.

Sabtu, 21 Januari 2017

ZAT ADITIF



ZAT ADITIF PADA MAKANAN
Zat aditif pada makanan adalah zat-zat yang ditambahkan secara sengaja ke dalam makanan. Zat aditif sendiri termasuk dalam komponen kimia pangan selain air, vitamin, mineral, dan enzim. Sebenernya komponen utama pada kimia pangan aalah karbohidrat, protein, dan lemak.
Tujuan penambahan zat aditif pada makanan adalah untuk memperbaiki penampakan, cita rasa, tektur, dan memperpanjang daya simpan pada makanan. Macam-macam Zat aditif adalah, Pegawet, Pemanis buatan, Pewarna, Penyedap. Berdasarkan bahannya, kita dapat membedakan zat aditif menjadi dua jenis, yaitu:
1.       Zat Aditif Alami
Zat aditif alami merupakan zat aditif yang bisa diperoleh dari alam, seperti daun salam, daun pandan, kunyit, jahe, gula aren, dan asam.

2.       Zat Aditif Sintetis (Buatan)
Zat aditif sintetis merupakan zat yang dibuat dengan serangkaian proses kimia. Zat yang diperoleh dari proses kimia ini jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menimbulkan efek yang negatif terhadap kesehatan tubuh.
Selain dampak positif penggunaan zat aditif yang dapat membantu kita dalam mengolah makanan ada pula dampak negatifnya pada kesehatan manusia. Seringkali zat aditif disalah gunakan dan ditambahkan dalam jumlah banyak. Contonya :
a.       Penggunaan pengawet Formalin yang berfungsi untuk pengawet mayat tetapi digunakan sebagai aditif pada makanan.
b.      Penambahan MSG yang dapat menyebabkan keruskan otak dan mempercepat penuaan.
c.       CFC dan tetrazine yang digunakan sebagai zat pewarna dapat merusak organ hati dan ginjal.
d.      Siklamat dan sakarin yang digunakan sebagai zat pemanis dapat menyebabkan penyakit kanker.

Penggunaaan zat aditif pada makanan seringkali menimbulkan berbagai dampak negatif. Dampak yang paling sering muncul adalah dari penggunaan bahan aditif sintetik karena menggunakan bahan kimia hasil olahan industri. Dari berbagai dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan bahan aditif, kita perlu berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung zat aditif.

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan zat aditif makanan adalah sebagai berikut:
 

a.       Tidak mengkonsumsi berlebihan.
b.      Teliti dalam memilih makanan.
c.       Menggunakan zat aditif dari alam.
d.      Memeriksa apakah makanan yang akan dikonsumsi telah terdaftar di Departemen Kesehatan atau belum.
Referensi .


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.