.

Minggu, 17 September 2017

ENERGI HIJAU TERBARUKAN SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF

@D23-Abi
Oleh: M. Abi Haykal


















Energi hijau paling sederhana adalah energi yang dihasilkan dari sumber energi yang lebih ramah lingkungan (hijau) dibandingkan dengan bahan bakar fosil (batubara, minyak, dan gas alam). Istilah energi hijau kadang-kadang diidentifikasikan dengan istilah energi berkelanjutan, tetapi hal ini tidak sepenuhnya benar karena energi yang berkelanjutan juga mencakup teknologi untuk meningkatkan efisiensi energi. Energi hijau tidak mengacu pada efisiensi sumber energi terbarukan tetapi hanya menekankan pada dampak positif mereka terhadap lingkungan (dibandingkan dengan bahan bakar fosil).


Energi hijau adalah energi bersih yang tidak mencemari atau menambah polutan ke atmosfer. Energi ini bisa berasal dari air, hydrothermal, hydropower, geothermal, angin, matahari, sampah, biomass, biofuel, hingga gelombang. Di masa datang, semua energi hijau harus menjadi kebijakan utama pengembangan dan pemanfaatan energi. Jadi, sebaiknya renewable energy ini harus dikedepankan, bukan dijadikan alternatif.


Dari sejarah diketahui, manusia telah menggunakan kayu dan material turunan biologisnya yang lain sebagai bahan bakar selama ribuan tahun lalu. Karena itu, sebetulnya BBM nabati bukanlah hal baru. Umur energi jenis ini setua dengan peradaban manusia sehingga BBM hayati bias disebut sebagai “energi purba”. Ketika manusia belum mengetahui bahwa di dalam perut bumi ada minyak, gas, dan batu bara, mereka sudah sudah menggunakan bahan bakar hayati untuk keperluan serhari-hari.


Menurut perkiraan, di berbagai negara, terutama negara-negara berkembang masih banyak mempergunakan energi nonteknis, seperti tenaga manusia, tenaga hewan, dan energi yang berasal dari biomassa dan limbah. Perlu dikemukakan, bahwa data-data mengenai energi nonteknis sangat sukar diperoleh. Hal yang menjadi kendala adalah bahwa harga energi terbarukan belumlah kompetitif. Artinya, secara makro, teknologi energi hijau masih memerlukan dana yang cukup besar dibanding dengan penggunaan energi fosil.


Berikut ini adalah sumber -sumber umum energi hijau


1.      Kekuatan Matahari
Matahari selalu memberikan Bumi dengan sumber panas dan energi cahaya . Secara sederhana , energi surya adalah energi radiasi yang berasal dari sinar matahari dan dengan menggunakan beberapa metode yang berbeda kita dapat mengubah energi matahari menjadi energi listrik dengan menggunakan sel surya fotovoltaik . Sel-sel fotovoltaik menghasilkan sumber energi alternatif yang umum dikenal sebagai " Solar Power " . Polusi tenaga surya bebas sejak sumbernya berasal sepenuhnya dari sinar matahari .


2.      The Force of Wind (Angin )
Energi angin adalah kekuatan atau energi yang berasal dari pergerakan angin yang dimanfaatkan oleh kincir angin , layar , dan lebih umum turbin angin, membantu kekuatan kapal berlayar, pompa air dan menggiling jagung . Energi angin memiliki kemampuan untuk menghasilkan banyak megawatt listrik dan dengan cepat menjadi yang paling diinvestasikan dalam sumber energi alternatif. Energi angin merupakan sumber terbarukan baik energi dan akan pergi jauh dalam menjanjikan masa depan yang baik untuk generasi yang akan datang .


3.      Gerakan Air
Energi hidro atau air merupakan energi terbarukan yang efektif yang memanfaatkan energi atau listrik yang dihasilkan dengan menggerakkan air dengan menggunakan kincir air dan turbin air. Diperkirakan bahwa sekitar 90 persen dari seluruh energi listrik yang dihasilkan oleh sumber daya terbarukan yang dihasilkan hanya oleh tenaga listrik hidro.


4.       Bahan Bakar dari Bumi
Lain sumber energi alternatif yang menarik yang juga dapat digolongkan sebagai " sumber daya energi terbarukan " adalah pengembangan Biomassa dan Bioenergi . Energi biomassa terbuat dari tanaman pertanian dan bahan tanaman organik seperti kayu , gambut , rumput dan jerami tumbuh khusus untuk dibakar sebagai bahan bakar untuk menghasilkan panas dan listrik serta sampah organik dalam bentuk bahan biodegradable , sampah , kompos , pupuk kandang dan produk-produk limbah lain yang dapat dikonversi menjadi energi yang dapat digunakan.


Penelitian dan pengembangan perlu membuat terobosan untuk menjadikan sumber energi hijau dan terbarukan segera dapat dimanfaatkan secara nyata. Terobosan tersebut harus menyangkut aspek kebijakan riset, pengembangan dan penerapan teknologi pemanfaatan energi terbarukan yang dapat diaplikasikan dengan mudah dan menghasilkan energi yang murah. Bahan bakar nabati berbeda dengan bahan bakar dari fosil, BBN dengan sifatnya yang mudah diperbaharui, tidak mencemari lingkungan, kontinuitasnya terjamin, dan bisa menjadi mesin penggerak ekonomi masyarakat, membuat BBN sangat relevan dan mendesak untuk segera direalisasikan pengembangannya. Oleh karena itu pengembangan Bahan Bakar Nabati sangat penting.


Pengembangan teknologi tepat guna untuk menghasilkan energi hijau dan energi terbarukan lainnya mutlak perlu diaplikasikan karena selain memberi banyak harapan bagi petani, juga mengatasi persoalan limbah organik dengan konsep zero waste serta pasokan energi untuk pengolahan pun lebih mudah dengan biaya jauh lebih murah. Sehingga penggunaan BBM pun menjadi jauh berkurang bahkan bisa ditiadakan dan akhirnya akan mengurangi emisi. Selain itu yang diperlukan saat ini adalah keinginan kuat dari pemerintah untuk mewujudkannya. Tanpa dukungan politik yang jelas, pengembangan teknologi seperti apapun sangat sulit untuk diterapkan. Jadi, yang harus dibenahi adalah visi pemerintah tentang paradigma pengembangan teknologi di negeri yang kaya sumber daya alam ini, sekaligus prediksi terhadap dampak lingkungan.


 
DAFTAR PUSTAKA
Kadir, Abdul. 1995. Energi Sumber Daya, Inovasi, Tenaga Listrik dan Potensi Ekonomi. Jakarta:     Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).
Prihandana, Rama dan Roy Hendroko. 2008. Energi Hijau. Jakarta: Penebar Swadaya.
Siswiyanti, Yayuk dan Amri Jahi. Juni 2006, Mengembangkan Kapasitas Masyarakat                    Pedesaan Dalam Berswasembada Energi Melalui Pendidikan:             Pengembangan Energi Hijau (Green Energy) sebagai Energi Alternatif. Jurnal Vol. 2,         No. 2.
1001 Sumber Energi. 2013. Sumber Energi Alternatif (Energi Hijau). http://1001sumberenergi.blogspot.co.id/2013/11/umber-energi-alternatif-untuk-dunia-agar-tetap-hijau.html Diakses Pada Tanggal 17 September 2017
Khibrul, Hasan. 2015. Pengembangan Energi Hijau (Green Energy) Sebagai Energi Alternatif.             http://hasankhibrul.blogspot.co.id/2015/12/pengembangan-energi-hijau-green-  energy.html Diakses Pada Tanggal 17 September 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.