.

Sabtu, 11 Agustus 2018

Kecanggihan Deterjen Mengangkat Noda


Abstrak

Deterjen merupakan salah satu contoh dari bahan kimia konsumen. Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, telah berhasil dikembangkan jenis deterjen yang lebih efektif dan lebih ramah lingkungan. Terutama dengan ditemukannya jenis surfaktan yang memliki daya bersih lebih baik. Surfaktan (surface active agent) atau zat aktif permukaan adalah senyawa kimia yang terdapat pada konsentrasi rendah dalam suatu system, mempunyai sifat teradsorpsi pada permukaan antarmuka pada sistem tersebut.

Isi

Perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan dalam bidang teknologi telah banyak menghasilkan produk industri yang bermanfaat. Detergen merupakan salah satu produk industri yang sangat berguna bagi masyarakat khususnya dalam melindungi kebersihan dan kesehatan tubuh manusia. Namun, penggunaan detergen yang berlebihan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena detergen yang digunakan dapat terurai dalam jangka waktu 30 tahun.

Indonesia dengan jumlah penduduk 220 juta jiwa atau sekitar 40 juta rumah tangga, bila diasumsikan bahwa setiap rumah tangga menggunakan 50 gram detergen/hari, maka setiap tahunnya sebanyak 720 ribu ton detergen yang akan mencemari lingkungan dan jumlah ini belum termasuk aktifitas industri detergen.

Produksi detergen sintetik di dunia melebihi produksi sabun biasa setiap tahunnya. Detergen sintetik muncul untuk mengatasi masalah dari sabun biasa. Sabun tidak dapat bekerja dalam air yang mengandung mineral dan menghasilkan larutan basa pada air.
Kelebihan detergen sintetik, yaitu mampu lebih efektif membersihkan kotoran meski dalam air yang mengandung mineral dan menghasilkan larutan netral. Sepanjang sejarah, banyak usaha yang telah dilakukan dengan membuat formulasi detergen untuk membantu dalam mengerjakan pekerjaan mencuci. Dalam perkembangannya, detergen pun makin canggih, detergen masa kini biasanya mengandung pemutih, pencerah warna, bahkan anti redeposisi. Formulasi detergen sangat penting karena untuk meningkatkan kinerja detergen dalam membersihkan kotoran pada substrat di bawah kondisi pencucian yang bervariasi. Secara umum, formula detergen mengandung lebih dari satu komponen yang terdiri dari surfaktan, builder, zat aditif, filler. Surfaktan merupakan unsur yang paling penting, terdiri dari 15% - 40% dari total formulasi detergen.

Surfaktan dapat diklasifikasi ke dalam empat kelompok menurut gugus hidrofilik, yaitu :

·         - Anionik
·         - Nonionik
·         - Kationik
·         - Zwitterionik

Linear dan branced alkilbenzene sulfonat serta sabun merupakan jenis surfaktan anionik yang umumnya digunakan dalam formulasi detergen. Namun, linear alkilbenzene sulfonat (LAS) yang sering digunakan sebagai surfaktan dalam formulasi detergen laundry. LAS dapat terbiodegradasi dan bila dilarutkan dalam air akan berubah menjadi partikel bermuatan negatif, memiliki daya bersih yang sangat baik, dan biasanya berbusa banyak.

Daftar Pustaka

Arini, Diyan, Arnelli, Suseno, Ahmad. 2008. Pengaruh Penambahan Karboksimetil Selulosa dan Buffer pada Detergensi Surfaktan Hasil Sublasi Limbah Cair Cucian 

Puspitasari, Arnelli, Suseno, Ahmad. 2013. Formulasi Larutan Pencuci dari Surfaktan Hasil Sublasi Limbah Laundry

http://hanyakimia.blogspot.com/2013/02/surfaktan-surface-active-agent.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar