.

Tampilkan postingan dengan label @F19-Yehezkiel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @F19-Yehezkiel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Teknologi Biomassa

Oleh : Yehezkiel Theo Parlindungan M, (@F19-Yehezkiel)



ABSTRAK

Teknologi hijau dikenal juga sebagai teknologi lingkungan dan teknologi bersih, merupakan integrasi antara teknologi modern dan ilmu lingkungan untuk lebih mengoptimalkan pelestarian lingkungan global dan sumber daya alam, serta untuk meminimalisir dampak negative dari berbagai kegiatan seluruh umat manusia di planet bumi.

Peranan Teknologi Solar Cell

Oleh : Yehezkiel Theo Parlindungan M, (@F19-Yehezkiel)





ABSTRAK

Industry hijau sudah menjadi istilah yang diterapkan oleh berbagai Negara di dunia, sebagai tanggapan terhadap makin langkanya sumberdaya alam, perubahan iklim, polusi udara, pemanasan global, dan sebagainya, yang makin mengarahkan pertumbuhan ekonomi yang harus bergantung pada proses produksi yang bersih dan efisien.

Sabtu, 10 Februari 2018

Manfaat Penggunaan Enzim

Oleh : Yehezkiel Theo Parlindungan M, (@F19-Yehezkiel)



ABSTRAK
Katalis seharusnya lebih unggul untuk reagen stoikiometri. Penggunaan senyawa pemercepat reaksi dapat mengkonsumsi energi, bahan dasar, pereaksi dan waktu reaksi, namun di sisi lainnya dapat menghasilka reaksi yang lebih aman.

Kamis, 08 Februari 2018

Memperbaiki Penanggulangan Limbah Cair Guna Mengurangi Pencemaran Air

Oleh : Yehezkiel Theo Parlindungan M, (@F19-Yehezkiel)




ABSTRAK
Limbah cair merupakan limbah yang berwujud cair. Limbah cair terlarut dalam air, selalu berpindah, dan tidak pernah diam. Contoh limbah cair adalah air bekas mencuci pakaian, air bekas pencelupan warna pakaian, dan sebagainya. Selain itu air yang keluar dari pabrik biasanya mengeluarkan limbah industry, yang mengalir ke badan-badan air mulai selokan, parit, sungai, bahkan sampai ke lautan.

Rabu, 07 Februari 2018

Memperbaiki Penanggulangan Sampah Guna Mengurangi Polusi Udara

Oleh : Yehezkiel Theo Parlindungan M, (@F19-Yehezkiel)




ABSTRAK
Pencemaran udara tak lain merupakan kerusakan yang terjadi secara sistematis pada salah satu bagian atmosfer, tepatnya lapisan troposfer. Polutan yang dilepaskan dari permukaan Bumi akan masuk langsung ke lapisan troposfer sebagai bagian atmosfer yang bersinggungan langsung dengan permukaan Bumi.

Sabtu, 03 Februari 2018

Dampak Negaif Deterjen pada Organisme Air

Oleh : Yehezkiel Theo Parlindungan M, (@F19-Yehezkiel)


ABSTRAK
Saat ini deterjen telah digunakan secara luas oleh masyarakat, sehingga limbahnyapun tersebar di setiap badan air. Limbah yang kadangkala nampak sebagai buih-buih putih tersebut dipastikan mempunyai dampak negatif terhadap organisme air. Setiap organisme air mempunyai daya tahan yang berbeda terhadap limbah deterjen “rinso”.

Pengolahan Deterjen dengan Sistem Rawa Bambu

Oleh : Yehezkiel Theo Parlindungan M, (@F19-Yehezkiel)


ABSTRAK
Industri kimia mengalami perkembangan yang pesat dalam kurun waktu antara 1935 – 1955, bersamaan dengan bermunculannya inovasi di berbagai bidang. Permintaan dunia terhadap produk indsutri kimia mengalami pertumbuhan yang pesat. Saat itu produksi kimia industry hanya terpusat di Eropa, Amerika Serikat dan Jepang.
Kata Kunci : Industri Kimia, Industri Petrokimia, Deterjen

Jumat, 02 Februari 2018

PEMANFAATAN BAHAN BAKAR FOSIL

Oleh : Yehezkiel Theo Parlindungan M, (@F19-Yehezkiel)


ABSTRAK
Energi dari pembakaran terutama dengan menggunakan bahan bakar fosil, bisa berupa batubara, minyak bumi dan gas alam. Dalam hal ini ketiga sumber energi tersebut mengalami masa pembentukan selama ratusan juta tahun, oleh sebab itu dinamakan bahan bakar fosil.
Penerapan sistem konversi energi batubara menjadi energi listrik atau pembangkit Listrik Tenaga Gas Batubara (PLTGB) merupakan suatu alternatif teknologi guna mendukung program listrik di luar pulau Jawa.

Kata Kunci : Energi Pembakaran, Bahan Bakar Fosil

ISI
            Sebagai daerah yang tepat dilalui garis khatulistiwa, Kalimantan barat dengan karakteristik alamnya yang beriklim tropis memiliki beragam sumber daya energi yang sangat potensial untuk dikonversikan menjadi energi listrik dan salah satu diantara sumber daya energy tersebut adalah energi batubara. Indonesia termasuk negara dengan sumber tambang batubara terbesar di dunia, tetapi di indonesia masih banyak daerah di luar pulau Jawa yang masih belum terpasok listrik dengan baik.
Menurut Sulistyono (2012), penerapan sistem konversi energi batubara menjadi energi listrik atau pembangkit Listrik Tenaga Gas Batubara (PLTGB) merupakan suatu alternatif teknologi guna mendukung program listrik di luar pulau Jawa yang semakin mendapat perhatian sehubungan dengan upaya konservasi sumber energi serta upaya pemanfaatan sumber energi batubara salah satunya yang terdapat di daerah Sintang.
Menurut Priddy (1985) dalam Kumara (2009), teknologi pemanfaatan batubara sebagai bahan bakar pembangkit tenaga listrik telah berkembang cukup lama dan bahkan merupakan salah satu teknologi pembangkitan listrik yang pertama setelah PLTA. Dalam kurun waktu yang panjang tersebut telah berhasil dikembangkan berbagai sistem dan teknologi konversi. Secara sederhana prinsip kerja sebuah pembangkit listrik tenaga uap batubara dapat dijelaskan sbb: batubara disulut dan dibakar dalam sebuah ruang bakar untuk mendidihkan air dalam ketel uap. Uap bertekanan ini kemudian dialirkan menuju turbin yang akan merubah energi thermokimia ini menjadi energi kinetik rotasi. Turbin uap ini terhubung dengan generator listrik sehingga saat turbin berputar generator akan bekerja dan menghasilkan energi listrik.
PLTGB adalah salah satu pembangkit listrik yang memanfaatkan energi pembakaran dari bahan bakar fosil. Menurut Hidayat dan Kholil (2017), energi dari pembakaran terutama dengan menggunakan bahan bakar fosil, bisa berupa batubara, minyak bumi dan gas alam. Dalam hal ini ketiga sumber energi tersebut mengalami masa pembentukan selama ratusan juta tahun, oleh sebab itu dinamakan bahan bakar fosil, selama ini bahan bakar fosil telah mampu memenuhi kebutuhan energi sebagian besar manusia. Sebenarnya bahan bakar fosil merupakan bentuk padat dari energi matahari yang tersimpan selama ratusan juta tahun. Namun sampai saat ini sulit menemukan sumber energy baru yang dapat mengimbangi kelimpahan bahan bakar fosil. Minyak bumi tergolong energi tidak terbarukan karena proses pembentukannya berlangsung jutaan tahun.
Menurut Sulistyono (2012), pembangkit listrik tenaga gas batubara adalah pembangkit yang menggunakan mesin CGGE atau kata lainnya yaitu coal gasifier gas engine, yang dimana mesin tersebut menggunakan bahan bakar gas karbon, dan gas karbon tersebut adalah gas hasil gasifikasi batubara. Gasifikasi adalah proses penggasifikasian batubara padat menjadi gas karbon, gas karbon tersebut lah yang nantinya akan digunakan sebagai bahan bakar gas engine, untuk memproduksi gas karbon diperlukan sebuah alat yaitu Gasifier. Gasifier ini lah yang berfungsi merubah batubara padat menjadi gas karbon.

Daftar Pustaka

Hidayat, Atep Afia dan Muhammad Kholil, 2017, Kimia Industri dan Teknologi Hijau, Pantona Media Jakarta.

Sulistyono, Dedy, 2012, Analisis Potensi Pembangkit Listrik Tenaga GAS Batubara di Kabupaten Sintang, Jurnal ELKHA Vol 4, No 2, Oktober 2012. Dalam http://download.portalgaruda.org/article.php?article=32938&val=2337&title=Analisis%20Potensi%20Pembangkit%20Listrik%20Tenaga%20GAS%20Batubara%20di%20Kabupaten%20Sintang

Kumara, Nyoman S, 2009, Telaah Terhadap Program Percepatan Pembangunan Listrik Melalui Pembangunan PLTU BatuBara 10.000 MW, Jurnal Teknologi Elektro Vol 8, No 1, 2009. Dalam http://download.portalgaruda.org/article.php?article=15315&val=985&title=TELAAH%20TERHADAP%20PROGRAM%20PERCEPATAN%20PEMBANGUNAN%20LISTRIK%20MELALUI%20PEMBANGUNAN%20PLTU%20BATUBARA%2010.000%20MW


Li, K.W., Priddy, A.P., Power Plant System Design, John Wiley and Sons, USA, 1985

Sabtu, 27 Januari 2018

Pemanfaatan Biokimia Untuk Pengolahan Limbah Radioaktif

Oleh : Yehezkiel Theo Parlindungan M, (@F19-Yehezkiel)



Abstrak
            Kimia organik adalah percabangan studi ilmiah dari ilmu kimia mengenai struktur, sifat, komposisi, reaksi, dan sintesis senyawa organik.