.

Sabtu, 22 September 2018

Energi Baru Terbarukan: Biodiesel


Oleh: 
Farah Dita Salsabila
(@J04-Farah)
 
Abstrak: Sumber energi baru terbarukan adalah sumber energi ramah lingkungan yang tidak memberikan kontribusi terhadap perubahan iklim dan pemanasan global, karena energi yang didapatkan berasal dari proses alam yang berkelanjutan, seperti bioenergi. (ESDM, 2016)  Untuk mengatasi ketergantungan pada bahan bakar minyak fosil yang semakin terbatas jumlah dan cadangannya, maka diperlukan bahan bakar alternatif lain, yaitu bahan bakar biodiesel yang dapat menggantikan bahan bakar diesel. Biodiesel ini terbuat dari sumber terbaharui seperti minyak sayur atau lemak hewan.
   
Kata Kunci: energi terbarukan, bioenergi, biodiesel
 
     Menurut Wikipedia, biodiesel merupakan bahan bakar yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan bakar dari mesin diesel dan terbuat dari sumber terbaharui seperti minyak sayur atau lemak hewan. Sebagai penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, Indonesia seharusnya mempunyai potensi untuk menjadi salah satu penghasil biodiesel terbesar. Saat ini, kapasitas terpasang biodiesel yang berasal dari kelapa sawit telah mencapai 6,3 juta kL/tahun. (ESDM, 2016)

     Biodiesel dari minyak nabati dapat langsung dipergunakan sebagai bahan bakar mesin dengan dicampur terlebih dahulu dengan solar sebelum digunakan. Biodiesel murni biasa dikenal dengan istilah B-100. Sedangkan biodiesel yang dicampur solar dengan kadar tertentu dapat dipergunakan langsung tanpa harus memodifikasi mesin. Biodiesel campur biasa dikenal dengan istilah B-10, B-15, B-20 , tergantung pada persentase biodiesel yang digunakan.

Cara Membuat Biodiesel 

     Pada skala kecil dapat dilakukan dengan bahan minyak goreng 1 liter yang baru atau bekas. Metanol sebanyak 200 ml. Soda api atau NaOH 3,5 gram untuk minyak goreng bersih, jika minyak jelantah diperlukan 4,5 gram atau mungkin lebih. Kelebihan ini diperlukan untuk menetralkan asam lemak bebas (FFA) yang banyak pada minyak goreng jelantah. Dapat pula mempergunakan KOH, namun mempunyai harga lebih mahal dan diperlukan 1,4 kali lebih banyak dari soda. 

Proses pembuatan: 
1. Soda api dilarutkan dalam metanol, kemudian masukkan ke dalam minyak 
3. Panaskan sekitar 55⁰C
4. Aduklah dengan cepat selama 15-20 menit kemudian biarkan dalam keadaan dingin semalam
 
    Maka akan diperoleh biodiesel pada bagian atas dengan warna jernih kekuningan dan sedikit bagian bawah campuran antara sabun dari FFA, sisa methanol yang tidak bereaksi dan glyserin sekitar 79 ml. Biodiesel yang merupakan cairan kekuningan pada bagian atas dipisahkan dengan mudah dengan menuang dan menyingkirkan bagian bawah dari cairan. Untuk skala besar produk bagian bawah dapat dimurnikan untuk memperoleh gliserin yang berharga mahal, juga sabun dan sisa methanol yang tidak bereaksi. 
 

Manfaat Biodiesel

  • Mengurangi pencemaran hidrokarbon yang tidak terbakar, karbon monoksida, sulfur dan hujan asam.
  • Dengan adanya pembuatan biodiesel dari minyak jelantah ini dapat mengurangi beban lingkungan karena limbah.
  • Tidak menambah jumlah gas karbon dioksida, karena minyak berasal dari tumbuhan.
  • Energi yang dihasilkan mesin diesel tidak mengeluarkan asap hitam beruba karbon atau CO₂ seperti solar.

Keunggulan Biodiesel

  • Mengurangi emisi karbon monoksida dan SO₂.
  • Bahan baku biodiesel tidak hanya dari lemak hewan atau dari tanaman jarak pagar yang sudah dikenal, tetapi juga dapat terbuat dari limbah penggorengan yang tidak sulit didapatkan yang memungkinkan diproduksi dalam skala kecil menengah dan juga dapat membuka lapangan kerja baru.
  • Aman dalam penyimpanan dan transportasi karena tidak mengandung racun.
  • Tidak memerlukan teknologi tinggi dalam pembuatannya.
  • Limbah dari biodiesel ini merupakan glyserin. Glyserin ini merupakan bahan dasar pembuatan sabun, sehingga ramah lingkungan dan mengurangi polusi.  
Kelemahan Biodiesel
  • Sifatnya tidak dapat diangkut dalam pipa, harus diangkut dengan truk atau kereta api yang meningkatkan biaya.
  • Kurang cocok untuk digunakan dalam suhu rendah, petrodiesel. Pada suhu rendah, bahan bakar ini membentuk kristal lilin yang dapat menyumbat saluran bahan bakar dan filter dalam sistem bahan bakar kendaraan.
 
Kesimpulan

Bioenergi yang baik sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM) fosil, adalah minyak jelantah yang dapat dijadikan biodiesel sebagai pengganti solar dalam kehidupan sehari-hari maupun industri dan biodiesel minyak jelantah ini juga ramah lingkungan karena hasil emisi, asap dan partikel yang dikeluarkan jauh lebih rendah daripada solar.

 
Daftar Pustaka

- Lubis, Abubakar. 2007. Energi Terbarukan dalam Pembangunan Berkelanjutan. Jurnal Teknik Lingkungan Vol.8 No.2 Hal. 155-162. Dalam http://kelair.bppt.go.id/Jtl/2007/vol8-2/10energi.pdf
- ESDM. 2016. Jurnal Energi Media Komunikasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Dalam https://www.esdm.go.id/assets/media/content/FIX2_Jurnal_Energi_Edisi_2_17112016(1).pdf
- Wikipedia. 2017. Biodiesel. Dalam https://id.wikipedia.org/wiki/Biodiesel 
- Amah, Rahmawaty. 2018. Prestasi Mesin Diesel Menggunakan Bahan Bakar Campuran Biodiesel Kepuh dan Solar. https://www.researchgate.net/publication/324132323_PRESTASI_MESIN_DIESEL_MENGGUNAKAN_BAHAN_BAKAR_CAMPURAN_BIODIESEL_KEPUH_DAN_SOLAR
_KEPUH_DAN_SOLAR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.