.

Tampilkan postingan dengan label @K29-Aprilia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @K29-Aprilia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Desember 2018

Pengembangan Berkelanjutan Energi Alternatif

oleh Aprilia Wahyuni (@K29-Aprilia)



Menurut Alkusuma, dkk (2016), bahwa energi memiliki peranan penting dalam proses pembangunan yang pada akhirnya untuk mencapai tujuan sosial, ekonomi dan lingkungan untuk serta merupakan pendukung bagi kegiatan ekonomi nasional. Sumber energi terbarukan yang berasal dari pemanfaatan biogas limbah cair kelapa sawit dapat menghasilkan energi listrik yang saat ini banyak bergantung pada generator diesel dengan biaya yang mahal. Keterbatasan akses ke energi komersial telah menyebabkan pemakaian energi per kapita masih rendah dibandingkan dengan negara lainnya. Penggunaan BBM meningkat pesat, terutama untuk transportasi, yang sulit digantikan oleh jenis energi lainnya. Ketergantungan kepada BBM masih tinggi, lebih dari 60 persen dari konsumsi energi final. Pembangkitan tenaga listrik di beberapa lokasi tertentu masih mengandalkan BBM karena pada waktu yang lalu harga BBM masih relatif murah (karena di subsidi), jauh dari sumber batubara, jaringan pipa gas bumi masih terbatas, lokasi potensi tenaga air yang jauh dari konsumen dan pengembangan panas bumi serta energi terbarukan lain yang relatif masih lebih mahal. Kebutuhan energi dalam negeri selama ini dipasok dari produksi dalam negeri dan sebagian dari impor, yang pangsanya cenderung meningkat. Komponen terbesar dari impor energi adalah minyak bumi dan BBM. Kemampuan produksi lapangan minyak bumi semakin menurun sehingga membatasi tingkat produksinya. Dalam satu dekade terakhir, kapasitas produksi kilang BBM dalam negeri tidak bertambah, sedangkan permintaan BBM di dalam negeri meningkat dengan cepat.
Hingga saat ini energi memiliki peranan sangat penting dalam kehidupan peradaban manusia. Salah satu persoalan yang muncul dalam penggunaan energi adalah masih banyaknya penggunaan energi fosil, padahal energi ini sangat terbatas di muka bumi. Oleh karena itu perlunya efisiensi penggunaan energi di seluruh lini bidang kehidupan, termasuk pada lembaga pemerintah, swasta maupun masyarakat. Sebenarnya sudah sejak lama Pemerintah Indonesia peduli dengan keadaan krisis energi yang berlarut-larut seperti sekarang terjadi. Pada tanggal 7 April 1982, melalui keluarnya Instruksi Presiden (Inpres) No. 9 tahun 1982, Pemerintah Republik Indonesia sudah mulai mengeluarkan kebijakan tentang Penghematan/Konservasi Energi. Inpres ini terutama ditujukan terhadap pencahayaan gedung, AC, peralatan dan perlengkapan kantor yang menggunakan listrik, dan kendaraan dinas. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk selalu menjadikan hemat energi sebagai budaya di masyarakat. Dengan hemat energi maka pengeluaran pemerintah dan masyarakat akan energi bisa dikurangi, dan ini membuat energi dapat digunakan dalam waktu yang panjang dan efisien. (Biantoro dkk,2018).
Meningkatnya permintaan energi listrik di Indonesia saat ini tidak seimbang dengan ketersediaan suplai energi listrik atau krisis energi listrik sudah merupakan sesuatu yang tidak dapat di hindari. Fenomena padamnya listrik di Jawa-Bali, pemadaman listrik bergilir di beberapa wilayah di Pulau Sumatera merupakan pertanda bahwa pasokan listrik dalam sistem interkoneksi maupun konvensional sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dan industri yang terus meningkat, kondisi ini semakin diperburuk dengan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang naik begitu tinggi mengakibatkan mayoritas pembangkit listrik di luar pulau jawa yang menggunakan solar sebagai bahan bakar mengalami pembengkakan biaya operasional. Mencermati kondisi seperti ini, sekurang-kurangnya ada dua hal yang perlu dikaji dan dievaluasi pertama sejauhmana efektifitas dan efisiensi dari sistem interkoneksi pemasokan energi listrik yang melibatkan banyak pembangkit seperti yang dimiliki saat in, sudah waktunya dicari alternatif sistem pemasokan energi litrik yang lebih sesuai. Kedua ketergantungan kepada bahan bakar minyak perlu secara bertahap dikurangi dengan memanfaatkan energi alternatif yang dimiliki yang berbasis pada potensi lokal dari setiap wilayah yang ada di Indonesia. Untuk itu, selain pemanfaatan sumber daya energi primer yang cadangannya lebih besar seperti gas dan batu bara, diperhitungkan pula penggunaan energi terbarukan yang ramah lingkungan, seperti geothermal,energi surya, angin dan air. (Agung, 2013).
Menurut Simanjuntak (2005), bahwa pada saat ini sangat dibutuhkan energi alternatif yang merupakan pengganti bahan bakar minyak yang cadangannya terus berkurang dan akan lebih baik bila lebih ramah lingkungan. Beberapa jenis tanaman ternyata telah terbukti dapat digunakan sebagai sumber energi. Selain mempunyai nilai kalor yang cukup tinggi, terbarukan, memiliki nilai ekonomis untuk dibudidayakan juga lebih ramah lingkungan. Dengan mengubah kandungan lemak yang ada pada beberapa tanaman melalui proses transesterifikasi dapat diperoleh senyawa ester yang dapat menggantikan minyak solar, dengan fermentasi gula dapat diperoleh etanol sebagai pengganti bensin, dan dengan memproses kotoran dengan bakteri anaerob dapat diperoleh biogas. Dengan pengolahan yang baik akan dapat diperoleh hasil yang memadai.
Sejalan dengan UU no.30 tahun 2007 tentang energi, maka keamanan dan keberlanjutan pasokan energi domestik menjadi sesuatu yang perlu diupayakan secara sinergis antara pemerintah, pihak swasta dan masyarakat. Hal ini dikarenakan jika tidak ada antisipasi keamanan dan keberlanjutan pasokan energi dari awal maka akan membawa konsekuensi yang lebih mahal di masa yang akan datang. Mengatasi krisis penyediaan energi dan menghindari dampak kerusakan lingkungan hidup akibat global warming maka dibutuhkan sumber energi alternatif yang baru dan terbarukan serta lebih ramah lingkungan. Pemanfaatan dan pengembangan energi terbarukan menjadi semakin penting mengingat semakin terbatasnya sumber energi fosil atau sumber energi non-terbarukan. Melalui Perpres No 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, pemerintah telah berupaya menyusun strategi pengelolaan energi nasional 2006-2025, dimana dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa dalam pasokan energi nasional harus dipenuhi 17% energi terbarukan. Hal tersebut menyatakan dengan jelas bagaimana peranan energi terbarukan di masa yang akan datang. Bentuk energi baru dan terbarukan (EBT) yang tersedia di Indonesia adalah panas bumi, tenaga air, biomasa, energi matahari dan energi kelautan. (Fandari dkk,2014).



Daftar Pustaka

Biantoro, Agung Wahyudi., D.S, Permana. 2017. Analisis Audit Energi Untuk Pencapaian Efisiensi Energi Di Gedung Ab, Kabupaten Tangerang, Banten. Jurnal Teknik Mesin (JTM): Vol. 06, Edisi Spesial 2017. Pp 85-93. Dalam https://media.neliti.com/media/publications/176994-ID-analisis-audit-energi-untuk-pencapaian-e.pdf (diunduh pada 18 Desember 2018).

Alkusuma, Yulian Mara., Hermawan., Hediyanto. 2016. Pengembangan Potensi Energi Alternatif Dengan Pemanfaatan Limbah Cair Kelapa Sawit Sebagai Sumber Energi Baru Terbarukan Di Kabupaten Kotawaringin Timur. Jurnal Ilmu Lingkungan Vol.14. No.2. ISSN 1829-8907. Pp 96-102. Dalam https://media.neliti.com/media/publications/100400-ID-pengembangan-potensi-energi-alternatif-d.pdf (diunduh pada 18 Desember 2018).

Agung, Achmad Imam. 2013. Potensi Sumber Energi Alternatif dalam Mendukung Kelistrikan Nasional. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro Vol.2. No.2. pp 892-897. Dalam http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-teknik-elektro/article/view/7425/3661 (diunduh pada 18 Desember 2018).

Simanjuntak, Melvin Emil.2005. Beberapa Energi Alternatif yang Terbarukan dan Proses Pembuatannya. Jurnal Teknik SIMETRIKA Vol.4 No.1. pp 287-293. Dalam http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/15836/sim-apr2005-%20%284%29.pdf?sequence=1&isAllowed=y (diunduh pada 18 Desember 2018).

Fandari, Andiesta El., A. Daryanto., G. Suprayitno. 2014. Pengembangan Energi Panas Bumi yang Berkelnjutan. Jurnal Ilmiah Semesta Teknika Vol.17 No.1. pp 68-82. Dalam http://journal.umy.ac.id/index.php/st/article/download/412/565 (diunduh pada 18 Desember 2018).

WUJUD GAS

Oleh: @K28-Rofiqoh, @K29-Aprilia, @K30-Puji


Wujud zat (states of matter) ada tiga, yaitu padat (solid), cair (liquid), dan gas. Wujud zat merupakan bentuk-bentuk berbeda yang diambil oleh berbagai fase materi berlainan. Secara historis, pembedaan ini dibuat berdasarkan perbedaan kualitatif dalam sifat bulk. Pada saat tertentu umumnya zat hanya berada dalam satu wujud saja, tetapi zat dapat berubah dari wujud yang satu ke wujud yang lain.

Senin, 17 Desember 2018

Teknologi Hijau : Teknologi Ramah Lingkungan

Oleh : Aprilia Wahyuni (@K29-Aprilia // @ProyekK10)



Abstrak

Pengertian teknologi ramah lingkungan adalah sebuah metode atau sistem untuk mencapai tujuan tertentu yang mana dalam pelaksanaannya mengacu pada wawasan lingkungan dan atau memperhatikan kaidah-kaidah lingkungan di sekitarnya. Dari pengertian tersebut telah mengilhami lahirnya bermacam-macam teknologi terapan, yang aman sekaligus bersahabat dengan makhluk hidup ataupun alam di sekitarnya.
Teknologi yang di maksud kini telah banyak beredar meliputi beberapa aspek dalam kehidupan manusia, termasuk dalam sektor elektronik konsumen. Diakui memang, untuk bisa mendapatkan teknologi ini dibutuhkan biaya cukup mahal bila dibandingkan membeli peralatan dengan teknologi konvensional. Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan bagi kita utamanya para pengembang untuk menciptakan teknologi hijau yang ramah akan lingkungan namun

Industri Hijau

Oleh : Aprilia Wahyuni (@K29-Aprilia // @ProyekK09)


Abstrak
Indonesia masih memerlukan inovasi di sektor industri dalam upaya pengelolaan lingkungan hijau. Pelaku industri dituntut secara aktif dan bijak menggunakan sumber daya dan teknologi ramah lingkungan sehingga menciptakan efektivitas dan efisiensi bagi keberlanjutan usaha.
Kementerian Perindustrian sebagai pembina industri nasional, berkomitmen memacu pelaku industri mengembangkan inovasi yang mendorong peran perusahaan melakukan perbaikan lingkungan yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sektor industri merupakan salah satu sektor yang mampu memberikan

Kamis, 06 Desember 2018

IKATAN KIMIA

Oleh: @K28-Rofiqoh, @K29-Aprilia, @K30-Puji

Ikatan kimia adalah sebuah proses fisika yang bertanggung jawab dalam interaksi gaya Tarik menarik antara dua atom atau molekul yang menyebabkan suatu senyawa diatomic atau poliatomik menjadi stabil. Berdasarkan cara kombinasi dari unsur logam dan unsur nonlogam, Ikatan kimia dibagi menjadi 3 jenis yaitu :

Selasa, 04 Desember 2018

Kimia Hijau : 12 Prinsip Utama Kimia Hijau

Oleh : ApriliaWahyuni (@K29-Aprilia // @ProyekK08)

Abstrak
Istilah kimia digunakan dalam “green chemistry” dimaksudkan karena melibatkan struktur dan perubahan suatu materi. Perubahan tersebut pasti melibatkan energi sebagai sumbernya. Oleh karena itu konsep green chemistry ini juga erat kaitannya dengan energi dan penggunaannya baik itu secara langsung maupun yang tidak langsung seperti penggunaan suatu material dalam hal pembuatan, penyimpanan dan proses penyalurannya. Green chemistry merupakan

Senin, 03 Desember 2018

Struktur Molekul dan Ikatan Valensi

Oleh : Rofiqoh Awaliyah (@K28-Rofiqoh)
Aprilia Wahyuni (@K29-Aprilia)
Puji Anggraeni (@K30-Puji)

STRUKTUR MOLEKUL DAN IKATAN VALENSI
Beberapa teori memberikan dasar-dasar tentang bentuk dari suatu senyawa, antara lain yaitu teori Valence-Shell Electron Pair Repulsion (VSEPR), Teori Ikatan Valensi, Teori Orbital Molekul, Teori Lewis, dan lain sebagainya. Teori Ikatan Valensi mampu secara kualitatif menjelaskan tentang kestabilan ikatan kovalen sebagai akibat tumpang tindih orbital-orbital atom, dan juga dapat menjelaskan tentang geometri molekul dengan konsep hibridisasi seperti yang diramalkan dalam teori VSEPR.

Selasa, 27 November 2018

Pencemaran Air Sungai

Oleh : Aprilia Wahyuni (@K29-Aprilia // @ProyekK07)


Abstrak
Dalam PP No. 20/1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air, pencemaran air didefinisikan sebagai : “pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiaan manusia sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya” (Pasal 1, angka 2). Definisi pencemaran air tersebut dapat diuraikan sesuai makna pokoknya menjadi 3 (tga) aspek, yaitu aspek kejadian, aspek penyebab atau pelaku dan aspek akibat (Setiawan, 2001).

Pengertian Pencemaran Air
Pencemaran air didefinisikan sebagai

Senin, 12 November 2018

PENCEMARAN UDARA

oleh : Aprilia Wahyuni (@K29-Aprilia // @ProyekK06)


Abstrak
            Masalah pencemaran udara merupakan masalah serius yang dihadapi oleh kota-kota besar di Indonesia bahkan di dunia. Pencemaran udara dapat bersumber dari berbagai macam, antara lain : asap kendaraan bermotor, asap pabrik, limbah indutri, limbah rumah tangga dan sebagainya. Menurunnya kualitas udara akibat kandungan zat-zat kimia sebagai polutan membawa dampak negatif bagi kehidupan manusia yaitu

SISTEM PERIODIK UNSUR


Oleh : @Kel-K10, @K28-Rofiqoh, @K29-Aprilia, @K30-Puji

materi sistem periodik unsur memilih metode pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) memiliki alasan yaitu materi sistem periodik unsur merupakan materi dasar ilmu kimia sehingga harus dikuasai dengan matang oleh siswa agar tidak mengalami kesulitan pada materi kimia selanjutnya. Dalam materi tersebut terdapat konsep-konsep yang memerlukan pemahaman dan hafalan yang cukup dari siswa seperti pemahaman tentang konfigurasi elektron, golongan dan periode dalam menentukan letak unsur serta keteraturan jari-jari, energi ionisasi, afinitas elektron dan keelektronegatifan.

Senin, 15 Oktober 2018

KESETIMBANGAN KIMIA


Oleh: Rofiqoh Awaliyah, Aprilia Wahyuni, Puji Angraeni 
(@Kel-K10, @K28-Rofiqoh, @K29-Aprilia, @K30-Puji )

Kesetimbangan kimia (chemical equilibrium) menjelaskan keadaan di mana laju reaksi major dan reaksi balik dari suatu zat sama besar dan di mana konsentrasi reaktan (zat yang bereaksi) dan produk (zat dari hasil reaksi) tetap tidak berubah seiring berjalannya waktu (Purba, 2007).

LINDUNGI TANAH DARI BAHAYA PENCEMARAN

Oleh : Aprilia Wahyuni (@K29-Aprilia / @proyekK04)


Abstrak
Pencemaran darat adalah masuknya atau dimasukannya bahan-nahan pencemar berupa senyawa anorganik, senyawa organik, energi, partikel, materi atau komponen lain ke daratan oleh kegiatan manusia, sehingga kualitas daratan menurun sampai ketingkat tertentu yang dapat menyebabkan daratan menjadi rusak atau menurun kualitasnya dan memberikan gangguan bagi kehidupan makhluk hidup. Pencemaran darat disebut juga pencemaran tanah karena komponen utama daratan adalah tanah. Dalam keadaan normal tanah dapat memberikan daya dukung  yang maksimal bagi kehidupam makhluk hidup seperti tumbuhan, hewan, dan manusia. Akan tetapi dengan masuknya benda asing (pencemar) ke dalam tanah akan dapat mengakibatkan fungsi tanah menjadi

Senin, 08 Oktober 2018

HUKUM KEDUA TERMODINAMIKA (ENERGI BEBAS)

Oleh : @Kel-K10, @K28-Rofiqoh, @K29-Aprilia, @K30-Puji

 ABSTRAK Hukum kedua termodinamika  menyediakan prinsip-prinsip yang dapat meramalkan arah dari suatu proses baik secara fisika maupun kimia. Berapa prinsip yang diturunkan dari hukum kedua ini antaranyaadalah entrophi semesta dan energy bebas Gibbs. Kedua parameter ini merupakan alat konseptual untuk meramalkan arah suatu  proses.

Senin, 01 Oktober 2018

TERMOKIMIA

Oleh: @Kel-K10 ( @K28-Rofiqoh, @K29-Aprilia, @K30-Puji )


Abstrak :
            Persamaan reaksi yang mengikutsertakan perubahan entalpinya disebut persamaan termokimia. Nilai ΔH (Perubahan entalpi ) yang dituliskan pada persamaan termokimia disesuaikan dengan stokiometri reaksi. Artinya jumlah mol zat yang terlibat dalam reaksi sama dengan koefisien reaksinya.

INDUSTRI PETROKIMIA

Oleh : Aprilia Wahyuni (@K29-Aprilia / @ProyekK03)


Abstrak
Industri petrokimia merupakan industri yang memproduksi bahan-bahan kimia yang berasal dari minyak bumi dan gas alam. Secara umum, industri petrokimia dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu industri hulu yang produknya masih berupa bahan dasar dan setengah jadi dan industri hilir yang produknya berupa barang jadi. Industri petrokimia menghasilkan berbagai macam jenis produk yang memiliki manfaat beragam.

Kata Kunci : Industri Petrokimia

Apa yang dimaksud dengan Petrokimia? 
Petrokimia adalah suatu industri yang bergerak pada pengolahan bahan kimia dengan menggunakan bahan baku dari hasil dari proses pengolahan minyak bumi dan gas bumi, dari pengertian tersebut jelas kita telah mengerti mengapa kedua industri tersebut memiliki hubungan yaang erat. Pola perkembangan industri petrokimia bergantung pada produk-produk hasil pengolahan minyak dan gas bumi yang tersedia.
Pohon industri yang disusun oleh Kemenperin (2012) mengelompokan Industri Petrokimia menjadi tiga kelompok, yaitu berbasis Aromatik, Olefein, dan C1. Dalam hal ini Industri Petrokimia dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu Industri Petrokimia Hulu, (upstream petrochemical),masih berupa produk dasar (produk primer) dan produk antara, Industri Petrokimia Hilir (downstream Petrochemical),berupa produk akhir atau produk jadi.
Contoh Produk Dasar : gas CO dan H2 sintetik, etilena, propilena, butadiena, benzena, toluena, xilena, dan n-parafin. Contoh Produk Antara : ammonia, methanol, carbon black, urea, etanol, etil klorida, cumene, propilen oksida, butyl alkohol, isobutilen, nitrobensene, nitrotoluena, PTA (Purified Terepthalic acid), TPA (Terepthalic acid), DMT (Dimethyl Terepthalic Acid). Contoh Produk Akhir : carbon black, urea, formahdehida, asetilena, polipropilena, TNT (Trinitrotoluena), polyester, nilon. Contoh Produk Jadi : barang yang banyak dipakai sehari-hari di rumah tangga.

Bahan Dasar Petrokimia
Bahan baku terbagi kedalam dua jenis, yaitu bahan baku yang berasal dari kilang minyak dan bahan baku yang berasal dari lapangan gas bumi. Bahan baku yang berasal dari kiliang minyak diantaranya adalah :
a.     Fuel gas
b.     Gas propana dan butana
c.      Mogas
d.     Nafta
e.      Kerosin / minyak tanah
f.       Gas oil
g.     Fuel oil
h.     Short residue / waxy residue

Bahan baku yang berasal dari lapangan gas bumi diantara adalah:
a.     Metana ( CH4 )
b.     Etana ( C2H6 )
c.      Propana ( C3H8 )
d.     Butana ( C4H10 )
e.      Kondensat (C5H12 – C11H24)

Bahan baku yang berasal dari kilang minyak diperoleh dari Kilang Minyak Cilacap, Balongan, Dumai, Musi, Balikpapan dan lain sebagainya. Sedangkan bahan baku yang berasal dari lapangan gas bumi diperoleh dari Lapangan Gas Arun, Lapangan Gas Badak/ Bontang, dan Lapangan gas Natuna.
           
Tapi secara umum, ada tiga bahan dasar yang digunakan dalam industri petrokimia yaitu:


1.     Oelofin
Oelofin adalah bahan dasar petrokimia yang paling utama. Produksi oelofin diseluruh dunia mencapai milayaran kg pertahun.. Olefin yang paling banyak diproduksi adalah:
a.    Etilena
1.     Polietilena, merupakan plastic yang banyak dioproduksi yang banyak digunakan sebagai kantong plastik dan plastik pembungkus (sampul). Dalam industri  plastik polietilena digunakan sebagai bahan dasar, tapi ditambahankan bahan tambahan lainnya seperti bahan pengisi, plasticer, dan pewarna.
2.     PVC atau polivinilklorida : plastik yang digunakan untuk pembuatan pipa paralon dan pelapis lantai
3.     Etanol (alkohol) : digunakan senagai bahan bakar atau bahan setengah jadi untuk pembuatan produk lain, misalnya pembuatan asam asetat
4.     Etilena glikol : digunakan sebagai bahan antibeku dalam radiator mobil didaerah beriklim dingin
b.       Propilena
1.     Polipropilena, digunakan sebagai tali dan karung plastik. Bahan ini lebih kuat dari polietilena.
2.     Gliserol, digunakan sebagai bahan kosmerik (pelembab), industri makanan, dan bahan untuk membuat peledak (nitrogliserin)
3.     Isopropyl alcohol, digunakan sebagai bahan-bahan produk petrokimia yang lain misalnya membuat aseton

c.      Butadiena
Beberapa produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar butadiene adalah karet sintetis dan nilon.


2.      Aromatik
Bahan aromatik memiliki rantai rangkap selang seling dalam ikatan senyawanya. Pada industri petrokimia bahan aromatik terpenting adalah:
a.     Benzena
Adalah senyawa kimia organik yang berupa  cairan  tak berwarna dan mudah terbakar serta mempunyai bau yang manis. Benzena ditemukan pada tahun 1825 oleh seorang ilmuwan Inggris, Michael Faraday, yang mengisolasikannya dari gas minyak dan menamakannya bikarburet dari hidrogen.

Beberapa produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar benzena adalah:
1. stirena : untuk membuat karet sintetis
2. kumena : untuk membuat fenol
3. sikloheksana : untuk membuat nilon

a.  Toulena

Toluena, dikenal juga sebagai metilbenzena ataupun fenilmetana, adalah cairan bening tak berwarna yang tak larut dalam air dengan aroma seperti pengencer cat dan berbau harum seperti benzena. Toluena adalah hidrokarbon aromatik yang digunakan secara luas dalam stok umpan industri dan juga sebagai pelarut. Seperti pelarut-pelarut lainnya, toluena juga digunakan sebagai obat inhalan  karena sifatnya yang memabukkan.

b.      Xilena

Produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar  xilena adalah asam tereftalat untuk bahan dasar pembuatan serat.

3.      Syn-Gas (gas sintetis)
Gas sintetis merupakan campuran dari karbon monoksida (CO) dan hydrogen (H2). Beberapa produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar gas sintetis adalah:
a.     Amonia
Ammonia dibuat dari gas nitrogen dan hydrogen. Pada industri petrokimia gas nitrogen diperoleh dari udara, sedangkan gas hydrogen diperoleh dari gas sintetis.
b.     Urea
Dibuat dari amonia dan gas karbon dioksida. Selain sebagai pupuk urea juga digunakan pada industri perekat, plastik, dan resin.
c.      Methanol
Metanol, juga dikenal sebagai metil alkohol, wood alcohol atau spiritus, Dibuat dari gas sintetis melalui pemanasan pada suhu dan tekanan tinggi dengan bantuan katalis. Digunakan untuk pembuatan formaldehida, untuk membuat serat dan campuran bahan bakar.
d.      Formaldehida
Formaldehida merupakan aldehida yang berbentuknya gas. Dalam bentuk  cair dikenal sebagai formalin, dalam bentuk  padatan yang dikenal paraformaldehyde atau trioxane.
Manfaat Petrokimia

1. Aspal
Salah satu produk petrokimia misalnya aspal. Kegunaan lain aspal digunakan untuk pelapis tanggul, pelapis tahan air, sebagai bahan isolasi, pelapis anti korosi pada logam dan juga sebagai bahan campuran pada pembuatan briket batubara.
2. Lilin
Hampir disetiap rumah tangga mengenal adanya lilin, yang digunakan sebagai cadangan bila lampu dari PLN padam. Lilin jenis ini oleh pertamina diproduksi dengan nama Hard Semi White Wax dan Fully Refined White Wax. Tapi selain untuk penerangan, kedua jenis lilin tersebut juga dapat digunakan sebagai kertas lilin pembungkus, bahan baku semir serta pengkilap lantai dan mebel.
3. Polytam PP (Polipropilena Pertamina)
Kantong plastik, karung plastik, film, produk cetakan (moulding) dan tali rafia adalah produk yang sangat memasyarakat. Produk tersebut dibuat dengan menggunakan bahan polytam PP. Pertamina kini memasarkan dua macam polytam PP, yaitu Fill Grade -F600 dan Yarn Grade -F401.
4. Methanol
Methanol dapat digunakan sebagai lem untuk industri polywood (formaldehyde/adhesive) bahan baku untuk pembuatan dimetil-tereptalate, methylamines, methycloride, methylmetha orylate, bahan bakar kendaraan bermotor sebagai methytertiary buthylether, bahan bakar pesawat, bahan bakar jenis methyl fuel, bahan pelarut jenis nitro cellulose, dyes, resin, insektisida, dehidrator gas alam, dan sebagai bahan baku untuk industri protein sintesis dengan fermentasi berkesinambungan.
5. Petrolium Cokes
Green coke merupakan produk samping dari proses pengolahan residu untuk bahan dasar minyak. Green coke bermanfaat sebagai bahan baku Calcined coke, yang berfungsi sebagai reduktor dalam proses peleburan timah, bahan bakar padat atau bahan penambahan kadar karbon pada industri logam. Satunya lagi adalah Calcined coke berguna sebagai elektroda dalam proses pengolahan aluminium pada industri Kalsium Karbida (CaC2), bahan baku industri elektroda grafit, bahan bakar padat atau bahan penambah kadar karbon pada industri modern, dan sebagai unsur pengisi pada industri baja (sebagai karbon).

6. Penggunaan Dalam Industri Pupuk Dan Pestisida
Produk amoniak/ urea dalam negeri sebagian besar digunakan sebagai pupuk pertanian, Dalam industri pestisida, sebagaian bahan aktif pestisida, pelarut dan aditifnya merupakan produk akhir petrokimia seperti senyawa carbamate, thiocarbamate, surfaktan organik, organoklorida, alkohol, dsb.

Kesimpulan
Industri petrokimia secara umum dapat didefinisikan sebagai ”industri yang berbahan baku utama produk migas (naphta, kondensat yang merupakan produk samping eksploitasi gas bumi, gas alam), batubara, gas metana batubara, serta biomassa yang mengandung senyawa-senyawa olefin, aromatik, n-parrafin, gas sintesa, asetilena dan menghasilkan beragam senyawa organik yang dapat diturunkan dari bahan-bahan baku utama tersebut, untuk menghasilkan produk-produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi daripada bahan bakunya.” Kondisi ketersediaan bahan baku dari produk migas yang makin terbatas dan mahal mengakibatkan mulai munculnya pencarian-pencarian bahan baku pengganti, diantaranya gas etana, batubara, gas dari coal bed methane, dan limbah refinery (coke).

 Daftar Pustaka


Hidayat, Atep Afia. Kholil, Muhammad. 2018. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Wahana Resolusi. Yogyakarta.

Khakha, Rikha. 2013. INDUSTRI PETROKIMIA. http://ririkhakha.blogspot.com/2013/01/industri-petrokimia_9070.html ( dikses pada 30 September )

PENGERTIAN DASAR INDUSTRI PETROKIMIA. 2015. https://www.prosesindustri.com/2015/02/pengertian-dasar-industri-petrokimia.html ( dikses pada 30 September )

Ikhwan, Riky. INDUSTRI PETROKIMIA. https://www.academia.edu/8289817/INDUSTRI_PETROKIMIA ( dikses pada 30 September )

Enizan, Nur. 2017. TUGAS MAKALAH PETROKIMIA. https://www.scribd.com/document/367638158/Tugas-Makalah-Petrokimia ( dikses pada 30 September )