.

Senin, 30 September 2019

Industri Kimia Organik Yang Bersumber Dari Minyak/Gas Bumi dan Batubara

@P08-Al Varlo, 

I. PENDAHULUAN

Sesuai dengan amanah Undang-Undang No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, peran pemerintah dalam mendorong kemajuan sektor industri ke depan dilakukan secara terencana serta disusun secara sistematis dalam suatu dokumen perencanaan. Dokumen perencanaan tersebut harus menjadi pedoman dalam menentukan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong pembangunan sektor industri dan menjadi panduan bagi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pembangunan industri nasional.

 Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) disusun sebagai pelaksanaan amanat pasal 8 ayat 1, Undang-Undang No. 3 tahun 2014, dan menjadi pedoman bagi pemerintah dan pelaku Industri dalam perencanaan dan pembangunan Industri sehingga tercapai tujuan penyelenggaraan Perindustrian. RIPIN memiliki masa berlaku untuk jangka waktu 20 tahun, dan bila diperlukan dapat ditinjau kembali setiap 5 (lima) tahun.
Kata Kunci: Petrokimia hulu, Minyak bumi, Gas alam, Batu bara, Biomassa

II. PEMBAHASAN

Sebagai salah satu bagian dari industri hulu, yaitu kelompok Industri Kimia Dasar Berbasis Minyak bumi dan gas dan Batubara, Industri Petrokimia Hulu diharapkan menjadi pendukung industri andalan. Industri petrokimia menjadi salah satu industri strategis baik ditinjau dari posisinya dalam struktur Produk Domestik Bruto (PDB) industri manufaktur maupun dalam konteks keterkaitan dengan industri hilir lain seperti, plastik, serat sintetik, karet sintetik, kosmetik, pupuk, tekstil, dan lain-lain.

Bahan Baku Industri Petrokimia Hulu Sumber bahan baku (feedstock) Industri petrokimia hulu berasal dari sumber minyak bumi (naphta, kondensat), gas alam, batu bara, serta biomassa yang dapat menghasilkan senyawa-senyawa olefin, aromatik, gas sintesa, dan senyawa-senyawa organik lainnya yang dapat diturunkan dari bahan-bahan tersebut, yang memiliki nilai tambah lebih tinggi daripada bahan bakunya. Ketersediaan bahan baku dan utilitas merupakan pendukung penting bagi keberlangsungan industri petrokimia hulu di Indonesia.
Keduanya merupakan dua pertiga komponen biaya produksi dalam industri ini. Suplai bahan baku yang berkesinambungan serta harga yang kompetitif adalah faktor penting. Feedstock tersebut disamping untuk bahan baku industri petrokimia dasar juga digunakan sebagai bahan energi.

Sumber Daya Minyak Bumi

Kilang minyak (bahasa Inggris: oil refinery) adalah pabrik/fasilitas industri yang mengolah minyak mentah menjadi produk petroleum yang bisa langsung digunakan maupun produk-produk lain yang menjadi bahan baku bagi industri petrokimia. Produk-produk utama yang dihasilkan dari kilang minyak antara lain: minyak nafta, bensin (gasoline), bahan bakar diesel, minyak tanah (kerosene), dan elpiji.[1][2] Kilang minyak merupakan fasilitas industri yang sangat kompleks dengan berbagai jenis peralatan proses dan fasilitas pendukungnya. Selain itu, pembangunannya juga membutuhkan biaya yang sangat besar. Kilang minyak merupakan salah satu bagian downstream paling penting pada industri minyak bumi.


Sumber Daya Batu bara

Batubara adalah sumber energi terpenting untuk pembangkitan listrik dan berfungsi sebagai bahan bakar pokok untuk produksi baja dan semen. Namun demikian, batubara juga memiliki karakter negatif yaitu disebut sebagai sumber energi yang paling banyak menimbulkan polusi akibat tingginya kandungan karbon. Sumber energi penting lain, seperti gas alam, memiliki tingkat polusi yang lebih sedikit namun lebih rentan terhadap fluktuasi harga di pasar dunia. Dengan demikian, semakin banyak industri di dunia yang mulai mengalihkan fokus energi mereka ke batubara.
Batubara adalah kekuatan dominan di dalam pembangkitan listrik. Paling sedikit 27 persen dari total output energi dunia dan lebih dari 39 persen dari seluruh listrik dihasilkan oleh pembangkit listrik bertenaga batubara karena kelimpahan jumlah batubara, proses ekstrasinya yang relatif mudah dan murah, dan persyaratan-persyaratan infrastruktur yang lebih murah dibandingkan dengan sumberdaya energi lainnya.

Sumber Gas Alam

Gas Alam adalah bahan bakar fosil berbentuk gas yang terutama terdiri dari metana CH4). Ia dapat ditemukan di ladang minyak, ladang gas Bumi dan juga tambang batu bara. Ketika gas yang kaya dengan metana diproduksi melalui pembusukan oleh bakteri anaerobik dari bahan-bahan organik selain dari fosil, maka ia disebut biogas. Sumber biogas dapat ditemukan di rawa-rawa, tempat pembuangan akhir sampah, serta penampungan kotoran manusia dan hewan.
kondisi ini dapat mengakomodasi kebutuhan industri akan gas alam sebagai energi alternatif ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.


III. KESIMPULAN

Gas alam yang menjadi sumber energi baru ditemukan dengan proses penelitian yang sangat panjang. Ada pemakaian berbagai jenis teknologi dan ilmu pengetahuan untuk mengungkap sumber gas alam. Dalam hal ini manusia selalu dituntut untuk mengungkap ilmu pengetahuan yang harus dipakai dan berusaha untuk menciptakan berbagai jenis peralatan baru. Gas alam telah membuat manusia untuk memikirkan cara-cara baru yang lebih aman bagi dunia.

Gas alam menjadi salah satu potensi alam yang sangat besar, manfaat gas alam untuk berbagai kebutuhan manusia harus dimanfaatkan dan dikelola sebaik-baiknya. Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang digunakan untuk mengembangkan fungsi gas alam bisa menjadi manfaat yang sangat besar dalam kehidupan manusia. Pemakaian gas alam telah terbukti sangat efektif dan mengurangi potensi kerusakan alam yang disebabkan oleh pemakaian sumber energi lain.

DAFTAR PUSTAKA:

Termodinamika 2




Pendahuluan
Pengetahuan termodinamika sederhana sangat bermanfaat untuk memutuskan apakah struktur suatu senyawa akan stabil, kemungkinan kespontanan reaksi, perhitungan kalor reaksi, penentuan mekanisme reaksi dan pemahaman elektrokimia. Hukum kedua termodinamika terkait dengan entropi dan energi bebas. Parameter termodinamika untuk perubahan keadaan diperlukan untuk mendeskripsikan ikatan kimia, sruktur dan reaksi. 

Pembahasan
Bunyi Hukum II Termodinamika
Untuk menjelaskan tidak adanya reversibilitas para ilmuwan merumuskan prinsip baru, yaitu Hukum II Termodinamika, dengan pernyataan : “kalor mengalir secara alami dari benda yang panas ke benda yang dingin, kalor tidak akan mengalir secara spontan dari benda dingin ke benda panas”.
Entropi
Entropi merupakan suatu ukuran derajat ketidakteraturan suatu sistem termodinamika. Entropi juga merupakan definisi dari energi yang tersedia dalam suatu sistem dengan bentuk tertentu. Dalam persamaan, entropi dilambangkan dengan huruf “S” dan memiliki satuan joule per kelvin.
Entropi dan Hukum Kedua Termodinamika
Entropi sangat berkaitan dengan hukum termodinamika terutama untuk hukum kedua termodinamika. Hukum ini menyatakan bahwa total entropi dari suatu sistem tertutup tidak dapat berkurang. Namun dalam suatu sistem, entropi dari satu sistem dapat berkurang dengan meningkatnya entropi dari sistem lain.
Entropi adalah bagian dari sistem termodinamika yang dapat mengalami perubahan, namun total perubahannya yaitu nol. Selain itu, sistem tersebut juga tidak mempengaruhi entropi di lingkungannya karena perpindahan panas tidak terjadi dalam hal tersebut. Dengan demikian, proses reversibel tidak dapat mengubah total entropi sistem maupun entropi lingkungan.
Entropi sangat berbeda dengan energi dimana pada dasarnya entropi tidak bersifat konservatif namun dapat meningkat dalam prosesnya. Selain itu, proses yang terjadi juga reversibel (dapat balik).

Berikut ini adalah beberapa cara untuk menghitung entropi.

Entropi dari Proses Reversibel
Untuk suatu proses yang dapat balik atau disebut dengan reversibel, kita dapat mengasumsikan besaran entropi dari sistem tersebut. Dengan probabilitas yang sama, entropi sama dengan konstanta Boltzmann dikalikan dengan logaritma natural dari jumlah kemungkinan state yang terbentuk.
S = kB x ln W
Dimana konstanta Boltzman (kB) adalah 1.38065 × 10−23 J / K.

Entropi dari Proses Isotermal
Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan menghitung perubahan entropi (S) menggunakan perubahan panas yang terjadi (Q) dan juga adanya temperatur absolut (T).
ΔS = ΔQ / T
Berdasarkan persamaan tersebut, masuk akal jika entropi meningkat untuk perubahan temperatur dari panas ke dingin.

Entropi dan Energi Dalam
Dalam kimia fisik dan termodinamika, salah satu persamaan yang paing berguna dan berkaitan dengan entropi adalah energi dalam (U) yang menyertai suatu sistem termodinamika.
dU = T dS – p dV
Dalam hal ini, perubahan energi dalam (dU) sama dengan suhu absolut dikalikan dengan perubahan entropi yang dikurangi dengan tekanan eksternal (p) dan juga perubahan volume (V).

Energi bebas GiBBs (G)
Untuk menyatakan reaksi yang berjalan spontan, maka di gunakan fungsi termodinamika yang lain yaitu Energi Bebas Gibbs atau dapat di sebut juga sebagai energi bebas. (olimpiade kimia SMA, hal 66)

Energi bebas suatu sistem adalah selisih entalpi dengan temperatur yang di kalikan dengan entropi.
G = H – TS
Sehingga perubahan energi bebas pada suhu konstan adalah :
ΔG = ΔH – TΔS
Dan pada keadaan standar, energi bebas dapat di hitung dengan persamaan :
ΔG0 = ΔH0 – TΔS0
Energi bebas dalam keadaan standar telah di ukur untuk setiap senyawa dan telah di tabulasikan secara global sehingga perubahan energi gibbs (ΔG) suatu reaksi anorganik, dapat di hitung dengan rumus :
ΔG0= Σ ΔGf0produk - Σ ΔGf0reaktan
Dari persamaan tersebut dapat di ketahui hal-hal seperti berikut ;
ΔG  < 0, reaksi berjalan secara spontan
ΔG  > 0, reaksi berjalan tidak spontan
ΔG = 0 , reaksi dalam keadaan setimbang
Tabel hubungan ΔH, ΔS, ΔG dengan kelangsungan reaksi anorganik :
ΔH : < 0
ΔS : > 0
ΔG : < 0
Kelangsungan reaksi : Reaksi akan berlangsung secara spontan pada suhu tertentu dan akan selalu bernilai negatif
ΔH : > 0
ΔS : < 0
ΔG : > 0
Kelangsungan reaksi : Reaksi akan berlangsung secara tidak spontan pada suhu tertentu dan akan selalu bernilai positif

Hubungan energi bebas dengan konstanta kesetimbangan :
ΔG = ΔG0 + RT ln K
Di mana :
ΔG      = energi bebas pada kondisi tertentu
ΔG0       = energi bebas pada kondisi standar
R         = Tetapan gas ideal = 8.314 J/mol-K
T          = Temperatur (K)
K         = Tetapan kesetimbangan
Saat kesetimbangan, ΔG = 0 maka persamaan menjadi :
ΔG0= - RT ln K
Dengan hubungan :
·         Jika ΔG0 negatif, K > 1 maka reaksi akan berlangsung spontan
·         Jika ΔG0 positif, K < 1 maka reaksi akan berlangsung tidak spontan

DAFTAR PUSTAKA
1.         Brady, James .E. 1999. Kimia Universitas Azas & Struktur Jilid 1, Edisi ke-5. Jakarta : Binarupa Aksara
2.         Saito, Taro.1996. Kimia Anorganik 1. Tokyo : Penerbit Iwanami Shoten
3.         Syukri. 1999. Kimia Dasar 1. Bandung : Penerbit ITB
4.         Prasetiawan, Widi. 2009. Kimia Dasar I.Jakarta : Cerdas Pustaka
5.         Riyanto, Nurdin.2009. Super Genius Olimpiade Kimia SMA Nasional



Indutri Keramik





Pendahuluan
Keramik adalah sejenis bahan yang telah lama di gunakan, yaitu sejak 4000 SM. Pada masa kini keramik tidak lagi hanya terbatas penggunaanya untuk keperluan tradisional seperti tersebut di atas, malah sekarang keramik telah mengalami kemajuan dan di kenal dengan bahan keramik termaju. Bahan keramik sudah di gunakan dalam bidang Teknik Elektro, Sipil, Mekanik, Nuklir bahkan bahan keramik ini di gunakan juga dalam bidang Kedokteran. Bahan keramik sebagian sudah di gunakan dalam motor bakar seperti untuk komponen-komponen mesin diesel misalnya untuk turbo charge, klep dan kepala piston.

Pembahasan
A. Pengertian dan Sejarah Keramik
        Keramik berasal dari perkataan greek yaitu keramos, yang bermaksud lempung yang di bakar pada temperatur tinggi (lebih 1500oC). Ada pendapat lainnya menyatakan bahwa keramik berasal dari perkataan keramikos yaitu segala hasil yang di perbuat dari lempung (tanah liat).
          Sedangkan sejarah pembuatan keramik merupakan salah satu proses industri yang paling tua dalam sejarah manusia. Barang – barang yang ditemukan ada yang berasal dari tahun 15.000 sebelum Masehi, dan cukup maju di masa 10 abad kemudian. 

B. Sifat Fisik Keramik
        Sifat termal penting bahan keramik adalah
- kapasitas panas
- koefisien ekspansi termal
- konduktivitas termal
         Kapasitas panas bahan adalah kemampuan bahan untuk mengabsorbsi panas dari lingkungan. Panas yang diserap disimpan oleh padatan antara lain dalam bentuk vibrasi (getaran) atom/ion penyusun padatan tersebut. 
          Keramik biasanya material yang kuat, dan keras dan juga tahan korosi. Sifat-sifat ini bersama dengan kerapatan yang rendah dan juga titik lelehnya yang tinggi, membuat keramik merupakan material struktural yang menarik. 
           Keterbatasan utama keramik adalah kerapuhannya, yakni kecenderungan untuk patah tiba-tiba dengan deformasi plastik yang sedikit. 
Perbedaan dan kelebihan diantara keramik dengan logam dan bahan polimer:
- Keramik: Bahan bukan organic (bukan
  metalik), keras, kuat, tidak bertindak balas
  dengan bahan kimia, titik cair tinggi.
- Logam: Bahan-bahan organic (metalik),
  kekerasan dan kekuatan berbeda-beda, tidak
  stabil terhadap bahan kimia, Titik cair
  berbeda-beda.
- Polimer: Bahan organic, kebiasaan lembut
  dan lemah, tidak stabil terhadap bahan kimia,
  temperatur cair rendah. 

C. Bahan Baku Keramik
        Ada tiga bahan utama yang digunakan untuk membuat produk keramik klasik, yaitu lempung, feldspar, dan pasir. Lempung adalah aluminium silikat hidrat yang tidak terlalu murni yang terbentuk sebagai hasil pelapukan dari bahan beku yang mengandung feldspar sebagai salah satu mineral asli yang penting.
Terdapat tiga jenis lempung/tanah liat utama yang di bedakan oleh warna, ukuran partikel, sifat keliatan dan komposisi kimianya yaitu :
- Tanah liat kaolin berwarna putih, berukuran
   partikel sederhana, kurang keliatannya/sifat
   plastis. Dan mengandungi komposisi besi
   yang kurang dari 1%.
- Tanah liat bola (ball clay) berwarna hitam atau
   kelabu, berukuran partikel halus, keliatan
   yang tinggi, dan kandungan besi oksida
   diantara 0 – 2 %.
- Tanah liat api (fire clay) berwarna kemerahan,
   berukuran partikel antara sederhana dan
   besar dan komposisi besi oksida yang tinggi
Ada tiga jenis feldspar yang umum, yaitu :
- potas (K2O. Al2O3.SiO2)
- soda (NaO. Al2O3.6SiO2)
- gamping (CaO. Al2O3.6SiO2)
      yang kesemuanya dipakai dalam produk keramik. Feldspar sendiri berfungsi sebagai pemberi sifat fluks dalam formulasi keramik.
      Bahan – bahan ini termasuk bahan mentah yang di gunakan dalam pembuatan barang keramik konvensional seperti, feldspar, silicon, kalsium karbonat. Selain dari pada bahan di atas, berbagai mineral lain, seperti garam dan oksida juga digunakan sebagai bahan fluks dan perawis refraktori.

D. Pembuatan Keramik

1. Pengolahan Bahan
         Pengolahan bahan dapat dilakukan dengan metode basah maupun kering, dengan cara manual ataupun masinal. Didalam pengolahan bahan ini ada proses-proses tertentu yang harus dilakukan antara lain: pengurangan ukuran butir, penyaringan, pencampuran, pengadukan (mixing), dan pengurangan kadar air. Tahap terakhir adalah pengulian, dimaksudkan untuk menghomogenkan massa badan tanah liat dan membebaskan gelembung-gelembung udara yang mungkin terjebak. Massa badan keramik yang telah diuli, disimpan dalam wadah tertutup, kemudian diperam agar didapatkan keplastisan yang maksimal.

2. Pembentukan
       Ada tiga keteknikan utama dalam membentuk benda keramik:
a. Pembetukan Tangan Langsung
         Dalam membuat keramik dengan teknik
    pembentukan tangan langsung, ada
    beberapa metode yang dikenal selama ini:
    teknik pijit (pinching), teknik pilin (coiling),
    dan teknik lempeng (slabbing).
b. Pembentukan dengan Teknik Putar
         Secara singkat tahap-tahap pembentukan
     dalam teknik putar adalah: centering
    (pemusatan), coning (pengerucutan),
    forming (pembentukan), rising (membuat
    ketinggian benda), refining the contour
   (merapikan).
c. Pembentukan dengan Teknik Cetak
         menggunakan bantuan cetakan/mold
     yang dibuat dari gipsum. Teknik cetak dapat
     dilakukan dengan 2 cara: cetak padat dan
     cetak tuang (slip). Pada teknik cetak padat
     bahan baku yang digunakan adalah badan
     tanah liat plastis sedangkan pada teknik
     cetak tuang bahan yang digunakan berupa
     badan tanah liat slip/lumpur. 

3. Pengeringan
         Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk menghilangkan air plastis yang terikat pada badan keramik.

4. Pembakaran
         Pembakaran biskuit merupakan tahap yang sangat penting karena melalui pembakaran ini suatu benda dapat disebut sebagai keramik. Biskuit (bisque) merupakan suatu istilah untuk menyebut benda keramik yang telah dibakar pada kisaran suhu 700 – 1000oC. Pembakaran biskuit sudah cukup membuat suatu benda menjadi kuat, keras, kedap air.
      Untuk benda-benda keramik berglasir, pembakaran biskuit merupakan tahap awal agar benda yang akan diglasir cukup kuat dan mampu menyerap glasir secara optimal.

5. Pengglasiran
         Tahap yang dilakukan sebelum dilakukan pembakaran glasir, benda keramik biskuit dilapisi glasir dengan cara: dicelup, dituang, disemprot, atau dikuas.
          Untuk benda kecil-sedang pelapisan glasir dilakukan dengan cara dicelup dan dituang; untuk benda-benda yang besar pelapisan dilakukan dengan penyemprotan.
          Fungsi glasir pada produk keramik adalah untuk menambah keindahan, supaya lebih kedap air, dan menambahkan efek-efek tertentu sesuai keinginan.

E. Klasifikasi Keramik

1. Keramik Konvensional
       Bahan yang termasuk di dalam golongan ini ialah alumina, silicon karbida, silicon nitrida, komposite dan bahan yang di lapisi dengan keramik.
b. Keramik Putih
        Keramik ini dibuat dari bahan dasar lempung kualitas terpilih dan fluks dalam jumlah bervariasi yang dipanaskan pada suhu 1200-1500oC di dalam tanur (kiln). Contohnya keraamik tanah, porselin, keramik china, ubin keramik putih, dsb
c. Keramik Refraktori
       Yakni keramik yang mencakup bahan – bahan yang digunakan untuk menahan pengaruh termal, kimia dan fisik. Refraktori dijual dalaam bentuk bata tahan api, bata silica, magnesit,dsb.
d. Keramik Listrik
        Yang termasuk dalam kategori keramik ini mempunyai fungsi electromagnet dan optic dan juga fungsi kimia yang berkaitan dengan penggunaannya secara langsung. Keramik ini digunakan sebagai bahan penyekat, magnet, tranducer, dan pensemikonduksi.

Bahan-bahan keramik dapat digunakan membuat berbagai komponen/produk seperti dibawah ini
1. Keramik Konvensional
a. Keramik berstruktur
• Penggunaan : batu bata, riol , pot bunga, lantai dan dinding.
b. Keramik putih
• Penggunaan: peralatan meja makan (seperti piring, teko, mangkuk), peralatan kamar mandi, perhiasan rumah.
c. Keramik refraktori
• Di gunakan sebagai batu untuk tanur kupola, serabut keramik, semen mortar, liner yang di gunakan pada temperatur tinggi seperti di tanur peleburan besi, aluminium dan sebagainya.
d. Keramik listrik
• Contohnya insulator, switch dan kepingan penyekat

2. Keramik Termaju
- Keramik Oksida
  Contohnya: Abrasif, Substrat elektronik, Mata
  pahat, Komponen mesin.
- Keramik Bukan Oksida
  Contohnya ialah Turbin gas, Komponen
  mesin, Abrasif, Mata pahat, Nozel roket dll.
- Keramik Komposit
  Contohnya ialah rotor dan komponen mesin,
  mata pahat, komponen untuk industri.
- Keramik Kaca
  Contohnya ialah recrystallized glasses for instrument bagian-bagian mekanik dalam kapal terbang. Bahan keramik kemungkinan merupakan timbunan bahan yang terbesar di gunakan oleh manusia. Di sekeliling kita jika kita perhatikan penggunaan harian banyak

Berikut ini contoh aplikasi keramik dalam bidang teknik : 
1. Keramik Bangunan : Atap, lantai, Kaca
     jendela, Semen dan Beton, Gelas keramik,
    Terakota, Gerabah, Batu bata
2. Biokeramik: Pengganti tulang, Pengganti gigi,
     Katup jantung, Porselin gigi
3. Saringan dan Selaput Keramik : Selaput
     pemisah cairan, Selaput pemisah gas,
     Saringan logam cair
4.  Keramik Nuklir : Bahan bakar nuklir,
     Moderator, Pelindung, Kapsul gelas,
     Pembungkus bahan bakar nuklir.


KESIMPULAN
- Keramik merupakan suatu kesenian dan sains membuat dan menggunakan hasil padat yang terdiri daripada atau sebahagian besar komponennya adalah bahan tak organik (porselin, lempung, semen, kaca, feroelektrik, superkonduktor dan sebagainya).
- Keramik tradisional adalah keramik yang berdasarkan lempung.
- Keramik modern adalah keramik yang mempunyai sifat-sifat fisik, mekanik, kimia dan listrik yang istimewa.
- Bahan keramik tradisional adalah tembikar, lempung, semen, refraktori dan berbagai hasil berkaitan dengan silikat.

DAFTAR PUSTAKA
George T. Austin, Industri Proses Kimia,, jilid 1,edisi 5, Jakarta : Erlangga.
http://ellyawan.dosen.akprind.ac.id/?p=10
http://www.kimianet.lipi.go.id/utama.cgi?cetakartikel&1100398016
http://studiokeramik.blogspot.com/2007/10/membuat-keramik.html
http://www.umsu.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=80&Itemid=50&limit=1&limitstart=1
http://www.umsu.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=80&Itemid=50


LEM/PEREKAT

ROMA WIBERO (@N04-ROMA)
ABSTRAK
Lem tegel karet dibuat dari campuran tepung tapioka sebagai bahan pengisi. Rancangan percobaan dengan variasi perbandingan tepung tapioka yaitu formula A (tepung tapioka 8 g), formula B (tepung tapioka 12 g), formula C (tepung tapioka 16 g), formula D (tepung tepioka 20 g), formula E (tepung tapioka 24 g) dan F (pembanding/lem dipasaran). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung tapioka sebagai bahan pengisi pada pembuatan lem tegel karet berpengaruh terhadap daya rekat dan viskositas dalam hal keteguhan rekat dan nilai viskositas. Semakin tinggi penambahan tepung tapioka (24 g), maka daya rekat akan semakin rendah (1,78 kg/in) akibat penurunan gaya adhesinya. Formula lem tegel karet yang mendekati hasil uji lem karet yang ada dipasaran (nilai daya rekat yaitu 4,395 kg/in dan nilai viskositas Brookfield yaitu 98,275 cP) adalah formula B (tepung tapioka 12 g) dengan nilai daya rekat 4,17 kg/in dan nilai viskositas 51,33 cP

KATA KUNCI : LEM ATAU PEREKAT,LEM TEGEL KARET
PENDAHULUAN
Lem merupakan suatu bahan yang berfungsi sebagai obyek perantara untuk merekatkan bahan satu dengan yang lain. Bahan- bahan kimia yang digunakan sebagai bahan dasar pembuat lem adalah termasuk bahan makromolekul (Hartono et al, 1997). Cara kerja lem adalah liquid solidification yaitu dengan cara melelehkan makromolekul diatas titik leburnya. Setelah dingin mereka mempunyai kuat rekat yang tinggi (Cagle, 1982). Penelitian yang pernah dilakukan diantaranya, pembuatan lem sintetik yang menggunakan bahan baku chloroprene rubber baypren grade 300, dimana lem sintetik yang dihasilkan didapat formula yang baik dengan menggunakan chloroprene rubber 100 phr, lem sintetik ini mempunyai kuat rekat lebih tinggi dibandingkan dengan lem yang ada dipasaran (Yuniari, 2008).

PENGERTIAN
Lem adalah suatu cairan atau senyawa yang digunakan untuk merekatkan suatu benda/barang agar 
barang tersebut tidak lepas atau terpisah.
Lem alami yang sering kita temukan tanpa ada pengolahan dengan mencampurkan lebih dari 1 bahan adalah getah yang berasal dari pohon.
Kita Semua pasti sering menggunakan lem, yang tanpa kita sadari lem adalah salah satu barang yang wajib kita miliki dan simpan di rumah sebagai kebutuhan.
Lem juga merupakan kebutuhan yang tidak kalah pentingnya dengan kebutuhan yang lain seperti tissue, korek api, lilin, obat, sabun, dan lain-lain.

Jenis-Jenis Lem Dan Bahan Pembuatannya
Setelah kita mengetahui apa itu pengertian dari lem, Maka sekarang kita akan membahas tentang Jenis-Jenis Lem Dan Bahan Pembuatannya.
Jenis Lem dibagi menjadi 2 yaitu :

  1.Lem yang terbuat dari bahan alami.

Lem ini biasanya terbuat dari bahan alami seperti air sebagai bahan campuran pelarutnya yang mengakibatkan kekuatan dari lem tersebut akan menjadi lemah dan tidak tahan lama apabila terkena air, Tetapi yang menjadi kelebihan nya adalah lem jenis ini adalah tidak mudah terbakar.

  2.Lem yang terbuat dari bahan sintetis.

Lem ini mengggunakan larutan kimia untuk bahan campurannya yang membuat lem tersebut akan cepat mengering setelah larutan kimianya menguap, Kelemahan lem ini adalah sangat mudah terbakar dan harus hati-hati pada saat menggunakan lem jenis ini.


BAHAN DAN ALAT
Bahan dan Alat Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari bahan baku dan bahan pembantu, yaitu White Crepe, Toluene, Gondorukem, dan bahan pengisi tepung tapioka. Peralatan yang digunakan terdiri dari open mill, timbangan, kompor, baskom/panci, pengaduk, botol kemasan dan viskometer brookfield.

KESIMPULAN
Perekat sangat penting untuk masa depan kita. Proses manufaktur Semakin banyak menggunakan berbagai bentuk lem (dan termasuk perekat) untuk menggantikan jahitan, merapikan, dan sesuatu yang lebih mahal (dan kurang efektif) sebagai pengikat. Percobaan dengan perekat medis menunjukkan bahwa sepertiga dari semua luka mungkin "dijahit" dengan perekat dalam beberapa tahun mendatang. Perekat telah terbukti sangat serbaguna dan para ilmuwan terus-menerus meneliti untuk aplikasi baru yang akan membuat hidup kita sederhana.


DAFTAR PUSTAKA
Amin, A.Z, Pramono dan Sunyoto. (2017). Pengaruh Variasi Jumlah Perekat Tepung Tapioka Terhadap Karakteristik Briket Arang Tempurung Kelapa. Jurnal Sain dan Teknologi. Vol 15(2), 111-118. Aubrey, D., & Sherriff, M. (1980).
Peel adhesion and viscoelasticity of rubber–resin blends. Journal of Polymer Science: polymer chemistry edition, 18(8), 2597-2608. Brian (1992) dalam Herminiwati, Arum Yuniari dan R. Jaka Susila. Lem Kompon Karet untuk Sepatu kulit yang dibuat dengan Proses Vulkanisasi. https://media.neliti.com/media/publications/260655-none-09e5734b.pdf

Industri bahan farmasi di Indonesia


Disusun oleh : Andi Muhamad Iskandar ( P16-Andi )

Abtrak

Pada prinsipnya, industri farmasi di dunia merupakan sektor yang berjalan seperti industri-industri lain. Dalam sifat ini memang harus dipahami bahwa industri obat berjalan dengan sifat memaksimalkan keuntungan, sejak dari pabrik, distributor hingga apotek pengecer. Patut dicatat bahwa kinerja keuntungan industri farmasi sangat besar, lebih besar dibandingkan rata-rata industri, walaupun masih lebih rendah di banding dengan industri software.

Kata kunci : industri bahan farmasi

I. PENDAHULUAN

Kesehatan merupakan salah satu indikator tingkat kesejahteraan manusia sehingga menjadi prioritas dalam pembangunan nasional suatu bangsa.  Salah satu komponen kesehatan yang sangat penting adalah tersedianya obat sebagai bagian dari pelayanan kesehatan masyarakat.  Hal itu disebabkan karena obat digunakan untuk menyelamatkan jiwa, memulihkan atau memelihara kesehatan. Industri farmasi sebagai industri penghasil obat, memiliki peran strategis dalam usaha pelayanan kesehatan kepada masyarakat.  Seiring dengan meningkatnya pendidikan dan tingkat kesadaran masyarakatakan mengenai arti pentingnya kesehatan, maka industri farmasi dituntut untuk menyediakan obat dalam jenis dan jumlah yang memadai serta mutu yang baik.

II. PERMASALAHAN

Kementerian Kesehatan RI mengungkapkan hampir 90 persen industri farmasi di Indonesia masih memakai bahan baku impor. Salah satu faktornya karena biaya pengembangan bahan baku obat ini dinilai sulit dan mahal.

III. PEMBAHASAN

3.1. pengertian industri farmasi

Menurut definisi yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1799/MENKES/PER/XII/2010, industri farmasi adalah badan usaha yang memiliki izin dari Menteri Kesehatan untuk melakukan kegiatan pembuatan obat atau bahan obat.
Adapun obat didefinisikan sebagai bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelidiki sistem fisiologi atau keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan, dan kontrasepsi untuk manusia. Sedangkan bahan obat adalah bahan baik yang berkhasiat maupun tidak berkhasiat yang digunakan dalam pengolahan obat dengan standard mutu sebagai bahan baku farmasi.
Industri farmasi memiliki fungsi pembuatan obat dan atau bahan obat, pendidikan dan pelatihan, serta penelitian dan pengembangan.Industri farmasi yang memproduksi obat dapat mendistribusikan atau menyalurkan hasil produksinya langsung kepada pedagang besar farmasi, apotek, instalasi farmasi rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat, klinik, dan toko obat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sedangkan industri farmasi yang menghasilkan bahan obat dapat mendistribusikan atau menyalurkan hasil produksinya langsung kepada pedagang besar bahan baku farmasi dan instalasi farmasi rumah sakit sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

3.1. Jenis-jenis industri farmasi

1. Industri riset (inovasi) farmasi
Menghasilkan obat dan atau bahan baku obat hasil penelitian sendiri.
2. Industri sintesis dan atau fermentasi industri
Menghasilkan bahan aktif obat atau bahan baku lainnya, baik yang mempunyai hak paten atau sudah daluwarsa.
3. Industri manufactur Farmasi
Menghasilkan obat jadi dari bahan baku yang dihasilkan oleh industri farmasi riset dan atau industri sintesis atau fermentasi.
4. Industri jasa farmasi
Memberikan jasa, berupa jasa penelitian, sintesis dan atau formulasi

3.2. Pengertian obat

Obat adalah benda atau zat yang dapat digunakan untuk merawat penyakit, meredakan atau menghilangkan gejala, atau mengubah proses kimia dalam tubuh. Obat merupakan bahan atau paduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosis, mencegah, mengurangi, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan fisik dan psikis pada manusia atau hewan.

3.3. Jenis-jenis obat

Pulvis (serbuk)
Merupakan campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, ditujukan untuk pemakaian luar.

Pulveres
Merupakan serbuk yang dibagi bobot yang kurang lebih sama, dibungkus menggunakan bahan pengemas yang cocok untuk sekali minum.Contohnya adalah puyer.

Tablet (compressi)
Merupakan sediaan padat kompak dibuat secara kempa cetak dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler kedua permukaan rata atau cembung mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa bahan tambahan.

Pil (pilulae)
Merupakan bentuk sediaan padat bundar dan kecil mengandung bahan obat dan dimaksudkan untuk pemakaian oral. Saat ini sudah jarang ditemukan karena tergusur tablet dan kapsul. Masih banyak ditemukan pada seduhan jamu.

Kapsul (capsule)
Merupakan sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut. keuntungan/tujuan sediaan kapsul adalah :
a. menutupi bau dan rasa yang tidak enak
b. menghindari kontak langsung dengan udara dan sinar matahari
c. Lebih enak dipandang (memperbaiki penampilan)
d. Dapat untuk 2 sediaan yang tidak tercampur secara fisis (income fisis), dengan pemisahan antara lain menggunakan kapsul lain yang lebih kecil kemudian dimasukan bersama serbuk lain ke dalam kapsul yang lebih besar.
e. Mudah ditelan

Kaplet (kapsul tablet)
Merupakan sedian padat kompak dibuat secara kempa cetak, bentuknya oval seperti kapsul.

Larutan (solutiones)
Merupakan sedian cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang dapat larut, biasanya dilarutkan dalam air, yang karena bahan-bahannya,cara peracikan, atau penggunaannya,tidak dimasukan dalam golongan produk lainnya. Dapat juga dikatakan sedian cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang larut, misalnya terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau campuran pelarut yang saling bercampur. Cara penggunaannya yaitu larutan oral (diminum) dan larutan topikal (kulit).

Suspensi (suspensiones)
Merupakan sedian cair mengandung partikel padat tidak larut terdispersi dalam fase cair. macam suspensi antara lain : suspensi oral (juga termasuk susu/magma),suspensi topikal (penggunaan pada kulit) suspensi tetes telinga (telinga bagian luar),suspensi optalmik,suspensi sirup kering.

Emulsi (elmusiones)
Merupakan sediaan berupa campuran dari dua fase dalam sistem dispersi, fase cairan yang satu terdispersi sangat halus dan merata dalam fase cairan lainnya, umumnya distabilkan oleh zat pengemulsi.

Galenik
Merupakan sediaan yang dibuat dari bahan baku yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang disari.

Ekstrak (extractum)
Merupakan sediaan yang pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat dari simplisisa nabati atau simplisia hewani menggunakan zat pelarut yang sesuai.kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan dan massa atau serbuk yang tersisa diperlakukan sedemikian sehingga memenuhi baku yang ditetapkan.

Infusa
Merupakan sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplisia nabati dengan air pada suhu 90 derajat celcius selama 15 menit.

Imunoserum (immunosera)
Merupakan sediaan yang mengandung imunoglobulin khas yang diperoleh dari serum hewan dengan pemurnian. Berkhasiat menetralkan toksin kuman (bisa ular0 dan mengikut kuman/virus/antigen.

Salep (unguenta)
Merupakan sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian topikal pada kulit atau selaput lendir. Salep dapat juga dikatakan sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. Bahan obat harus larut atau terdispersi homogen dalam dasar salep yang cocok.

Suppositoria
Merupakan sedian padat dalam berbagai bobot dan bentuk, yang diberikan melalui rektal, vagina atau uretra,umumnya meleleh, melunak atau melarut pada suhu tubuh. Tujuan pengobatan adalah :

Obat tetes (guttae)
Merupakan sediaan cair berupa larutan,emulsi atau suspensi, dimaksudkan untuk obat dalam atau obat luar. Digunakan dengan cara meneteskan menggunakan penetes yang menghasilkan tetesan setara dengan tetesan yang dihasilkan penetes baku yang disebutkan farmakope indonesia. Sediaan obat tetes dapat berupa antara lain : guttae (obat dalam), guttae oris (tetes mulut), guttae auriculares (tetes telinga), guttae nasales (tetes hidung), guttae opthalmicae (tetes mata).

Injeksi (injectiones)
Merupakan sediaan steril berupa larutan,emulsi atau suspensi atau serbuk yang harus dilarutkan atau disuspensikan terlebih dahulu sebelum digunakan, yang disuntikan dengan cara merobek jaringan ke dalam kulit atau melalui kulit atau selaput lendir. Tujuannya agar kerja obat cepat serta dapat diberikan pada pasien yang tidak dapat menerima pengobatan melalui mulut.

Simpulan dan saran

Sebenarnya industri farmasi indonesia pada saat ini sudah cukup berkembang, namun jika dibandingkan dengan negara-negara lain, imdustri farmasi indonesia masih sangat tertinggal,  hal itu dibuktikan dengan masih dominannya bahan baku obat dari liar negeri dibandingkan dari dalam negeri,  padahl sesunguhmya Imdonesia bisa memproduksi bahan baku obat sendiri, namum kurangmya perhatian perhatian dari pemmerintah membuat indonesia baru bisa memproduksi sebagian bahan baku obat. Harusnya hal ini juga bisa menjadi perhatian pemerintah, karena hal ini menyangkut tentang kesehatan, jika indonesia bisa membuat bahan baku obat sendiri tentu saja ongkos produksi yang dikeluarkan akan lebih sedikit.


Daftar pustaka

http://cahaya29april.blogspot.com/2016/06/tugas-makalah-farmasi-industri-cpob.html?m=1
https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/ekonomi/read/2018/10/18/113000126/90-persen-industri-obat-nasional-pakai-bahan-baku-impor
https://idtesis.com/definisi-industri-farmasi-menurut-peraturan-menteri-kesehatan-republik-indonesia/
http://makalahskripsitesis.blogspot.com/2012/05/definisi-macam-macam-bentuk-sediaan.html?m=1
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Obat

INDUSTRI BAHAN PELEDAK


DISUSUN OLEH: @P17-GIMAWATI

1.    ABSTRAK
       Kebutuhan akan bahan peledak semakin meningkat menyebabkan pertumbuhan industri bahan peledak semakin meningkat pula. Perningkatan sangat besar terdapat pada bahan peledak karena disamping untuk bahan militer, penggunaan bahan peledak sangat besar digunakan untuk pekerjaan konstruksi dan pertambangan yang semakin besar. Oleh karena itu, penggunaan bahan peledak tidak semata-mata didasarkan pada kekuatan ledaknnya, tetapi lebih lagi perlu diperhatikan keselamatan pengoperasiannya, penympanan, serta transportas dan keselamatan lingkungan.

            Kata Kunci: Bahan peledak, industri bahan peledak

2.    PENDAHULUAN
     Bahan  peledak  adalah suatu  bahan  kimia  senyawa  tunggal  atau  campuran  berbentukpadat,cair gas atau campuranya yang apabila dikenali suatu aksi panas, berbenturan, gesekan atau  ledakan  awal  akan  mengalami  suatu  reaksi  kimia  eksotermis  sangat  cepat  yang  hasil reaksinya  sebagian  atau  seluruhnya  berbentuk  gas  dan  disertai  panas  dan  tekanan  sangat tinggi yang secara kimia lebih stabil.
       Terdapat beberapa jenis bahan peledak yang digunakan dalam beberapa industri serta terdapat kategori dalam pengelompokan tersebut. Salah satu jenis bahan peledak yang sangan dikenal adalah TNT, TNT merupakan bahan peledak yang digunakan dalam bidang militer utuk keperluan peperangan.
        Selain dari bidang militer, bahan peledak juga digunakan untuk hal komersial, salah satu conthnya pada pertambangan. Pada industri pertambangan tentu membutuhkan bahan peledk untuk menggali sumber bahan tambang yang terkubur di dasar tanah.

3.    PERMASALAHAN
       Kebutuhan bahan peledak selalu meningkat karena didorong oleh pertumbuhan sejumlah sektor industri, terutama pertambangan. Amonium nitrat banyak digunakan oleh industri berbasis bahan galian logam dan nonlogam, seperti batu bara, minyak dan gas bumi, serta bahan mineral yang mencakup emas, nikel, tembaga, dan bahan mineral lainnya.
        Indonesia masih kekurangan 40.000-60.000 ton amonium nitrat per tahun karena produksi dalam negeri belum mampu mengimbangi permintaan bahan peledak yang terus meningkat, terutama dari sektor pertambangan
      Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, kebutuhan amonium nitrat saat ini 480.000-500.000 ton per tahun, sedangkan kapasitas produksi industri baru mencapai 440.000 ton per tahun
      Saat ini, pasar bahan baku peledak diperkirakan mencapai 500.000 ton dan diproyeksikan tumbuh 10% menjadi 550.000 ton pada tahun depan. Dengan asumsi harganya US$600 per ton, nilai pasar komoditas itu meningkat dari US$300 juta menjadi US$480 juta.
     Jika struktur industrinya tidak diperkuat, dikhawatirkan industri pengguna bahan peledak di dalam negeri akan bergantung pada impor.

4.    PEMBAHASAN
3.1 Definisi Bahan Peledak
        Bahan  peledak  adalah suatu  bahan  kimia  senyawa  tunggal  atau  campuran  berbentukpadat,cair gas atau campuranya yang apabila dikenali suatu aksi panas, berbenturan, gesekan atau  ledakan  awal  akan  mengalami  suatu  reaksi  kimia  eksotermis  sangat  cepat  yang  hasil reaksinya  sebagian  atau  seluruhnya  berbentuk  gas  dan  disertai  panas  dan  tekanan  sangat tinggi yang secara kimia lebih stabil.
         Secara praktis, bahan peledak (BP) adalah kumpulan bahan kimia yang mampu mengurai dengan cepat dan menghasilkan ledakan. Penguraian ini menghasilkan gas dengan temperatur dan tekanan tinggi sehingga dapat melakukan kerja mekanis ke sekelilingnya. Agar dapat dipakai dengan aman, BP harus mempunyai stabilitas kimia yang baik pada berbagai kondisi seperti, gesekan, impak, atau panas.

3.2 Karakteristik Bahan Peledak
         Karakteristik/spesifikasi. Bahan peledak komersial harus memiliki beberapa persyaratan antara lain :
·        1.  Peka terhadap suatu reaksi :panas, getaran, gesekan atau benturan.
·      2.  Mempunyai kecepatan detonasi teertentu (high dan low explosive)
·      3.  Memiliki daya tahan air (water resistance) terbatas
·      4. Dapat disimpan dengan stabil
·      5. Menghasilkan gas-gas hasil peledak, yaitu : gas dalam bentuk molekul lebih stabil

3.3 Klasifikasi Industri Bahan Peledak
         Keppres No. 5/1988 juga SK Menhankam No. SKEP/974/VI/1988 membagi bahan
peledak (explosives) menjadi dua golongan besar yaitu :
1.      Bahan Peledak Industri (Komersial)
2.      Bahan Peledak Militer.
          Bahan peledak (handak) industri dibedakan ke dalam dua kelompok sesuai
dengan kecepatan gelombang kejutnya (Jimeno dkk., 1995), yaitu :
a) Bahan peledak cepat (rapid and detonating explosives), memiliki kecepatan
2000 ñ 7000 m/detik, dan dibedakan lagi menjadi dua yaitu primer (energinya
tinggi dan sensitif, untuk isian detonator dan primer cetak, seperti mercury fulminate, PETN, Pentolite), dan sekunder yang kurang sensitif

fulminate, PETN, Pentolite), dan sekunder yang kurang sensitif, dipakai untuk
isian lubang ledak.
 b) Bahan peledak lambat (slow and deflagrating explosives), memiliki
kecepatan di bawah 2000 m/detik; contoh : gunpowder senyawa piroteknik dan
senyawa propulsif untuk artilleri.
Ahli bahan peledak lain (Manon, 1977) membedakan bahan peledak industri
menjadi dua kelompok juga yaitu :
a) Bahan peledak kuat (high explosives), mempunyai kecepatan detonasi 1600- 7500 m/detik, sifat reaksinya detonasi (propagasi gelombang kejut) dan
menghasilkan efek menghancurkan (shattering effect)
b) Bahan peledak lemah (low explosives), kecepatan reaksinya kurang dari
1600 m/detik, sifat reaksinya deflagarasi (reaksi kimia yang sangat cepat, dan
menimbulkan efek pengangkatan (heaving effect)

3.4 Peledakan
        Peledakan adalah suatu aktivitas pemisahan batuan dari batuan induknya agar menjadi material berukuran tertentu sehingga memudahkan untuk kegiatan produksi selanjutnya dan optimalisasi produksi dari suatu kegiatan peledakan tidak saja ditinjau dari aspek teknis saja, akan tetapi harus pula mempertimbangkan aspek ekonomi/ biaya.
5.    KESIMPULAN
       Penggunaan bahan peledak sangan esensial dalam berbagai bidang. Dari peningkatan kebutuhan bahan peledak, maka indutri bahan peledak pun harus memasok dengan jumlah yang besar. Hanya saja sampai aat ini, Indonesia masih minim dalam hal memproduki bahan ledak. Jika bahan ledak tidak segera dierhatikan maka bidang kemiliteran industri pertambangan akan mengalami keadaan krisis.

6.    DAFTAR PUSTAKA

Somun, Haryono. 2014. TINJAUAN KRIMINOLOGIS PENGGUNAAN BAHAN PELEDAK. Jurnal Ilmu Hukum Legal Opinion. Edisi 3, Volume 2, Tahun 2014
Yusuf, Muhammad. SINTESIS DAN KARAKTERISASI BAHAN PELEDAK.
Wibowo, Budi. PENENTUN KARAKTERISTIK BAHAN PELEDAK.
Hidayat Atep, Kholil Muhammad. 2018. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Indutri. Yogyakarta: Penerbit Wahana Resolusi
Prabo, Bara. 2015. ANALISIS BAHN PELEDAK. Jurnal Industri Kimia. Vol2, No.2