.

Tampilkan postingan dengan label @ProyekK11. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @ProyekK11. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Desember 2018

Pentingnya Teknologi


Kata kunci: Teknologi

Teknologi adalah alat bantu manusia untuk mencapai tujuan. Teknologi diciptakan untuk mempermudah atau memperlancar suatu pekerjaan. Alat dalam suatu teknologi dapat berupa perangkat baik itu perangkat keras maupun perangkat lunak.(Purwanto H., 2009.)

Teknologi adalah manifestasi dari imajinasi manusia tentang sebuah dunia yang lebih baik. Melalui teknologi manusia membangun masa depan kebudayaan dan kehidupan mereka. Perkembangan teknologi tidak saja ditentukan oleh nilai-nilai budaya yang ada, tetapi ia justru dapat membentuk budaya-budaya baru: budaya media, budaya informasi atau budaya virtual.(Pilalang Y.A., 2013.)

Kata Teknologi seringkali oleh masyarakat diartikan sebagai alat elektronik. Tapi oleh ilmuwan dan ahli filsafat ilmu pengetahuan diartikan sebagai pekerjaan ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah praktis. Jadi teknologi lebih mengacu pada usaha untuk memecahkan masalah manusia.(Andri R.M., 2017.)

Bagi kebanyakan orang, teknologi hanya berupa komputer, software atau kapal terbang namun sebenarnya teknologi itu lebih dari itu semua. Teknologi merupakan inti dari sebuah ilmu pengetahuan dan pengetahuan inilah yang dapat digunakan dalam kegiatan dan kehidupan manusia sehari-hari.(Noor I.H.M., 2011.)

Tidak dapat dipungkiri dalam mekanisme manajemen perubahan, teknologi mengambil peran yang sangat penting dalam percaturan peradaban. Banyak orang mengartikan teknologi itu sebagai suatu alat yang canggih yang berkaitan dengan mesin, proses mekanistik ataupun seperti alat elektronik dan sejenis.(Mawardi I., 2012.)


Menurut Iskandar Alisyahbana (1980) Teknologi telah dikenal manusia sejak jutaan tahun yang lalu karena dorongan untuk hidup yang lebih nyaman, lebih makmur dan lebih sejahtera. Jadi sejak awal peradaban sebenarnya telah ada teknologi, meskipun istilah “teknologi” belum digunakan. Istilah “teknologi” berasal dari “techne “ atau cara dan “logos” atau pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia 

DAFTAR PUSTAKA:
Purwanto H., 2009. TEKNOLOGI PENGOLAH HASIL PERTANIAN. Jurnal Mediagro. VOL 5. NO 1, 2009: HAL 15 - 19.
Sumber : https://https://publikasiilmiah.unwahas.ac.id/index.php/Mediagro/article/download/891/1003

- Pilalang Y.A., 2013. BUDAYA TEKNOLOGI DI INDONESIA: KENDALA DAN PELUANG MASA DEPAN. Jurnal Sosioteknologi Vol 12, No 28.
Sumber :  http://journals.itb.ac.id/index.php/sostek/article/view/1105

- Andri R.M., 2017. PERAN DAN FUNGSI TEKNOLOGI DALAM PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN. Jurnal Ilmiah Research Sains VOL. 3. NO. 1 Februari 2017.
Sumber : http://www.jurnalmudiraindure.com/wp-content/uploads/2017/04/PERAN-DAN-FUNGSI-TEKNOLOGI-DALAM-PENINGKATAN-KUALITAS-PEMBELAJARAN.pdf

- Noor I.H.M., 2011. Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Perguruan Tinggi. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 17, Nomor 3, Mei 2011.
Sumber : http://jurnaldikbud.kemdikbud.go.id/index.php/jpnk/article/download/27/25

Mawardi I., 2012. ICT (Information And Communication Technology) Sebagai Wahana Transformasi Pendidikan. Jurnal Fakultas Agama Islam Vol 3, No 1
Sumber : http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=114626

masalah yang ditimbulkan oleh limbah cair (usaha laundry)

diketik oleh syahida nur afini , @k25-syahida 
kata kunci : limbah cair , laundry 
Dengan meningkatnya jumlah usaha industri laundry yang menghasilkan limbah cair sisa penggunaan detergen, maka limbah cair laundry yang dihasilkan semakin banyak setiap harinya. Peningkatan jumlah limbah akibat pencucian pakaian yang dihasilkan ini memiliki dampak langsung kepada lingkungan apabila tidak dikelola dan diolah dengan baik karena limbah laundry ini dapat mencemari badan air dan tanah. (Nugroho dkk dalam Dessy, 2014)

Cara pembuangan air limbah laundry yang dilakukan secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu ke saluran air dapat menurunkan kualitas air dan mempengaruhi ekosistem perairan serta kesehatan manusia (Nurajijah dalam Yudisthira dalam Veini & Damayanti, 2012)

Menurut Sisyanreswari dkk (2014), bahwa masalah yang timbul akibat pemakaian deterjen terletak pada pemakaian jenis surfaktan dan gugus pembentuk, karena jenis surfaktan dan gugus pembentuk ini yang menentukan limbah yang dihasilkan dapat diuraikan atau tidak. Jika sulit untuk diuraikan maka dapat mengakibatkan eutrofikasi pada badan air penerima. Maka dari itu, perlu adanya pengolahan limbah laundry yang bertujuan untuk mengurangi dan mencegah dampak negatifnya pada lingkungan khususnya badan air.

Lalu menurut Stefhany dkk (2013), bahwa peningkatan industri pencucian pakaian dapat menimbulkan pencemaran air yang menyebabkan eutrofikasi, hal ini disebabkan oleh fosfat yang merupakan bahan penyusun utama deterjen, sehingga perlu dilakukan alternatif pengelolahan dan pengaplikasian yang efektif untuk mengolah limbah ini.

Pertumbuhan industri laundry ini memiliki efek samping yang kurang baik, air limbah laundry mengandung bahan kimia dengan konsentrasi yang tinggi antara lain fosfat, surfaktan, ammonia dan nitrogen serta kadar padatan terlarut, kekeruhan, BOD dan COD tinggi. Bahan kimia yang menjadi masalah pencemaran pada badan air tersebut disebabkan pemakaian deterjen sebagai bahan pencuci. (Gumelar dkk. 2015)

Berdasarkan kutipan diatas bahaya tentang limbah cair laundry jika dibuang begitu saja dapat menimbulkan berbagai macam masalah.

Daftar Pustaka
Stefhany,cut ananda., M.Sutisna dan K.Pharmawati .2013. Fitoremediasi phospat dengan menggunakan tumbuhan eceng gondok (eichhornia crassipes) pada limbah cair industri kecil pencucian pakaian (laundry). Vol 1. No.1, Febuari 2013. Pp 1-11 dalam https://ejurnal.itenas.ac.id/index.php/lingkungan/article/viewFile/137/623 (diakses 18 desember 2018)

Nugroho, Satyanur Y., S. Sumiyati dan M. Hadiwidodo. 2014. Penurunan kadar COD dan TSS pada limbah industri pencucian pakaian (laundry) dengan teknologi biofilm menggunakan media filter serat plastik dan tembikar dengan susunan random. Jurnal Teknik Lingkungan. Vol 3. No 2, 2014. Pp 1-6. Dalam https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/tlingkungan/article/view/5399/5181 (diakses 18 desember 2018)

Nurajijah, Laeli., D. Harjunowibowo dan Y. Radiyono. 2014. Pengaruh Variasi Tegangan pada Pengolahan Limbah Cair Laundry Menggunakan Proses Elektrolisis. Jurnal Materi dan Pembelajaran Fisika (JMPF). Vol 4. No 1, 2014. Pp 31-35. Dalam http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/fisika/article/view/5395/3811 (diakses 18 desember 2018)

Sisyanreswari, Hadinta., W. Oktiawan dan A. Rezagama. 2014. Penurunan TSS, COD, dan Fosfat Pada Limbah Laundry. Jurnal Teknik Lingkungan. Vol 3. No. 4, 2014. Dalam https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/tlingkungan/article/view/7133/6900 
(diakses 18 desember 2018)

Gumelar, Dalas., Y. Hendrawan dan R. Yulianingsih. 2015. Pengaruh Aktivator dan Waktu Kontak Terhadap Kinerja Arang Aktif Berbahan Eceng Gondok (Eichornia crossipes) Pada Penurunan COD Limbah Cair Laundry. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem. Vol.3 No. 1, Februari 2015. Pp 15-23 http://www.jkptb.ub.ac.id/index.php/jkptb/article/view/242/206 (diakses 18 desember 2018)

Apa Itu Biomassa

Oleh: Risza Kurniawan (@K05-Risza)

Abstrak

Energi biomassa adalah sumber energi terbarukan yang ditemukan dalam tanaman. Tanaman mengambil energi dari matahari dalam proses fotosintesis dan menggunakannya untuk memproduksi dan tumbuh biomassa.
Biomassa adalah produk yang dikenal atau bahan yang ditemukan di sebagian besar makhluk hidup. Hal ini dapat bahan hewan, bakteri, atau bahan tanaman. Contoh tertua yang kita miliki dari energi biomassa saat ini adalah kayu, yang dapat kita membakar untuk menghasilkan panas dan menciptakan uap yang karenanya, menghasilkan energi.
Kata Kunci : Energi Terbarukan , Renewable Energy


Pembahasan
Hingga saat ini energi memiliki peranan sangat penting dalam kehidupan peradaban manusia. Salah satu persoalan yang muncul dalam penggunaan energi adalah masih banyaknya penggunaan energi fosil, padahal energi ini sangat terbatas di muka bumi. Oleh karena itu perlunya efisiensi penggunaan energi di seluruh lini bidang kehidupan, termasuk pada lembaga pemerintah, swasta maupun masyarakat. (Biantoro dkk, 2017)
Menipisnya cadangan bahan bakar fosil dan meningkatnya populasi manusia sangat kontradiktif dengan kebutuhan energi bagi kelangsungan hidup manusia beserta aktivitas ekonomi dan sosialnya. Sejak lima tahun terakhir Indonesia mengalami penurunan produksi minyak nasional akibat menurunnya secara alamiah cadangan minyak pada sumursumur produksi. Padahal dengan mengembangkan sumber energi alternatif sebagai pengganti BBM ( Haryadi, 2009)

Biomassa adalah bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintetik, baik berupa produk maupun buangan. Contoh biomassa antara lain adalah tanaman, pepohonan, rumput, ubi, limbah pertanian, limbah hutan, tinja dan kotoran ternak. Selain digunakan untuk tujuan primer serat, bahan pangan, pakan ternak, minyak nabati, bahan bangunan dan sebagainya, biomassa juga digunakan sebagai sumber energi (Arhamsyah, 2010)

Sebagai bahan bakar, biomassa perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu agar dapat lebih mudah dipergunakan yang dikenal sebagai konversi biomassa. Teknologi konversi biomassa tentu saja membutuhkan perbedaan pada alat yang digunakan untuk mengkonversi biomassa dan menghasilkan perbedaan bahan bakar yang dihasilkan (Sulaiman, 2009).

Daftar Pustaka
·         https://kliksma.com/2015/05/pengertian-energi-biomassa.html(Diakses Pada 18 Desember 2018)
·         Biantoro, Agung Wahyudi., D.S, Permana. 2017. Analisis Audit Energi Untuk Pencapaian Efisiensi Energi Di Gedung Ab, Kabupaten Tangerang, Banten. Jurnal Teknik Mesin (JTM): Vol. 06.
·         Kholiq, Imam. 2015. Pemanfaatan Energi Alternatif Sebagai Energi Terbarukan Untuk Mendukung Subtitusi BBM: Vol 19, No. 2.
Dalam : https://ejurnal.itats.ac.id/iptek/article/viewFile/12/12(Diakses Pada 18 Desember 2018)
·         Arhamsyah. 2010. Pemanfaatan Biomassa Kayu Sebagai Sumber Energi Terbarukan: Vol 2, No. 1, 42-48
·         Tajalli, Arief. 2015. Panduan Penilaian Potensi Biomassa Sebagai Sumber Energi Alternatif Di Indonesia.

Selasa, 18 Desember 2018

Pentingnya Peran Masyarakat Dalam Penerapan Sistem 3R

Oleh: Rofiqoh Awaliyah (@K28-Rofiqoh)

Kata Kunci: Sistem 3R

Salah satu upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat yang mudah dan murah adalah dengan menerapkan sistem 3R (Reduce, reuse, recycle). Sistem 3R yaitu Reduce, reuse dan recycle adalah sistem pengelolaan sampah yang berorientasi pada pencegahan timbulnya sampah, meminimalisir sampah dengan memanfaatkan kembali barang yang masih dapat digunakan, mendaur ulang sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat serta penerapan pembuangan sampah yang ramah lingkungan. (Helmi dkk, 2018)

BANGUNAN HIJAU, SOLUSI MENGATASI PEMANASAN GLOBAL

Oleh : Natalia Esteriani Kambey (K17-Natalia)

Abstrak :

Sektor bangunan merupakan sektor yang sedang berkembang pesat saat ini. Sektor bangunan memberikan banyak manfaat baik terhadap kehidupan ekonomi, sosial, dan sebagainya. Namun sektor bangunan juga memberi dampak terhadap lingkungan, yaitu pemanasan global. Sehingga muncullah ide bangunan hijau yaitu bangunan ramah lingkungan dan hemat energi, yang bersahabat dengan prinsip-prinsip kelestarian lingkungan.

Kata Kunci : Bangunan Hijau


Bangunan Hijau merupakan bangunan yang direncanakan untuk mengurangi dampak terhadap buruk terhadap lingkungan. Bangunan Hijau tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan namun juga memberi banyak manfaat dari segi finansial, pasar, industri serta dampak positif bagi pengguna gedung tersebut. (Kevin dkk, 2016).

IPTEK Ramah Lingkungan ( RAMLI )

Lingkungan adalah suatu media di mana makhluk hidup tinggal, mencari penghidupannya, dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan rii (A. Hakam, Kama: 2006).

Dalam kepustakaan teknologi terdapat aneka ragam pendapat yang menyatakan bahwa teknologi adalah transformasi (perubahan bentuk) dari alam, teknologi adalah realitas/kenyataan yang diperoleh dari dunia ide, teknologi dalam makna subjektif adalah keseluruhan peralatan dan prosedur yang disempurnakan, sampai pernyataan bahwa teknologi adalah segala hal, dan segala hal adalah teknologi (M Setiadi, Elly: 2006).

Disamping itu, IPTEK dikembangkan dalam bidang antariksa dan militer, menyebabkan terjadinya eksploitasi energi, sumber daya alam dan lingkungan yang dilakukan untuk memenuhi berbagai produk yang dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupannya sehari-hari. Gejala memanasnya bola bumi akibat efek rumah kaca (greenhouse effect) akibat menipisnya lapisan ozone, menciutnya luas hutan tropis, dan meluasnya gurun, serta melumernnya lapisan es di Kutub Utara dan Selatan Bumi dapat dijadikan sebagai indikasi dari terjadinya pencemaran lingkungan kerena penggunaan energi dan berbagai bahan kimia secara tidak seimbang (Toruan, dalam Jakob Oetama, 1990: 16 – 20)

Joseph Schumpeter (dalam Marchinelli dan Smelser,1990 :14-20) mengisyaratkan tentang pentingnya inovasi dalam proses pembangunan ekonomi di suatu negara. Dalam hal ini, pesatnya hasil penemuan baru dapat dijadikan sebagai ukuran kemajuan pembangunan ekonomi suatu bangsa. Dari berbagai tantangan yang dihadapi dari perjalanan sejarah umat manusia, kiranya dapat ditarik selalu benang merah yang dapat digunakan sebagai pegangan mengapa manusia "survival" yaitu oleh karena teknologi. Teknologi memberikan kemajuan bagi industri baja, industri kapal laut, kereta api, industri mobil, yang memperkaya peradaban manusia.. Teknologi juga mampu menghasilkan sulfur dioksida, karbon dioksida, CFC, dan gas-gas buangan lain yang mengancam kelangsungan hidup manusia akibat memanasnya bumi akibat efek "rumah kaca".

Selain itu, terdapat juga indikasi yang memperlihatkan tidak terkendalinya polusi dan pencemaran lingkungan akibat banyak zat-zat buangan dan limbah industri dan rumah tangga yang memperlihatkan ketidak perdulian terhadap lingkungan hidup.

Seringkali ditemukan pernyataan yang menyamakan istilah ekologi dan lingkungan hidup, karena permasalahannya yang bersamaan. Inti dari permasalahan lingkungan hidup adalah hubungan mahluk hidup, khususnya manusia dengan lingkungan hidupnya. IImu tentang hubungan timbal balik mahluk hidup dengan lingkungan hidupnya di sebut ekologi (Soemarwoto, 1991: 19). Lingkungan hidup adalah sistem yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya. keadaan dan mahluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dengan prilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupannya dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya (Soerjani, dalam Sudjana dan Burhan, 1996: 13).

 DAFTAR PUSTAKA



Pengurangan Emisi

Oleh : @K19-Luthfiah

Kata Kunci : Pengurangan Emisi

    Menurut Boedoyo (2008), bahwa emisi oleh perbuatan manusia pada umumnya disebabkan karena pembakaran carbon yang terkandung pada energi fosil, baik minyak bumi, gas bumi maupun batubara untuk memenuhi kebutuhan manusia baik di berbagai sektor perekonomian. Pembakaran hutan pada umumnya sulit dibuktikan karena tidak adanya bukti.

    Dalam pelaksanaan kegiatan penurunan emisi selain kegiatan penunjang, diperlukan kegiatan yang langsung dapat menurunkan emisi. Kegiatan yang langsung dapat menurunkan emisi adalah kegiatan penanaman (pembuatan tanaman) serta kegiatan pencegahan deforestasi dan degradasi. Kajian profil emisi berdasarkan laporan (SNC) akan memperlihatkan sumber-sumber utama emisi dan upaya penurunan emisi yang harus dilakukan. Selanjutnya dilakukan identifikasi kegiatan utama dan potensinya yang dapat menurunkan emisi secara langsung sehingga penurunan emisi dapat dikuantifikasikan, sebagai masukan dalam penyusunan kegiatan RAD. (Wibowo, 2013)

Teknologi Hijau yang Ramah Lingkungan

Kata Kunci: Teknologi hijau, Ramah       lingkungan

Bagaimana langkah industrialisasi merupakan jurus ampuh untuk mempercepat pertumbuhan ekomi. Tak dapat dipungkiri bahwa insensif ekonomi dab dampak eksternal sektor industri lebih besar dibanding pertanian. Selain itu, tingkat produktivitas dan efisiensi sektor industri lebih tinggi dan menyerap tenaga lebih banyak (Hidayat, 2013).

Teknologi ramah lingkungan diadopsi oleh Uni Eropa pada awal tahun 2004 dengan terminologi:”Environmental Technology Action Plan” (ETAP) yang didefisinikan sebagai teknologi yang lebih sedikit merusak lingkungan dibanding teknologi alternatif sejenis. Kemudian menurut Agenda 21 teknologi ramah lingkungan adalah yang memproteksi lingkungan hidup, mengurangi daya pencemarannya, menggunakan sumber daya secara  berkelanjutan, mendaur-ulang produk dan menangani limbahnya secara benar (Kardono, 2010).

Berdasarkan catatan GT (2015), bahwa istilah teknologi mengacu pada penerapan pengetahuan untuk tujuan praktis. Sedangkan teknologi hijau merupakan metode atau bahan untuk menghasilkan produk dan energi yang tidak atau minim menghasilkan limbah yang berbahaya dan beracun. Dengan kata lain teknologi hijau dirancang untuk menghasilkan produk dan energi yang bersih.

Kemudian menurut Ghilad (2016) , bahwa teknologi ramah lingkungan adalah sebuah metode atau sistem untuk mencapai tujuan tertentu yang mana dalam pelaksanaannya mengacu pada wawasan lingkungan dan atau memperhatikan kaidah-kaidah lingkungan di sekitarnya. Dalam konteks ini telah banyak beredar meliputi beberapa aspek dalam kehidupan manusia, termasuk dalam sektor elektronik konsumen. Dan untuk bisa mendapatkan teknologi ini dibutuhkan biaya cukup mahal bila dibandingkan membeli peralatan dengan teknologi konvensional. Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan bagi kita utamanya para pengembang untuk menciptakan teknologi hijau yang ramah akan lingkungan namun juga terjangkau harganya (murah).

Menurut (Menperin) Hidayat  (2011), bahwa teknologi hijau adalah teknik yang menghasilkan energi dan atau produk yang tidak mencemari lingkungan hidup. Di tegaskan juga bahwa lingkup Teknologi Hijau mencakup bidang-bidang seperti energi terbarukan (renewable energy), bangunan hijau/ramah lingkungan (green building), kimia hijau (green chemistry), dan teknologi nano hijau (green nanotechnology). Bangunan hijau (green building) mendapat perhatian penting di bidang teknologi hijau.



Daftar Pustaka


Penerapan Sistem Ramah Lingkungan dalam Mewujudkan Teknologi Hijau


Oleh : Ghina Rahayu (@K20-Ghina)

Kata Kunci : Penerapan, Ramah Lingkungan
Menurut Erdiono (2009), bahwa isu pemanasan global harus ditanggapi. Krisis global tersebut harus sanggup menggugah kesadaran kita dengan tindakan tindakan nyata yang dapat dilakukan setelah mengetahui pokok-pokok permasalahannya. Beberapa konsep pembangunan hemat energi dan ramah lingkungan mengacu pada bangunan yang murah, mudah dan berdampak luas, seperti pengembangan kota hijau (green city), properti hijau (green property), bangunan hijau (green building), kantor/sekolah hijau (green school/office), hingga produk hijau (green product) terus dilakukan untuk mengurangi pemanasan global dan krisis ekonomi global. Perilaku manusia saat ini harus tanggap dan peduli dengan dampak pemanasan global yang terjadi akibat efek rumah kaca. Perubahan perilaku manusia. harus segera dilakukan adalah penghematan enerji, pemanfaatan energi alternatif terkait dengan upaya-upaya penggunaan material bangunan dan upaya-upaya penghematan lainnya.

Teknologi Hijau


ABSTRAK
Menurut Handajani dkk (2015) dalam Jurnal Sains dan Teknologi, Teknologi Hijau adalah Teknologi yang mempertimbangkan penghematan dalam penggunaan sumberdaya alam dan menjaga keberlangsungan ketersediaannya serta meminimalisasi dampak negatif bahkan berusaha meningkatkan kualitas hidup manusia.

Energi Terbarukan adalah Energi Alternatif Ramah Lingkungan

Oleh : Karlen Alfani Ariesta ( @K07-Karlen )



Keyword : Energi terbarukan

Menurut Prastowo ( 2007 ) , selain sebagai penghasil energi terbarukan, sektor pertanian juga banyak menggunakan energi tersebut. Data yang akurat sejauh ini belum ada yang dapat dijadikan patokan. Diantara penggunaan energi terbarukan tersebut, secara kualitatif meliputi pemanfaatan yang langsung menggunakan hasil padatan biomassa tersebut. Untuk aspek budidaya tanaman antara lain untuk pengasapan pohon untuk mengusir serangga. Perhitungan yang ada biasanya berupa perhitungan secara parsial atau spesifik lokasi, misalnya untuk pengolahan tanah untuk pertanaman tebu seluas 8 ha membutuhkan energi paling tidak sebesar 1,96 juta Kjoule.


Biomassa Sebagai Energi Terbarukan


Oleh: Muhammad Rivaldi (@K15-Rivaldi)

Abstrak

Green Building


Teknologi Hijau adalah Teknologi yang mempertimbangkan penghematan dalam penggunaan sumberdaya alam dan menjaga keberlangsungan ketersediaannya serta meminimalisasi dampak negatif bahkan berusaha meningkatkan kualitas hidup manusia ( Handajani dkk,2015)


Teknologi Ramah Lingkungan Sebagai Sustainable Development


Oleh: @K18-Fierdian (41618010018)

Abstrak:
Perubahan iklim yang diakibatkan oleh pemanasan global merupakan tantangan yang paling serius dihadapi oleh negara - negara di dunia pada abad ke 21 ini. Pada tahun 2100 diperkirakan suhu meningkat 1,5 0 4,5 derajat Celsius dan permukaan air laut akan naik hingga 15 – 95 cm. Dampak yang diperkirakan terjadi antara lain es dan glazier di kutub mencair, sejumlah pulau dan sebagian kota pantai tenggelam, berbagai keaneragaman hayati musnah, kerusakan terumbu karang, frekuensi bencana banjir, angin topan hujan badai dan banjir, frekuensi kebakaran meningkat, penyebaran penyakit bertambah, hama penyakit tanaman bertambah.

Kata Kunci: Teknologi Hijau.

Green Industry


Menurut Achdiat Atmawinata ( 2012 ), definisi industri hijau, industri yang berkelanjutan atau definisi yang lebih luas seperti Green Development atau Green Economy seringkali diangkat dari sudut pandang yang beragam sehingga terminologi tersebut saat ini dapat memiliki dimensi yang luas. Konsep industri hijau tidak hanya terkait dengan pembangunan industri yang ramah lingkungan tetapi juga berhubungan dengan penerapan sistem industri yang terintegrasi, holistik dan efisien. Pemikiran tentang konsep industri hijau juga memunculkan berbagai kajian, termasuk dalam manufaktur sehingga dikenal istilah sistem manufaktur yang berkelanjutan atau sustainable manufacturing. NACFAM-USA mendefinisikan sustainable manufacturing sebagai “penciptaan produk manufaktur yang bebas polusi, menghemat energi dan sumberdaya alam, serta ekonomis dan aman bagi karyawan, masyarakat dan pelanggan‟.

Menurut Reza Pramana ( 2012 ), pembangunan sektor industri di Indonesia yang telah berjalan sekitar 50 (lima puluh) tahun selain telah memberi dampak positif bagi negara, juga memberikan dampak negatif terhadap permasalahan lingkungan terutama pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah industri serta pemanfaatan sumber daya alam yang tidak efisien. Dengan semakin terbatasnya sumber daya alam, krisis energi dan menurunnya daya dukung lingkungan, maka tuntutan untuk mengembangkan industri yang ramah lingkungan atau yang dikenal dengan istilah industri hijau (green industry) telah menjadi isu penting.

Menurut Alrasyid (2016), penerapan industri hijau secara bertahap akan dapat membantu meningkatkan efesiensi, keuntungan serta daya saing di pasar global. Pendekatan yang menerapkan prinsip-prinsip efesiensi dan pencegahan pencemaran, di satu sisi akan mampu mengurangi biaya produksi, sementara pada sisi lain kepentingan lingkungan juga terpenuhi.

Untuk mendorong pertumbuhan Green Industry, Kementerian Perindustrian memberikan penghargaan kepada perusahaan industri nasional yang telah menerapkan pola penghematan sumber daya dan penggunaan bahan baku dan energy yang ramah lingkungan serta terbarukan. (Triwulandari, dkk. 2013)

Menurut fong kai hung(2017),bahwa Teknologi Hijau merupakan teknologi yang banyak mengandung sisi positifnyadan manfaatnya banyak di dapat untuk kehidupan sehari-hari. Teknologi inibiasanya membuat orang menjadi “fresh” dan menghasilkan banyakkeuntungan contohnya komputer, kulkas, kipas angin dan lain-lain. Salah satucontoh di terapkannya Teknologi Hijau yaitu harus di terapkan di setiap sekolah,kantor, maupun tempat kerja lainnya. Karena hal tersebut dapat membantu ataumeringankan beban kerja dan belajar mereka. Teknologi Hijau sama artinyadengan satu orang satu pohon ( one man one tree ).
Daftar Pustaka :
Alrasyid, M. H. (2016). Environmental Strategic Management Untuk Kawasan Industri Hijau. IJEEM: Indonesian Journal of Environmental Education and Management, vol 1, 102.
Triwulandari, dkk. (2013). Model Pemilihan Industri Komponen Otomotif Yang Ramah Lingkungan. Jurnal Teknik Industri ISSN: 1411-6340.
Fong kai hung. 2017. Teknologi hijau. Dalam https://www.scribd.com/doc/161551472/Teknologi-Hijau./  (Diunduh pada 18 desember 2018). 



TEKNOLOGI HIJAU


Kata kunci : teknologi hijau

Soemarno (2011) Teknologi hijau adalah aplikasi sains alam sekitar untuk memelihara sumberdaya alam serta mengelola dampak negatif akibat akitivitas manusia. Teknologi hijau adalah teknologi rendah karbon dan lebih ramah lingkungan. Apabila kita menggunakan teknologi hijau, kita menggunakan sumberdaya seperti energi, air, dan sebagainya secara minimum untuk menghasilkan sesuatu produk.

Hanif, Muhammad (2014) Pengembangan kimia hijau adalah penggunaan fluida superkritis sebagai pelarut hijau. Sebagai sebuah teknologi hijau, ekstraksi fluida superkritis (EFS) memiliki potensi untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan ekstraksi pelarut organik, khususnya kecepatan dan penggunaan volume pelarut yang rendah.

Hamdani, Asriningputri dkk (2015) Teknologi Hijau adalah Teknologi yang mempertimbangkan penghematan dalam penggunaan sumberdaya alam dan menjaga keberlangsungan ketersediaannya serta meminimalisasi dampak negatif bahkan berusaha meningkatkan kualitas hidup manusia, oleh sebab itu rancangan arsitektur yang memenuhi kriteria pertimbangan tersebut disebut “Arsitektur ber Teknologi Hijau”.

Kemudian menurut Ghilad (2016) , bahwa teknologi ramah lingkungan adalah sebuah metode atau sistem untuk mencapai tujuan tertentu yang mana dalam pelaksanaannya mengacu pada wawasan lingkungan dan atau memperhatikan kaidah-kaidah lingkungan di sekitarnya. Dalam konteks ini telah banyak beredar meliputi beberapa aspek dalam kehidupan manusia, termasuk dalam sektor elektronik konsumen. Dan untuk bisa mendapatkan teknologi ini dibutuhkan biaya cukup mahal bila dibandingkan membeli peralatan dengan teknologi konvensional. Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan bagi kita utamanya para pengembang untuk menciptakan teknologi hijau yang ramah akan lingkungan namun juga terjangkau harganya (murah).

Menurut (Menperin) Hidayat  (2011), bahwa teknologi hijau adalah teknik yang menghasilkan energi dan atau produk yang tidak mencemari lingkungan hidup. Di tegaskan juga bahwa lingkup Teknologi Hijau mencakup bidang-bidang seperti energi terbarukan (renewable energy), bangunan hijau/ramah lingkungan (green building), kimia hijau (green chemistry), dan teknologi nano hijau (green nanotechnology). Bangunan hijau (green building) mendapat perhatian penting di bidang teknologi hijau.

Daftar Pustaka
·        
           Hidayat, A.A dan M. Kholil. 2018. KIMIA DAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN INDUSTRI. Jakarta, september 2018.
·         Ghilad. 2016. Pengertian Teknologi Ramah Lingkungan Beserta contohnya. Dalam https://satujam.com/teknologi-ramah-lingkungan/. (Di akses 18 Desember 2018).
·         Hanif, Muhammad. 2014. Aplikasi Teknologi Hijau, Vol 15, No.1, Januari 2014. http://ejurnal.bppt.go.id/index.php/JTL/article/view/1457/1249. (diakses pada 18 Desember 2018)
·         Hamdani, Asriningputri dkk. 2015. Teknologi Hijau Warisan Nenek Moyang Ditanah Parahyangan. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan. http://journal.uii.ac.id/JSTL/article/view/3507/3100. (diakses pada 18 Desember 2018)