.

Tampilkan postingan dengan label @ProyekK08. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @ProyekK08. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Januari 2019

KIMIA HIJAU

OLEH: Dwi Arif Rahman (@K10-DWI)

Assalamualaikum Wr.Wb


Pengertian 3R
3R atau Reuse, Reduce, serta Recycle sampai sekarang masih menjadi cara terbaik dalam mengelola serta menangani sampah dengan banyak sekali permasalahannya. Penerapan sistem 3R atau reuse, reduce, dan  recycle sebagai galat satu solusi pengelolaan sampah di samping mengolah sampah menjadi kompos atau meanfaatkan sampah menjadi sumber listrik (PLTSa; Pembangkit Listrik tenaga Sampah).
Justru pengelolaan sampah menggunakan sistem 3R (Reuse Reduce Recycle) bisa dilaksanakan sang setiap orang dalam kegiatan sehari-hari.

Kamis, 20 Desember 2018

KIMIA HIJAU


 ABSTRAK
Dalam sebuah proses industri terdapat waste atau material sisa, yang sebagian diantaranya itu membahayakan untuk lingkungan dan mengurangi estetika dari lingkungan itu sendiri. (Wikipedia, 2108) Kimia hijau atau yang disebut juga kimia berkelanjutan, adalah filsafat penelitian dan rekayasa/teknik kimia yang menganjurkan desain produk dan proses yang meminimasi penggunaan dan penciptaan senyawa-senyawa berbahaya. Menurut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia,  Green chemistry atau “kimia hijau” merupakan bidang kimia yang berfokus pada pencegahan polusi. 
Istilah kimia digunakan dalam “green chemistry” dimaksudkan karena melibatkan struktur dan perubahan suatu materi.Perubahan tersebut pasti melibatkan energi sebagai sumbernya. Oleh karena itu konsep green chemistry ini juga erat kaitannya dengan energi dan penggunaannya baik itu secara langsung maupun yang tidak langsung seperti penggunaan suatu material dalam hal pembuatan, penyimpanan dan proses penyalurannya.
                Green chemistry merupakan pendekatan yang sangat efektif untuk mencegah terjadinya polusi karena dapat digunakan secara langsung oleh para ilmuwan dalam situasi sekarang. Konsep ini lebih memfokuskan pada cara pandang seorang peneliti untuk menempatkan aspek lingkungan pada prioritas utama. Area penelitian dalam bidang green chemistry ini meliputi pengembangan cara sintesis yang lebih ramah lingkungan, penggunaan bahan baku yang terbarukan, merancang bahan kimia yang green, serta penggunaan bioteknologi sebagai alternatif dalam industri (Sharma, 2008).
                Menurut EPA (2015), Kimia Hijau (Green Chemistry) adalah desain produk dan proses kimia yang berupaya mengurangi atau menghilangkan penggunaan zat berbahaya. Kimia Hijau bukanlah cabang ilmu kimia baru, namun merupakan cara padang atau strategi dalam kaitannya dengan pemanfaatan kimia.Pencegahan pencemaran lebih baik dari pada kita mengatasi dari sebuah pencemaran. Karena, mencegah lebih baik dari pada mengobati.

                Kimia memiliki peran yang penting dalam mencapai peradaban yang berkelanjutan di Bumi. Perekonomian saat ini tetap sama yang bergantung pada arus besar sumber daya alam yang hampir sejumlah besar sumber yang tidak terbarukan(Collins, 2001).
                Anastas dan Warner (1998) mengusulkan konsep“The Twelve Principles of Green Chemistry” yang digunakan sebagai acuan oleh para peneliti untuk melakukan penelitian yang ramah lingkungan. Berikut adalah ke-12 prinsip kimia hijau yang diusulkan oleh Anastas dan Warner :
1.       Mencegah timbulnya limbah dalam proses
2.       Mendesain produk bahan kimia yang aman
3.       Mendesain proses sintesis yang aman
4.       Menggunakan bahan baku yang dapat terbarukan
5.       Menggunakan katalis
6.       Menghindari derivatisasi dan modifikasi sementara dalam reaksi kimia
7.       Memaksimalkan atom ekonomi
8.       Menggunakan pelarut yang aman
9.       Meningkatkan efisiensi energi dalam reaksi
10.   Mendesain bahan kimia yang mudah terdegradasi
11.   Penggunaan metode analisis secara langsung untuk mengurangi polusi
12.   Meminimalisasi potensi kecelakaan
                Aplikasi penerapan ke-12 prinsip kimia hijau ini masih belum sepenuhnya dilakukan para kimiawan khususnya yang bergerak pada bidang sintesis dalam hal desain reaksi dan metode yang digunakan untuk mencegah seminimal mungkin terjadinya pencemaran lingkungan. Marilah kita mulai penelitian yang lebih berwawasan lingkungan dengan mempertimbangkan aspek green chemistry, agar generasi mendatang dapat hidup lebih baik.
Daftar Pustaka:
Anwar, Muslih. 2014. Kimia Hijau. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Dalam http://bptba.lipi.go.id/bptba3.1/?lang=id&u=blog-single&p=343
Hidayat, Atep Afia. Dan Kholil, Muhammad.2018. Kimia Dan Pengetahuan Lingkungan Industri.

EPA. 2015a. Basic of Green Chemistry. United States Environmental Protection Agency. Dalam http://www.epa.gov/greenchemistry/basic-green-chemistry
Collins, 2001. Toward Sustainable Chemistry. Science 05 Jan 2001: Vol. 291, Issue 5501, pp. 48-49. Dalamhttp://science.sciencemag.org/content/291/5501/48
Wikipedia. 2018. Kimia Hijau. Dalamhttps://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_hijau
Mustafa, Dina. 2017. PERANAN KIMIA HIJAU (GREEN CHEMISTRY) DALAM MENDUKUNG TERCAPAINY A KOTA CERDAS (SMART CITY) SUATU TINJAUAN PUSTAKA.  Dalam http://repository.ut.ac.id/7076/1/UTFMIPA2017-07-dina.pdf


Minggu, 09 Desember 2018

kimia hijau

ABSTRAK
Pengolahan daur ulang limbah padat yang tidak berbahaya, baik itu limbah organik, maupun limbah anorganik dapat disosialisasikan sehingga menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (KKNM) dilaksanakan di Desa Padakembang dan Desa Cilampung Hilir Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya. Untuk melestarikan lingkungan, masyarakat desa perlu dimotivasi pengetahuannya mengenai pengolahan pemanfaatan serta pemasaran produk daur ulang limbah. Metode kegiatan pengabdian masyarakat diterapkan melalui sosialisasi penyuluhan Kimia Hijau (green chemistry) dan 5R (Reduse, Reuse, Recycling, Replace, Refil), pendistibusian tempat-tempat limbah, demplot, dan percontohan di areal kelompok masyarakat desa. Kegiatan pengabdian pada masyarakat dimulai dengan dilakukannya survei pada tanggal 10 Juni-2011, dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan workshop pada tanggal 14 Juli-2011, dan evaluasi pada tanggal 25 Agustus-2011, kemudian diakhiri pada tanggal25 September 2011. Karya utama masyarakat desa percontohan melalui program KKNM yaitu masyarakat setempat dapat memisahkan limbah organik dan anorganik, memelihara dan mengembangkan bak-bak tempat limbah yang berada di jalan-jalan atau di setiap halaman rumah, memproduksi kompos dari limbah organik, mendaur ulang limbah kertas menjadi kertas berkualitas untuk karya seni, serta pemahaman aplikasi biopore untuk resapan air. Pemanfaatan daur ulang limbah ini memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga dapat dipasarkan. Simpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat melalui KKNM-PPMD sekitar 90% berminat ingin mengembangkan industri kompos, sekitar 40 % melakukan proses limbah anorganik seperti plastik menjadi minyak pelumas. Hasil evaluasi yang diperoleh ialah bahwa masyarakat telah menyediakan tempat-tempat limbah yang terpisah antara organik dan anorganik. Manfaat dari kegiatan ini ialah bahwa masyarakat memahami tentang : pemilah dan pemilihan limbah organik dan anorganik, pemanfaatan limbah, produksi pemanfaatan limbah, serta penentuan harga pasar produk yang sesuai dengan kualitas limbah.

Rabu, 05 Desember 2018

Mengatasi Masalah Lingkungan dan Energi Dengan Green Chemistry


Oleh: Rofiqoh Awaliyah. @K28-Rofiqoh
Abstrak Apakah sebegitu besarnya peran manusia dalam mengurangi pencemaran lingkungan? Ya! Hal tersebut sangat berpengaruh dalam kehidupan kita. Sangat penting bagi kita untuk memelihara keasrian bumi yang tidak lain adalah tempat tinggal kita sendiri, salah satunya melalui penerapan Green chemistry dalam kehidupan kita.

Selasa, 04 Desember 2018

12 Prinsip Utama Kimia Hijau


Oleh : @K18-Fierdian (41618010018)

Abstrak
Isu tentang polusi, limbah, pemanasan global sudah sering kita dengar pemberitaannya melalui media baik media cetak maupun media elektronik. Saat sekarang ini terutama menjadi isu yang sangat sensitive di dalam suatu pemerintahan. Peningkatan kandungan polutan yang terus meningkat, membuat pembuat keputusan dan kebijakan, aktifis lingkungan dan juga masyarakat umum mulai memikirkan masa depan bumi ini.

Kata Kunci: Kimia Hijau

GREEN CHEMISTRY


Oleh : PUJI ANGGRAENI ( K30-Puji )

ABSTRAK : Pada  saat  ini  diperkirakan  akan banyak sekali produk kimia yang dahulu dianggap ramah lingkungan, tetapi akan dibatasi pemakaiannya karena  berbahaya  bagi  lingkungan  dan  kesehatan. Padahal  penanganan  limbah  industri,  sebenarnya sudah sejak lama konsep pembangunan berkelanjutan diwacanakan oleh masyarakat dunia dan dijadikan kerangka acuan program pembangunan nasional di banyak negara. Bertolak dari konsep pembangunan berkelanjutan  tersebut,  maka  mulai  tahun  1980-an telah dikembangkan kimia hijau (Green Chemistry) yang  berkaitan  penerapan  12  (dua  belas)    prinsip yang  bertujuan  untuk  mengurangi  aktivitas  dan dampak  industri  kimia  dan  produk-produknya terhadap kesehatan manusia dan kondisi lingkungan (Hjresen,  2005). 

KATA KUNCI: KONSEP KIMIA HIJAU

Kimia Hijau : 12 Prinsip Utama Kimia Hijau

Oleh : ApriliaWahyuni (@K29-Aprilia // @ProyekK08)

Abstrak
Istilah kimia digunakan dalam “green chemistry” dimaksudkan karena melibatkan struktur dan perubahan suatu materi. Perubahan tersebut pasti melibatkan energi sebagai sumbernya. Oleh karena itu konsep green chemistry ini juga erat kaitannya dengan energi dan penggunaannya baik itu secara langsung maupun yang tidak langsung seperti penggunaan suatu material dalam hal pembuatan, penyimpanan dan proses penyalurannya. Green chemistry merupakan

GREEN CHEMISTRY

Risza Kurniawan  (@K05-Risza)
Abstrak

PENGERTIAN KIMIA HIJAU

Kimia hijau, juga disebut kimia berkelanjutan, adalah filsafat penelitian dan rekayasa/teknik kimia yang menganjurkan desain produk dan proses yang meminimasi penggunaan dan penciptaan senyawa-senyawa berbahaya.

Sementara kimia lingkungan adalah cabang kimia yang membahas lingkungan hidup dan zat-zat kimia di alam, kimia hijau justru berupaya mencari cara untuk mengurangi dan mencegah pencemaran pada sumbernya. Pada tahun 1990 Pollution Prevention Act (Undang-Undang Pencegahan Pencemaran) telah disahkan di Amerika Serikat. Undang-undang ini membantu menciptakan modus operandi untuk berurusan dengan pencemaran secara inovatif dan asli. Undang-undang ini bertujuan untuk mencegah masalah sebelum mereka terjadi.

KONSEP KIMIA HIJAU

kimia hijau telah muncul di Amerika Serikat sebagai program penelitian umum yang dihasilkan dari kerjasama interdisipliner tim universitas , kelompok riset independen , industri , masyarakat ilmiah dan lembaga pemerintah , yang masing-masing memiliki program sendiri yang ditujukan untuk mengurangi polusi . Kimia hijau menggabungkan pendekatan baru untuk sintesis , pengolahan dan penerapan sub – sikap kimia sedemikian rupa untuk mengurangi ancaman terhadap kesehatan dan lingkungan . Pendekatan baru ini juga dikenal sebagai :
• Kimia ramah lingkungan
• Kimia Bersih
• Ekonomi Atom
• Kimia jinak -by -design

12 PRINSIP KIMIA HIJAU

·Pencegahan
Lebih baik mencegah daripada limbah untuk mengobati atau membersihkan limbah setelah telah dibuat .
·Atom Ekonomi
Metode sintetis seharusnya didesain untuk memaksimalkan penggabungan semua bahan yang digunakan dalam proses tersebut menjadi produk akhir .
·Kurang Bahan kimia berbahaya Sintesis
Dimanapun praktis , metode sintetis seharusnya didesain untuk memakai dan membuat zat yang memiliki menyala – tle atau toksisitas terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.
·  Merancang Aman Chemicals
Produk kimia seharusnya didesain untuk mempengaruhi fungsi yang diinginkan dan meminimalkan toksisitas .
·  Pelarut lebih aman dan Produk Tambahan
Penggunaan zat tambahan ( misalnya pelarut , agen yang terpisah ransum , dll ) seharusnya tidak perlu wherev – er mungkin dan tidak berbahaya bila digunakan .
·Desain untuk Efisiensi Energi
Kebutuhan energi dari proses kimia harus diakui untuk dampak lingkungan dan ekonominya dan seharusnya diminimalisasi . Jika memungkinkan , metode sintetis harus dilakukan pada suhu kamar dan tekanan .
·  Penggunaan Bahan baku Terbarukan
Bahan mentah seharusnya dapat diperbaharui daripada depleting kapan teknis dan economi -Cally praktis .
·  Mengurangi Derivatif
Yang tidak perlu ( penggunaan kelompok memblokir , proteksi / deproteksi , modifikasi sementara proses / kimia faktor-faktor fisik ) harus dikurangi atau dihindari – ed jika mungkin , karena langkah-langkah seperti ini membutuhkan reagen tambahan dan dapat menghasilkan limbah .
·  Katalisis
Reagen Catalytic ( seselektif mungkin ) adalah supe – rior untuk reagen stoikiometri .
·  Desain untuk Degradasi
Produk kimia seharusnya didesain jadi pada akhir fungsi mereka, mereka terurai menjadi berbahaya produk degradasi – tion dan tidak bertahan dalam lingkungan .
·  Analisis real-time untuk Pencegahan Pencemaran
Metodologi analisis perlu lebih dikembang-kan untuk memungkinkan real-time , dalam proses monitoring dan kontrol sebelum pembentukan zat berbahaya .
·  Inheren Aman Kimia Pencegahan Kecelakaan
Zat dan bentuk zat yang dipakai dalam proses kimia harus dipilih untuk meminimalkan po – bangkan untuk kecelakaan kimia , termasuk siaran , daya eksploratif -keputusan , dan kebakaran
Menurut Hidayat Dan Kholil dalam buku ( Kimia, Industri Dan Teknologi Hijau tahun2017 ) Kimia Hijau merupakan paradigm yang relative baru, dengan focus pada upaya mengoptimalkan kegiatan perancangan proses prodeuk dan pasca produk.

PENGAJARAN UNTUK GREEN CHEMISTRY.
  
Aturan utama : Pengajaran harus selaras dengan praktek .
Pertanyaan tentang bagaimana mendidik generasi masa depan kimia yang memiliki keterampilan dan pengetahuan untuk prakteknya kimia ramah lingkungan terletak di pusat materi pendidikan yang berhubungan dengan kimia hijau . Pendidikan sangat penting dalam populariza – tion kimia hijau . Disadari baik di tingkat akademis dan pada tingkat pro – lingkungan pendidikan -tion untuk kalangan luas masyarakat . Kimiawan muda skr – rently berkenalan dengan metode baru organik sintesis com – pon bukan metode tradisional dan dengan teknik kimia analitik baru yang memungkinkan mereka sebagai – sess keadaan pencemaran lingkungan dalam peningkatan jumlah sekolah yang tinggi . – Tions lembaga internasional yang berbeda , yaitu American Chemical Society ( ACS ) dan Pol – ish Chemical Society ( PTChem ) , aktif dalam bahan penerbitan yang mempromosikan aturan dan prestasi kimia hijau Program kimia hijau harus mengarah pada keberlanjutan dengan merancang dan menggunakan metode di mana bahan baku alami akan diproses secara ekonomis , penggunaan rasional sumber energi , penghapusan gas berbahaya , limbah cair dan padat dan dengan di – troduction produk keamanan bagi manusia . Mempopulerkan kimia hijau di sekolah , di antara para pekerja di pabrik industri kimia dan distributor produk kimia juga sangat penting . Penggunaan luas hijau prestasi kimia akan memungkinkan kita untuk menyeimbangkan eco – de – Pembangunan menguntungkan bagi masyarakat , ekonomi dan ENVI – ronment . Materi pendidikan banyak , tersedia saat ini di pasar dan di Internet , sangat berguna dalam mengajar sehari-hari kimia hijau prinsip –prinsip

Kesimpulan

     Kimia hijau bukanlah cabang baru ilmu pengetahuan . Ini adalah pendekatan filosofis baru yang melalui aplikasi dan perpanjangan prinsip-prinsip kimia hijau dapat berkontribusi untuk pembangunan berkelanjutan . Saat ini sangat mudah untuk menemukan dalam literatur banyak contoh menarik dari penggunaan aturan kimia hijau . Mereka diterapkan tidak hanya dalam sintesis ,pengolahan dan penggunaan bahan kimia com – pound . Banyak metodologi analisis baru juga de-jelaskan yang direalisasikan sesuai dengan aturan kimia hijau . Mereka sangat berguna dalam melakukan proses kimia dan dalam evaluasi dampak terhadap lingkungan . Penerapan teknik persiapan sampel yang tepat , ( misalnya SPME , SPE , ASE ) memungkinkan kita untuk mendapatkan hasil yang tepat dan akurat – tingkat analisis . Upaya-upaya besar masih dilakukan untuk merancang sebuah proses yang ideal yang dimulai dari non-polusi bahan awal , menyebabkan tidak ada produk sekunder dan tidak memerlukan pelarut untuk melaksanakan konversi kimia atau untuk mengisolasi dan pu – rify produk. Namun, teknologi yang lebih ramah lingkungan teman – ly pada tahap penelitian tidak menjamin bahwa mereka akan diimplementasikan pada skala industri . Adop – tion metode ramah lingkungan dapat facilitat – ed oleh fleksibilitas yang lebih tinggi dalam peraturan , program-program baru untuk memfasilitasi transfer teknologi antara lembaga-lembaga akademik , pemerintah dan industri dan insentif pajak untuk teknologi im – plementing bersih .Selain itu , keberhasilan kimia hijau tergantung pada pelatihan dan pendidikan generasi baru ahli kimia . Siswa di semua tingkatan harus diperkenalkan dengan filosofi dan praktek kimia hijau . Akhirnya , mengenai peran pendidikan dalam kimia hijau

Daftar Pustaka
·                     ·         Menurut Hidayat dan Kholi dalam buku Kimia Industri Dan Teknologi Hijau (2017), Jakarta, Pantona Media
·                     ·         http://infostudikimia.blogspot.co.id/2016/12/12-prinsip-kimia-hijau.html

Kimia Ramah Lingkungan (Hijau)


Oleh : Erlangga Maulana Sakhi (@K02-Erlangga)









Abstrak

Saat ini sampah masih menjadi ancaman bagi kelangsungan kehidupan. Sampah yang tersebar di darat maupun dilautan membuat lingkungan rusak dan terganggunya ekosistem yang ada. Belum lagi ditambah pencemaran yang disebabkan oleh limbah dari berbagai kegiatan. Baik kegiatan industri, domestik pertanian dan peternakan. Bahan kimia yang terkandung didalamnya sangatlah berbahaya bagi kelangsungan kehidupan.

Kata Kunci : kimia, limbah, pencemaran, sampah, kehidupan, industri, domestik.

Senin, 03 Desember 2018

PRINSIP UTAMA KIMIA HIJAU

Disusun oleh : Ghina Rahayu (@K20-Ghina)

ABSTRAK
Tuntutan sebagian besar umat manusia untuk menjalani kehidupan yang lebih sejahtera yang makin memacu pengembangan teknologi dan industry yang mumpuni. Kimia hijau berupaya membuat langkah – langkah kreatif dan inovatif beragam proses kimia baik menggeser, menambah, mengurangi, dan memperbaharui proses kimia tradisional maupun konvensional menjadi ramah lingkungan dengan tetap mengedepankan prinsip optimasi dalam proses produksi.
Kata Kunci : Kimia Hijau

Kimia hijau


 Muhammad fikri adzkiya
41618010026
Kimia hijau
Abstrak: Green chemistry atau “kimia hijau” merupakan bidang kimia yang berfokus pada pencegahan polusi. Pada awal 1990-an, green chemistry mulai dikenal secara global setelah Environmental Protection Agency (EPA) mengeluarkan Pollution Prevention Act yang merupakan kebijakan nasional untuk mencegah atau mengurangi polusi. Green chemistry merupakan pendekatan untuk mengatasi masalah lingkungan baik itu dari segi bahan kimia yang dihasilkan, proses ataupun tahapan reaksi yang digunakan. Konsep ini menegaskan tentang suatu metode yang didasarkan pada pengurangan penggunaan dan pembuatan bahan kimia berbahaya baik itu dari sisi perancangan maupun proses. Bahaya bahan kimia yang dimaksudkan dalam konsep green chemistry ini meliputi berbagai ancaman terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, termasuk toksisitas, bahaya fisik, perubahan iklim global, dan penipisan sumber daya alam.
Kata kunci:Kimia hijau
            Istilah kimia digunakan dalam “green chemistry” dimaksudkan karena melibatkan struktur dan perubahan suatu materi.Perubahan tersebut pasti melibatkan energi sebagai sumbernya. Oleh karena itu konsep green chemistry ini juga erat kaitannya dengan energi dan penggunaannya baik itu secara langsung maupun yang tidak langsung seperti penggunaan suatu material dalam hal pembuatan, penyimpanan dan proses penyalurannya.
Green chemistry merupakan pendekatan yang sangat efektif untuk mencegah terjadinya polusi karena dapat digunakan secara langsung oleh para ilmuwan dalam situasi sekarang. Konsep ini lebih memfokuskan pada cara pandang seorang peneliti untuk menempatkan aspek lingkungan pada prioritas utama. Area penelitian dalam bidang green chemistry ini meliputi pengembangan cara sintesis yang lebih ramah lingkungan, penggunaan bahan baku yang terbarukan, merancang bahan kimia yang green, serta penggunaan bioteknologi sebagai alternatif dalam industri (Sharma, 2008).
            Anastas dan Warner (1998) mengusulkan konsep“The Twelve Principles of Green Chemistry” yang digunakan sebagai acuan oleh para peneliti untuk melakukan penelitian yang ramah lingkungan. Berikut adalah ke-12 prinsip kimia hijau yang diusulkan oleh Anastas dan Warner :
  1. Mencegah timbulnya limbah dalam proses
  1. Mendesain produk bahan kimia yang aman
  1. Mendesain proses sintesis yang aman
  1. Menggunakan bahan baku yang dapat terbarukan
  1. Menggunakan katalis
  1. Menghindari derivatisasi dan modifikasi sementara dalam reaksi kimia
  1. Memaksimalkan atom ekonomi
  1. Menggunakan pelarut yang aman
  1. Meningkatkan efisiensi energi dalam reaksi
  1. Mendesain bahan kimia yang mudah terdegradasi
  1. Penggunaan metode analisis secara langsung untuk mengurangi polusi
  1. Meminimalisasi potensi kecelakaan.
Kriteria teknologi hijau:
      Meminimumkan degrasi kualitas lingkungan
      Mempunyai pembebasan gas rumah kaca yang rendah
      Aman untuk digunakan dan menyediakan lingkungan hidup sehat dan lebih baik untuk semua kehidupan
      Menghemat energy dan sumberdaya alam
      Menggalakkan sumber-sumber yang dapat diperbaharui (renewable).
Bidang yang berkaitan dengan teknologi hijau:
      Energi:  pembangunan energi alternatif dan ketahanan energi.
      Bangunan Hijau: melibatkan semua aspek termasuk penggunaan bahan / material buatan – sintetis dan lokasi bangunan, bukan merujuk kepada warna bangunan tersebut.
      kimia Hijau: Reka cipta, reka bentuk pemrosesan dan aplikasi kimia serta meminimumkan penggunaan bahan berbahaya.
      anoteknologi Hijau: melibatkan manipulasi bahan pada skalar nanometer atau satu bilion lebih kecil berbanding ukuran satu meter, ia melibatkan aplikasi kimia hijau dan prinsip standarisasi.
Industri Hijau adalah sebuah icon industri yang harus dipahami dan dilaksanakan, yaitu industri yang dalam proses produksinya menerapkan upaya efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.
Manfaat industri hijau:
·         Meningkatkan image perusahaan
·         Kinerja perusahaan yang ramah lingkungan
·         Mempermudah akses pendanaan
·         Flexsibilitas dalam regulasi
·         Terbukanya pasar baru
Daftar rujukan
Kimia hijau dan 12 prinsip kima hijau
Bidang dan kriteria teknologi hijau
Industri hijau