.

Tampilkan postingan dengan label 085-Ayu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 085-Ayu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Agustus 2016

Penerapan Kimia Hijau di dalam Industri Farmasi












Oleh : Ayu Larasati Kimia hijau telah berkembang dari sebuah ide kecil menjadi pendekatan baru untuk berbasis ilmiah lingkungan perlindungan.
Dengan menggunakan prosedur kimia hijau, Dapat meminimalkan limbah bahan, menjaga atom ekonomi dan mencegah penggunaan bahan kimia berbahaya. Peneliti dan perusahaan farmasi harus didorong untuk mempertimbangkan prinsip-prinsip green kimia saat merancang proses dan memilih reagen.



Tujuan dirancangnya konsep kimia hijau adalah untuk meminimalkan kerusakan lingkungan dan gangguan kesehatan manusia yang disebabkan karena pencemaran lingkungan karena zat kimia. Caranya bukan dengan menghilangkan proses kimia, melainkan dengan merubah proses kimia agar meminimalkan pencemaran. (Bharati V. Badami, 2008).

12 Prinsip Kimia Hijau :
  1. Pollution Prevention (pencegahan pencemaran). Contoh : limbah transportasi, penyimpanan, dan perawatan.
  2. Atom Economy (ekonomi atom). Contoh : mengembangkan bahan awal menjadi produk lebih efisien dan meminimalkan limbah.
  3. Less Hazardous Chemical Synthesis (meminimalkan sintesis kimia yang toksis). Contoh : desain produk dengan mengurangi reagen bila memungkinkan dan meminimalisir limbah. 
  4. Designing Safer Chemicals (mendiseain produk kimia dengan toksisitas yang sekecil mungkin). 
  5. Safer Solvents and Auxiliaries (penghematan pelarut dan senyawa pembantu lainnya)
  6.  Design for Energy Efficiency (penghematan energi)
  7. Use of Renewable Feedstocks (penggunaan bahan yang dapat diperbaharui)
  8. Reduce Derivatives (menghemat derivative)
  9. Catalysis (penggunaan katalis)
  10. Design for Degradation (desain degradasi produk)
  11. Real-time analysis for Pollution Prevention (analisis pencegahan pencemaran)
  12. Inherently Safer Chemistry for Accident Prevention (meminimalkan kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja); (Anastas dan Warner,1998).
Bagaimanakah Peran Kimia Hijau Dalam Industri Farmasi ?
Sumber : www.dw.com


Perusahaan farmasi dapat mempengaruhi dan meningkatkan kinerja lingkungan dengan memanfaatkan kimia hijau . Kimia hijau sedang digunakan untuk mengembangkan metode pemberian obat revolusioner yang lebih efektif dan kurang toksik dan dapat menguntungkan jutaan dari pasien , beberapa dari mereka yang dijelaskan di sini.
Phosphoramidite berbasis, sintesis fase padat dari oligonukleotida antisense telah dimodifikasi untuk mengakomodasi prinsip-prinsip kimia hijau oleh menghilangkan penggunaan dan generasi bahan beracun dan memungkinkan penggunaan kembali bahan berharga seperti amidites, dukungan dan kelompok melindungi, sehingga meningkatkan ekonomi atom dan efisiensi biaya.
katalis logam kiral mengandung BINAP (2,2'- bis (diphenylphosphino) -1,1'-Binaphthyl) ligan dengan hasil  baik. ligan kiral ini banyak digunakan dalam sintesis asimetris.
  Ikatan karbon-karbon membentuk reaksi adalah alat yang paling penting untuk membangun molekul organik. Reaksi dengan gugus fungsi dikonversikan menjadi yang lain disedut sebagai perubahan gugus fungsi (functional groups interconversions) disingkat FGI. Penyusunan ruang dari suatu subtitusi dapat mempunyai sebuah dampak yang signifikan pada kereaktifan dan interaksi terhadap molekul yang lain. Banyak obat yang bersifat kiral harus dibuat dengan kemurnian enantiomer yang tinggi karena enantiomer yang lain mungkin akan tidak aktif atau memiliki efek samping. Dengan demikian, ada kebutuhan untuk mengembangkan metode untuk mensintesis senyawa organik sebagai salah satu enantiomer  murni dan menggunakan teknik-teknik ini disebut sebagai sintesis asimetris (asymmetric synthesis). Oleh karena itu, reaksi pembentukan ikatan karbon-karbon, sintesis asimetris, desain ligan kiral baru, reaksi ramah lingkungan dan sintesis ekonomis atom adalah tujuan utama penelitian saat ini.

Hijau sintesis untuk menengah kunci atorvastatin telah dikembangkan dalam dua langkah. Langkah pertama melibatkan pengurangan biocatalytic etil-4- chloroacetoacetate menggunakan ketoreductase dikombinasi dengan glukosa dan NADP-dependentdehidrogenase glukosa (GDH) untuk kofaktor regenerasi. (S) etil-4-chloro-3-hidroksibutirat.Produk diperoleh dalam hasil yang sangat baik. Dalam kedua
langkah, sebuah halohydrindehalogenase (HHDH) digunakan untuk mengkatalisis penggantian substituen kloro dengan siano, melalui reaksi dengan HCN pada pH netral dan ambient suhu. Ini enzim alami yang sangat selektif untuk reaksi.

Penggunaan Kimia Hijau di dalam Industri Farmasi 
1. Gliserol
2. Aspirin
3. Atorvastatin
4. Ibuprofen


Daftar Pustaka
Rahamawati, 2016. Pengantar Kimia organik (Online)
diakses tanggal 14 Agustus 2016

Wikipedia, Knowles William. 2016. Revolusi Industri (Online)
diakses pada tanggal 14 Agustus 2016

Anonim, 2015. The McGill Green Chemistry Journal (Di download Tanggal 14 Agustus 2016 secara Online)

Talavia Smita dan Majmudar Falguni, 2012. A tool in Pharmaceutical Green Chemistry (Di download Tanggal 14 Agustus 2016 secara Online)

Daftar Sumber Gambar
chemistry.tutorvista.com diakses tanggal 15/08/2016
www.scientificamerican.com diakses tanggal 15/08/2016
pundiglobalone.blogspot.com diakses tanggal 15/08/2016
www.merdeka.com diakses tanggal 15/08/2016
www.euvipharm.com diakses tanggal 15/08/2016
www.canadianpharmacy365.net diakses tanggal 15/08/2016



Rabu, 10 Agustus 2016

Polusi Udara Kawasan Industri



Kawasan Industri seharusnya jauh dari lingkungan masyarakat dan perlu adanya pengawasan ketat antara pemerintah dan pemilik perusahaan industri tersebut untuk dapat mengurangi dampak polusi udara dari Industri. Seperti halnya di Industri Pupuk maupun Industri yang membuang gas hasil/ sisa produksi dari pengolahan sebelum dibuang di udara harus melalui proses pemurnian terlebih dahulu.
Untuk maksud tersebut, sebelum bahan-bahan tadi keluar dari suatu industri harus diolah dahulu melalui proses pengolahan. Cara pengolahan ini tergantung dari bahan apa yang dikeluarkan. Bila gas atau uap beracun bisa dengan cara pembakaran atau dengan cara pencucian melalui proses kimia sehingga udara/uap yang keluar bebas dari bahan-bahan yang berbahaya. Untuk udara atau air buangan yang mengandung partikel/bahan-bahan beracun, bisa dengan cara pengendapan, penyaringan atau secara reaksi kimia sehingga bahan yang keluar tersebut menjadi bebas dari bahan-bahan yang berbahaya.
Kriteria Penilaian Proper tercantum dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 5 tahun 2011 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan. Peringkat kinerja lingkungan perusahaan dibedakan menjadi 5 warna, yakni emas, hijau, biru, merah dan hitam. Sebagai catatan, kriteria ketaatan digunakan untuk pemeringkatan biru, merah dan hitam. Sedangkan kriteria penilaian aspek lebih dari yang dipersyaratkan (beyond compliance) adalah hijau dan emas.
Selain usaha pemerintah dalam menilai kinerja perusahaan dalam lingkungan, peran serta masyarakat sendiri dalam upaya mengurangi dampak polusi industri juga sangat berpengaruh 

Daftar Pustaka
Petruci, Ralp H dan Suminar. 1987. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern.
Jakarta : Erlangga.
Wijatmoko Bambang, Hariadi.2008. Jurnal Pola Sebaran Limbah Industri. Sumedang : Universitas Padjajaran.

Daftar Link yang dikutip 
https://muhammadfikihramadhani.wordpress.com/2016/01/07/industri/
www.menlh.go.id

Daftar Artikel yang Dikutip dari Blog 
Afia Atep, 2013. Polusi Udara Industri Sebabkan Kanker
Afia Atep, 2013. Lingkungan Yes Industri Perusak Lingkungan No!
Afia, Atep, 2013. Industri Selaras Dengan Lingkungan
Afia, Atep.2013. Perusahaan Pencemar Lingkungan
Afia, Atep.2013. Bumi makin berdebu dan beracun 

Minggu, 07 Agustus 2016

Dampak Nitrat dan Nitrit di dalam Air Minum


Yuk sebelum kita memulai topik pembahasan judul diatas , kita bahas dahulu apa itu Pencemaran Air  J
Pencemaran air dalam air baku kandungan ammonium dan hidrogen sulfida meningkat.
 Sumber: krimsari.com

Dari jurnal Evaluasi Pencemaran Nitrat Nitrit Pada Air Minum PDAM di Jakarta bahwasanya proses aerasi merupakan proses yang cocok digunakan untuk penghilangan senyawa nitrit dengan cara klorinasi.
Parameter Fisik Air 
Sumber : www.nazava.com


Parameter Menurut PerMenKes
Bahan dan Cara Penelitian
1.Kumpulan Data Mengumpulkan berbagai jenis data dari berbagai percobaan dan pengamatan sumber air yang digunakan untuk proses pembuatan air minum



       2. Cara Pemeriksaan
a. Metode Nessier
Kadar Nitrit diukur dengan cara menggunakan asam sulfonil dan napthyl amine dimana wana sampel dibandingkan dengan warna larutan standar. Warna sampel yang paling mendekati larutan standart nitrit yang paling tinggi kadarnya.
b   b. Metode Spektrofotometri
      Alat yang digunakan adalah spektrofotometri UV-Visible pada PH 2,0-2,5, nitrit berkaitan
      dengan hasil reaks antara diazo asam sulfanilik dengan N-(1-Naftol)- etil
      endiamin (yaitu NED Dihidroklorida), maka dapat dibentuk celupan yang berwarna
      ungu kemerah-merahan. Warna tersebut mengikuti hukum Lambert-Beer dan dapat menyerap sinar dengan panjang gelombang 543 nm. Metode ini sangat akurat dan peka sehingga perlu adanya pengenceran sampel.


3. Hasil Penelitian
   Dari semua sumber mata air untuk air minum kita dapat membuat grafik sebagai berikut 

4. Pembahasan 
Dari data diatas bisa diperoleh bahwasanya kadar mangan diperoleh data dengan hasil tidak memenuhi syarat . Dengan hal tersebut dapat digunakan proses aerasi untuk menghilangkan kadar mangan tersebut.

  • Menurut wikipedia, 2016 aerasi adalah suatu proses penambahan udara/ oksigen dalam air dengan membawa air dan udara ke dalam kontak yang dekat, dengan cara menyemprotkan air ke udara (air ke dalam udara) atau dengan memberikan gelembung – gelembung halus udara dan membiarkannya naik melalui air (udara ke dalam air).
1. Menyempotkan air ke udara

2. Gelembung – gelembung halus udara dan membiarkannya naik melalui air
Sumber : ramcomas.co.id
  • Menurut artikel teknik penyaringan , 2014 aerasi adalah  proses penjernihan air dengan mengisikan oksigen ke dalam air. Dengan diisikan oksigen ke dalam air maka zat- zat yang dapat mempengaruhi rasa dan bau dari air dapat dikurangi atau dihilangkan. Selain itu partikel mineral yang terlarut dalam air seperti besi dan mangan akan teroksidasi dan secara cepat akan membentuk lapisan endapan yang nantinya dapat dihilangkan melalui proses sedimentasi atau filtrasi.

Prinsipnya dibedakan menjadi proses absorpsi (penyerapan gas) dan desorbsi (pelepasan gas).
Fungsi aerasi :
  1.    Penambahan jumlah oksigen
  2. Penurunan jumlah CO2.
  3. Menghilangkan Hidrogen Sulfida , metana (CH4) dan berbagai senyawa organik yang bersifat yolatile (menguap) berkaitan dengan rasa dan bau.
  4. Mengurangi kandungan konsentrasi zat yang terlarut (zat besi dan mangan tinggi).

Proses Aerasi
Oksigen yang ada di udara melalui proses aerasi akan bereaksi dengan senyawa ferrous dan manganous , terlarut menjadi Fe dan manganic oxide hydrates yang tidak bisa larut. Lalu dilanjutkan dengan pengendapan (sedimentasi dan penyaringan (filtrasi). Oksigen terhadap senyawa besi dan mangan di dalam air tidak selalu terjadi dalam waktu cepat. Pada Pengolaahan air minum, kebanyakan dilakukan dengan menyebarkan air agar kontak dengan udara diatas lempengan tipis atau melalui tetesan tetesan air yang kecil (Waterfall aerators). Bubble aerators dengan mencampur air dengan gelembung – gelembung udara (bubble aerator). Denagn kedua cara tersebut, oksigen pada air dapat dinaikkan sampai 60 – 80% (dari jumlah oksigen oksigen tertinggi yaitu air yang mengandung oksigen sampai jenuh. Pada waterfall aerator dapat cukup besar menghilangkan gas – gas yang terdapat dlam air dan cukup berarti menurunkan karbon dioksida, tetapi tidak memadai bila air yang diolah sangat korosif. Pengolahan selanjutnya pembubuhan kapur atau dengan saringan marmer atau dolomite yang dibakar.

Daftar Pustaka
Dikutip dari link
https://waterpluspure.wordpress.com/2010/11/03/nitrat-dalam-air-minum-dan-bahayanya-bagi-kes/
http://goelanzsaw.blogspot.co.id/2013/02/analisa-nitrit-dalam-air.html
 Dikutip dari artikel 

Santoso Budi, 1999, Ilmu Lingkungan Industri, Universitas Gunadarna, Depok.
Sukar, A. 'Ri lbgaswati dan Inswiasri.1991, Evaluasi Pencemaran Nitrat dan Nitrit Pada AIr Minum PDAM Jakarta. Jakarta 
Petruci, Ralp H dan Suminar. 1987. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern.

Jumat, 05 Agustus 2016

Efek Rumah Kaca Sebagai Dampak Pencemaran Udara





Menurut catatan Salim (2002), pencemaran udara adalah masuknya atau dimasukkannya zat, energi dan atau komponen lain ke dalam udara oleh kegiatan manusia, sehingga mutu udara turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan atau mempengaruhi kesehatan manusia. 
Segala bahan padat, gas, cair, panas, mikroorganisme yang ada di udara dan dapat menimbulkan gangguan terhadap kualitas kehidupan disebut polutan udara.

Penyebab Efek Rumah Kaca :
  1. Tingginya emisi gas rumah kaca
  2. Kerusakan hutan dan lahan
  3. Energi yang tidak ramah lingkungan dan pembuangan limbah.

Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global.
Dampak dari pemanasan global adalah:
    1. Pencairan es di kutub
    2. Perubahan iklim regional dan global
    3. Perubahan siklus hidup flora dan fauna
  • Efek rumah kaca yaitu peristiwa alamiah yang terjadi akibat pantulan panas di dalam rumah kaca yang digunkan petani menananm sayuran pada musim dingin di negara 4 musim. Sisa panas dari matahari yang seharusnya dikeluarkan ke atmosfer, dipantulkan kembali panas tersebut oleh bilik kaca dan atap kaca sehingga suhu udara di dalam bilik kaca (ruangan) tersebut naik dan menjadi hangat. Pantulan panas kembali ke ruangan yang menjadikan suhu dalam ruangan hangat disebut dengan efek rumah kaca.
  • Bagaimanakah proses terjadinya efek rumah kaca di bumi ?
  • Disekeliling bumi terdapat lapisan  selimut yang terbentuk karena adanya gas rumah kaca dan partikel melayang – layang di atmosfer bumi. Lapisan di atmosfer bumi ini memantulkan kembali panas dari bumi sehingga lapisan atau selimut yang terbentuk karena adanya rumah kaca dan partikel yang melayang – layang di atmosfer bumi hanya memberikan kontribusi yang relatif kecil terhadapnya.
  • Jika gas rumah kaca terlepas ke atmosfer dan sampai pada ketinggian toposfer. yang akan terbentuk ialah lapisan selimut atau rumah kaca yang menyelimuti bumi.Partikel yang melayang-layang di atmosfer bumi berasal dari letusan gunung berapi berupa abu vulkanik atau debu. Saat melayang-layang di atmosfer bumi sebelum kemudian jatuh ke bumi, debu atau abu vulkanik tersebut sebagai lapisan selimut yang menyelimuti bumi.
  • Rumah kaca inilah yang akan memantulkan sebagian panas dari bumi kembali lagi ke bumi, sehingga atmosfer dan bumi menjadi hangat. Bila hal ini terus berlanjut,maka dampak efek rumah kaca yang terjadi adalah dunia terancam mengalami pemanasan global.
 Gas rumah kaca adalah gas yang timbul secara alamiah dan merupakan akibat kegiatan industri. Contoh gas rumah kaca :

1.    Karbon dioksida
2.    Metana
3.    Nitrogen oksida


Efek rumah kaca menurut H. J. Mukono biasa juga disebut sebagai the greenhouse effect yang berpengaruh terhadap kehidupan di bumi yang memerlukan energi dan radiasi panas matahari. Radiasi panas bergelombang pendek (0,3 sampai dengan 3 um) yang ditangkap dan diserap oleh atmosfer bumi, menjadi penyebab suhu di atmosfer bumi meningkat. Sebagian radiasi panas ini akan diteruskan ke ruang angkasa dan sebagian akan diserap oleh permukan bumi. Radiasi dengan panjang gelombang 3 sampai dengan 100 um selain akan menyebabkan pemanasan atmosfer bumi, akan diserap juga oleh permukaan bumi

Para pakar klimatologi memperkirakan bahwa suhu atmosfer bumi telah naik rata-rata sebesar 0,5 derajat celcius dari 100 tahun yang lalu. Pendapat tersebut juga didukung berdasarkan pengamatan 30 tahun terakhir ini, yaitu terjadi kenaikan suhu rata-rata udara di seluruh dunia sebesar 2 derajat celcius. Pada beberapa bagian belahan bumi ada kenaikan suhu rata-rata udaranya lebih besar dari 2 derajat celcius, misalnya kota bandung mencapai hampir 4 derajat celcius, kota jakarta 5 derajat celcius. Kenaikan suhu rata-rata tersebut akan terus bertambah bila tidak ada usaha pencegahan pemanasan global ini. Ini berarti bahwa bencana benar-benar mengancam umat manusia. Bencana tersebut yaitu berupa dampak pemanasan global akibat efek rumah kaca.

Pencegahan Efek Rumah Kaca :
1.    Penananaman pohon per tahun bisa menurunkan emisi gas rumah kaca.
2.    Pengendalian kebakaran hutan dan lahan
3.    Pengelolaan sistem jaringan dan tata air
4.    Rehabilitasi hutan dan lahan
5.    Pengggunaan energi ramah lingkungan dan transportasi yang efisien.

Daftar Pustaka : 
Wisnu Arya Wardhana, 2010. Dampak Pemanasan Global. Penerbit CV Andi
Offset : Yogyakarta.
Akhadi, M. 2013. Isu Lingkungan Hidup. Graha Ilmu. Jakarta.
Alamendah. 2014. Sumber dan Penyebab Pencemaran Udara.
http://alamendah.org/2014/08/07/penyebab-pencemaran-udara/ 



Dikutip Link : 
http://mr-kazikame.blogspot.co.id/2013/05/efek-rumah-kaca-penyebab-dan-cara.html
http://www.pengertianpakar.com/2015/04/pengertian-dan-proses-terjadinya-efek-rumah-kaca.html

Rabu, 03 Agustus 2016

Pencemaran Air Buangan Limbah Industri




Bagaimana pencemaran Air Buangan Industri meluas , yuk kita simak artikel dibawah ini ? 


Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air
seperti danau, sungai , lautan, dan tanah akibat aktivitas manusia. Ciri air yang
mengalami pencemaran sangat bervariasi tergantung dari jenis air dan polutan atau
komponen yang mengakibatkan polusi.
Beberapa sifat sifat perbedaan polutan air :
  1. Padatan
  2. Bahan buangan yang membutuhkan oksigen (oxygen-demanding wastes)
  3. Mikroorganisme
  4. Komponen organik sintetik
  5. Nutrien tanaman
  6. Minyak
  7. Senyawa anorganik dan mineral
  8. Bahan radioaktif
  9. Panas
Sifat – Sifat Air Tercemar
  1. Nilai pH, keasaman dan alkalinitas
  2. Suhu
  3. Warna, bau dan rasa
  4. Jumlah padatan
  5. Nilai BOD/COD
  6. Pencemaran mikroorganisme patogen
  7. Kandungan minyak
  8. Kandungan logam berat
  9. Kandungan bahan radioaktif
Jenis Pencemaran Air :
1. Pencemaran Mikroorganisme dalam Air Contoh: Kuman penyebab penyakit pada makhluk hidup seperti bakteri, virus, protozoa, dan parasit. 

2. Pencemaran Air oleh Bahan Anorganik Nutrisi Tanaman  ContohPenggunaan  pupuk nitrogen dan fosfat dalam bidang pertanian telah dilakukan sejak lama secara meluas.Pupuk kimia ini dapat menghasilkan produksi tanaman yang tinggi sehingga menguntungkan petani. Tetapi dilain pihak, nitrat dan fosfat dapat mencemari sungai, danau,dan lautan.

3.Pencemar Bahan Kimia Anorganik Bahan kimia anorganik seperti asam, garam , dan bahan toksik (racun) logam lainnya seperti timbal (Pb), kadmium (Cd), merkuri (Hg) dalam kadar yang tinggi dapat menyebabkan air tidak enak diminum. Dapat menyebabkan matinya kehidupan air pencemaran bahan tersebut juga dapat menurunkan aktivitas produksi tanaman pangan dan merusak peralatan yang dilalui air tersebut karena korosif.

Air limbah adalah air yang bercampur zat padat (dissolved dan suspended) yang berasal dari kegiatan rumah tangga, pertanian, perdagangan dan industri. Oleh karena itu, dipastikan bahwa air buangan atau air limbah industri bisa menjadi penyebab air tercemar jika tidak diolah sebelum dibuang ke badan air.
Menurut Alaerts dan Santika , 1987 terdapat beberapa parameter yang umum digunakan sebagai indikator kualitas air limbah diantaranya adalah :
1. BOD (Biological Oxygen Demand) 
merupakan parameter pengukuran jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri untuk mengurai hampir semua zat organik yang terlarut dan tersuspensi dalam air buangan. Digunakan untuk menentukan beban cemaran terhadap air buangan domestik atau industri juga untuk mendesain pengolahan limbah bilogi bagi air tercemar. Pengurai zat organik yaitu suatu badan air tercemar oleh zat organik maka bakteri dapat menghabiskan oksigen terlarut dalam air selama proses biodegradable mengakibatkan kematian biota air dan keadaan badan air menjadi anaerobik ditandai timbul bau busuk.
Biodegradable : Biodegradation (Biodegradasi) dan Able (Mampu). Biodegradasi adalah proses pengomposan sampah-sampah di dunia ini, dimana unsur organik mereka akan terurai dengan bantuan Mikroba. Proses ini sangat penting bagi lingkungan hidup kita. Jika sampah bisa terurai, maka jalan bagi kehidupan baru akan terbuka. Biodegradasi biasanya dilakukan oleh alat yang disebut Dekomposer. Jadi, jika arti dari kata Biodegradable pada kemasan adalah Bahan Organik yang Mampu diuraikan.

2. COD (Chemical Oxygen Demand) 
jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-zat organik yang terdapat dalam limbah cair dengan memanfaatkan oksidator kalium dikromat sebagai sumber oksigen. Angka COD merupakan ukuran bagi pencemaran air oleh zat organik yang secara alamiah dapat dioksidasi melalui proses biologis dan dapat menyebabkan berkurangnya oksigen terlarut dalam air.

3. Total Suspended Solid (TSS) 
Zat yang tersuspensi biasanya terdiri dari zat organik dan anorganik yang melayang-layang dalam air, secara fisika zat ini sebagai penyebab kekeruhan pada air. Limbah cair yang mempunyai kandungan zat tersuspensi tinggi tidak boleh dibuang langsung ke badan air karena disamping dapat menyebabkan pendangkalan juga dapat menghalangi sinar matahari masuk kedalam dasar air sehingga proses fotosintesa mikroorganisme tidak dapat berlangsung.

4. Dissolved Oxygen (DO) Kadar oksigen terlarut dalam air. Semakin kecil nilai DO dalam air, tingkat pencemaran semakin tinggi. DO penting dalam pengoperasian sistem salluran pembuangan maupun pengolahan limbah.

5. pH Tingkat ukuran keasaman atau kebasaan limbah. Nilai air yang tidak tercemar oleh cemaran bernilai 6,5 – 7,5 . Air yang memiliki nilai lebih kecil dari pH normal akan bersifat asam. Air yang memiliki nilai lebih kecil maupun lebih besar dari normal tidak baik bagi kehidupan mikroorganisme. 

Daftar Pustaka 
dikuti dari link 
http://kliksma.com/2015/03/pengertian-biodegradable.html
http://inspeksisanitasi.blogspot.co.id/2012/01/indikator-kualitas-air-limbah.html
http://ensiklobiologi.blogspot.co.id/2013/05/parameter-kualitas-limbah.html
Vogel. 1985. Kimia Dasar. Bandung : Remaja Karya.
Santoso Budi, 1999, Ilmu Lingkungan Industri, Universitas Gunadarna, Depok.