.

Kamis, 14 Desember 2017

PREVENT WATER WASTAGE
















Kita pasti menginginkan air yang kita gunakan sehari-hari tidak terbuang dengan Cuma-Cuma melainkan dapat kita gunakan kembali sebagai upaya untuk mencegah pemborosan penggunaan air.
Air merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia,baik untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari maupun untuk kepentingan lainnya seperti pertanian dan indutri. Oleh karena itu keberadaan air dalam masyarakat perlu dipelihara dan dilestarikan bagi kelangsungan kehidupan. Air tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan, tanpaair tidaklah mungkin ada kehidupan. Semua orang tahu betul akan pentingnya air sebagai sumber kehidupan. Namun, tidak semua orang berpikir dan bertindak secara bijak dalam menggunakanair   dengan   segala   permasalahan   yang   mengitarinya.   Malah   ironisnya,   suatu   kelompokmasyarakat begitu sulit mendapatkan  air bersih, sedangkan segelintir kelompok masyarakat lainnya dengan mudahnya menghambur-hamburkan air (Narita, Kadek, et al, 2011).
Pengolahan air bersih adalah  suatu   usaha  teknis  yang dilakukan untuk  memberikan perlindungan pada sumber air  dengan perbaikan mutu asal air sampai menjadi  mutu yang diinginkan dengan tujuan agar aman dipergunakan oleh masyarakat pengkonsumsi air bersih.(Narita, Kadek, et al, 2011).
Untuk mengatasi pemborosan penggunaan air maupun untuk mengolah limbah buangan air maka diperlukan adanya pengolahan air tersebut yaitu dengan cara sebagai berikut.
Pengolahan   air   limbah   secara   alamiah   dapat   dilakukan   dengan   pembuatan   kolam stabilisasi. Dalam kolam stabilisasi, air limbah diolah secara alamiah untuk menetralisasi zat-zat pencemar sebelum air limbah dialirkan ke sungai. Kolam stabilisasi yang umum digunakan adalah kolam Kolam Oksidasi (Oxidation Ponds). Karena biaya yang dibutuhkan murah, cara inidirekomendasikan untuk daerah tropis dan sedang berkembang.
Lalu, ada proses pengolahan kimia yang digunakan dalam instalasi air bersih dan IPAL. Pengolahan secara kimia pada IPAL biasanya digunakan untuk netralisasi limbah asam maupun basa, memperbaiki proses pemisahan lumpur, memisahkan padatan yang tak terlarut, mengurangi konsentrasi minyak dan lemak, meningkatkan efisiensi instalasi flotasi dan filtrasi, serta mengoksidasi warna dan racun.
Beberapa kelebihan proses pengolahan kimia antara lain dapat menangani hampir seluruh polutan anorganik, tidak terpengaruh oleh polutan yang beracun atau toksik, dan tidak tergantung pada perubahan konsentrasi. Namun, pengolahan kimia dapat meningkatkan jumlah garam pada effluent dan meningkatkan jumlah lumpur.
DAFTAR LINK :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.