.

Tampilkan postingan dengan label @C08-Riki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @C08-Riki. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Februari 2017

Hujan Asam dan Dampaknya

Pengertian Hujan Asam
Sebelum kita membicarakan lebih lanjut mengenai hujan asam, perlu kita ketahui terlebih dahulu mengenai pengertian hujan asam ini. Dari pengertian kemudian kita akan membahas lebih lanjut mengenai yang lainnya. Hujan asam sebagai salah satu jenis hujan apabila dilihat dari bentuknya. Hujan asam mempunyai pengertian sebagai segala bentuk hujan yang memiliki tingkat keasaman atau pH dibawah normal, yakni dibawah 5,6. Secara umum, hujan yang turun di wilayah Indonesia memiliki pH normal sekitar 6. Dan hujan asam ini mempunyai kandungan pH di bawah kadar normal tersebut. Asamnya hujan ini dikarenakan adanya kandungan karbondioksida atau CO yang larut dengan air hujan tersebut dan memiliki bentuk sebagai asam lemah.

Proses Terjadinya Hujan Asam
Seperti halnya hujan pada umumnya yang terbentuk karena melalui beberapa tahapan atau proses terjadinya hujan, hujan asam pun juga demikian. Tahapan- tahapan yang akan dilalui dalam proses terjadinya hujan asam ini setidaknya ada enam tahapan. Tahapan- tahapan tersebut akan disajikan secara urut dan disebut dengan kronologis. Berikut ini akan dipaparkan mengenai tahapan- tahapan terjadinya hujan asam ini secara urutm yakni:





Di Bumi terdapat beragam aktivitas baik aktivitas alam maupun aktivitas manusia yang menimbulkan berbagai macam gas penyebab hujan asam, seperti karbondioksida, karbonmonoksida, sulfur dioksida, dan hidrogen sulfur.
Kemudian di Bumi juga terjadi penguapan oleh berbagai macam sumber air yang disebabkan karena pemanasan sinar matahari dan menghasilkan uap air yang banyak.
Setelah itu uap air yang timbul dari pengembunan tersebut akan bertemu dengan gas- gas yang menyebabkan terjadinya hujan asam tersebut. Yakni karbondioksida dan karbonmonoksida dengan uap air, serta hidrogen sulfur dan sulfur oksida dengan uap air.
Adanya pertemuan uap air dengan karbondioksida atau karbon monoksida ini akan menghasilkan asam yang bersifat lemah. Hidrogen oksida dan sulfur dioksida ketika bertemu dengan uap air akan menghasilkan asam yang bersifat kuat.
Kemudian kandungan syang bertemu tersebut terbawa oleh angin menuju tempat yang jauh dari sumbernya dan semakin ke atas.
Ketika sudah sampai di atas, gas yag bercampur dengan uap air tersebut akan mengalami kejenuhan sehingga menjatuhkan kandungan airnya sebagai titik- titik air. Titik- titik air inilah yeng menjadi hujan. Hujan inilah yang yang dinamakan sebgai hujan asam
Itulah kronologi atau tahapan proses terjadinya hujan asam. Tahapan- tahapan yang telah disebutkan di atas disajikan secara urut sehingga membentuk suatu kronologi. Untuk mengetaui lebih jelas dan lebih mendetail mengenai proses terjadinya hujan asam, disamping adalah visualisasi dari proses trejadinya hujan asam ini. Dalam gambar tersebut tampak asap yang diphasilkan sisa pembakan pabrik yang keluar dari cerobong asap menuju ke arah atas udara. Kemudian bercampur dengan uap air, yang pada akhirnya menghasikan hujan. Hujan ini turun di tempat yang jauh dari sumbernya karena telah terbawa oleh angin.


Manfaat Hujan Asam
Sebagai salah satu jenis fenomena alam, hujan sangat dikenal sebagai fenomena alam yang mempunyai banyak sekali manfaat bagi alam dan juga makhluk hidup yang ada di dalamnya. Bukan hanya manusia, namun juga binatang dan tumbuh- tumbuhan.
Seperti halnya hujan pada umumnya, hujan asam pun juga mempunyai sisi positif. Sisi positif ini adalah sisi kemanfaatan dari hujan asam sendiri bagi alam sekitar atau alam semesta raya. Meskipun sebenarnya hujan asam lebih identik dengan sesuatu hal yang negatif, namun keberadaannya di Bumi ternyata juga membawa sedikit manfatat. Satu- satunya manfaat dari hujan asam yang banyak diketahui oleh banyak orang adalah hujan asam ini mampu melarutkan berbagai mineral yang sangat di butuhkan oleh binatang dan juga tumbuhan yang ada di Bumi. Kandungan asam yang tinggi inilah yang mampu melakukannya (melarutkan mineral di dalam tanah). Sementara hanya inilah manfaat dari hujan asam yang mampu dipecahkan. Selain manfaat tersebut, masih ada manfaat lain yang akan kita peroleh dari turunnya hujan asam ini.

Dampak Negatif Hujan Asam
  1. Menyebabkan jumlah ikan yang ada dilaut mengalami penurunan
  2. Merusak lapisan lilin yang ada di daun tumbuhan
  3. Hilangnya beragam nutrisi yang dimiliki oleh tumbuhan
  4. Pertumbuhan akar tanaman menjadi lambat
  5. Menyebabkan manusia mudah terserang berbagai macam penyakit terutama kulit
  6. Membuat besi mudah berkarat

Sumber Referensi :

  1. http://ilmugeografi.com/fenomena-alam/hujan-asam
  2. Wilkipedia.com
  3. Modul 3 Kimia dan Lingkungan Universitas Mercubuana Fak. Tehnik
  4. www.pengertianku.net 
  5. www.academia.edu/4850782/Artikel_hujan_asam_Artikel_Hujan_Asam

Kamis, 23 Februari 2017

Lingkungan Kimia













Lingkungan Kimia adalah studi ilmiah terhadap fenomena kimia dan biokimia yang terjadi di alam. Bidang ilmu ini dapat didefinisikan sebagai studi terhadap sumber, reaksi, transpor, efek, dan nasib zat kimia di lingkungan udara, tanah, dan air; serta efek aktivitas manusia terhadapnya. Kimia lingkungan adalah ilmu antardisiplin yang memasukkan ilmu atmosfer, akuatik, dan tanah, dan juga sangat bergantung dengan kimia analitik,ilmu lingkungan , dan bidang-bidang ilmu lainnya.
Kimia lingkungan pertama kali mempelajari bagaimana cara kerja lingkungan yang tak terkontaminasi, zat kimia apa dan berapa konsentrasi yang ada secara alami, dan apa efeknya. Tanpa hal ini, mustahil untuk mempelajari secara akurat efek manusia terhadap lingkungan dengan pelepasan zat kimia.
Pencemaran udara adalah suatu kondisi di mana kualitas udara menjadi rusak dan terkontaminasi oleh zat-zat, baik yang tidak berbahaya maupun yang membahayakan kesehatan tubuh manusia. Pencemaran udara biasanya terjadi di kota-kota besar dan juga daerah padat industri yang menghasilkan gas-gas yang mengandung zat di atas batas kewajaran. Rusaknya ata semakin sempitnya lahan hijau atau pepohonan di suatu daerah juga dapat memperburuk kualitas udara di tempat tersebut. Semakin banyak kendaraan bermotor dan alat-alat industri yang mengeluarkan gas yang mencemarkan lingkungan akan semakin parah pula pencemaran udara yang terjadi. Untuk itu diperlukan peran serta pemerintah, pengusaha dan masyarakat untuk dapat menyelesaikan permasalahan pencemaran udara yang terjadi
Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial, penggunaan pestisida, masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan, zat kimia, atau limbah. air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat. Jika suatu zat berbahaya telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Menurut Keputusan Menteri Negara Kepedudukan dan Lingkungan Hidup No.02/MENLH/I/1998, yang dimaksud dengan polusi/pencemaran air adalah masuk/dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain kedalam air/udara oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, kurang atau tidak dapat berfungsi lagi dengan peruntukannya. 
Air biasanya disebut tercemar ketika terganggu oleh kontaminan antropogenik dan ketika tidak bisa mendukung kehidupan manusia, seperti air minum, dan/atau mengalami pergeseran ditandai dalam kemampuannya untuk mendukung komunitas penyusun biotik, seperti ikan. Fenomena alam seperti gunung berapi, algae blooms, badai, dan gempa bumi juga menyebabkan perubahan besar dalam kualitas air dan status ekologi air. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Pemanfaatan terbesar danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai objek wisata. Di negara-negara berkembang, seperti Indonesia, pencemaran air merupakan penyebab utama gangguan kesehatan manusia/penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di seluruh dunia, lebih dari 14.000 orang meninggal dunia setiap hari akibat penyakit yang ditimbulkan oleh pencemaran air.


 Referensi


Reaksi Kimia

Reaksi kimia adalah perubahan dalam struktur molekul. Reaksi ini bisa menghasilkan penggabungan molekul membentuk molekul yg lebih besar. Pembelahan molekul menjadi dua atau lebih molekul yg lebih kecil atau penataulangan atom atom dalam molekul.
Reaksi kimia merupakan suatu proses alam yg selalu menghasilkan antar ubahan senyawa kimia. Senyawa atau senyawa –senyawa awal yang terlibat dalam reaksi disebut sebagai reaktan. Reaksi kimia biasanya dikarakteristikan dengan perubahan kimiawi dan akan menghasilkan suatu atau lebih produk yg biasanya memiliki ciri-ciri berbeda dari reaktan. Secara kalasik reaksi kimia melibatkan perubahan yg melibatkan elektron dalam pembentukan dan pemutusan ikatan kimia walaupun pada dasarnya konsep uum rekasi kimia juga dapat diterapkan pada transformasi partikel-partikel elementer pada reaksi nuklir

 Jenis reaksi kimia
A.    Pembakaran adalah suatu reaksi dimana suatu unsur atau senyawa bergabung dengan oksigen membentu senyawa yg mengandung oksigen sedrhana
B.     Penguraian (sintesis) reksi dimana sebuah zat yg lebih komplek terbentuk dari dua atau lebih zat yg lebih sedrhana  bik unsur ataupun senyawa
C.     Penguraian adalah suatu reaksi dimana suatu zat dipecah menjadi zat-zat yg lebih sederhana
D.    Penggantian adalah suatu reaksi dimana sebuah unsur pindahan unsur lain dalam suatu senyawa
E.     Metatesis adalah suatu reaksi dimana terjadi pertukaran antara dua reaks
            Jika terjadi reaksi kimia dapat diamati 3 macam perubahan
·         Perubahan sifat
·         Perubahan susunan
·         Perubahan energi
Semua perubahan kimia tentu induk pada hukum pelestarian hukum energi dan pelestarian energi massa. Susunan senyawa kimia tertentu oleh hukum susunan pasti dan hukum perbandingan berbeda. Azas fundamental yg mendasari semua perubahan kimia merupakan daerah kimia teoritis,kolerasi antar konsep unsur dan senyawa dengan keempat hukum tersebut diperoleh dari teori adam dalton

Reaksi kimia sangat sering digunakan oleh para ahli teknik kimia untuk mensintesis senyawa baru dari sumber daya alam mentah di alam, seperti minyak bumi dan bijih-bijih mineral. Merupakan suatu hal yang penting untuk membuat reaksi yang seefisien mungkin, memaksimalkan hasil yang bisa diperoleh dan meminimalkan reagen yang dipakai, energi masuk dan energi keluar. Katalis biasanya digunakan untuk mengurangi energi aktivasi sehingga meningkatkan laju reaksinya.
Beberapa reaksi yang spesifik mempunyai penggunaan yang khusus. Misalnya, reaksi termit dipakai untuk menghasilkan cahaya dan panas pada piroteknik dan pengelasan. Meskipun reaksi ini lebih agak sulit dikontrol daripada reaksi-reaksi sebelumnya, tetapi alat-alat yang dibutuhkan jauh lebih sedikit dan sampai saat ini masih digunakan untuk memperbaiki jalur-jalur kereta api di tempat-tempat terpelosok.











Referensi

Pengolahan Sampah Berdasarkan Bentuknya

Latar Belakang
Kegiatan pembangunan yang paling banyak menimbulkan pencemaran adalah limbah industri, limbah permukiman dan kota, limbah kendaraan bermotor, limbah pertanian dan pariwisita. Akibatnya lingkungan hidup yang tercemar adalah adalah perairan, sungai, danau, pesisir, udara dan tanah. Untuk mengurangi tingkat pencemaran, maka yang harus dilakukan adalah meningkatkan efisiensi pengolahan bahan dalam setiap kegiatan pembangunan, dan pengembangan teknologi daur ulang limbah dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Selain dari pada itu perlu pula dikembangkan industri hilir yang menggunakan limbah dari industri hulu sebagai bahan bakunya, serta dikembangkan pengaturan nilai ambang batas limbah maksimum yang masih dibolehkan dibuang ke dalam lingkungan hidup, yaitu limbah yang tidak melebihi kemampuan lingkungan alam untuk mencernanya. Sehubungan dengan hal tersebut maka jelaslah bahwa pengolahan dan daur ulang limbah wajib dilakukan oleh setiap industri. Dari kajian yang telah dilakukan mengenai sampai seberapa jauh pihak industri telah melaksanakan kewajiban tentang pengolahan limbah, diketahui bahwa ada industri yang telah melaksanakan sistem pengolahan daur ulang limbah, demi terciptanya lingkungan yang kondusif, sehat dan nyaman.



A. Pengertian Limbah ( Sampah )
Menurut Sugiharto (1987) Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Dimana masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water).
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung.Akan tetapi karena dalam kehidupan manusia didefinisikan konsep lingkungan maka Sampah dapat dibagi menurut jenis-jenisnya.

B.  Karakteristik Limbah Industri
Berdasarkan karakteristiknya limbah industri dapat dibagi menjadi empat bagian :
1.      Limbah cair biasanya dikenal sebagai entitas pencemar air. Komponen pencemaran air pada umumnya terdiri dari bahan buangan padat, bahan buangan organik, dan bahan buangan anorganik.
2.      Limbah padat
3.      Limbah gas dan partikel
4.      Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).
Macam Limbah Beracun:
a.             Limbah mudah meledak adalah limbah yang melalui reaksi kimia dapat menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi yang dengan cepat dapat merusak lingkungan.
b.            Limbah mudah terbakar adalah limbah yang bila berdekatan dengan api, percikan api, gesekan atau sumber nyala lain akan mudah menyala atau terbakar dan bila telah menyala akan terus terbakar hebat dalam waktu lama.
c.              Limbah reaktif adalah limbah yang menyebabkan kebakaran karena melepaskan atau menerima oksigen atau limbah organik peroksida yang tidak stabil dalam suhu tinggi.
d.            Limbah beracun adalah limbah yang mengandung racun yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Limbah B3 dapat menimbulkan kematian atau sakit bila masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, kulit atau mulut.
e.             Limbah penyebab infeksi adalah limbah laboratorium yang terinfeksi penyakit atau limbah yang mengandung kuman penyakit, seperti bagian tubuh manusia yang diamputasi dan cairan tubuh manusia yang terkena infeksi.
f.              Limbah yang bersifat korosif adalah limbah yang menyebabkan iritasi pada kulit atau mengkorosikan baja, yaitu memiliki pH sama atau kurang dari 2,0 untuk limbah yang bersifat asam dan lebih besar dari 12,5 untuk yang bersifat basa.

C.  Pengolahan Limbah Padat dan Limbah Cair Di Industri
Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas limbah padat dan limbah cair adalah volume limbah, kandungan bahan pencemar, dan frekuensi pembuangan limbah. Untuk mengatasi limbah padat dan limbah cair ini diperlukan pengolahan dan penanganan limbah yang tepat. Pada dasarnya pengolahan limbah ini dapat dibedakan menjadi :
1. Pengolahan menurut tingkatan perlakuan
a. Metode pengangkutan limbah padat dan limbah cair
b. Pemilihan tempat dan penggunaan tanah
c. Metoda pembuangan :
1. penimbunan darat.
2. pembakaran/pengkremisan.
3. metode daur ulang.
4. pengolahan biologis


2. Pengolahan menurut karakteristik limbah
a. Hydropulping (Pembuburan encer).
Hydropulping adalah sebuah teknik penanganan limbah, khususnya kertas dan makanan, disiram dengan air dan dipadatkan.
b. Pyrolisis (Peninggian Suhu).
Pyrolisis adalah sebuah proses pemanasan, pemindahan oksidasi organik tidak dimungkinkan terjadi. Bahkan zat organik tersusun atas sampah dengan kalor (Panas), sebagian besar terdiri dari zat-zat non organik misalnya logam dan kaca yang tidak dipisahkan sebelum hydrolisis.
Gas-gas yang telah menguap diembunkan pada saat bahan yang tersisa dibakar untuk menyuplai panas (energi) yang diperlukan untuk meninggikan suhu benda-benda tersebut. Karena oksidasi dicegah, proses pyrolisis harus dilakukan pada udara yang mengandung argon, helium, nitrogen.
c. Pembakaran dengan suhu tinggi

Sumber Referensi :
1. www.limbahB3dankesehatan.com
2. www.penenganansampahpadat.com
3. www.masalahsampahdanlingkungan.com

5. Modul Bab 9 Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Universitas Mercubuana Fak. Tehnik
6. Jurnal “PENERAPAN PENGELOLAAN LIMBAH B3 DI PT. TOYOTA MOTOR  MANUFACTURING INDONESIA” Oleh ; Cesar Ray Ratman1 dan Syafrudin2 1 Alumni Program  Studi Teknik Lingkungan FT UNDIP 2 Program Studi Teknik Lingkungan FT UNDIP, Jl. Prof. H.  Sudarto, SH Tembalang Semarang,

Teknologi Hijau

Teknologi hijau


ISU lingkungan yang semula sekadar wacana pada 1950-an, justru di awal milenium ini muncul menjadi isu global. Seketika semua pihak kembali mengintrospeksi apa yang telah dilakukan terhadap lingkungan hidup yang notabene menjadi tempat kehidupan makhluk dan tempat memperoleh semua kebutuhan akan sumber daya.
Memang dalam mempertahankan kehidupan, manusia tidak dapat melepaskan diri dari lingkungan hidupnya. Manusia selalu bergantung dan berinteraksi dengan lingkungan hidupnya secara terus-menerus (Bintarto,1983). Dari hubungan timbal balik manusia dengan lingkungan hidupnya, dalam hal ini ekosistem, manusia memperoleh pengalaman, sehingga ia akan mendapatkan gambaran atau citra terhadap lingkungan hidup. Dari perjalanan dan pengalaman manusia, seseorang akan mendapatkan petunjuk tentang berbagai hal yang diharapkan dari lingkungan hidupnya. Tentang apa yang diperbolehkan dan apa yang tidak boleh diperbuat terhadap lingkungan sekitarnya.
Pemanasan global mengancam kerusakan terumbu karang di kawasan segitiga terumbu karang (coral triangle ) di enam negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Kepulauan Salomon, Papua Nugini, Timor Leste, dan Philipina. Kerusakan segitiga terumbu karang ini dikhawatirkan merusak kehidupan masyarakat lokal yang berada di sekitarnya. Indonesia sebagai negara yang memiliki kawasan terumbu karang terluas di dunia, yakni 51.000 km persegi atau 20% dari luas terumbu karang dunia, namun sekitar 50% dalam kondisi rusak parah.
Kondisi serupa pun terjadi pada lahan hutan mangrove di Indonesia. Sekitar seperempat hutan dari 4,5 juta hektare mangrove di Indonesia kondisinya memprihatinkan. Alih fungsi lahan dengan pembabatan pohon mangrove telah memperburuk kondisi sumber daya potensial pesisir Indonesia.
Teknologi hijau merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelesarian atau keberlanjutan di bumi ini. Kelestarian atau keberlanjutan yg dapat diartikan seagai perihal pemenuhab kebutuhab masyarakat secara berkelanjutan dimasa depan tanpa merusk sumber daya alam atau pemenuhan kebutuhab saat ini tanpa mengurangi generasi mendatang untuk memenuhikebutuhan mereka sendiri.
Kajia tentang teknologi hijau yg masih terus dikembangkan dan merupakan kecenderungan teknologi di masa datang. Antara ruang hijau / ramah lingkungan ,kimia hijau, teknologi nano hijau. Isu energi merupakan isu yang terpenting dalam teknologi hijau yg termasuk didalamnya penelitian sumber energi alternatif, sebagai upaya untuk menghasilkan energi dapat diperbariui dan efisien. Bangunan hiau juga mendapat perhatia penting di bidang teknologi hijau, segala sesuatu yg berakaitan dengan pembangunan ramah lingkungan . bangunan yg merupakan bangunan ramah lingkungan adalah bangunan yang sangat memperhatikan lokasi pembangunan,materi dan proses pengerjaannya
Keuntungan menggunakan sumber tenaga hijau adalah bahawa hal itu bersih sehingga tidak memancarkan apapun yang berbahaya ke udara yang berdampak pada lingkungan. Hal ini juga boleh diperbaharui yang bererti kita tidak akan pernah kehabisan hal itu tidak seperti minyak yang dijangka akan kering dalam satu dekad atau lebih.



https://www.scribd.com/doc/59269885/Kebaikan-Teknologi-Hijau

Rabu, 22 Februari 2017

Energi Terbarukan

Energi terbarukan energi yang berasal dari "proses alam yang berkelanjutan", seperti tenaga surya, tenaga angin, arus air proses biologi, dan panas bumi. (https://id.wikipedia.org/wiki/Energi_terbarukan), sedangkan menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) energi hijau (green energi plural) adalah Non-polusi sumber energi 

Mungkin inilah cara paling sederhana untuk menjelaskan mengenai istilah energi hijau: energi hijau adalah energi yang dihasilkan dengan cara yang membuat planet kita tetap tersenyum. Energi dalam bentuk apapun pasti akan tetap memberikan efek negatif bagi manusia karena biasanya menghasilkan pencemaran sebagai produk samping. Hal ini terutama terjadi pada bahan bakar fosil yang menghasilakan emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida. Namun, yang membedakan energi hijau dari jenis energi lainnya adalah kemampuannya untuk meminimalkan polusi selama produksi atau bahkan tidak sama sekali.

Energi hijau tidak hanya diproduksi dengan cara yang ramah lingkungan di saat ia diproduksi; namun saat ia digunakan juga sama pentingnya agar tetap pantas disebut sebagai energi hijau. Di bidang teknologi energi hijau, kemajuan pada desain arsitektur telah banyak dihasilkan. Mulai dari "bangunan hijau" yang memiliki kemampuan untuk tetap sejuk di siang hari dan tetap hangat di malam hari tanpa bantuan AC atau pemanas, sampai gedung-gedung perkantoran yang ditutupi panel surya untuk sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan listrik di dalamnya; kemungkinan perkembangan teknologi hijau ini tampaknya tak terbatas.



Berikut Top 7 Sumber Energi Terbarukan : 

1. Solar Energy

Matahari adalah sumber kita yang paling kuat energi. Sinar matahari, atau energi surya, dapat digunakan untuk pemanasan rumah, pencahayaan dan pendinginan dan bangunan lainnya, pembangkit listrik, pemanas air, dan berbagai proses industri. Sebagian besar bentuk energi terbarukan berasal baik secara langsung atau tidak langsung dari matahari. Sebagai contoh, panas dari matahari menyebabkan angin bertiup, memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan pohon dan tanaman lain yang digunakan untuk energi biomassa, dan memainkan peran penting dalam siklus penguapan dan curah hujan yang menjadi sumber energi air.

2. Energi Angin

Angin adalah gerakan udara yang terjadi ketika naik udara hangat dan udara dingin di bergegas untuk menggantinya. Energi angin telah digunakan selama berabad-abad untuk  kapal layar dan kincir angin untuk menggiling gandum. Hari ini, energi angin ditangkap oleh turbin angin dan digunakan untuk menghasilkan listrik.

3. Hydropower

Air yang mengalir ke hilir merupakan kekuatan. Air adalah sumber daya terbarukan, terus diisi oleh siklus global penguapan dan curah hujan. Panas matahari menyebabkan air di danau dan lautan menguap dan membentuk awan. Air kemudian jatuh kembali ke bumi sebagai hujan atau salju, dan mengalir ke sungai dan sungai yang mengalir kembali ke laut. Air yang mengalir dapat digunakan untuk memutar turbin yang mendorong proses mekanis untuk memutar generator. Energi  air mengalir dapat digunakan untuk menghasilkan listrik.

4. Energi Biomassa

Biomassa telah menjadi sumber energi penting sejak orang pertama mulai membakar kayu untuk memasak makanan dan menghangatkan diri melawan dinginnya musim dingin. Kayu masih merupakan sumber yang paling umum dari energi biomassa, tetapi sumber-sumber lain dari energi biomassa meliputi tanaman pangan, rumput dan tanaman lain, limbah pertanian dan kehutanan dan residu, komponen organik dari limbah kota dan industri, bahkan gas metana dari tempat pembuangan sampah dipanen masyarakat.
Biomassa dapat digunakan untuk menghasilkan listrik dan sebagai bahan bakar untuk transportasi, atau untuk memproduksi produk yang tidak akan membutuhkan penggunaan bahan bakar fosil.

5. Hidrogen

Hidrogen memiliki potensi yang luar biasa sebagai sumber bahan bakar dan energi, tetapi teknologi yang dibutuhkan untuk mewujudkan potensi ini masih dalam tahap awal. Hidrogen adalah elemen paling umum di Bumi.  Air adalah dua-pertiganya hidrogen, tapi hidrogen di alam selalu ditemukan dalam kombinasi dengan unsur lainnya. Setelah dipisahkan dari unsur-unsur lain, hidrogen dapat digunakan untuk menggerakkkan kendaraan, menggantikan gas alam untuk pemanasan dan memasak, dan untuk menghasilkan listrik.

6. Energi Panas Bumi

Panas di dalam bumi menghasilkan uap dan air panas yang dapat digunakan untuk pembangkit listrik dan menghasilkan listrik, atau untuk aplikasi lain seperti pemanasan rumah dan pembangkit listrik untuk industri. Energi panas bumi dapat ditarik dari waduk bawah tanah dengan pengeboran, atau dari reservoir panas bumi yang terletak lebih dekat ke permukaan.

7. Energi Samudera

Lautan menyediakan beberapa bentuk energi terbarukan, dan masing-masing didorong oleh kekuatan yang berbeda. Energi dari gelombang laut dan pasang surut dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik, dan energi termal laut-dari panas yang tersimpan dalam air laut-dapat juga diubah menjadi listrik.
Meskipun pada masa sekarang, energi laut memerlukan teknologi yang mahal dibandingkan dengan sumber energi terbarukan lainnya, tapi laut tetap penting sebagai sumber energi potensial untuk masa depan.

Sumber Referensi :
1.      Modul Bab 14 Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Univ. Mercubuana Fakultas Tehnik
2.      Http ://wilkipedia.com
3.      Kamus Besar Bahasa Indonesia
5.      Jurnal “TINJAUAN ATAS KEBIJAKAN NASIONAL UNTUK KEAMANAN ENERGI” ; Upaya Menciptakan Energi Hijau dan Pemanfaatan EBT1 M. Rifqi Muna, PhD., MDefStu.

Sabtu, 18 Februari 2017

Industri HIjau



Industri hijau adalah industri yang menerapkan pola penghematan sumber daya dan penggunaan bahan baku serta energi yang ramah lingkungan serta terbarukan

Pengembangan sektor industri hijau di indonesia telah berlangsung sekitar 45 tahun yang lalu terhitung sejak lahirnya Undang-undang penanaman modal asing tahun 1967. Selama 10 tahun terakhir,industri memberikan kontribusi 25,45-28-96 persen terhadap produk domestik indonesia dengan kecenderungan meningkat

Penerapan industri hijau dilakukan melalui konsep produksi bersih melalui aplikasi 4R, yaitu Reduce (Pengurangan limbah pada sumbernya), Reuse (Penggunaan kembali limbah), Recycle (Daur ulang limbah), dan Recovery (Pemisahan suatu bahan atau energi dari suatu limbah). Untuk lebih mengefektifkan aplikasi penerapan produksi bersih, prinsip, Rethink (Konsep pemikiran pada awal operasional kegiatan) dapat ditambah sehingga menjadi 5R.

Berbagai program terus dikembangkan untuk mendukung terwujudnya industri hijau, diantaranya :
1.    Menyusun rencana induk pengembangan industri hijau.
Rencana induk merupakan arahan kebijakan dan panduan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan industri hijau di Indonesia. Dokumen ini memuat visi, misi, roadmap dan rencana aksi pengembangan industri hijau sampai tahun 2030.
2.    Konservasi energi dan pengurangan emisi CO2 di sektor industri.
Sektor industri merupakan pengguna energi terbesar, dimana ± 47% energi nasional dikonsumsi oleh kegiatan industri. Kebutuhan energi terus meningkat, sementara cadangan sumber energi semakin menipis. Oleh sebab itu, harus ditingkatkan upaya konservasi dan diversifikasi energi sehingga dapat terjaga keberlanjutan sektor industri, disamping untuk memenuhi komitmen pemerintah Indonesia untuk penurunan emisi gas rumah kaca (GRK). 
3.    Penggunaan mesin ramah lingkungan.
Program ini telah dimulai dengan melakukan restrukturisasi permesinan untuk industri tekstil dan produk tekstil, alas kaki, dan gula. Kondisi permesinan di beberapa jenis industri seperti tekstil, alas kaki, dan gula sudah tua sehingga boros dalam penggunaan sumber daya dan menurunkan tingkat efisiensi produksi.
4.    Menyiapkan standar industri hijau.
Penyusunan standar industri hijau bertujuan untuk melindungi kepentingan perusahaan industri dan konsumen serta meningkatkan daya saing industri nasional dalam persaingan global. 5.    Menyiapkan lembaga sertifikasi industri hijau.
Bagi perusahaan industri yang telah memenuhi standar industri hijau akan diberikan sertifikat oleh suatu lembaga sertifikasi yang telah terakreditasi.
6.    Menyiapkan insentif bagi industri hijau.
Salah satu aspek penting dalam mendorong pengembangan industri hijau adalah perlunya pemberian stimulus berupa insentif (fiskal dan non fiskal) bagi pelaku industri untuk mendorong dan mempromosikan iklim investasi bagi pengembangan industri hijau. 7.    Penerapan produksi bersih.
Berbagai program telah dikembangkan oleh Kementerian Perindustrian untuk mendorong pelaku industri menerapkan produksi bersih, terutama untuk mendorong pelaku IKM agar menerapkan produksi bersih. Program-program yang telah dilakukan diantaranya adalah menyusun pedoman teknis produksi bersih untuk beberapa komoditi industri dan memberikan bantuan teknis kepada beberapa industri.
8.    Penyusunan katalog material input ramah lingkungan
Penyusunan katalog ini bertujuan untuk menyediakan informasi bagi pelaku industri dalam memilih bahan baku dan bahan penolong yang lebih ramah lingkungan.




Refrensi



Kimia Hijau Bagian 1 (Prinsip-prinsip Kimia Hijau)


Latar Belakang
Isu polutan dalam lingkungan, pemanasan global merupakan isu yang paling sering diberitakan dalam media masa pada masa modern seperti ini. Peningkatan kadar polusi di masa ini membuat manusia mulai membuat kebijakan ramah lingkungan yang kita sudah mulai liat dari berbagai kegiatan yang atas menamakan ramah lingkungan, manusiakini mulai memikirkan masa depan bumi atas apa yang terjadi saat ini. Kimia merupakan ilmu yang sangat berperan aktif dalam hal mengurangi polusi dibumi, ilmu yang juga turut serta dalam menentukan masa depan manusia di masa yang akan datang. Peningkatan industri baru-baru ini menambah berita tentang penyebaran limbah di lingkungan, sekali lagi ilmu kimia berperan dalam meminimumkan jumlah limbah yang terbuang yang dapat membahayakan lingkungan. Lewat slogan “ Industri Hijau” pemerintah dan masyarakat mulai menerapkan hal ini di  dunia industri sebagai langkah mengurangi polusi yang dihasilkan oleh industri itu sendiri.

 
Anastas dan Warner (1998) mengusulkan konsep“The Twelve Principles of Green Chemistry” yang digunakan sebagai acuan oleh para peneliti untuk melakukan penelitian yang ramah lingkungan. Berikut adalah ke-12 prinsip kimia hijau yang diusulkan oleh Anastas dan Warner :
1.        Mencegah timbulnya limbah dalam proses
2.        Mendesain produk bahan kimia yang aman
3.        Mendesain proses sintesis yang aman
4.        Menggunakan bahan baku yang dapat terbarukan
5.        Menggunakan katalis
6.        Menghindari derivatisasi dan modifikasi sementara dalam reaksi kimia
7.        Memaksimalkan atom ekonomi
8.        Menggunakan pelarut yang aman
9.        Meningkatkan efisiensi energi dalam reaksi
10.    Mendesain bahan kimia yang mudah terdegradasi
11.    Penggunaan metode analisis secara langsung untuk mengurangi polusi
12.    Meminimalisasi potensi kecelakaan

Referensi :
-Anastas, P.,dan Warner, J.C., 1998, Green Chemistry, Theory and Practice, Oxford University Press, Oxford.
-Sharma, S.K., Chaudhary,A., dan Singh, R.V., 2008, Gray Chemistry Versus Green Chemistry: Challenges and Opportunities, Rasayan J.Chem., 1, 1, 68-92.
-Modul Bab 11 Kimia Hijau Bagian 1 Universitas Mercubuana