.

Tampilkan postingan dengan label @ProyekD06. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @ProyekD06. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Arti Dari Tong Sampah


Oleh: Kurniyanto Bayu Anggoro
@ProyekD06

Kata Kunci: Pencemaran



Abstrak
Banyaknya sampah di perkotaan akibat dari perilaku yang buruk dan besarnya daya konsumtif masyarakat. Membuang sampah sembarangan adalah salah satu penyebabnya. Hal ini bisa terjadi karena minimnya tempat sampah. Bila dibiarkan berlarut-larut, akan menimbulkan pencemaran yang besar.

Masa Depan Sumberdaya Air

Oleh Dwi Setiawan,
@F06-Dwi






Abstract

Sumberdaya air merupakan sumberdaya yang sangat dibutuhkan oleh seluruh makluk hidup di bumi ini kususnya manusia, karena manusiasanga bergantung terhadapat sumberdaya air tersebut, tanpa air manusia tidak dapat menjalankan aktifitas atau rutnitasnya dengan baik karena air menjadi kebutuha pokok bagi mereka, dengan air mereka bisa melakukan berbagai macam aktifitas deperti misal , makan,minum,mencuci,bercocok tanam bahkan proses produksi dalam dunia industri pun sangat memburuhkan air untuk kegiatanya.


Kata kunci : MASA DEPAN SUMBERDAYA AIR


MASA DEPAN SUMBERDAYA AIR

Air merupakan salah satu sumberdaya alam yang sangat di butuhkan oleh semua manusia dan makluk hidup yang aa dibumi, karena air digunakan dalam berbagai kehidupan sehari-hari misalnya, manusia biasanya mengnakan air untuk  minum,mencuci, pengairan rigasi, Dll
Aplikasi teknologi untuk industri dan aspek kehidupan manusia lainya banyak menyiahkan polutan. Di bebeberapa kawasan polutan sudah terakumulasi sedemikian rupa, sehingga merusak kondisi lingkungan. Dalam batasan-batasatertentu ekosistem, tersuk lut, sebenarnya mampu mengrangi  efek negatif  limbah kimia dan polutan lainya. Namun kaena jumlahnya yang  semakin tak terkendali maka daya pulih ekosistemun terlampaui (Hidayat,2017) .

Maka dari itu perlu adanya pengelolaan terhadap sumber daya air yang terkonsep sedemikian rupa agar sumberdaya air tersebut dapat digunakan secara efektif dan efisien, menurut Herlambang arie,2011. Teknologi Pengelolaan Sumber Daya Air (TPSDA) diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan SDA, melalui peningkatan akurasi dan presisi dalam inventarisasi potensi SDA, perencanaan alokasi SDA, pengaturan keadilan dalam penggunaan, kemudahan dan kecepatan dalam pemantauan SDA, penghematan SDA, Efisiensi Pengolahan Limbah, Efisiensi Proses Daur Ulang, dan Kemudahan dalam evaluasi SDA. menurut Waluya jaka,2012. Bahwa   Pengelolaan sungai, danau dan waduk adalah upaya merencanakan, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi kegiatan konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumberdaya air dan pengendalian daya rusak air. Konservasi sumberdaya air adalah upaya memelihara keberadaan serta keberlanjutan keadaan, sifat dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan mahluk hidup, baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang. Sungai, waduk dan danau merupakan sumber air yang sangat penting fungsinya dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat dan meningkatkan pembangunan nasional, sehingga dalam rangka pemanfaatan dan pelestariannya dipandang perlu melakukan pengaturan mengenai sumber air tersebut yang meliputi perlindungan, pengembangan, penggunaan dan pengendalian dengan Peraturan Pemerintah. Apabila sumberdaya air ini dikelola secara profesional dan penggunaannya proporsional antara kepentingan badan usaha dan kepentingan masyarakat luas, maka akan menambah sumber devisa Negara yang pada akhirnya akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat.








Daftar pustaka:

Hidayat afia atep & M.kholil,2017,kimia industri dan teklnolog hijau

Waluya jaka,2012, Pengelolaan sungai,danau dan waduk untuk konversi sumberdaya, Volume II. No. 2 September 2010,
http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=19344

Herlambnag arie,2011,peranan teknologi dalam penentuan kebijakan dalam sumberdaya air, JAI Vol 5. No. 2 2009
http://id.portalgaruda.org/index.php?ref=browse&mod=viewarticle&article=61994

Pengolahan Limbah Berwarna Industri Tekstil pada Air



Oleh : Nuriel Hanifan (@F25-Nuriel)
Abstrak
Seiring pesatnya dunia industri pada kota besar memberikan dampak buruk bagi lingkungan, pasalnya kebanyakan industri tidak menerapkan sistem pengelolaan limbah yang baik sehingga menimbulkan berbagai macam limbah khususnya limbah tekstil yang dibuang langsung pada aliran sungai yang ada disekitar lokasi pabrik tersebut. Untuk itu pengawasan dalam pengelolahan air limbah yang dihasilkan industri harus dijaga ketat agar pelaku usaha berperan aktif dalam menjaga kebersihan air limbah yang akan dibuang ke sungai-sungai terdekat.

Kata kunci : polusi air, limbah tekstil,

Pendahuluan
Indonesia dalam dasawarsa terakhir merupakan salah satu negara penghasil utama tekstil dan bahan sejenisnya setelah India dan Pakistan. Banyaknya industri-industri tekstil di Indonesia dalam satu sisi membawa peningkatan devisa, namun disisi lain menimbulkan masalah pencemaran lingkungan yang cukup besar. Keberadaan Industri tekstil di Indonesia tidak hanya dalam kategori industri skala besar dan menengah, tetapi juga dalam skala kecil dan bahkan ada yang dalam skala rumah tangga (home industry), seperti pewarnaan dan pencelupan jeans. Dengan demikian, pencemaran yang ditimbulkan oleh industri tersebut tidak hanya pada kawasan-kawasan industri, namun juga terjadi di perkampungan-perkampungan padat penduduk. Air limbah yang dihasilkan oleh industri tekstil dan bahan sejenisnya disamping mengandung bahan pencemar organik yang umum dinyatakan dalam COD, BOD dan logam-logam berat, juga mengandung bahan pewarna organik rantai panjang yang relatif sukar diolah dengan proses biologis biasa. Secara umum, untuk mereduksi bahan pencemar organik yang mudah didegradasi, teknologi yang diterapkan adalah teknologi pengolahan air limbah secara biologis, seperti proses lumpur aktif, aerated lagoon, biofilter anaerob-aerob ataupun trickling filter. Sedangkan air limbah yang mengandung polutan bahan organik zat warna rantai panjang yang biasa digunakan pada indutsri tekstil seperti senyawa azo, antraquinon dan juga ftalosianin, tidak dapat dengan mudah diolah dengan proses biologis biasa.

Pembahasan
Limbah cair merupakan limbah yang berwujud cair. Limbah cair terlarut dalam air, selalu berpindah, dan tidak pernah diam. Contoh limbah cair adalah air bekas mencuci pakaian, air bekas pencelupan warna pakaian, dan sebagainya (Said, 2011). Selain itu saluran air yang keluar dari pabrik biasanya mengeluarkan limbah industri, yang mengalir ke badan-badan air mulai selokan, parit, sungai, bahkan sampai ke lautan. Pabrik merupakan sumber utama pencemaran air, namun setiap individu manusia pada dasarnya juga merupakan sumber pencemaran air. Hampir setiap orang berkontribusi dalam penggunaan bahan kimia rumah tangga misalnya, dan dengan sengaja menuangkannya ke toilet atau saluran air. Untuk mencuci piring atau pakaian tidak pernah terlepas dari pemakaian detergen, sisa pemakaiannya masuk ke pipa pembuangan, terus memasuki selokan yang mengalir ke sungai, dan sungai-sungai itupun bermuara ke lautan (Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil (2017).
Sebenarnya untuk mengindentifikasi pencemaran air sehingga kualitasnya diketahui dapat dilakukan melalui dua cara. Cara pertama dengan mengambil sampel air, kemudian mengukur konsentrasi bahan kimia yang terkandung di dalamnya (indikator kimia kualitas air). Sedangkan cara kedua ialah dengan menganalisis kondisi kehidupan satwa seperti ikan, serangga dan hewan invertebrata yang habitatnya disekitar perairan (indikator kimia kualitas air).
Jenis-jenis zat pewarna tekstil
 Zat pewarna tekstil, kebanyakan menggunakan  senyawa  organik  rantai  panjang.  Berdasarkan   struktur   kimianya   zat   pewarna tekstil  dibedakan  menjadi  beberapa  jenis  seperti  pada Tabel 1. Produksi zat pewarna baik   dalam   skala internasional maupun  didalam  negeri   menunjukkan   angka   peningkatan   dari   tahun  ketahun.  Hal  ini  disebabkan  karena  permintaan  bahan  tersebut  yang  meningkat  seiring  dengan  laju  pertumbuhan  industri  tekstil  dan  industri  lain  yang memerlukan pewarnaan.   Sebagian   zat pewarna  yang  telah  digunakan  untuk  proses  di  industri, akan terbuang menjadi polutan bersama air  limbah  dan  penanganan  khusus  sesuai  sifat-sifatnya.


 





































(Sumber : jurnal pengolahan air limbah industri tekstil)



















Dampak pencemaran air
·         Menurunkan jumlah oksigen dalam air
·         Mematikan binatang-binatang yang ada di air
·         Meningkatkan kecepatan reaksi kimia
·         Mengganggu kesehatan manusia
·         Mengganggu kesuburan tanah
·         Mengganggu produktivitas tumbuhan
Teknologi Pengolahan Limbah Zat Cair Pewarna
Menurut degreemont dalam Nugroho, Rudi dan ikbal (2005), ada beberapa alternatif teknologi yang dapat digunakan untuk mengolah limbah cair yang mengandung zat pewarna. Teknologi tersebut meliputi netralisasi, kogulasi-flokulasi, adsorbsi dan oksidasi menggunakan oksidator kuat (AOPs).
1.       Netralisasi
Secara umum proses netralisasi digunakan untuk   menetralkan   limbah   cair   yang   bersifat   terlalu  asam  atau  basa.  Namun  pada  beberapa  jenis  air  limbah  yang  megandung  zat  pewarna,  dengan  proses  netralisasi  warna  sudah  dapat  dikurangi   bahkan   dapat   hilang   sama   sekali.  Bahan kimia untuk menetralkan pH dipilih dengan  mempertimbangkan  harga,  kemudahan  dalam   memperolehnya   dan   keamanan   dalam   penyimpanan  disamping  tingkat  keefektifannya.  Bahan   kimia   penetral   yang   sering   digunakan   adalah   natrium   hidroksida,   natrium   karbonat,   kalsium   hidroksida   hidrat,   asam   sulfat,   asam   khlorida dan karbon dioksida.
2.       Koagulasi dan Flokulasi
Proses  koagulasi  dan  flokulasi  juga  dapat  digunakan  untuk  menghilangkan  warna.  Pada  proses koagulasi dan flokulasi, padatan termasuk juga  zat  pewarna  akan  saling  menempel  dan  membentuk  partikel  dengan  ukuran  yang  lebih  besar  dan  berat  (flok).  Flok  selanjutnya  dapat  dipisahkan   melalui   filtrasi,   pengendapan   dan   pengapungan.       Koagulasi   terjadi  akibat  penurunan potensial    zeta    pada    permukaan    partikel    sehingga dapat bergabung untuk   membentuk  partikel  yang  lebih  besar.  Proses  koagulasi  sangat  bergantung  pada  pH  operasi  dan    konsentrasi    koagulan    yang    digunakan. Koagulan  yang  sering  digunakan  adalah  lime,  kalsium  sulfat,  kalsium  hidroksida,  magnesium  hidroksida,  magnesium  sulfat,  ferri  klorida,  feri  dan fero sulfat dan kombinasi garam-garamnya
3.       Adsobsi
Adsorbsi    adalah    penyerapan    partikel-partimel   halus   oleh   bahan   adsorben.   Pada   proses ini warna yang ada dalam air limbah juga akan  ikut  terserap.  Proses  penghilangan  warna  dengan  karbon  aktif  saat  ini  banyak  digunakan  terutama   untuk   zat   warna   anorganik   dengan  konsentrasi  rendah.  Kelemahan  dari  proses  ini  diantaranya adalah hanya memindahkan polutan zat  warna  dari  air  limbah  ke  permukaan  karbon  aktif.   Pada   fase   tertentu,   karbon   aktif   akan mengalami    kejenuhan    dan    harus    dilakukan   
pencucian.  Air  hasil  cucian  karbon  aktif  ini  pada  akhirnya   akan   bermasalah   karena   berpotensi  menjadi air limbah lagi. Penghilangan     warna     dengan     proses   flokulasi-koagulasi  dan  adsorbsi  sifatnya  hanya  memindahkan zat warna ksususnya dari fase cair kedalam    fase    padat,    bukan    menguraikan   senyawa-senyawa  komplek  pembentuk  warna.  Dengan  demikian,  partikel-partikel  warna  yang  mengumpal   bersama   bahan   koagulan-flokulan  atau yang menempel pada bahan adsorben perlu diproses lebih lanjut sehingga tidak menimbulkan pencemaran lanjutan.
4.       Advanced Oxidation Process (AOPs)
Advanced   Oxidation   Processes   (AOPs) didefinisikan   oleh   Glaze   et   al.   (1987)   dan   Gottschalk,  et  al.  (2000)  sebagai  proses  yang melibatkan  pembentukan  radikal  aktif  hidroksil  (HO*)  dalam  jumlah  yang  cukup  untuk  proses  penguraian   air   limbah   dengan   menggunakan   oksidator kuat. Oksidator kuat yang dipakai dapat berupa    campuran    ozon    dengan    hydrogen    peroksida  (O3  +  H2O2),  ozon  dengan  sinar  ultra  violet   (O3 +   UV),   dan   campuran   hydrogen   peroksida  dengan  sinar  ultra  violet  (H2O2  +  UV).  Radikal  aktif  hidroksil  yang  dilepaskan  senyawa-senyawa       diatas       dengan       cepat       akan       mengoksidasi  polutan-polutan  zat  warna  dalam  air limbah. 

Kesimpulan
Kemajuan perindustrian di Indonesia terutama industri tekstil, dalam beberapa tahun terakhir industri tekstil menghasilkan limbah yang mencemari perairan terutama dikota-kota besar untuk itu pengawasan pengelolaan limbah cair yang dibuang disungai harus dijaga pengawasannya untuk mengurangi dampak pencemaran yang tiap tahun semakin meluas kerusakannya.
Jenis-jenis zat pewarna tekstil yang berbahaya diantaranya :
·         Azo
·         Antraqhuinones
·         Ftalosianin
·         Indigoid
·         Benzodifuranones
·         Oxazines
·         Polimetin
·         Di dan Tri-aril Karbonium
·         Karbonil Aromatik Polisiklik
·         Quinopthalones
·         Sulfur
·         Nitro dan Nitroso
Dampak pencemaran air sebagai berikut
·       Menurunkan jumlah oksigen dalam air
·       Mematikan binatang-binatang yang ada di air
·       Meningkatkan kecepatan reaksi kimia
·       Mengganggu kesehatan manusia
·       Mengganggu kesuburan tanah
·       Mengganggu produktivitas tumbuhan
Teknologi pengolahan limbah zat cair pewarna
1.   Netralisasi
2.   Koagulasi dan Flokulasi
3.   Adsobsi
4.   Advanced Oxidation Process (AOPs)

Daftar Pustaka
Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil (2017), Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Patona Media : Jakarta
Rudi Nugroho dan Ikbal (2005), Pengolaha  limbah berwarna industri tekstil dengan proses AOPs. JAI Vol.1,No.2 2005 http://download.portalgaruda.org/article.php?article=61910&val=4559&title=PENGOLAHAN%20AIR%20LIMBAH%20BERWARNA%20INDUSTRI%20TEKSTIL%20DENGAN%20PROSES%20AOPs (diunduh, 07 februari 2018)
Artikel 6 Dampak pencemaran air dan penyebabnya (2016),https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/hidrologi/dampak-pencemaran-air (diakses, 07 februari 2018)

Air Yang Begitu Berarti Bagi Manusia



Oleh : Andreas Yoga Pratama (@F32-Andreas, @ProyekD06)












Abstrak
Air merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi seluruh makhluk hidup, termasuk manusia. Semua manusia di Planet Bumi ini sangat membutuhkan air untuk kehidupan sehari-hari seperti minum, mencuci, mandi dan lain sebagainya. Air yang ada di Bumi ini bersumber dari air tanah, sungai, pegunungan, danau bahkan dari laut.  

Kata kunci : Air, Pencemaran Air, Lingkungan, Kesehatan Manusia

Pembahasan
Air sangat penting bagi kehidupan manusia di Bumi ini. mempunyai lingkungan hidup yang sehat akan membuat hidup kita menjadi nyaman dan membuat pikiran menjadi tentram. Pastinya mempunyai lingkuangan hidup yang sehat adalah impian setiap orang meskipun pada kenyataan belum semua orang dapat mewujudkan mimpi tersebut. Menurut Jaya Kurnia (2015), bahwa jika ingin mempunyai lingkungan hidup yang sehat harus dimulai dari diri sendiri dahulu, ketika diri sendiri sudah menerapkan lingkungan hidup sehat harapannya orang disekitar jugaa mengikuti. Meskipun pada kenyataannya sulit dan orang lain disekitar yang kurang mendukung tapi usahakan kita jangan ikut-ikut untuk mengkotorinya tetap pada prinsip ingin menciptakan lingkungaan hidup yang sehat. Menciptakan lingkungan hidup yang sehat contohnya buang sampah pada tempatnya tidak dijalan maupun disungai yang menyebabkan air sungai menjadi tercemar. Ketika air sudah tercemar maka akan menjadi sumber penyakit. Air yaang sudah tercemar, menyebabkan air tidak bersih, tidak jernih dan kotor sehingga tidak bisa untuk dikonsumsi. Berkut ini ada beberapa faktor penyebab pencemaran air yang berdampak pada kesehatan manusia diantaranya:
1. Sampah yang dibuang sembarangan ke sungai, got, maupun selokan
     Sampah-sampah yang dibuang ke saluran air seperti sungai, got, selokan akan menyebabkan air menjadi keruh dan kotor sehingga tidak sehat untuk digunakan.
2. Limbah industri
     Pembunagan limbah industri yang tidak secara matang oleh perusahaan maupun pabrik akan membuat lingkungan sekitar menjadi tidak sehat terlebih limbah tersebut sering dibuang ke sungai-sungai sekitar sehinggaa menyebabkan air sungai bercampur dengan zat-zat kimia berbahaya. Dan warga sekitar pun tidak dapat memanfaatkan sungai karena airya sudah tercemar.
3. Batubara
     Pertambangan batubara, dalam pengolahannya batubara dibakar terlebih dahulu hingga akhirnya siap untuk di distribusikan. Ketika batubara dibakar, maka merkuri yang dalam batubara terlepas ke atmosfer. Dan merkuri beralih kembali ke permukaan bumi merasuk ke air dalam tanah, sungai maupun danau. Sehingga menyebabkan air yang sudah tercampur merkuri menjadi tercemar dan bahaya untuk dikonsumsi.
4. Penggunaaan racun dan bahan peledak untuk menangkap ikan
     Selain ikan banyak yang mati dan merusak kehidupan disekitarnya, penggunaan racun dan bahan peledak untuk menangkap ikan juga membuat air tersebut terkontaminasi dengan bahan-bahan kimia yang ada pada bahan peledak dan racun. Ekosistemnya menjadi rusak dan airnya pun juga tidak sehat lagi.
5. Limbah nuklir
     Zat radioaktif pembangkit listrik tenaga nuklir dan saat ini dunia sangat bergabtung pada energi nuklir maka terjadi peningkatan yang luar biasa terhadao limbah radioaktif yang dibuang ke daerah perairan. Tentunya limbah nuklir sangat berbahaya bagimanusia dan lingkungan sekitar perairan.
6. Tumpahan minyak
     Kebutuhan minyak bumi yang terus meningkat menyebabkan lalu lintas lautan menjadi semakin ramai daan minyak tumpah pun menjadi hal yang sering terjadi. Seperti yang kita tahu bahwa minyak dan air tidak bisa bersatu, minyak yang sering tumpah ke lautan akan menyebabkan air tercemar dan rusaknya ekosistem laut, ikan-ikan dan tumbuhan karaang kesulitan mendapat sinar matahari.
7. Pencemaran dari peternakan dan perikanan
     Air yang tercemar dari pernakan dan perikinan disebabakan karena tidak matangnya pemikiran pembuangan kotoraan hewan yang menyebabkan air terkontaminasi dengan kotaran dan bakteri-bakteri lainnya.
8. Penggunaan pestisida berlebih
     Limbah pertanian yang masuk ke dalam air tiak terlalu berbahaya namun saat ini banyak petani yang menggunakan petisida dan pupuk kimia berlebih sehingga menyebabkan air menjadi tercemar.
9. Limbah rumah tangga
     Terus berambahnya penduduk menyebabkan pengolaan limbah rumah tangga yang tidak terlalu diperhatikan oleh setiap penduduk dan asal-asalan dalam membuang, dan ini menyebabkan lingkungan tercemar dan air pun juga tercemar.
10. Erosi tanah
     Hutan yang gundul akibat penebangan yang ilegaal menyebabkan permukaan tanah menjadi semakin sedikit karena ketika hujan banyak tanah yang terbawa arus air mengalir ke sungai maupun danau. Dan menyebabkan air danau dan sungai menjadi keruh.
Demikian beberapa faktor-faktor penyebab pencemaran air yang perlu kita ketahui bersama sehingga kita bisa menjaga lingkungan dan mencegahnya hal-hal yang berdampak buruk pada lingkungan dan khususnya pada kesehatan manusia itu sendiri.

Daftar Pustaka
-       Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil. 2017. Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Patona Media : Jakarta
-       Kurnia, Jaya. 2015. 10 Faktor Penyebab Pencemaran Air. http://pengayaan.com/10-faktor-penyebab-pencemaran-air/ (diunduh pada tanggal 7 Februari 2018)

Teknik Bioremediasi Sebagai Alternatif Pengendalian Pencemaran Air Limbah Rumah Tangga


Oleh : Samuel Aditya Oka H. @F12-Samuel




Abstrak :

Air merupakan sumber kehidupan manusia di bumi, namun keberadaannya dapat tercemar dengan adanya polutan yang dihasilkan, baik dari kegiatan rumah tangga maupun kegiatan industri. Untuk menanggulangi masalah tersebut maka diperlukan teknik tertentu, dalam hal ini adalah teknik bioremediasi.

Kata Kunci : Pencemaran Air, Bioremediasi

Limbah Plastik

Dibuat oleh: Fernando Andreas @F15-Fernando,


Limbah Plastik merupakan salah satu sumber polutan yang menimbulkan pencemaran air, baik dilautan, sungai, danau dan badan perairan lainnya. Bahkan Limbah Plastik mengancam keberadaan air tanah, terutama dengan kemampuannya untuk menghalangi infiltrasi air hujan masuk kedalam pori pori tanah. Jika diakumulasikan secara keseluruhan, ratusan km2 lahan di permukaan bumi ini tertutup oleh plastik yang salah satu sifatnya sulit diurai.

Pencemaran Tumpahan Minyak Di Laut dan Metode Penanganan


Oleh : Khadijah Zahrah (@F29-Khadijah Zahrah)

Abstrak
Sumber utama pencemaran laut adalah berasal dari tumpahan minyak baik dari proses di kapal, pengeboran lepas pantai maupun akibat kecelakaan kapal. Polusi dari tumpahan minyak di laut merupakan sumber pencemaran laut yang selalu menjadi focus perhatian dari masyarakat luas, karena akibatnya akan sangat cepat dirasakan oleh masyarakat sekitar pantai dan snagat signifikan merusak mahluk hidup disekitar pantai tersebut. Deep water horizon merupakan contoh pencemaran laut terbesar di amerika serikat.

Kata Kunci : tumpahan minyak, limbah minyak, deep water horizon, pencemaran air laut

Isi
Meningkatnya jumlah industri di dunia sangat berpengaruh terhadap meningkatnya perusakan lingkungan. Kegiatan industri menyumbangkan polusi baik ke dalam udara, tanah, maupun air yang mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan. Aktivitas industri perminyakan akhir-akhir ini telah menyebabkan permasalahan lingkungan, salah satunya akibat pencemaran yang dihasilkan dari minyak bumi yang tertumpah ke permukaan. Tumpahan minyak yang terjadi sering mengakibatkan kerusakan lingkungan yang serius. Tingkat pencemaran yang berat mampu membunuh berbagai jenis organisme air atau tanah dan menyebabkan lingkungan mengalami kerusakan yang bersifat permanen.

Menurut Dessy (2002) dalam Hidayat dan Kholil, (2017) mengemukakan bahwa, pengelolaan limbah pada kegiatan industry minyak pada dasarnya adalah untuk menyelamatkan lingkungan dan kemungkinan penurunan kualitas lingkungan. Limbah padat dapat berua lumpur minyak, lumpur aktif, drum-drum bekas bahan kimia, sampah dan lain-lain. Limbah minyak merupakan kotoran minyak yan terbentuk dari proses pengumpulan dan pengendapan kontaminan minyak. Limbah minyak ini merupakan bahan pencemar yang dapat menimbulkan dampak negative bagi lingkungan dan oleh sebab itu harus segera ditanggulangi.

Deepwater Horizon adalah sebuah Rig atau semi-submersible pengambang sebagai rig pengeboran yang bisa dioperasikan pada perairan dengan kedalman hingga 10.000 kaki (3.000 m). Dibangun oleh perusahaan Korea Selatan Hyundai Heavy Industries dan dimiliki oleh Transocean disewa untuk BP dari maret 2008 sampai September 2013. Pengeboran dilakukan di Mocondo Prospect 14 mil di lepas pantai Lousian Teluk Maxico.

Pada tanggal 20 April 2010 pukul 09.45 tekanan tinggi gas metana dari dalam sumur naik ke rig pengeboran dan meledak metana platform, dalam kecelakaan ini 11 orang tidak ditemukan, akibat ledakan ini semburan minyak mengalir selama 87 hari dan berhasil dihentikan pada 15 Juli 2010, dan akhirnya Deepwater Horizon tenggelam pada pagi hari 22 April 2010. Saat rig tenggelam, pipa sumur patah di kedalaman 1,5 km dari permukaan laut dan minyak mentah mengalir keluar. Saat itu diperkirakan minyak tumpah 5.000 barrel/ hari tanpa henti.

Tumpahan minyak di Teluk Meksiko akibat kebocoran pipa dan ledakan di salah satu rig milik British Petroleum (BP) merupakan masalah tumpahan minyak terparah dalam sejarah Amerika Serikat. Tumpahan minyak berlokasi di 66 kilometer dari pesisir pantai Louisiana, sehingga mengakibatkan lima negara yaitu Louisiana, Texas, Mississipi, Alabama, dan Florida menerima kerugian yang cukup besar karena lokasi negara-negara tersebut berada di sekitar Teluk Meksiko.

Berdasarkan beberapa kasus telah banyak kerugian yang dialami dan akibat yang ditimbulkan dari terjadinya pencemaran minyak bumi di laut seperti:
  1. Rusaknya estetika pantai akibat bau dari material minyak.
    Residu berwarna gelap yang terdampar di pantai akan menutupi batuan, pasir, tumbuhan dan hewan. Kontaminasi terhadap udara yang perlu diperhatikan akan bahaya penguapan benzene karena mempunyai efek karsinogenik kepada manusia. Keadaan ini semakin penting untuk diantisipasi apabila kejadian tumpahan minyak berada dekat dengan lokasi penduduk yang padat. Dan benda purbakala, cagar alam dan harta karun di dasar laut yang terkena minyak dapat rusak atau berkurang nilai estetikanya. Oleh sebab itu nilai jualnya akan berkurang.
  2. Kerusakan biologis.
    Kerusakan biologis bisa merupakan efek letal dan efek subletal. Efek letal yaitu reaksi yang terjadi saat zat-zat fisika dan kimia mengganggu proses sel ataupun subsel pada makhluk hidup hingga kemungkinan terjadinya kematian. Efek subletal yaitu mepengaruhi kerusakan fisiologis dan perilaku namun tidak mengakibatkan kematian secara langsung. Terumbu karang akan mengalami efek letal dan subletal dimana pemulihannya memakan waktu lama dikarenakan kompleksitas dari komunitasnya. Minyak dapat mempengaruhi kehidupan mangrove dan organisme lain yang berasosiasi pada mangrove. Minyak dapat menutupi daun, menyumbat akar nafas, mencegah difusi garam dan menghambat proses respirasi pada mangrove. Dan vegetasi bawah air sangat sensitif terhadap kontaminasi minyak, karena vegetasi bawah air mimiliki produktivitas yang tinggi, berperan dalam siklus nutrien, berfungsi sebagai kawasan asuhan, mencari makan, dan berlindung berbagai spesies penting dan komersial tinggi dari jenis-jenis ikan.
  3. Pertumbuhan fitoplankton laut akan terhambat.
    Pertumbuhan fitoplankton laut akan terhambat akibat keberadaan senyawa beracun dalam komponen minyak bumi, juga senyawa beracun yang terbentuk dari proses biodegradasi. Jika jumlah fitoplankton menurun, maka populasi ikan, udang, dan kerang juga akan menurun. Padahal hewan-hewan tersebut dibutuhkan manusia karena memiliki nilai ekonomi dan kandungan protein yang tinggi.
  4. Penurunan populasi alga dan protozoa Akibat kontak dengan racun slick (lapisan minyak di permukaan air) keberadaaan populasi alga dan protozoa pun menurun. Selain itu, terjadi pula kematian burung-burung laut dalam intensitas tinggi. Hal ini dikarenakan slick membuat permukaan laut lebih tenang dan menarik burung untuk hinggap di atasnya ataupun menyelam mencari makanan. Saat kontak dengan minyak, terjadi peresapan minyak ke dalam bulu dan merusak sistem kekedapan air dan isolasi, sehingga burung akan kedinginan yang pada akhirnya mati.

Metode Penanganan
Hal yang paling sulit dalam menangani kasus tumpahan minyak karena ledakan rig Deepwater Horizon adalah tumpahan minyak terdiri dari berbagai jenis fraksi minyak yaitu minyak mentah dan minyak yang telah disuling. Selain itu faktor lingkungan juga mempengaruhi proses penangananan, seperti faktor cuaca, arah angina, suhu air dan udara. Metode yang digunakan yaitu metode fisik dan kimia, yaitu :
  • Metode fisik

Dengan cara membatasi tumpahan dengan pelampung berukuran besar agar tumpahan tidak meluas hingga ke tepi pantai. Setelah itu sekumpulan tumpahan minyak tersebut diangkat dengan menggunakan kapal yang telah dirancang untuk menangani tumpahan minyak dari permukaan air. Selain itu digunakan pula absorben seperti spons guna mengangkat tumpahan minyak yang masih tersisa.
  • Metode Kimia

Dengan penambahkan dispersant ke dalam tumpahan minyak maupun di dasar laut. Penambahan dispersant bertujuan untuk memecah partikel minyak menjadi partikel-partikel yang lebih sederhana. Minyak yang terdiri dari poli hidrokarbon diubah menjadi hidrokarbon sederhana yang memiliki sifat volatil sehingga dapat menguap dengan sendirinya. Di bagian dasar laut pun diberikan dispersant guna memecah endapan minyak yang sudah mengandap jauh di dasar laut.

Daftar Pustaka

Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil. 2017. Kimia, Industri dan Teknologi Hijau. Jakarta : Pantona Media.



Anonim. 2010. Tumpahan Minyak di Teluk Mexico Mengancam kehidupan Satwa Liar. https://barudakgudang.wordpress.com/2010/07/06/tumpahan-minyak-di-teluk-mexico-mengancam-kehidupan-satwa-liar/

Ahmad, M.Arman. 2012. Metode Penanggulangan Tumpahan Minyak Dilaut Serta Dampak Pencemarannya. https://serdaducemara.wordpress.com/2013/12/27/metode-penanggulangan-minyak-di-laut/

Sulistyono. Dampak Tumpahan Minyak (Oil Spill) Di Perairan Laut Pada Kegiatan Industri Migas dan Metode Penanggulangannya. http://pusdiklatmigas.esdm.go.id/file/t7-_Dampak_Tumpahan_---_Sulistyono.pdf


Pertiwi, Sekar Putri. 2017. Tragedi Deepwater Horizon Tumpahan Minyak Di Teluk Meksiko. Jakarta : Universitas Sahid

“Selamatkan Air si Pemberi kehidupan”

Oleh : Dede Abdulah (F28-Komaludin)

Abstrak
            Lingkungan hidup merupakan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan benda mati yang merupakan satu kesatuan yang utuh, dan manusia ada didalamnya. Air merupakan sumber kehidupan manusia dan mahluk lainnya, bilamana terjadi pencemaran maka, akan terjadi penurunan kualitas dari air dan dapat membahayakan kelangsungan hidup bagi semua mahluk hidup yang menggunakan nya.
            Pencemaran air dapat mengakibatkan berbagai penyakit bagi manusia. Pencemaran air dapat disebabkan oleh limbah manusia, limbah nutrisi, ail limbah, limbah kimia, limbah radioaktif, limbah plastik, air limbah dan limbah minyak.
            Limbah logam berat seperti merkuri dapat ditanggulangi dengan menggunakan teknik fitoremediasi. Teknik fitoremediasi adalah teknologi pembersihan zat polutan dari badan air yang telah tercemar dengan menggunakan tanaman. Tanaman yang dimaksud adalah tanaman mangrove (A. Marina).
Kata Kunci : Pencemaran, Pencemaran Air, Logam berat.



Pendahuluan
Menurut (Sodikin, 2007), dalam (Lia Pradnya Paramita, Made Dkk.2016), bahwa lingkungan hidup merupakan media hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan benda mati yang merupakan satu kesatuan yang utuh, dan manusia ada didalamnya. Manusia dengan tingkah lakunya dapat mempengaruhi lingkungan (dapat mencemari, merusak atau melestarikan lingkungan).  Mengingat air adalah komponen dari lingkungan hidup, maka pencemaran air merupakan spesifikasi dari pencemaran lingkungan hidup (Susanto, Joko Prayitno.2005)
 Menurut (Lia Pradnya Paramita, Made Dkk.2016), bahwa salah satu sumber daya alam yang vital bagi kehidupan manusia adalah air. Air merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia di bumi ini. Sesuai dengan kegunaannya, air dipakai sebagai air minum, air untuk mandi dan mencuci, air untuk pengairan pertanian, air untuk kolam perikanan, air untuk sanitasi dan air untuk transportasi, baik di sungai maupun di laut. air juga diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, yaitu untuk menunjang kegiatan industri dan teknologi. ( Triadi Putranto, Thomas. 2011).
Air yang telah diguakan (air limbah industri) tidak boleh langsung dibuang ke lingkungan  arena dapat menyebabkan pencemaran. Selain dari pada itu pencemaran air juga dapat disebabkan oleh beberapa komponen ( Triadi Putranto, Thomas. 2011). Diantaranya :
1.      Bahan buangan padat
2.      Bahan buangan organik
3.      Bahan buangan anorganik
4.      Bahan buangan olahan bahan makanan
5.      Bahan buangan cairan berminyak
6.      Bahan buangan zat kimia
7.      Bahan buangan berupa panas
Air merupakan sumber kehidupan manusia dan mahluk lainnya dibumi, apabila air telah tercemar maka akan menjadi petaka bagi kehidupan. Air merupakan sumber daya alam yang memenuhi kebutuhan orang banyak sehingga perlu dilindungi agar dapat bermanfaat bagi hidup dan kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Pembahasan
Mengingat air merupakan sumber kehidupan manusia dan mahluk lainnya dibumi, maka air merupakan sumber daya alam yang perlu dilindungi agar tidak tercemar sehingga dapat terus bermanfaat bagi hidup dan kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Menurut catatan dari World Wild Fund (WWF) dalam (Atep. 2017), bahwa pencemaran oleh bahan kimia beracun telah mengancam kehidupan di planet bumi, baik dilautan maupun di daratan, mulai dari daerah tropis sampai kutub semuanya sudah terkontaminasi.
Menurut (Wardhana, 1998). dalam (Triadi Putranto,Thomas.2011). Indikator atau tanda bahwa air lingkungan telah tercemar adalah adanya perubahan atau tanda yang dapat diamati melalui:
1.      Adanya perubahan suhu air.
2.      Adanya perubahan pH atau konsentrasi ion hidrogen.
3.      Adanya perubahan warna, bau dan rasa air.
4.      Timbulnya endapan, koloidal, bahan terlarut.
5.      Adanya mikroorganisme.
6.      Meningkatnya radioaktivitas air lingkungan.
Pencemaran lingkungan sebagaimana pengertiannya dirumuskan dalam pasal 1 angka 12 Undang-Undang No. 23 Tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah “pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energy, dan/ atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkannya.
Penyebab dari pencemaran air adalah dari berbagai aktivitas manusia seperti (atep. 2017) yaitu :
a.       Limbah Manusia
Bumi yang dihuni lebih dari tujuh miliar penduduk, tentu saja hampir setiap hari semua penduduk tersebut harus membuang limbahnya sebagai sisa dari proses pencernaan makanannya.
Menurut WHO (2013) dalam (Atep. 2017) mengungkapkan pembuangan limbah manusia berpengaruh langsung terhadap kualitas kehidupannya, dan seringkali menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan air seperti diare. Diseluruh dunia penyaki diare menimbulkan kematian 760.000 anak – anak dan balita dalam setiap tahunnya. Dalam hal ini WHO memprediksi bahwa penyakit yang berhubungan dengan air dapat menimbulkan kematian 135 Juta orang sampai tahun 2020.
b.      Limbah Nutrisi
Sejatinya menurut teori dan praktek ilmiah, limbah nutrisi dapat dikembalikan ke lingkungan yang kemudian dapat dimanfaatkan kembali oleh mikroorganisme dan makoorganisme disekitar perairan. Namun bila limbah nutrisi dalam jumlah yang sangat besar di buang dalam waktu yang bersamaan, dapat mengakibatkan kondisi perairan menjadi kotor, tidak terawat dan cencerung membahayakan.
Menurut (Nontji.2008 dan wood.2005) dalam (Atep. 2017), Limbah nutrisi dapat menyebabkan dampak negatif seperti penyusutan oksigen dari air secara drastis, keracunan pada mamalia,penyakit pada manusia, kemerosotan ekonomi daerah pesisir,bahkan terbentuknya zona mati.
c.       Air limbah
Menurut (Said. 2011) dalam (Atep. 2017), Air limbah dari berbagai aktivitas manusia seperti air bekas pencucian pakaian, air bekas pencelupan warna pakaian dan sebagainya. Selain itu saluran air yang keluar dari pabrik juga mengeluarkan limbah industri, yang mengalir ke badan – badan air mulai dari selokan sampai ke lautan.
d.      Limbah kimia
Limbah kimia yang menyebabkan pencemaran air dan sangat beracun adalah polychlorinated biphenyls (PCB). PCB biasa digunakan untuk peralatan listrik,pelapis permukaan, tinta dan cat.
Selain PCB yang dapat meracuni ekosistem perairan adalah logam berat seperti cadmium (Cd), Merkuri(Hg), Timbal (Pb) dan Arsen (As).
e.       Limbah Radioaktif
Limbah radioaktif tergolong menjadi tiga yaitu
1.      Limbah dibebaskan atau limbah tingkat yang sangat rendah (VLLW)
2.      Limbah tingkat Rendah (LLW) biasanya di hasilkan dari rumah sakit dan siklus bahan bakar nuklir.
3.      Limbah tingkat menengah (ILW)
4.      Limbah tingkat tinggu (HLW) berasal dari pembakaran uranium dalam reaktor nuklir.
Menurut (Wood. 2015) dalam (Atep. 2017) mengungkapkan limbah radioaktif falam konsentrasi cukup tinggi dapat membunuh, sedangkan dalam konsentrasi rendah dapat menyebabkan kanker dan penyakit lainnya.
f.        Limbah Minyak
Kecelakaan tumpahan minyak yang terjadi sering mengakibatkan kerusakan linhkungan yang serius. Tingkat pencemaran yang berat mampu membunuh berbagai jenis organisme air atau tanah dan menyebabkan kerusakan yang bersifat permanen
g.      Limbah Plastik
Limbah plastik merupakan salah satu sumber polutan yang menimbulkan pencemaran air, baik dilautan, sungai , danau dan badan perairan lainnya.
Seperti yang diungkapkan oleh (Triadi Putranto, Thomas.2011).  akibat dari pencemaran air yaitu pencemaran oleh logam berat. Logam berat masih termasuk golongan logam dengan kriteria-kriteria yang sama dengan  logam-logam lain. Perbedaannya terletak dari pengaruh yang dihasilkan bila logam berat ini berikatan dan atau masuk ke dalam tubuh organisme hidup. Bila masuk ke dalam tubuh dalam jumlah berlebihan akan menimbulkan engaruh-pengaruh buruk terhadap fungsi fisiologis tubuh.
Pencemaran logam berat merupakan permasalahan yang sangat serius untuk  ditangani, karena merugikan lingkungan dan ekosistem secara umum. Sejak kasus merkuri di Minamata Jepang pada 1953, pencemaran logam berat semakin sering terjadi dan semakin banyak dilaporkan.
Agen Lingkungan Amerika Serikat (EPA) di dalam Mursyidin, Dindin H. (2006) melaporkan, terdapat 13 elemen logam berat yang diketahui berbahaya bagi lingkungan. Di antaranya arsenik (As), timbal (Pb), merkuri (Hg), dan kadmium (Cd).
Logam merkuri (Hg) adalah salah satu trace element yang mempunyai sifat cair pada  emperatur ruang dengan spesifik gravity dan daya hantar listrik yang tinggi.Merkuri yang terdapat dalam limbah atau waste di perairan umum diubah oleh aktifitas mikroorganisme menjadi komponen methyl merkuri (CH3-Hg) yang memiliki sifat racun dan daya ikat yang kuat disamping kelarutannya yang tinggi terutama dalam tubuh hewan air.
Hal tersebut mengakibatkan merkuri terakumulasi melalui proses bioakumulasi dan biomagnifikasi dalam jaringan tubuh hewan-hewan air, sehingga kadar merkuri dapat mencapai level yang berbahaya baik bagi kehidupan hewan air maupun kesehatan manusia, yang makan hasil tangkap hewan-hewan air tersebut.
Menurut (Susiati, 2008) dalam (Sander Erari, Semuel .2011), Logam berat terakumulasi ke dalam tubuh biota laut dapat melalui permukaan tubuh, terserap insang dan rantai makanan. Secara biologis logam berat akan mengalami penimbunan dalam tubuh biota laut seperti ikan, udang dan kerang. Setiap biota memiliki cara makan yang berbeda. Kerang memperoleh makanan dengan menyaring air, sehingga dengan mudah logam berat masuk ke dalam tubuh kerang.
Logam berat juga mudah terakumulasi ke dalam tubuh ikan. Logam berat akan menumpuk pada organ tubuh ikan. Selanjutnya ikan mengalami gangguan pada organ-organ pernapasan hingga mengalami kematian. Logam berat Pb dan Cd terakumulasi ke dalam tubuh udang (Crustaceae) lewat permukaan tubuh dengan cara difusi dari lingkungan perairan (Conell dan Miller, 1995; Rahman, 2005; dalam Sander Erari, Semuel .2011)
Dalam rantai makanan di perairan yang tercemar logam berat akan terakumulasi ke dalam tubuh fitoplanton. Fitoplanton yang mengandung logam berat dimakan oleh ikan-ikan kecil, kemudian ikan-ikan besar memakan ikan-ikan kecil, dan ikan-ikan besar maupun kecil dimakan oleh manusia. Terjadilah biomagnifikasi (transfer logam berat) melalui rantai makanan. (Sander Erari, Semuel .2011). Keracunan Hg yang sering disebut sebagai mercurialism banyak ditemukan di negara maju, misalnya Mad Hatter’s Disease yang merupakan suatu outbreak keracunan Hg yang diderita oleh karyawan di Alice Wonderland. Bencana Minamata yang merupakan suatu outbreak keracunan Hg pada penduduk makan ikan yang terkontaminasi oleh Hg di Minamata Jepang, dan kejadian ini dikenal sebagai Minamata Disease. Penyakit lain yang disebabkan oleh keracunan Hg adalah Pink Disease yang terjadi di Guatemala dan Rusia yang merupakan outbreak keracunan Hg akibat mengkonsumsi padi-padian yang terkontaminasi oleh Hg.
( Triadi Putranto, Thomas. 2011).
Paparan logam berat Hg terutama methyl mercury dapat meningkatkan kelainan janin dan kematian waktu lahir serta dapat menyebabkan Fetal Minamata Disease, seperti yang terjadi pada nelayan Jepang di teluk Minamata. Selain yang tersebut di atas Hg dapat menyebabkan kerusakan otak, kerusakan syaraf motorik, cerebral palsy, dan retardasi mental. Merkuri merusak sistem pusat nerves, system endokrin, ginjal, dan organ bagian badan yang lain, dan akan mempengaruhi mulut , gusi, dan gigi. Uap air raksa/merkuri di udara jika terhirup oleh manusia dapat mengakibatkan kerusakan otak dan pada akhirnya menimbulkan kematian. Kebanyakan manusia keracunan merkuri akibat dental amalgam restoration dan mengkonsumsi makanan dari hewan air dan mamalia yang terkontaminasi oleh limbah pabrik.( Triadi Putranto, Thomas. 2011).
Pencemaran logam berat pada perairan sungai, pesisir pantai dan laut nampaknya sulit di cegah, karena aktifitas manusia selalu meningkat dan menghasilkan limbah ke lingkungan terus-menerus. aktifitas pertambangan, industrial, perhotelan, perkotaan banyak menyumbang limbah ke lingkungan. limbah cair yang mengandung logam berat merupakan limbah yang berpotensi merusak sistem perairan, seperti sungai, dan perairan pesisir pantai.
Salah satu solusi yang baik adalah dengan menggunakan teknik fitoremediasi. Teknik fitoremediasi adalah teknologi pembersihan zat polutan dari badan air yang telah tercemar dengan menggunakan tanaman. Teknologi ini mudah, dan murah, serta memberikan efek negative yang kecil bagi kesehatan (Khiatuddin. 2003; Kusumastuti. 2009 dalam (Sander Erari, Semuel .2011)
Teknik fitoremediasi sangat cocok untuk daerah perairan yang tercemar dengan menggunakan hutan mangrove. Ekosistem mangrove memiliki kemampuan alami untuk membersihkan lingkungan dari berbagai bentuk zat pencemar sehingga penggunaan tanaman mangrove sebagai tumbuhan penyerap logam berat dari perairan sangat tepat.
(Sander Erari, Semuel .2011) juga menerangkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Amin (2001), di perairan pesisir Dumai, Propinsi Riau, menunjukan bahwa organ akar dan daun tumbuhan A. marina memiliki kemampuan menyerap logam berat timbal Pb dan tembaga Cu. Perairan Dumai kota merupakan daerah yang mendapat sumbangan bahan pencemar perairan pesisir dan laut dari berbagai aktifitas industri dan rumah tangga.
Kesimpulan
Lingkungan hidup merupakan hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan benda mati yang merupakan satu kesatuan yang utuh, dan manusia ada didalamnya. Air merupakan sumber kehidupan manusia dan mahluk lainnya, bilamana terjadi pencemaran maka, akan terjadi penurunan kualitas dari air dan dapat membahayakan kelangsungan hidup bagi semua mahluk hidup yang menggunakan nya.
            Pencemaran air dapat mengakibatkan berbagai penyakit bagi manusia. Pencemaran air dapat disebabkan oleh limbah manusia, limbah nutrisi, ail limbah, limbah kimia, limbah radioaktif, limbah plastik, air limbah dan limbah minyak.
            Limbah logam berat seperti merkuri dapat ditanggulangi dengan menggunakan teknik fitoremediasi. Teknik fitoremediasi adalah teknologi pembersihan zat polutan dari badan air yang telah tercemar dengan menggunakan tanaman. Tanaman yang dimaksud adalah tanaman mangrove (A. Marina).
Daftar Pustaka.
Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil.2017.Kimia,industri dan teknologi hijau. Jakarta : Pantona Media

Sander Erari, Semuel .2011. Pelestarian hutan Mangrove solusi pencegahan logam berat di perairan indonesia. Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi. Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS
(Diunduh : 9 Februari 2018)
Triadi Putranto, Thomas.2011. Pencemaran logam berat Merkuri (Hg) pada Air tanah. TEKNIK Volume 32, Nomor 1, Tahun 2011 page. 62-71. Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro dalam
(Diunduh : 9 Februari 2018)

Lia Pradnya Paramita, Made Dkk.2016. Upaya masyarakat dalam penegakan hukum terhadap pencemaran air sungai akibat pembuangan limbah. Kertha Wicara Vol. 05, No. 02, Februari 2016. Kertha Wicara. Dalam
(Diunduh : 9 Februari 2018)

Susanto, Joko Prayitno.2005. Analisis Deskripsi pencemaran air sumur pada daerah industri pengecoran logam. JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 6, No 2 (2005): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
Dalam
(Diunduh : 9 Februari 2018)