.

Tampilkan postingan dengan label @ProyekP02. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @ProyekP02. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 September 2019

Sumber Energi Terbarukan


Oleh : Bagas Fadhlullah Akmal (@P25-BAGAS)



ABSTRAK
Transformasi energi sering kali disebut sebagai energi peubah. Hal ini, karena transformasi energi mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya. Transformasi energi sering ditemui dikehidupan sehari-hari. Seperti kincir angin yang memanfaatkan energi angin menjadi energi mekanik untuk menggerakan turbin.

Kata kunci : energi, transformasi energi, sumber energi terbarukan

I. Pendahuluan
            Energi merupakan komoditas strategis yang mempengaruhi keberlangsungan pembangunan yang dalam pengelolaannya memerlukan ketelitian dan kebijaksanaan. Jika pasokan energi menurun, maka akan menimbulkan kenaikan harga energi yang berakibat pada turunnya daya beli energi. Hal ini akan berimbas pada kolapsnya kegiatan ekonomi dan bersifat destruktif terhadap kegiatan produksi dan konsumsi masyarakat. Dengan demikian pasokan energi memegang peranan yang sangat penting, karena permintaan akan energi sebagai komoditas primer cenderung selalu meningkat.
Masalah lingkungan dan ekonomi merupakan alasan dibalik dorongan yang cepat akan pemanfaatan energi terbarukan di seluruh dunia. Pemanfaatan sumber energi terbarukan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan oleh sebagian negara yang ingin memaksimalkan atau mengoptimalkan energi terbarukan di wilayahnya dengan biaya yang terjangkau.

II. Permasalahan
Apa mafaat energi ? Bagaimana cara mengoptimalkannya ? Apa saja sumber energi terbarukan ?

III. Pembahasan
            World Council for Renewable Energy (WCRE) mendefinisikan energi terbarukan yang berupa surya, angin, air, laut, panas bumi, biomassa, dan lain-lain sesungguhnya adalah turunan dari energi matahari yang secara alami terbarukan melalui proses alam.
            Tujuan penggunaan Energi baru terbarukan (EBT) selain sebagai alternatif pengganti energi fosil (hidrokarbon), yang mana efek ikutannya adalah berkurangnya emisi gas rumah kaca, juga diharapkan dapat menekan biaya pokok produksi energi final yang kita gunakan sehari-hari

1.    Tenaga Surya

Sel surya merupakan salah satu sumber energi listrik alternatif yang terus dikembangkan demi memenuhi kebutuhan manusia akan listrik. Energi surya bersumber dari radiasi sinar dan panas yang dipancarkan oleh matahari. Energi ini pada umumnya digunakan untuk memasak, mengeringkan hasil pertanian dan memanaskan air. 

2.      Tenaga Angin

Angin  merupakan  suatu  energi  alam  yang  berlimpah  adanya  di  bumi  yang juga  merupakan  energi  yang  murah  serta  tak  pernah  habis.  Energi  angin  telah lama dikenal dan dimanfaatkan oleh manusia. Pembangkit listrik tenaga angin atau PLTA memanfaatkan angin melalui kincir, untuk menghasilkan energi listrik. Hembusan angin ditangkap baling-baling, dan dari putaran baling-baling tersebut akan dihasilkan putaran motor yang selanjutnya diubah menjadi energi listrik.

3.      Panas Bumi

Energi panas bumi, adalah energi panas yang tersimpan dalam batuan di bawah permukaan bumi dan fluida yang terkandung didalamnya. Energi panas bumi telah dimanfaatkan untuk pembangkit listrik di Italy sejak tahun 1913 dan di New Zealand sejak tahun 1958. Pemanfaatan energi panas bumi untuk sector non-listrik telah berlangsung di Iceland sekitar 70 tahun. Meningkatnya kebutuhan akan energi serta meningkatnya harga minyak. Pada dasarnya untuk mengurangi ketergantungan manusia pada minyak adalah dengan cara memanfaatkan energi panas bumi. Disamping itu panas bumi juga dimanfaatkan untuk sector non-listrik, antara lain untuk pemanasan ruangan, pemanasan air, pemanasan rumah kaca, pengeringan hasil produk pertanian, pemanasan tanah, pengeringan kayu, kertas, dll.

4.      Tenaga Air

Energi air adalah salah satu alternatif bahan bakar fosil yang paling umum. Sumber energi ini didapatkan dengan memanfaatkan energi potensial dan energi kinetik yang dimiliki air. Tenaga air dapat dimanfaatkan sebagai saluran irigasi yang terdapat di daerah pertanian-pertanian dipedesaan. Debit air di aliran irigasi relatif tidak terpengaruh oleh perubahan musim atau cuaca. Kondisi ini sangat menguntungkan untuk pemanfaatan pembangkit listrik yang menuntut kesinambungan suplai air yang tinggi.

IV. Kesimpulan
            Dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan, hal itu dapat mengurangi terhadap penggunaan bahan bakar fosil. Karena, sumber energi terbarukan berasal dari alam, yang mana artinya sumber energi terbarukan tidak akan habis. Memanfaatkan atau mengoptimalkan energi terbarukan berharap dapat meminimalisir biaya konsumsi masyarakat dalam penggunaan energi sehari-hari


Daftar Pustaka

Dzulfikar, Dafi., dan Wisnu Broto. 2016. Optimalisasi Pemanfaatan Energi Listrik Tenaga Surya Skala Rumah Tangga

Juwito, Arif Febriansyah. dkk. 2012. Optimalisasi Energi Terbarukan pada Pembangkit Tenaga Listrik dalam Menghadapi Desa Mandiri Energi di Margajaya. Jurnal Ilmiah Semesta Teknika. Vol. 15, No. 1, 22-34

Saptadji, Nenny. Energi Panas Bumi ( Geothermal Energy ).

Susanti. dkk. 2017. Kajian Penyediaan dan Pemanfaatan Migas, Batubara, Listrik, dan EBT.

Yunginger, Raghel., dan Nawir. N. Sune. Analisis Energi Angin Sebagai Energi Alternatif Pembangkit Listrik di Kota Gorontalo.



Polimer


ABSTAK:
Pengetahuanyang dimiliki manusia terus-menerus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Pada zaman purbakala material yang pertama kali adalah batu, pada abad pertengahan manusia mulai mengenal besi dan perunggu,Pada perkembangan manusia modern mulai beralih dari logam dan mulai mengembangkan material baru yaitu plastik penggunaan plastik,dan polimer pada umumnya,di berbagai kehidupan manusia modern telah begitu luas dan aplikasi terus meningkat secara eksponensial.tidak terlalu berlebihan apabila kita katakan masa sekarang sebagai abad polimer

Kata kunci: polimer

I PENDAHULUAN:
Polimer adalah makromolekul yang terdiri dari susunan berulang ratusan bahkan ribuan monomer. Oleh karena itu polimer mempunyai massa molekul relatif sangat besar. Tanpa disadari polimer sangat akrab dalam kehidupan kita sehari, karena bahan bahan dan perlengkapan yang kita gunakan seperti plastik, botol, pakaian, peralatan rumah tangga dan lain-lain ternyata terbuat dari polimer.
II PEMBAHASAN:

Jenis -jenis
 Polimer dapat dibagi menjadi dua macam ialah jenis plimer yang berasal dari alam dan polimer buatan (sintetik). Polimer yang berasal dari alam yang telah dikenal dan dimanfaatkan antara lain sutra, kapas,kayu, wol, getah dan masih banyak yang lainnya. Sedangkan polimer sintetik antara lain nilon, tekstil poliester,styrofoam, botol susu bayi dari plastik polietilena, ban mobil dari karet dan lain-lain.

MANFAAT
POLIMER PLASTIK
·         Polipropilena
Merupakan gabungan molekul-molekul propena. Mirip sifatnya dengan  polietena namun lebih kuat. Polipropilena banyak digunakan untuk membuat tali, botol, karung, dan sebagainya.
·         Polivinilklorida(PVC)
Sobat hitung pernah dengan pipa PVC yang biasanya untuk membuat saluran air? Pipa itu terbuat dari Polivinilklorida. Manfaat polimer untuk membuat pipa, pelapis lantai, dan tongkat.
·         Teflon(PTFE)
Politetrafluoroetena (PTFE) atau teflon terutama digunakan untuk pelapis alat-alat memasak. Teflon bersifat ulet, kenyal, tahan zat kimia, tak mudah terbakar, isolator listrik dan panas yang baik, tak mudah lengket dan menempel. Dengan ada teflon di alat/panci masak untuk menggoreng sangat memudahkan kita memasak dan mencucinya. Banyak ibu-ibu pasti merasakan manfaat polimer satu ini.
·         Polivinil Asetat (PVC)
sebagai bahan pengemulsi cat.
·         Polistirena
Polistirena merupakan gabungan dari stirena. Manfaat polimer ini sebagai pembungkus makanan dan minuman (gelas plastik)
·         PolimetilMetakrilat(PMMA)
bentuknya plastik bening. Strukturnya keras namun ringan sehingga banyak dimanfaatkan sebagai pengganti gelas dan kaca pesawat terbang.

Polimer Karet
a. Karet Alam
Karet alam terdiri dari rangkaian isoprena yang berasal dari alam. Sobat tahu ban mobil? Manfaat polimer ini terbesar adalah sebagai ban kendaraan. Karet yang awalnya lunak akan menjadi keras setelah di vulkanisir dengan menambahkan sedikit belerang.
b. Karet Sintesis
·         sebagainya
·         Karet Nitril : manfaat polimer ini mirip seperti Neoprena
·         Styrena Butadiena Rubber (SBR) : kalau yang alami kita punya karet alam kalau yang sintesis kita punya SBR. Manfaat polimer ini sebagai bahan ban motor.

3  Serat Sintesis

a. Nilon 66
Merupakan polimer dari heksa metilen diamina dan asam adipat. Disebut nilon 66 karena baik heksa metilen diamina dan asam adipat masing-masing mempunyai 6 atom karbon. Karena sifatnya ulet, melar, dan kuat maka banyak digunakan untuk bahan membuat tali, jala, parasit, tenda, dan sebagainya.
b. Orlon (Poliakrilonitril)
manfaat plomer  sebagai bahan karpet dan pakaian.
c. Dacron (Ploetilentreftalat)
Dacron banyak digunakan sebagai kemasan minuman dengan kualitas yang baik.
Aplikasi
1. Dalam bidang kedokteran: banyak diciptakan alat-alat kesehatan seperti:
termometer, botol infus, selang infus, jantung buatan dan alat transfusi darah.
2. dalam bidang pertanian: dengan adanya mekanisme pertanian
3. dalam bidang teknik : diciptakan alat-alat ringan seperti peralatan pesawat
4. dalam bidang otomotif : dibuat alat-alat perlengkapan mobil
DAFTAR PUSTAKA
Ipul, Guru. 2019, Pengertian dan jenis polimer, sumber : https://rumus.co.id/polimer/

Pencemaran udara

PENCEMARAN UDARA
                                                                                           
                                           NAMA: AHMAD HARYADI
                                                                                                                                                    kode : P14-AHMAD

Abstrak
Pertumbuhan Aktivitas Ekonomi Dan Urbanisasi Yang Cukup Tinggi Baik Diperkotaan Dan Subperkotaan Berpotensi Besar Dalam Peningkatan Penggunaan Konsumsi Energi, Separti Pada Kebutuhan Bahan Bakar Guna Pembangkit Tenaga Listrik, Tungku-Tungku Industri Dan Transportasi. Pembakaran Bahan Bakar Ini Merupakan Sumber-Sumber Pencemar Utama Yang Dilepaskan Ke Udara, Seperti Cox, Nox, Sox, Spm (Suspended Particulate Matter), Ox, Dan Berbagai Logam Berat. Dari Studi-Studi Literatur Digambarkan Bahwa Secara Global Sektor Transportasi Sebagai Tulang Punggung Aktifitas Manusia Mempunyai Kontribusi Yang Cukup Besar Bagi Pencemaran Udara, 44 Persen Tsp (Total Suspended Particulate), 89 Persen Hidrokarbon, 100 Persen Pb Dan 73 Persen Nox.
Kata Kunci : Kesehatan Udara


Pendahuluan
Perkembangan Ilmu Pengetahuan Tidak Dapat Dicegah Karena Manusia Dengan Potensi Akalnya Terus Berfikir Dan Menghasilkan Temuan-Temuan Yang Sesuai Dengan Masalah Yang Dihadapi Dan Kebutuhan Pada Waktu Itu.
1 Pada Satu Sisi Kita Sangat Bergembira Dengan Semakin Pesatnya Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dalam Berbagai Bidang Kajian Ilmu Sehingga Akan Semakin Menambah Arti Hidup Yang Dijalani Sementara Disisi Lain Perkembangannya Ilmu Yang Tidak Dilandasi Oleh Nilai-Nilai Positif Dan Moral Akan Berakibat Terjadinya Penyalahgunaan Sehingga Akan Merusak Dan Menghancurkan Tatanan Hidup Yang Telah Ada Salah Satunya Lingkungan.
 2 Lingkungan Hidup Merupakan Dukungan Terhadap Kehidupan Dan Kesejahteraan, Bukan Saja Terhadap Manusia, Tetapi Juga Makhluk Hidup Lain, Seperti Hewan Dan Tumbuhan. Oleh Karena Seluruh Isi Alam Diperuntukkan Bagi Kelangsungan Hidup Dan Kesejahteraan Manusia Maka Tumbuhan Dan Hewan Yang Dapat Mendukung Kedua Hal Tersebut Harus Tetap Terjaga Kedalam Fungsinya Sebagai Pendukung Kehidupan.
3 Lingkungan Merupakan Kesatuan



Dampak
Dampak Buruk Polusi Udara Bagi Kesehatan Manusia Tidak Dapat Di Bantah Lagi.Baik Polusi Udara Yang Terjadi Di Alam Bebas (Outdoor Air Pollution) Ataupun Yang Terjadi Di Dalam Ruangan (Indoor Air Pollution),Polusi Yang Terjadi Di Luar Ruangan Terjadi Karena Bahan Pencemaran Yang Berasal Dari Industri ,Transportasi, Sementara Polusi Yang Terjadi Di Dalam Ruangan Dapat Berasal Dari Asap Rokok. Dan Gangguan Sirkulasi Udara
Isi
Pencemaran Udara Merupakan Salah Satu Faktor Penting Yang Perlu Di Pertimbangkan Dalam Mencapai Pembangunan Berwawasan Lingkungan ,Sesuai Dengan Pembangunan Nasional Yaitu Pembangunan Indonesia ,Maka Studi Pencemaran Udara Merupakan Studi Yang Mengaitkan Udara Atau Atmosfer Sebagai Sumber Daya Alam Dengan Kepentingan Manusia Seperti Kesehatan ,Keselamatan,Kesejahteraan Dan Kenyamanan Untuk Menuju Tersebut

Jenis-Jenis
Bahan Pencemaran Udara
1. Karbon Monoksida
2. Oksida Nitrogen
3. Oksida Sulfur
4. Cfc
5. Hidrokarbon
6. Senyawa Organik Volatil
7. Partikulat
8. Radikal Bebas

Kesimpulan Dan Saran

 Pencemaran Pb Di Dalam Udara Berasal Dari Gas Buang Kendaraan Bermotor,
Dimana Zat Pencemar Tersebut Berdampak Yang Sangat Berbahaya Bagi Kesehatan.
Untuk Mengendalikan Pencemaran Pb Tersebut Dapat Dilakukan Melalui
Pendekatan Teknis Yaitu Dengan Mengupayakan Pembakaran Sempurna Dan Mencari
Bahan Bakar Alternatif. Pemerintah Mempunyai Posisi Yang Strategis Untuk
Melakukan Pendekatan Planatologi, Administrasi Dan Hukum. Sedangkan Untuk
Meningkatkan Kedisiplinan Perawatan Dan Cara Pengemudian Yang Baik Dan Benar
Dapat Dilakukan Melalui Pendekatan Edukatif.


Daftar Pustaka

 1. Harian Kompas, Madu Dan Racun Bensin Bertimbal, 7 Nov 1996.
2. Harian Kompas, Udara Di Jakarta Bisa Bebas Polusi, 15 Juli 1996.
3. Moch Solikin, Dampak Dan Upaya Mengendalikan Gas Buang Kendaraan Bermotor,
Cakrawala Pendidikan No.3, Tahun Xvi, Nov 1997.
4. Akinin Bado, Model Transport Polutan Udara Sumber Tunggal Kontinu, Kursus
Singkat Analisa Limbah Industri Angkatan Ii Staf Akademik Ptn Indonesia Timur,
Juli 1994.
5. Wirsal Hasan, Limbah Cair Aspek Kesehatan Dan Pengelolaannya, 1994.

Minyak Bumi




MINYAK BUMI


Abstrak

Minyak Bumi merupakan campuran dari berbagai macam hidrokarbon, jenis molekul yang paling sering ditemukan adalah alkana (baik yang rantai lurus maupun bercabang), sikloalkana, hidrokarbon aromatik, atau senyawa kompleks seperti aspaltena. Setiap minyak Bumi mempunyai keunikan molekulnya masing-masing, yang diketahui dari bentuk fisik dan ciri-ciri kimia, warna, dan viskositas.

Latar Belakang

Minyak bumi (Crude Oil) dan gas alam merupakan senyawa hidrokarbon. Rantai karbon yang
menyusun minyak bumi dan gas alam memiliki jenis yang beragam dan tentunya dengan sifat dan karakteristik masing-masing. Sifat dan karakteristik dasar minyak bumi inilah yang menentukan perlakuan selanjutnya bagi minyak bumi itu sendiri pada pengolahannya. Hal ini juga akan mempengaruhi produk yang dihasilkan dari pengolahan minyak tersebut.

I.PENDAHULUAN

Berdasarkan model OWEM (OPEC World Energy Model), permintaan minyak dunia pada periode jangka menengah (2002-2010) diperkirakan meningkat sebesar 12 juta barel per hari (bph) menjadi 89 juta bph atau tumbuh rata-rata 1,8% per tahun. Sedangkan pada periode berikutnya (2010-2020), permintaan naik menjadi 106 juta bph dengan pertumbuhan sebesar 17 juta bph.

II.PERMASALAH

Selain menghasilkan energi, pembakaran sumber energi fosil (misalnya: minyak bumi, batu bara) juga melepaskan gas-gas, antara lain karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx),dan sulfur dioksida (SO2) yang menyebabkan pencemaran udara (hujan asam, smog dan pemanasan global).

III.PEMBAHASAN

Minyak mentah yang dikenal juga sebagai emas hitam keluar dari tanah berupa campuran kompleks hidrokarbon dengan beragam bobot molekul. Minyak mentah (Crude Oil) melalui pipa masuk kedalam kilang. Berupa cairran hitam pekat dan beraroma tidak sedap. Di dalam kilang minyak mentah dioisahkan menjadi berbagai fraksidengan beragam manfaat. Di dalam kilang terjadi proses distilasi fraksional yang memisahkan beragam senyawa dengan menggunakan perbedann titik didih.

Manfaat
   Produk hasil pengolahan minyak bumi bermanfaat untuk kebutuhan hidup manusia misalnya bensin, solar, minyak, pelumas dan lain sebagainya.  Dan pembakaran yang tidak sempurna dari minyak bumi akan mengakibatkan dampak yang buruk bagi lingkungan dan tubuh manusia.

Kesimpulan

Proses pembentukan minyak bumi yaitu berasal dari reaksi kalsium karbida, CaC2 (dari reaksi antara batuan karbonat dan logam alkali) dan air yang menghasilkan asetilena yang dapat berubah menjadi minyak bumi pada temperatur dan tekanan tinggi.

Minyak bumi selain bahan bakar juga sebagai bahan industri kimia yang penting dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari yang disebut petrokimia.

Produk hasil pengolahan minyak bumi antara lain : Bahan bakar, napta, gasoline, kerosin, minyak solar, minyak pelumas dan residu. Oleh karena minyak bumi itu proses pembentukannya lama, maka kita harus berhemat dalam pemanfaatannya, agar minyak bumi itu tidak cepat habis. Dan penggunaan bensin / bahan bakar haruslah yang tidak berdampak negatif terhadap lingkungan alam sekitarnya

Daftar Pustaka

http://kumpulan-makalah-dan-artikel.blogspot.com/2013/05/Makalah-Kimia-Tentang-Minyak-Bumi-dan-Dampaknya.html

http://kumpulan-makalah-dan-artikel.blogspot.com/2013/05/Makalah-Kimia-Tentang-Minyak-Bumi-dan-Dampaknya.html
BAHAN  BAKAR  FOSIL





Oleh :  Adi Lesmana
Kode : @P20-ADI , @ProyekP02




ABSTRAK 
peningkatan jumlah penduduk dari tahun-ketahun turut memicu peningkatan kebutuhan energi. Sedangakan sekarang ini kebutuhan sebagian besar energi di cukupi dari konversi sumber energi fosil misalnya energi untuk pembangkit listrik, kebutuhan rumah tangga, industri dan alat-alat transportasi.



I.PENDAHULUAN


Bahan bakar fosil merupakan istilah umum untuk endapan geologis yang mudah terbakar yang terkubur dari bahan organik, terbentuk dari tumbuhan dan hewan yang telah membusuk yang telah dikonversi menjadi minyak mentah, batubara, gas alam, atau minyak berat dengan paparan panas dan tekanan di kerak bumi lebih dari ratusan atau jutaan tahun. Penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, gas alam dan batu bara sangat diperlukan manusia, sehingga bahan bakar fosil menjadi sumber energi utama dalam menggerakkan roda kehidupan manusia.  Namun pemanfaatan energi bahan bakar fosil yang berlebihan menghasilkan gas karbondioksida (CO2) yang menjadi salah satu gas efek rumah kaca.



II.PERMASALAHAN

Bahan bakar fosil sangat diperlukan manusia mulai dari transportasi, listrik, pertanian. sehingga bahan bakar fosil menjadi sumber energi utama dalam menggerakkan roda kehidupan manusia.  Tetapi bahan bakar fosil ini memiliki dampak yang serius terhadap sumber daya alam dan juga lingkungan.



III.PEMBAHASAN


KOMPOSISI BAHAN BAKAR FOSIL
Minyak bumi (petroleum) adalah hidrokarbon cair yang berasal dari sisa tumbuhan dan hewan di lautan dan di daratan.
Batu bara adalah hidrokarbon padat yang berasal dari sisa tumbuhan yang membentuk
batuan sedimen yang dapat terbakar.
Gas alam adalah hidrokarbon gas yang berasal dari sisa tumbuhan dan hewan di lautan, dan
terbentuk bersamaan dengan minyak bumi.



Dampak terhadap Sumber Daya Alam.
Sumber daya energi khususnya yang tidak terbarukan seperti minyak, gas, batubara (energi fosil) semakin lama akan terus berkurang sesuai dengan pemakaian yang terus meningkat. Hal ini akan menimbulkan krisis energi dikemudian hari khususnya untuk generasi yang akan datang.



Dampaknya Terhadap Lingkungan
Gas CO2

Limbah gas CO2 yang dihasilkan dari suatu pembangkit listrik fosil adalah Gas Co2 yang merupakan salah satu golongan gas rumah kaca. Efek gas rumah kaca ini akan menyebabkan radiasi sinar infra merah dari bumi akan kembali ke permukaan bumi karena tertahan oleh gas rumah kaca. Hal ini lah yang menyebabkan terjadinya pemanasan global pada bumi. Pemanasan global pada bumi ini akan menimbulkan dampak turunan yang lebih panjang yakni mencairnya gunung-gunung es di kutub, meningkatnya suhu permukaan bumi, meningkatnya suhu air laut, menungkatnya tinggi permukaan laut, kerusakan pantai karena meningkatnya abrasi laut, dan hilangnya pulau-pulau kecil karena abrasi air laut.

Gas SO2 dan NOx
Gas SO2 dan NOx adalah jenis limbah yang  merupakan sumber deposisi asam.  Dampak dari deposisi asam ini punah nya beberapa jenis ikan, merusak tanaman, dan mempercepat korosi pada pipa saluran air.


IV.KESIMPULAN


Kebutuhan energi listrik di Indonesia terus meningkat sesuai dengan perkembangan industri. Energi fosil merupakan energi yang tak terbaharukan, dan dalam penggunaannya sebagai sumber energi listrik akan memiliki dampak terhadap sumber daya dan lingkungan. Menipisnya cadangan sumber daya, dampak pemanasan global dan hujan asam akan menjadi permasalahan serius dimasa mendatang. PLTN menjadi salah satu solusi dan mempunyai prospek sebagai sumber energi listrik dimasa mendatang untuk mencegah dan mengurangi dampak penggunaan energi fosil.



DAFTAR PUSTAKA

Nur tri harjanto dan Ida Nuryatin Finahari, “Potensi, Dampak dan Pengendalian Emisi gas CO2 Dari pembangkit Listrik Berbahan Baker Fosil” Presentasi Ilmiah Peneliti Madya, Batan , Jakarta, 2007. http://jurnal.batan.go.id/index.php/pin/article/download/2546/2330

Suryana hisham. 2019. Apa yang dimaksud dengan bahan bakar fosil dan contohnya.

Fanny, rofalina. 2014. Energy fosil tambang dan global warming.https://abstrak.uns.ac.id/wisuda/upload/d0208039_bab1.pdf

Minggu, 15 September 2019

CARA PENGELOLAAN LIMBAH PLASTIK


Oleh: @P17-GIMAWATI

1.      ABSTRAK
       Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Menurut penelitian, penggunaan plastik yang tidak sesuai persyaratan akan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, karena dapat mengakibatkan pemicu kanker dan kerusakan jaringan pada tubuh manusia (karsinogenik). Selain itu plastik pada umumnya sulit untuk didegradasikan (diuraikan) oleh mikro organisme. Sampah plastik dapat bertahan hingga bertahun-tahun sehingga menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan. Sampah plastik tidaklah bijak jika dibakar karena akan menghasilkan gas yang akan mencemari udara dan membahayakan pernafasan manusia, dan jika sampah plastik ditimbun dalam tanah maka akan mencemari tanah, air tanah. Untuk itu perlu diketahui tentang jenis-jenis utama plastik : kode PET, HDPE, PVC, LDPE, PP, PS, OTHER sehingga jika memakai plastik yang lebih aman yaitu dengan kode HDPE, LDPE, PP, OTHER ( kecuali PVC ) dan penanggulangan terhadap sampah plastik.

Kata Kunci : Jenis Plastik, Penanggulangan Limbah Plastik, Sampah Plastik

2.      PENDAHULUAN
       Plastik merupakan salah satu bahan yang paling banyak digunakan untuk pembuatan peralatan rumah tangga, otomotif dan sebagainya. Penggunaan bahan plastik semakin lama semakin luas karena sifatnya kuat dan tidak mudah rusak oleh pelapukan. Perkembangan produk plastik di Indonesia sangat pesat pada dua dekade terakhir dengan merambah hampir di semua jenis kebutuhan manusia, dari kebutuhan dasar seperti kebutuhan rumah tangga sampai aksesoris pada mobil mewah.
       Ketersediaan kantung plastik di berbagai tempat tak dapat dipisahkan dari perkembangan industri dan konsumerisme. Dunia industri mengeksplorasi sumber bahan mentah dan menjadikannya produk pemuas kebutuhan manusia. Ketika sumber daya alam tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan yang terus meningkat, industri beralih pada bahan-bahan sintetis. Material sistetis seperti rayon, nilon, akrilik, dan plastik menggantikan katun, wol, sultra, dan kayu dengan harga yang jauh lebih murah. Material ini dapat bertahan selamanya meski telah digunakan berulang kali, ringan, dan dapat diolah kembali menjadi bentuk yang baru dan tetap murah.
      Berbagai industri di dunia menggunakan plastik untuk mengemas produk mereka. Industri makanan dan minuman instan misalnya, memilih plastik berlapis alumunium foil atau plastik multilayer sebagai kemasan karena dianggap aman dan dapat menjaga produk tetap layak dikonsumsi. Disamping itu, material pembungkus ini tidak membuat biaya produksi melonjak. Produsen tetap dapat menjual produk eceran dengan harga yang terjangkau. Hal yang sama juga dilakukan oleh produsen shampo, permen, susu dan obat-obatan. Plastik kemasan berlapis alumunium foil menggantikan kaca, kaleng, dan kertas sebagai material pengemas.


3.      PERMASALAHAN
         Produk-produk plastik setelah tidak dipakai lagi akan dibuang oleh konsumen sebagai sampah. Dengan jumlah presentase sampah plastik yang semakin bertambah tersebut, apabila sampah plastik tidak segera diolah maka akan terjadi pencemaran dan kerusakan lingkungan.
        Semakin banyaknya jumlah konsumsi bahan plastik yang digunakan, maka akibat yang ditimbulkan juga akan semakin buruk. Karena plastik adalah bahan yang tidak mudah musnah jika di bakar, perlu waktu panjang untuk memusnahkannya.

4.      PEMBAHASAN
4.1 Jenis-jenis Utama Plastik
      Plastik merupakan bahan yang kelihatan bersih, praktis, sehingga barang-barang kebutuhan sehari-hari dibuat dari plastik seperti botol minuman, gelas, piring, kantong kresek, dan sebagainya Dengan demikian hampir semua orang memakai barang-barang yang terbuat dari plastik karena kepraktisannya, walaupun berdampak terhadap kesehatan dan lingkungan. Oleh karena itu sebaiknya dipelajari mengenai jenis-jenis utama plastik, cara dan dampak pemanfaatannya. Jenis – jenis utama plastik adalah sebagai berikut :
1. PET — Polyethylene Terephthalate
Mayoritas bahan plastik PET di dunia untuk serat sintetis (sekitar 60 %), dalam pertekstilan PET biasa disebut dengan polyester (bahan dasar botol kemasan 30 %). Botol Jenis PET/PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI. Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker).
2. HDPE — High Density Polyethylene
·         HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya.
·         HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi jika dibandingkan dengan plastik dengan kode PET.
3. PVC — Polyvinyl Chloride
·         Bahan ini lebih tahan terhadap bahan senyawa kimia, minyak, dll.
·         PVC mengandung DEHA yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas
4. LDPE — Low Density Polyethylene
·         Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60C sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen.
·         Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia.
·         Biasanya plastik jenis ini digunakan untuk tempat makanan, plastik kemasan, botol yang lunak.
 5. PP — Polypropylene
Karakteristik PP adalah botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak 
6 . PS — Polystyrene
·         Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan.
·         Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, pertumbuhan dan sistem syaraf, juga bahan ini sulit didaur ulang. Bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.
7. OTHER
·         Bahan dengan tulisan Other berarti dapat berbahan SAN - styrene acrylonitrile, ABS – acrylonitrile butadiene styrene, PC – polycarbonate, Nylon.
·         PC – polycarbonate, dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas.
·         Dianjurkan untuk tidak dipergunakan untuk tempat makanan ataupun minuman karena Bisphenol-A dapat berpindah ke dalam minuman atau makanan jika suhunya dinaikkan karena pemanasan.
4.2 Dampak Bahaya Penggunaan Plastik dan Sampah Plastik bagi Kesehatan dan Lingkungan
      Penggunaan plastik dalam kehidupan modern ini terlihat sangat pesat sehingga menyebabkan tingkat ketergantungan manusia pada plastik semakin tinggi. Hal tersebut disebabkan plastik merupakan bahan pembungkus ataupun wadah yang praktis dan kelihatan bersih, mudah didapat, tahan lama, juga murah harganya. Tetapi dibalik itu, banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahaya dari plastik, dan cara penggunaan yang benar.
      Yang perlu diwaspadai dari penggunaan plastik dalam industri makanan adalah kontaminasi zat warna plastik dalam makanan. Sebagai contoh adalah penggunaan kantong plastik (kresek) untuk membungkus makanan seperti gorengan dan lain-lain. Menurut seorang ahli kimia, zat pewarna hitam ini kalau terkena panas (misalnya berasal dari gorengan), bisa terurai terdegradasi menjadi bentuk radikal, menyebabkan penyakit.
      Selain itu faktor yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup yang sampai saat ini adalah faktor pembuangan limbah sampah plastik. Kantong plastik telah menjadi sampah yang berbahaya dan sulit dikelola. Diperlukan waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk membuat sampah bekas kantong plastik itu benar-benar terurai. Dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna. Ini adalah sebuah waktu yang sangat lama. Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah.
 4.3 Upaya Penanggulangan Limbah Plastik
1. Kurangi penggunaan kantong plastik dan gunakan tas kain setiap kali berbelanja. Harus diingat untuk selalu membawa tas kain saat belanja dari rumah.
2. Limbah plastik ditanggulangi dengan cara Reuse ( pakai ulang / penggunaan kembali ) adalah upaya penggunaan limbah plastik dipakai kembali tanpa perlakuan apa-apa, misal untuk dibuat hiasan, Recycle (daur ulang) adalah upaya mendaur ulang limbah plastik untuk dimanfaatkan dengan memproses kembali ke proses semula melalui perlkuan fisika, kimia dan biologi menjadi produk lain seperti bahan baku sekunder produk plastik lain, misal plastik kresek hitam, pot hitam, dan Recovery ( pungut ulang/ambil ulang ) adalah upaya mengambil ulang bahan-bahan yang masih mempunyai nilai ekonomi tinggi dari suatu limbah, kemudian dikembalikan ke dalam proses produksi dengan atau tanpa perlakuan fisika, kimia dan biologi, ketiganya dikenal dengan 3 R.
3. Menghindari pembuangan sampah plastik ke lingkungan karena akan secara tidak langsung merusak ekosistem melalui (1) sumbatan pada sistem saluran air yang menyebabkan sedimentasi dan banjir, (2) merusak lahan subur seperti hutan mangrove karena keberadaan sampah plastik menutupi permukaan dan mengurangi sistem pengudaraan, (3) karena sifatnya yang tidak dapat membusuk, akan mengurangi kapasitas lahan pembuangan akhir sampah.
4. Kelembagaan meliputi instansi dan organisasi yang khusus menangani sampah plastik khususnya dan barang plastik. Kelembagaan mempunyai fungsi yang penting dalam mengnangani sistem pengelolaan sampah plastik secara menyeluruh dan komprehensif termasuk didalamnya penerbitan peraturan yang
berkaitan dengan sistem pengelolaan sampah plastik dan plastik. Instansi yang terkait dengan sistem pengelolaan sampah plsatik adalah Departemen Perindustrian dan Perdagangan yang mengatur secara langsung sistem pengelolaan plastik dari bahan baku sampai ke produk. Kementerian Lingkungan Hidup mempunyai tugas dan fungsi dalam pengelolaan lingkungan hidup termasuk berbagai dampak yang ditimbulkan akibat proses pembuatan plastik dan produk barang plastik yang sudah tidak terpakai dan dibuang ke lingkungan. Dinas Kebersihan merupakan instansi terdepan dalam pengelolaan sampah plastik dalam sistem pengelolaan sampah kota.

5.      KESIMPULAN
       Penggunaan plastik disatu sisi telah mendatangkan manfaat yang cukup besar, namun di sisi lain karena sifatnya yang kurang baik terhadap kesehatan dan juga sulit diurai oleh lingkungan maka produk plastik dan sampahnya akan menimbulkan masalah baru. Namun demikian, keberadaannya tidak bisa terlepas dari kehidupan manusia sehingga manusia perlu mengantisipasi pemakaian plastik dan pembuangan sampah plastik dengan benar sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Sampah plastik jika dikelola dengan benar yaitu memakai konsep produksi bersih ( 3R) akan mengurangi limbah dan menciptakan iklim usaha yang menguntungkan serta dapat menyerap tenaga kerja yang cukup besar.
       Dengan demikian peran serta pemerintah, masyarakat dan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan ini akan membuat kesehatan dan lingkungan terjaga dengan baik.
Cara lain dalam rangka mengurangi keberadaan plastik dan sampah plastik adalah dengan cara mengurangi penggunaan barang-barang berbahan baku plastik atau menggantinya dengan barang yang non-plastik. Substitusi bahan plastik dengan bahan yang mudah diurai dan dihancurkan oleh lingkungan seperti bahan-bahan alami, misal : plastik dari jagung, kentang, dan lain-lain.

6.      DAFTAR PUSTAKA
Sahwan Firman, Martono Heru, Wahyono Sri. (2005). Sistem Pengelolaan Limbah Plastik di Indonesia. 311-318
Wahyudi, Ekky. (2016). Pengolahan Sampah Plastik Polipropilena (PP) Menjadi Bahan Bakar Minyak dengan Metode Perengkahan Katalitik Menggunakan Katalis Sintetis. Jurnal Rekayasa Kimia dan Lingkungan. Vol. 11, No.1, Hlm. 17 – 23
Purnama, Hijrah. (2010). Studi Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Produk dan Jasa Kreatif. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan. Volume 2, Nomor 1
Hidayat Atep, Kholil Muhammad. 2018. Kimia dan Pengetahuan Lingkungan Industri. Yogyakarta: Penerbit Wahana Resolusi
Oktaviani, Nina. (2010). Analisis Pengelolaan dan Dampak Sampah Terhadap
Konsumsi Warga Sekitar Tempat Pembuangan Akhir