.

Tampilkan postingan dengan label @Kel-J04. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @Kel-J04. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Desember 2018

Struktur atom


Oleh: Andhika Yudisthira (@J08-Andika)
Lintang Gurun Cahyo (@J09-Lintang)
Muhammad Faishal Abyan (@J10-Faishal)


PERKEMBANGAN TEORI ATOM
Perkembangan teori atom dimulai sejak seorang filsuf Yunani, Democritus berpendapat bahwa ada saatnya ketika suatu benda terus-menerus dibelah, akan ada bagian yang tidak bisa dibelah lagi. Bagian ini dikenal sebagai atom oleh Democritus. Selanjutnya, tahun 1808, John Dalton mengemukakan sifat dan bentuk dari atom. Teori Dalton ini menyempurnakan teori Democritus mengenai atom.
Selanjutnya, teori atom Thompson sebagai penyempurna teori atom Dalton. Teori atom Thompson mengungkapkan bahwa atom terdiri atas bola bermuatan positif dan elektron bermuatan negatif yang tersebar merata di bola tersebut. Setelah teori atom Thompson, ada teori atom Rutherford yang menyatakan sebagian besar atom merupakan permukaan kosong, terdapat inti atom yang menjadi pusat massa atom yang bermuatan positif, dan elektron bergerak dengan cepat mengelilinginya.
PARTIKEL DASAR ATOM
Seperti yang sudah dijelaskan, atom memiliki 3 partikel dasar atom, yaitu neutron (muatan netral), proton (muatan positif), dan elektron (muatan negatif)Dunia mulai mengenai proton ketika E. Goldstein melakukan sebuah penelitian untuk mempelajari proton (muatan positif) dari atom. Selanjutnya, jumlah proton yang terdapat pada inti atom dijadikan nomor atom unsur. Selain proton, atom juga dibentuk oleh elektron (muatan negatif). Elektron ini pertama kali dicetuskan oleh J.J. Thompson pada 1897. Lalu, neutron (muatan netral) pertama kali tercetus dalam teori atom Rutherford, yang akhirnya dibuktikan oleh James Chadwick pada 1932.
TEORI ATOM DALTON

Materi Teori Atom Dalton Lengkap
John Dalton pada tahun 1805 menyatakan teori atom modern berdasarkan dari hukum kekekalan massa serta perbandingan tetap sebagai berikut :
a. Semua materi tersusun oleh partikel yang paling kecil yang tidak bisa diciptakan dan juga tidak bisa dimusnahkan.
b. Atom unsur sejenis ialah sama dalam segala hal, namun atom unsur tidak sejenis memiliki perbedaan dengan atom-atom lain.
c. memiliki ikatan antar senyawa yang telah terbentuk.
d. Atom membentuk sebuah bentuk molekul dengan angka perbandingan bilangan bulat yang sederhana.
Teori atom modern tentu saja sudah ada perubahan dan perkembangan daripada teori Dalton. Tetapi inti teori atom Dalton tetap berlaku. Hari ini kita tahu bahwa atom dapat dihancurkan melalui reaksi nuklir namun tidak bisa dihamcurkan oleh reaksi kimia. Selain itu ada juga berbagai jenis atom dalam unsur yang dikenal sebagai “isotop”, namun demikian isotop suatu unsur tetap memiliki sifat kimia yang sama
KEKURANGAN
  • Gagal untuk menjelaskan adanya isotop atau isobars – Karena ada atom pada unsur yang sama namun memiliki perbedaan.
  • Kegagalan untuk menjelaskan afinitas atom dari unsur yang yang sama ataupun berbeda untuk menggabungkan diri dan membentuk Senyawa atau molekul.
  • Gagal menjelaskan keberadaan elektron, proton dan neutron – sehingga atomnya bersifat divisible atau dapat di bagi bagi
  • Gagal menjelaskan perbedaan sifat fisik antar zat yang terbuat dari atom atau unsur yang sama.
KELEBIHAN


  • Memungkinkan kita untuk menjelaskan hukum kombinasi kimia
  • Dalton ialah orang pertama yang mengetahui perbedaan yang bisa diterapkan antara partikel atom dan senyawa atau molekul.
KESIMPULAN

Teori atom Dalton adalah tahap pertama untuk menggambarkan semua materi dalam kaitannya dengan atom dan sifatnya.

Dalton mendasarkan teorinya pada hukum kekekalan massa dan hukum komposisi konstan.
Bagian pertama teorinya menyatakan bahwa semua materi terbuat dari atom, yang tidak dapat dibagi.
Bagian kedua dari teori ini menyatakan bahwa semua atom dari unsur tertentu memiliki massa dan sifat yang identik.
Bagian ketiga menyatakan senyawa adalah kombinasi dari dua atau lebih jenis atom.
Bagian keempat dari teori tersebut menyatakan bahwa reaksi kimia adalah penataan kembali atom.
Bagian dari teori tersebut harus dimodifikasi berdasarkan keberadaan partikel subatomik dan isotop.

MODEL ATOM THOMPSON
Joseph John Thomson atau J.J. Thomson seorang fisikawan yang berasal dari inggris, yang menemukan elektron suatu partikel bermuatna negatif yang lebih ringan daripada atom di tahun 1897. Elektron merupakan partikel subatomik lalu dari hal tersebut, Thomson berhipotesis: "karena elektron bermuatan negatif, sedangkan atom bermuatan listrik netral maka haruslah ada muatan listrik positif yang mengimbangi muatan elektron dalam atom". Maka dia pun mengusulkan suatu model atom yang dikenal dengan model atom roti kismis yaitu sebagai berikut..

1. Atom berbentuk seperti bola pejal yang memiliki muatan positif yang homogen (diibaratkan sebagai roti)
2. Elektron bermuatan negatif tersebar di dalamnya (seperti kismis yang tersebar dalam roti).

Model Atom Thomson: Pengertian, Kelebihan, Kelemahan, Contoh, Gambar, Kimia, Ciri-Ciri
Kelebihan Teori Model Atom Thomson 
  • Dapat menerangkan adanya partikel yang lebih kecil dari atom yang disebut dengan subatomik
  • Dapat menerangkan sifat listrik atom
Kelemahan Teori Model Atom Thomson
  • Tidak dapat menerangkan fenomena penghaburan partikel alfa oleh selaput tipis emas yang dikemukakan Rutherford
  • Tidak mampu menjelaskan mengenai adanya inti atom   

Ciri-Ciri Model Atom Thomson

  • Atom terdiri dari materi bermuatan positif dan didalamnya tersebar elektro

MODEL ATOM MODERN
Dikembangkan berdasarkan teori mekanika kuantum yang disebut mekanika gelombang; diprakarsai oleh 3 ahli :
a)Louis Victor de Broglie,Menyatakan bahwa materi mempunyai dualisme sifat yaitu sebagai materi dan sebagai gelombang.
b)Werner Heisenberg,Mengemukakan prinsip ketidakpastian untuk materi yang bersifat sebagai partikel dan gelombang. Jarak atau letak elektron-elektron yang mengelilingi inti hanya dapat ditentukan dengan kemungkinan – kemungkinan saja.
c)Erwin Schrodinger (menyempurnakan model Atom Bohr),Berhasil menyusun persamaan gelombang untuk elektron dengan menggunakan prinsip mekanika gelombang. Elektron-elektron yang mengelilingi inti terdapat di dalam suatu orbital yaitu daerah 3 dimensi di sekitar inti dimana elektron dengan energi tertentu dapat ditemukan dengan kemungkinan terbesar.
CONTOH SOAL:
Soal No. 1
Jelaskan pengertian elektron dan sebutkan sifat – sifatnya!
Jawaban:
Elektron adalah partikel dasar penyusun atom.
Sifat – sifat elektron:
  • Partikel kecil yang tidak dapat dilihat
  • Merambat tegak lurus dari permukaan katoda menuju anoda
  • Mudah tertarik ke kutub positif medan magnet
  • Memiliki sifat cahaya dan sifat materi
  • Tidak tergantung pada jenis gas dan jenis elektroda
  • Terletak pada lapisan kulit atom
  • Bermuatan -1,6 x 10-19 C
  • Dilambangkan dengan 0-1e
Soal No. 2
Jelaskan percobaan tetesan minyak Millikan untuk menentukan muatan elektron!
Jawaban:Dalam percobaanya, Milikian menyemprotkan minyak ke dalam tabung yang bermuatan listrik untuk menentukan muatan elektron. Pada percobaan ini, setiap tetep minyak dapat menangkap satu elektron, dua elektron, dan tiga elektron atau lebih yang setiap elektronnya bermuatan -1,6 x 10-19 C.
Soal No. 3
Sebutkan sifat – sifat neutron!
Jawaban:
  • Bersifat netral atau tidak bermuatan
  • Memiliki massa 1,67 x 10-24­ gr
  • Dilambangkan dengan 10n
DAFTAR PUSTAKA:
Krisnadwi. 2013. Materi teori atom dalton lengkap. dalam: https://bisakimia.com/2017/09/05/materi-teori-atom-dalton-lengkap/
Susilowati, Endang. 2004. Model Atom Thomson: Pengertian, Kelebihan, Kelemahan, Contoh, Gambar, Kimia, Ciri-Ciri. dalam: http://www.artikelsiana.com/2015/09/model-atom-thomson-pengertian-kelebihan.html
Wulandari, Rento. 2018. Contoh Soal Essay Struktur Atom beserta Jawabannya. dalam: https://materikimia.com/10-contoh-soal-essay-struktur-atom-beserta-jawabannya/

Minggu, 09 Desember 2018

Wujud Gas






@Kel-J04
@J08-Andika
@J09-Lintang
@J10-Faishal



Dalam kehidupan kita terdapat berbagai macam zat yang memiliki berbagai macam wujud dan digolongkan menjadi 3 kelompok, zat solid, zat cair, dan gas. Ketiganya memiliki karakteristik dan sifat yang berbeda satu dan yang lainnya. Dan ketiganya juga memiliki keungulan dan kelemahan yang berbeda-beda.
Menurut Sholikhin, Gas adalah suatu fase benda. Seperti cairan, gas mempunyai kemampuan untuk mengalir dan dapat berubah bentuk. Namun berbeda dari cairan, gas yang tak tertahan tidak mengisi suatu volume yang telah ditentukan, sebaliknya mereka mengembang dan mengisi ruang apapun di mana mereka berada. Tenaga gerak/energi kinetis dalam suatu gas adalah bentuk zat terhebat kedua (setelah plasma). Karena penambahan energi kinetis ini, atom-atom gas dan molekul sering memantul antara satu sama lain, apalagi jika energi kinetis ini semakin bertambah.

Kata “gas” kemungkinan diciptakan oleh seorang kimiawan Flandria sebagai pengejaan ulang dari pelafalannya untuk kata Yunani, chaos (kekacauan).
Sifat sifat gas
Sifat-sifat gas dapat dirangkumkan sebagai berikut.
1. Gas bersifat transparan.
2. Gas terdistribusi merata dalam ruang apapun bentuk ruangnya.
3. Gas dalam ruang akan memberikan tekanan ke dinding.
4. Volume sejumlah gas sama dengan volume wadahnya. Bila gas tidak diwadahi, volume gas akan menjadi tak hingga besarnya, dan tekanannya akan menjadi tak hingga kecilnya.
5. Gas berdifusi ke segala arah tidak peduli ada atau tidak tekanan luar.
6. Bila dua atau lebih gas bercampur, gas-gas itu akan terdistribusi merata.
7. Gas dapat ditekan dengan tekanan luar. Bila tekanan luar dikurangi, gas akan mengembang.
8. Bila dipanaskan gas akan mengembang, bila didinginkan akan mengkerut.
Selain itu sifat gas yang lainnya:
– gaya tarik menarik sangat kecil
– susunannya sangat tidak teratur
– letaknya saling berjauhan
– bergerak sangat bebas
Setelah dijelaskan tentang definisi gas, selanjutnya akan dijelaskan tentang hukum-hukum yang berlaku pada gas. Antara lain adalah Hukum Boyle, Hukum Charles, Hukum Gay-Lussac, Hukum Avogadro. Berikut adalah penjelasan lengkapnya
1.    Hukum Boyle
     "Pada suhu tetap, volume yang ditempati oleh suatu gas berbanding terbalik dengan tekanan"
Artinya jika tekanan gas diperbesar, maka volume gas akan kecil atau sebaliknya jika tekanan diperkecil maka volume gas menjadi besar.

V = 1/P   atau    V1 x P1 = V2 x P2

2.    Hukum Charles
"Pada tekanan tetap, volume gas berbanding lurus dengan suhu"
Secara matematika dapat ditulis :

V = T   atau    V1/T1 = V2/T2 atau V1/V2 = T1/T2

3.    Hukum Gay-Lussac
 "Tekanan suatu gas dengan massa tertentu, berbanding lurus dengan suhu pada sistem yang volumenya tetap"

P = T   atau   P1/P2 = T1/T2 atau P1/T1 = P2/T2

4.    Hukum Avogardo
"Pada suhu dan tekanan yang sama, gas - gas yang volumenya sama mempunyai jumlah molekul yang sama"

Jumlah partikel = V atau n = V

Jika ada duagas yang berada pada keadaan suhu dan tekanan yang sama, maka berlaku rumus :

V1/V2 = n1/n2

Sebagai pedoman, untuk 1 mol zat pada keadaan standar (25 derajat  C, 1 atm) memiliki volume = 22,4 L.
Perubahan Wujud Gas
A.  Menguap (vaporation)
Perubahan wujud cair menjadi gas disebut menguap contohnya adalah air menjadi uap dan spiritus menjadi gas. Pernahkah kamu memperhatikan ibumu memasak air ? Jika air sudah mendidih dan dibiarkan dalam selang waktu tertentu, maka air akan berkurang dan lama kelamaan akan habis. Kemanakah air itu ? Air itu menguap menjadi gas.
B. Mengembun (condensation)
Perubahan dari gas menjadi cair disebut mengembun, contohnya adalah:
– Hujan di malam minggu berasal dari uap awan yang menjadi air
– Udara lembab dan dingin di pagi hari membuat embun di pucuk daun.
C. Menghablur
Perubahan gas ke padat, contohnya jelaga yang merupakan hasil pembakaran pada lampu minyak. Menghablur merupakan peristiwa perubahan gas menjadi padatan, peristiwa ini sering disebut juga dengan pengkristalan. Proses di laboratorium dapat dilakukan untuk membuat kristal amonium sulfat yang berasal dari gas amonia dan belerang dioksida.
D. Menyublim (sublimation)
Penyubliman adalah perubahan wujud zat dari zat padat menjadi zat gas. Perubahan materi ini termasuk mengalami perubahan fisika. Perubahan fisika adalah perubahan zat yang bersifat sementara, seperti perubahan wujud, bentuk atau ukuran. Perubahan ini tidak menghasilkan zat baru.


Daftar Pustaka
Vernandes, Andrian. 2017. Hukum-Hukum Gas. https://www.avkimia.com/2017/04/hukum-hukum-gas.html (diunduh Tanggal)
Dinda. 2013. Wujud Gas. https://dindaulima.wordpress.com/2013/12/31/wujud-gas/ (diunduh Tanggal)
Sholikhin. 2010. Definisi Gas. https://sh0likhin.wordpress.com/2010/03/13/definisi-gas/ (diunduh tanggal)

Sabtu, 01 Desember 2018

Wujud Gas


Oleh : Andhika Yudisthira (@J08-Andika), Lintang Gurun Cahyo (@J09-Lintang), Muhammad Faishal Abyan (@J10-Faishal)


Gas merupakan wujud materi yang mudah berubah bentuk dan volumenya. Seperti zat cair, gas digambarkan sebagai zalir. Partikel-partikel di dalam gas dengan cepat menyebar mengisi semua ruang yang tersedia. Karena terdapat jarak yang jauh antara partikel-partikel gas, gas bisa dengan mudah dimampatkan untuk mengurangi volumenya.

Sifat-Sifat Benda Gas
  • Benda gas mengisi seluruh ruangan yang ditempatinya. Saat kita meniup balon, kita memasukkan udara ke dalam balon. Semakin kuat kita meniupnya, maka semakin banyak udara yang kita masukkan ke dalam balon. Akibat tiupan itu, balon mengembang. Udara mengisi seluruh ruang dalam balon. Hal ini berarti benda gas mengisi seluruh ruangan yang ditempatinya.
  • Benda gas menekan ke segala arah. Balon dan kantong plastik mengembang ke seluruh bagian jika ditiup. Hal ini menunjukkan bahwa udara menekan ke segala arah.
  • Benda gas terdapat di segala tempat. Benda gas yang selalu ada di sekitar kita adalah udara. Di semua tempat ada udara. Bahkan wadah yang terlihat kosong pun ternyata berisi udara.

Ciri-Ciri Zat Gas
  1. Memiliki bentuk yang berubah-ubah
  2. Memiliki volume yang beruba-ubah
  3. Pada Susunan partikel zat padat letaknya tidak teratur dan berjauhan
  4. Pada Ikatan partikel zat padat sangat lemah
  5. Mengikuti bentuk tempatnya

Jenis-Jenis Perubahan Wujud Gas :
  • Mengkristal yaitu perubahan wujud zat dari gas ke padat. Peristiwa perubahan wujud dari gas menjadi padat. Dalam peristiwa ini zat melepaskan energi panas. Contohnya; kristal.
  • Menyublim yaitu perubahan wujud zat dari padat ke gas. Peristiwa perubahan wujud dari padat menjadi gas. Dalam peristiwa ini zat memerlukan energi panas. Contohnya; kapur barus yang lama-lama habis.
  • Menguap yaitu perubahan wujud zat dari cair ke gas. Peristiwa perubahan wujud dari cair menjadi gas. Dalam peristiwa ini zat memerlukan energi panas. Contohnya; uap air.
  • Mengembun yaitu perubahan wujud zat dari gas ke cair. Peristiwa perubahan wujud dari gas menjadi cair. Dalam peristiwa ini zat melepaskan energi panas. Contohnya; embun.  

Contoh Soal.

Contoh perubahan wujud benda yang berupa mengembun yaitu pada peristiwa :

A. es di dalam gelas
B. mentega dipanaskan
C. kamper dibiarkan dalam lemari
D. terbentuknya butiran air pada tutup gelas

Daftar Pustaka


Sabtu, 24 November 2018

STRUKTUR MOLEKUL DAN IKATAN VALENSI


Oleh : Andhika Yudisthira (@J08-Andika), Lintang Gurun Cahyo (@J09-Lintang), Muhammad Faishal Abyan (@J10-Faishal)



A. TEORI DOMAIN ELEKTRON

Sebuah tempat atau area yang didalamnya terdapat molekul yang ditempati elektron disebut sebagai domain elektron. Domain elektron meliputi pasangan elektron ikatan (PEI) dan pasangan elektron bebas (PEB) dan elektron tunggal yang dalam banyak kasus merupakan elektron bebas. Teori domain elektron menyatakan bahwa pasangan elektron ikatan dan pasangan elektron bebas saling tolak-menolak sehingga tiap-tiap pasangan elektron cenderung berjauhan satu sama lain untuk meminimalkan gaya tolakan tersebut. Teori ini disebut juga teori VSEPR (Valence Shell  Electron Pair Repulsion) yang dikembangkan oleh R.J Gilespie (Kanada,1957).

Senin, 15 Oktober 2018

HUKUM TERMODINAMIKA II


Oleh:Andhika Yudisthira (@J08-Andika)

Lintang Gurun Cahyo (@J09-Lintang)
Muhammad Faishal Abyan (@J10-Faishal)


“Proses suatu sistem terisolasi yang disertai dengan penurunan entropi tidak mungkin terjadi. Dalam setiap proses yang terjadi pada sistem terisolasi, maka entropi sistem tersebut selalu naik atau tetap tidak berubah.” Itulah rumusan hukum kedua dari pada Termodinamika ini.

Hukum kedua termodinamika adalah
ekspresi dari kecenderungan yang dari waktu ke waktu, perbedaan suhu, tekanan, dan menyeimbangkan potensi kimia dalam terisolasi sistem fisik . Dari keadaan kesetimbangan termodinamika , hukum menyimpulkan prinsip peningkatan entropi dan menjelaskan fenomena ireversibilitas di alam. Hukum kedua menyatakan ketidakmungkinan mesin yang menghasilkan energi yang dapat digunakan dari energi internal melimpah alam dengan proses yang disebut gerak abadi dari jenis yang kedua.

Tiga Pernyataan Bagi Hukum Kedua Termodinamika
1.Kalor tidak mengalir secara spontan dari dingin ke panas. 

2.Tidak ada mesin yang dapat mengubah kalor menjadi usaha secara utuh, 
3.Setiap sistem terisolasi condong menjadi acak.

Hukum II Termodinamika


  • Jika tidak ada kerja dari luar, panas tidak dapat merambat secara spontan dari suhu rendah ke suhu tinggi (Clausius) 
  • Proses perubahan kerja menjadi panas merupakan proses irreversible jika tidak terjadi proses lainnya (Thomson-Kelvin-Planck)
  •  Suatu mesin tidak mungkin bekerja dengan hanya mengambil energi dari suatu sumber suhu tinggi kemudian membuangnya ke sumber panas tersebut untuk menghasilkan kerja abadi (Ketidakmungkinan mesin abadi)
  •  Mesin Carnot adalah salah satu mesin reversible yang menghasilkan daya paling ideal.  Mesin ideal memiliki efisiensi maksimum yang mungkin dicapai secara teoritis

ENTROPI
Termodinamika menyatakan bahwa proses alami cenderung bergerak menuju ke keadaan ketidakteraturan yang lebih besar. Ukuran ketidakteraturan ini dikenal dengan sistem entropi. Entropi merupakan besaran termodinamika yang menyerupai perubahan setiap keadaan, dari keadaan awal hingga keadaan akhir sistem. Semakin tinggi entropi suatu sistem menunjukkan sistem semakin tidak teratur. Entropi sama seperti halnya tekanan dan temperatur, yang merupakan salah satu sifat dari sifat fisis yang dapat diukur dari sebuah sistem. Apabila sejumlah kalor Q diberikan pada suatu sistem dengan proses reversibel pada suhu konstan, maka besarnya perubahan entropi sistem adalah :
chart.png
dengan:
ΔS = perubahan entropi ( J/K)
Q = kalor ( J)
T = suhu (K)
MESIN KALOR
Sebuah mesin kalor adalah sesuatu alat yang menggunakan kalor/panas untuk melakukan usaha/kerja.
Mesin kalor memiliki tiga ciri utama:
  1. Kalor dikirimkan ke mesin pada temperatur yang relatif tinggi dari suatu tempat yang disebut reservoar
  2. Sebagian dari kalor input digunakan untuk melakukan kerja oleh working substance dari mesin, yaitu material dalam mesin yang secara aktual melakukan kerja (e.g., campuran bensin-udara dalam mesin mobil).
  3. Sisa dari kalor input heat dibuang pada temperatur yang lebih rendah dari  temperatur input ke suatu tempat yang disebut reservoar
Skema Mesin Kalor
Picture1.png
Gambar ini melukiskan skema mesin kalor :
  1. QH menyatakan besarnya input kalor, dan subscript H menyatakan hot reservoir.
  2. QC menyatakan besarnya kalor yang dibuang, dan subscript C merepresentasikan cold reservoir.
  3. W merepresentasikan kerja yang dilakukan.
CONTOH SOAL
  • 1,5 m3 gas helium yang bersuhu 27oC dipanaskan secara isobarik sampai 87oC. Jika tekanan gas helium 2 x 105 N/m2 , gas helium melakukan usaha luar sebesar….
    A. 60 kJ
    B. 120 kJ
    C. 280 kJ
    D. 480 kJ
    E. 660 kJ
Pembahasan
Data :
V1 = 1,5 m3
T1 = 27oC = 300 K
T2 = 87oC = 360 K
P = 2 x 105 N/m2

W = PΔV
Mencari V2 :
V2/T2 = V1/T1
V2 = ( V1/T1 ) x T2 = ( 1,5/300 ) x 360 = 1,8 m3
W = PΔV = 2 x 105(1,8 − 1,5) = 0,6 x 105 = 60 x 103 = 60 kJ (A)
  • Diagram P−V dari gas helium yang mengalami proses termodinamika ditunjukkan seperti gambar berikut!
9.png
Usaha yang dilakukan gas helium pada proses ABC sebesar….
A. 660 kJ
B. 400 kJ
C. 280 kJ
D. 120 kJ
E. 60 kJ

Pembahasan
WAC = WAB + WBC
WAC = 0 + (2 x 105)(3,5 − 1,5) = 4 x 105 = 400 kJ (B)


DAFTAR PUSTAKA:
Oktetkimiaacgcmail 2017. Hukum II Termodinamika. dalam https://oktetkimiacgmail.wordpress.com/2017/12/10/hukum-ii-termodinamika/
Alfurqan,m 2012. pengertian Termodinamika II. dalam https://furqanlawera.blogspot.com/2012/12/hukum-ii-termodinamika.html
Darmawan,alfiansyah 2017. mesin kalor, entropi, hukum kedua termodinamika. dalam https://physicsranggaagung.wordpress.com/2017/06/26/mesin-kalor-entropi-dan-hukum-kedua-termodinamika/