.

Rabu, 27 Juli 2016

ZAT KIMIA DAN LIMBAH KIMIA



Dari semua eksperiman yang telah dilakukan para ilmuwan kimia dunia telah menghasilkan banyak sekali temuan-temuan baru salah satunya adalah zat kimia, ada banyak zat kimia yang telah ditemukan seperti:







H2O = banyak digunakan manusia dalam kehidupan sehari – hari, seperti mencuci, makan dan minum
CO(NH2)2 = digunakan sebagai pupuk tanaman
CH3COOH = digunakan sebagai bahan tambahan pada makanan
HCl = merupakan pelarut pada lambung
MgOH2 = dugunakan sebagai obat sakit maag
NaOH = digunakan sebagai pupuk tanaman pertanian
H2SO4 = asam kuat yang digunakan untuk keperluan industry
O3 = penyaring sinar ultraviolet dan banyak digunakan untuk keperluan kesehatan
O2 = sering digunakan untuk keperluan kesehatan
CO2 = biasa digunakan untuk pembuatan es kering


Dan ada banyak lagi zat-zat kimia yang saat ini sering di gunakan di pabrik-pabrik untuk keperlun produksi supaya hasil produk yang di hasilkan lebih berkualitas, dalam hal ini suatu pabrik yang melakukan aktifitas produsi dengan menggunakan zat kimia maka akan menghasilkan limbah kimia, limbah kimia ini lah yang sering menjadi masalah baru bagi pengusaha dan warga di sekitarnya, supaya tidak terjadi pencmaran lingkungan, Pabrik harus mempunyai alat untuk mengolah limbah hasil produksi supaya tidak mencemari lingkungan seperti pengolahan limbah cair  dan sebagainya.


Bagi industri-industri besar, seperti industri pulp dan kertas, teknologi pengolahan limbah cair yang dihasilkannya mungkin sudah memadai, namun tidak demikian bagi industri kecil atau sedang. Namun demikian, mengingat penting dan besarnya dampak yang ditimbulkan limbah cair bagi lingkungan, penting bagi sektor industri kehutanan untuk memahami dasar-dasar teknologi pengolahan limbah cair.
  
Teknologi pengolahan air limbah adalah kunci dalam memelihara kelestarian lingkungan. Apapun macam teknologi pengolahan air limbah domestik maupun industri yang dibangun harus dapat dioperasikan dan dipelihara oleh masyarakat setempat. Jadi teknologi pengolahan yang dipilih harus sesuai dengan kemampuan teknologi masyarakat yang bersangkutan.
  
Berbagai teknik pengolahan air buangan untuk menyisihkan bahan polutannya telah dicoba dan dikembangkan selama ini. Teknik-teknik pengolahan air buangan yang telah dikembangkan tersebut secara umum terbagi menjadi 3 metode pengolahan:
1. pengolahan secara fisika
2. pengolahan secara kimia
3. pengolahan secara biologi

Untuk suatu jenis air buangan tertentu, ketiga metode pengolahan tersebut dapat diaplikasikan secara sendiri-sendiri atau secara kombinasi.

Pengolahan Secara Fisika
Pada umumnya, sebelum dilakukan pengolahan lanjutan terhadap air buangan, diinginkan agar bahan-bahan tersuspensi berukuran besar dan yang mudah mengendap atau bahan-bahan yang terapung disisihkan terlebih dahulu. Penyaringan (screening) merupakan cara yang efisien dan murah untuk menyisihkan bahan tersuspensi yang berukuran besar. Bahan tersuspensi yang mudah mengendap dapat disisihkan secara mudah dengan proses pengendapan. Parameter desain yang utama untuk proses pengendapan ini adalah kecepatan mengendap partikel dan waktu detensi hidrolis di dalam bak pengendap.

Pengolahan Secara Kimia
Pengolahan air buangan secara kimia biasanya dilakukan untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak mudah mengendap (koloid), logam-logam berat, senyawa fosfor, dan zat organik beracun; dengan membubuhkan bahan kimia tertentu yang diperlukan. Penyisihan bahan-bahan tersebut pada prinsipnya berlangsung melalui perubahan sifat bahan-bahan tersebut, yaitu dari tak dapat diendapkan menjadi mudah diendapkan (flokulasi-koagulasi), baik dengan atau tanpa reaksi oksidasi-reduksi, dan juga berlangsung sebagai hasil reaksi oksidasi.

Pengolahan secara biologi
Semua air buangan yang biodegradable dapat diolah secara biologi. Sebagai pengolahan sekunder, pengolahan secara biologi dipandang sebagai pengolahan yang paling murah dan efisien. Dalam beberapa dasawarsa telah berkembang berbagai metode pengolahan biologi dengan segala modifikasinya.

MIND MAP PEMBUANGAN LIMBAH


SUMBER REFRENSI:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar