.

Senin, 03 Desember 2018

Ikatan Valensi


Oleh : @K18-Fierdian, @K21-Rohit, @Kel-K07

Teori ikatan valensi merupakan teori mekanika kuantum pertama yang muncul pada masa awal penelitian ikatan kimia yang didasarkan pada percobaan W. Heitler dan F. London pada tahun 1927 mengenai pembentukkan ikatan pada molekul hidrogen. Selanjutnya, teori ini kembali diteliti dan dikembangkan oleh Linus Pauling pada tahun 1931 sehingga dipublikasikan dalam jurnal ilmiahnya yang berjudul “On the Nature of the Chemical Bond”. Dalam jurnal ini dikupas hasil kerja Lewis dan teori ikatan valensi oleh Heitler dan London sehingga menghasilkan teori ikatan valensi yang lebih sempurna dengan beberapa postulat dasarnya, sebagai berikut:

12 Prinsip Kimia Hijau (Green Chemistry)


Oleh : Nia Wulandari (@K09-Nia)

Abstrak : Green Chemistry disebut juga sustainable chemistry, merupakan sebuah filsafat kimiawi yang mendorong desain produk dan prosesnya untuk mengurangi  atau menghilangkan pemakaian dan generasi dari zat-zat berbahaya. Lingkungan kimiawi disini melingkupi lingkungan alami dan green chemistry di lingkungan alami berfungsi untuk mengurangi dan mencegah polusi lansung dari sumbernya. Green Chemistry sangat efektif karena mengakplikasikan solusi saintifik yang inovatif bagi situasi lingkungan dunia.

Minggu, 02 Desember 2018

GREEN CHEMISTRY

Oleh: @K03-Syaiful, @ProyekK08,


Perkembangan dan pemanfaatan zat-zat kimia yang tanpa kendali, menyebabkan tubuh manusia terkontaminasi oleh sejumlah besar zat kimia sintetis hasil industrialisasi, banyak diantaranya telah diketahui bersifat racun dan penyebab kanker. Zat-zat tersebut masuk ke tubuh manusia

Ikatan Kimia


Oleh:
Alif Rayhan Daryansyah (@J05-Alif)
Adithya Batubara (@J07-Adithya)

Ikatan kimia adalah sebuah proses fisika yang bertanggung jawab dalam interaksi gaya tarik menarik antara dua atom atau molekul yang menyebabkan suatu senyawa diatomikatau poliatomik menjadi stabil.

Penjelasan mengenai gaya tarik menarik ini sangatlah rumit dan dijelaskan oleh elektrodinamika kuantum. Dalam praktiknya, para kimiawan biasanya bergantung pada teori kuantum atau penjelasan kualitatif yang kurang kaku (namun lebih mudah untuk dijelaskan) dalam menjelaskan ikatan kimia. Secara umum, ikatan kimia yang kuat diasosiasikan dengan transfer elektron antara dua atom yang berpartisipasi. Ikatan kimia menjaga molekul-molekul, kristal, dan gas-gas diatomik untuk tetap bersama. Selain itu ikatan kimia juga menentukan struktur suatu zat (Wikipedia, 2018).

Struktur Molekul Dan Ikatan Valensi


 Dibuat oleh @Kel-K03
1. Karlen Alfani Ariesta ( @K07-Karlen)
2. Nia Wulandari ( @K09-Nia )
3. Musela Carentia ( @K11-Musela )

    Setiap molekul yang tersusun dari atom unsur tertentu dengan jumlah yang tertentu pula akan mempunyai bentuk molekul tertentu. 

Lingkungan Hijau Adalah Lingkungan yang Terbebas Dari Limbah


Dibuat oleh : Karlen Alfani Ariesta ( @K07-Karlen )

Abstract :
Environment is a situation around which can affect the development and behavior of living things, environment is very important in the human life cycle and healthy environment is a green environment, and of course a green environment is an environment free from waste. How to avoid the environment from waste? In this article I will explain ways to prevent waste.

Sabtu, 01 Desember 2018

IKATAN KIMIA

Oleh : @J06-Razan, @J15-Shasa, @J16-Tri 

PENCEMARAN AIR

Oleh : @J06-Razan
Menurut Website Lennetch.com, Polusi air adalah perubahan kimia, fisik atau biologis dalam kualitas air yang memiliki efek berbahaya pada setiap makhluk hidup yang minum atau menggunakan atau hidup (di) itu.

PENCEMARAN UDARA

Oleh : @J06-Razan
Menurut website Wikipedia.org, pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologidi atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.

Limbah Minyak

Dibuat oleh : Musela Carentia (@K11-Musela)


Abstrak :  Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi.

Kimia Hijau



 Dibuat oleh : Musela Carentia (@K11-Musela)

Abstrak : Kimia hijau juga disebut kimia berkelanjutan, adalah filsafat penelitian dan rekayasa/teknik kimia yang menganjurkan desain produk dan proses yang meminimasi penggunaan dan penciptaan senyawa-senyawa berbahaya. Sementara kimia lingkungan adalah cabang kimia yang membahas lingkungan hidup dan zat-zat kimia di alam,

PRINSIP GREEN CHEMISTRY

Oleh : @K21-Rohit, @ProyekK08

Green Chemistry atau kimia hijau adalah berbagai teknik dan metodolgi kimia yang berusaha mengurangi atau menghilangkan penggunaan atau produksi bahan mentah, produk, produk samping, pelarut, reagensia,dan sebagainya yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungannya (Anastas, 1998) dimana mulai mendapatkan perhatian besar dari berbagai pihak, dimulai dari bahan dan proses kimia yang dirancang untuk mengurangi atau menghilangkan dampak negatif bagi lingkungan.

IKATAN KIMIA

Abstrak

Menurut website Wikipedia.org, ikatan kimia adalah sebuah proses fisika yang bertanggung jawab dalam interaksi gaya tarik menarik antara dua atom atau molekul yang menyebabkan suatu senyawa diatomik atau poliatomik menjadi stabil. 

  • Ikatan Ionik

Ikatan ionik merupakan jenis ikatan kimia yang terjadi akibat adanya serah terima elektron pada atom-atom yang berikatan. Atom-atom yang melepaskan elektron akan bermuatan positif (kation), sedangkan atom-atom yang menerima elektron akan bermuatan negatif (anion). Salah satu contoh ikatan ionik yang cukup populer adalah ikatan yang terjadi pada pembentukan garam natrium klorida, yakni reaksi antara senyawa NaOH dan senyawa HCl yang menghasilkan senyawa NaCl.

Untuk lebih memperjelas seperti apa contoh senyawa yang terbentuk dari hasil ikatan ionik tersebut. Beberapa sifat-sifat dari senyawa yang terbentuk atas dasar ikatan ion adalah secara fisik, senyawa yang terbentuk dari ikatan ionik pada suhu kamar akan berwujud padat, memiliki bentuk struktur kristal agak rapuh, mempunyai angka titik didih dan titik leleh yang cukup tinggi, dapat larut pada pelarut air namun tidak larut pada jenis pelarut organik serta pada fase padat tidak menghantarkan arus listrik, namun saat terhidrolisis dalam air akan dapat menghantarkan arus listrik. Inilah karakter fisik yang dibangun oleh senyawa dengan jenis ikatan ionik. Contoh: NaOH + HCl —> NaCl + H2O


  • Ikatan Logam

Ikatan logam merupakan ikatan kimia yang terjadi karena adanya gaya tarik-menarik yang kuat antara ion positif dari logam terhadap elektron-elektron valensi yang bergerak bebas. Ikatan logam tersebut menyebabkan sifat-sifat logam diantaranya adalah pada suhu kamar rata-rata berwujud padat terkecuali logam Hg, keras namun dapat ditempa, menjadi konduktor atau penghantar panas yang baik, memiliki titik didih dan titik leleh yang tinggi serta wujud fisiknya yang mengkilap.


  • Ikatan Kovalen

Ikatan kovalen merupakan ikatan yang terjadi akibat adanya penggunaan bersama pasangan elektron oleh atom-atom yang saling berikatan satu sama lainnya. Ikatan kovalen terdiri dari bermacam-macam jenis diantaranya adalah ikatan kovalen tunggal, ikatan kovalen rangkap dua, ikatan kovalen rangkap tiga, ikatan kovalen koordinasi, ikatan kovalen polar dan ikatan kovalen non polar. Secara umum, senyawa yang memiliki ikatan kovalen memiliki beberapa sifat fisik sebagai berikut: pada suhu kamar dapat berwujud gas, cair dan padatan, untuk yang berwujud padat biasanya lunak namun tidak rapuh, memiliki titik didih dan titik leleh yang rendah, pada umumnya tidak menghantarkan arus listrik, larut pada pelarut organik dan tidak larut dalam air.


  • Ikatan Hidrogen

Ikatan kimia jenis ikatan hidrogen merupakan ikatan yang terbentuk antara unsur H dengan atom F,O dan N. Suatu zat yang memiliki ikatan hidrogen yang lebih banyak biasanya akan lebih cepat mendidih saat dipanaskan. Secara umum ikatan hidrogen terbagi ke dalam dua jenis yakni ikatan hidrogen intra molekuler dan ikatan hidrogen ekstra molekuler. Ikatan hidrogen intra molekuler merupakan ikatan antara atom H dan atom F,O,N yang terjadi di dalam sebuah molekul, misalnya ikatan antara atom H dan atom O pada senyawa H2O. Sementara untuk ikatan hidrogen ekstra molekuler adalah ikatan hidrogen yang terjadi antar senyawa, misalnya antara molekul H2O yang satu dengan molekul H2O lainnya.



Daftar Pustaka

  • Anonim. 2018. Ikatan Kimia dalam website https://id.m.wikipedia.org/wiki/Ikatan_kimia 

GREEN CHEMISTRY


Oleh : @J15-Shasa

                Dalam sebuah proses industri terdapat waste atau material sisa, yang sebagian diantaranya itu membahayakan untuk lingkungan dan mengurangi estetika dari lingkungan itu sendiri. (Wikipedia, 2108) Kimia hijau atau yang disebut juga kimia berkelanjutan, adalah filsafat penelitian dan rekayasa/teknik kimia yang menganjurkan desain produk dan proses yang meminimasi penggunaan dan penciptaan senyawa-senyawa berbahaya. Menurut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia,  Green chemistry atau “kimia hijau” merupakan bidang kimia yang berfokus pada pencegahan polusi. 
Istilah kimia digunakan dalam “green chemistry” dimaksudkan karena melibatkan struktur dan perubahan suatu materi.Perubahan tersebut pasti melibatkan energi sebagai sumbernya. Oleh karena itu konsep green chemistry ini juga erat kaitannya dengan energi dan penggunaannya baik itu secara langsung maupun yang tidak langsung seperti penggunaan suatu material dalam hal pembuatan, penyimpanan dan proses penyalurannya.
                Green chemistry merupakan pendekatan yang sangat efektif untuk mencegah terjadinya polusi karena dapat digunakan secara langsung oleh para ilmuwan dalam situasi sekarang. Konsep ini lebih memfokuskan pada cara pandang seorang peneliti untuk menempatkan aspek lingkungan pada prioritas utama. Area penelitian dalam bidang green chemistry ini meliputi pengembangan cara sintesis yang lebih ramah lingkungan, penggunaan bahan baku yang terbarukan, merancang bahan kimia yang green, serta penggunaan bioteknologi sebagai alternatif dalam industri (Sharma, 2008).
                Menurut EPA (2015), Kimia Hijau (Green Chemistry) adalah desain produk dan proses kimia yang berupaya mengurangi atau menghilangkan penggunaan zat berbahaya. Kimia Hijau bukanlah cabang ilmu kimia baru, namun merupakan cara padang atau strategi dalam kaitannya dengan pemanfaatan kimia.Pencegahan pencemaran lebih baik dari pada kita mengatasi dari sebuah pencemaran. Karena, mencegah lebih baik dari pada mengobati.

                Kimia memiliki peran yang penting dalam mencapai peradaban yang berkelanjutan di Bumi. Perekonomian saat ini tetap sama yang bergantung pada arus besar sumber daya alam yang hampir sejumlah besar sumber yang tidak terbarukan(Collins, 2001).
                Anastas dan Warner (1998) mengusulkan konsep“The Twelve Principles of Green Chemistry” yang digunakan sebagai acuan oleh para peneliti untuk melakukan penelitian yang ramah lingkungan. Berikut adalah ke-12 prinsip kimia hijau yang diusulkan oleh Anastas dan Warner :
1.       Mencegah timbulnya limbah dalam proses
2.       Mendesain produk bahan kimia yang aman
3.       Mendesain proses sintesis yang aman
4.       Menggunakan bahan baku yang dapat terbarukan
5.       Menggunakan katalis
6.       Menghindari derivatisasi dan modifikasi sementara dalam reaksi kimia
7.       Memaksimalkan atom ekonomi
8.       Menggunakan pelarut yang aman
9.       Meningkatkan efisiensi energi dalam reaksi
10.   Mendesain bahan kimia yang mudah terdegradasi
11.   Penggunaan metode analisis secara langsung untuk mengurangi polusi
12.   Meminimalisasi potensi kecelakaan
                Aplikasi penerapan ke-12 prinsip kimia hijau ini masih belum sepenuhnya dilakukan para kimiawan khususnya yang bergerak pada bidang sintesis dalam hal desain reaksi dan metode yang digunakan untuk mencegah seminimal mungkin terjadinya pencemaran lingkungan. Marilah kita mulai penelitian yang lebih berwawasan lingkungan dengan mempertimbangkan aspek green chemistry, agar generasi mendatang dapat hidup lebih baik.
Daftar Pustaka:
Anwar, Muslih. 2014. Kimia Hijau. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Dalam http://bptba.lipi.go.id/bptba3.1/?lang=id&u=blog-single&p=343
Hidayat, Atep Afia. Dan Kholil, Muhammad.2018. Kimia Dan Pengetahuan Lingkungan Industri.

EPA. 2015a. Basic of Green Chemistry. United States Environmental Protection Agency. Dalam http://www.epa.gov/greenchemistry/basic-green-chemistry
Collins, 2001. Toward Sustainable Chemistry. Science 05 Jan 2001: Vol. 291, Issue 5501, pp. 48-49. Dalam http://science.sciencemag.org/content/291/5501/48
Wikipedia. 2018. Kimia Hijau. Dalam https://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_hijau
Mustafa, Dina. 2017. PERANAN KIMIA HIJAU (GREEN CHEMISTRY) DALAM MENDUKUNG TERCAPAINY A KOTA CERDAS (SMART CITY) SUATU TINJAUAN PUSTAKA.  Dalam http://repository.ut.ac.id/7076/1/UTFMIPA2017-07-dina.pdf


Wujud Gas


Oleh : Andhika Yudisthira (@J08-Andika), Lintang Gurun Cahyo (@J09-Lintang), Muhammad Faishal Abyan (@J10-Faishal)


Gas merupakan wujud materi yang mudah berubah bentuk dan volumenya. Seperti zat cair, gas digambarkan sebagai zalir. Partikel-partikel di dalam gas dengan cepat menyebar mengisi semua ruang yang tersedia. Karena terdapat jarak yang jauh antara partikel-partikel gas, gas bisa dengan mudah dimampatkan untuk mengurangi volumenya.

Sifat-Sifat Benda Gas
  • Benda gas mengisi seluruh ruangan yang ditempatinya. Saat kita meniup balon, kita memasukkan udara ke dalam balon. Semakin kuat kita meniupnya, maka semakin banyak udara yang kita masukkan ke dalam balon. Akibat tiupan itu, balon mengembang. Udara mengisi seluruh ruang dalam balon. Hal ini berarti benda gas mengisi seluruh ruangan yang ditempatinya.
  • Benda gas menekan ke segala arah. Balon dan kantong plastik mengembang ke seluruh bagian jika ditiup. Hal ini menunjukkan bahwa udara menekan ke segala arah.
  • Benda gas terdapat di segala tempat. Benda gas yang selalu ada di sekitar kita adalah udara. Di semua tempat ada udara. Bahkan wadah yang terlihat kosong pun ternyata berisi udara.

Ciri-Ciri Zat Gas
  1. Memiliki bentuk yang berubah-ubah
  2. Memiliki volume yang beruba-ubah
  3. Pada Susunan partikel zat padat letaknya tidak teratur dan berjauhan
  4. Pada Ikatan partikel zat padat sangat lemah
  5. Mengikuti bentuk tempatnya

Jenis-Jenis Perubahan Wujud Gas :
  • Mengkristal yaitu perubahan wujud zat dari gas ke padat. Peristiwa perubahan wujud dari gas menjadi padat. Dalam peristiwa ini zat melepaskan energi panas. Contohnya; kristal.
  • Menyublim yaitu perubahan wujud zat dari padat ke gas. Peristiwa perubahan wujud dari padat menjadi gas. Dalam peristiwa ini zat memerlukan energi panas. Contohnya; kapur barus yang lama-lama habis.
  • Menguap yaitu perubahan wujud zat dari cair ke gas. Peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi gas. Dalam peristiwa ini zat memerlukan energi panas. Contohnya; uap air.
  • Mengembun yaitu perubahan wujud zat dari gas ke cair. Peristiwa perubahan wujud dari gas menjadi cair. Dalam peristiwa ini zat melepaskan energi panas. Contohnya; embun.  

Contoh Soal.

Contoh perubahan wujud benda yang berupa mengembun yaitu pada peristiwa :

A. es di dalam gelas
B. mentega dipanaskan
C. kamper dibiarkan dalam lemari
D. terbentuknya butiran air pada tutup gelas

Daftar Pustaka