.

Sabtu, 11 Agustus 2018

Ada Benzena di Rumah

Abstrak

Benzene merupakan bahan kimia yang diklasifikasikan A2 yaitu zat kimia yang karsinogen untuk manusia (sApected human carcinogen), dan merupakan zat kimia berbahaya terkandung dalam produk minyak dan gas, balk produk mentah maupun produk jadi. Keberadaan benzene dalam produk minyak dan gas dapat secara alami dan juga pada proses ekplorasi, maupun yang timbul karena adanya proses pengolahan dan produksi. Dengan latar belakang tersebut dilakukan penelitian kaitan antara benzene dalam rumah dan protil darah

Isi

Penyumbang utama dari perubahan iklim adalah industri-industri besar, salah satunya adalah industri perminyakan, yang merupakan pemasok energi utama Indonesia. Karena itu pengembangan energi hams sejalan dengan strategi pemeliharaan lingkungan. Pencemaran udara baik ambient maupun indoors air yang berasal dari industri perminyakan adalah total petroleum hidrokarbon, benzene dan suhu (Toruan, 1990; Soemarwoto, 1991 dan Sitorus, 2004)
Perlindungan terhadap kapasitas dati fungsi atmosfer merupakan isu lingkungan yang amat pentihg bagi Indonesia dan Negara-negara lainnya. Atmosfer mempunyai banyak fungsi yang sangat vital sebagai sistem pendukung kehidupan di Bumi. Walaupun ada ketidak pastian yang berkaitan dengan seberapa jauh dampak negatif dari perubahan komposisi atmosfer yang disebabkan oleh akumulasi pencemar udara. Banyak negara termasuk Indonesia telah mengadopsi dan meratifikasi perjanjian internasional, seperti Konvensi Willa 1985 mengenai perlindungan Ozon, Protokol Montreal 1987 tentang bahan-bahan penghancur lapisan ozon, dan konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai perubahan iklim tahun 1992 (KMNLH, 1997).
Benzena adalah senyawa hidrokarbon aromatik, keberadaan di udara dihasilkan oleh kegiatan yang berhubungan dengan proses pekerjaan bahan kimia atau industri BBM, termasuk fasilitas bongkar muat dan pembakaran bensin (misalnya mobil, mesin pemotong rumput), sehingga, pekerja pada industri yang membuat atau menggunakan benzene (petrokimia, penyulingan minyak bumi, tambang batu bara, pabrik ban, penyimpanan dan distribusi benzene) dapat terpapar dengan nilai yang lebilt tinggi. Jalur paparan benzene dapat melalui kulit, saluran pencernaan, dan saluran pernapasan. Inhalasi dan kulit menjadi jalur paparan utama di lingkungan dan tempat kerja (Putri, 2011).
Melalui pembuluh darah, benzene kemudian disimpan dalam sumsum tulang dan dalam jaringan lemak. Jika individu terpapar benzene di udara dalam konsentrasi tinggi setengah kadar benzena yang terabsorpsi, masuk kedalam paru-paru kemudian masuk ke aliran darah. Benzene dikonversi menjadi metabolit dalam Kati dan sumsum tulang. Efek bahaya paparan benzene•kemungkinan besar disebabkan oleh metabolit ini. Sebagian besar metabolit benzene keluar dart tubuh manusia dalam bentuk urin, 48 jam setelah terpapar. Toksikokinetika benzena sebagai bahan kimia pelarut lemak didistribusikan ke dalam bagian-bagian yang berbeda, terutama tergantung pada kandungan lemak dari organ-organ tersebut. Toksikokinetika benzene melalui suatu rangkaian proses yang dimulai dari absorpsi ke dalam tubuh; interaksi biokimia dan metabolic pathway, distribusi dan eliminasi dari tubuh (Eni Mahawati, 2006). Tujua.n dari penulisan artikel ini adalah untuk menginformasikan kaitan benzene indoors air dengan perubahan fungsi darah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar