Oleh : Yosep Setiawan Indonesia
is a country crossed by the equator and located between two continents, Asia
and Australia and between the Pacific Ocean and the Indian Ocean . Indonesia is
the largest archipelago in the
Tampilkan postingan dengan label 073-Yosep. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 073-Yosep. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 20 Agustus 2016
Sabtu, 13 Agustus 2016
Sumber Pencemaran Udara
Bahwa
makin tinggi tingkat kontaminasi akibat polusi udara, maka menyebabkan makin
tinggi pula jumlah penderita kanker.
Sebaran
jumlah penderita kanker ada kaitannya dengan arah angin yang dihembuskan dari
sumber berbagai polutan yang di antaranya bersifat karsinogenik. Dalam hal ini
yang menjadi sumber polutan tak lain adalah sentra industri.
Minggu, 07 Agustus 2016
Logam Berat
Logam berat adalah
bahan-bahan alami yang berasal dan termasuk bahan penyusun lapisan tanah bumi.
Logam berat tidak dapat diurai atau dimusnahkan. Logam berat dapat masuk ke
dalam tubuh mahluk hidup melalui makanan, air minum, dan udara.
Keseimbangan Ekosistem
Banjir akan
mempengaruhi kehidupan manusia, sedang manusia itu sendiri sedikit banyak
mempunyai andil terhadap terjadinya banjir.
Sehingga dapat dikatakan bahwa
banjir dan manusia sesungguhnya mempunyai ikatan ekologis dan suatu saat banjir
dan manusia itu akan membentuk suatu ekosistem. Ikatan batin (timbal balik)
tersebut senantiasa mengarah kepada bentuk keseimbangan dan inilah yang biasa
disebut sebagai keseimbangan ekosistem
Menurut Amsyari
(1997) apabila di dalam lingkungan manusia terjadi sesuatu yang mengancam
ekosistem manusia yang disebabkan akibat perbuatannya, maka terjadilah apa yang
dinamakan pencemaran lingkungan hidup. Dan peristiwa banjir, bila terjadi
sebagai akibat langsung atau tidak langsung dari aktivitas manusia (membuang
sampah ke sungai dan penebangan hutan) dan jika banjir itu dampaknya mengancam eksistensi
manusia sebagai organisme hidup, maka jelas bahwa masalah banjir ini adalah
masalah pencemaran lingkungan hidup
Salah satu masalah lingkungan yang menjadi problem utama di DKI
Jakarta sampai saat ini adalah pencemaran lingkungan perairan sungai. Hasil
penelitian dan pemantauan berbagai perguruan tinggi, instansi terkait dan
masyarakat peduli lingkungan (LSM); menunjukkan bahwa pencemaran di sejumlah 13
sungai beserta anak sungainya yang membelah Ibukota ini ternyata telah
melampaui batas ambang dengan kandungan limbah semakin tinggi ke arah hilir dan
muara. Kandungan limbah yang berasal dari buangan limbah industri dan rumah
tangga ini lambat laun mengakibatkan pendangkalan dan penyempitan sungai.
Pendangkalan sering menimbulkan banjir karena kemampuan (daya tampung) sungai
untuk mengalirkan air hujan ke laut mulai berkurang. Jadi ada korelasi antara
pencemaran lingkungan sungai dengan banjir.
Keseimbangan ekosistem adalah suatu kondisi dimana interaksi
antara komponen-komponen di dalamnya berlangsung secara harmonis dan seimbang.Keseimbangan
ekosistem tersebut berdampak signifikan pada keselerasan serta
kesejahteraan hidup manusia dan mahluk hidup lainnya. Sayangnya, mencermati
keadaan yang terjadi dewasa ini, bisa kita simpulkan bahwa telah terjadi
perubahan lingkungan secara besar-besaran yang berdampak pada kehidupan manusia
yang tidak lagi selaras. Penyebab terganggunya keseimbangan lingkungan tersebut
ada beragam.
Secara umum, penyebab terganggunya keseimbangan ekosistem atau lingkungan dibagi ke dalam dua garis besar, yakni:
Secara umum, penyebab terganggunya keseimbangan ekosistem atau lingkungan dibagi ke dalam dua garis besar, yakni:
1.Faktor penyebab yang
terjadi sebagai akibat bencana alam. Misalnya saja terjadinya banjir,
terjadinya gempa bumi, gunung yang meletus, bencana tsunami, dan masih banyak
lagi lainnya. Bencana yang terjadi secara alamiah ini akan memicu kacaunya
keseimbangan ekosistem yang berdampak pada kacaunya interaksi komponen-komponen
di dalam ekosistem tersebut.
2. Faktor penyebab yang
terjadi akibat ulah manusia. Tindakan yang dilakukan oleh anusia bisa memicu
terganggunya keseimbangan di dalam lingkungan ekosistem. Tindakan yang
dilakukan manusia ini bisa memicu terjadinya bencana alam seperti banjir,
longsor, perubahan iklim yang ekstrim dan masih banyak lagi lainnya.
Faktor
Perusak Keseimbangan Ekosistem
Secara umum, penyebab terganggunya keseimbangan ekosistem
dibagi jadi 2 faktor, yaitu faktor alam dan faktor manusia.
1. Faktor Alam
Faktor alam yang mengganggu keseimbangan ekosistem
umumnya berupa bencana alam yang terjadi dan merusak semua komponen penyusun ekosistem pada bioma. Beberapa contoh bencana
alam tersebut misalnya, gempa bumi (earthquake), banjir, gunung meletus,
tsunami, angin topan, tornado, dan lain sebagainya. Perlu diketahui bahwa
beberapa bencana alam sebetulnya merupakan dampak dari pengaruh faktor manusia.
2. Faktor Manusia
Faktor manusia yang mengganggu keseimbangan
ekosistem terkait erat dengan kegiatan yang dilakukan oleh manusia dalam
melakukan eksplorasi dan eksploitasi kekayaan alam. Faktor manusia sangat bisa
memicu terjadinya bencana alam, seperti banjir, longsor, perubahan iklim, efek
rumah kaca, dan masih banyak lagi lainnya. Adapun beberapa pengaruh kegiatan
manusia terhadap terganggunya keseimbangan ekosistem bisa dikatakan sangat
besar. Beberapa contoh dari kegiatan tersebut misalnya:
a. Penebangan Pohon (Illegal Logging)
Kegiatan
penebangan pohon dan pembakaran hutan adalah 2 kegiatan yang menimbulkan
kerusakan serius bagi ekosistem hutan. Tidak hanya memicu terjadinya banjir dan
longsor, berkurangnya populais pohon telah membuat iklim di bumi berubah.
Penebangan pohon membuat tanah tidak lagi terikat dengan benar sehingga mudah
longsor, begitupun udara yang tidak lagi dapat didaur ulang sehingga jumlah
oksigen semakin menipis. Sementara itu, pembakaran hutan telah membunuh semua
organisme yang ada di dalam ekosistem hutan dan meningkatkan potensi terjadinya
kabut asap dan pencemaran udara.
b. Kegiatan penebangan pohon dan pembakaran hutan adalah 2 kegiatan yang
menimbulkan kerusakan serius bagi ekosistem hutan. Tidak hanya memicu
terjadinya banjir dan longsor, berkurangnya populais pohon telah membuat iklim
di bumi berubah. Penebangan pohon membuat tanah tidak lagi terikat dengan benar
sehingga mudah longsor, begitupun udara yang tidak lagi dapat didaur ulang
sehingga jumlah oksigen semakin menipis. Sementara itu, pembakaran hutan telah
membunuh semua organisme yang ada di dalam ekosistem hutan dan meningkatkan
potensi terjadinya kabut asap dan pencemaran udara.
c. Perburuan Hewan
d. Kegiatan Pertanian
Aktivitas pertanian di era modern ini juga bisa mengganggu keseimbangan ekosistem. Pupuk anorganik yang digunakan untuk mengoptimalkan hasil pertanian telah membuat tanah tercemar secara masif, selain itu pestisida yang digunakan secara berlebihan membuat berbagai organisme penghuni ekosistem sawah menjadi terbunuh dan mati.
e. Pembuangan Limbah
Selasa, 02 Agustus 2016
PENCEMARAN LINGKUNGAN
MINYAK BUMI
MINYAK BUMI
1. Pengertian Minyak
Bumi
Minyak bumi adalah istilah yang meluas
dalam kehidupan sehari-hari. Sebelumnya orang menggunakan istilah minyak tanah
atau minyak yang dihasilkan dari dalam tanah namun istilah yang lazim dipakai
sekarang adalah miyak bumi sementara kata ‘minyak tanah’ lazim digunakan untuk
menyebut bahan bakar kompor minyak atau bahasa Inggrisnya kerosene. Secara harfiah,
minyak bumi berarti ‘minyak di dalam perut bumi’. Istilah minyak bumi lebih
tepat karena minyak ini terdapat didalam perut bumi bukan didalam tanah.
2. Sejarah Minyak Bumi
Minyak Bumi telah digunakan oleh
manusia sejak zaman kuno, dan sampai saat ini masih merupakan komoditas yang
penting. Minyak Bumi menjadi bahan bakar utama setelah ditemukannya mesin
pembakaran dalam, semakin majunya penerbangan komersial, dan meningkatnya
penggunaan plastik.
Lebih dari 4000 tahun yang lalu,
menurut Herodotus dan Diodorus Siculus, aspal telah digunakan sebagai
konstruksi dari tembok dan menara Babylon; ada banyak lubang-lubang minyak di
dekat Ardericca (dekat Babylon). Jumlah minyak yang besar ditemukan di tepi
Sungai Issus, salah satu anak sungai dari Sungai Eufrat. Tablet-tablet dari
Kerajaan Persia Kuno menunjukkan bahwa kebutuhan obat-obatan dan penerangan
untuk kalangan menengah-atas menggunakan minyak Bumi. Pada tahun 347, minyak
diproduksi dari sumur yang digali dengan bambu di China.
3. Komposisi Minyak Bumi
Penampakan fisik minyak bumi sangat
beragam, tergantung dari komposisinya. Pada umumnya, minyak bumi yang baru
dihasilkan dari sumur pengeboran berupa lumpur berwarna hitam atau cokelat
gelap, meskipun ada juga minyak bumi yang berwarna kekuningan, kemerahan, atau
kehijauan. Sumur minyak sebagian besar menghasilkan minyak mentah, terkadang
ada juga kandungan gas di dalamnya Karena tekanan di permukaan Bumi lebih
rendah daripada di bawah tanah, beberapa gas akan keluar dalam bentuk campuran.
Minyak
bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin petrus –
karang dan oleum – minyak), dijuluki juga sebagai emas hitam,
adalah cairan kental, coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang
berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak Bumi. Minyak bumi terdiri
dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana,
tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya.
Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa minyak adalah zat abiotik, yang berarti zat ini tidak berasal dari fosil tetapi berasal dari zat anorganik yang dihasilkan secara alami dalam perut bumi. Namun, pandangan ini diragukan dalam lingkungan ilmiah.
Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa minyak adalah zat abiotik, yang berarti zat ini tidak berasal dari fosil tetapi berasal dari zat anorganik yang dihasilkan secara alami dalam perut bumi. Namun, pandangan ini diragukan dalam lingkungan ilmiah.
4. Manfaat Minyak Bumi untuk Kehidupan Umat Manusia
Minyak bumi adalah salah satu sumber mineral yang sangat
penting untuk kehidupan manusia. Minyak bumi didapatkan dari sumber langsung
dari bagian kerak bumi dengan proses pertambangan atau kilang minyak. Kita
tidak bisa membayangkan kehidupan manusia tanpa minyak bumi, karena minyak bumi
menjadi komponen penting untuk sumber kehidupan manusia. Minyak bumi menjadi
komponen lengkap terutama sebagai bahan bakar dan sumber kehidupan.
Terbentuknya minyak bumi berlangsung selama ratusan juta
tahun, ketika tanaman atau hewan terkubur di dalam lapisan kerak. Tanaman dan
hewan yang mati akan terbawa ke dalam lapisan kerak bumi karena pergerakan
lempeng bumi. Semua sisa tanaman dan hewan akan menjadi fosil, yang kemudian
bereaksi dengan gas alam. Reaksi tersebut akan mengubah fosil menjadi cairan
yang hitam atau disebut minyak bumi.
Minyak bumi ini memiliki banyak peran dalam keidupan
manusia. Banyak manfaat dari cairan hitam yang sering menjadi rebutan berbagai
negara di dunia. Nah, berikut ini beberapa manfaat minyak bumi yang mungkin
belum kamu ketahui.
5. Dampak Minyak Bumi
Produk
minyak bumi (petroleum) membantu kita melakukan banyak hal. Kita menggunakannya
untuk bahan bakar pesawat terbang, mobil, dan truk, untuk memasak di rumah, dan
untuk membuat produk seperti obat-obatan dan plastik. Meskipun produk minyak
bumi membuat hidup menjadi lebih mudah - menemukan, memproduksi, memindahkan,
dan menggunakan mereka dapat membahayakan lingkungan melalui polusi udara dan
air.
Emisi dan Produk Sampingan Apakah yang Dihasilkan
dari Pembakaran Produk Minyak Bumi?
Produk minyak bumi mengeluarkan emisi berikut ketika mereka dibakar sebagai bahan bakar:
Produk minyak bumi mengeluarkan emisi berikut ketika mereka dibakar sebagai bahan bakar:
·
Karbon dioksida (CO2)
·
Karbon monoksida (CO)
·
Sulfur dioksida (SO2)
·
Nitrogen oksida (NOx)
·
Volatile Organic Compounds
(VOC)
·
Materi partikulat
·
Timbal dan berbagai racun di
udara seperti benzena, formaldehida, asetaldehida, dan 1,3-butadiena dapat
dilepaskan saat beberapa jenis minyak dibakar.
Hampir
semua produk samping memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan
manusia:
·
Karbon dioksida adalah gas
rumah kaca dan sumber global warming.
·
SO2 menyebabkan hujan asam,
yang berbahaya bagi tanaman dan hewan yang hidup di air, dan juga memperburuk
atau menyebabkan penyakit pernapasan dan penyakit jantung, terutama pada
anak-anak dan orang tua.
·
NOx dan VOC berkontribusi
mempengaruhi tingkat ozon, juga mengganggu dan merusak paru-paru.
6. Hukum Dapat Membantu
Mengurangi Polusi yang Diakibatkan Penggunaan Minyak Bumi
Selama
bertahun-tahun, teknologi dan hukum telah membantu mengurangi masalah yang
terkait dengan produk minyak bumi. Seperti industri yang lainnya, Pemerintah
memantau bagaimana minyak diproduksi, disuling, disimpan, dan dikirim ke pasar
guna mengurangi dampak terhadap lingkungan. Sejak tahun 1990, bahan bakar
seperti bensin dan solar telah diperbaiki kualitasnya sehingga mereka
menghasilkan lebih sedikit polusi saat kita menggunakannya.
7. Teknologi Dapat Membantu
Mengurangi "Jejak" Pengeboran Minyak
Eksplorasi
dan pengeboran minyak dapat mengganggu habitat di daratan dan lautan. Teknologi
baru telah banyak mengurangi jumlah dan luas daerah yang terganggu oleh
pengeboran, kadang-kadang disebut "jejak" pengeboran. Satelit, GPS,
perangkat penginderaan jauh, dan teknologi seismik 3-D dan 4-D memungkinkan
untuk menemukan cadangan minyak dengan lebih sedikit pengeboran sumur.
Pengeboran
horizontal dan directional drilling memungkinkan sumur tunggal
menghasilkan minyak dari daerah yang jauh lebih luas. "Jejak"
produksi saat ini juga lebih sedikit dibandingkan 30 tahun yang lalu karena
pengembangan movable drilling rigs dan slimhole, rig
pengeboran yang lebih kecil.
Ketika
minyak di sumur sudah tidak ekonomis untuk diproduksi, sumur harus ditutup
hingga menjadi sulit untuk mengatakan bahwa sumur tersebut pernah ada.
Dalam program rig-to-reefs, beberapa rig lepas pantai tua yang terbalik dan karam di dasar laut digunakan untuk terumbu buatan bagi ikan dan kehidupan laut lainnya. Dalam waktu enam bulan sampai satu tahun setelah rig digulingkan, rig tersebut akan tertutup oleh karang, spons, kerang, dan makhluk laut lainnya.
Dalam program rig-to-reefs, beberapa rig lepas pantai tua yang terbalik dan karam di dasar laut digunakan untuk terumbu buatan bagi ikan dan kehidupan laut lainnya. Dalam waktu enam bulan sampai satu tahun setelah rig digulingkan, rig tersebut akan tertutup oleh karang, spons, kerang, dan makhluk laut lainnya.
Jika
minyak tumpah ke sungai atau lautan, hal ini dapat membahayakan satwa liar.
Ketika berbicara mengenai "tumpahan minyak," orang biasanya berpikir
tentang minyak yang bocor dari kapal yang terlibat kecelakaan. Jumlah minyak
yang tumpah dari kapal turun secara signifikan selama tahun 1990, sebagian
karena kapal-kapal baru memiliki lapisan double hull untuk
melindungi dari tumpahan.
8. Perembesan Alamiah
adalah Sumber Utama Minyak di Air Laut
Tumpahan
minyak dari kapal dan platform lepas pantai merupakan sumber umum bagi minyak
yang ditemukan dalam air laut, namun banyak pula minyak yang masuk ke air dari
rembesan minyak alami yang berasal dari dasar laut. Perembesan alami mungkin
merupakan sumber "besar" bagi minyak yang masuk ke lingkungan global,
tetapi rembesan ini lambat, kecil, dan menyebar di daerah yang luas, dan
ekosistem telah beradaptasi dengannya. Hal ini berkebalikan bila dibandingkan
dampak bencana yang disebabkan tumpahan kapal tanker atau kebocoran sumur pada
daerah terdampak.
Kebocoran
juga terjadi ketika kita menggunakan produk minyak bumi di daratan. Misalnya,
bensin kadang-kadang menetes ke tanah ketika orang mengisi tangki bahan bakar
mereka, ketika oli motor dibuang setelah ganti oli, atau ketika bahan bakar
merembes dari tangki penyimpanan yang bocor. Saat hujan, tumpahan hanyut ke
selokan dan akhirnya mengalir ke sungai dan ke laut. Cara lain yang
kadang-kadang menyebabkan minyak mencemari air adalah ketika bahan bakar bocor
dari perahu motor dan jet ski.
Ketika terjadi kebocoran pada tangki penyimpanan atau
pipa, produk minyak bumi dapat merembes masuk ke tanah. Untuk mencegah
kebocoran tangki penyimpanan bawah tanah, semua tangki yang diperuntukkan untuk
bawah tanah seharusnya diganti dengan tangki-tangki berlapis ganda.
9. Cara penanggulangan dampak pencemaran
udara akibat minyak bumi
Berbagai penggunaan produk minyak
bumi seperti avtur, bensin, solar, dan lain-lain menimbulkan dampak tersendiri,
yaitu pencemaran di berbagai sektor. Salah satunya yaitu adalah pencemaran
udara. Dan ada berbagai cara untuk menanggulanginya. Berikut akan di jelaskan
bagaimana caranya.
a.
Mengembangkan
Mobil Listrik dan Surya
Mobil listrik
adalah mobil yang menggunakan listrik sebagai sumber tenaganya. Di Indonesia
sendiri, mobil listrik ini dikembangkan oleh LIPI ( Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia ), dan mobil ini bermerek Marlip ( Marmut Listrik LIPI )
b.
Memproduksi
Biodiesel sebagai Pengganti Penggunaan Solar
Biodiesel adalah
salah satu jenis bahan bakar yang berasal dari tumbuhan atau dari hewan yang
direaksikan dengan metanol (proses transesterifikasi) sehingga diperoleh minyak
metil ester ( ME ) yang sering disebut oleh masyarakat sebagai bioodiesel.
Indonesia, memiliki banyak sekali sumber daya alam. Sehingga sekarang telah
ditemukan lebih dari 40 jenis minyak nabati yang potensial sebagai bahan baku
biodesel di Indonesia, di antaranya adalah minyak jarak pagar, minyak kelapa,
minyak kedelai, dan minyak kapuk.
c.
Membangun
Jalur Hijau
Jalur hijau
merupakan sebuah jalur yang sering dilewati oleh banyak kendaraan bermotor yang
biasanya ditanami berbagai macam jenis tanaman atau pepohonan di sepanjang
jalan. Pepohonan yang ditanam di sepanjang jalur hijau ini akan menghisap semua
gas CO2 yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor berbahan bakar
bensin ini. Gas CO2 sangat dibutuhkan oleh pohon hijau tersebut
karena dalam proses fotosintesis, dibutuhkan gas CO2. Proses
fotosintesis itulah yang bisa sangat bermanfaat bagi manusia. Selain dapat
mengurangi dampak dari pencemaran udara akibat penggunaan bahan bakar minyak
bumi, hasil dari proses fotosintesis tersebut adalah gas O2 (oksigen), yaitu gas yang kita hirup
sehari-hari. Oleh karena itu, membangun jalur hijau merupakan salah satu cara
yang cukup efektif untuk mengurangi pencemaran udara.
d.
Memproduksi
Bensin Bebas Timbel
TEL (
Tetra Ethyl Lead ) yang ditemukan
oleh ilmuwan Amerika bernama Thomas Midgley ini, semula berguna untuk mengurangi ketukan pada mesin dan TEL ini
ditambahkan ke dalam bensin untuk meningkatkatkan kualitasnya. Namun, setelah
dilakukan penelitian secara mendalam, ternyata TEL ini memiliki dampak yang
sangat buruk bagi kesehatan, dan hal itu membuat penggunaan timbel pada bensin
dipertanyakan. Para ilmuwan pun mulai mencari cara untuk mengganti timbel
tersebut dan akhirnya menemukan MTBE ( methyl-tertiary-butylether ).
Namun setelah diteliti lagi, ternyata MTBE merupakan zat nondegradable ( sukar terurai dalam tanah )
e.
Memproduksi
Bioetanol sabagai Pengganti Bensin
Bioetanol adalah
etanol yang diproduksi dari tumbuhan, misalnya air tebu yang biasanya
dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan baku pembuatan gula. Bioetanol tersebut
ternyata dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor menggantikan
bensin. Baik yang murni maupun yang dicampur dengan bensin. Bensin yang
dicampur dengan alkohol biasa dikenal sebagai gasohol. Dan campuran yang
digunakan dalam gasohol misalnya E85 ( 85% bensin, dan 15% alkohol ) dan E80 (
80% bensin, dan 20% alkohol ).
f.
Memberlakukan
Car Free Day ( Hari Bebas Kendaraan Bermotor )
Car Free Day atau
yang lebih kita kenal sebagai hari bebas kendaraan bermotor adalah salah satu
program dari pemerinyah RI untuk menanggulangi pencemaran udara akibat
penggunaan kendaraan bermotor. Program tersebut sudah lama diberlakukan di
Indonesia, khususnya di Jakarta setiap hari Minggu. Jakarta dipilih sebagai
kota tempat dibelakukannya program tesebut karena menurut riset yang dilakukan,
Jakarta merupakan kota penghasil polusi udara terbesar di Indonesia.
g.
Mengembangkan
Mobil Hibrida
Mobil hibrida
merupakan salah satu terobosan baru dalam dunia otomotif. Energi yang digunakan
oleh mobil hibrida ini berasal dari gabungan mesin pembakar internal ( sumber
energi BBM ) dan listrik ( sumber energi baterai ). Dengan penggunaan energi
gabungan tersebut, penggunaan bahan bakar minyak menjadi lebih hemat dan irit.
h.
Menggunakan
Sepeda
Sepeda merupakan
alat transportasi darat yang dalam penggunaanya sama sekali tidak memerlukan
bahan bakar minyak. Sepeda dapat digerakkan hanya dengan mengayuhnya saja.
Memang memerlukan tenaga dalam menggunakannya. Namun, akan ada begitu banyak
manfaat apabila kita menggunakan sepeda.
DAFTAR PUSTAKA
http://deccabesabaak.blogspot.co.id/2013/02/v-behaviorurldefaultvmlo.html
LIMBAH KIMIA INDUSTRI
LIMBAH KIMIA INDUSTRI
Limbah adalah
buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun
domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis
limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air
kakus (black water), dan ada air buangan dari
berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water). [1
Limbah padat lebih dikenal
sebagai sampah, yang seringkali
tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila
ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik
dan Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran
limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan
manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya
keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik
limbah.
Limbah
Industri pada umumnya pencemaran air lebih banyak ditimbulkan oleh kegiatan
industri yaitu dari limbah-limbah industri yang tidak melalui proses pengolahan
limbah terlebih dahulu. Adapun jenis-jenis limbah industri pencemar air
diantaranya :
1. Limbah
Industri Pangan Sektor Industri/usaha kecil pangan yang mencemari lingkungan
antara lain: tahu, tempe, tapioka dan pengolahan ikan (industri hasil laut).
2. Limbah
Industri Kimia & Bahan Bangunan Industri kimia seperti alkohol dalam proses
pembuatannya membutuhkan air sangat besar, mengeakibatkan pula besarnya limbah
cair yang dikeluarkan kelingkungan sekitarnya. Air limbahnya bersifat mencemari
karena didalamnya terkandung mikroorganisme, senyawa organik dan anorganik baik
terlarut maupun tersuspensi serta senyawa tambahan yang terbentuk selama proses
permentasi berlangsung.
3. Limbah
Industri Sandang Kulit & Aneka Sektor sandang dan kulit seperti pencucian
batik, batik printing, penyamakan kuit dapat mengakibatkan pencemaran karena
dalam proses pencucian memerlukan air sebagai mediumnya dalam jumlah yang
besar.
4.
Limbah Industri Logam & Ekektronika
Walaupun industri baja/logam tidak menggunakan larutan kimia, tetapi industri
ini memcemari air karena buanganya dapat mengandung minyak pelumas dan
asam-asam yang berasal dari proses pickling untukmembersihkan bahan plat,
sedangkan bahan buangan padat dapat dimanfaatkan kembali
Limbah
industri
limbah industri adalah
sisa buangan yang dihasilkan dari proses produksi pada suatu industri. Tentu
saja karena sifatnya industri, maka jumlahnya lebih besar daripada limbah skala
domestik atau rumah tangga. Diperlukan penanganan yang serius untuk limbah
industri karena dampaknya pada lingkungan lebih besar daripada limbah domestik.
Ada dua macam limbah industri, yakni limbah dalam bentuk cair dan juga limbah
dalam bentuk padat yang biasa disebut sampah.
Dampak limbah industri kepada lingkungan
Dampak
limbah dari industri pangan
Industri pangan adalah
suatu usaha yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari dan juga
termasuk dalam salah satu penghasil limbah industri. Beberapa industri pangan
yang menghasilkan pencemaran lingkungan antaranya adalah industri tempe tahu,
pengolahan hasil laut dan tepung tapioka. Limbah ini dapat dihasilkan ketika
proses pencucian atau pengolahan.
Dampak
limbah dari industri sandang
Limbah dari industri
sandang ini tidak kalah serius ancamannya bagi lingkungan dari pada industri
pangan. Seperti misalnya dalam kegiatan penyamakan kulit, batik printing dan
bahan sandang lainnya tidak dapat
dihindari proses pencelupan yang menggunakan zat kimia.
Dampak
limbah dari industri kimia
Industri kimia dan bahan
bangunan dapat menjadi ancaman serius bagi keberlangsungsan makhluk hidup,
entah itu dalam skala besar atau skala kecil. Sebagai contoh, untuk memproduksi
alkohol, dibutuhkan air dalam jumlah yang cukup besar. Sama seperti yang
terjadi dalam industri sandang, limbah dari produksi alkohol jelas berupa
limbah cair dalam jumlah besar. Dalam limbah cair ini pasti terkandung senyawa
organik, anorganik dan mikroorganisme serta bahan berbahaya lainnya.
Dampak
limbah dari industri logam, elektronika dan pelumas
Dampak limbah industri ini juga sama bahayanya dengan yang lain. Misalnya dalam proses produksi baja yang menggunakan berbagai macam mesin dan cor menghasilkan limbah berupa asap, gas dan debu.
Jenis-jenis
limbah industri
Jika kita berbicara
mengenai limbah industri dilihat dari karakternya, maka limbah industri dapat
dikategorikan dalam beberapa jenis limbah, yakni padat, cair dan gas. Ada juga
limbah dalam bentuk partikel. Limbah industri dalam skala apapun adalah ancaman
bagi keberlangsungan makhluk hidup dan ekosistem dimana makhluk itu tinggal.
Sehingga penanganan limbah industri tidak boleh dianggap sepele jika tidak
menghendaki kerugian yang lebih besar terjadi. Kesadaran tentang bahaya limbah
industri ini harus dimiliki oleh siapapun, baik pemilik modal yang mendirikan
industri, birokrasi yang memberikan ijin dan juga masyarakat di manapun mereka
berada. Hal ini untuk menumbuhkan sinergi yang baik untuk mencari solusi
bagaimana industri tidak terhambat pertumbuhannya, namun juga tidak mencemari
lingkungan. (iwan)
PENANGANAN
LIMBAH KIMIA
Tiap tahun limbah kimia
semakin banyak, berjalan bersamaan denganpertumbuhan jasa pelayanan analisis
bahan dan produk serta laboratorium yang memberikan pelayanan kesehatan semakin
banyak, Perguruan Tinggi yang menyediaakan jasa pelayanan analisis bahan dan
produk dengan kegiatan pengembangan penelitian semakin banyak, kemudian
kualitas air limbah yang dihasilkan pada penyedia jasa pelayanan analisis bahan
atau produk yang mengandung berbagai zat kimia yang dapat mengakibatkan
pencemaran air sungai jika dibuang langsung ke badan air penerima, dan beberapa
departemen pemerintahan saat ini juga banyak mengembangkan pelayanan analisis
bahan dan produk dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sumber air limbah dapat berasal dari:
a) Bahan kimia yang telah dipergunakan untuk
melakukan analisis bahan, produk dan kegiatan penelitian,
b) Bahan kimia sisa, bahan kimia yang telah
kadaluwarsa (tidak terpakai) dan sisa sampel yang sudah tidak terpakai,
c) Pencucian peralatan-peralatan yang telah
dipergunakan dalam melaksanakan analisis dan kegiatan penelitian,
d) Limbah cair yang berasal dari wastetafle
(alat cuci tangan).
Berdasarkan data kualitas air limbah
tersebut, dimana banyak mengandung berbagai jenis bahan kimia dan sifatnya
anorganik, maka air limbah ini dapat dilakukan pengolahan secara kimia-fisik
dengan tahapan proses pengolahan seperti berikut :
1. Penampungan
air limbah, Air limbah yang berasal dari laboratorium
dialirkan menuju bak penampung air limbah, waktu tinggal dalam bak penamung ini
ditetapkan kurang lebih 12 jam
2. Proses
Netralisasi , Air limbah yang berada dalam bak penampung
air limbah dipompa menuju tangki netralisasi, pada tangki netralisasi
ditambahkan bahan kimia yang bersifat basa untuk menaikkan derajat keasaman
(pH) hingga maksium pH 8.
3. Proses
Koagulasi, Air limbah yang telah mengalami proses netralisasi dialirkan
secara gravitasi menuju bak koagulasi.
4. Proses
Flokulasi, Air limbah yang telah mengalami proses koagulasi dialirkan
secara gravitasi menuju bak flokulasi. Pada bak flokulasi ditambahkan bahan
kimia Ploy aluminium chlorida (PAC) atau flokulan lainnya, penambahan flokulan
dapat menurunkan derajat keasaman (pH)
5. .Proses
Pemisahan Flok Air limbah yang telah mengalami proses flokulasi
dialirkan secara gravitasi menuju bak clarifier. Pada bak clarifier akan
terjadi pemisahan antara air limbah dan flok yang terbentuk.
DAFTAR PUSTAKA
referensi :
http://kakisewu.wordpress.com/2008/03/28/dampak-limbah-industri/
Langganan:
Postingan (Atom)









