.

Tampilkan postingan dengan label @ProyekJ06. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @ProyekJ06. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Januari 2019

Sabtu, 01 Desember 2018

PENCEMARAN UDARA

Oleh : @J06-Razan
Menurut website Wikipedia.org, pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologidi atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.

Sabtu, 17 November 2018

Pencemaran Udara



Oleh: Alif Rayhan Daryansyah (@J05-Alif)
Abstrak:
Menurut situs Wikipedia, Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.

Kata Kunci: Pencemaran Udara, Para Ahli, Faktor-faktor, Penyebab.

Pencemaran udara dapat menyebabkan kerugian baik bagi lingkungan dan kesehatan, khususnyabagi manusia. Pencemaran udara tidaklah terjadi secara tiba-tiba, pastinya ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara.

Kamis, 15 November 2018

pencemaran air

ABSTRAK
            Pencemaran air menyebabkan terganggunya semua spesies mahluk hidup yang ada di planet bumi. Salah satu sumber pencemaran air adalah deterjen. Detergen merupakan suatu senyawa kimia yang keberadaannya sangat dekat dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan deterjen selain untuk mencuci pakaian, juga untuk membersihkan alat-alat kebutuhan rumah tangga dan industri. Limbah detergen industri laundry ini akan menyebabkan turunnya kualitas bahan baku mutu perairan. Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan keanekaragaman biota air salah satunya kematian beberapa spesies ikan yang berada di ekosistem perairan.

Kata Kunci: Air, Limbah, Detergen, Ekosistem, Ikan

PENDAHULUAN
            Pencemaran air menyebabkan terganggunya semua spesies mahluk hidup yang ada di planet bumi. Sekitar 60% spesies hewan dan tumbuhan terdapat di permukaan laut atau di dalam air. Pencemaran air antara lain terjadi karena: Limbah industri yang dibuang ke sungai atau perarian lainnya, yang menyebabkan ketidak seimbangan dan menimbulkan kontaminasi bagi organisme di dalam atau di sekitarnya; Penggunaan bahan kimia pertanian seperti insektisida, herbisida, dan fungisida di sekitar tanaman juga menimbulkan pencemaran pada system air tanah; selain itu tumpahan minyak di lepas pantai atau larutan berpotensi menimbulakan kerusakan permanen pada badan pantai; sumber pencemaran lainya ialah kegiatan sehari hari seperti mencuci pakaian dan peralatan di sekitar kolam, sungai atau danau. Melalui aktifitas tersebut deterjen masuk ke system perairan, sebagai dampak  sampingnya antara lain penyinaran matahari ke permukaan air menjadi terhambat, selain itu menyebabkan berkurangnya kadar oksigen perairan. Pencemaran air bukan hanya merugikan bagi biota perairan, namun menvemari seluruh rantai pangan, yang lebih jauh lagi akan mengganggu sediaan pangan untuk manusia. Pencemaran air juga berpotensi menimbulkan wabah penyakit kolera dan diare, dimana mikroorganisme penyebab penyakit tersebut tumbuh subur diperairan tercemar.
Salah satu sumber pencemaran air adalah deterjen. Detergen merupakan suatu senyawa kimia yang keberadaannya sangat dekat dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan deterjen selain untuk mencuci pakaian, juga untuk membersihkan alat-alat kebutuhan rumah tangga dan industri. Penggunaan deterjen per kapita bergerak sejalan dengan pertumbuhan gross domestik product (GDP) setiap tahun, artinya semakin meningkat pendapatan masyarakat , maka konsumsi deterjen juga meningkat. Data statistik menunjukkan bahwa tahun 1998, konsumsi deterjen per kapita menjadi hanya 1,97 kg dibandlngkan 2,46 kg pada tahun 1997, namun dengan membaiknya daya beli masyarakat konsumsi deterjen meningkat menjadi 2,11 kg pada 1999, 2,26 kg pada 2001 dan 2,32 kg pada 2002 [21. Menurut hasil studi PT Corinthian Indopharma Corpora (CIC) diperkirakan konsumsi deterjen per kapita tersebut akan terus tumbuh hingga mencapai 2,44 kg pada 2004, seiring membaiknya kondisi perekonomian dan pertambahaJ1 penduduk

PERMASALAHAN
            Menurut Kirk dan Othmer, 1982 dalam Yuliani, Rifky Luvia, 2016 detergen merupakan salah satu produk komersial yang digunakan untuk menghilangkan kotoran pada pencucian pakaian di industri laundry maupun rumah tangga. Umumnya detergen tersusun atas tiga komponen yaitu, surfaktan (sebagai bahan dasar detergen) sebesar 20-30%, builders (senyawa fosfat) sebesar 70-80 %, dan bahan aditif (pemutih dan pewangi) yang relative sedikit yaitu 2-8%. Surface Active Agent (surfaktan) pada detergen digunakan untuk proses pembasahan dan pengikat kotoran, sehingga sifat dari detergen dapat berbeda tergantung jenis surfaktannya. Limbah detergen industri laundry ini akan menyebabkan turunnya kualitas bahan baku mutu perairan. Hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan keanekaragaman biota air salah satunya kematian beberapa spesies ikan yang berada di ekosistem perairan.

PEMBAHASAN
Limbah deterjen merupakan salah satu limbah yang banyak mencemari badan perairan dan sumber utama dari limbah deterjen ini berasal dari aktivitas rumah tangga. Hal ini dikarenakan peran deterjen dalam kegiatan rumah tangga sangat beragam, selain digunakan untuk mencuci pakaian, deterjen juga digunakan untuk mencuci peralatan rumah tangga. Limbah atau sisa pemakaian deterjen yang masuk ke lingkungan perairan akan mempengaruhi kualitas perairan dan akan berpengaruh terhadap keadaan ekosistem di perairan tersebut (Sa’adah, 2009). Pencemaran air oleh deterjen diakibatkan dari bahan utama penyusun deterjen tersebut yaitu Natrium Dodecyl Benzen Sulfonat (NaDBS) dan Sodium Tripolyphospat (STPP) dimana kedua bahan tersebut sulit untuk didegradasi secara alamiah (Sumarno dkk., 1996).
 Pengaruh negatif detergen terhadap kondisi fisik dan kimia perairan yang teraliri limbah dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa pengaruh limbah detergen terhadap lingkungan antara lain gangguan terhadap estetika oleh adanya busa putih di permukaan perairan, penurunan kadar oksigen terlarut perairan, perubahan sifat fisik dan kimia air serta terjadinya eutrofikasi. Kandungan fosfat yang tinggi dapat merangsang tumbuhnya gulma air (Bourdeau and Treshow, 1978). Peningkatan gulma air akan menyebabkan peningkatan penguraian fosfat, dan penghambatan pertukaran oksigen dalam air, sehingga kadar oksigen terlarut dalam air amat rendah (mikroaerofil) (H. Sitorus, 1997). Semakin tinggi akumulasi detergen maka semakin rendah pula suplai oksigen terlarut di dalam air. Hal ini menyebabkan terganggunya proses respirasi pada ikan. Sehingga dampak yang paling buruk adalah kematian pada ikan. Kematian yang terjadi dikarenakan berhentinya fungsi kerja organorgan tubuh pada ikan akibat tidak terpenuhi oksigen pada proses respirasi. Atau kandungan detergen yang toksik tidak bisa ditolerir oleh tubuh ikan.
            Bahan aktif dari deterjen seperti Alkyl Benzene Sulfonate (ABS) dapat menghancurkan sel, kemudian mengganggu proses yang penting pada organisme. Insang sebagai organ yang penting memiliki sifat sensitive yang tinggi terhadap racun di perairan. Kerusakan organ respirasi ini disebabkan karena terjadinya iritasi pada permukaan insang sehingga mengganggu proses respirasi. Selain merusak insang, deterjen juga merusak indra perasa ikan sehingga ikan akan kesulitan dalam mencari makan. Banyaknya zat pencemar pada air limbah akan menyebabkan menurunnya kadar oksigen terlarut dalam air tersebut, sehingga akan mengakibatkan kehidupan dalam air yang membutuhkan oksigen terganggu serta mengurangi perkembangannya. Selain itu kematian dapat pula disebabkan adanya zat beracun yang juga menyebabkan kerusakan pada tanaman dan tumbuhan air. Akibat matinya bakteri-bakteri, maka proses penjernihan air secara alamiah yang seharusnya terjadi pada air limbah juga terhambat. Dengan demikian air limbah menjadi sulit terurai. Panas dari industri juga akan membawa dampak bagi kematian organisme, apabila air limbah tidak didinginkan dahulu.
Pengaruh detergen terhadap lingkungan juga diketahui dengan melakukan uji biologis, misalnya terhadap ikan dengan melihat mekanisme fisiologis dari sistem hidup, yang perlu dipertimbangkan sebagai faktor yang terpengaruhi (Weiss dan Botts, 1957). Rendahnya oksigen terlarut berpengaruh terhadap fungsi fisioligis ikan salah satunya pada organ metabolisme tubuh. Fungsi fisiologi pada organ metabolisme ini dapat diukur dengan perhitungan indeks fisiologi pada organ hati dan gonad. Penurunan fungsi organ ini merupakan salah satu gangguan metabolisme tubuh. Oleh karena itu, penurunan fungsi organ tersebut dapat dijadikan parameter biologis mengenai pengaruh detergen terhadap pertumbuhan, perkembangan, dan nilai indeks fisiologi pada ikan. Menurut Tugiyono (2009) dalam Sopiah (2008) analisis biomarker sebagai respon secara biologi terhadap pencemaran lingkungan yang memberikan besarnya paparan dan pengaruh toksik bahan pencemar, yaitu dengan menghitung indeks fisiologinya. Penentuan indeks fisiologi ini meliputi Condition Factor (CF), Liver Somatic Index (LSI), dan Gonad Somatic Index (GSI) merupakan bentuk analisis biomarker yang menjadi indikator kesehatan pada ikan akibat adanya tekanan perubahan lingkungan (D. Webb, 2001).

Kesimpulan
Limbah detergen sangat berbahaya terhadap ekosistem dalam air, pertumbuhan mahluk hidup di dalam air menjadi terganggu. Dengan adanya limbah detergen dapat menghambat masuknya sinar matahari pada permukaan air dan berkurangnya kadar oksigen dalam air yang mengakibatkan kerusakan ekosistem dalam air, salah satunya ikan. Analisis biomarker dapatyang indikator kesehatan pada ikan akibat adanya tekanan perubahan lingkungan dan dapat menjadikan parameter kerusakan yang diakibatkan oleh pencemran lingkungan.

Daftar Pustaka
N.R. Sa’adah dan P. Winarti., 2009, Pengolahan Limbah Cair Domestik Menggunakan Lumpur Aktif Proses Anaerob. Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang, [Online] Available: http://eprints.undip.ac.id/11591/ 2/laporan_penlit_Puji_Rahmi.pdf.
Sopiah, Nida, 2008, Pengelolaan Limbah Deterjen Sebagai Upaya Minimalisasi Polutan di Badan Air dalam Rangka Pembangunan Berkelanjutan, Jurnal LIPI.
Sumarno, I. Sumantri, dan A. Nugroho., 1996, Penurunan kadar detergen dalam limbah cair dengan pengendapan secara kimiawi, Majalah Penelitian Lembaga Penelitian, 8 (30) : 25-35
Yuliani, Rifky Luvia. 2016. Effect of Waste Laundry Detergent Industry Against Mortality and Physiology Index of Nile Tilapia (Oreochromis niloticus). Jurnal Sainmatika, Volume 3 Nomor 2

pencemaran udara

oleh :@J21-Gusti  @ProyekJ06

Pencemaran udara adalah adanya satu substansi atau lebih baik kimia, biologi ataupun kimia di atmosfer pada jumlah yang mampu memberikan dampak negatif dan berbahaya untuk kesehatan manusia, tumbuhan dan hewan serta merusak properti atau mengganggu kenyamanan. Pencemaran udara bisa ditimbulkan dari kegiatan manusia ataupun sumber alami. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah informasi mengenai penyebab dan dampak dari adanya polusi di udara.
Hal ini tentu saja sangat berbahaya untuk paru-paru Anda karena menghirup udara yang kotor. Gambar pencemaran udara di bumi saat ini memang sangat mengkhawatirkan. Saking mencemaskannya, ada beberapa negara di dunia yang bahkan menjual belikan udara bersih

Penyebab Pencemaran Udara :

1.Kegiatan Industri
Di zaman modern saat ini, industri sudah menjelma menjadi icon yang erat kaitannya dengan kehidupan manusia. Ada banyak sekali industri di dunia yang berperan dalam mencemari atmosfer mulai dari industri obat-obatan, makanan, pakaian, peralatan rumah tangga dan lain sebagainya. Meskipun industri dapat meningkatkan nilai ekonomi suatu negara, faktanya masih banyak industri yang memiliki cerobong asap pabrik. Asap itulah yang memberikan efek sangat buruk terhadap udara. Zat-zat berbahaya yang dipakai selama proses industri akan naik ke udara dan merusaknya.

2.Padatnya Lalulintas
Penyebab pencemaran udara selanjutnya adalah kepadatan lalu lintas. Asap kendaraan baik motor ataupun mobil dapat menyebabkan munculnya polusi udara. Hal ini dikarenakan bahan bakar kendaraan yang dapat menghasilkan hidrokarbon akibat pembakaran yang tidak sempurna. Zat inilah yang selama ini mengotori udara.

3.Letusan gunung berapi
Udara juga bisa tercemar akibat letusan gunung berapi. Gas-gas yang keluar dari Gunung berapi ketika meletuslah yang menyebabkan udara menjadi kotor atau berpolusi.

4.Pembangkit listrik
Pencemaran udara juga bisa dikarenakan penggunaan listrik. Perlu diketahui bahwa pembangkit listrik yang masih konvensional memakai gas, minyak dan batu bara untuk pengoperasiannya. Proses pembangkit listrik biasanya menghasilkan pembakaran yang tidak sempurna. Hal inilah yang membuat gas-gas berbahaya dari proses pembangkit listrik tersebut terbuang ke atmosfer dan merusaknya.

Dampak pencemaran udara
1. Gangguan pada Pernapasan
Yang pertama, tentu saja dapat mengganggu kesehatan terutama pernapasan. Udara kotor mengandung gas karbon dioksida dan gas beracun lainnya yang sangat berbahaya bagi sistem pernapasan pada manusia. Udara kotor yang masuk dalam tubuh melalui pernapasan dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut seperti bronkitis dan asma. Jika kita terkena udara yang tercemar terus-menerus, maka akibatnya sangat fatal sampai ke kanker paru-paru.

2. Mengurangi Jarak Pandang
Asap yang begitu tebal kerap kali mengurangi jarak pandang kita sehingga segala aktivitas menjadi terganggu. Bahkan saat ini pencemaran udara di Beijing telah menyebabkan jarak pandang menurun menjadi hanya beberapa puluh meter saja. Penyebab pencemaran udara disana bukan karena kebakaran hutan, tetapi karena pabrik industri yang merajalela dan asap kendaraan bermotor yang kian marak. Aktivitas di bandara juga terganggu akibat berkurangnya jarak pandang.

3. Gangguan pada Pertumbuhan Anak
Kandungan timbal yang terdapat dalam udara kotor jika masuk ke saluran pernapasan anak akan sangat berbahaya dampaknya bagi pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut. Timbal dapat mengganggu sel-sel yang sedang tumbuh di tubuh anak. Maka dari itu, selalu lindungi anak dengan masker jika udara terlihat tercemar.

4. Hujan Asam
Hujan asam terjadi karena awan terkena dampak pencemaran udara sehingga pH (tingkat keasaman) awal menjadi dibawah 7. Hujan asam dapat merusak bangunan, membunuh tanaman, dan menurunkan kualitas air.

5. Gangguan pada Sistem Reproduksi
Pencemaran udara juga dapat mengganggu sistem reproduksi pada manusia. Tidak hanya itu saja, organ tubuh lain juga akan terganggu seperti ginjal dan jantung.

6. Mengganggu Pertumbuhan Tanaman
Tanaman akan terserang penyakit nekrosis, bintik hitam, klorosis, dan penyakit lainnya. Padahal sedianya tanaman itu berguna untuk membersihkan udara.

7. Penyebab Utama Pemanasan Global
Pemanasan global (global warming) mengakibatkan meningkatnya suhu bumi sehingga air laut naik. Suhu bumi naik akibat lapisan ozon rusak. Lapisan ozon berguna untuk menjaga suhu bumi supaya tidak terlalu panas atau tidak terlalu dingin. Lapisan ini rusak karena pencemaran udara terutama dari zat CFC atau klorofluorkarbon. Zat tersebut biasa terdapat di lemari es, AC, dan aerosol (spray). Cara untuk mencegahnya adalah dengan membeli produk tadi yang berlabel Non-CFC
Solusi pencemaran udara

1. Reboisasi


Reboisasi atau penanaman pohon kembali setelah digunakan wajib digalakkan. Pohon (tumbuhan) mampu mengurangi emisi senyawa karbon di udara. Tumbuhan membutuhkan karbondioksida sebagai bahan pembentukan glukosa, zat makanan yang amat penting dalam rantai makanan di bumi dan menghasilkan oksigen (senyawa penting untuk pernapasan). Ilegal logging yang terjadi serta pembalakan hutan atau konversi hutan menjadi lahan non produkrif tentu akan meningkatkan polusi udara karena emisi karbon tidak diolah oleh tumbuhan. Oleh karena itu, jika ingin udara kembali bersih maka tanamlah pohon dengan demikian udara di sekitar akan terasa sejuk (udara bersih).

 

2. Pengurangan Penggunaan CFC


Pada artikel sebelumnya telah dijelaskan dampak CFC yang dapat menipiskan lapisan ozon. Pengurangan CFC melalui pengurangan penggunaan pendingin tentu menjadi pilihan bijak agar generasi selanjutnya dapat tetap menikmati udara yang sehat. Demi anak cucu kita, kita bertanggung jawab atas kelangsungan hidup mereka.

 

3. Menggunakan Transportasi Umum


Emisi karbon meningkat sebanding dengan meningkatnya kendaraan. Pasar industri otomotif menunjukkan kurva yang terus naik. Ini artinya penggunaan bahan bakar semakin meningkat, hasil pembakaran bahan bakar ini menghasilkan senyawa karbon (karbondioksida, karbomonoksida) atau bahkan logam- logam seperti timbal (asap hitam) yang sangat berbahaya. Penggunaan kendaraan umum tentu akan mengurangi hal – hal tersebut. Dengan demikian udara akan lebih sedikit baik.

 

4. Menggunakan Bahan Bakar yang Ramah Lingkungan


Oke, jika pada poin nomor tiga sulit dilakukan, maka gunakanlah bahan bakar yang ramah lingkungan seperti bioetanol sebagai bahan bakar kendaraan atau mesin industri. Perlu perhatian dari pemerintah memang untuk masalah bioetanol ini, krena memang produknya dipasaran dapat dikatakan belum ada. Penggunanan bahan bakar jenis pertamax menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna dan lebih ramah lingkungan bagi udara dibanding premium.  

Penggunaan tenaga surya untuk suatu industri merupakan salah satu pilihan yang bijak bagi industri untuk energi yang terbarukan, serta ramah lingkungan. Sudah lama memang diketahui bahwa tenaga surya dapat menghasilkan energi yang dapat digunakan untuk menghidupkan mesin- mesin industri. Namun memang masih kurang mendapat perhatian, mungkin dengan diterbitkan suatu peraturan yang mengikat akan sedikit memaksa para pelaku industri untuk menggunakan alternatif ini. (ini penting untuk kehidupan kita, dan anak cucu kita tetap sehat).

 

 5. Memanfaatkan Biogas Sebagai Bahan Bakar


Beberapa organisme dapat mengasilkan metana yang dapat mecemari udara kita. Dan penelitian menunjukkan bahwa gas metana dapat dijadikan sebagai bahan bakar gas, oleh karena itu metana dikenal dengan biogas. Gas metana terdapat pada kotoran hewan ternak seperti sapi. Dari kotoran ini dapat diolah sebagai bahan bakar yang digunakan untuk memasak. Tentu ini pilihan yang sangat bijak, mengingat harga gas terus merangkak naik seiring dengann kenaikan harga barang pokok, dengan menggunakan biogas selain megurangi pencemaran tentu akan mengurangi anggaran belanja rumah tangga. Sehingga perlu sedikit perhatian pemerintah untuk mengamati peluang ini.

kesimpulan

Pencemaran udara adalah suatu kondisi di mana kualitas udara menjadi rusak dan terkontaminasi oleh zat-zat, baik yang tidak berbahaya maupun yang membahayakan kesehatan tubuh manusia. Pencemaran udara biasanya terjadi di kota-kota besar dan juga daerah padat industri yang menghasilkan gas-gas yang mengandung zat di atas batas kewajaran.
Pencemaran udara bisa dikatakan dari kita untuk kita, kita yang menciptakan dan kita juga yang akan merasakan dampak negativenya seperti yang sudah di jelaskan diatas,oleh karena itu sudah sepantasnya kita menimbulkan kesadaran akan bahaya pencemaran udara dengan cara menimbulkan kesadaran menanam pohon setiap hari nya, dengan banyak nya pohon maka kadar O2 akan semakin banyak dan O2 dapat menetralisir gas racun diatas.

Daftar pustaka

Wawasan umum. 2017. Pencemaran udara. Dalam http://blogpengertian.com/pencemaran-udara/. Diunduh pada (15 november 2018).
Sasrawan, hedi. 2014. 7 dampak pencemaran udara. Dalam http://hedisasrawan.blogspot.com/2014/10/7-dampak-pencemaran-udara.html. Diunduh pada (15 november 2018).
Kelasipa. 2015. 5 cara mengatasi pencemaran udara. Dalam https://www.kelasipa.com/2015/04/5-cara-mengatasi-pencemaran-udara.html. Diunduh pada (15 november 2018).
Nathongga, ghery. 2011. http://gherynatongga.blogspot.com/2012/10/makalah-pencemaran-udara-normal-0-false.html. 


Rabu, 14 November 2018

Pencemaran Udara :(


@J01-TRIYATNO
Oleh : Triyatno

ABSTRAK
Udara merupakan salah satu komponen terpenting di dunia yang menunjang kehidupan mahluk hidup. Banyak pengaruh jika keadaan udara terganggu seperti kenyamanan dan keindahan lingkungan juga terganggu. Udara merupakan campuran gas yang terdapat pada lapisan yang megelilingi bumi .komposisi campuran gas tersebut tidak terlalu konstan, komponen konsentrasinya paling bervariasi adalah air dalam bentuk uap dan karbondioksida.
Pencemaran udara berarti hadirnya satu atau beberapa kontaminan di dalam udara atmosfir di luar, seperti debu, gas, kabut, bau-bauan, asap atau debu dalam kuantitas yang banyak dengan berbagai sifat sehingga dapat menimbulkan gangguan-gangguan terhadap kehidupan manusia, tumbuhan ataupun hewan.

PENCEMARAN UDARA


Oleh rizky arya patama (@J02-Rizky, @ProyekJ06)




ABSTRAK:

Seiring dengan semakin meningkatnya populasi manusia dan bertambah banyaknya kebutuhan manusia, mengakibatkan semakin besar pula terjadinya masalah-masalah pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan yang paling mempengaruhi keadaan iklim dunia adalah pencemaran udara.Pencemaran udara ini menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kehidupan di muka bumi. Semakin menipisnya lapisan ozon adalah salah satu dampak yang harus diwaspadai karena ini berarti menyangkut lestarinya keanekaragaman hayati, kelangsungan makhluk hidup di bumi dan keberadaan bumi itu sendiri.

KATA KUNI:Definisi pencemaran udara

Pengertian

Menurut peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1986, "Pencemaran udara adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke udara dan atau berubahnya tatanan udara oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas udara turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya."

Penyebab Pencemaran udara

1. Penyebab Pencemaran Udara Secara Alami
Polusi udara dapat terjadi secara alami melalui beberapa proses berikut ini:
  • Proses pembusukan sampah organik yang mengeluarkan bau busuk ke udara
  • Asap, gas, dan abu vulkanik yang dikeluarkan oleh gunung berapi saat meletus
  • Kebakaran hutan yang terjadi secara alamiah
  • Debu dan gas yang berterbangan ke udara akibat tiupan angin kencang
2. Penyebab Polusi Udara karena Manusia
Pencemara udara juga terjadi karena ulah manusia. Berikut ini adalah beberapa penyebab pencemaran udara karena faktor manusia:
  • Asap Pabrik; Industri dan pabrik sekarang ini memproduksi barang dalam jumlah besar. Proses pembakaran di pabrik tersebut menghasilkan asap beracun yang dilepaskan ke udara.
  • Asap Kendaraan Bermotor; Pertumbuhan pengguna kendaraan bermotor yang sangat ikut menyumbang asap beracun ke udara dalam jumlah besar. Menurut banyak sumber, penyebab polusi udara terbesar saat ini adalah dari hasil emisi kendaraan bermotor.
  • Pembangkit Listrik; Pembangkit listrik dengan bahan bakar batu bara menghasilkan partikel oksida sulfur (S02) dan nitrogen oksida (NO2) yang berbahaya bagi mahluk hidup.
  • Bahan Radioaktif; Percobaan nuklir atau bom atom akan menghasilkan partikel-partikel debu radioaktif ke udara yang menyebabkan polusi.

Dampak Pencemaran Udara


1. Dampak Pencemaran Udara Terhadap Manusia
  • Mengakibatkan terjadinya gangguan pernapasan bagi manusia karena oksigen tercemar oleh senyawa berbahaya.
  • Menyebabkan terjadinya masalah pada kulit manusia, misalnya kulit kusam, keriput, flek hitam, bahkan kanker kulit.
  • Menimbulkan berbagai penyakit yang berhubungan dengan pernapasan, seperti asma, batuk, dan lainnya.
  • Polusi udara juga dapat mengakibatkan manusia menjadi mudah stress dan emosi tak seimbang.
  • Membuat pandangan menjadi terganggu akibat asap
2. Dampak Pencemaran Udara Pada Lingkungan
  • Memicu terjadinya hujan asam, dimana hujan asam tersebut dapat merusak tumbuhan-tumbuhan.
  • Mengakibatkan terjadinya global warming. Polusi udara merupakan salah satu penyebab terjadinya global warming dalam jangka waktu yang lama.
  • Pencemaran udara juga dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi terganggu. Udara yang kotor membuat tanaman mudah terkena penyakit, misalnya klorosis, nekrosis, dan bintik hitam.


Solusi untuk Masalah Pencemaran Udara

  1. Menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya udara bersih bebas polusi.
  2. Menumbuhkan kesadaran para pengusaha agrobisnis agar menjalankan bisnisnya dengan baik dan benar.
  3. Penegakan peraturan perundang-undangan tentang lingkungan.
  4. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang dapat menghasilkan polutan sehingga berkontribusi dalam terjadinya pencemaran lingkungan.
  5. Untuk pabrik atau industri sebaiknya melakukan penyaringan asap dengan terlebih dahulu sebelum asap dikeluarkan ke udara bebas agar mengurangi potensi terjadinya pencemaran lingkungan.
  6. Mengalirkan gas buangan ke dalam air atau ke dalam larutan pengikat terlebih dahulu. Atau cara lain dengan menurunkan suhu sebelum gas dibuang ke udara bebas.
  7. Menggunakan alat dan bahan yang ramah lingkungan dalam aktifitas sehari-hari kita.
  8. Mengurangi jumlah penggunaan kendaraan pribadi dan menggunakan bahan bakar seefisien mungkin.
  9. Tidak melakukan pengundulan hutan atau tebang liar dan sebaiknya melakukan cara menjaga kelestarian hutan.
  10. Membudidayakan tanaman hijau di sekitar kita terutama di pinggir jalan raya, karena tanaman hijau atau pepohonan mampu membantu mengurangi polusi udara.
  11. Mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan.
  12. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar kita, salah satunya dengan mengolah limbah rumah tangga dengan sebaik mungkin.



DAFTAR PUSTAKA:

·         Achmad, Rukaesih. 2004. Kimia Lingkungan. Jakarta : Penerbit Andi.(diakses pada 2 november 2018)

·         Maxmanroe,12 november 2018,penyebab dan dampak pencemaran udara, https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-pencemaran-udara.html, (diakses pada 2 november 2018)


  • Kleemann.1994.Energy use and air pollution in Indonesia.Adershoot.Australia


Senin, 12 November 2018

PENCEMARAN UDARA



Pencemaran Udara
Abstrak :
Udara adalah faktor penting dalam kehidupan, namun, di era modern, sejalan dengan perkembangan pembangunan fisik kota dan pusat industri, serta berkembangnya transportasi, telah menyebabkan kualitas udara mengalami perubahan. Dari yang mulanya segar, kini, kering dan kotor akibat dari terjadinya pencemaran udara karena kendaraan transportasi.

kata kunci : pencemaran udara, udara, transportasi

Dari uraiaan di atas, maka, tampak dengan jelas beberapa faktor penting yang menyebabkan dominannya pengaruh sektor transportasi terhadap pencemaran udara perkotaan di Indonesia antara lain:
a. Perkembangan jumlah kendaraan yang cepat (eksponensial).
b. Tidak seimbangnya prasarana transportasi dengan jumlah kendaraan yang ada.
 c. Pola lalu lintas perkotaan yang berorientasi memusat, akibat terpusatnya kegiatan-kegiatan perekonomian dan perkantoran.
d. Masalah turunan akibat pelaksanaan kebijakan pengembangan kota yang ada, misalnya daerah pemukiman penduduk yang semakin menjauhi pusat kota.
Simpulan Solusi untuk mengatasi polusi udara kota, terutama ditujukan pada pembenahan sektor transportasi dengan tanpa mengabaikan sektor-sektor lain, maka, tidak ada kata lain kecuali harus mau belajar dari kota-kota besar lain di dunia yang telah berhasil menurunkan polusi udara dan angka kesakitan serta kematian yang diakibatkan karenanya. Di antaranya, dengan pembatasan izin bagi angkutan umum kecil, dengan memperbanyak kendaraan angkutan massal; seperti bus dan kereta api, diperbanyak. Kemudian, kontrol terhadap jumlah kendaraan pribadi juga dapat dilakukan seiring dengan perbaikan pada sejumlah angkutan umum. Selanjutnya, pembatasan usia kendaraan terutama bagi angkutan umum juga perlu mendapatkan pertimbangan secara khusus, mengingat, semakin tua kendaraan, apalagi yang kurang terawat, sangat berpotensi besar sebagai penyumbang polutan udara. Selaras dengan itu, pembangunan MRT, dan Electronic Road Pricing (ERP), juga mendesak untuk direalisasikan. Di samping itu, pengaturan lalu lintas, rambu-rambu, dan tindakan tegas terhadap pelanggaran berkendara benar-benar dapat diwujudkan, begitu juga uji emisi yang dilakukan secara berkala, serta penanaman pohon berdaun lebar di pinggir jalan, terutama yang lalu lintasnya padat, dapat juga mengurangi polusi udara.

DAFTAR PUSTAKA
Budiyono, Afif. 2001. Pencemaran Udara: Dampak Pencemaran Udara pada Lingkungan, Vol. 2. http://jurnal.lapan.go.id/index.php/berita_dirgantara/article/view/687/605(Diakses pada 5 November 2018)
 Susanto, Arif. 2014. Pengendalian Polusi Kendaraan Bermotor Konsep Pendekatan Kesadaran Diri. Dalamhttp://garuda.ristekdikti.go.id/journal/article/137322 . diakses pada (4 November 2018).
Hidayat, Atep Afia dan Kholil, Muhammad. 2018. Kimia Dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Wahana Resolusi. Yogyakarta.