.

Tampilkan postingan dengan label @F06-Dwi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @F06-Dwi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Pengembangan Teknologi Hijau

Oleh Dwi Setiawan
@F06-DWI














Abstract

Di era sekarang ini pertumbuhan industri semakin masif, dan dampak dari kegitan industri itu pun sangat dirasakan dampat negatifnya terutama dalam bidang lingkungan, perlu adanya teknologi sebagai penangkal terhadap dampat negatif industri,Teknologi hijau merupakan teknologi yang dapat memecahkan permasalahan lingkungan yang di akibatkan oleh berbagai macam kegiatan manusia dan industri yang ada, teknologi hijau juga bisa menjadi alternatif bagi perkembangan industri yang ramah lingkungan agar kegiatan idustri berjalan denga lancar dan tanpa mencemari lingkunga sekitar.

Industri Hijau

Oleh Dwi Setiawan
@F06-DWI
















Abstract

Industri hijau merupakan industri yang harus dikembangkan karena insudtri hijau adalah industri yang baik bagi kelangsungan likungan di sekitar industri dan kelangsungan kelestarian alam,industri hijau juga merupakan trobosan atau solusi dalam mengatasi berbagai dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat adanya proses industri,
Industri hijau dangat penting diterapkan dalam era sekarang ini mengingat pertumbuhan ekonomi dan industri yang sedang meningkat di indonesia,pemerintahan harus gencar dalam melakukan trobosan-trobosan bagi kelangsungan lingkungan yang bersih dan sehat.

Solusi Pencemaran Udara

Oleh Dwi Setiawan
@F06-DWI



Abstract

Pencemaran udara terjadi akibat kurang pedulinya semua pihak terhadap udara padaha udara merupakan salah satu aset penting bagi sema makluk yang ada di bumi, oleh karena itu penting bagi semua pihak khususnya bagi pemerintah harus mulai peduli dan serius menanggapi permasalaan pencemaran udara, karena udara adalah salah satu pokok kebuhan dalam dunia ini, dengan adanya kepedulian pasti akan bermunclan solusi dalam menanganin pencemaran uda yang sangat masif terjadi di era sekarang, banyaknya kendaraan bermotor dan juga pabrik-pabrik yang menimbulkan atau menyebabkan terjadinya pencemaran udara

Sabtu, 10 Februari 2018

PRINSIP UTAMA KIMIA HIJAU

Oleh Dwi Setiawan
@F06-Dwi


Abstract

Kimia hijau, juga disebut kimia berkelanjutan, adalah filsafat penelitian dan rekayasa/teknik kimia yang menganjurkan desain produk dan proses yang meminimasi penggunaan dan penciptaan senyawa-senyawa berbahaya.
Sebagai sebuah filsafat kimia, kimia hijau berlaku pada kimia organik, kimia anorganik, biokimia, kimia analitik, dan bahkan kimia fisis. Sementara kimia hijau tampak berfokus pada terapan-terapan industri, sebenarnya ia berlaku juga pada sembarang cabang kimia. Kimia klik seringkali disebut sebagai sebuah gaya sintesis kimia yang konsisten dengan tujuan-tujuan kimia hijau. Fokusnya adalah meminimasi bahaya dan memaksimasi efisiensi sembarang bahan kimia. Ia berbeda dengan kimia lingkunganyang berfokus pada gejala-gejala kimia di lingkungan.

Kata Kunci : PRINSIP UTAMA KIMIA HIJAU


PRINSIP UTAMA KIMIA HIJAU

Kimia hijau merupakan bentuk upaya atau bentuk dari proses dalam rangka mengurangi dampak negatif yang di timbulkan oleh industri-industri kimia, menurut Hidayat (2017) . bahwa, kimia hijau merupakan paradigma yang relatif baru, dengan fokus pada upaya mengoptimalkan kegiatan perancanaan proses, produk dan pasca produk yang bisa memperkecil bahkan menihilkan pemakaian dan pembentukan bahan kimia beracun dan berbahaya. Tak dapat di pungkiri berbagai kegiatan industri hampir  selalu menyisakan haan terbuang, jika begitu saja dilepas kelingkungan maka akan menimbulkan dampakmenurunkan tingkat kesejahteraan manusia.
Menurut Anggraeni,Kamara, dan Dahlan (2012) Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi, baik yang berasal dari industri, pertanian, maupun domestik rumah tangga. Telah disadari bahwa kehadiran limbah tersebut tidak dikehendaki. Untuk mengatasinya diperlukan kreativitas, sehingga limbah tersebut berubah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, sejalan dengan falsafah 5 R yaitu limbah tersebut bisa bermanfaat dan dapat mengurangi kuantitas limbah. Hal ini sangat, penting disosialisasikan kepada masyarakat dan menjadikannya sebagai falsafah dan GAYA HIDUP 5 R dalam kehidupan seharihari.
Adapun 5 R merupakan singkatan dari Reuse, Recycle, Reduce
1. Reuse: Memanfaatkan ulang (reuse) yaitu menggunakan kembali barang bekas tanpa pengolahan bahan, untuk tujuan yang sama atau berbeda dari tujuan asalnya. Contohnya penggunaan bahan-bahan plastik/ kertas bekas untuk benda-benda sovenir, bekas ban untuk tempat pot atau kursi taman, botolbotol minuman yang telah kosong diisi kembali, dan sebagainya.
2. Recycle: Mengolah kembali (recycle) yaitu kegiatan yang memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya untuk digunakan lebih lanjut. Contohnya kertas atau sampah bekas, pecahan-pecahan gelas atau kaca, besi atau logam bekas dibuat menjadi benda kain dan sampah organik yang berasal dari dapur atau pasar dapat didaur ulang menjadi kompos (pupuk). Dalam proses daur ulang ini juga sampah dapapt diubah menjadi energi panas yang dikenal dengan proses insenerasi. Insenerasi sederhana sudah ada yang melakukannya, misalnya oleh beberapa industri di Jakarta, yaitu hasil akhir pengolahan air limbah padat dalam bentuk lumpur tidak dibuang ke tanah tetapi digunakan sebagai bahan bakar setelah mengalami pengeringan.
3. Reduce: Mengurangi (reduce) adalah semua bentuk kegiatan atau perilaku yang dapat mengurangi produksi sampah, misalnya ibu-ibu rumah tangga kembali ke pola hidup lama yaitu membawa keranjang belanja ke pasar sehingga jumlah kantong plastik yang di bawa ke rumah akan berkurang (terreduksi). Selain itu, bila setiap orang enggunakan saputangan bukan tisu, di samping sampahnya berkurang, dapat terjadi penghematan bahan baku untuk tisu berupa kayu yang diperoleh dari hutan. Kalau setiap orang melakukan hal tersebut. Berton-ton sampah akan




Daftar pustaka:

Hidayat afia atep & M.kholil,2017,kimia industri dan teklnolog hijau,pantona media,jakarta

Anggraeni,Kamara, dan Dahlan,2012,sosialisasi kimia hijau daur ulang limbah organik dan anorganik di desa padangkembang dan cilampung hilir kecamatan cisayong kabupaten tasikmalaya, Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya.
http://id.portalgaruda.org/index.php?ref=browse&mod=viewarticle&article=429126


Masa Depan Sumberdaya Air

Oleh Dwi Setiawan,
@F06-Dwi






Abstract

Sumberdaya air merupakan sumberdaya yang sangat dibutuhkan oleh seluruh makluk hidup di bumi ini kususnya manusia, karena manusiasanga bergantung terhadapat sumberdaya air tersebut, tanpa air manusia tidak dapat menjalankan aktifitas atau rutnitasnya dengan baik karena air menjadi kebutuha pokok bagi mereka, dengan air mereka bisa melakukan berbagai macam aktifitas deperti misal , makan,minum,mencuci,bercocok tanam bahkan proses produksi dalam dunia industri pun sangat memburuhkan air untuk kegiatanya.


Kata kunci : MASA DEPAN SUMBERDAYA AIR


MASA DEPAN SUMBERDAYA AIR

Air merupakan salah satu sumberdaya alam yang sangat di butuhkan oleh semua manusia dan makluk hidup yang aa dibumi, karena air digunakan dalam berbagai kehidupan sehari-hari misalnya, manusia biasanya mengnakan air untuk  minum,mencuci, pengairan rigasi, Dll
Aplikasi teknologi untuk industri dan aspek kehidupan manusia lainya banyak menyiahkan polutan. Di bebeberapa kawasan polutan sudah terakumulasi sedemikian rupa, sehingga merusak kondisi lingkungan. Dalam batasan-batasatertentu ekosistem, tersuk lut, sebenarnya mampu mengrangi  efek negatif  limbah kimia dan polutan lainya. Namun kaena jumlahnya yang  semakin tak terkendali maka daya pulih ekosistemun terlampaui (Hidayat,2017) .

Maka dari itu perlu adanya pengelolaan terhadap sumber daya air yang terkonsep sedemikian rupa agar sumberdaya air tersebut dapat digunakan secara efektif dan efisien, menurut Herlambang arie,2011. Teknologi Pengelolaan Sumber Daya Air (TPSDA) diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan SDA, melalui peningkatan akurasi dan presisi dalam inventarisasi potensi SDA, perencanaan alokasi SDA, pengaturan keadilan dalam penggunaan, kemudahan dan kecepatan dalam pemantauan SDA, penghematan SDA, Efisiensi Pengolahan Limbah, Efisiensi Proses Daur Ulang, dan Kemudahan dalam evaluasi SDA. menurut Waluya jaka,2012. Bahwa   Pengelolaan sungai, danau dan waduk adalah upaya merencanakan, melaksanakan, memantau dan mengevaluasi kegiatan konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumberdaya air dan pengendalian daya rusak air. Konservasi sumberdaya air adalah upaya memelihara keberadaan serta keberlanjutan keadaan, sifat dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan mahluk hidup, baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang. Sungai, waduk dan danau merupakan sumber air yang sangat penting fungsinya dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat dan meningkatkan pembangunan nasional, sehingga dalam rangka pemanfaatan dan pelestariannya dipandang perlu melakukan pengaturan mengenai sumber air tersebut yang meliputi perlindungan, pengembangan, penggunaan dan pengendalian dengan Peraturan Pemerintah. Apabila sumberdaya air ini dikelola secara profesional dan penggunaannya proporsional antara kepentingan badan usaha dan kepentingan masyarakat luas, maka akan menambah sumber devisa Negara yang pada akhirnya akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat.








Daftar pustaka:

Hidayat afia atep & M.kholil,2017,kimia industri dan teklnolog hijau

Waluya jaka,2012, Pengelolaan sungai,danau dan waduk untuk konversi sumberdaya, Volume II. No. 2 September 2010,
http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=19344

Herlambnag arie,2011,peranan teknologi dalam penentuan kebijakan dalam sumberdaya air, JAI Vol 5. No. 2 2009
http://id.portalgaruda.org/index.php?ref=browse&mod=viewarticle&article=61994

Sabtu, 03 Februari 2018

Pencemaran Lingkungan

 Oleh : Dwi Setiawan
@F06-Dwi











                                       

Lingkungan Di Sekitar Industri Kimia

Oleh: Dwi Setiawan
@F06-Dwi

 








                                       

Sabtu, 27 Januari 2018

PENCEMARAN UDARA

Oleh: Dwi Setiawan (F06-Dwi)

                                               
                                        Abstrak

Kegiatan manusia mengakibatkan pembebasan senyawa ke lingkungan. Pencemaran atmosfir memiliki pengaruh nyata dan segera tampak pada manusia, jika masalah ini dibandingkan dengan pencemaran untuk media lain. Perkembangan industry mempertinggi tingkat pengaruh ini. Pada sisi lain perkembangan peralatan dan teknologi pengendalian pencemaran udara semakin baik dan canggih. Penerapan system pengendalian pencemaran selalu dikaitkan dengan biaya operasi, biaya pemeliharaan dan biaya produksi.(kristian rieko,2009)

Kata kunci : Pencemaran udara

KIMIA DAN INDUSTRI



Dibuat oleh : @F06-dwi
Dwi setiawan