.

Tampilkan postingan dengan label @ProyekK10. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @ProyekK10. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Januari 2019

Teknologi Hijau Di Berbagai Negara

Disusun Oleh : Ghina Rahayu (@K20-Ghina)


ABSTRAK
Survei global Ernst & Young pada 2010 atas perusahaan dengan pemasukan hingga US$1 miliar menemukan, inisiatif penerapan teknologi ramah lingkungan itu kini sudah menjadi kebijakan organisasi di 89% perusahaan yang disurvei.

Senin, 07 Januari 2019

Teknologi Di Era Globalisasi


Abstrak
Teknologi dan lingkungan merupakan dua hal penting dalam kegiatan manusia. Pada era globalisasi ini, kedua hal tersebut menjadi perhatian dan pembicaraan masyarakat dunia karena saling terkait dan menentukan keberlangsungan hidup manusia. Disadari atau tidak, kita sering mengabaikan masalah lingkungan. Persoalan lingkungan akibat proses teknologi sudah menjadi masalah yang mendunia. 

Fakta membuktikan bahwa permasalahan lingkungan semakin lama semakin memburuk.
Oleh karena itu, harus dicari cara untuk mengatasinya, salah satunya dengan mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan. Teknologi Hijau adalah salah satu jawaban untuk permasalahan ini. Teknologi hijau yang terus dibicarakan saat ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki tenaga surya yang berlimpah.

TEKNOLOGI HIJAU

Oleh: Dwi arif rahman (@K10-DWI)

Assalamualaikum Wr.Wb


Teknologi hijau atau teknologi alam sekitar adalah penggunaan sains alam sekitar untuk memulihara sumber dan alam sekitar semula jadi dan mengawal kesan negatif aktiviti manusia. 
Pembangunan mampan adalah teras kepada teknologi alam sekitar yang bermaksud penyelesaian perlu mengambil kira aspek sosial, ekonomi dan alam sekitar.

STRATEGI INDUSTRI HIJAU

Oleh: Dwi Arif Rahman (@K10-DWI)

Assalamualaikum Wr.Wb


Green Industry adalah sebuah istilah yang dikenal melalui International Conference on Green Industry in Asia di Manila, Filipina tahun 2009, atas kerjasama antara United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP), United Nations Environment Programme (UNEP), International Labour Organization (ILO), dan dihadiri 22 negara termasuk Indonesia.

Jumat, 04 Januari 2019

Teknologi hijau


Oleh : @K13-Eggy, @ProyekK10
Abstraksi
Teknologi hijau adalah suatu kegiatan yang menghasilkan inovasi dan kreasi yang berbasis kepada kelestarian lingkungan. Teknologi hijau terus dikembangkan pada zaman sekarang karena kebutuhan alam yang bersih untuk keterusan hidup manusia, hewan dan tumbuhan yang semakin terjamah karena polusi udara. Oleh karena itu teknologi hijau harus terus digalakkan oleh pemerintah sebagai sarana dan fasilitator ya.

Rabu, 02 Januari 2019

Green Technology

Faisal Rafi Prayogo
(@K06-Faisal)

    Pada era globalisasi sekarang ini, teknologi sangatlah dibutuhkan dalam bidang apapun. Oleh karena itu, teknologi sangat berkembang pesat. Tetapi, teknologi masih banyak menggunakan bahan bakar fosil yang mengakibatkan habisnya bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui. Seiring berjalannya waktu teknologi perlu adanya perbaharuan yang ramah lingkungan.

Minggu, 30 Desember 2018

GREEN TECH

Oleh : @K21-Rohit, @ProyekK10





Kata Kunci : Penerapan, Ramah Lingkungan
Menurut Erdiono (2009), bahwa isu pemanasan global harus ditanggapi. Krisis global tersebut harus sanggup menggugah kesadaran kita dengan tindakan tindakan nyata yang dapat dilakukan setelah mengetahui pokok-pokok permasalahannya. Beberapa konsep pembangunan hemat energi dan ramah lingkungan mengacu pada bangunan yang murah, mudah dan berdampak luas, seperti pengembangan kota hijau (green city), properti hijau (green property), bangunan hijau (green building), kantor/sekolah hijau (green school/office), hingga produk hijau (green product) terus dilakukan untuk mengurangi pemanasan global dan krisis ekonomi global. Perilaku manusia saat ini harus tanggap dan peduli dengan dampak pemanasan global yang terjadi akibat efek rumah kaca. Perubahan perilaku manusia. harus segera dilakukan adalah penghematan enerji, pemanfaatan energi alternatif terkait dengan upaya-upaya penggunaan material bangunan dan upaya-upaya penghematan lainnya.

Jumat, 21 Desember 2018

Teknologi Hijau


Oleh: @K12-Aris

Abstrak

Pada masa sekarang ini kesadaran masyarakat terhadap teknologi hijau sangatlah minim.

Semakin banyak masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor tanpa memperdulikan bahan emisi yang dikeluarkan, penggunaan sumber daya alam secara besar-besaran, sungai-sungai yang semakin tercemar serta pelepasan karbon
dari asap-asap pabrik ke udara yang semakin banyak. Peningkatan permintaan masyarakat terhadap pangan, energi dan infrastruktur akan membuat ekologi dunia tidak akan mampu memenuhinya. Konsekuensinya, terjadi volatilitas energi, polusi yang tak terkendali, kerusakan kesehatan manusia, dan kehilangan sistem keanekaragaman hayati. 

     
        Menurut Merry Bellis mengenai pengertian teknologi hijau, As the name implies green technology is one that has a ”green” purpose. By green we do not mean the color, however, mother nature is quite green, and the long and short term impact an invention has on the

environment is what we are talkinh about. Green inventions are environmently friendly invetions that often involve : energy efficiency, recycling, safety and health concerns, renewable resources and more.


   Teknologi hijau merupakan  teknologi rendah karbon dan lebih ramah lingkungan. Apabila kita menggunakan teknologi hijau, kita menggunakan sumber daya seperti energi, air, dan sebagainya secara minimum untuk menghasilkan sesuatu produk. Produk itu akan aman digunakan dan menyediakan lingkungan yang sehat dan lebih baik untuk semua kehidupan.

     Teknologi hijau merujuk pada produk, peralatan, atau sistem yang memenuhi kriteria-kriteria berikut:

  1.   Meminimalkan penurunan kualitas lingkungan, pembebasan gas rumah kaca rendah atau tidak ada, aman digunakan dan membuat lingkungan sehat serta lebih baik untuk semua kehidupan.
  2. Menghemat tenaga dan sumber asli
  3. Menggalakkan sumber-sumber yang dapat diperbarui.


Bidang Studi Teknologi Hijau

  1. Energi – Masalah yang paling mendesak untuk teknologi hijau adalah energi, termasuk pengembangan bahan bakar alternatif, serta dikembangkannya cara baru untuk menghasilkan energi, termasuk efisiensi energi.
  2. Green building,  meliputi segala sesuatu dari pemilihan bahan bangunan ke lokasi bangunan itu berada. Dalam hal ini metode dan produk yang digunakan menimbulkan dampak yang sekecil mungkin terhadap lingkungan.
  3. Kimia hijau (Green chemistry), dalam proses penemuan, desain dan aplikasi proses dan produk kimia semaksimal mungkin menghilangkan penggunaan bahan berbahaya beracun beserta turunannya.
  4. Nanoteknologi hijau (Green nanotechnology), merupakan manipulasi bahan pada skala nanometer, sepermilar meter. Banyak ilmuwan yang mempercayai bahwa melalui penguasaan nanoteknologi, pada masa yang akan datang banyak hal yang dapat diproduksi.Nanoteknologi juga merupakan penerapan kimia hijau tingkat lanjut dengan prinsip-prinsip rekayasa teknologi yang ramah lingkungan. 


Konsep Penerapan Teknologi Hijau 

Konsep penerapan teknologi hijau secara umum memiliki beberapa tujuan utama  yang memiliki prioritas untuk dapat diterapkan dalam kehidupan manusia, yaitu :
  1. Keberlangsungan – Upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara terus menerus di masa depan tanpa merusak atau menghabiskan sumber daya alam
  2. Pendaurulangan sampah – Upaya untuk mengakhiri siklus barang sekali pakai, dengan menciptakan produk yang sepenuhnya dapat diperoleh kembali atau digunakan kembali
  3. Pengurangan Sumber Sampah – Upaya untuk mengurangi sumber limbah dan polusi dengan mengubah pola produksi dan pola konsumsi.
  4. Inovasi – Upaya untuk mengembangkan alternatif teknologi yang ramah lingkungan guna memenuhi kebutuhan manusia tanpa merusak lingkungan. Inovasi ini salah satunya adalah penciptaan biomassa yang bisa diubah menjadi ethanol  yang merupakan energi alternatif  yang dapat diperbarui sebagai pengganti bahan bakar fosil.
  5. Viabilitas – upaya untuk menciptakan suatu pusat kegiatan ekonomi di seluruh bidang teknologi dan produk yang memberikan keuntungan bagi lingkungan dan menciptakan peluang usaha baru yang benar-benar melindungi planet bumi dari kerusakan.
  6. Edukasi – Upaya untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya penerapan teknologi hijau guna mendukung terciptanya daya dukung lingkungan yang berkelanjutan.

Setelah membaca artikel singkat diatas, Mari kita ciptakan serta memanfaatkan teknologi hijau secara maksimal agar bumi kita tidak semakin rusak sehingga anak cucu kelak masih dapat menikmati keindahan bumi ini secara maksimal.

Daftar Pustaka

Kamis, 20 Desember 2018

TEKNOLOGI HIJAU



Abstrak
Fenomena global warming adalah dampak dari aktivitas manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada di muka bumi. Dampak ini harus segera dicegah, dengan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh manusia muncullah konsep Green Technology / Teknologi Hijau.
 Teknologi hijau merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian atau keberlanjutan kehidupan di planet bumi ini. Kelestarian atau keberlanjutan (sustainabilitas) yang dapat diartikan sebagai perihal pemenuhan kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan dimasa deoan tanpa merusak sumber daya alam, atau pemenuhan kebutuhan saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.
Pembahasan
Teknologi Hijau adalah teknik untuk menghasilkan energi dan/atau produk yang tidak mencemari atau meracuni lingkungan hidup. Teknologi hijau masih terus di kembangkan hingga saat ini. Untuk masa datang "teknologi hijau" merupakan suatu bidang yang akan melahirkan banyak inovasi dan perubahan dalam kehidupan sehari-hari.
Boleh dikatakan perkembangan teknologi hijau ini dapat disejajarkan dengan ledakan "teknologi informasi" selama dua dekade terakhir ini. Satu upaya untuk menjaga kelestarian atau keberlanjutan kehidupan Teknologi Hijau merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian atau keberlanjutan kehidupan di planet bumi ini.  Studi tentang teknologi hijau yang masih terus dikembangkan dan merupakan kecenderungan teknologi di masa datang, antara lain mencakup bidang-bidang :

·         Bangunan Hijau
Bangunan hijau (green building) juga mendapat perhatian pentingan di bidang teknologi hijau, segala sesuatu yang berkaitan dengan pembangunan rumah atau insfrastuktur yang ramah lingkungan. Penerapannya mulai sejak pemilihan bahan bangunan hingga lokasi tempat bangunan akan didirikan diharapkan telah mempertimbangan kelestarian lingkungan hidup.
·         Energi Terbarukan
Mengingat keterbatasan sumber energi berbahan baku fosil (minyak, gas dan batubara), maka energi menjadi masalah yang paling mendesak dalam bidang teknologi hijau, termasuk didalamnya pengembangan bahan baku alternatif atau energi terbarukan yang efisien.
·         Kimia Hijau
Hampir seluruh produk untuk keperluan sehari-hari adalah produk kimiawi. Oleh karena itu kimia hijau (green chemistry) mulai mendapat perhatian berbagai negara maju dalam hal penemuan rancangan dan aplikasi produknya termasuk proses yang dijaga dari penggunaan bahan beracun atau zat yang berbahaya bagi kehidupan.
·         Teknologi Nano Hijau
Yang paling terkini adalah studi tentang green nanotechnology (teknologi nano hijau) yang melibatkan manipulasi bahan pada skala nanometer (satu miliar meter). Beberapa ilmuwan percaya bahwa penguasaan subjek ini di masa datang akan mengubah cara bagaimana segala sesuatu di dunia ini dibuat. "Green Nanotechnology" adalah penerapan kimia hijau tingkat lanjut dengan prinsip-prinsip rekayasa teknologi yang ramah lingkungan.

Daftar Pustaka
·         Anonim. 2010. Teknologi Hijau.
(Diakses pada 17 Desember 2018)
·         Hidayat, Atep Afia dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia, Industri dan Teknologi Hijau. Jakarta: Pantona Media.
·         Ajim, Nanang. 2016. Teknologi Hijau di Era Globalisasi.
(Diakses pada 17 Desember 2018)


Teknologi Hijau


Oleh : @K18-Fierdian (Fierdian Nuchriza)

Abstrak
Pengembangan teknologi sangat diperlukan karena tuntutan zaman dan daya saing bangsa. Namun, tanpa kita sadari, teknologi sangat konsumtif terhadap penggunaan energi fosil yang menyebabkan menipisnya cadangan minyak, memicu pemanasan global, dan sebagainya. Hal ini menyebabkan diperlukan teknologi yang ramah lingkungan yaitu teknologi hijau, sehingga mengurangi pemborosan energi agar mengurangi potensi kerusakan permanen bumi.

Kata Kunci : Teknologi Hijau

Pembahasan
Teknologi Hijau adalah teknik untuk menghasilkan energi dan/atau produk yang tidak mencemari atau meracuni lingkungan hidup. Teknologi hijau masih terus di kembangkan hingga saat ini. Untuk masa datang "teknologi hijau" merupakan suatu bidang yang akan melahirkan banyak inovasi dan perubahan dalam kehidupan sehari-hari.
Boleh dikatakan perkembangan teknologi hijau ini dapat disejajarkan dengan ledakan "teknologi informasi" selama dua dekade terakhir ini. Satu upaya untuk menjaga kelestarian atau keberlanjutan kehidupan Teknologi Hijau merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian atau keberlanjutan kehidupan di planet bumi ini.  Studi tentang teknologi hijau yang masih terus dikembangkan dan merupakan kecenderungan teknologi di masa datang, antara lain mencakup bidang-bidang :

·         Bangunan Hijau
Bangunan hijau (green building) juga mendapat perhatian pentingan di bidang teknologi hijau, segala sesuatu yang berkaitan dengan pembangunan rumah atau insfrastuktur yang ramah lingkungan. Penerapannya mulai sejak pemilihan bahan bangunan hingga lokasi tempat bangunan akan didirikan diharapkan telah mempertimbangan kelestarian lingkungan hidup.
·         Energi Terbarukan
Mengingat keterbatasan sumber energi berbahan baku fosil (minyak, gas dan batubara), maka energi menjadi masalah yang paling mendesak dalam bidang teknologi hijau, termasuk didalamnya pengembangan bahan baku alternatif atau energi terbarukan yang efisien.
·         Kimia Hijau
Hampir seluruh produk untuk keperluan sehari-hari adalah produk kimiawi. Oleh karena itu kimia hijau (green chemistry) mulai mendapat perhatian berbagai negara maju dalam hal penemuan rancangan dan aplikasi produknya termasuk proses yang dijaga dari penggunaan bahan beracun atau zat yang berbahaya bagi kehidupan.
·         Teknologi Nano Hijau
Yang paling terkini adalah studi tentang green nanotechnology (teknologi nano hijau) yang melibatkan manipulasi bahan pada skala nanometer (satu miliar meter). Beberapa ilmuwan percaya bahwa penguasaan subjek ini di masa datang akan mengubah cara bagaimana segala sesuatu di dunia ini dibuat. "Green Nanotechnology" adalah penerapan kimia hijau tingkat lanjut dengan prinsip-prinsip rekayasa teknologi yang ramah lingkungan.

Kesimpulan :
Perkembangan teknologi memang tidak dapat dihentikan, selain itu perkembangan teknologi sangat membantu kegiatan makhluk hidup. Namun teknologi yang digunakan saat ini masih teknologi yang tidak ramah lingkungan, yaitu teknologi yang berdampak buruk terhadap lingkungan. Teknologi hijau merupakan solusi yang paling tepat untuk mengurangi dampak negatif teknologi terhadap lingkungan. Sehingga dibutuhkan kesadaran masyarakat sehingga teknologi hijau dapat diterapkan, sehingga dapat menjaga kelestarian kehidupan di bumi.

Daftar Pustaka
·       Anonim. 2010. Teknologi Hijau. Dalam http://generasiku-2010.blogspot.com/2010/08/10-1.html (Diakses pada 17 Desember 2018)
·       Hidayat, Atep Afia dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia, Industri dan Teknologi Hijau. Jakarta: Pantona Media.
·       Ajim, Nanang. 2016. Teknologi Hijau di Era Globalisasi. Dalam http://www.mikirbae.com/2016/06/teknologi-hijau-di-era-globalisasi.html (Diakses pada 17 Desember 2018)


Selasa, 18 Desember 2018

Teknologi Ramah Lingkungan

Teknologi ramah lingkungan adalah sebuah bentuk usaha pemeliharaan lingkungan terhadap akibat pencemaran lingkungan. Dengan begitu, yang dimaksud dengan ramah lingkungan di sini adalah bersifat meminimalisir segala macam pencemaran yang telah ada di bumi kemudian mencegah terjadinya pencemaran yang terjadi pada masa depan. Penggunaan dari teknologi yang ramah lingkungan ini diharapkan bisa menjadi solusi paling baik untuk memecahkan permasalahan lingkungan. Secara umum sendiri, teknologi yang ramah lingkungan merupakan teknologi yang sumber daya alam lingkungannya lebih hemat, mencakup ruang, energi dan bahan baku.
Dengan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan diharapkan hanya mengeluarkan limbah sedikit saja, baik berupa limbah gas, cair, padat, radiasi maupun kebisingan. Sehingga resiko terhadap bencana alam pun bisa ditekan. Teknologi yang ramah lingkungan sendiri bisa meningkatkan sistem penghematan sumber daya alam atau energi serta meminimalisir pencemaran lingkungan. Selain itu, teknologi yang ramah lingkungan sendiri biasanya memanfaatkan sumber energi terbaharukan atau dapat diperbarui, contohnya energi angin, sinar matahari, air dan sebagainya. Kemudian mengubah energi tersebut ke dalam energi lainnya yang bisa tidak menghasilkan polusi ataupun limbah (meskipun limbah tersebut dalam jumlah yang sedikit).
Teknologi semacam ini memang seharusnya mampu untuk memelihara dan melindungi lingkungan. Adapun caranya bisa bermacam-macam, seperti mengurangi polutan yang dihasilkan dari berbagai macam peralatan teknologi, memberikan penanganan tepat untuk limbah-limbah yang dihasilkan setiap industri dan menggunakan SDA yang seimbang dan juga berkepanjangan.
Prinsip dalam Konsep Teknologi Ramah Lingkungan
Secara sederhana, teknologi ramah lingkungan adalah teknologi yang diciptakan untuk memudahkan kehidupan manusia tanpa perlu merusak atau memberikan dampak negatif pada lingkungan di sekitarnya. Teknologi seperti ini diharapkan mampu menjaga lingkungan, misalnya dalam alat-alat teknologi ramah lingkungan tersebut tidak menggunakan polutan, serta pada akhirnya dapat memberikan penanganan yang tepat terhadap limbah-limbah yang mungkin dihasilkan dari alat-alat teknologi ramah lingkungan tersebut.
Ada 6 prinsip yang diterapkan pada konsep teknologi ramah lingkungan, yaitu:
1.      Refine, yang berarti menggunakan bahan yang ramah lingkungan serta melalui proses yang lebih aman dari teknologi sebelumnya.
2.      Reduce, yang berarti mengurangi jumlah limbah dengan cara mengoptimalkan penggunaan bahan.
3.      Reuse, yang berarti memakai kembali bahan-bahan yang tidak terpakai atau sudah berupa limbah dan diproses dengan cara yang berbeda.
4.      Recycle, yang berarti hampir sama dengan reuse, hanya saja recycle menggunakan kembali bahan-bahan atau limbah dan diproses dengan cara yang sama.
5.      Recovery, yang berarti pemanfaatan material tertentu dari limbah untuk diproses demi keperluan yang lain.
6.      Retrieve Energy, yang berarti penghematan energi dalam suatu proses produksi.




Macam-macam teknologi ramah lingkungan
Ada beberapa macam teknologi ramah lingkungan yang bisa dimanfaatkan, diantaranya:
§  Biogas
Biogas ini merupakan gas yang mudah terbakar atau bersifat flammable yang diperoleh berdasarkan proses fermentasi dari bahan-bahan yang organik yang dilakukan oleh bakteri yang sifatnya anaerob. Adapun anaerob di sini maksudnya adalah bakteri yang dapat hidup pada kondisi yang kedap udara. Umumnya segala macam bahan organik dapat diproses untuk memproduksi biogas, akan tetapi hanya berupa bahan organik, baik berbentuk cair maupun padatan yang homogen, contohnya urine dan kotoran dari hewan ternak cocok pada sistem biogas yang sederhana. Biogas memiliki sifat bisa dibakar layaknya LPG, pada skala besar sendiri biogas bisa dimanfaatkan sebagai sebuah energi untuk membangkitkan tenaga listrik. Adapun sumber energi dari biogas paling utama yakni kotoran manusia, kotoran ternak, limbah organik ataupun limbah domestik.
§  Biofuel
Contoh teknologi ramah lingkungan berikutnya adalah biofuel. Biofuel ini yaitu bahan bakar, baik itu berupa gas, cairan atau padatan yang diperoleh dari zat-zat organik. Biofuel ini bisa dihasilkan baik secara tak langsung melalui limbah industri, pertanian atau domestik, dan komersial, dan secara langsung melalui tanaman.
§  Biopori
Teknologi Biopori sendiri merupakan teknologi yang ramah lingkungan yang diberlakukan di Indonesia. Biopori atau Teknologi Lubang Resapan Biopori adalah teknologi alternatif peresapan air hujan pada tanah, di samping menggunakan sumur resapan. Adapun pemanfaatan teknologi Biopori ini membuat keseimbangan lingkungan lebih terjaga, bisa menangani sampah organik dengan menimbulkan aroma yang tak sedap. Selain itu, teknologi ini pun bisa menyimpan air agar bisa digunakan pada musim kemarau. Kelebihan teknologi ini dapat memperkaya kandungan dari air hujan, sebab sesudah diresapkan pada tanah melalui biopori juga memiliki kandungan bakteri dan lumpur. Dengan begitu air nantinya melarutkan dengan mengandung banyak mineral yang dibutuhkan oleh kehidupan. Tujuan dari teknologi ini yaitu supaya air masuk hingga sebanyak mungkin pada tanah. Tak hanya sederhana, teknologi ini pun mudah dipakai kaum perempuan.

Manfaat Teknologi Ramah Lingkungan
            Ada penemuan tentu saja ada manfaatnya, Teknologi ramah pada lingkungan akan memberikan manfaat yang sangat besar buat kehidupan. Seperti:
•    Mengurangi jumlah limbah supaya tak berlebihan hingga dapat menghindar pencemaran lingkungan.
•    Teknologi ini benar-benar efisien serta efektif dalam hal pemakaian sumber daya alam, hingga lingkungan juga bisa tetap terjaga dengan baik.
•    Menekan biaya produksi/hemat. Memakai sumber daya alam untuk sisi dari teknologi dapat menghemat biaya, misalnya yaitu listrik tenaga surya yang cuma mengandalkan energi matahari tanpa dipungut biaya.
•    Mengurangi resiko penurunan kondisi kesehatan makhluk hidup, terutama manusia.

Contoh Penerapan Konsep Teknologi Ramah Lingkungan di Belahan Dunia
Teknologi telah menjadi santapan sehari-hari di zaman sekarang ini, namun penggunaan teknologi yang sekarang ini tidak terbatas akan menyebabkan kelangkaan sumber teknologi yang tidak terbarukan. Karena itulah para ilmuwan bekerja keras untuk menciptakan teknologi yang bisa terbarukan sekaligus juga yang ramah lingkungan. Berikut ini contoh penerapan konsep teknologi ramah lingkungan di belahan dunia:

·         Air Tree, Spanyol
      Merupakan bangunan pertama yang didirikan di Madrid yang dibuat dari berbagai barang-barang daur ulang. Tidak hanya itu, bangunan ini juga menyediakan ventilasi alami serta memberi perlindungan panas ketika musim panas datang. Bangunan ini juga dilengkapi tenaga surya yang dikumpulkan dari panel photovoltaic yang digunakan untuk menyirami tanaman dan segala hal yang berhubungan dengan pemeliharaan tanaman di Air Tree tersebut.

·         The Reichstag, Berlin
Merupakan gedung pemerintahan yang menggunakan kaca dan cermin untuk memantulkan cahaya matahari sejauh mungkin, sehingga tidak perlu lagi bergantung pada penerang buatan. Tidak hanya itu, gedung ini juga bisa mengumpulkan air hujan dan juga tempat mengumpulkan sumber energi. Gedung ini adalah gedung parlemen, tempat dimana para pejabat pemerintahan bekerja untuk rakyat-rakyatnya.

·         The Science Barge, New York
Bangunan ini merupakan tempat edukasi lingkungan sekaligus rumah kaca yang terapung di atas Hudson River, New York.  Rumah kaca ini dilengkapi tenaga surya yang digunakan untuk menggerakannya dengan bantuan angin dan bahan bakar bio. Karena sulitnya mendapat tanah yang subur dan sehat, tanaman di bangunan ini dikembangkan dengan cara hidroponik sehingga tanaman tetap mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkannya dari air bukannya dari tanah.

·         The Sun Moon Mansion, China
Karena China merupakan negara dengan populasi manusia terbanyak di dunia, pemerintah China mempunya rencana untuk meggunakan teknologi yang dapat terbarukan untuk mencegah kelangkaan yang bisa terjadi pada sumber energi yang tak terbarukan. Salah satu caranya adalah dengan membangun gedung ini. Gedung ini menyediakan fasilitas gedung kantor, konferensi, dan pelatihan, sekaligus juga menjadi gedung yang memproduksi energi surya terbesar di dunia untuk saat ini.


Contoh penerapan teknologi ramah lingkungan
Pemanfaatan teknologi ramah lingkungan bisa dimulai dengan hal yang sifatnya sederhana saja,misalnya saja:
1.      Mengganti pemakaian peralatan rumah tangga lebih sederhana, contohnya mengganti penggunaan blender memakai ulekan, mengganti pemakaian vacuum cleaner memakai sapu lidi.
2.      Memakai listrik seperlunya, terutama di siang hari. Selain itu juga mengontrol penggunaan air di rumah.
3.      Membiasakan diri untuk berjalan kaki atau menggunakan sepeda untuk menggantikan kendaraan bermotor.
4.      Memakai kerbau pembajak sawah dan pestisida organik untuk dapat menggantikan traktor.
Di samping itu, ada beberapa contoh dari teknologi yang ramah lingkungan dengan sistem canggih, seperti berikut ini:
1.      Teknologi hibrida, merupakan salah satu teknologi untuk menekan konsumsi dari bahan bakar, serta menjadikan industri pembuat mobil bisa memenuhi ketentuan ambang batas dari emisi pembuangan gas karbon dioksida (CO2) berdasarkan persyaratan yang telah ditentukan. Contohnya adalah produk mobil yang ramah lingkungan memakai teknologi hibrida.
2.      Teknologi kompor tenaga surya, merupakan sebuah produk kompor yang di desain menggunakan energi matahari untuk dijadikan sumber utamanya. Di mana energi matahari ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk bisa memasak ketika harga gas, kayu, minyak tanah semakin meningkat.
3.      Mobil yang bertenaga surya, di mana mobil ini memakai tenaga surya sebagai sumber utama energinya untuk menggantikan BBM.
Penggunaan dari teknologi yang ramah lingkungan di Indonesia sendiri masih belum banyak dikembangkan. Hal ini disebabkan masih kurangnya sosialisasi dalam mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya yang ada. Terlebih lagi, masyarakat di zaman modern saat ini memang telah terbiasa hidup secara instan dan praktis. Di mana gaya hidup mereka memang sudah dekat sekali dengan peralatan canggih yang sebenarnya bisa memicu terjadinya pemanasan global yang mengancam lingkungan.
Penyakit-penyakit yang Ditimbulkan dari Teknologi yang Tidak Ramah Lingkungan
Setelah kita mengetahui pengertian akan hakekat teknologi ramah lingkungan dan contoh-contoh penerapannya di dalam kehidupan kita, maka pada sub bab ini kita akan sedikit membahas mengenai berbagai penyakit yang akan ditimbulkan dari penggunaan teknologi yang tidak ramah dengan lingkungan.
Berikut beberapa penyakit yang aka ditimbulkan dari penggunaan teknologi yang tidak ramh lingkungan:
·         Kanker Paru-paru
Kanker paru-paru merupakan penyakit yang sangat mematikan dan sangat ditakuti oleh banyak orang, oleh karena itu butuh biaya yang tidak sedikit untuk mengobati penyakit ini. Penggunaan teknologi yang tidak ramah lingkungan akan menyebabkan terjadinya pencemaran udara yang mana hal tersebut merupakan faktor utama penyebab kanker paru-paru.
·         Emfisema
Emfisema adalah penyakit yang disebabkan oleh penyempitan saluran pernapasan, penyakit ini merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh polusi udara yang ditimbulkan oleh teknologi yang tidak ramah akan lingkungan.
·         Menurunnya Tingkat Kesuburan
Berdasarkan sebuah penelitian, menjelaskan bahwasannya polusi udara seperti asap kendaraan bermotor dapat mengurangi tingkat kesuburan pada sel sprema dan ovarium.
·         Perusakan Sel Syaraf Otak
Berdasrkan sebuah fakta yang ada menunjukan bahwasannya polusi yang ditimbulkan oleh teknologi yang tidak ramah akan lingkungan akan menyebabkan terjadinya perusakan sel-sel otak.
·         Penurunan IQ
Berdasarkan sebuah penelitian menunjukan bahwasannya penumpukan kadar timbal di udara sangat berpengaruh terhadap penurunan IQ pada anak-anak.


Source: