.

Sabtu, 20 Agustus 2016

Reducing Air Pollution

Udara yang bersih dan segar merupakan kebutuhan dasar umat manusia. Akan tetapi, di era Industri yang menuntut produksi dan manufaktur skala besar, berbagai macam polusi terutama polusi udara tidak dapat terelakkan lagi. Oleh karena itu manusia dengan gencar-gencarnya sedang menggalakan dalam mencegah dan juga mengurangi polutan udara. Mulai dari cara yang sederhana seperti mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, hingga memanfaatkan kemajuan teknologi seperti air purifier.


Pemerintah pusat sendiri telah menerbitkan peraturan mengenai pengendalian pencemaran udara (PP No. 41 Tahun 1999 Tentang pengendalian Pencemaran Udara Presiden Republik Indonesia). Dalam aturan tersebut telah disebutkan berbagai cara untuk mengendalikan pencemaran dengan pengendalian mutu udara melali uji emisi karbon yang dilakukan secara berkala terhadap suatu industri. Masyarakat harus turut andil dalam membantu peraturan pemerintah, jangan biarkan oknum- oknum tertentu mengabaikan peraturan ini. Selain itu sebagai masyarakat kita harus ikut mengambil peran dalam pengendalian polusi udara baik dari meningkatkan kesadaran dan mengubah perilaku ataupun memanfaatkan kemajuan teknologi
Cara sederhana

1.    Reboisasi

Reboisasi atau penanaman pohon kembali setelah digunakan wajib digalakkan. Pohon (tumbuhan) mampu mengurangi emisi senyawa karbon di udara. Tumbuhan membutuhkan karbondioksida sebagai bahan pembentukan glukosa, zat makanan yang amat penting dalam rantai makanan di bumi dan menghasilkan oksigen (senyawa penting untuk pernapasan). Ilegal logging yang terjadi serta pembalakan hutan atau konversi hutan menjadi lahan non produkrif tentu akan meningkatkan polusi udara karena emisi karbon tidak diolah oleh tumbuhan. Oleh karena itu, jika ingin udara kembali bersih maka tanamlah pohon dengan demikian udara di sekitar akan terasa sejuk (udara bersih).

2.    Pengurangan pengguanaan CFC

Gas CFC dapat menipiskan lapisan ozon bumi kita, jika lapizan ozon kita makin menipis sinar UV matahari dapat terpancar langsung ke tubuh kita yang dapat mengakibatkan kanker kulit. Kita dapat membantu mengurangi penggunaan gas CFC dengan cara mengurangi penggunaan AC.

3.    Menggunakan transportasi umum

Emisi karbon meningkat sebanding dengan meningkatnya kendaraan. Pasar industri otomotif menunjukkan kurva yang terus naik. Ini artinya penggunaan bahan bakar semakin meningkat, hasil pembakaran bahan bakar ini menghasilkan senyawa karbon (karbondioksida, karbomonoksida) atau bahkan logam- logam seperti timbal (asap hitam) yang sangat berbahaya. Penggunaan kendaraan umum tentu akan mengurangi hal – hal tersebut. Dengan demikian udara akan lebih sedikit baik.

4.    Menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan

Penggunaan tenaga surya untuk suatu industri merupakan salah satu pilihan yang bijak bagi industri untuk energi yang terbarukan, serta ramah lingkungan. Sudah lama memang diketahui bahwa tenaga surya dapat menghasilkan energi yang dapat digunakan untuk menghidupkan mesin- mesin industri. Namun memang masih kurang mendapat perhatian, mungkin dengan diterbitkan suatu peraturan yang mengikat akan sedikit memaksa para pelaku industri untuk menggunakan alternatif ini. (ini penting untuk kehidupan kita, dan anak cucu kita tetap sehat).

5.    Memanfaatkan Biogas

Beberapa organisme dapat mengasilkan metana yang dapat mecemari udara kita. Dan penelitian menunjukkan bahwa gas metana dapat dijadikan sebagai bahan bakar gas, oleh karena itu metana dikenal dengan biogas. Gas metana terdapat pada kotoran hewan ternak seperti sapi.

Memanfaatkan Teknolgi

1.     Teknologi GPAO (Gas Phase Advance Oxidation).
GPAO bekerja dengan mencampur gas tercemar dengan ozon di bawah lampu fluorescent, sehingga memungkinkan radikal bebas terbentuk. Radikal bebas ini kemudian menyerang polusi dan membentuk residu lengket yang tergumpal (Fajar Budi Laksono, 2016).
Image Credit: American Chemical Society
sistem juga dapat dengan mudah menghancurkan asap beracun dari produksi fiberglass dan bahkan menghilangkan bau serta serbuk sari, spora dan virus.
Teknologi ini dapat diaplikasikan di cerobong-cerobong asap pabrik sehingga polutan yang dikeluarkan jauh lebih bersih. Dengan sistem yang simpel, murah, dan sangat efektif ini, membuka peluan gteraplikasikannya teknologi ini pada cerobong pabrik di masa depan.

2.    Air Purifier
Tidak seperti AC yang mengeluarkan zat rumah kaca berbahaya CFC, produk Air Cooler bebas gas CFC yang membuatnya lebih ramah lingkungan. fungsi dari Air Purifier adalah kemampuannya untuk bisa menghilangkan polusi udara seperti asap rokok, debu, jamur, serbu dan bulu-bulu atau kotoran binatang peliharaan yang ada pada udara. 

Cara kerja dari mesin penjernih udara ini cukup simple, alat ini menyerap udara yang ada dan mengeluarkannya kembali dalam keadaan yang bisa dibilang bersih. Sebelum di keluarkan, tentu saja mesin tersebut menyaring udara yang masuk dengan berbagai algoritma/susunan cara pihak manufaktur dari air purifier tersebut. Yang pasti, udara akan melewati filter terlebih dahulu sehingga pengguna akan mendapatkan udara yang bersih (Anugrah Pratama, 2015).


Daftar Pustaka:

Pratama, Anugrah. 2015. Mengenal Air Purifier : Alat penjernih udara. http://www.anugrahpratama.com/a/mengenal-air-purifier-alat-penjernih-udara/

Laksono, Fajar Budi. 2016. Teknologi pembersih polutan, bau, dan virus dari udara dengan cahaya yang terinspirasi dari alam. http://www.penggagas.com/teknologi-pembersih-polutan-bau-dan-virus-dari-udara-dengan-cahaya-inspirasi-dari-alam/

Anonim. 2015. 5 cara mengatasi pencemaran udara. http://www.kelasipa.com/2015/04/5-cara-mengatasi-pencemaran-udara.html

2 komentar:

  1. menarik, Untuk lebih melengkapi, apakah teknologi tersebut adalah ramah lingkungan dan apakah teknologi tersebut dapat terus di kembangkan dan di gunakan?

    BalasHapus
  2. menarik, Untuk lebih melengkapi, apakah teknologi tersebut adalah ramah lingkungan dan apakah teknologi tersebut dapat terus di kembangkan dan di gunakan?

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.