.

Sabtu, 11 Agustus 2018

Mencermati Limbah dan Bahan Berbahaya


Mencermati Limbah dan Bahan Berbahaya


Berdasarkan dari Ledakan yang terjadi pada Minworth Treatment Facility di Forge Lane, Birmingham, Inggris pada 23 April 1997. Dalam penangan zat kimia berbahaya harus lah berhati-hati dan sesuai dengan prosedur penanganan zat kimia tersebut. Menghindari terjadi kecelekaan dalam penanganan zat kimi tersebut


Ledakan sangat keras terdengar silih berganti dari Minworth Treatment Facility di Forge Lane, Birmingham, Inggris pada 23 April 1997. Suara yang memekakkan telinga itu dibarengi denga pemandangan mengejutkan: puluhan drum-drum yang melayang menimpa atap sejumlah bangunan disekitar perusahaan. Kerusakan bangunan nahas itu tidak bisa dihindari lagi.
Peristiwa yang mengejutkan banyak kalangan itu terjadi saat pekerja diperusahaan itu membersihkan 80 drum kosong. Seluruh drum yang berisi sisa asam klorida (acetyl-chloride/water reactive substance) itu rencananya akan menjalani proses pencucian. Tapi sebanyak 45 drum meledak karena adanya tekanan (build up pressure) dari risidu yang tersisa didalam drum.
Pencucian drum-drum bekas penampungan bahan kimia dilakukan di tempat khusus disebuah lapangan. Sebelum proses pencucian dengan air dimulai, pekerja membuka penutup drum lebih dahulu dan menyikat bagian dalam untuk membersihkan residu. Prosedur pembersihan residu harus dilakukan untuk membuang gas yang masih tersisa. Setelah dibersihkan drum diisi air melalui saluran penutup yang sudah dibuka.
Ledakan yang terjadi pada 45 drum ini memang mengejutkan karena sebelum 80 drum dicuci sudah dilakukan proses acceptance. Proses ini berperan mengukur kadar residu dari limbuh buangan industri dengan menggunkan stick test. Drum dengan kadar residu sekitar satu sentimeter bisa diterima untuk dilanjutkan pada proses pencucian. Sedangkan drum dengan kadar residu lebih dari satu sentimeter biasanya ditolak karena berpotensi bahaya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar