.

Sabtu, 11 Agustus 2018

INDUSTRI PETROKIMIA OLEFIN


ABSTRAK

            Industri Petrokimia adalah industri yang berkembang berdasarkan suatu pola yang mengkaitkan suatu produk-produk industri minyak bumi yang tersedia, dengan kebutuhan masyarakat akan bahan kimia atau bahan konsumsi dalam kehidupan sehari-hari. Contoh produk-produk industri petrokimia hulu antara lain Methanol, Ethylene, Propylene, Butadine, Benzene, Toluene, Xylenes, Fuel Coproducts, Pyrolisis Gasoline, Pyrolisis Fuel Oil, Raffinate dan Mixed C4.
Industri petrokimia adalah industri yang berhubungan dengan minyak bumi, industri yang menggunakan minyak bumi sebagai bahan baku industri, atau industri yang menghasilkan produk-produk turunan dari minyak bumi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan bahan kimia atau bahan konsumsi dalam kehidupan sehari-hari. Indonesia merupakan salah satu negara yang industri petrokimia memegang peranan penting. Namun industri petrokimia Indonesia sebagian besar masih berupa industri produk hulu jika dibandingkan dengan produk hilir. Meskipun demikian, industri petrokimia di Indonesia masih menemui kendala dengan sulitnya mendapatkan bahan baku Nafta dan Olefin.

ISI



Bahan Baku Industri Petrokimia 

  • Olefin (alkena – alkena): Bahan dasar industri petrokimia yang paling utama adalah olefin. Pada umumnya senyawa olefin berupa etena, propana, nafta, atau gas oil yang diperoleh melalui proses cracking atau perengkahan. Etana dan propana dapat diperoleh dari fraksi minyak bumi atau gas bumi; nafta adalah fraksi minyak bumi dengan panjang rantai karbon C-6 hingga C-10; sedangkan gas oil merupakan fraksi minyak bumi dengan rentang jumlag rantai karbon C-10 hingga C-40. 
  • Aromatika (benzena dan turunannya): Proses reforming nafta akan menghasilkan senyawa aromatik. Beberapa senyawa aromatik yang terpenting adalah benzene (C6H6), toluene (C6H6CH3), dan xilena (C6H4(CH3)2) yang dikenal sebagai BTX. 
  • Gas Sintetis (syn-gas): Gas sintetis atau syn-gas merupakan campuran dari karbon monoksida (CO) dan hidrogen (H). Gas sintesis dibuat dari reaksi gas bumi atau LPG melalui proses steam reforming atau oksidasi parsial. 

                     Reaksi steam reforming metana :CH4(g) + H2O → CO(g) + 3H2(g)
         Reaksi oksidasi parsial metana  :2CH4(g) + O2 → 2CO(g) + 4H2(g)


Alkena atau olefin dalam kimia organik adalah hidrokarbon tak jenuh dengan sebuah ikatan rangkap dua antara atom karbon. Istilah alkena dan olefin sering digunakan secara bergantian . Alkena asiklik yang paling sederhana, yang membentuk satu ikatan rangkap dan tidak berikatan dengan gugus fungsional manapun, dikenal sebagai mono-ena, membentuk suatu deret homolog hidrokarbon dengan rumus umum CnH2n. Alkena memiliki kekurangan dua atom hidrogen dibandingkan alkana terkait (dengan jumlah atom karbon yang sama). Alkena yang paling sederhana adalah etena atau etilena (C2H4) adalah senyawa organik terbesar yang diproduksi dalam skala industri. Senyawa aromatik seringkali juga digambarkan seperti alkena siklik, tetapi struktur dan ciri-ciri mereka berbeda sehingga tidak dianggap sebagai alkena

Untuk saat ini yang akan dibahas adalah mengenai Industri Petrokimia berbasis Olefin atau jalur Olefin. Olefin merupakan senyawa Hidrokarbon tidak jenuh yang mempunyai ikatan rangkap terbuka yang sangat reaktif atau mudah bereaksi dengan zat lain, dan juga mudah terpolimerisasi. Contoh Senyawa Olefin adalah Etilena, Propena, dan Butena.

Beberapa produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar etilena adalah:
  1. Polietilena, merupakan plastik yang paling banyak diproduksi, plastik ini banyak digunakan sebagai kantong plastik dan plastik pembungkus (sampul). Di samping polietilena sebagai bahan dasar, plastik dari polietilena ini juga mengandung beberapa -CN -CHO -C=O -OH -SH -NH2 -OR -SR -C1 -NO2 sianookso- (atau formil-) oksohidroksimerkaptoaminoalkoksialkiltio kloronitro- -enitril -al -on -ol -etiol -amina - - - - 3 bahan tambahan, yaitu bahan pengisi, plasticer, dan pewarna.
  2. PVC atau polivinilklorida, juga merupakan plastik yang digunakan pada pembuatan pipa pralon dan pelapis lantai.
  3. Etanol, merupakan bahan yang sehari-hari dikenal dengan nama alkohol. Digunakan sebagai bahan bakar atau bahan antara untuk pembuatan produk lain, misalnya pembuatan asam asetat.
  4. Etilena glikol atau glikol, digunakan sebagai bahan antibeku dalam radiator mobil di daerah beriklim dingin.

Beberapa produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar propilena adalah:
  1. Polipropilena, digunakan sebagai karung plastik dan tali plastik. Bahan ini lebih kuat dari polietilena.
  2. Gliserol, digunakan sebagai bahan kosmetika (pelembab), industri makanan, dan bahan untuk membuat peledak (nitrogliserin).
  3. Isopropil alkohol, digunakan sebagai bahan-bahan produk petrokimia yang lain, misalnya membuat aseton.
Beberapa produk petrokimia yang menggunakan bahan dasar butadiena adalah:
  1. Karet sintetis
  2. Nilon
Berbagai produk yang dihasilkan melalui Industri Petrokimia berbasis Olefin antara lain:
  • Ban (Carbon Black, Poly Isobutylene, Polybutadiene Rubber)
  • Plastik (Polyurethane, Epoxy Resin, Dioctyl Ortho Phthalate)
  • Cat (Methyl Isobuthyl Ketone)
  • Sabun Kecantikan (Glycerine)
  • Minuman Kesehatan (Ethyl Acetate)
  • Filter Rokok Sigaret (Ester Acetate)
  • Deterjen (Surfactant/Ethylene Oxyde)
  • Tinta dan Cat (Polyvinyl Acetate)
  • Fungisida (Bisphenol A)

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2016. Industri Petrokimia. “https://id.wikipedia.org/wiki/Industri_petrokimia” (Diakses Jam 16.00 tanggal 1 September 2018)

Anonim. Alkena. “https://id.wikipedia.org/wiki/Alkena” (Diakses Jam 16.01 tanggal 1 September 2018)

Anonim. 2015. Pengertian Dasar Industri Petrokimia. “https://www.prosesindustri.com/2015/02/pengertian-dasar-industri-petrokimia.html” (Diakses Jam 16.03 tanggal 1 September 2018)

Sulaiman, Fatah. Buku Mengenal Industri Petrokimia. “http://www.fatahsulaiman.com/tridarma/buku/Buku%20Mengenal%20Industri%20Petrokomia%20(OKE).pdf” (Diakses Jam 16.11 tanggal 1 September 2018)

Chairie, Sjahroel. 2016. Industri Petrokimia “http://kedaisains.blogspot.com/2016/09/industri-petrokimia.html” (Diakses Jam 16.05 tanggal 1 September 2018)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar