.

Tampilkan postingan dengan label @K10-DWI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @K10-DWI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Januari 2019

IKATAN MOLEKUL

OLEH:
Dwi arif rahman
Arif akbar setiawan
Ryan albo galfanis
@Kel-K04

Assalamualaikum Wr.Wb


A. TEORI DOMAIN ELEKTRON
Suatu area dalam molekul yang ditempati elektron disebut sebagai domain elektron. Domain elektron meliputi pasangan elektron ikatan (PEI) dan pasangan elektron bebas (PEB) dan elektron tunggal yang dalam banyak kasus merupakan elektron bebas.

Senin, 07 Januari 2019

IKATAN KIMIA

Oleh:
Dwi arif rahman (K10-DWI)
Aris akbar setiawan (K12-Aris)
Ryan albo galfanis (K08-RYAN)
@Kel-K04

Assalamualaikum Wr.Wb

Abstrak: Penjelasan mengenai gaya tarik menarik ini sangatlah rumit dan dijelaskan oleh elektrodinamika kuantum. Dalam praktiknya, para kimiawan biasanya bergantung pada teori kuantum atau penjelasan kualitatif yang kurang kaku (namun lebih mudah untuk dijelaskan) dalam menjelaskan ikatan kimia.

TEKNOLOGI HIJAU

Oleh: Dwi arif rahman (@K10-DWI)

Assalamualaikum Wr.Wb


Teknologi hijau atau teknologi alam sekitar adalah penggunaan sains alam sekitar untuk memulihara sumber dan alam sekitar semula jadi dan mengawal kesan negatif aktiviti manusia. 
Pembangunan mampan adalah teras kepada teknologi alam sekitar yang bermaksud penyelesaian perlu mengambil kira aspek sosial, ekonomi dan alam sekitar.

STRATEGI INDUSTRI HIJAU

Oleh: Dwi Arif Rahman (@K10-DWI)

Assalamualaikum Wr.Wb


Green Industry adalah sebuah istilah yang dikenal melalui International Conference on Green Industry in Asia di Manila, Filipina tahun 2009, atas kerjasama antara United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP), United Nations Environment Programme (UNEP), International Labour Organization (ILO), dan dihadiri 22 negara termasuk Indonesia.

KIMIA HIJAU

OLEH: Dwi Arif Rahman (@K10-DWI)

Assalamualaikum Wr.Wb


Pengertian 3R
3R atau Reuse, Reduce, serta Recycle sampai sekarang masih menjadi cara terbaik dalam mengelola serta menangani sampah dengan banyak sekali permasalahannya. Penerapan sistem 3R atau reuse, reduce, dan  recycle sebagai galat satu solusi pengelolaan sampah di samping mengolah sampah menjadi kompos atau meanfaatkan sampah menjadi sumber listrik (PLTSa; Pembangkit Listrik tenaga Sampah).
Justru pengelolaan sampah menggunakan sistem 3R (Reuse Reduce Recycle) bisa dilaksanakan sang setiap orang dalam kegiatan sehari-hari.

Selasa, 18 Desember 2018

Penerapan Teknologi Tepat Guna Memanfaatkan Perkembangan Informasi

Oleh : Dwi Arif Rahman (@K10-DWI)




KATA KUNCI: Teknologi Tepat Guna

Teknologi Tepat Guna (TTG) adalah teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bisa dimanfaatkan pada saat rentang waktu tertentu. Biasanya dipakai sebagai istilah untuk teknologi yang terkait dengan budaya lokal dan digunakan sebagai salah satu jalur penting untuk mencapai tujuan yang mendasar, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebagian besar masyarakat Indonesia dengan keanekaragaman ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diposisikan, tidak hanya sebagai pendukung, tapi juga sebagai pionir perambah jalan menuju terwujudnya masyarakat sejahtera berkeadilan bagi semua lapisan masyarakat di Indonesia dengan tingkat kemampuan penguasaan teknologi dan ekonomi yang terbatas. TTG berarti teknologi yang sesuai dengan kondisi budaya dan ekonomi serta penggunaannya harus ramah lingkungan ( Syahrizal dan Safri, 2011 : 197, dalam Jurnal Ekonom Vol 14 )

Menurut Dicky Dkk, 2008, dalam Jurnal Sosioteknologi Edisi 13, tujuan pengembangan suatu teknologi pada dasarnya adalah untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan, baik yang telah nyata, ataupun yang dirasakan dan diinginkan adanya, dan bahkan yang diantisipasi akan diinginkan, maka suatu upaya pengembangan teknologi yang efektif, pertama-tama harus didasarkan pada permintaan pasar, baik yang telah nyata ada, atau yang mulai tampak dirasakan adanya [1]. Prasyarat tersebut memang perlu, tetapi belum cukup. Kemampuan itu harus dilengkapi dengan kemampuan menerjemahkan perkembangan kebutuhan pasar tersebut dengan kemampuan untuk menggagas spektrum teknologi bagaimana yang dapat menanggapi kebutuhan yang diamati tersebut [2]. Pola pendekatan yang dikemukakan di atas mensyaratkan adanya institusi, baik yang berdiri sendiri maupun terorganisasi di dalam sistem-sistem korporat atau masyarakat,. sistem-sistem semacam itu jelas perlu mempunyai sumberdaya pikir yang canggih, yang mampu memadukan kebutuhan, potensi khazanah ilmu pengetahuan, penerjemahan khazanah tersebut menjadi paket-paket teknologi, evaluasi dari teknologi yang berhasil dikemas tersebut untuk menguji keterlaksanaannya, baik dari pertimbangan teknis, ekonomi, sosial, maupun persyaratan lingkungan. Selain itu, mampu berkomunikasi kepada masyarakat ilmiah maupun masyarakat luas, pemerintahan dan lembagalembaga masyarakat untuk memotivasi mereka untuk mendukung ataupun meyakinkan kemanfaatan dari apa yang akan dilakukan, sedang dilakukan, dan yang sudah dihasilkan. Namun tingkat keberhasilannya masih ditentukan oleh ketepat-gunaan teknologi yang dihasilkan. Tingkat keberhasilan akan lebih tinggi bila unsur ketepat-gunaan dan ketepat saatan dipenuhi.

Berkembangnya teknologi dalam bidang informasi yang sangat pesat telah merubah gaya hidup dan pola pikir masyarakat tentunya merubah sikap organisasi dalam menjalankan suatu bisnis. Teknologi informasi menjadikan semua aktivitas menjadi lebih cepat mudah dan akurat.

Menurut “Information Technology Association of America” (ITAA), teknologi informasi (TI) didefinisikan sebagai studi, perancangan, pengembangan, implementasi, dukungan atau pengelolaan sistem informasi berbasis komputer, khususnya aplikasi perangkat lunak dan perangkat keras komputer. TI berhubungan dengan penggunaan komputer dan perangkat lunak untuk mengubah, menyimpan, memproteksi, memproses, menyampaikan, mengambil informasi secara aman ( Gede, 2018 : 263 , dalam Jurnal PASTI Volume 9 )

Menurut Abdul, 2008 dalam Jurnal Penerapan Teknologi Dan Sistem Informasi, perubahan teknologi pertanian dipengaruhi oleh faktor internal (pengalaman dan kebutuhan dari diri sendiri) dan faktor eksternal (kebijakan pemerintah, penyuluhan) perubahan teknologi pertanian berpengaruh terhadap keadaan sosial-ekonomi masyarakat, tetapi tidak merubah status sosial dalam adat istiadat. Terbatasnya teknologi yang tepat lokasi ini sangat berpengaruh kepada produktifitas komoditas pertanian pada umumnya, sehingga belum tercapai optimalisasi pemanfaatan sumberdaya lahan yang sebenarnya berpotensi untuk memberikan hasil yang lebih banyak. Rendahnya produktifitas lahan ini ditandai oleh besarnya senjang hasil yang diperoleh ditingkat petani dengan hasil di tingkat penelitian. Ada tiga komponen teknologi yang menyebabkan rendahnya produktifitas yaitu aplikasi teknologi budidaya yang masih rendah, penggunaan varitas yang kurang sesuai dengan kondisi lokalita, serta masih besarnya kehilangan hasil setelah panen. Terbatasnya teknologi berupa varitas lokalita dan besarnya kehilangan saat panen dan pasca panen merupakan indikator masih lemahnya pembinaan kepada petani serta minimmya peran daerah dalam menghasilkan teknologi.

Menurut Wiratri Dkk, 2016 : 720, dalam Prosiding Indocompac patton (2002) menjelaskan paradigma sebagai cara pandang, cara berpikir mengenai kompleksitas dunia nyata menjadi bisa diterima atau masuk akal. Paradigma memberitahu kita apa yang penting, sah, dan masuk akal (Patton, 2002: 69). Paradigma sebagai sistem kepercayaan dasar yang didasarkan pada asumsi-asumsi ontologis, epistemologis, dan metodologis. Sebuah paradigma bisa dipandang sebagai sekumpulan kepercayaan dasar (atau metafisika) yang berurusan dengan prinsip-prinsip puncak atau pertama. Paradigma mewakili pandangan dunia yang menentukan, bagi pemakainya, sifat “dunia”, tempat individu di dalamnya, dan rentang hubungan yang dimungkinkan dengan dunia tersebut dan bagian-bagiannya. Kepercayaan bersifat dasar dalam pengertian bahwa kepercayaan tersebut harus diterima semata-mata berdasarkan keyakinan (betapa pun bagus argumentasinya), tidak ada cara untuk membuktikan kebenaran puncaknya. (Denzin & Lincoln, 2009: 132) Secara metodologis, penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme. Konstruktivisme dimulai dengan premis bahwa dunia manusia berbeda dari alam, dunia fisik dan karenanya harus dipelajari secara berbeda (Guba dan Lincoln 1990). Karena manusia telah berevolusi kapasitas untuk menafsirkan dan membangun realitas dan mereka tidak bisa melakukan sebaliknya, dunia persepsi manusia tidak nyata secara mutlak, dan dibentuk oleh budaya dan konstruksi bahasa (Patton, 2002: 96).


DAFTAR PUTAKA

·         Anindhita, 2016. “Analisis Penerapan Teknologi Komunikasi Tepat Guna Pada Bisnis Transportasi Ojek Online” file:///F:/UMJ%20AKADEMIK/MM%20SEMESTER%203/1638-5075-1-PB.pdf (Diunduh 18 des 2018)
·         Antara, 2018. “Peningkatan Inovasi Teknologi Tepat Guna Dan Program Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Untuk Memajukan Industri Kreativ Di Bali” https://media.neliti.com/media/publications/182925-ID-peningkatan-inovasi-teknologi-tepat-guna.pdf (Diunduh 18 des 2018)
·         Mukhyi, 2018. “Penerapan Teknologi Sistem Informasi Dan Teknologi Tepat Guna Pada Usaha Kecil Menengah” file:///F:/UMJ%20AKADEMIK/MM%20SEMESTER%203/Penerapan%20Teknologi%20Sistem%20Informasi_UG.pdf  (Diunduh 18 des 2018)
·         Munaf, 2008. “Peran Teknologi Tepat Guna untuk Masyarakat Daerah Perbatasan” file:///F:/UMJ%20AKADEMIK/MM%20SEMESTER%203/issue_3_7_13_1.pdf (Diunduh 18 des 2018)
 Situmorang, 2011. "Urgensi Perkembangan Teknologi Tepat Guna Untuk UMKM Di Kota Medan" file:///C:/Users/hp/Downloads/safrizal1%20(2).pdf (Diunduh 18 des 2018)

Senin, 03 Desember 2018

Pencemaran air

Disusun oleh:
Dwi arif rahman (@K10-DWI)


Assalamualaikum Wr.Wb

A.    Manfaat Air Bagi Kehidupan
Manfaat air bagi kehidupan antara lain adalah sebagai berikut:
1.      Untuk memenuhi cairan di dalam tubuh
Semua makhluk hidup membutuhkan air tanpa terkecuali. Baik itu manusia, hewan dan tumbuhan semua membutuhkan air. Hampir seluruh penyusun tubuh kita adalah air. Kekurangan air dapat menyebabkan dehidrasi.

WUJUD ZAT


Oleh : @K08-Ryan, @K10-Dwi, @K12-Aris, @Kel-K04

Assalamualaikum Wr.Wb

Abstrak
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering melihat zat padat, zat gas, dan cair. misalnya seperti es yang mencair merupakan perubahan wujud zat padat menjadi zat cair. Untuk lebih jelasnya lagi marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini.

Selasa, 13 November 2018

Struktur Atom & Sistem Periodik Unsur


Oleh : @Kel-K04 , @K08-Ryan , @K10-DWI , @K12-Aris





Abstrak
1.  Democritus (500 SM)
Filsuf dari Yunani ini percaya bahwa semua materi (zat) tersusun dari partikel yang sangat kecil dan tidak dapat dibagi lagi yang disebut dengan atomos (tidak dapat dibagi).


2. John Dalton (1766 - 1844)
Seorang guru juga ilmuwan Inggris ini mendefinisikan bahwa benda terkecil penyusun materi yang tidak dapat dibagi lagi sebagai "atom". Ia membuat hipotesis yang menjadi dasar berkembangnya kimia modern. Berikut hipotesis yang telah dibuatnya :

- Unsur tersusun atas partikel yang sangat kecil dan tidak dapat dibagi lagi yang disebut dengan atom.
- Atom-atom yang menyusun suatu unsur adalah identik, baik massa, ukuran dan sifatnya sama. Sedangkan atom dari unsur yang berbeda mempunyai massa, ukuran dan sifat yang beda.
- Senyawa tersusun dari atom-atom yang terdiri dari dua unsur atau lebih dengan perbandingan tetap dan tertentu.
 - Atom tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan.

Senin, 12 November 2018

PENCEMARAN UDARA

Oleh: Dwi arif rahman (K10-DWI)

Assalamualaikum Wr.Wb


Pencemaran udara adalah suatu kondisi di mana kualitas udara menjadi rusak dan terkontaminasi oleh zat-zat, baik yang tidak berbahaya maupun yang membahayakan kesehatan tubuh manusia. Pencemaran udara biasanya terjadi di kota-kota besar dan juga daerah padat industri yang menghasilkan gas-gas yang mengandung zat di atas batas kewajaran.

Minggu, 21 Oktober 2018

Kesetimbangan Kimia

Oleh: @Kel-K04

Assalamualaikum Wr.Wb


Pengertian Kesetimbangan Kimia
Berdasarkan pada Wikipedia, kesetimbangan kimia adalah keadaan dimana kedua reaktan dan produk hadir dalam konsentrasi yang tidak memiliki kecenderungan  lebih lanjut untuk berubah seiring berjalannya waktu. Biasanya, keadaan ini terjadi ketika reaksi ke depan berlangsung pada laju yang sama dengan reaksi balik. Laju pada reaksi maju dan mundur umumnya tidak nol, tapi sama.
Dengan demikian, tidak ada perubahan bersih dalam konsentrasi reaktan dan produk. Keadaan seperti ini dikenal sebagai kesetimbangan dinamis.

Selasa, 16 Oktober 2018

LINGKUNGAN DENGAN PENCEMARAN

Oleh: Dwi Arif Rahman (@K10-DWI)

Assalamualaikum Wr.Wb

   1. Pengertian pencemaran lingkungan

            Pencemaran lingkungan merupakan suatu perubahan pada lingkungan yang tidak dikehendaki karena bisa mempengaruhi kegiatan, kesehatan dan keselamatan makhluk hidup. Perubahan tersebut disebabkan oleh suatu zat pencemar yang disebut dengan polutan. Suatu zat bisa dikatakan sebagai polutan jika bahan atau zat asing tersebut melebihi jumlah normal, berada pada tempat yang tidak semestinya dan berada pada waktu yang tidak tepat. Lingkungan yang tercemar, akan mengakibatkan keadaan ekosistemnya tidak seimbang akibat masuknya polutan ke dalam lingkungan tersebut. Sedangkan pada lingkungan alami mempunyai ekosistem yang seimbang. Seperti contoh, udara di desa terasa segar karena banyak ditumbuhi oleh pepohonan hijau. Hal ini menunjukkan di desa tersebut udaranya belum tercemar. jika di kota yang padat penduduknya, udara akan terasa panas dan pernapasan menjadi tidak nyaman. Hal ini menunjukkan udara dikota sudah tercemar.
2. Jenis dan Penyebab Pencemaran Lingkungan
A. Pencemaran Udara
            Pencemaran udara biasanya terjadi akibat dari pembakaran bahan bakar pada kendaraan bermotor dan gas buangan pabrik. Beberapa jenis polutan yang sering mencemari udara, antara lain yaitu sebagai berikut :
  • Karbon monoksida (CO), Gas CO yaitu hasil pembakaran tidak sempurna oleh mesin kendaraan bermotor. Jika gas CO terhirup oleh pernapasan manusia maka akan ikut beredar dalam darah manusia sehingga akan mengganggu daya ikat darah terhadap oksigen. Keracunan gas CO bisa menyebabkan pusing-pusing, gangguan saraf dan pingsan.
  • Karbon dioksida (CO2), Gas CO2 yaitu dihasilkan dari proses pernapasan makhluk hidup, pembusukan bahan organik dan pelapukan batuan. Bila kadar CO2 di atmosfer meningkat akan mengakibatkan peningkatan suhu bumi.
  • Senyawa Nitrogen, Gas Nitrogen ini dibutuhkan oleh makhluk hidup sebagai bahan pembangun protein. Jika nitrogen oksida ini bereaksi dengan air maka akan membentuk sebuah senyawa asam.
  • Senyawa Belerang, Gas sulfur dioksida (SO2) ini berasal dari pabrik yang menggunakan belerang dan hasil pembakaran bahan bakar fosil (batu bara dan minyak bumi). Gas SO2 jika bereaksi dengan air akan membentuk senyawa asam. Bila senyawa tersebut turun bersama hujan, terjadilah hujan asam.
  • Klorofluorokarbon (CFC), CFC biasa digunakan untuk bahan pendingin pada AC dan kulkas. Selain itu, dipergunakan untuk penyemprot rambut dan obat nyamuk semprot. CFC bisa merusak lapisan ozon di atmosfer. Akibatnya perlindungan bumi dari radiasi sinar ultraviolet matahari berkurang.

b. Hujan Asam
            Udara yang tercemar oleh gas sulfur dioksida (SO2), sulfur trioksida (SO3), nitrogen monoksida (NO), dan nitrogen dioksida (NO2) bisa mengakibatkan hujan asam.
Jika gas-gas tersebut larut dalam air hujan, maka pembentukan senyawa-senyawa asam tidak bisa dihindari. Hujan asam yang turun ke permukaan bumi bisa mengakibatkan pengikisan kesuburan tanah, kematian tanaman pertanian, perkaratan logam, dan kerusakan bangunan.
c. Pencemaran Air
            Pencemaran air berarti terdapat sebuah kerusakan air dari batas normal. Air yang terpolusi disebabkan oleh adanya sebuah racun atau polutan yang masuk ke lingkungan air. Polutan air di antaranya yaitu sebagai berikut ini :
  • Limbah industri, yaitu yang mengandung sebuah logam berat seperti raksa, timbal dan kadmium biasanya dialirkan ke sungai. Logam tersebut berbahaya jika masuk ke dalam tubuh manusia karena bisa menimbulkan panyakit kanker.
  • Berbagai limbah rumah tangga, seperti detergen dan sampah bisa mengakibatkan penurunan kandungan oksigen di perairan.
  • Limbah pertanian seperti pupuk, insektisida (DDT) dan herbisida berbahaya bagi kesehatan manusia juga organisme lainnya, dan bisamengganggu keseimbangan ekosistem. Semua jenis limbah tersebut bisa mengakibatkan kamatian bagi organisme air, terutama ikan.
d. Pencemaran Tanah
            “Buanglah sampah pada tempatnya.” Ungkapan itu menunjukkan adanya sebuah usaha untuk tidak mencemari tanah yang berlebihan. Jika kamu meminum minuman yang berbotol kemudian botol atau plastiknya dibuang begitu saja, berarti kamu mempunyai peran dalam pencemaran tanah. Pencemaran tanah bisa disebabkan oleh kegiatan pembuangan sampah yang tidak dikelola dengan baik, kebocoran limbah cair dari industri dan rumah sakit, serta tumpahan minyak, zat kimia dan limbah. Jika tanah sudah tercemar oleh suatu polutan, maka polutan tersebut akan mengendap ke dalam tanah sebagai zat yang beracun. Berdasarkan pada sifatnya, polutan bisa dibedakan menjadi dua, yakni sebagai berikut.
  • Polutan yang bisa diuraikan oleh proses alam (biodegradable) : kayu, kertas, bahan atau sisa makanan serta sampah-sampah pada dedaunan.
  • Polutan yang tidak bisa diuraikan oleh proses alam (nonbiodegradable)  : pada plastik, kaleng dan logam.
3.  Dampak Pencemaran Bagi Kehidupan

1.      Terganggunya keseimbangan lingkungan
            Pencemaran lingkungan akan dapat menyebabkan dampak berupa ketidakseimbangan lingkungan atau eksositem (baca: ekosistem darat dan ekosistem air) yang ada. Hal ini jelas terjadi karena pencemaran lingkungan otomatis akan merusak keadaan yang mulanya baik menjadi tidak baik. Ketika terjadi pencemaran maka akan banyak pihak yang terganggu, bukan hanya manusai namun juga binatang hingga tumbuh- tumbuhan.
2.      Punahnya berbagai spesies flora dan fauna
            Pencemaran lingkungan ini sangat besar pengaruhnya dalam mempengaruhi keadaan lingkungan. Ketika polutan sudah masuk ke dalam lingkungan hidup, maka akan mematikan beberapa jenis flora dan fauna yang telah hidup. Hal ini didukung oleh keadaan kekebalan setiap flora dan fauna yang berbeda- beda pula.
3.      Berkurangnya kesuburan tanah
            Pencemaran lingkungan juga akan menyebabkan terjadinya pengurangan kesuburan pada tanah (baca: ciri-ciri tanah subur). Penurunan kesuburan pada tanah ini diakibatkan oleh penggunaan isektisida yang berlebihan. Ketika penggunaan insektisida ini berlebihan, maka hal ini akan mencemari tanah. Akibatnya tanah akan kehilangan kesuburannya sedikit demi sedikit dan produktivas tanah dapat terganggu.
4.      Meledaknya pertumbuhan hama
            Penggunaan insekstidida yang berlebihan juga dapat menyebabkan lingkungan yang tercemar. Insektisida ini juga akan mematikan predator. Ketika predator ikut punah karena terkena insektisida, maka pertumbuhan hama ini akan menjadi berkembang pesat. Bahkan pertumbuhan hama ini akan tumbuh secara berlebihan dan tanpa kendali. Hal ini tentu saja akan merugikan banyak pihak. Apabila hama yang muncul  ini tidak dapat dikendalikan maka akan menjadi menjadi bencana alam. Bisa jadi manusia tidaka kan mendapatkan jatah makanannya karena jatah makanan tersebutsudah dimakan hama sebelum siap memanennya.
5.      Menyebabkan terjadinya lubang ozon
            Pencemaran lingkungan akan menyebabkan kerusakan pada lingkungan tersebut. Salah satunya berupa menipisnya lubang ozon. Ketika lubang ozon sudah semakin menipis, maka hal ini lama kelamaan akan menjadi berlubang. Kita semua mengetahui bahwasannya lapisan ozon sangat membantu untuk melindungi Bumi dari paparan sinar ultraviolet secara langsung. Apabila lapisan ozon ini berlubang maka otomatis hal ini akan menyebabkan sinar ultraviolet menyinari Bumi secara langsung.
            Sinar ultraviolet ini sangat berbahaya karena dapat menimbulkan berbagai macam penyait, seperti kanker kulit, mematikan binatang- binatang laut, dan sebagainya. Penipisan lapisan ozon ini terjadi karena adanya penumpukan  gas- gas rumah kaca yang terdiri dari gas- gas karbonmonoksida  atau CO, karbondioksida atau CO2, dan lain sebagainya.
6.      Terjadi pemekatan hayati
            Pemekatan hayati juga merupakan salah satu dampak yang akan ditimbulkan dari adanya pencemaran lingkungan. Proses pemekatan hati ini akan dapat diartikan sebagai peningkatan kadar bahan pencemar yang melalui tubuh makhluk hidup tertentu. pemekatan hayati ini juga disebut sebagai amnalgamasiasi. Sebagai contoh untuk menggambarkan kasus ini adalah suatu perairan yang telah tercemar.
            Suatu perairan yang tercemar, maka bahan pencemar yang ada di air tersebut akan menempel pada alga yang hidup di di wilayah perairan tersebut. Ketika alga tersebut dimakan ikan- ikan kecil maka ikan kecil akan terkontaminasi bahan pencemar. Ketika ikan- ikan kecil tersebut dimakan oleh ikan- ikan besar, maka ikan besar juga akan mengandung berbagai bahan pencemar yang dimiliki oleh ikan kecil. Dan ketika ikan- ikan besar ditangkap nelayan dan dimakan oleh manusia, maka bakteri atau polutan tersebut akan masuk ke dalam tubuh manusia melalui ikan-ikan besar tersebut. Kasus inilah yang merupakan pemekatan hayati.
7.      Menyebabkan keracunan dan penyakit
            Masih merupakan lanjutan dari dampak lingkungan tercemar yang berupa pemekatan hayati. Ketika manusia mengonsumsi beberapa makanan yang yang berupa hewan atau tumbuhan yang telah terkontaminasi bahan pencemar, maka segala kemungkinan buruk bisa terjadi. Beberapa kemungkinan buruk dari mengonsumsi  bahan makanan yang tercemar adalah keracunan atau meninggal dunia. Atau jia itu tidak terjadi, maka kemungkinan yang paling kecil adalah terserang bibit penyakit.

Wassalamualaikum Wr.Wb


DAFTAR PUSTAKA
·         Arya, 2017. “pengertian pencemaran dan dampaknya” https://sahabatnesia.com/pencemaran-lingkungan/ (diakses 15 oktober 2018)
·         Fatma, 2016. “fenomena alam” https://ilmugeografi.com/fenomena-alam/dampak-pencemaran-lingkungan (diakses 15 oktober 2018)
·         Anonim, 2018. “pengertian pencemaran lingkungan” https://duniaparapelajar.wordpress.com/tag/pengertian-pencemaran-lingkungan/ (diakses 15 oktober 2018)
·         Setiawan, 2018. “sumber pencemaran lingkungan” http://ilmulingkungan.com/sumber-pencemaran-lingkungan/ (diakses 15 oktober 2018)






Selasa, 09 Oktober 2018

HUKUM II TERMODINAMIKA


Oleh: (@Kel-04, @K08-Ryan, @K10-DWI, @K12-ARIS)
Hukum II Termodinamika
Hukum termodinamika menggambarkan hubungan antara energi kalor, atau panas, dan bentuk lain dari energi, dan bagaimana energi mempengaruhi materi. Hukum Pertama Termodinamika menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dihancurkan; jumlah total energi di alam semesta tetap sama.
Hukum termodinamika menggambarkan hubungan antara energi kalor, atau panas, dan bentuk lain dari energi, dan bagaimana energi mempengaruhi materi. Hukum Pertama Termodinamika menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dihancurkan; jumlah total energi di alam semesta tetap sama.

Senin, 01 Oktober 2018

Petrokimia Industri Kimia Dasar

Oleh: Dwi Arif Rahman (@K10-DWI, @ProyekK03)

 Assalamualaikum Wr.Wb


Bahan kimia dasar diproduksi dalam jumlah besar, terutama di jual kepada industri kimia dan industri lainnya sebelum menjadi produk untuk konsumen (ECI, 2013). Sebagai contoh, asam etanoat dijual kepada industri yang membuat senyawa ester, kemudian di jual kembali kepada industri yang membuat cat, dan akhirnya cat di pasarkan untuk konsumen.

Sistem & Rumus Termodinamika

Oleh:
Dwi Arif Rahman (K10-DWI)
Aris Akbar Setiawan (K12-ARIS)
Ryan Albo Galfanis (K08-RYAN)

Assalamualaikum Wr.Wb

Pengertian Termodinamika
Jadi, ilmu ini menggambarkan usaha untuk mengubah kalor (perpindahan energi yang disebabkan perbedaan suhu) menjadi energi serta sifat-sifat pendukungnya. Termodinamika berhubungan erat dengan fisika energi, panas, kerja, entropi dan kespontanan proses.
Selain itu, Termodinamika juga berhubungan dengan mekanika statik. Cabang ilmu Fisika ini mempelajari suatu pertukaran energi dalam bentuk kalor dan kerja, sistem pembatas dan lingkungan. Aplikasi dan penerapan Termodinamika bisa terjadi pada tubuh manusia, peristiwa meniup kopi panas, perkakas elektronik, Refrigerator, mobil, pembangkit listrik dan industri, adalah peristiwa Termodinamika yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Senin, 24 September 2018

Konsep Mol Dan Rumus Empiris

Oleh: @K08-RYAN, @K10-DWI, K12-ARIS (Kel-K04)


Asalamuallaikum Wr.Wb

Abstrak: Bagaimana cara untuk mengukur jumlah suatu senyawa yang terkandung dalam suatu material? Ini merupakan pertanyaan dasar yang telah dijawab oleh para kimiawan terdahulu. Mereka menjawabnya dengan sebuah konsep ilmu kimia  yang dinamakan Stoikiometri. Apa pengertian stoikiometri? Apa saja prinsip yang mendasari Stoikiometri? Bagaimana penerapan konsep stoikiometri? Stoikiometri adalah dasar perhitungan kimia yang menyatakan relasi kuantitatif rumus kimia dan persamaan kimia. Berikut ini materi yang perlu kamu ketahui untuk memahaminya, mulai dari konsep mol dan massa molar, rumus empiris dan rumus molekular, dasar stoikiometri larutan dan gas ideal, dan penulisan dan penyetaraan reaksinya, disertai contoh soal dan pembahasannya.