.

Sabtu, 13 Oktober 2018

Bahayanya Pencemaran Udara Bagi Kehidupan

Oleh : Andika Yudistira (@J08-Andika, @ProyekJ05)



Abstrak 
Berdasarkan catatan Salim (2002), pencemaran udara adalah masuknya atau dimasukkannya sebuah zat, energi dan komponen lain ke dalam udara oleh kegiatan manusia sehingga mutu dari udara tersebut menjadi turun sampai ketingkat tertentu. Pencemaran udara adalah sebuah kondisi dimana adanya kehadiran satu atau lebih substansi kimia, fisik atau biologi di atmosfer dengan jumlah yang membahayakan. Bahaya tersebut meliputi kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, setra mengganggu estetika dan kenyamanan (lingkunganhidup, 2017).


Kata Kunci : Bahayanya Pencemaran Udara

Adanya pencemaran udara ini tentu dengan adanya berbagai sumber penyebab, sumber penyebab itu bisa dari dari kegiatan manusia dan dari alam atau ilmiah. Berikut penyebab terjadinya pencemaran udara, antara lain : 

  • Lalu Lintas/Gas Pembuangan Dari Kendaraan, Pencemaran udara di Indonesia hampir 70% penyebabnya ialah berasal dari kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor menghasilkan zat-zat yang berbahaya dari hasil emisi kendaraan itu sendiri yang dapat membahayakan dan berdampak negatif. Contohn zat tersebut antara lain timbal/timah hitam(pb), oksida nitrogen(NOx), hidrokarbon(HC), karbon monoksida(CO), dll.
  • Letusan Gunung Berapi, Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki banyak gunung berapi sehingga tidak menutup kemungkinan terjadi bencana alam letusan gunung berapi. Salah satunya adalah letusan gunung kelud yang terjadi pada tahun lalu. Letusan gunung kelud tersebut merupakan salah satu letusan gunung berapi yang memberikan dampak letusan gunung berapi menjadi pencemaran udara, banyak abu vulkanik yang bertaburan dimana-mana. Dalam abu vulkanik tersebut diketahui mengandung logam seperti timah, tembaga, seng, krom besi dan silika. Gas dan abu vulkanik akibat letusan gunung tersebut selain menganggu aktifitas sehari – hari juga dapat menganggu kesehatan pernafasan kita.
  • Asap/Limbah Kegiatan Pabrik/Industri, Pada era modern ini banyak sekali pabrik atau industri yang berdiri di setiap sudut kota. Cerobong – cerobong asap pabrik berdiri kokoh mengepulkan asap sisa pembakaran setiap harinya. Beberapa industri menghasilkan polutan yang sangat berbahaya, diantaranya adalah industi pembuatan plastik, semen, alumunium, baja dan industri kimia sejenisnya. Karbon monoksida, Hidokarbon dan senyawa organik merupakan polutan yang biasa dihasilkan oleh pabrik yang akan mempercepat proses terjadinya efek rumah kaca.
Secara umum pencemaran udara dapat diklasifikasikan menjadi 2 macam, yaitu pencemaran udara primer dan pencemaran udara sekunder, berikut penjelasan dari 2 macam pencemaran tersebut yaitu :
  1. Pencemaran Udara Primer, Pencemaran primer yaitu substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran.
  2. Pencemaran Udara Sekunder, Pencemar sekunder yaitu substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.
Adapun Dampak yang ditimbulkan dari Pencemaran Udara, yaitu :
  1. Gangguan pada pernapasan, Udara yang sudah tercampur dengan berbagai zat-zat berbahaya yang dihirup oleh manusia dapat membahayakan dan menimbulkan penyakit bagi pernapasan manusia.
  2. Berkurangnya jarak pandang di jalan, Asap yang ditimbulkan pada pencemaran udara yang berasal dari letusan gunung berapi/kebakaran hutan dapat menimbulkan ancaman pagi pengguna jalan karena kurangnya jarak pandang antar pengguna jalan dan dapat menyebabkan kecelakaan.
  3. Gangguan yang mengancam pertumbuhan anak, Kandungan timbal yang terdapat dalam udara kotor jika masuk ke saluran pernapasan anak akan sangat berbahaya dampaknya bagi pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut. Timbal dapat mengganggu sel-sel yang sedang tumbuh di tubuh anak. Maka dari itu, selalu lindungi anak dengan masker jika udara terlihat tercemar.
  4. Terjadinya hujan asam, Hujan asam terjadi karena awan terkena dampak pencemaran udara sehingga pH (tingkat keasaman) awal menjadi dibawah 7. Hujan asam dapat merusak bangunan, membunuh tanaman, dan menurunkan kualitas air.
  5. Terjadinya gangguan pada sistem reproduksi manusia, Pencemaran udara juga dapat mengganggu sistem reproduksi pada manusia. Tidak hanya itu saja, organ tubuh lain juga akan terganggu seperti ginjal dan jantung.
Jadi kesimpulan pada artikel ini yaitu sudah saatnya kita manusia sebagai penghuni bumi dapat lebih baik lagi dalam menjaga alam dan kelestarian bumi, sudah ssatnya kita berubah dan memperlakukan bumi sebagai mana mestinya dengan baik dan tidak merusaknya demi kepentingan diri sendiri. Adapun berbagai kegiatan yang harus kita rubah dan lakukan demi menjaga dan mencegah terjadinya pencemaran udara bagi bumi, yaitu :
  • Mulai meninggalkan perilaku sering menggunakan kendaraan pribadi, dan beralih menggunakan transportasi umum yang sekarang sudah lebih baik, serta dapat menghemat/mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.
  • Melakukan penyaringan asap sebelum asap dibuang ke udara dengan cara memasang bahan penyerap polutan atau saringan.
  • Mengalirkan gas buangan ke dalam air atau dalam lauratan pengikat sebelum dibebaskan ke air. Atau dengan cara penurunan suhu sebelum gas buang ke udara bebas.
  • Membangun cerobong asap yang cuup tinggi sehingga asap dapat menembus lapisan inversi thermal agar tidak menambah polutan yang tertangkap di atas suatu pemukiman atau kita.
  • Mengurangi sistem transportasi yang efisien dengan menghemat bahan bakar dan mengurangi angkutan pribadi.
  • Memperbanyak tanaman hijau di daerah polusi udara tinggi, karena salah satu kegunaan tumbuhan adalah sebagai indikator pencemaran dini, selain sebagai penahan debu dan bahan partikel lain
DAFTAR PUSTAKA :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.