa atom dapat membentuk molekul melalui ikatan kimia.


Model Atom Niels Bohr
5).  Model Atom Modern
Dikembangkan berdasarkan teori mekanika kuantum yang disebut mekanika gelombang; diprakarsai oleh 3 ahli :
a) Louis Victor de Broglie
Menyatakan bahwa materi mempunyai dualisme sifat yaitu sebagai materi dan sebagai gelombang.
b) Werner Heisenberg
Mengemukakan prinsip ketidakpastian untuk materi yang bersifat sebagai partikel dan gelombang. Jarak atau letak elektron-elektron yang mengelilingi inti hanya dapat ditentukan dengan kemungkinan – kemungkinan saja.
c) Erwin Schrodinger (menyempurnakan model Atom Bohr)
Berhasil menyusun persamaan gelombang untuk elektron dengan menggunakan prinsip mekanika gelombang. Elektron-elektron yang mengelilingi inti terdapat di dalam suatu orbital yaitu daerah 3 dimensi di sekitar inti dimana elektron dengan energi tertentu dapat ditemukan dengan kemungkinan terbesar.


Model Atom Terkini (Mekanika Kuantum)

   Model atom terkini atau yang biasanya disebut juga model atom kuantum dikembangkan oleh Erwin Schrodinger berdasarkan teori dari ahli Jerman yaitu Werner Heisenberg dan De Broglie.
   Werner Heisenberg mengemukakan "Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom"
Sedangkan Louis de Broglie mengemukakan "bahwa partikel dapat bersifat seperti gelombang" 
   Model atom ini disebut dengan model atom kuantum, dimana model atom ini memiliki orbital lintasan elektron.




Menurut teori mekanika kuantum "elektron itdak bergerak pada lintasan tertentu". Berdasarkan hal tersebut maka model atom mekanika kuantum sebagai berikut:
1.     Atom terdiri atas inti atom yang mengandung proton dan neutron, dan elektron-elektron mengelilingi inti atom berada pada orbital-orbital tertentu yang membentuk kulit atom, hal ini disebut dengan konsep orbital.
2.     Dengan memadukan asas ketidakpastian dari Werner Heisenberg dan mekanika gelombang dari Louis de Broglie maka Schrodinger merumuskan konsep orbital sebagai suatu ruang tempat peluang elektron dapat ditemukan.
3.     Kedudukan elektron pada orbital-orbitalnya dinyatakan dengan bilangan kuantum.

Ciri-ciri model atom mekanika kuantum
1.     Gerakan elektron memiliki sifat gelombang, sehingga lintasannya tidak stasioner seperti model Bohr, tetapi mengikuti penyelesaian kuadrat fungsi gelombang yang disebut orbital 
2.     Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau hampir sama akan membentuk subkulit. Beberapa subkulit bergabung membentuk kulit. Dengan demikian kulit terdiri dari beberapa subkulit dan subkulit terdiri dari beberapa orbital. Walaupun posisi kulitnya sama tetapi posisi orbitalnya belum tentu sama.





Daftar pustaka
lucianitri. 2016. Struktur atom dan system periodic unsur. Blogspot. Dalam link https://lucyanitri.wordpress.com/materi-kimia-kelas-x/struktur-atom-dan-sistem-periodik-unsur/
Hapsanto, Lathif. 2015. Model atom terkini. Blogspot. Dalam link http://lathifhapsanto-0080.blogspot.co.id/2015/04/model-atom-terkini.html 


Kamis, 22 September 2016

Perubahan Entalpi Standar dan Aplikasinya


1. Penentuan Entalpi Dengan Kalorimeter
Cara pertama yang bisa kamu lakukan adalah penentuan entalpi dengan kalorimeter. Dilihat dari definisinya, kalorimeter adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur banyaknya kalor (panas) yang terdapat dalam suatu reaksi kimia tertentu.

Kamis, 15 September 2016

Perubahan Entalpi Standar dan Aplikasinya




Perubahan Entalpi Standar dan Aplikasinya

Dalam kajian termodinamika, reaksi kimia dianggap sempurna jika tidak ada perubahan komposisi dan zat hasil reaksi dapat kembali pada suhu semula biasanya dilepaskan selama reaksi berlangsung dan mengembalikan zat kepada suhu semula dinamakan kalor reaksi. Jika reaksi terjadi pada tekanan tetap, kalor reaksi dinyatakan sebagai perubahan entalpi, H. Nilai  bergantung pada jenis pereaksi, kuantitas pereaksi, dan suhu. Oleh sebab itu, perubahan entalpi harus dinyatakan dalam satuan jumlah kalor per kuantitas zat dan suhu reaksi.  biasanya dinyatakan dalam satuan joule per mol per Kelvin.


1. ENTALPI

Reaksi kimia selalu disertai dengan perubahan energi. Bentuk energi yang paling sering menyertai perubahan kimia adalah kalor. Jumlah kalor yang menyertai suatu reaksi disebut kalor reaksi.

Khusus untuk reaksi yang berlangsung pada tekanan tetap, yaitu reaksi-reaksi dalam wadah terbuka, kalor reaksinya dikaitkan dengan suatu besaran yang disebut entalpi (H).


Jika suatu zat melepas kalor, berarti entalpinya berkurang, sebaliknya jika menyerap kalor, maka entalpinya bertambah.

2. PERUBAHAN ENTALPI

Kalor suatu reaksi dapat juga ditentukan dari data entalpi pembentukan zat pereaksi dan produknya. Dalam hal ini, zat pereaksi dianggap terlebih dahulu terurai menjadi unsur-unsurnya, kemudian unsur-unsur itu bereaksi membentuk zat produk. Secara umum untuk reaksi:





3. PERUBAHAN ENTALPI BERDASARKAN HUKUM HESS

Banyak reaksi yang dapat berlangsung secara bertahap. Misalnya pembakaran karbon atau grafit. Jika karbon dibakar dengan oksigen berlebihan terbentuk karbon dioksida menurut persamaan reaksi:






Reaksi tadi dapat  berlangsung melalui dua tahap. Mula-mula karbon dibakar dengan oksigen yang terbatas sehingga membentuk karbon monoksida. Selanjutnya, karbon monoksida itu dibakar lagi untuk membentuk karbon dioksida. Persamaan termokimia untuk kedua reaksi tersebut adalah:
Jika kedua tahap diatas dijumlahkan, maka diperoleh:






4. APLIKASI ENTALPI

Reaksi kimia yang dapat menyebabkan perubahan suhu. Perubahan suhu berarti ada perubahan energi kalor. Misalnya pada pencampuran air dengan kapur yang menyebabkan air menjadi hangat, berarti reaksi itu mengeluarkan (kebalikan dari menyerap) energi.


a.    PENGERTIAN PERUBAHAN ENTALPI STANDAR
Perubahan entalpi pembentukan standar atau pembentukan panas standar dari sebuah senyawa adalah besarnya perubahan entalpi dari 1 mol senyawa dari elemen-elemennya dalam keadaan standar. Lambangnya adalah ΔHfθ atau ΔfHθ. Lambang theta superskrip pada simbol di atas mengindikasikan bahwa proses ini hanya berlaku hanya pada kondisi standar saja. kondisi standar untuk gas adalah tekanan tepat 1 bar


1. Perubahan Entalpi Pembentukan Standar (ΔH°f)
Perubahan entalpi pembentukan standar (ΔH°f) yaitu perubahan entalpi yang diperlukan atau dilepaskan pada pembentukan 1 mol senyawa dari unsur-unsurnya pada suhu dan keadaan standar. Jika tidak diukur pada keadaan standar, perubahan entalpi pembentukan dinotasikan ΔH°f. Perubahan entalpi pembentukan disebut juga kalor pembentukan.
Contoh:
Entalpi pembentukan standar natrium klorida membebaskan kalor sebesar 401,9 kJ/mol. Persamaan termokimianya sebagai berikut.
Na(s) + ½ (g) → NaCI(s)                   Î”H = -401,9 kJ/mol


2. Perubahan Entalpi Penguraian Standar (ΔH°d)
Perubahan entalpi penguraian standar yaitu perubahan entalpi yang diperlukan atau dilepaskan pada penguraian 1 mol senyawa menjadi unsur-unsurnya pada keadaan standar. Hukum Laplace menyatakan bahwa jumlah kalor yang dilepaskan pada pembentukan senyawa dari unsur-unsurnya sama dengan jumlah kalor yang diperlukan pada penguraian senyawa tersebut menjadi unsur-unsurnya. Contoh:
Jika ΔH°f  H2O(g) = -285,85 kJ/mol maka ΔH°d H2O (g) = +285,85 kJ/mol.


3. Perubahan Entalpi Pembakaran Standar (ΔH°C)
Perubahan entalpi pembakaran standar yaitu perubahan entalpi yang diperlukan dan dilepaskan pada pembakaran sempurna 1 mol zat pada keadaan standar.
Contoh:
Pembakaran 1 mol etanoi, membebaskan kalor 1.350 kJ/mol
C2H5OH(â„“) + 302(g) -> 2CO2(g) + 3H20(g)            Î”H = -1.350 kJ/mol


4. Perubahan Entalpi Netralisasi Standar  (ΔH°n)
Perubahan entalpi netralisasi standar yaitu perubahan entalpi yang diperlukan atau dilepaskan untuk menetralkan 1 mol asam oleh basa atau 1 mol basa oleh asam yang diukur pada keadaan standar.
Contoh:
2NaOH(aq) + H2S04(aq)  ->  Na2S04(aq)+ 2H20(â„“)
ΔH reaksi = -200 kJ _kj
ΔH°n NaOH = -200/2mol kJ/mol
H°n H2S04 = -200 kJ


5. Perubahan Entalpi Penguapan Standar (ΔH°vap)
Perubahan entalpi penguapan standar yaitu perubahan entalpi yang diperlukan atau dilepaskan pada saat 1 mol zat dalam fase cair berubah menjadi fase gas pada keadaan standar.
Contoh:
H2O(t) -> H2O(g)           ΔH°vap = + 44 kJ


6. Perubahan Entalpi Peleburan Standar (ΔH°fus)
Perubahan entalpi peleburan standart yaitu perubahan entalpi yang diperlukan atau dilepaskan pada saat 1 mol zat fase padat berubah menjadi fase cair pada keadaan standart.
Contoh:  H2O(s) -> H2O(â„“)       ΔH°fus =+6,01 kj


7. Perubahan Entalpi Sublimasi Standar (AH°sub)
Perubahan entalpi sublimasi standar yaitu perubahan entalpi yang diperlukan atau dilepaskan pada saat 1 mol zat fase padat berubah menjadi fase gas pada keadaan standar.
Contoh:
H2O(S) ->  H2O(g)    Î”H°sub = +50,01 kJ
AH°sub = ΔH°fus + ΔH°vap


8. Perubahan Entalpi Pelarutan Standar  (ΔH°sol)
Perubahan entalpi pelarutan standar yaitu perubahan entalpi yang diperlukan atau dilepaskan ketika 1 mol zat melarut dalam suatu pelarut pada keadaan standar.
Contoh:
HCI(g) -> HC(aq)     ΔH°s0l = -75,14kJ



Daftar Pustaka