.

Tampilkan postingan dengan label @TB06. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @TB06. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Februari 2017

Industri petrokimia


Petrokimia adalah bahan kimia apapun yang diperoleh dari bahan bakar fosil. Ini termasuk bahan bakar fosil yang telah dipurifikasi seperti metana, propana, butana, bensin, minyak tanah,  bahan bakar diesel, bahan bakar pesawat, dan juga termasuk berbagai bahan kimia untuk pertanian seperti pestisida, herbisida, dan pupuk, serta bahan-bahan seperti plastik, aspal, dan serat buatanPetrokimia bisa juga disebut suatu industri yang bergerak pada pengolahan bahan kimia dengan menggunakan bahan baku dari hasil dari proses pengolahan minyak bumi dan gas bumi yang tersedia. 

Pada dasarnya, industri petrokimia terbagi dalam tiga bagian besar, yaitu:
1. Produk petrokimia hulu.
Bagian hulu bertindak sebagai proses pengolahan produk dasar (premier) dan akan menghasilkan produk setengah jadi (produk antara) maupun langsung dapat diolah enjadi produk jadi pada bagaian industri hilir. Contoh produk hulu yang diolah menjadi produk setengah jadi anatara lain: propilena, benzena, toluena, etilena, methanol dan sebagainya.

2.  Produk antara.
Produk antara merupakan hasil dari proses pengolahan petrokimia hulu dan selanjutnya akan diolaha menjadi produk siap pakai (jadi) maupun produk yang masih bisa diolah pada proses selanjutnya, contoh dari produk anatara ialah polietilena, ammonia, butena, dikloroetilen-vinil klorida dan sebagainya.

3.  Produk petrokimia hilir.
Bagian ini bergerak sebagai pengolah produk antara menjadi produk jadi sehingga dapat digunakan oleh masyarakat. Berbagai macam jenis produk jadi dengan fungsinya masing-masing seperti pupuk, serat pakaian, alat kosmetik, bahan pelarut, cat, lilin, karet nilon, bahan peledak dan berbagai jenis produk lain.

Jenis limbah petrokimia :
  1. Limbah pencemar gas atau limbah gas, yaitu gas-gas buangan proses, seperti gas CO2, CO, H2S.
  2. Limbah pencemar cair atau limbah cair, yaitu air buangan atau air yang berbentuk larutan buangan proses.
a.     Proses pengolahan limbah cair unit effluent treatment
Dimulai dengan proses pengolahan secara fisika yaitu pengolahan secara mekanis atau tanpa penambahan zat kimia seperti penyaringan atau pengendapan.
b.    Proses pengolahan limbah cair unit advanced treatment
Dilakukan secara kimia dengan penambahan larutan kapur. Limbah dari plant 1, 2, 3 ditampung dan diendapkan di open ditch
  1. Limbah pencemar padat atau limbah padat, yaitu limbah padat buangan atau yang berbentuk larutan buangan proses, seperti plastik-plastik dan resin-resin buangan proses, logam-logam berat (seperti: Pb, Hg, Cd, Fe,Cu dll).


Berikut ini adalah sebagian daftar dari produk-produk petrokimia yang sudah digunakan komersial beserta dengan turunannya:
a.    etilena - olefin paling sederhana, digunakan sebagai bahan baku
b.    polietilena - polimerisasi dari etana
c.    etanol - melalui reaksi hidrasi etilena (reaksi kimia dengan menambahkan air)
d.    etilena oksida - melalui oksidasi etilena
e.     etilena glikol - diperoleh melalui hidrasi etilena oksida
f.     coolant- campuran air, etilena glikol, dan inhibitor
g.    poliester- polimer dengan senyawa ester sebagai rantai utamanya
h.     eter glikol - diperoleh melalui kondensasi glikol


 Industri petrokimia







Efek Rumah Kaca

Menurut Wikipedia Efek rumah kaca merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.
Efek rumah kaca dapat digunakan untuk menunjuk dua hal berbeda: efek rumah kaca alami yang terjadi secara alami di bumi, dan efek rumah kaca ditingkatkan yang terjadi akibat kegiatan manusia (lihat juga pemanasan global). 
Secara general efek rumah kaca merupakan peristiwa memantulnya kembali panas yang dipantulkan bumi ke angkasa kembali kebumi karena adanya gas yang memiliki sifat seperti kaca sehingga panas bumi meningkat.
Penyebab efek rumah kaca disebabkan karena meningkatnya konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Meningkatnya konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh banyaknya pembakaran bahan bakar minyak, batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melebihi kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerapnya.
Dampak Negatif Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim, terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga akan mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga berakibat kepada beberapa pulau kecil tenggelam di negara kepulauan , yang membawa dampak perubahan yang sangat besar.


Link
Wardhana, Wisnuarya. 2010. Penyebab Rumah Kaca dan Dampaknya. http://www.pengertianpakar.com/2015/04/pengertian-dan-proses-terjadinya-efek-rumah-kaca.html#
Informasi Pendidikan. 2015. Pengertian dan Penyebab Rumah Kaca. http://www.informasi-pendidikan.com/2015/09/pengertian-dan-penyebab-rumah-kaca.html
Sahabat Sayanda. Pengertian Efek Rumah Kaca dan Penanggulangannya. https://www.sayanda.com/efek-rumah-kaca/
Academia. Makalah: Efek Rumah Kaca. https://www.academia.edu/8849783/Makalah_efek_rumahkaca
Glacomelli, gene A. Pengertian Efek Rumah Kaca. https://id.wikipedia.org/wiki/Efek_rumah_kaca

Penyakit Minimata Efek dari Limbah Elektronik



Penyakit ini mendapat namanya dari kota Minamata, Prefektur Kumamoto di Jepang, yang merupakan daerah di mana penyakit ini mewabah mulai tahun 1958. Pada waktu itu terjadi masalah wabah penyakit di kota Minamata Jepang. Ratusan orang mati akibat penyakit yang aneh dengan gejala kelumpuhan syaraf. Mengetahui hal tersebut, para ahli kesehatan menemukan masalah yang harus segera di amati dan di cari penyebabnya. Melalui pengamatan yang mendalam tentang gejala penyakit dan kebiasaan orang jepang, termasuk pola makan kemudian diambil suatu hipotesis. Hipotesisnya adalah bahwa penyakit tersebut mirip orang yang keracunan logam berat. Kemudian dari kebudayaan setempat diketahui bahwa orang Jepang mempunyai kebiasaan mengonsumsi ikan laut dalam jumlah banyak. Dari hipotesis dan kebiasaan pola makan tesebut kemudian dilakukan eksperimen untuk mengetahui apakah ikan-ikan di Teluk Minamata banyak mengandung logam berat (merkuri). Kemudian disusun teori bahwa penyakit tesebut diakibatkan oleh keracunan logam merkuri yang terkandung pada ikan. Ikan tesebut mengandung merkuri akibat adanya orang atau pabrik yang membuang merkuri ke laut. Penelitian berlanjut dan akihrnya ditemukan bahwa sumber merkuri berasal dar pabrik batu baterai Chisso. Akhirnya pabrik tersebut ditutup dan harus membayar kerugian kepada penduduk Minamata kurang lebih dari 26,6 juta dolar.

Yang lebih parahnya adalah ketika anak-anak yang lahir dengan berbagai gejala, kelumpuhan, cacat, keterbelakangan mental, bahkan ada yang meninggal beberapa hari setalah lahir. Padahal orang tua sang bayi dalam keadaan sehat, tanpa menunjukkan gejala-gejala tertentu. Hal ini menjadi perhatian yang serius bagi pemerintah lokal dan pusat. Apa penyebab terjadinya penyakit aneh ini.Chisso yang didirikan pada tahun 1908, merupakan pabrik yang memproduksi pupuk kimia untuk pertanian dan salah satu pabrik besar yang bergerak dalam bidang ini di Jepang. Perekonomian di Minamata menjadi kuat seiring dengan perkembangan dan besarnya jumlah produksi hasil indusri oleh Chisso.

Selain memproduksi pupuk kimia, Chisso juga memproduksi Asam asetat (Acetic acid), Vinyl Chloryde dan plasticizers. Dalam memproduksi asam asetat, Chisso menggunakan Methyl-mercury sebagai catalyst untuk membuat Acetaldehyde, Acetaldehyde inilah yang nantinya akan diubah menjadi asam asetat. Dengan sistem pengolahan limbah yang sangat buruk, Chisso membuang sampah Methyl-mercury ke teluk Minamata, hal inilah yang menjadi cikal bakal tragedy Minamata.






Pabrik Chisso
Methyl-mercury dalam tubuh dalam jumlah yang banyak akan menyebabkan gangguan pada system syaraf. Methyl-mercury akan menyerang sel-sel syaraf. Proses ini bisa dijelaskan secara umum sebagai berikut; sel syaraf yang terdiri dari Actin, Tubulin dan Neurofibril. Apabila bagian ini diserang oleh methyl-mercury maka bagian actin dan tubulin akan rusak dan menyusut, sehingga microfibril yang menyampaikan ransangan akan terbuka, sehingga terjadilah gangguan mekanisme pada system syaraf. Akibat dari terganggunya sel syaraf ini sangat fatal, dimana koordinasi otak dan anggota tubuh lainnya menjadi tidak sejalan, setiap informasi yang disampaikan oleh otak tidak akan pernah sampai secara utuh pada seluruh anggota tubuh. Hal ini dapat dilihat pada tragedy Minamata dimana penderita susah untuk berbicara, kelumpuhan, berjalan terhuyung-huyung, dan efek lainnya dari gangguan sysaraf.

SUMBER :
https://www.google.co.id/search?q=penyakit+minamata&biw=1366&bih=677&source=lnms&tbm=isch&sa=X&sqi=2&ved=0ahUKEwj1oLH4rPbRAhWJv48KHSXIAa4Q_AUIBigB#imgrc=qF-iJepo0jEzIM:
http://www.biologiedukasi.com/2015/06/penyakit-minamata-tragedi-di-teluk.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit_Minamata

Polusi dan Polutan


1.          Pengertian Polusi
Pengertian Polusi yaitu masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).



Pengertian Polutan

Polutan adalah Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran terhadap lingkungan baik (Pencemaran Udara, Tanah, Air, dsb). Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makhluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat rnemberikan efek merusak.




Polusi Berdasarkan Sifatnya

1.      Bersifat kuantitatif, yaitu terdiri dari unsur-unsur yang secara ilmiah terdapat di alam akan tetapi jumlahnya semakin bertambah. Biasanya disebabkan oleh bencana alam, perbuatan manusia dan lain – lain, contohnya karbon, nitrogen, fosfor, dan lain-lain.

2.       Bersifat Kualitatif, yaitu terdiri dari unsur yang terjadi karena berlangsungnya persenyawaan yang dibuat secara sintetis seperti, detergen, pertisida, dan lain – lain.


1. Polutan fisik, merupakan polutan yang dengan fisiknya dapat mencemarkan lingkunagn seperti pecahan kramik, pecahan kaca, dan besi tua.





2. Polutan Kimiawi, merupakan polutan yang berbentuk senyawa kimia baik senyawa sintetis ataupun yang alami, yang karena konsentrasinya cukup tinggi sehingga menimbulkan pencemaran, seperti Gas, CO2, Logam Pb atau timbal, merkuri, CO, dan SO4.





3. Polutan Biologis, merupakan polutan yang berbentuk makhluk hidup yang dapat menimbulkan pencemaran, seperti tumbuhan gulma, bakteri, ecoli, dan lainnya.





3.   
  4.Polutan Sosial Budaya, merupakan polutan yang berbentuk perilaku atau hasil budaya yang tidak sesuai dengan norma sosial budaya setempat, sehingga mengganggu sosial budaya masyarakat, seperti anak-anak yang tawuran di sekitar masyarakat.




Perbedaan Polusi dan Prolutan
Polusi artinya pencemaran, bisa pencemaran udara, suara, air, lingkungan dll.
Sedangkan Polutan itu bahan yang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan, contohnya asap, sampah, bahan berbahaya, dll.

Macam-macam polusi

Polusi Udara
Polusi ini mencemarkan udara di bumi dimana polusi in berasal dari asap pabrik dan asap dari kendaraan bermotor sehingga menghasilkan banyak gas karbondioksida yang dapat membuat udara jadi tidak bersih.



Polusi Tanah
Ternyata tanah juga dapat terpolusi oleh sampah plastik, pembuangan bekas limbah dan lain-lain sehingga tanah tidak subur dan jika ditanami oleh tanaman, tanaman tersebut akan mati.





Polusi Suara
Suara juga dapat terkena polusi, kita pasti belum tersadar akan polusi jenis ini karena kita fikir ini adalah hal biasa. Polusi suara ini disebabkan oleh suara kebisingan pesawat, suara musik yang keras dan suara dari lalu lintas dan berbagai hal lainnya.


Kontaminasi Radioaktif
Ini adalah pencemaran yang sangat berbahaya dibandingkan dari pencemaran atau polusi dari udara,tanah dan suara. Pencemaran radioaktif berasal dari kebocoran tenaga nuklir atau pembuangan limbah radio aktif yang sembarangn.




Polusi Air
Polusi air disebabkan oleh pembuangan limbah pabrik dan limbah rumah tangga ke sungai, danau dan bahkan laut sehingga air menjadi tercemar dan dapat merusak ekosistem air dan lingkungan.







Reduse
Reduce berarti kita mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan. Reduce juga berarti mengurangi belanja barang-barang yang anda tidak “terlalu” butuhkan seperti baju baru, aksesoris tambahan atau apa pun yang intinya adalah pengurangan kebutuhan. Kurangi juga penggunaan kertas tissue dengan sapu tangan, kurangi penggunaan kertas di kantor dengan print preview sebelum mencetak agar tidak salah, baca koran online, dan lainnya.



Contoh kegiatan reduce sehari-hari:

 1.Memilih produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang.
 2.Hindari memakai dan membeli produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar. 3.Menggunakan produk yang dapat diisi ulang (refill). Misalnya alat tulis yang bisa diisi ulang      kembali).
 4.Mengurangi penggunaan bahan sekali pakai.
 5.Menggunakan email (surat elektronik) untuk berkirim surat

Reuse
 Reuse sendiri berarti pemakaian kembali seperti contohnya memberikan baju-baju bekas anda ke yatim piatu. Tapi yang paling dekat adalah memberikan baju yang kekecilan pada adik atau saudara anda, selain itu baju-baju bayi yang hanya beberapa bulan dipakai masih bagus dan bisa diberikan pada saudara yang membutuhkan.


Contoh kegiatan reuse sehari-hari:

1.Memilih wadah, kantong atau benda yang dapat digunakan beberapa kali atau berulang-ulang. Misalnya, menggunakan sapu tangan dari pada menggunakan tissu, menggunakan tas belanja dari kain dari pada menggunakan kantong plastik
.
2. Menggunakan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali. 

3.Menggunakan sisi kertas yang masih kosong untuk menulis.

Recycle
 Recycle adalah mendaur ulang barang. Paling mudah adalah mendaur ulang sampah organik di rumah anda, menggunakan bekas botol plastik air minum atau apapun sebagai pot tanaman, sampai mendaur ulang kertas bekas untuk menjadi kertas kembali. Daur ulang secara besar-besaran belum menjadi kebiasaan di Indonesia. Tempat sampah yang membedakan antara organik dan non-organik saja tidak jalan. Malah akhirnya lebih banyak gerilyawan lingkungan yang melakukan daur ulang secara kreatif dan menularkannya pada banyak orang dibandingkan pemerintah.

Contoh kegiatan recycle sehari-hari:

1.Memilih produk dan kemasan yang dapat didaur ulang dan mudah terurai. Mengolah sampah kertas menjadi kertas atau karton kembali.

2. Melakukan pengolahan sampah organik menjadi kompos. Lakukan pengolahan sampah non organik menjadi barang yang bermanfaat dan bahkan memiliki nilai jual.


Sumber Kutipan:






LIMBAH INDUSTRI TAHU



Limbah Industri Tahu
                Siapa yang tidak kenal Tahu. Tahu adalah makanan yang terbuat dari bubur      kedelai dan dimasak dan biasanya hasilnya berbentuk kotak. Proses pembuatan tahu adalah sebagai berikut :




 Tetapi disini kita tidak membahas bagaiman cara membuat tahu tersebut . Kali ini kita akan lebih fokus pada limbah yang dihasil oleh suatu Industri Pabrik Tahu . Kedelai sebagai bahan  baku dari suatu tahu adalah zat oganik, walaupun bahan baku tahu adalah bahan organik, suatu pabrik tahu juga bisa menimbulkan limbah yang dapat merusak lingkungan . Contoh pencemaran yang disebabkan oleh pabrik tahu adalah air. 

 Limbah air sisa produksi suatu tahu mengandung tingkat BOD yang tinggi. Tingkat BOD yang tinggi dapat menyebabkan Akibatnya kadar oksigen terlarut akan menurun (oxygen depletion) dan kesuburan perairan meningkat. Apabila kandungan unsur-unsur hara tinggi sehingga menyebabkan perairan lewat subur (eutrophication) dapat menyebabkan peledakan pertumbuhan fitoplankton dan
dan atau zooplankton yang disebut “blooming”. Akibat blooming,kandungan oksigen terlarut akan menurun dan apabila planktonnya mati secara massal dapat mencemari perairan karena terbentuk gas-gas(seperti ammonia, hydrogen sulfida dan fosfat) dan senyawa beracun lain
(cyanoglucosida). 

Dari pertimbangan itulah harus ada sistem pengolahan limbah air di suatu pabrik tahu untuk menekan BOD . Ada beberapa cara untuk menekan BOD, salah satunya adalah dengan teknologi Penguraian Anaerob .  Penguraian Anaerob adalah penguraian dengan mikroorganisme tanpa injeksi udara/oksigen kedalam proses pengolahan. Pengolahan air limbah secara biologi anaerob bertujuan untuk merombak bahan organic dalam air limbah menjadi bahan yang lebih sederhana yang tidak berbahaya. Disamping itu pada proses pengolahan secara biologi anaerob akan dihasilkan gas-gas seperti gas CH4 dan CO2.
 

Berikut Prosesnya :  
  1. Pertama air limbah dialirkan masuk ke bak pengendap awal, untuk mengendapkan partikel lumpur, pasir dan kotoran organik tersuspesi. Selain sebagai bak pengendapan, juga berfungasi sebagai bak pengontrol aliran, serta bak pengurai senyawa organik yang berbentuk padatan, sludge digestion (pengurai lumpur) dan penampung lumpur.
  2. bak kontaktor anaerob dengan arah aliran dari atas ke bawah, dan dari bawah ke atas. Di dalam bak kontaktor anaerob tersebut diisi dengan media dari bahan plastik tipe sarang tawon.  
  3. bak kontaktor anaerob dialirkan ke bak kontaktor aerob. Di dalam  bak kontaktor aerob ini diisi dengan media dari bahan pasltik tipe rarang tawon, sambil diaerasi atau dihembus dengan udara sehingga mikro organisme yang ada akan menguraikan zat organik yang ada dalam air limbah serta tumbuh dan menempel pada permukaan media.
  4. bak pengendap akhir. Di dalam bak ini lumpur aktif yang mengandung massa mikro-organisme diendapkan dan dipompa kembali ke bagian inlet bak aerasi dengan pompa sirkulasi lumpur. Sedangkan air limpasan (over flow) dialirkan ke bak khlorinasi. Di dalam bak kontaktor khlor ini air limbah dikontakkan dengan senyawa khlor untuk membunuh micro-organisme patogen. Air olahan, yakni air yang keluar setelah proses khlorinasi dapat langsung dibuang ke sungai atau saluran umum
 Diatas adalah salah satu cara pengolahan air limbah indusri Tahu .

Terimakasih .  

DAFTAR PUSTAKA :
1. Ramadan Fajri, Dampak Industri Tahu Terhadap Lingkungan , 2014
http://fajri-fafa.blogspot.co.id/2014/06/dampak-industri-tahu-terhadap.html ( Diakses pada 04 Februai 2014 )
2.   http://www.kelair.bppt.go.id/Sitpa/Artikel/Limbahtt/limbahtt.html (Diakses pada 04 Februari 2014 )
3. http://www.enviro.bppt.go.id/Artikel/Berita/Data/14072010.htm (Diakses pada 04 Februari 2014 )
4. http://dokumen.tips/documents/bod-cod-do.html (Diakses pada 04 Februari 2014 )
5. Nadyacintabiru, Referensi Tentang Kesehatan Lingkungan, 2012
http://nadyacintabiru.blogspot.co.id/2012/10/pengelolaan-anaerob-pada-air-limbah.html 
6. Hidayat Atep, Modul Perkuliahan Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri, 2017