.

Sabtu, 22 September 2018

POTENSI RENEWABLE ENERGY SURYA DI INDONESIA

Oleh: Rofiqoh Awaliyah ( @K28-Rofiqoh )

Abstrak Selama ini energi fosil telah mampu memenuhi kebutuhan energi sebagian manusia. Agar tidak terus-menerus memakai energi fosil dibutuhkan renewable energy yang akan menggantikan penggunaan energi fosil. Renewable energi adalah energi terbarukan yang didapat sumber-sumber alamiah seperti sinar matahari, angin, hujan, geothermal dan biomassa.


Kata Kunci: Energi Surya

Indonesia memiliki banyak potensi energi terbarukan, seperti tenaga air (termasuk minihidro), panas bumi, biomasa, angin dan surya (matahari) yang bersih dan ramah lingkungan. Secara geografis, Indonesia yang berada di ekuator menyebabkan Indonesia adalah salah satu daerah yang memiliki nilai surplus sinar matahari karena mendapat sinar matahari sepanjang tahun. Dikarenakan Indonesia merupakan daerah surplus radiasi matahari, maka energi surya diyakini sangat potensial untuk dikembangkan.
Energi sangat diperlukan dalam menjalankan aktivitas perekonomian Indonesia, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun untuk aktivitas produksi berbagai sektor perekonomian. Dari aspek penyediaan, Indonesia merupakan negara yang kaya dengan sumber daya energi baik energi yang bersifat unrenewable resources maupun yang bersifat renewable resources. Namun demikian, eksplorasi sumberdaya energi lebih banyak difokuskan pada energi fosil yang bersifat unrenewable resources sedangkan energi yang bersifat renewable relatif belum banyak dimanfaatkan.
Permasalahan yang dihadapi Indonesia adalah konsumsi energi yang meningkat dan cenderung boros, sedangkan cadangan energi fosil yang semakin menipis dan pengembangan energi alternatif yang lambat. Hutchinson (1950) mengatakan energi surya merupakan salah satu energi alternatif yang potensial untuk dikembangkan karena merupakan sumber utama (asal) dari hampir seluruh sumber energi di dunia yang melalui berbagai proses penyampaiannya ke bumi dapat dimanfaatkan secara langsung atau melalui proses konversi alami menjadi energi terbarukan lain. Energi surya merupakan hasil proses pernbangkitan energi nuklir fusi dimana hidrogen diubah menjadi helium dengan laju 1020 kWh/det.
Energi surya dapat dimanfaatkan secara langsung tetapi dapat pula dikonversikan menjadi tenaga listrik untuk penerangan dan pemompaan air atau menguraikan air menjadi hidrogen dan oksigen yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan bakar yang akrab lingkungan.
Dengan berlimpahnya sumber energi surya yang belum dimanfaatkan secara optimal, sedangkan di sisi lain ada sebagian wilayah Indonesia yang belum terlistriki karena tidak terjangkau oleh jaringan listrik PLN, sehingga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan sistemnya yang modular dan mudah dipindahkan merupakan salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan sebagai salah satu pembangkit listrik alternatif.
Berdasarkan pengalaman operasional lebih dari 15 tahun di beberapa kawasan di Indonesia, PLTS merupakan suatu sistem yang mudah dalam pengoperasiannya, handal dan memerlukan biaya pemeliharaan dan operasi yang rendah menjadikan PLTS mampu bersaing dengan teknologi konvensional pada sebagain besar kondisi wilayah Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau kecil dan tidak terjangkau oleh jaringan PLN dan tergolong sebagai kawasan terpencil. Walaupun pemanfaatan PLTS belum optimal, tetapi sudah cukup banyak dimanfaatkan pada perumahan atau sering disebut Solar Home System (SHS), pompa air, televisi, komunikasi, dan lemari pendingin di PUSKESMAS di beberapa wilayah Indonesia, khususnya di wilayah terpencil yang jauh dari jaringan listrik PLN. PLTS merupakan teknologi yang ramah lingkungan karena tidak melepaskan polutan seperti halnya pembangkit listrik tenaga fosil.

Kesimpulan
Untuk mengatasi masalah perekonomian Indonesia karena cadangan energi fosil yang semakin menipis renewable energy adalah salah satu cara agar konsumsi energi yang meningkat dan cenderung boros di negara Indonesia berkurang. PLTS adalah salah satu renewable energy yang seharusnya dikembangkan secara optimal karena perkembangannya berpotensi tinggi dan penggunaannya bermanfaat di Indonesia.

Daftar Pustaka
Hidayat, Atep Afia., Muhammad Kholil. 2017. Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Jakarta. Pantona Media.
Elinur ', D.S Priyarsono, Mangara Tambunan, Muhammad Firdaus. 2012 PERKEMBANGAN KONSUMSI DAN PENYEDIAAN ENERGI DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA. Volume 2, Nomor 1, Desember 2010 https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=penyediaan+energi+indonesia&btnG=#d=gs_qabs&p=&u=%23p%3DxdULbA7wZvoJ , http://ejournal.unri.ac.id (Kamis, 20 september 2018)
Rahardjo, Irawan dan Ira Fitriana. 2005. ANALISIS POTENSI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DI INDONESIA https://scholar.google.co.id/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=penyediaan+energi+indonesia&btnG=#d=gs_qabs&p=&u=%23p%3DQT84lPT1Y1AJ , http://www.geocities.ws ,
Abdullah, Komarudin. 2011. Jurnal Keteknikan Pertanian. Vol 12, No 1 (1998): Buletin Ketenikan Pertanian http://id.portalgaruda.org/index.php?ref=browse&mod=viewarticle&article=344123 (Kamis, 20 september 2018)
Yandri, Valdi Rizki. 2012. PROSPEK PENGEMBANGAN ENERGI SURYA UNTUK KEBUTUHAN LISTRIK DI INDONESIA. Jurnal Ilmu Fisika 
Vol 4, No 1 (2012): JURNAL ILMU FISIKA http://id.portalgaruda.org/index.php?ref=browse&mod=viewarticle&article=359368 (Kamis, 20 september 2018)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.