.

Tampilkan postingan dengan label @K08-RYAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @K08-RYAN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Januari 2019

IKATAN MOLEKUL

OLEH:
Dwi arif rahman
Arif akbar setiawan
Ryan albo galfanis
@Kel-K04

Assalamualaikum Wr.Wb


A. TEORI DOMAIN ELEKTRON
Suatu area dalam molekul yang ditempati elektron disebut sebagai domain elektron. Domain elektron meliputi pasangan elektron ikatan (PEI) dan pasangan elektron bebas (PEB) dan elektron tunggal yang dalam banyak kasus merupakan elektron bebas.

Senin, 07 Januari 2019

IKATAN KIMIA

Oleh:
Dwi arif rahman (K10-DWI)
Aris akbar setiawan (K12-Aris)
Ryan albo galfanis (K08-RYAN)
@Kel-K04

Assalamualaikum Wr.Wb

Abstrak: Penjelasan mengenai gaya tarik menarik ini sangatlah rumit dan dijelaskan oleh elektrodinamika kuantum. Dalam praktiknya, para kimiawan biasanya bergantung pada teori kuantum atau penjelasan kualitatif yang kurang kaku (namun lebih mudah untuk dijelaskan) dalam menjelaskan ikatan kimia.

Kamis, 20 Desember 2018

TEKNOLOGI HIJAU



Abstrak
Fenomena global warming adalah dampak dari aktivitas manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada di muka bumi. Dampak ini harus segera dicegah, dengan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh manusia muncullah konsep Green Technology / Teknologi Hijau.
 Teknologi hijau merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian atau keberlanjutan kehidupan di planet bumi ini. Kelestarian atau keberlanjutan (sustainabilitas) yang dapat diartikan sebagai perihal pemenuhan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan dimasa deoan tanpa merusak sumber daya alam, atau pemenuhan kebutuhan saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.
Pembahasan
Teknologi Hijau adalah teknik untuk menghasilkan energi dan/atau produk yang tidak mencemari atau meracuni lingkungan hidup. Teknologi hijau masih terus di kembangkan hingga saat ini. Untuk masa datang "teknologi hijau" merupakan suatu bidang yang akan melahirkan banyak inovasi dan perubahan dalam kehidupan sehari-hari.
Boleh dikatakan perkembangan teknologi hijau ini dapat disejajarkan dengan ledakan "teknologi informasi" selama dua dekade terakhir ini. Satu upaya untuk menjaga kelestarian atau keberlanjutan kehidupan Teknologi Hijau merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian atau keberlanjutan kehidupan di planet bumi ini.  Studi tentang teknologi hijau yang masih terus dikembangkan dan merupakan kecenderungan teknologi di masa datang, antara lain mencakup bidang-bidang :

·         Bangunan Hijau
Bangunan hijau (green building) juga mendapat perhatian pentingan di bidang teknologi hijau, segala sesuatu yang berkaitan dengan pembangunan rumah atau insfrastuktur yang ramah lingkungan. Penerapannya mulai sejak pemilihan bahan bangunan hingga lokasi tempat bangunan akan didirikan diharapkan telah mempertimbangan kelestarian lingkungan hidup.
·         Energi Terbarukan
Mengingat keterbatasan sumber energi berbahan baku fosil (minyak, gas dan batubara), maka energi menjadi masalah yang paling mendesak dalam bidang teknologi hijau, termasuk didalamnya pengembangan bahan baku alternatif atau energi terbarukan yang efisien.
·         Kimia Hijau
Hampir seluruh produk untuk keperluan sehari-hari adalah produk kimiawi. Oleh karena itu kimia hijau (green chemistry) mulai mendapat perhatian berbagai negara maju dalam hal penemuan rancangan dan aplikasi produknya termasuk proses yang dijaga dari penggunaan bahan beracun atau zat yang berbahaya bagi kehidupan.
·         Teknologi Nano Hijau
Yang paling terkini adalah studi tentang green nanotechnology (teknologi nano hijau) yang melibatkan manipulasi bahan pada skala nanometer (satu miliar meter). Beberapa ilmuwan percaya bahwa penguasaan subjek ini di masa datang akan mengubah cara bagaimana segala sesuatu di dunia ini dibuat. "Green Nanotechnology" adalah penerapan kimia hijau tingkat lanjut dengan prinsip-prinsip rekayasa teknologi yang ramah lingkungan.

Daftar Pustaka
·         Anonim. 2010. Teknologi Hijau.
(Diakses pada 17 Desember 2018)
·         Hidayat, Atep Afia dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia, Industri dan Teknologi Hijau. Jakarta: Pantona Media.
·         Ajim, Nanang. 2016. Teknologi Hijau di Era Globalisasi.
(Diakses pada 17 Desember 2018)


INDUSTRI HIJAU


“Industri Hijau adalah sebuah icon industri yang harus dipahami dan dilaksanakan, yaitu industri yang dalam proses produksinya menerapkan upaya efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya secara berkelanjutan,” 
kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Haris Munandar pada Persiapan Akhir Penghargaan Industri Hijau 2015 di Kementerian Perindustrian, Pengembangan industri hijau dapat dilakukan melalui berbagai upaya, antara lain: penerapan produksi bersih, konsenrvasi energi, efisiensi sumber daya, eco-design, proses daur ulang dan low carbon technology. “Melalui penerapan industri hijau, maka akan terjadi efisiensi pemakaian bahan baku, energi dan air, sehingga limbah maupun emisi yang dihasilkan menjadi minimal. Dengan demikian, maka proses produksi akan menjadi lebih efisien yang tentunya akan meningkatkan daya saing produk industri,” Di samping itu, pengembangan industri hijau merupakan salah satu usaha untuk mendukung komitmen Pemerintah Indonesia dalam menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 26% pada tahun 2020 dibandingkan dengan kondisi saat ini, dan diharapkan akan dapat mencapai 41% dengan bantuan internasional.

Penerapan Industri Hijau


1.                    Meningkatkan upaya-upaya apengelolaan internal/housekeeping;
2.                   Meningkatkan proses pengawasan;
3.                   Daur ulang bahan/material;
4.                   Modifikasi peralatan yang ada;
5.                   Teknologi bersih;
6.                   Perubahan bahan baku;
7.                   Modifikasi produk;dan
8.                  Pemanfaatan produk samping


Manfaat Industri  Hijau


1.                   Meningkatkan profitabilitas (keuntungan) melalui peningkatan efisiensi sehingga dapat mengurangi biaya operasi, pengurangan biaya pengelolaan limbah dan tambahan pendapatan dari produk hasil samping
2.                   Meningkatkan image perusahaan
3.                   Meningkatkan kinerja perusahaan
4.                   Mempermudah akses pendanaan
5.                   Flexsibelitas dalam regulasi
6.                   Terbukanya peluang pasar baru
7.                   Menjaga kelestarian fungsi lingkungan

DAFTAR PUSTAKA
http://www.kemenperin.go.id/artikel/13844/Pelaku-Usaha-Dituntut-untuk-Berwawasan-Industri-Hijau (diakses pada 27 November 2018.)
beritadaerah.co.id/2014/.../industri-hijau-tekan-dampak-negatif-terhadap-lingkungan/ (diakses pada 27 November 2018.)
www.bikasolusi.co.id/industri-hijau/ (diakses pada 27 November 2018.)

KIMIA HIJAU


 ABSTRAK
Dalam sebuah proses industri terdapat waste atau material sisa, yang sebagian diantaranya itu membahayakan untuk lingkungan dan mengurangi estetika dari lingkungan itu sendiri. (Wikipedia, 2108) Kimia hijau atau yang disebut juga kimia berkelanjutan, adalah filsafat penelitian dan rekayasa/teknik kimia yang menganjurkan desain produk dan proses yang meminimasi penggunaan dan penciptaan senyawa-senyawa berbahaya. Menurut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia,  Green chemistry atau “kimia hijau” merupakan bidang kimia yang berfokus pada pencegahan polusi. 
Istilah kimia digunakan dalam “green chemistry” dimaksudkan karena melibatkan struktur dan perubahan suatu materi.Perubahan tersebut pasti melibatkan energi sebagai sumbernya. Oleh karena itu konsep green chemistry ini juga erat kaitannya dengan energi dan penggunaannya baik itu secara langsung maupun yang tidak langsung seperti penggunaan suatu material dalam hal pembuatan, penyimpanan dan proses penyalurannya.
                Green chemistry merupakan pendekatan yang sangat efektif untuk mencegah terjadinya polusi karena dapat digunakan secara langsung oleh para ilmuwan dalam situasi sekarang. Konsep ini lebih memfokuskan pada cara pandang seorang peneliti untuk menempatkan aspek lingkungan pada prioritas utama. Area penelitian dalam bidang green chemistry ini meliputi pengembangan cara sintesis yang lebih ramah lingkungan, penggunaan bahan baku yang terbarukan, merancang bahan kimia yang green, serta penggunaan bioteknologi sebagai alternatif dalam industri (Sharma, 2008).
                Menurut EPA (2015), Kimia Hijau (Green Chemistry) adalah desain produk dan proses kimia yang berupaya mengurangi atau menghilangkan penggunaan zat berbahaya. Kimia Hijau bukanlah cabang ilmu kimia baru, namun merupakan cara padang atau strategi dalam kaitannya dengan pemanfaatan kimia.Pencegahan pencemaran lebih baik dari pada kita mengatasi dari sebuah pencemaran. Karena, mencegah lebih baik dari pada mengobati.

                Kimia memiliki peran yang penting dalam mencapai peradaban yang berkelanjutan di Bumi. Perekonomian saat ini tetap sama yang bergantung pada arus besar sumber daya alam yang hampir sejumlah besar sumber yang tidak terbarukan(Collins, 2001).
                Anastas dan Warner (1998) mengusulkan konsep“The Twelve Principles of Green Chemistry” yang digunakan sebagai acuan oleh para peneliti untuk melakukan penelitian yang ramah lingkungan. Berikut adalah ke-12 prinsip kimia hijau yang diusulkan oleh Anastas dan Warner :
1.       Mencegah timbulnya limbah dalam proses
2.       Mendesain produk bahan kimia yang aman
3.       Mendesain proses sintesis yang aman
4.       Menggunakan bahan baku yang dapat terbarukan
5.       Menggunakan katalis
6.       Menghindari derivatisasi dan modifikasi sementara dalam reaksi kimia
7.       Memaksimalkan atom ekonomi
8.       Menggunakan pelarut yang aman
9.       Meningkatkan efisiensi energi dalam reaksi
10.   Mendesain bahan kimia yang mudah terdegradasi
11.   Penggunaan metode analisis secara langsung untuk mengurangi polusi
12.   Meminimalisasi potensi kecelakaan
                Aplikasi penerapan ke-12 prinsip kimia hijau ini masih belum sepenuhnya dilakukan para kimiawan khususnya yang bergerak pada bidang sintesis dalam hal desain reaksi dan metode yang digunakan untuk mencegah seminimal mungkin terjadinya pencemaran lingkungan. Marilah kita mulai penelitian yang lebih berwawasan lingkungan dengan mempertimbangkan aspek green chemistry, agar generasi mendatang dapat hidup lebih baik.
Daftar Pustaka:
Anwar, Muslih. 2014. Kimia Hijau. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Dalam http://bptba.lipi.go.id/bptba3.1/?lang=id&u=blog-single&p=343
Hidayat, Atep Afia. Dan Kholil, Muhammad.2018. Kimia Dan Pengetahuan Lingkungan Industri.

EPA. 2015a. Basic of Green Chemistry. United States Environmental Protection Agency. Dalam http://www.epa.gov/greenchemistry/basic-green-chemistry
Collins, 2001. Toward Sustainable Chemistry. Science 05 Jan 2001: Vol. 291, Issue 5501, pp. 48-49. Dalamhttp://science.sciencemag.org/content/291/5501/48
Wikipedia. 2018. Kimia Hijau. Dalamhttps://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_hijau
Mustafa, Dina. 2017. PERANAN KIMIA HIJAU (GREEN CHEMISTRY) DALAM MENDUKUNG TERCAPAINY A KOTA CERDAS (SMART CITY) SUATU TINJAUAN PUSTAKA.  Dalam http://repository.ut.ac.id/7076/1/UTFMIPA2017-07-dina.pdf


Pencemaran Air


Abstrak:
Menurut situs Wikipedia, Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi.

Kata Kunci: Pencemaran Air, Para Ahli, Penyebab, Dampak

Pencemaran air dapat menyebabkan kerugian baik bagi lingkungan dan kesehatan, khususnyabagi manusia. Pencemaran air tidaklah terjadi secara tiba-tiba, pastinya ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pencemaran air.


Agar kita lebih memahami apa itu pencemaran air, maka kita bisa melihat pendapat dari beberapa ahli tentang pengertian pencemaran air. Berikut ini pendapat dari beberapa ahli:

·                     Menurut Ardhana (1994), “Pencemaran Air adalah Pencemaran Limbah Menjadi anaerobik sehingga air sungai busuk dan tidak sehat lagi bagi pertumbuhan mickroorganisme flora dan fauna air itu, Lingkungan hidup yang demikian ini sudah rusak dan tidak layak lagi bagi kebutuhan hidup kita”.
·                     Michael (1990), “Pencemaran Air adalah Penyimpangan sifat-sifat air dari keadaan normal, bukan dari kemurniannya. Banyak air tawar yang tercemar berat oleh sisa-sisa pembuangan kotoran dan cairan pembuangan limbah rumah tangga ke dalam sungai”.

Sumber Pencemaran Air

Banyak penyebab sumber pencemaran air, tetapi secara umum dapat dikategorikan menjadi 2 (dua) yaitu sumber kontaminan langsung dan tidak langsung. Sumber langsung meliputi efluen yang keluar dari industri, TPA sampah, rumah tangga dan sebagainya. Sumber tak langsung adalah kontaminan yang memasuki badan air dari tanah, air tanah atau atmosfir berupa hujan (Pencemaran Ling. Online, 2003).

Pada dasarnya sumber pencemaran air berasal dari industri, rumah tangga (pemukiman) dan pertanian. Tanah dan air tanah mengandung sisa dari aktivitas pertanian misalnya pupuk dan pestisida. Kontaminan dari atmosfir juga berasal dari aktifitas manusia yaitu pencemaran udara yang menghasilkan hujan asam (Warlina, Lina, 2004).

Komponen Air

Saat ini hampir 10 juta zat kimia telah dikenal manusia, dan hampir 100.000 zat kimia telah digunakan secara komersial. Kebanyakan sisa zat kimia tersebut dibuang ke badan air atau air tanah. Sebagai contoh adalah pestisida yang biasa digunakan di pertanian, industri atau rumah tangga, detergen yang biasa digunakan di rumah tangga atau PCBs yang biasa digunakan pada alat-alat elektronik (Warlina, Lina, 2004).

Erat kaitannya dengan masalah indikator pencemaran air, ternyata komponen pencemaran air turut menentukan bagaimana indikator tersebut terjadi. Menurut Wardhana (1995), komponen pencemaran air yang berasal dari industri, rumah tangga (pemukiman) dan pertanian dapat dikelompokkan sebagai bahan buangan:

1. padat
2. cairan berminyak
3. organik dan olahan bahan makanan
4. berupa panas
5. anorganik
6. zat kimia

Penyebab Pencemaran Air

Banyak penyebab terjadinya pencemaran air, pada umumnya disebabkan oleh hasil dari aktivitas manusia. Berikut penyebab pencemarana air:
·                     Polusi air akibat sampah
·                     Pencemaran air akibat kegiatan pertanian
·                     Limbah Industri

Akibat Pencemaran Air

Akibat yang ditimbulkan dari pencemaran air ini cukup mengkhawatirkan apalagi jika intensitas jumlah polutan di dalam air sudah sangat banyak dan melampaui ambang batas. Berikut ini adalah beberapa akibat yang akan muncul dari adanya pencemaran air ini:

1.                    Kehidupan organisme dan ekosistem yang ada di dalam wilayah air tercemar tersebut akan mengalami gangguan bahkan kerusakan karena kadar oksigen di dalam air menjadi berkurang drastis.
2.                   Munculnya pertumbuhan ganggang dan juga tumbuhan air sebagai parasit yang sangat pesat. Hal ini tidak baik karena bisa menganggu berbagai aktivitas manusia misalnya menghambat saat menjaring ikan dan lainnya.
3.                   Jika terjadi penumpukan limbah atau sampah dalam jumlah cukup besar di dalam air maka bisa menyebabkan pendangkalan air baik itu di danau dan sungai dan hal ini sangat berbahaya terutama jika musim hujan karena bisa menimbulkan banjir.
4.                   Terjadinya mutasi sel di dalam tubuh yang akan menyebabkan kanker dan leukemia.
5.                   Pencemaran air ini juga mampu menyebabkan erosi
6.                   Kekurangan sumber daya air yang bersih yang aman dikonsumsi oleh manusia
7.                   Menjadi sumber dari berbagai jenis penyakit yang serius
8.                  Menyebabkan penyebab tanah longsor


Cara Menangani Pencemaran Air

Karena akibat yang ditimbulkan dari pencemaran air ini sangat tidak baik dan berbahaya baik itu bagi kesehatan maupun bagi kelangsungan ekosistem. Oleh karena itu pencemaran air harus diberikan solusi supaya tidak terjadi lagi dan ekosistem dapat berlangsung seperti seharusnya. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan sebagai cara menangani pencemaran air:

1.                    Menghemat Air – Cara menangani pencemaran air dengan metode ini adalah metode yang paling sederhana namun yang paling utama harus dilakukan yaitu dengan menghemat air. Mengapa ini bisa menjadi solusi? Hal ini disebabkan semakin sedikit air yang digunakan maka jumlah pencemaran yang akan terjadi juga akan sedikit begitu pula sebaliknya. hal ini juga sangat baik untuk melakukan hemat air supaya ketersediaan air di dunia ini tetap terjaga.
2.                   Membuang Sampah pada Tempatnya – Hal yang harus diperhatikan lagi dalam cara menangani pencemaran air adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan. Sebaiknya untuk memilah mana sampah organic, sampah anorganik padat, limbah kimia dan lainnya. jika sampah sudah dikelompokkan berdasarkan jenisnya maka untuk membuangnya juga akan lebih mudah karena satu jenis sampah dengan lainnya akan memiliki cara pembuangan yang berbeda. Usahakan untuk tidak membuang sampah langsung ke dalam air karena selain menyebabkan air keruh juga bisa menyebabkan penyumbatan pada perairan sehingga sangat rawan terjadi peluapan.
3.                   Melakukan Servis Kendaraan – Melakukan servis kendaraan secara rutin mungkin tidak memiliki kaitan dengan pencemaran air. Namun ternyata hal ini berkaitan karena kendaraan yang tidak diservis secara rutin maka sangat mungkin terjadi kebocoran bahan bakar baik itu oli atau bahan kimia lainnya yang bisa menjadi penyebab pencemaran air.
4.                   Awasi Penggunaan Pupuk Kimia dan Pestisida – Meskipun pupuk kimia dan pestisida sangat membantu para petani untuk menyuburkan tanaman dan membunuh hama namun perlu diingat bahwa air yang sudah terkontaminasi oleh kedua bahan tersebut sudah tidak layak dikonsumsi oleh manusia. Untuk mengatasi penggunaan pupuk kimia dan juga pestisida dapat dilakukan dengan menggantinya dengan pupuk kompos yang alami saja serta melakukan penyiraman tanaman pada saat pagi dan sore hari supaya mengurangi terjadinya pengupan dan juga mampu membantu dalam melakukan penghematan air.
5.                   Hukum yang Ketat – Berikan hukuman yang ketat dan berat kepada mereka yang membuang limbah sembarangan terutama pada para pelaku industri besar yang membuang limbah zat kimia dalam jumlah besar.

Daftar Pustaka

Sari, Maya. 2016. Pencemaran air: Pengertian, Sumber, Jenis, Akibat, Cara Penanggulangan. www.ilmugeografi.com dalamhttps://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/hidrologi/pencemaran-air

Rapi, Ahmad. 2016. Pengertian Pencemaran Air menurut Para Ahli. dalam

Zen. 2017. Pencemaran Air. Dalamhttps://hamparan.net/pencemaran-air/

Warlina, lina. 2004. Pencemaran Air: Sumber, Dampak, dan Penanggulangan. Makalah Pribadi Pengantar ke Falsafah Sains (PPS702).


Selasa, 18 Desember 2018

Green Industry


Menurut Achdiat Atmawinata ( 2012 ), definisi industri hijau, industri yang berkelanjutan atau definisi yang lebih luas seperti Green Development atau Green Economy seringkali diangkat dari sudut pandang yang beragam sehingga terminologi tersebut saat ini dapat memiliki dimensi yang luas. Konsep industri hijau tidak hanya terkait dengan pembangunan industri yang ramah lingkungan tetapi juga berhubungan dengan penerapan sistem industri yang terintegrasi, holistik dan efisien. Pemikiran tentang konsep industri hijau juga memunculkan berbagai kajian, termasuk dalam manufaktur sehingga dikenal istilah sistem manufaktur yang berkelanjutan atau sustainable manufacturing. NACFAM-USA mendefinisikan sustainable manufacturing sebagai “penciptaan produk manufaktur yang bebas polusi, menghemat energi dan sumberdaya alam, serta ekonomis dan aman bagi karyawan, masyarakat dan pelanggan‟.

Menurut Reza Pramana ( 2012 ), pembangunan sektor industri di Indonesia yang telah berjalan sekitar 50 (lima puluh) tahun selain telah memberi dampak positif bagi negara, juga memberikan dampak negatif terhadap permasalahan lingkungan terutama pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah industri serta pemanfaatan sumber daya alam yang tidak efisien. Dengan semakin terbatasnya sumber daya alam, krisis energi dan menurunnya daya dukung lingkungan, maka tuntutan untuk mengembangkan industri yang ramah lingkungan atau yang dikenal dengan istilah industri hijau (green industry) telah menjadi isu penting.

Menurut Alrasyid (2016), penerapan industri hijau secara bertahap akan dapat membantu meningkatkan efesiensi, keuntungan serta daya saing di pasar global. Pendekatan yang menerapkan prinsip-prinsip efesiensi dan pencegahan pencemaran, di satu sisi akan mampu mengurangi biaya produksi, sementara pada sisi lain kepentingan lingkungan juga terpenuhi.

Untuk mendorong pertumbuhan Green Industry, Kementerian Perindustrian memberikan penghargaan kepada perusahaan industri nasional yang telah menerapkan pola penghematan sumber daya dan penggunaan bahan baku dan energy yang ramah lingkungan serta terbarukan. (Triwulandari, dkk. 2013)

Menurut fong kai hung(2017),bahwa Teknologi Hijau merupakan teknologi yang banyak mengandung sisi positifnyadan manfaatnya banyak di dapat untuk kehidupan sehari-hari. Teknologi inibiasanya membuat orang menjadi “fresh” dan menghasilkan banyakkeuntungan contohnya komputer, kulkas, kipas angin dan lain-lain. Salah satucontoh di terapkannya Teknologi Hijau yaitu harus di terapkan di setiap sekolah,kantor, maupun tempat kerja lainnya. Karena hal tersebut dapat membantu ataumeringankan beban kerja dan belajar mereka. Teknologi Hijau sama artinyadengan satu orang satu pohon ( one man one tree ).
Daftar Pustaka :
Alrasyid, M. H. (2016). Environmental Strategic Management Untuk Kawasan Industri Hijau. IJEEM: Indonesian Journal of Environmental Education and Management, vol 1, 102.
Triwulandari, dkk. (2013). Model Pemilihan Industri Komponen Otomotif Yang Ramah Lingkungan. Jurnal Teknik Industri ISSN: 1411-6340.
Fong kai hung. 2017. Teknologi hijau. Dalam https://www.scribd.com/doc/161551472/Teknologi-Hijau./  (Diunduh pada 18 desember 2018). 



Senin, 03 Desember 2018

WUJUD ZAT


Oleh : @K08-Ryan, @K10-Dwi, @K12-Aris, @Kel-K04

Assalamualaikum Wr.Wb

Abstrak
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering melihat zat padat, zat gas, dan cair. misalnya seperti es yang mencair merupakan perubahan wujud zat padat menjadi zat cair. Untuk lebih jelasnya lagi marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini.

Selasa, 13 November 2018

Struktur Atom & Sistem Periodik Unsur


Oleh : @Kel-K04 , @K08-Ryan , @K10-DWI , @K12-Aris





Abstrak
1.  Democritus (500 SM)
Filsuf dari Yunani ini percaya bahwa semua materi (zat) tersusun dari partikel yang sangat kecil dan tidak dapat dibagi lagi yang disebut dengan atomos (tidak dapat dibagi).


2. John Dalton (1766 - 1844)
Seorang guru juga ilmuwan Inggris ini mendefinisikan bahwa benda terkecil penyusun materi yang tidak dapat dibagi lagi sebagai "atom". Ia membuat hipotesis yang menjadi dasar berkembangnya kimia modern. Berikut hipotesis yang telah dibuatnya :

- Unsur tersusun atas partikel yang sangat kecil dan tidak dapat dibagi lagi yang disebut dengan atom.
- Atom-atom yang menyusun suatu unsur adalah identik, baik massa, ukuran dan sifatnya sama. Sedangkan atom dari unsur yang berbeda mempunyai massa, ukuran dan sifat yang beda.
- Senyawa tersusun dari atom-atom yang terdiri dari dua unsur atau lebih dengan perbandingan tetap dan tertentu.
 - Atom tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan.