Menurut Erdiono (2009), bahwa isu pemanasan global harus ditanggapi. Krisis global tersebut harus sanggup menggugah kesadaran kita dengan tindakan tindakan nyata yang dapat dilakukan setelah mengetahui pokok-pokok permasalahannya. Beberapa konsep pembangunan hemat energi dan ramah lingkungan mengacu pada bangunan yang murah, mudah dan berdampak luas, seperti pengembangan kota hijau (green city), properti hijau (green property), bangunan hijau (green building), kantor/sekolah hijau (green school/office), hingga produk hijau (green product) terus dilakukan untuk mengurangi pemanasan global dan krisis ekonomi global. Perilaku manusia saat ini harus tanggap dan peduli dengan dampak pemanasan global yang terjadi akibat efek rumah kaca. Perubahan perilaku manusia. harus segera dilakukan adalah penghematan enerji, pemanfaatan energi alternatif terkait dengan upaya-upaya penggunaan material bangunan dan upaya-upaya penghematan lainnya.
Tampilkan postingan dengan label @K21-Rohit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @K21-Rohit. Tampilkan semua postingan
Minggu, 30 Desember 2018
Selasa, 18 Desember 2018
IPTEK Ramah Lingkungan ( RAMLI )
Lingkungan adalah suatu media di mana makhluk hidup tinggal, mencari penghidupannya, dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan rii (A. Hakam, Kama: 2006).
Dalam kepustakaan teknologi terdapat aneka ragam pendapat yang menyatakan bahwa teknologi adalah transformasi (perubahan bentuk) dari alam, teknologi adalah realitas/kenyataan yang diperoleh dari dunia ide, teknologi dalam makna subjektif adalah keseluruhan peralatan dan prosedur yang disempurnakan, sampai pernyataan bahwa teknologi adalah segala hal, dan segala hal adalah teknologi (M Setiadi, Elly: 2006).
Disamping itu, IPTEK dikembangkan dalam bidang antariksa dan militer, menyebabkan terjadinya eksploitasi energi, sumber daya alam dan lingkungan yang dilakukan untuk memenuhi berbagai produk yang dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupannya sehari-hari. Gejala memanasnya bola bumi akibat efek rumah kaca (greenhouse effect) akibat menipisnya lapisan ozone, menciutnya luas hutan tropis, dan meluasnya gurun, serta melumernnya lapisan es di Kutub Utara dan Selatan Bumi dapat dijadikan sebagai indikasi dari terjadinya pencemaran lingkungan kerena penggunaan energi dan berbagai bahan kimia secara tidak seimbang (Toruan, dalam Jakob Oetama, 1990: 16 – 20)
Joseph Schumpeter (dalam Marchinelli dan Smelser,1990 :14-20) mengisyaratkan tentang pentingnya inovasi dalam proses pembangunan ekonomi di suatu negara. Dalam hal ini, pesatnya hasil penemuan baru dapat dijadikan sebagai ukuran kemajuan pembangunan ekonomi suatu bangsa. Dari berbagai tantangan yang dihadapi dari perjalanan sejarah umat manusia, kiranya dapat ditarik selalu benang merah yang dapat digunakan sebagai pegangan mengapa manusia "survival" yaitu oleh karena teknologi. Teknologi memberikan kemajuan bagi industri baja, industri kapal laut, kereta api, industri mobil, yang memperkaya peradaban manusia.. Teknologi juga mampu menghasilkan sulfur dioksida, karbon dioksida, CFC, dan gas-gas buangan lain yang mengancam kelangsungan hidup manusia akibat memanasnya bumi akibat efek "rumah kaca".
Selain itu, terdapat juga indikasi yang memperlihatkan tidak terkendalinya polusi dan pencemaran lingkungan akibat banyak zat-zat buangan dan limbah industri dan rumah tangga yang memperlihatkan ketidak perdulian terhadap lingkungan hidup.
Seringkali ditemukan pernyataan yang menyamakan istilah ekologi dan lingkungan hidup, karena permasalahannya yang bersamaan. Inti dari permasalahan lingkungan hidup adalah hubungan mahluk hidup, khususnya manusia dengan lingkungan hidupnya. IImu tentang hubungan timbal balik mahluk hidup dengan lingkungan hidupnya di sebut ekologi (Soemarwoto, 1991: 19). Lingkungan hidup adalah sistem yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya. keadaan dan mahluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dengan prilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupannya dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya (Soerjani, dalam Sudjana dan Burhan, 1996: 13).
DAFTAR PUSTAKA
- M Setiadi, Elly dan A. Hakam, Kama: 2006. Budaya Teknologi. Ilmu Sosial & Budaya Dasar. Jakarta: Kencana. xii, 218 hlm. ; 21 cm eks. Dalam http://library.um.ac.id/free-contents/index.php/buku/detail/ilmu-sosial-budaya-dasar-elly-m-setiadi-kama-abdul-hakam-ridwan-effendi-34549.html (Diakses 18 Desember 2018)
- Soemarwoto, Olto., Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Djambatan: Jakarta, 1991. Dalam https://www.goodreads.com/book/show/1504924.Ekologi_Lingkungan_Hidup_Dan_Pembangunan (Diakses 18 Desember 2018)
- Soerjani, Mohammad. Permasalahan lingkungan hidup dalam tinjauan Filosofis ekologis dalam Sudjana, Eggi dan Burhan, Latif (ed.). Upaya Penyamaan Persepsi, Kedadaran dan Pentaan terhadap pemecahan Masalah Lingkungan Hidup, CIDES, Jakarta, 1996. Dalam http://library.usu.ac.id/download/fisip/sosiologi-henry.pdf (Diakses 18 Desember 2018)
- Toruan Raymond, Globalisasi : Bumi Makin Panas, dalam Oetama, Jakob., (ed.), Menuju Masyarakat Baru Indonesia: Antisipasi Terhadap Tantangan Abad XXI, PTGramedia, Jakarta, 1990. Dalam http://library.usu.ac.id/download/fisip/sosiologi-henry.pdf (Diakses 18 Desember 2018)
- Martinelli, Alberto & Smelser, Neil 1, (ed.), Economy and Society: Overview in Ecollomic: Sociology, Sage Pub., london, 1990. Dalam http://library.usu.ac.id/download/fisip/sosiologi-henry.pdf (Diakses 18 Desember 2018)
Jumat, 14 Desember 2018
Senin, 03 Desember 2018
Industri Hijau
Oleh : @K21-Rohit, @ProyekK09
Industri hijau adalah industri yang menerapkan pola penghematan sumber daya dan penggunaan bahan baku serta energi yang ramah lingkungan serta terbarukan
Pengembangan sektor industri hijau di indonesia telah berlangsung sekitar 45 tahun yang lalu terhitung sejak lahirnya Undang-undang penanaman modal asing tahun 1967. Selama 10 tahun terakhir,industri memberikan kontribusi 25,45-28-96 persen terhadap produk domestik indonesia dengan kecenderungan meningkat
Ikatan Valensi
Oleh : @K18-Fierdian, @K21-Rohit, @Kel-K07
Teori ikatan
valensi merupakan teori mekanika kuantum pertama yang muncul pada masa awal
penelitian ikatan kimia yang didasarkan pada percobaan W. Heitler dan F. London
pada tahun 1927 mengenai pembentukkan ikatan pada molekul hidrogen.
Selanjutnya, teori ini kembali diteliti dan dikembangkan oleh Linus Pauling
pada tahun 1931 sehingga dipublikasikan dalam jurnal ilmiahnya yang berjudul
“On the Nature of the Chemical Bond”. Dalam jurnal ini dikupas hasil kerja
Lewis dan teori ikatan valensi oleh Heitler dan London sehingga menghasilkan
teori ikatan valensi yang lebih sempurna dengan beberapa postulat dasarnya,
sebagai berikut:
Sabtu, 01 Desember 2018
PRINSIP GREEN CHEMISTRY
Green Chemistry atau kimia hijau adalah berbagai teknik dan metodolgi kimia yang berusaha mengurangi atau menghilangkan penggunaan atau produksi bahan mentah, produk, produk samping, pelarut, reagensia,dan sebagainya yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungannya (Anastas, 1998) dimana mulai mendapatkan perhatian besar dari berbagai pihak, dimulai dari bahan dan proses kimia yang dirancang untuk mengurangi atau menghilangkan dampak negatif bagi lingkungan.
Sabtu, 24 November 2018
Ikatan Kimia
Oleh : @K21-Rohit, @K18-Fierdian, @Kel-K07,
Ikatan kimia yaitu, semua senyawa kimia yang terbentuk akibat berbagai kombinasi unsur penyusunnya. Atom dari unsur yang sama atau unsur yang berbeda digabungkan oleh berbagai ikatan kimia untuk menjaga molekul bersama-sama dan dengan demikian,menganugerahkan stabilitas senyawa yang dihasilkan. Ikatan kimia terdiri atas beragam jenis dan memiliki kekuatan bervariasi.
Label:
@K18-Fierdian,
@K21-Rohit,
@Kel-K07
Sabtu, 17 November 2018
Sumber Air Sudekat !
Oleh : @K21-Rohit, @ProyekK07
Air merupakan sumber daya alam yang
sangat dibutuhkan oleh manusia. Tanpa adanya air manusia tidak bisa hidup
bertahan lama. Bukan haya manusia saja, namun juga makhluk hidup lainnya
seperti binatang dan juga tumbuhan. Air adalah sumber kehidupan bagi makhluk
hidup. Bahkan bagi manusia, fungsi air tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan
tubuh akan air namun juga untuk menjalankan aktivitas sehari- hari seperti
mandi, mencuci baju, mencuci piring, menyirami tanaman, memberi minum ternak,
bahkan untuk memproduksi sesuatu untuk dijual. Jadi, fungsi air ini sungguh
tidak diragukan lagi. Banyak sekali fungsi air yang kita dapatkan yang dapat
menunjang kehidupan manusia dan juga binatang serta tumbuhan.
Pencemaran air adalah perubahan
keadaan di tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah
akibat aktivitas manusia. Sungai, Danau, lautan dan air tanah adalah bagian
penting dari siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari
siklus hidrologi.
Ciri- Ciri Air Tercemar
Belakangan ini seringkali kita temui
kasus atau peristiwa yang membahas mengenai masalah air bersih. Terkadang di
televisi kita menyaksikan permasalahan air di suatu tempat dimana daerah
tersebut sulit untuk mendapatkan air bersih karena sumber air di tempat
tersebut telah terkontaminasi sesuatu sehingga air tersebut menjadi berubah
dari keadaan sebelumnya. Hal seperti inilah yang mengindikasikan bahwa air
tersebut telah tercemar. Kita bisa mengetahui suatu air telah tercemar (polusi air) dengan melihat dari
ciri- ciri fisik air tersebut. Ciri- ciri fisik sendiri merupakan ciri- ciri
dari air yang bisa dilihat oleh mata telanjang kita dan dirasakan oleh panca
indera secara langsung. Adapun beberapa ciri fisik dari air yang menandai bahwa
air tersebut tercemar antara lain sebagai berikut:
- Berwarna atau tidak jernih
- Berbau
- Berasa
Faktor-
faktor Pencemaran Air
Air yang tercemar disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor
penyebab pencemaran air ini bisa berasal dari manusia maupun dari alam itu
sendiri. Faktor- faktor yang menyebabkan tercemarnya air dibagi menjadi
beberapa kelompok, faktor- faktor tersebut antara lain yaitu:
- Sampah (Organik maupun Non Organik)
Faktor pencemaran air yang pertama adalah sampah. Sampah
adalah bahan- bahan yang sudah diambil manfaatnya oleh manusia sehingga tersisa
yang tidak ada manfaatnya. Sampah dibedakan menjadi dua yaitu sampah organik
dan non organik. Sampah organik adalah sampah hijau yang mudah untuk diuraikan,
sementara sampah non organik biasanya berupa sampah plastik yang sulit untuk
diuraikan. Sampah jumlahnya ada banyak sekali di dunia
- Limbah Industri
Pencemaran air tingkat besar disebabkan oleh limbah
perindustrian. Perusahaan yang mengolah atau memproduksi suatu produk biasanya
juga menghasilkan limbah. limbah cair yang diabuang ke laut atau sungai secara
langsung tanpa mengolahnya terlebih dahulu akan menyebabkan pencemaran air
sungai atau laut sehingga menyebabkan se;luruh sumber air masyarakat menjadi
tercemar. Akibatnya masyarakat akan menuai dampak dari pencemaran tersebut.
Solusi untuk hal ini adalah pengolahan limbah cair atau pengolahan limbah industri
terlebih dahulu sebelum dibuang ke sumber air.
- Pertambangan
Pertambangan juga merupakan salah satu faktor yang
menyebabkan pencemaran air. Bagaimanapun pengolahan berbagai barang tambang
akan berdampak bagi kualitas air baik secara langsung (ke air) meupun secara
tidak langsung (melalui udara yang kemudian akan turu ke tanah dan juga ke
perairan). Salah satu tambang yang demikian adalah pertambangan batubara.
- Penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan
Penggunaan bahan peledak atau pukat harimau untuk menangkap
ikan tidak hanya akan membuat ekosostem terumbu karang atau ekosistem laut
menjadi rusak porak poranda, namun juga akan menyumbangkan pencemaran bagi air
laut. Tidak hanya ikan besar saja yang mati, namun ikan- ikan kecil juga akan
ikut mati. Akibatnya tidak akan banyak ikan yang meneruskan perjalanan rantai
makanan di laut karena banyak ikan yang sudah mati.
- Peternakan dan perikanan
Peternakan dan perikanan juga turut menyumbangkan bahan
pencemar bagi air. Mengapa? Karena limbah yang dihasilkan dari peternakan
seperti kotoran ternak dan sisa makanan ternak apabila langsung dibuang ke air
maka air tersebut akan tercemar (khususnya air sungai). Maka dari itulah
dibutuhkan sistem pengolahan khusus untuk hal semacam ini.
- Limbah pertanian
Limbah pertanian juga bisa menyebabkan pencemaran di air.
Macam- macam limbah pertanian ini bisa berupa potongan- potongan tanaman hasil
pertanian maupun penggunaan pestisida yang berlebihan. Hal ini tentu akan
sangat berbahaya bagi masyarakat apabila tidak mengetahui.
- Tumpahan minyak di laut
Tumpahnya minyak di laut menjadi pencemar yang sangat buruk
di laut. Seperti yang kita tahu bahwa kilang minyak kebanyakan berada di laut.
Dan ketika minyak tersebut tumpah atau bocor maka yang akan terjadi adalah
tercemarnya air laut. Dan hal ini akan menyebabkan banyak ikan menjadi mati.
- Detergen
Menurut Sopiah Dan Chaerunisah (2006), bahwa deterjen selain
memiliki dampak positif, juga menimbulkan dampak negative bagi kesehatan
manusia maupun lingkungan. Senyawa fosfat sebagai zat aditif yang besar
terhadap eutrofikasi yang menyebabkan harmful
algal bloom (HAB). Penggunaan detergen dan pembuangan limbah detergen
langsung ke dalam air akan menyebabkan banyak sekali permasalahan tanah,
seperti matinya ikan- ikan dan organisme air lainnya.
- Batubara
Pengolahan batubara akan menyebabkan pencemaran air. Asap
yang tercemar akan turun ke air dan menyebabkan air ikut tercemar.
- Perusakan Hutan
Perusakan hutan dan pembuangan katu serta ranting- ranting
dan dedaunan akan menyebabkan sumber air menjadi tercemar.
Limbah
Plastik, plastik merupakan salah satu sumber polutan yang berdampak pada
tercemarnya air sungai maupun lautan. Masuknya plastik kedalam kategori yang
menyebabkan pencemaran air adalah sulitnya tempat pembuangan karena produksi
plastik dari hari ke hari semakin bertambah dan susahnya untuk larut secara
alami. Seharusnya sebagai manusia kita sadar akan bahayanya plastic bagi
lingkungan sekitar dan mengurangi/menggantikan penggunaannya.
Daftar Pustaka
- Hidayat, Atep Afia. Dan Kholil, Muhammad. 2018. Pencemaran Air. Yogyakarta : Penerbit WR
- Suparwato (2008). Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
- Anonymous (2009). Diktat Penuntun Pratikum Kimia Anorganik. Malang: UMM.
- Kursus Dasar-Dasar Analisa Dampak Lingkungan Kumpulan Diktat Universitas Gadjah Mada Bekerja Sama Dengan Kantor Menteri PPLH. Yogyakarta. 1984.
- Divisi penerbitan dan dokumentasi PPLH Seloliman. 2011. Polusi, Ciptaan Manusia. Jakarta Timur: CV. Citraunggul Laksana.
Senin, 12 November 2018
Struktur Atom dan Sistem Periodik
@K18-Fierdian
@Kel-K07
Oleh : ROHIT ROSEN dan FIERDIAN NUCHRIZA
Sampai sekarang
tak ada alat yang mampu untuk melihat bagaimana bentuk dan susunan atom.
Penyelidikan dilakukan dengan mengamati fenomena yang ditimbulkannya. Setelah
diamati ternyata atom mempunyai sifat listrik. Atom tersusun dari
partikel-partikel penyusun yang terdiri dari Elektron, Proton dan Neutron.
Label:
@K18-Fierdian,
@K21-Rohit,
@Kel-K07
Solusi Pencemaran Udara ?
Keberadaan
pencemaran memang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, terlebih di
kehidupan modern. Kehidupan manusia di masa modern ini manusia akan menemukan
lebih banyak pencemaran dibandingkan dengan masa lampau. Salah satu alasannya
karena pada masa lampau atau masa belum modern banyak kita temui pepohonan
dimana- mana, sehingga kita tidak akan menemukan banyak pencemaran udara dan
sebaliknya, udara akan terasa sangat sejuk. Polusi udara dapat disebabkan oleh berbagai macam hal.
Beberapa penyebab dari polusi udara antara lain adalah sebagai berikut.
Selasa, 16 Oktober 2018
Kesetimbangan Kimia
Oleh : @K21-Rohit,
@K18-Fierdian, @Kel-K07
Kesetimbangan kimia
adalah keadaan reaksi bolak-balik dimana laju reaksi reaktan dan produk sama dan konsentrasi keduanya tetap. Kesetimbangan kimia hanya terjadi
pada reaksi bolak-balik dimana laju terbentuknya reaktan sama dengan laju
terbentuknya produk. Reaksi akan terjadi terus menerus secara mikroskopis
sehingga disebut kesetimbangan dinamis.
Perubahan dari keadaan kesetimbangan semula ke
keadaan kesetimbangan yang baru akibat adanya aksi atau pengaruh dari luar itu
dikenal dengan pergeseran kesetimbangan.
Hukum Guldberg dan Wange: “Dalam keadaan kesetimbangan pada suhu tetap,maka hasil kali konsentrasi
zat-zat hasil reaksi dibagi dengan hasil kali konsentrasi pereaksi yang sisa
dimana masing-masing konsentrasi itu dipangkatkan dengan koefisien reaksinya
adalahtetap.”
Asas Le Chatelier menyatakan jika
kesetimbangan dinamis terganggu akibat adanya perubahan kondisi, maka
kesetimbangan akan bergeser kearah yang berlawanan dengan perubahan tersebut.”
Azas Le Chatalier yang
berbunyi: “Jika suatu sistem kesetimbangan menerima suatu
aksi maka sistem tersebut akan mengadakan reaksi, sehingga pengaruh aksi
menjadi sekecil-kecilnya. Perubahan dari keadaan
kesetimbangan semula ke keadaan kesetimbangan yang baru akibat adanya aksi atau
pengaruh dari luar itu dikenal dengan pergeseran kesetimbangan. “
Bagi reaksi:
|
A + B «
C + D
|
KEMUNGKINAN
TERJADINYA PERGESERAN
· Dari
kiri ke kanan, berarti A bereaksi dengan B memhentuk C dan D, sehingga jumlah
mol A dan Bherkurang, sedangkan C dan D bertambah.
· Dari
kanan ke kiri, berarti C dan D bereaksi membentuk A dan B. sehingga jumlah mol
C dan Dherkurang, sedangkan A dan B bertambah.
FAKTOR-FAKTOR
YANG DAPAT MENGGESER LETAK KESETIMBANGAN ADALAH :
a. Perubahan
konsentrasi salah satu zat
b. Perubahan
volume atau tekanan
c. Perubahan
suhu
A. PERUBAHAN
KONSENTRASI SALAH SATU ZAT
Apabila dalam
sistem kesetimbangan homogen, konsentrasi salah satu zat diperbesar, maka
kesetimbangan akan bergeser ke arah yang berlawanan dari zat tersebut.
Sebaliknya, jika konsentrasi salah satu zat diperkecil, maka kesetimbangan akan
bergeser ke pihak zat tersebut.
Contoh:
2SO2(g) + O2(g) «
2SO3(g)
Ø Bila
pada sistem kesetimbangan ini ditambahkan gas SO2, maka kesetimbangan akan
bergeser ke kanan.
Ø Bila
pada sistem kesetimbangan ini dikurangi gas O2, maka kesetimbangan akan
bergeser ke kiri.
B. PERUBAHAN
VOLUME ATAU TEKANAN
Jika dalam suatu
sistem kesetimbangan dilakukan aksi yang menyebabkan perubahan volume
(bersamaan dengan perubahan tekanan), maka dalam sistem akan mengadakan berupa
pergeseran kesetimbangan.
ü Jika
tekanan diperbesar = volume diperkecil, kesetimbangan akan bergeser ke arah
jumlah Koefisien Reaksi Kecil.
ü Jika
tekanan diperkecil = volume diperbesar, kesetimbangan akan bergeser ke arah
jumlah Koefisien reaksi besar.
Pada sistem
kesetimbangan dimana jumlah koefisien reaksi sebelah kiri = jumlah koefisien
sebelah kanan, maka perubahan tekanan/volume tidak menggeserletak
kesetimbangan.
Contoh:
Koefisien reaksi
di kanan = 2
Koefisien reaksi
di kiri = 4
Ø Bila
pada sistem kesetimbangan tekanan diperbesar (= volume diperkecil), maka
kesetimbangan akan bergeser ke kanan.
Ø Bila
pada sistem kesetimbangan tekanan diperkecil (= volume diperbesar), maka
kesetimbangan akan bergeser ke kiri.
C. PERUBAHAN
SUHU
Menurut Van't
Hoff:
Ø Bila
pada sistem kesetimbangan subu dinaikkan, maka kesetimbangan reaksi akan
bergeser ke arah yang membutuhkan kalor (ke arah reaksi endoterm).
Ø Bila
pada sistem kesetimbangan suhu diturunkan, maka kesetimbangan reaksi akan
bergeser ke arah yang membebaskan kalor (ke arah reaksi eksoterm).
Contoh:
- Jika suhu
dinaikkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri.
- Jika suhu
diturunkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan.
D. PENGARUH
KATALISATOR TERHADAP KESETIMBANGAN
Fungsi
katalisator dalam reaksi kesetimbangan adalah mempercepat tercapainya
kesetimbangan dan tidak merubah letak kesetimbangan (harga tetapan
kesetimbangan Kc tetap), hal ini disebabkan katalisator mempercepat reaksi ke
kanan dan ke kiri sama besar.
- Jespersen, Neil D., Brady, James E., & Hyslop, Allison. Chemistry: The Molecular Nature of Matter (6th edition). New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.
- Petrucci, Ralph H. et al. 2011. General Chemistry: Principles and Modern Applications (10th edition). Toronto: Pearson Canada Inc.
- Purba, Michael. 2006. Kimia 2A untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
- Silberberg, Martin S. 2009. Chemistry: The Molecular Nature of Matter and Change (5th edition). New York: McGraw Hill
Langganan:
Postingan (Atom)








