.

Selasa, 02 Agustus 2016

MINYAK BUMI


MINYAK BUMI
1. Pengertian Minyak Bumi
Minyak bumi adalah istilah yang meluas dalam kehidupan sehari-hari. Sebelumnya orang menggunakan istilah minyak tanah atau minyak yang dihasilkan dari dalam tanah namun istilah yang lazim dipakai sekarang adalah miyak bumi sementara kata ‘minyak tanah’ lazim digunakan untuk menyebut bahan bakar kompor minyak atau bahasa Inggrisnya kerosene. Secara harfiah, minyak bumi berarti ‘minyak di dalam perut bumi’. Istilah minyak bumi lebih tepat karena minyak ini terdapat didalam perut bumi bukan didalam tanah.

2. Sejarah Minyak Bumi

Minyak Bumi telah digunakan oleh manusia sejak zaman kuno, dan sampai saat ini masih merupakan komoditas yang penting. Minyak Bumi menjadi bahan bakar utama setelah ditemukannya mesin pembakaran dalam, semakin majunya penerbangan komersial, dan meningkatnya penggunaan plastik.
Lebih dari 4000 tahun yang lalu, menurut Herodotus dan Diodorus Siculus, aspal telah digunakan sebagai konstruksi dari tembok dan menara Babylon; ada banyak lubang-lubang minyak di dekat Ardericca (dekat Babylon). Jumlah minyak yang besar ditemukan di tepi Sungai Issus, salah satu anak sungai dari Sungai Eufrat. Tablet-tablet dari Kerajaan Persia Kuno menunjukkan bahwa kebutuhan obat-obatan dan penerangan untuk kalangan menengah-atas menggunakan minyak Bumi. Pada tahun 347, minyak diproduksi dari sumur yang digali dengan bambu di China.

3. Komposisi Minyak Bumi

Penampakan fisik minyak bumi sangat beragam, tergantung dari komposisinya. Pada umumnya, minyak bumi yang baru dihasilkan dari sumur pengeboran berupa lumpur berwarna hitam atau cokelat gelap, meskipun ada juga minyak bumi yang berwarna kekuningan, kemerahan, atau kehijauan. Sumur minyak sebagian besar menghasilkan minyak mentah, terkadang ada juga kandungan gas di dalamnya Karena tekanan di permukaan Bumi lebih rendah daripada di bawah tanah, beberapa gas akan keluar dalam bentuk campuran.
Minyak bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus – karang dan oleum – minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam, adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak Bumi. Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya.
Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa minyak adalah zat abiotik, yang berarti zat ini tidak berasal dari fosil tetapi berasal dari zat anorganik yang dihasilkan secara alami dalam perut bumi. Namun, pandangan ini diragukan dalam lingkungan ilmiah.

4. Manfaat Minyak Bumi untuk Kehidupan Umat Manusia

Minyak bumi adalah salah satu sumber mineral yang sangat penting untuk kehidupan manusia. Minyak bumi didapatkan dari sumber langsung dari bagian kerak bumi dengan proses pertambangan atau kilang minyak. Kita tidak bisa membayangkan kehidupan manusia tanpa minyak bumi, karena minyak bumi menjadi komponen penting untuk sumber kehidupan manusia. Minyak bumi menjadi komponen lengkap terutama sebagai bahan bakar dan sumber kehidupan.
Terbentuknya minyak bumi berlangsung selama ratusan juta tahun, ketika tanaman atau hewan terkubur di dalam lapisan kerak. Tanaman dan hewan yang mati akan terbawa ke dalam lapisan kerak bumi karena pergerakan lempeng bumi. Semua sisa tanaman dan hewan akan menjadi fosil, yang kemudian bereaksi dengan gas alam. Reaksi tersebut akan mengubah fosil menjadi cairan yang hitam atau disebut minyak bumi.
Minyak bumi ini memiliki banyak peran dalam keidupan manusia. Banyak manfaat dari cairan hitam yang sering menjadi rebutan berbagai negara di dunia. Nah, berikut ini beberapa manfaat minyak bumi yang mungkin belum kamu ketahui.
5. Dampak Minyak Bumi
Produk minyak bumi (petroleum) membantu kita melakukan banyak hal. Kita menggunakannya untuk bahan bakar pesawat terbang, mobil, dan truk, untuk memasak di rumah, dan untuk membuat produk seperti obat-obatan dan plastik. Meskipun produk minyak bumi membuat hidup menjadi lebih mudah - menemukan, memproduksi, memindahkan, dan menggunakan mereka dapat membahayakan lingkungan melalui polusi udara dan air.

Emisi dan Produk Sampingan Apakah yang Dihasilkan dari Pembakaran Produk Minyak Bumi?
Produk minyak bumi mengeluarkan emisi berikut ketika mereka dibakar sebagai bahan bakar:
·         Karbon dioksida (CO2)
·         Karbon monoksida (CO)
·         Sulfur dioksida (SO2)
·         Nitrogen oksida (NOx)
·         Volatile Organic Compounds (VOC)
·         Materi partikulat 
·         Timbal dan berbagai racun di udara seperti benzena, formaldehida, asetaldehida, dan 1,3-butadiena dapat dilepaskan saat beberapa jenis minyak dibakar.
Hampir semua produk samping memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia:
·         Karbon dioksida adalah gas rumah kaca dan sumber global warming.
·         SO2 menyebabkan hujan asam, yang berbahaya bagi tanaman dan hewan yang hidup di air, dan juga memperburuk atau menyebabkan penyakit pernapasan dan penyakit jantung, terutama pada anak-anak dan orang tua.
·         NOx dan VOC berkontribusi mempengaruhi tingkat ozon, juga mengganggu dan merusak paru-paru.

6. Hukum Dapat Membantu Mengurangi Polusi yang Diakibatkan Penggunaan Minyak Bumi

Selama bertahun-tahun, teknologi dan hukum telah membantu mengurangi masalah yang terkait dengan produk minyak bumi. Seperti industri yang lainnya, Pemerintah memantau bagaimana minyak diproduksi, disuling, disimpan, dan dikirim ke pasar guna mengurangi dampak terhadap lingkungan. Sejak tahun 1990, bahan bakar seperti bensin dan solar telah diperbaiki kualitasnya sehingga mereka menghasilkan lebih sedikit polusi saat kita menggunakannya.

7. Teknologi Dapat Membantu Mengurangi "Jejak" Pengeboran Minyak

Eksplorasi dan pengeboran minyak dapat mengganggu habitat di daratan dan lautan. Teknologi baru telah banyak mengurangi jumlah dan luas daerah yang terganggu oleh pengeboran, kadang-kadang disebut "jejak" pengeboran. Satelit, GPS, perangkat penginderaan jauh, dan teknologi seismik 3-D dan 4-D memungkinkan untuk menemukan cadangan minyak dengan lebih sedikit pengeboran sumur.

Pengeboran horizontal dan directional drilling memungkinkan sumur tunggal menghasilkan minyak dari daerah yang jauh lebih luas. "Jejak" produksi saat ini juga lebih sedikit dibandingkan 30 tahun yang lalu karena pengembangan movable drilling rigs  dan slimhole, rig pengeboran yang lebih kecil.

Ketika minyak di sumur sudah tidak ekonomis untuk diproduksi, sumur harus ditutup hingga menjadi sulit untuk mengatakan bahwa sumur tersebut pernah ada.
Dalam program rig-to-reefs, beberapa rig lepas pantai tua yang terbalik dan karam di dasar laut digunakan untuk terumbu buatan bagi ikan dan kehidupan laut lainnya. Dalam waktu enam bulan sampai satu tahun setelah rig digulingkan, rig tersebut akan tertutup oleh karang, spons, kerang, dan makhluk laut lainnya.

Jika minyak tumpah ke sungai atau lautan, hal ini dapat membahayakan satwa liar. Ketika berbicara mengenai "tumpahan minyak," orang biasanya berpikir tentang minyak yang bocor dari kapal yang terlibat kecelakaan. Jumlah minyak yang tumpah dari kapal turun secara signifikan selama tahun 1990, sebagian karena kapal-kapal baru memiliki lapisan double hull untuk melindungi dari tumpahan.

8. Perembesan Alamiah adalah Sumber Utama Minyak di Air Laut

Tumpahan minyak dari kapal dan platform lepas pantai merupakan sumber umum bagi minyak yang ditemukan dalam air laut, namun banyak pula minyak yang masuk ke air dari rembesan minyak alami yang berasal dari dasar laut. Perembesan alami mungkin merupakan sumber "besar" bagi minyak yang masuk ke lingkungan global, tetapi rembesan ini lambat, kecil, dan menyebar di daerah yang luas, dan ekosistem telah beradaptasi dengannya. Hal ini berkebalikan bila dibandingkan dampak bencana yang disebabkan tumpahan kapal tanker atau kebocoran sumur pada daerah terdampak.
Kebocoran juga terjadi ketika kita menggunakan produk minyak bumi di daratan. Misalnya, bensin kadang-kadang menetes ke tanah ketika orang mengisi tangki bahan bakar mereka, ketika oli motor dibuang setelah ganti oli, atau ketika bahan bakar merembes dari tangki penyimpanan yang bocor. Saat hujan, tumpahan hanyut ke selokan dan akhirnya mengalir ke sungai dan ke laut. Cara lain yang kadang-kadang menyebabkan minyak mencemari air adalah ketika bahan bakar bocor dari perahu motor dan jet ski.
Ketika terjadi kebocoran pada tangki penyimpanan atau pipa, produk minyak bumi dapat merembes masuk ke tanah. Untuk mencegah kebocoran tangki penyimpanan bawah tanah, semua tangki yang diperuntukkan untuk bawah tanah seharusnya diganti dengan tangki-tangki berlapis ganda.

9. Cara penanggulangan dampak pencemaran udara akibat minyak bumi

            Berbagai penggunaan produk minyak bumi seperti avtur, bensin, solar, dan lain-lain menimbulkan dampak tersendiri, yaitu pencemaran di berbagai sektor. Salah satunya yaitu adalah pencemaran udara. Dan ada berbagai cara untuk menanggulanginya. Berikut akan di jelaskan bagaimana caranya.
a.          Mengembangkan Mobil Listrik dan Surya
Mobil listrik adalah mobil yang menggunakan listrik sebagai sumber tenaganya. Di Indonesia sendiri, mobil listrik ini dikembangkan oleh LIPI ( Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ), dan mobil ini bermerek Marlip ( Marmut Listrik LIPI ) 

b.          Memproduksi Biodiesel sebagai Pengganti Penggunaan Solar
Biodiesel adalah salah satu jenis bahan bakar yang berasal dari tumbuhan atau dari hewan yang direaksikan dengan metanol (proses transesterifikasi) sehingga diperoleh minyak metil ester ( ME ) yang sering disebut oleh masyarakat sebagai bioodiesel. Indonesia, memiliki banyak sekali sumber daya alam. Sehingga sekarang telah ditemukan lebih dari 40 jenis minyak nabati yang potensial sebagai bahan baku biodesel di Indonesia, di antaranya adalah minyak jarak pagar, minyak kelapa, minyak kedelai, dan minyak kapuk.
c.          Membangun Jalur Hijau
Jalur hijau merupakan sebuah jalur yang sering dilewati oleh banyak kendaraan bermotor yang biasanya ditanami berbagai macam jenis tanaman atau pepohonan di sepanjang jalan. Pepohonan yang ditanam di sepanjang jalur hijau ini akan menghisap semua gas CO2 yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor berbahan bakar bensin ini. Gas CO2 sangat dibutuhkan oleh pohon hijau tersebut karena dalam proses fotosintesis, dibutuhkan gas CO2. Proses fotosintesis itulah yang bisa sangat bermanfaat bagi manusia. Selain dapat mengurangi dampak dari pencemaran udara akibat penggunaan bahan bakar minyak bumi, hasil dari proses fotosintesis tersebut adalah gas O2  (oksigen), yaitu gas yang kita hirup sehari-hari. Oleh karena itu, membangun jalur hijau merupakan salah satu cara yang cukup efektif untuk mengurangi pencemaran udara.
d.         Memproduksi Bensin Bebas Timbel
TEL ( Tetra Ethyl Lead ) yang ditemukan oleh ilmuwan Amerika bernama Thomas Midgley ini, semula berguna untuk mengurangi ketukan pada mesin dan TEL ini ditambahkan ke dalam bensin untuk meningkatkatkan kualitasnya. Namun, setelah dilakukan penelitian secara mendalam, ternyata TEL ini memiliki dampak yang sangat buruk bagi kesehatan, dan hal itu membuat penggunaan timbel pada bensin dipertanyakan. Para ilmuwan pun mulai mencari cara untuk mengganti timbel tersebut dan akhirnya menemukan MTBE ( methyl-tertiary-butylether ). Namun setelah diteliti lagi, ternyata MTBE merupakan zat nondegradable ( sukar terurai dalam tanah )
e.          Memproduksi Bioetanol sabagai Pengganti Bensin
Bioetanol adalah etanol yang diproduksi dari tumbuhan, misalnya air tebu yang biasanya dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan baku pembuatan gula. Bioetanol tersebut ternyata dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor menggantikan bensin. Baik yang murni maupun yang dicampur dengan bensin. Bensin yang dicampur dengan alkohol biasa dikenal sebagai gasohol. Dan campuran yang digunakan dalam gasohol misalnya E85 ( 85% bensin, dan 15% alkohol ) dan E80 ( 80% bensin, dan 20% alkohol ).
f.           Memberlakukan Car Free Day ( Hari Bebas Kendaraan Bermotor )
Car Free Day atau yang lebih kita kenal sebagai hari bebas kendaraan bermotor adalah salah satu program dari pemerinyah RI untuk menanggulangi pencemaran udara akibat penggunaan kendaraan bermotor. Program tersebut sudah lama diberlakukan di Indonesia, khususnya di Jakarta setiap hari Minggu. Jakarta dipilih sebagai kota tempat dibelakukannya program tesebut karena menurut riset yang dilakukan, Jakarta merupakan kota penghasil polusi udara terbesar di Indonesia.
g.          Mengembangkan Mobil Hibrida
Mobil hibrida merupakan salah satu terobosan baru dalam dunia otomotif. Energi yang digunakan oleh mobil hibrida ini berasal dari gabungan mesin pembakar internal ( sumber energi BBM ) dan listrik ( sumber energi baterai ). Dengan penggunaan energi gabungan tersebut, penggunaan bahan bakar minyak menjadi lebih hemat dan irit.
h.          Menggunakan Sepeda
Sepeda merupakan alat transportasi darat yang dalam penggunaanya sama sekali tidak memerlukan bahan bakar minyak. Sepeda dapat digerakkan hanya dengan mengayuhnya saja. Memang memerlukan tenaga dalam menggunakannya. Namun, akan ada begitu banyak manfaat apabila kita menggunakan sepeda.


DAFTAR PUSTAKA
http://www.satujam.com/minyak-bumi/               
http://deccabesabaak.blogspot.co.id/2013/02/v-behaviorurldefaultvmlo.html

Senyawa Aromatik Benzena


Gambar : smaulanablog.blogspot.com
Gambar : www.slideshare.net
Senyawa aromatik adalah senyawa hidrokarbon dengan ikatan tunggal dan ikatan rangkap diantara atom-atom karbonnya. Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa karbon yang paling sederhana. Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa yang hanya mengandung unsur karbon dan hidrogen (CxHy).

LIMBAH KIMIA INDUSTRI


LIMBAH KIMIA INDUSTRI

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water). [1

Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.

Limbah Industri pada umumnya pencemaran air lebih banyak ditimbulkan oleh kegiatan industri yaitu dari limbah-limbah industri yang tidak melalui proses pengolahan limbah terlebih dahulu. Adapun jenis-jenis limbah industri pencemar air diantaranya :
1.      Limbah Industri Pangan Sektor Industri/usaha kecil pangan yang mencemari lingkungan antara lain: tahu, tempe, tapioka dan pengolahan ikan (industri hasil laut).
2.      Limbah Industri Kimia & Bahan Bangunan Industri kimia seperti alkohol dalam proses pembuatannya membutuhkan air sangat besar, mengeakibatkan pula besarnya limbah cair yang dikeluarkan kelingkungan sekitarnya. Air limbahnya bersifat mencemari karena didalamnya terkandung mikroorganisme, senyawa organik dan anorganik baik terlarut maupun tersuspensi serta senyawa tambahan yang terbentuk selama proses permentasi berlangsung.
3.      Limbah Industri Sandang Kulit & Aneka Sektor sandang dan kulit seperti pencucian batik, batik printing, penyamakan kuit dapat mengakibatkan pencemaran karena dalam proses pencucian memerlukan air sebagai mediumnya dalam jumlah yang besar.
4.      Limbah Industri Logam & Ekektronika Walaupun industri baja/logam tidak menggunakan larutan kimia, tetapi industri ini memcemari air karena buanganya dapat mengandung minyak pelumas dan asam-asam yang berasal dari proses pickling untukmembersihkan bahan plat, sedangkan bahan buangan padat dapat dimanfaatkan kembali

Limbah industri
limbah industri adalah sisa buangan yang dihasilkan dari proses produksi pada suatu industri. Tentu saja karena sifatnya industri, maka jumlahnya lebih besar daripada limbah skala domestik atau rumah tangga. Diperlukan penanganan yang serius untuk limbah industri karena dampaknya pada lingkungan lebih besar daripada limbah domestik. Ada dua macam limbah industri, yakni limbah dalam bentuk cair dan juga limbah dalam bentuk padat yang biasa disebut sampah.
Dampak limbah industri kepada lingkungan

Dampak limbah dari industri pangan
Industri pangan adalah suatu usaha yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari dan juga termasuk dalam salah satu penghasil limbah industri. Beberapa industri pangan yang menghasilkan pencemaran lingkungan antaranya adalah industri tempe tahu, pengolahan hasil laut dan tepung tapioka. Limbah ini dapat dihasilkan ketika proses pencucian atau pengolahan.
Dampak limbah dari industri sandang
Limbah dari industri sandang ini tidak kalah serius ancamannya bagi lingkungan dari pada industri pangan. Seperti misalnya dalam kegiatan penyamakan kulit, batik printing dan bahan sandang lainnya  tidak dapat dihindari proses pencelupan yang menggunakan zat kimia.
Dampak limbah dari industri kimia
Industri kimia dan bahan bangunan dapat menjadi ancaman serius bagi keberlangsungsan makhluk hidup, entah itu dalam skala besar atau skala kecil. Sebagai contoh, untuk memproduksi alkohol, dibutuhkan air dalam jumlah yang cukup besar. Sama seperti yang terjadi dalam industri sandang, limbah dari produksi alkohol jelas berupa limbah cair dalam jumlah besar. Dalam limbah cair ini pasti terkandung senyawa organik, anorganik dan mikroorganisme serta bahan berbahaya lainnya.
Dampak limbah dari industri logam, elektronika dan pelumas
Dampak limbah industri ini juga sama bahayanya dengan yang lain. Misalnya dalam proses produksi baja yang menggunakan berbagai macam mesin dan cor menghasilkan limbah berupa asap, gas dan debu.

Jenis-jenis limbah industri
Jika kita berbicara mengenai limbah industri dilihat dari karakternya, maka limbah industri dapat dikategorikan dalam beberapa jenis limbah, yakni padat, cair dan gas. Ada juga limbah dalam bentuk partikel. Limbah industri dalam skala apapun adalah ancaman bagi keberlangsungan makhluk hidup dan ekosistem dimana makhluk itu tinggal. Sehingga penanganan limbah industri tidak boleh dianggap sepele jika tidak menghendaki kerugian yang lebih besar terjadi. Kesadaran tentang bahaya limbah industri ini harus dimiliki oleh siapapun, baik pemilik modal yang mendirikan industri, birokrasi yang memberikan ijin dan juga masyarakat di manapun mereka berada. Hal ini untuk menumbuhkan sinergi yang baik untuk mencari solusi bagaimana industri tidak terhambat pertumbuhannya, namun juga tidak mencemari lingkungan. (iwan)
PENANGANAN LIMBAH KIMIA

Tiap tahun limbah kimia semakin banyak, berjalan bersamaan denganpertumbuhan jasa pelayanan analisis bahan dan produk serta laboratorium yang memberikan pelayanan kesehatan semakin banyak, Perguruan Tinggi yang menyediaakan jasa pelayanan analisis bahan dan produk dengan kegiatan pengembangan penelitian  semakin banyak, kemudian kualitas air limbah yang dihasilkan pada penyedia jasa pelayanan analisis bahan atau produk yang mengandung berbagai zat kimia yang dapat mengakibatkan pencemaran air sungai jika dibuang langsung ke badan air penerima, dan beberapa departemen pemerintahan saat ini juga banyak mengembangkan pelayanan analisis bahan dan produk dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).    
Sumber air limbah dapat berasal dari:
a) Bahan kimia yang telah dipergunakan untuk melakukan analisis bahan, produk dan kegiatan penelitian,
b) Bahan kimia sisa, bahan kimia yang telah kadaluwarsa (tidak terpakai) dan sisa sampel yang sudah tidak terpakai,
c) Pencucian peralatan-peralatan yang telah dipergunakan dalam melaksanakan analisis dan kegiatan penelitian,
d) Limbah cair yang berasal dari wastetafle (alat cuci tangan).
Berdasarkan data kualitas air limbah tersebut, dimana banyak mengandung berbagai jenis bahan kimia dan sifatnya anorganik, maka air limbah ini dapat dilakukan pengolahan secara kimia-fisik dengan tahapan proses pengolahan seperti berikut :

1.      Penampungan air limbah,  Air limbah yang berasal dari laboratorium dialirkan menuju bak penampung air limbah, waktu tinggal dalam bak penamung ini ditetapkan kurang lebih 12 jam
2.      Proses Netralisasi , Air limbah yang berada dalam bak penampung air limbah dipompa menuju tangki netralisasi, pada tangki netralisasi ditambahkan bahan kimia yang bersifat basa untuk menaikkan derajat keasaman (pH) hingga maksium pH 8.
3.      Proses Koagulasi, Air limbah yang telah mengalami proses netralisasi dialirkan secara gravitasi menuju bak koagulasi.
4.        Proses Flokulasi, Air limbah yang telah mengalami proses koagulasi dialirkan secara gravitasi menuju bak flokulasi. Pada bak flokulasi ditambahkan bahan kimia Ploy aluminium chlorida (PAC) atau flokulan lainnya, penambahan flokulan dapat menurunkan derajat keasaman (pH)
5.      .Proses Pemisahan Flok  Air limbah yang telah mengalami proses flokulasi  dialirkan secara gravitasi menuju bak clarifier. Pada bak clarifier akan terjadi pemisahan antara air limbah dan flok yang terbentuk.



DAFTAR PUSTAKA

Make Money Online : http://ow.ly/KNICZ
referensi : http://kakisewu.wordpress.com/2008/03/28/dampak-limbah-industri/

Inovasi Industri Kimia Hijau


Kimia digunakan untuk membuat suatu produk dan material baru yang jauh lebih mudah dibandingkan dengan produk – produk alam. Proses Kimia dari pembuatan produk tersebut melibatkan banyak yaitu :
  1. reaksi kimia
  2. molekul
  3. reagen
  4. solven
  5. asam
  6. basa, dan lain sebagainya.
Penggunaan bahan-bahan tersebut dalam jumlah besar tentu saja tidak hanya menghasilkan produk-produk yang diinginkan, tetapi juga menghasilkan produk buangan yang dapat mencemari dan merusak lingkungan dalam berbagai bentuk baik padat, cair maupun gas. Jadi diperlukan suatu cara untuk meminimalkan pencemaran kimia. Lebih dari 20 tahun yang lalu kemudian diciptakanlah suatu cara untuk mewujudkan hal tersebut yang digagas oleh Anatas pada tahun 1991 yang disebut dengan Green Chemistry atau kimia hijau.
  • Tujuan  konsep kimia hijau adalah untuk meminimalkan kerusakan lingkungan dan gangguan kesehatan manusia akibat pencemaran lingkungan karena zat kimia. Caranya bukan dengan menghilangkan proses kimia, melainkan dengan merubah proses kimia agar meminimalkan pencemaran. (Bharati V. Badami, 2008).

Prinsip Prinsip Kimia Hijau :
  1. Pollution Prevention (pencegahan pencemaran). Contoh : limbah transportasi, penyimpanan, dan perawatan.
  2. Atom Economy (ekonomi atom). Contoh : mengembangkan bahan awal menjadi produk lebih efisien dan meminimalkan limbah.
  3. Less Hazardous Chemical Synthesis (meminimalkan sintesis kimia yang toksis). Contoh : desain produk dengan mengurangi reagen bila memungkinkan dan meminimalisir limbah. 
  4. Designing Safer Chemicals (mendiseain produk kimia dengan toksisitas yang sekecil mungkin). 
  5. Safer Solvents and Auxiliaries (penghematan pelarut dan senyawa pembantu lainnya)
  6.  Design for Energy Efficiency (penghematan energi)
  7. Use of Renewable Feedstocks (penggunaan bahan yang dapat diperbaharui)
  8. Reduce Derivatives (menghemat derivative)
  9. Catalysis (penggunaan katalis)
  10. Design for Degradation (desain degradasi produk)
  11. Real-time analysis for Pollution Prevention (analisis pencegahan pencemaran)
  12. Inherently Safer Chemistry for Accident Prevention (meminimalkan kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja); (Anastas dan Warner,1998).
Penerapan Kimia Hijau dalam Pencemaran Udara

Topik : Mengenai masalah polusi, lingkungan dan juga pemecahannya.
Fakta  : Di jaman sekarang ini menunjukkan bahaya polusi semakin mengkhawatirkan, banyak sekali masalah yang ditimbulkan dari polusi yang berlebihan, mulai dari perusakan lingkungan seperti global warming, hingga masalah kesehatan seperti gangguan pernapasan, kanker, dan bahkan kematian. Penyebab dari polusi udara diketahui sebagian besar disebabkan oleh penggunaan kendaraan bermotor, terlebih lagi oleh kendaraan bermotor yang tidak lolos uji emisi gas buang.
Bagaimana Penanggulangan masalah polusi, lingkungan dan juga pemecahannya?
Teknologi Hijau adalah teknologi pembaruan yang ditujukan untuk memperbaiki atau mengganti sistem yang ada pada kendaran bermotor agar tercipta pembakaran yang lebih sempurna sehingga gas buang yang dihasilkan nantinya rendah polusi. Rendahnya polusi yang dihasilkan tersebut tentunya membuat tingkat pencemaran akan turun sehingga lingkungan sekitar akan menjadi sehat.


Perusahan – Perusahaan yang sudah menerapkan Industri Kimia Hijau
  1. PT. Indocement Tunggal Prakarsa Palimanan
  2. Chevron Geothermal Salak, Ltd.
  3. PT. Pertamina
  4. PT. Holcim
  5. PT. Unilever


Menurut prinsip Green Chemistry dalam mendesain suatu proses atau reaksi kimia , kimiawan atau insyinyur kimia harus memperhatikan dan mempertimbangkan segala aspek tentang kemungkinan bahaya suatu bahan kimia terhadap kesehatan maupun lingkungan baik dari sisi bahan baku atau bahan dasar (raw material dan feedstock) , proses, maupun produknya.

Di Indonesia sendiri prinsip industri kimia hijau sudah diterapkan di berbagai perusahaan besar dengan menggunakan penilaian PROPER (Program Penilaian Kinerja Perusahaan) yaitu sebagai indikator ramah lingkungan, juga sebagai penilaian kinerja perusahaan, dan penilaian kepada investor.

Daftar Pustaka 
Dikutip dari link 
http://white-techdev.blogspot.co.id/2014/09/green-chemistry-kimia-hijau-ramah-lingkungan-masa-depan.html
http://www.teknopreneur.com/cleantech/teknopreneur-kimia-hijau-makin-populer-di-indonesia
https://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_hijau
Dikutip dari artikel 
Santoso Budi, 1999, Ilmu Lingkungan Industri, Universitas Gunadarna, Depok.
Utami, Budi dan Nugroho, Agung. 2009. Kimia Dasar Universitas. Jakarta : Erlangga.
Vogel. 1985. Kimia Dasar. Bandung : Remaja Karya.

Senin, 01 Agustus 2016

Apa Itu Deterjen ?


Nilai penjualan industri kimia  bahan kimia konsumen mencapai 10 persen dari nilai penjualan industri kimia secara keseluruhan.