Oleh : @P01-REZKI, @P03-DICKY
Pendahuluan.
Dalam
ikatan kimia berkembang teori ikatan yaitu teori ikatan valensi atau
Valence Bond Theori (VBT), teori orbital molekul atau Molecular Orbital
Theory (MOT) dan teori medan kristal atau Crystal Field Theory (CFT).
Teori ikatan valensi merupakan yang paling luas digunakan karena lebih
mudah diaplikasikan pada berbagai senyawa. Sementara MOT sering
direpotkan oleh persamaan-persamaan gelombang dan simbul-simbul simetri
orbital. Demikian juga CFT hanya lazim digunakan untuk menjelaskan
ikatan dalam senyawa koordinasi. Teori ikatan ini akan diperkenalkan dan
pokok bahasan ini dimulai dengan VBT.
II. Pembahasan
2.1 Teori Ikatan Modern
Dua metode pendekatan untuk menjelaskan ikatan antar atom :
1. Metode Ikatan Valensi : Ikatan berbentuk karena adanya overlaping orbital atom
2. Metode
Orbital Molekul : Bila atom-atom membentuk molekul/senyawa,
orbital-orbitalnya bergabung dan membentuk orbital baru (Orbital
Molekul)
2.2 Teori Ikatan Valensi
Valence
bond theory (VBT) adalah pendekatan kuantum mekanik terlokalisasi untuk
menjelaskan ikatan dalam molekul. VBT memberikan perhitungan matematis
bagi penggambaran Lewis dari pasangan elektron membentuk ikatan antara
atom-atom. VBT menyatakan bahwa elektron menempati orbital yang
diarahkan terlokalisasi pada atom tertentu. Arah dari orbital ditentukan
oleh geometri di sekitar atom tertentu. Arah dari orbital ditentukan
oleh geometri disekitar atom yang diperoleh dari perkiraan dengan teori
VSEPR. Pada VBT, ikatan akan terbentuk bila terjadi tumpangsuh (overlap)
dari orbital yang cocok dari dua atom, dan orbital orbital tersebut
ditempati oleh 2 elektron secara maksimum.
2.3 Metode Ikatan Valensi
Menurut teori ini, ikatan H-H terbentuk darri overlaping (tumpangsuh) orbital 1s dari masing-masing atom.
2.4 Hibridisasi
Problem
dalam menghitung geometri sebenarnya dan arah dari orbital diatasi
dengan menggunakan konsep hibridisasi orbital. Orbital hibridisasi
adalah campuran dari orbital atom dan dihitung secara matematika sebagai
kombinasi linier dari orbital atom s, p, dan d yang tepat.
III. Kesimpulan
Teori
ikatan valensi merupakan yang paling luas digunakan karena lebih mudah
diaplikasikan pada berbagai senyawa. Sementara MOT sering direpotkan
oleh persamaan-persamaan gelombang dan simbul-simbul simetri orbital
IV. Daftar Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.