.

Tampilkan postingan dengan label @A37-ANDIKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @A37-ANDIKA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Desember 2016

12 PRINSIP KIMIA HIJAU

   













PENGERTIAN KIMIA HIJAU


Kimia hijau, juga disebut kimia berkelanjutan, adalah filsafat penelitian dan rekayasa/teknik kimia yang menganjurkan desain produk dan proses yang meminimasi penggunaan dan penciptaan senyawa-senyawa berbahaya.

Kamis, 01 Desember 2016

PROSES PENCEMARAN UDARA PADA PERCOBAAN LEDAKAN BOM ATOM

















OLEH : Andika Fernanda

  Ledakan bom atom adalah suatu reaksi pembelahan yang menghasilkan neutron dengan jumlah tak terkendali. Lain halnya dengan reaksi inti yang terjadi pada reaktor dimana jumlah reaktor yang dihasilkan dapat dikendalikan. Pada ledakan bom nuklir selain dihasilkan radioisotop hasil pembelahan dihasilkan juga radiasi gamma, neutron dan panas yang sangat tinggi. Panas yang dihasilkan pada ledakan nuklir ini diperkirakan mencapai beberapa juta derajat celcius, sehingga banyak bahan yang diuapkan. Selain dari pada itu panas yang sangat tinggi juga akan mengubah tekanan udara secara tiba - tiba yang akan menyebabkan terjadinya badai kencang. Suhu yang sangat tinggi tersebut dinamakan bola api yang di dalamnya terkandung leburan bahan - bahan nuklir hasil belahan, dan campuran gas radioaktif.
              Setelah bola api menjadi dingin, bahan- bahan nuklir yang menguap dan menjadi gas akan membentuk padatan berupa debu - debu radioaktif yang akan jatuh kembali ke bumi. Debu - debu radioaktif ini disebut : jatuhan debu radiaktif atau lebih dikenal dengan istilah fall out. Kekuatan ledakan bom nuklir akan menentukan kapan jatuhan tersebut sampai ke bumi, serta ikut menentukan macam dan jenis jatuhan. Pada saat terjadi ledakan bom nuklir, bahan-bahan radioaktif yang terjadi akan tersebar ke dalam lapisan-lapisan atmosfer bumi. Dalam ledakan tersebut akan dihasilkan antara 30 - 40 radioisotop baru yang masih akan meluruh lagi menjadi unsur-unsur lain yang radioaktif, sehingga jumlah radioisotope hasil ledakan akan mencapai lebih dari 200 unsur.
Tinggi sebaran debu radioaktif pada lapisan atmosfer bumi menentukan waktu dan letak jatuhan debu radioaktif tersebut untuk sampai di bumi. Jatuhan debu radioaktif dibagi menjadi :
1.  Jatuhan awal yang merupakan jatuhan local.
2.  Jatuhan tertunda yang masih dibagi lagi menjadi :
     a.  Jatuhan troposfer
     b.  Jatuhan stratosfer

A .   JATUHAN AWAL
               Jatuhan awal yang merupakan jatuhan lokal terjadi bila ledakan bom nuklir hanya berkekuatan sekitar beberapa ribu kilo ton. Mengingat akan kekuatan bomnya maka tinggi ledakan tidak akan menembus lapisan troposfer. Ketinggian ledakan relative rendah. Ketika ledakan terjadi, bola api yang suhunya mencapai jutaan derajat celcius akan menghisap sejumlah besar tanah, air, dan bahan-bahan lain menjadi uap dan gas. Pada kondensasi bahan-bahan akan turun kembali ke bumi dalam waktu ± 24 jam. Karena ukuran bahan radioaktif ini relative besar maka turunnya cepat. Pengaruh angina akan membawa jatuhan sampai ± 45 km dari lokasi ledakan.


B.  JATUHAN TROPOSFER
              Ledakan yang dapat mencapai ketinggian lapisan troposfer, berarti ledakannya kuat, sehingga debu-debu radioaktif dapat tersebar ke segala penjuru dunia. Debu radioaktif akan jatuh ke bumi bersama-sama hujan atau salju dalam waktu kurang lebih 1 hari sampai 4 minggu.

C.  JATUHAN STRATOSFER
               Ledakan bom nuklir dengan kekuatan beberapa megaton akan dapat mencapai ketinggian stratosfer. Pada ledakan ini debu radioaktif akan tersebar ke seluruh dunia, akan tetapi sulit diramalkan bagaimana, kapan, dan di mana debu radioaktif tersebut akan jatuh ke bumi. Diperkirakan debu radioaktif akan melayang di lapisan atmosfer selama 5 tahun, dan setelah itu baru jatuh ke bumi. Pada saat dunia sedang dilanda demam percobaan bom atom, yang terjadi di sekitar tahun 1960-an . Ledakan bom atom selain menaikkan cacah latar, juga ikut menaikkan tingkat radioaktivitas lingkungan akibat jatuhnya debu radioaktif ke bumi. Hal ini antara lain dapat dilihat dari kenaikan radioaktivitas  yang terdapat pada air laut .

DAUR PENCEMARAN RADIOAKTIVITAS LINGKUNGAN
Mengingat bahwa pencemaran radioaktivitas lingkungan baik yang melalui udara maupun melalui air pada akhirnya akan sampai juga kepada manusia, maka daur pencemaran radioaktivitas lingkungan seperti yang tampak pada gambar berikut perlu untuk diketahui. Dengan memperhatikan daur tersebut akan dapat dilakukan pengambilan contoh-contoh lingkungan untuk ditentukan dan dianalisis radioaktivitasnya.


Minggu, 27 November 2016

Pencamaran Udara Di Banten Oleh Industri

       Upaya Mengatasi Masalah Lingkungan di Provinsi Banten
 Pada umumnya permasalahan yang terjadi di lingkungan dapat diatasi dengan cara-cara sebagai berikut:

Minggu, 20 November 2016

KIMIA DI INDUSTRI PENERBANGAN



 












Oleh : Andika Fernanda


MATERIAL KOMPOSIT
Material ini lah yang disebut material komposit. Material komposit terdiri dari lebih dari satu tipe material dan dirancang untuk mendapatkan kombinasi karakteristik terbaik dari setiap komponen penyusunnya. Pada dasarnya, komposit dapat didefinisikan sebagai campuran makroskopik dari serat dan matriks. Serat merupakan material yang (umumnya) jauh lebih kuat dari matriks dan berfungsi memberikan kekuatan tarik.


SERAT KACA  (Fibre glass)
Adalah material yang umum digunakan sebagai serat. Namun, teknologi komposit saat ini telah banyak menggunakan karbon murni sebagai serat. Serat karbon memiliki kekuatan yang jauh lebih baik dibanding serat kaca tetapi biaya produksinya juga lebih mahal. Komposit dari serat karbon memiliki sifat ringan dan juga kuat.

POLIMER
Biasanya menjadi matriks juga dapat dipakai sebagai serat atau penguat. Contohnya, kevlar merupakan serat polimer yang sangat kuat dan dapat meningkatkan toughness dari material komposit. Kevlar dapat digunakan sebagai serat dari produk komposit untuk struktur ringan yang handal, misalnya bagian kritis dari struktur pesawat terbang.


Polimer 
Monomer
Polimerisasi
Sumber/terdapatnya

 Protein

Asam amino

   Kondensasi

Wol, sutera

 Karet alam

Isoprena

Adisi

Getah pohon karet

 Selulosa

Glukosa

   Kondensasi

Kayu(tumbuhan)

 Amilum

Glukosa

   Kondensasi

Beras, gandum

 Asam nukleat

Nukleotida

   Kondensasi

DNA, RNA



Polimer
Monomer
Polimerisasi
Sumber/terdapatnya
Polietilena
Etena
   Adisi
Plastik
PVC
Vinilklorida
   Adisi
Pelapis lantai, pipa
Polipropilena
Propena
   Adisi
(Tali,karung ,botol )plastik
Teflon
Tetraflouroetilena
   Adisi
Gasket,panci anti lengket
 1. Homopolimer (polimer yang terbentuk dari monomer sejenis)
     rumus polimernya (─ A ─ A ─ A ─ A ─ A ─ A ─ A ─ A ─ A ─ A ─ A ─ A ─)n
     contoh homopolimer :polietilen, polipropilen, teflon, PVC, poliisoprena (karet alam),  amilum dan      selulosa
 2. Kopolimer (polimer yang terbentuk dari monomer tak sejenis)
     Rumus polimernya (─ A ─ B ─ B ─ A ─ B ─ A ─ B ─ A ─ B ─ B ─ A ─ A ─)
     Contoh kopolimernilon 66, dakron dan bakelit.

SOLUSI ATASI STRESS CORROSION CRACKING
Aluminium adalah material yang banyak sekali digunakan untuk konstruksi, mulai dari sepeda, otomotif, kapal laut hingga pesawat udara. Keunggulan material aluminium adalah berat jenisnya yang ringan dan kekuatannya yang dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan. Kekuatan aluminium biasanya ditingkatkan dengan cara paduan (alloying) dan memberi perlakuan panas (heat treatment).

ALUMINUM ALLOY FOR AEROSTRUCTURE
Paduan aluminium merupakan material utama yang saat ini digunakan industri pesawat terbang komersial. Aluminium dipilih karena memiliki sifat ringan dan kekuatannya dapat dibentuk dengan cara dipadu dengan unsur lain. Permasalahan yang dihadapi adalah pemilihan jenis unsur apa yang akan dipadu dengan aluminium untuk mendapatkan karakteristik material yang dibutuhkan.

JENIS-JENIS BAHAN BAKAR PESAWAT
Ada 2 Jenis Yaitu :

Avtur
adalah singkatan dari Aviation Turbine Fuel. Nama lainnya adalah Jet A-1. Avtur biasa dipake buat bahan bakar pesawat jet atau pesawat turbo jet.
sebagai sumber energi penggerak mesin pesawat terbang, bahan bakar penerbangan juga berfungsi sebagai cairan hidrolik di dalam sistem kontrol mesin dan sebagai pendingin bagi beberapa komponen sistem pembakaran.
Rumus : Avtur = C4 s/d C6 

Avgas
merupakan singkatan dari Aviation Gasoline. Bahan bakar ini biasa dipakai di pesawat dengan mesin Piston Engine atau Helikopter jenis ringan.
Rumus :
Zat Cair Hydraulic power system
adalah suatu system pada pesawat terbang yang menggunakan tekanan zat cair (hydraulic) sebagai media untuk menggerakkan sistem–sistem yang terkait dengan komponen–komponen yang lain, seperti menggerakkan ground spoilers, flight spoilers, leanding gear, nose gear steering, trailing edge flaps, leading edge devices, ailerons, elevators, leanding gear brakes’ rudder, dan thrust reverser.

Rumus Hukum Pascal : F = P x A ( Kg )
  
    Dimana  :  F  =  Gaya ( Force ) ( K g ).
                      P  =  Tekanan ( Pressure Kg/Cm).
                      A  =  Luas Penampang ( Area  Cm2 )


Daftar pustaka
https://aeroblog.wordpress.com/category/material-pesawat/

Kamis, 06 Oktober 2016

Dasar Teori Kuantum dan Model Atom Bohr

 Teori ini diajukan oleh Max Planck pada tahun 1900-an, berdasarkan gejala radiasi gelombang elektromagnetik yang dipancarkan dari benda berpijar (hukum pergeseran Wien), dan berdasarkan serapan cahaya  oleh benda hitam sempurna, dikenal sebagai radiasi benda hitam.
JIka sistem menerima atau melepaskan energy, maka energy tersebut harus berupa kuantum (jamak,kuanta). Energy yang berhubungan dengan radiasi, dinyatakan dengan E = h . v , dimana h adalah tetapan Planck yang besarnya 6,626 . 10­-34 J det.
1.       Dasar – dasar Teori Kuantum
Sistem hanya dapat memperoleh atau melepaskan energy dengan satu, dua, atau tiga kuanta dan seterusnya, tidak berupa bilangan sembarang. Berdasarkan hal itu, peruahan energy sistem mekanik dapat ditulis sebagai ∆E=n .h .v dengan n = 1,2,3,…. , dinamakan bilangan kuantum.

a.       Efek Fotolistrik
Menurut fisika klasik, jumlah electron yang dilepaskan dan energy yang diperlukan untuk melepaskan electron bergantung pada intensitas (terik sumber) cahaya. Menurut hasil pengamatan efek fotolistrik pernyataan itu tidak benar. Berkas cahaya biru, walaupun teriknya sangat lemah mampu melepaskan elekron dari permukaan logam, sementara berkas cahaya merah tidak mampu melepaskan electron dari permukaan logam yang sama walaupun teriknya dibuat lebih tinggi.
Hasi pengamatan lain menunjukan bahwa energy hanya bergantung pada frekuensi, sebab jika frekuensi cahaya lebih kecil dari harga frekuensi tertentu, disebut fungsi kerja logam  (Φ)  maka tidak ada electron yang lepas, sedangkan jika cahaya memiliki frekuensi diatas fungsi kerja logam, walaupun teriknya lemah, electron dapat dilepaskan dari permukaan logam.
Einsten mengemukakan bahwa radiasi elektromagnetik mempunyai sifat seperti partikel. Partikel ini disebut foton yang memilki energy dengan nilai tertentu sesuai persamaaan planck, E=n .h .v. hal ini mengisyaratkan bahwa energy suatu gelombang Cahaya terpusat pada foton.
Makin banyak energy sebuah foton, makin besar energy yang dialihkan kepada electron, sehingga makin tinggi energy kinetic electron yang dipaskan dari permukaan logam. Besarnya energy kinetic maksimum adalah 〖EK〗maks=  1/2 mv^2 = h (v-v0 )

b.      Spektra Atom Hidrogen
Radiasi dari suatu atom dapat digolongkan kedalam spectra continu, terdapat hampir semua panjang gelombang mulai dari mendekati nol sampe mendekati tak terhinnga. Contoh spectra kontinu adalah radiasi yang dihasilkan dari logam yang dipijarkan.
Jika panjang gelombang atom hidrogen diubah kedalam bentuk frekuensi akan diperoleh sifat pelik, yaitu pasangan jika frekuensi tertentu diitambahkan secara bersamaan akan menghasilkan frekuensi lain yang muncul dalam spectrum hydrogen.

2.       Model Atom Bohr
Menurut Rutherford, atom dibangun oleh ini atom bermuatan positif dan dikelilingi oleh electron bermuatan negative, ternyata model atom ini tidak dapat menerangkan energy yang dilepaskan dalam bentuk radiasi, sebab pada setiap kali perputaran electron dengan percepatan tetap, electron kehilangan energy yang pada akhirnya akan tertarik oleh inti. Perilaku seperti ini menimbulkan gerakan berbentuk spiral yang berakhir dengan jatuhnya electron ke inti. Pada kenyataannya, atom bersifat stabil.
Niels Bohr  Berhasil Menjelaskan Spektrum Atom Gas Hidrogen Dengan Postulat-Postulat Sebagai Berikut :
·     Elektron Dalam Atom Hanya Dapat Beredar Pada Lintasan Dengan Tingkat Energi Tertentu.
·         Pada Lintasan Yang Diijinkan, Elektron Tidak Memancarkan Atau Menyerap Energi
·    Perpindahan Elektron Dari Satu Tingkat Energi Ke Tingkat Energi Lainya Disertai Penyerapan Atau Pelepasan Sejumlah Tertentu Energi.
Lintasan yang dibolehkan untuk electron diberi nomor, n = 1, n = 2, n = 3, dst. Bilangan bulat ini dinamakan bilangan kuantum. Huruf K, L, M, dst. Juga digunakan untuk menyatakan lintasan atau orbit. Lambang huruf tersebut diturunkan dari lambing spektriskopi atom (term symbol atom).

a.          Energi dan Jari – Jari Atom Bohr
Besar – besaran electron pada atom hidrgogen dapat dihitung dengan model ini, diantaranya jari – jariorbit, kecepatan electron pada setiap orbit, dan energy setiap orbit. Jari-jari atom adalah jarak dari inti atom sampai kulit terluar, semakin ke bawah jari-jari atom pada suatu golongan mengalami pertambahan besar. Sebab jumlah kulit yang dimiliki atom semakin bertambah sehingga kulit terluar makin jauh dari inti atom. Kesamaan jumlah kulit atom pada suatu periode bukan menunjukkan kepemilikan besar jari-jari yang sama. Semakin ke kanan proton dan elektron akan semakin bertambah. Hal ini menyebabkan gaya tarik menarik antara inti atom dan elektron bertambah dan semakin merapat.

b.         Peralihan Antar Tingkat Energy
Menurut model atom Bohr, energy akan diserap atau dipancarkan pada frekuensi tertentu akibat perpindahan electron dari satu orbit ke orbit lain, pada keadaan stabiil atom hydrogen memiliki energy terendah atau electron berada pada tingkat dasarnya adalah pada n = 1. Keadaan dimana n >1 tidak stabil, keadaan ini dinamakan tereksitasi. Electron yang berada pada keadaan tereksitasi akan memancarakan energy ketika kembali ke tingkat dasar, menghasikan garis – garis spectra.
Garis pada deret Lyman terjadi akibat perpindahan electron dari orbit n≥2 ke orbit n = 1 ; Pada deret Balmer terjadi akibat perpindahan electron dari orbit n≥3 ke orbit n = 2 ; Pada deret Paschen, terjadi akibat perpindahan electron dari orbit n≥4 ke orbit n = 3 ; Pada deret Brackett, terjadi akibat perpindahan electron dari orbit n≥5 ke orbit n = 4 ; dan pada deret Pfund terjadi akibat perpindahan electron dari orbit n≥6 ke orbit n = 5.

c.          Kelemahan Model Atom Bohr

·      Terjadi penyimpangan untuk atom yang lebih besar dari hidrogen.
·      Tidak dapat menerangkan efek Zaeman, yaitu spektrum atom yang lebih rumit apabila atom                 ditempatkan pada medan magnet.

DAFTAR PUSTAKA
Sunarya, Yayan . 2014 . Kimia Dasar 1 . Yrama Widya

Minggu, 18 September 2016

Tetapan Kesetimbangan dan Energi Bebas


Pada Pembahasan Thermodinamika Telah Dijelaskan Bahwa G  Merupakan Fungsi Keadaan Yang Menentukan Arah Satu Proses . Jika∆  G > 0 Maka Proses Tidak Spontan, Sebaliknya, Jika G < 0 Maka Proses Berlangsung Spontan, Sedangkan Jika, ∆ G = 0, Proses Revelsible.

Rabu, 14 September 2016

Termokimia

Termokimia
A. PENGERTIAN TERMOKIMIA
Termokimia merupakan ilmu kimia yang mempelajari perubahan kalor atau panas suatu zat yang menyertai suatu reaksi atau proses kimia dan fisika. Termokimia ini mempelajari hubungan antara energi panas dan energi kimia. Energi kimia merupakan energi yang dikandung setiap unsur atau senyawa, energi kimia yang terkandung dalam suatu zat adalah semacam energi potensial zat tersebut. Energi potensial kimia yang terkandung dalam suatu zat disebut entalpi dan dinyatakan dengan simbol H. Selisih antara entalpi reaktan dan entalpi hasil pada suatu reaksi disebut perubahan entalpi reaksi, dan diberi simbol ΔH.

B. HUKUM TERMOKIMIA
·         Azas kekekalan energi menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan tetapi energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain.
·         Jumlah energi yang dimiliki sistem dinyatakan dengan energi dalam (E).
·         Jika sistem menyerap kalor, maka E > 0 sedangkan jika sistem membebaskan kalor, maka E < 0
·         Hubungan antara energi dalam kalor dan usaha dirumuskan dalam hukum termodinamika
                                       ΔE = q + W
Keterangan:
ΔE            = perubahan energi dalam / entalpi
q              = jumlah kalor yang diserap atau dilepas sistem
q (+)        = jika sistem menyerap / menerima kalor
q (-)         = jika sistem melepaskan kalor
w             = jumlah kalor yang diterima atau melakukan sistem
w (+)       = jika sistem menerima kerja
w (-)        = jika sistem melakukan kerja

C. SISTEM DAN LINGKUNGAN TERMOKIMIA
Segala sesuatu yang menjadi pusat perhatian dalam mempelajari perubahan energi dan berubah selama proses itu berlangsung disebut dengan sistem. Sedangkan hal-hal yang tidak berubah selama proses berlangsung dan yang membatasi sistem dan juga dapat mempengaruhi sistem disebut lingkungan.
Berdasarkan interaksinya dengan lingkungan, sistem diagi menjadi tiga macam, yaitu

1.    Sistem Terbuka
Sistem terbuka adalah suatu sistem yang memungkinkan terjadi perpindahan energi dan zat (materi) antara lingkungan dengan sistem. Pertukaran materi artinya ada reaksi yang dapat meninggalkan wadah reaksi, misalnya gas

2. Sistem tertutup
Suatu sistem yang mana antara sistem dan lingkungan dapat terjadi perpindahan energi, tapi tidak terjadi pertukaran materi

3. Sistem terisolasi
Suatu sistem yang memungkinkan terjadinya perpindahan energi dan materi antara sistem dengan lingkungan

D. REAKSI EKSOTERM DAN ENDOTERM
               
EKSOTERM
ENDOTERM
Energi panas / kalor pindah dari sistem ke lingkungan
Energi panas / kalor pindah dari lingkungan ke sistem
Perubahan entalpi = H < 0
Perubahan entalpi = H > 0
Reaksinya melepas kalor dan umumnya berlangsung spontan
Reaksinya menyerap kalor dan umunya tidak berlangsung spontan

E. JENIS PERUBAHAN ENTALPI

1. Perubahan entalpi pembentukan (ΔHof)
Merupakan perubahan entalpi pembe
ntukan 1 mol senyawa dari unsur-unsur penyusunnya pada keadaan standar. Nilai entalpi pembentukan standar ditentukan menggunakan tabel data entalpi pembentukan standar.
Nilai entalpi pembentukan standar:
·         Bernilai positif, jika menerima energi
  • Bernilai negatif, jika melepas energi
  • Bernilai nol, jika unsur tersebut sudah terdapat di alam secara alami
  • Bentuk unsur yang sdah di alam terbagi atas monoatomik dan poliatomik. Poliatomik berarti unsur pembentuknya lebih dari 1 unsur.
  1. Contoh monoatomik : C(s), Fe(s), H+(aq), Ba(s), Ca(s), Mg(s), Na(s), Al(s), B(s), Zn(s), P(s). Monoatomik termasuk golonga gas mulia dan logam lainnya.
  2. Contoh poliatomik : O2(g), Cl2(g), P4(s), H2(g), Br2(l), N2(g), I2(g), F2(g). Poliatomiktermasuk halogaen dan gas selain gas mulia.
Semua unsur-unsur yang sudah terdapat dialam ini nilai entalpi pembentukannya nol.
Misal:


2. Perubahan entalpi penguraian (ΔHod)
Adalah ΔH untuk menguraikan 1 mol suatu senyawa menjadi unsur-unsur penyusunnya pada keadaan standar. Nilai entalpi penguraian standar berlawanan dengan nilai entalpi pembentukan standar. Pada reaksi penguraian reaktan berpindah ke kanan dan produk berpindah ke kiri.

PERUBAHAN ENTALPI PENGURAIAN

3. Perubahan entalpi pembakaran (ΔHoc)
Adalah ΔH dalam pembakaran sempurna 1 mol suatu senyawa pada keadaan standar. Nilai entalpi pembakaran standar ditentukan menggunakan tabel data entalpi pembakaran standar.
Ciri utama dari reaksi pembakaran adalah:
·         Merupakan reaksi eksoterm
·         Melibatkan oksigen dalam reaksinya
·         Karbon terbakar menjadi CO2, hidrogen terbakar menjadi H2O, dan belerang terbakar menjadi SO2.
PERUBAHAN ENTALPI PEMBAKARAN

4. Perubahan entalpi netralisasi (ΔHon)
Termasuk reaksi eksoterm. Adalah kalor yang dilepas pada pembentukan 1 mol air dan reaksi asam-basa pada suhu 25 derjat celsius dan tekanan 1 atmosfer.

PERUBAHAN ENTALPI NETRALISASI

F. PENENTUAN ENTALPI REAKSI
Penentuan ini dilakukan dengan:
o    Menggunakan kalorimetri
o    Menggunakan hukum Hess atau hukum penjumlahan
o    Menggunakan data tabel entalpi pembentukan
o    Menggunakan data energi ikatan

1. Penentuan dengan kalorimetri
Kalorimetri adalah cara penentuan energi kalor reaksi dengan kalorimeter. Kalorimeter adalah sistem terisolasi, sehingga semua energi yang dibutuhkan atau dibebaskan tetap berada dalam kalorimeter. Dengan mengukur perubahan suhu, kita dapat menentukan jumlah energi kalor reaksi berdasarkan rumus:


     
Ql        = energi kalor pada larutan (J)
m         = massa zat (kg)
c          = kalor jenis zat (J/kg°C)
C          = kapasitas kalor (J/°C)
Δt         = perubahan suhu (°C)

Karena kalorimeter merupakan sistem terisolasi, maka tidak ada energi yang terbuang ke lingkungan, sehingga mlah energi kalor reaksi dan perubahan entalpi reaksi menjadi:

2. Penentuan dengan data energi ikatan
Energi ikatan (E) adalah energi yang dibutuhkan untuk memutuskan 1 mol ikatan kovalen dari suatu senyawa, setiap ikatan membutuhkan energi yang berbeda agar dapat terputus.
Reaksi berlangsung dalam dua tahap:
1) Pemutusan ikatan reaktan
2) Pembentukan ikatan produk

3. Hukum Hess
                “Kalor reaksi yang dibebaskan ataupun yang diserap tidak tergantung pada jalannya reaksi tetapi tergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir reaksi” Artinya perubahan entalpi suatu reaksi tetap sama baik berlangsung dalam satu tahap maupun beberapa tahap.
ΔH = ΔH1 + ΔH2 + ΔH3 ΔH4 

4. Entalpi Reaksi Berdasarkan Data Perubahan

 

p A + q B → r C + s D
ΔH reaksi = ΔHf hasil – ΔHf pereaksi
ΔH reaksi = (r.ΔHofC + s.ΔHofD) – (p.ΔHofA + q.ΔHofB)






DAFTAR PUSTAKA
S, Syukri . 1999 . Kimia Dasar 1 . Bandung : ITBt
Sunarya, Yayan . 2014 . Kimia Dasar 1 . Yrama Widya
Anonim . 2015 . Pengertian dan Penjabaran Kimia . [Online} . Tersedia: http://www.softilmu.com/2015/11/Pengertian-Kajian-Perubahan-Entalpi-Reaksi-Hukum-Termokimia-Adalah.html . [14 September 2016]
NR, Hariz . 2015 . Rangkuman Materi Termokimia . [Online] . Tersedia: http://www.ngerangkum.com/2015/03/rangkuman-materi-termokimia.html . [14 September 2016]
Krisnadwi . 2014 . Rangkuman Materi Termokimia . [Online] . Tersedia: https://bisakimia.com/2014/10/30/rangkuman-materi-termokimia/2/ . [14 September 2016]