.

Tampilkan postingan dengan label @Proyek D08. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @Proyek D08. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Green Chemistry Tips


Oleh : Iwan Saputro ( @f20-Iwan )


Abstrak:

Recycle sampai sekarang masih menjadi cara terbaik dalam mengelola dan menangani sampah dengan berbagai permasalahannya.
Penerapan sistem 3R atau reuse, reduce, dan recycle menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah di samping mengolah sampah menjadi kompos atau meanfaatkan sampah menjadi sumber listrik (PLTSa; Pembangkit Listrik Tenaga Sampah). Justru pengelolaan sampah dengan sistem 3R (Reuse Reduce Recycle) dapat dilaksanakan oleh setiap orang dalam kegiatan sehari-hari.

Energi terbarukan untuk industri hijau

oleh: setiawan eji prayogi (@F24-Setiawan, @Proyek D08, )
Abstrak
Industri hijau merupakan penerapan teknologi yang ramah lingkungan yang mampu mengubah lingkungan hidup agar sesuai dengan kehidupan manusia, sumber daya alam diambil dan diolah untuk sebesar-besarnya kesejahterahan manusia secara lestari Menurut Hidayat dan Atep (2017) dalam Darsono (2014)

Industri Hijau dan Penerapannya

oleh : arifin aji pamungkas
ABSTRAK
Industri hijau adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan efisiensi penggunaan sumber daya sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup.

Industri Hijau

@F09-Arief
Oleh : Arief Risaldi








Abstrak
Industri Hijau merupakan program pemerintah lewat Kementerian Perindustrian yang dikeluarkan pada tahun 2010. Industri Hijau merupakan program yang ditujukan untuk industri manufaktur di Indonesia agar lebih berwawasan lingkungan, menjaga kelestarian lingkungan, efisien dalam penggunaan energi, dan mempunyai sistem manajemen perusahaan yang baik.

Kata Kunci : Industri Hijau

Menurut Permenperin, 2011 dalam Hidayat dan Kholil, industry hijau dapat didefinisikan sebagai industry berwawasan lingkungan yang menyelaraskan pertumbuhan dengan kelestarian lingkungan hidup, mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumberdaya alam serta bermanfaat bagi masyarakat.

Pendahuluan
lingkungan yang mempromosikan dan mengajak seluruh kalangan untuk menjaga lingkungan. Industri dinilai menjadi salah satu penyebab isu lingkungan saat ini industri merupakan penyumbang gas CO2, limbah B3, dan limbah padat maupun cair yang sangat membahayakan Selain penyumbang limbah, industri manufaktur juga diklaim sebagai pengguna sumber daya alam dan energi terbesar. Bey dkk (2013) mengatakan bahwa isu lingkungan menjadi sangat penting sekarang ini, berbagai tekanan dari berbagai pihak mulai dari masyarakat sekitar hingga permintaan pasar akan proses produksi dan produk yang ramah lingkungan. Upaya untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang diakibatkan oleh industri telah banyak dikembangkan oleh masyarakat ataupun industri itu sendiri. Shapira dkk, 2014 mengatakan upaya untuk membantu perkembangan program “green” pada industri sudah diperkenalkan seluruh negara. di Eropa, sudah diperkenalkan program Eco-Innovation melalui the Executive Agency for Competitiveness and Innovation pada tahun 2008. Dengan berkembangnya kewaspadaan mengenai masalah perlindungan lingkungan maka diwujudkannya program-program peduli lingkungan untuk industri manufaktur seperti Green Manufacture, Green Supply Chain, Green Building, Green Construction, Green Product, Green Technology dan masih banyak yang lain.

Isi
Konsep industri hijau
Konsep Industri Hijau menekankan kepada efisiensi serta efektifitas penggunaan bahan baku, jangansampai terlalu banyak bahan baku yag terbuang percuma. efisien dan efektifitas merupakan salah satukunci utama di konsep hijau. bayangkan betapa banyaknya bahan yang bisa digunakan kalau ternyata bahan tersebut tidak terpakai karena penggunaan bahan baku yang tidak efisien.Input masuk sama dengan output adalah hal minimal yang harus dicapai oleh setiap perusahaan bayangkan betapa sayangnya bahan terbuang, dan dampaknya sangat terasa bagi alam. bahan mentahdiproduksi dengan energi yang berasal dari minyak bumi atau fosil, karena di Indonesia masihdidominasi energi fosil sebesar 37% berdasarkan data dari WWF. berapa banyak karbon yang keluar dan terbuang sia-sia jika kita membuang bahan baku.


Daftar Pustaka :
Hidayat, Atep afia dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Pantona Media Jakarta.
Mulya, Rudini. 2012. Apa Itu Insdutri Hijau. https://www.scribd.com/document/105397640/Apa-Itu-Industri-Hijau-Rudini-Mulya

Industri Hijau


Oleh : @F07_agung
Abstrak
Dalam definisinya, Industri hijau atau industri ramah lingkungan merupakan industri yang dalam proses produksinya mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan, sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

Penggunaan Lampu LED dalam Industri Hijau Hemat Energi



Oleh: Kurniyanto Bayu Anggoro
@ProyekD08

Kata Kunci: Proses produksi hemat bahan, air, dan energi


Abstrak
LED adalah salah satu produk terbaru yang saat ini banyak digunakan, terutama dalam produk lampu. Menggantikan teknologi dari produk lampu sebelumnya, seperti lampu fluoresent, dan lampu pijar. Hal ini sebagai bentuk perkembangan IPTEK, dan tuntutan akan industri hijau.

INDUSTRI HIJAU UNTUK MENCIPTAKAN PRODUK RAMAH LINGKUNGAN

Oleh : Siti Fatimatuzzahra (f08-Siti)

Abstrak

Sumber daya alam yang kian menipis yang dibarengi dengan pertumbuhan populasi penduduk yang terus meningkat, membuat pemerintah mencari cara agar Indonesia tidak kehabisan cadangan energi, salah satunya dengan mendorong pertumbuhan industri hijau. Pengembangan industri hijau dapat dilakukan melalui beberapa penerapan seperti produksi bersih (cleaner production), konservasi energi (energy efficiency), efisiensi sumberdaya (resource efficiency eco-design), proses daur ulang, dan low-carbon technology


Kata Kunci : Industri Hijau, Lingkungan

Sertifikasi Industri Hijau, Susahkah?



Oleh : Agus Rahman Saleh

Abstrak : pesatnya pertumbuhan industri menyebabkan pemerintah giat melakukan perubahan kepada dunia industri. Seperti dengan mengenalkan industri hijau. Industri hijau adalah sebuah konsep industri yang berwawasan lingkungan yang menyelaraskan pertumbuhan dengan kelestarian lingkungan hidup, mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya serta bermanfaat bagi masyarakat. Namun dalam pelaksanaan nya untuk mendapatkan “cap” perusahaan yang menerapkan industri hijau harus lah melalui sertifikasi dari lembaga yang berwenang. Pertanyaannya apakah mendapatkan sertifikasi tersebut semudah membalikkan telapak tangan?

Apa Itu Industri Kimia

Oleh : Ariski Nugroho


ABSTRAK
Dalam setiap proses produksi selalu dihasilkan produk sisa atau limbah,hal itu berlaku untuk semua jenis industri. Dengan demikian dituntut penanganan yang seksama.limbah industri tidak bisa dibiarkan atau dibuang begitu saja.jika berbuat demikian,maka sang industriawan terkesan tak bertanggung jawab , terlalu mengejar keuntungan bahkan kurang bermoral
Kata Kunci : Industri Hijau
Menurut Hidayat dan Kholil (2017) Pesatnya

Green Management Untuk Kawasan Industri Hijau

Oleh: Febriansyah (@F26-Febriansyah, @ProyekD08)

ABSTRAK
Pembangunan sektor industri di Indonesia yang telah berjalan sekitar 50 (lima puluh) tahun selain telah memberi dampak positif bagi negara, juga memberikan dampak negatif terhadap permasalahan lingkungan terutama pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah industri serta pemanfaatan sumber daya alam yang tidak efisien. Sebuah perusahaan tidak bisa mengesampingkan keberadaan lingkungan di sekitarnya. Karena itu, dibutuhkan sebuah sistem yang bisa mengatur keberlanjutan perusahaan secara efisien, namun tetap memperhatikan aspek lingkungan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan Green Management System. Green Management System sendiri merupakan seperangkat proses standar dan praktik yang membantu perusahaan untuk meningkatkan keberlanjutannya dengan merencanakan, melakukan, mengevaluasi dan mengatur kebijakan lingkungan.
Kata Kunci: Green Management, Industri Hijau

Pendahuluan
Perusahaan-perusahaan semakin sadar akan pentingnya keberlangsungan jangka panjang usahanya (sustainable). Kelestarian merupakan salah satu aspek penting yang menjadi perhatian pihak manajemen. Di sisi lain beragam tantangan harus dihadapi. Saat ini, tantangan perusahaan bukan hanya persaingan global, tetapi juga tantangan lingkungan alam. Global warming atau pemanasan global, gaungnya telah terdengar sejak beberapa tahun terakhir. Hampir semua orang mulai pimpinan negara sampai anak-anak, lembaga besar sampai organisasi kecilpun gencar menyuarakannya. Bagaimana menyelamatkan lingkungan, adalah tanggung jawab bersama. Fenomena ini menyentuh semua lapisan masyarakat dan institusi, karena menyangkut kehidupan selanjutnya umat manusia dan alam semesta beserta isinya.
Penerapan industri hijau secara bertahap akan dapat membantu meningkatkan efesiensi, keuntungan serta daya saing di pasar global. Pendekatan yang menerapkan prinsip-prinsip efesiensi dan pencegahan pencemaran, di satu sisi akan mampu mengurangi biaya produksi, sementara pada sisi lain kepentingan lingkungan juga terpenuhi. Namun, realitas menunjukkan bahwa dukungan terhadap pelaksanaan industri hijau dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia belum cukup kuat.
Perubahan lingkungan membawa dampak besar pada perilaku masyarakat. Kesadaran masyarakat yang semakin baik, termasuk memahami akan pentingnya kelestarian alam, memberi kesempatan pada perusahaan untuk melaksanakan berbagai kewajibannya Salah satu kewajiban perusahaan adalah melaksanakan tanggung jawab sosial pada lingkungan, yang merupakan salah satu bentuk etika dalam melakukan bisnisnya. Dari sini penulis ingin memaparkan secara sederhana bagaimana peran dunia industri dalam mengurangi dampak pemanasan global melalui Green Management.

Masalah
Bagaimana pengelola kawasan Industri merumuskan dan melaksanakan green management untuk mewujudkan Kawasan Industri Hijau?

Pembahasan
Perusahaan bukan hanya perlu menjawab tantangan persaingan global dengan strategi yang tepat tetapi juga sekaligus menjawab tantangan lingkungan. Lingkungan perusahaan yang terus berubah, masyarakat yang semakin cerdas dan kritis, alam yang juga memerlukan perhatian, menjadikan manajemen perusahaan perlu membuat terobosan program- program yang selain etis juga strategis. Untuk itu perlu diketahui pengertian ”etis” dalam dunia bisnis.
Business Ethics
Tidaklah mudah mendefinisikan etika secara tepat. Secara umum etika adalah cara yang mengatur perilaku orang atau sekelompok orang dalam masyarakat. Etika (ethics) adalah kode yang berisi prinsip-prinsip dan nilai-nilai moral yang mengatur perilaku orang atau kelompok terkait dengan apa yang benar atau salah (Daft, 2007: 201).
Dari definisi di atas dapat dijabarkan bahwa etika berhubungan dengan nilai- nilai internal perusahaan dan membentuk keputusan mengenai tanggung jawab sosial yang berkaitan dengan lingkungan eksternal. Isu etika hadir dalam sebuah situasi ketika tindakan yang dilakukan sebuah organisasi dapat menimbulkan manfaat atau kerugian bagi pihak lain.
Menurut Baron, yang dimaksud dengan etika bisnis adalah aplikasi dari prinsip prinsip etika yang diterapkan sehubungan munculnya masalah-masalah dalam bisnis. "Business ethics is the application of ethics principles to issues that arise in the conduct of business". (Baron, 2003: 684).
Pelaksanaan Green Management dapat dimunculkan karena adanya isu kritis lingkungan yang perlu mendapatkan perhatian semua pihak termasuk dunia industri. Sering kali pelaksanaannya dapat terhambat, karena manfaat tidak dapat dirasakan secara langsung oleh perusahaan, atau bahkan dirasakan tidak perlu.
Green Management
Salah satu model pendekatan untuk mengevaluasi komitmen suatu perusahaan terhadap tanggung jawab lingkungan adalah Model Nuansa hijau (shades of green). Perusahaan yang menggunakan pendekatan ini dapat dilihat komitmennya dengan berbagai tingkatan kedalaman aktivitas yang dilakukannya.
Konsep Green Management sekarang menjadi perhatian di kalangan akademika. Green Management menunjukkan konstruksi green business, dimana jika diterapkan dalam sebuah perusahaan dapat mencegah efek negatif dalam lingkungan sosial dan lingkungan, namun tetap dapat menguntungkan bagi perusahaan
Seluruh siklus proses manajemen strategis adalah proses untuk mencapai satu pemahaman, komitmen dan dukungan dari semua anggota organisasi (perusahaan), mulai dari tingkat direksi, manajer sampai pada level karyawan terbawah. Dengan pendekatan manajemen strategis, manajer pada semua tingkatan perusahaan berinteraksi dalam tahap perencanaan, perumusan, implementasi dan evaluasi. Manajemen strategik membantu perusahaan merumuskan strategi yang lebih baik melalui pendekatan yang lebih sistematis, logis, dan rasional.
Proses green managemen dimulai dengan membentuk tim perumus yang langsung di bawah komando CEO. Pada tahap awal, tim ini merumuskan isu-isu strategik yang diperkirakan akan mempengaruhi kinerja perusahaan melalui analisa internal dan eksternal. Setelah tahapan ini selesai, kemudian dirumuskan visi dan misi sebagai pedoman dalam menyusun kebijakan, program dan anggaran. Proses penyusunan isu strategik, analisa internal dan eksternal serta perumusan visi misi, dilaksanakan secara berjenjang dan melibatkan semua pihak dari manajemen tingkat atas sampai tingkat yang paling bawah. Dalam tahap pemindaian lingkungan (environment scanning), telah melaksanakan tahapan kegiatan berupa analisis situasi terhadap lingkungan internal dan eksternal agar dapat diketahui kriteria-kriteria dalam menentukan serta melakukan pemetaan terhadap isu-isu strategis dalam internal-eksternal perusahaan sehingga tujuan green industrial estate dapat dicapai secara efektif. Tahap kedua adalah implementasi strategik, di mana manajemen mewujudkan strategi dan kebijakannya melalui pengembangan program, anggaran dan prosedur. Implementasi strategi diperlukan untuk memperinci secara lebih jelas dan tepat bagaimana sesungguhnya pilihan strategi yang telah diambil direalisasikan (Whellen & Hunger, 2012; 20). Komitmen industri hijau menghendaki adanya perubahan dalam pola produksi dan konsumsi, baik pada proses maupun produk yang dihasilkan. Selain itu perlu dilakukan perubahan pola pikir, sikap dan tingkah laku dari semua pihak agar menerapkan aplikasi teknologi ramah lingkungan, manajemen dan prosedur standar operasi sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan. Green managemen diharapkan mampu mengurangi terjadinya kerusakan dan pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan daya saing industri karena selain mengurangi biaya produksi dan biaya pengolahan limbah juga akan memperbaiki efisiensi. Berdasarkan serangkaian penilaian terhadap aspek-aspek Green Managemen, pengelola Kawasan  sudah menjalankan sesuai dengan identifikasi isu strategis. Upaya menjalankan program ini berada di bawah tanggungjawab Divisi Lingkungan. Program Green Industria Estatel tidak hanya diberlakukan untuk kawasan yang secara manajerial di bawah kendali pengelola, namun juga wajib diterapkan oleh tenant yang membangun industrinya di area kawasan.

Kesimpulan
Perusahaan yang mendapatkan pencerahan etika dalam kegiatannya dan melaksanakan sepenuhnya, menyadari bahwa integritas dan kepercayaan merupakan elemen yang penting untuk mempertahankan hubungan bisnis yang sukses. Perusahaan yang etis dalam kegiatan bisnisnya selain dihargai masyarakat secara umum juga akan mempererat jaringan kerja, semakin mendapatkan simpati dari karyawan, pelanggan, pemasok maupun mitranya. Meskipun perusahaan merasa telah melakukan sesuatu yang benar secara etika, tidaklah secara ekonomis selalu menguntungkan dalam jangka pendek, namun disisi lain dapat menumbuhkan keyakinan bahwa uang atau laba bukanlah segalanya dan bahwa pada akhirnya akan memberikan manfaat jangka panjang pada perusahaan. Manfaat jangka panjang dapat diartikan bersifat strategis bagi perusahaan serta mencapai sustainable (kelangsungan hidup jangka panjang).
Green Management dapat menjadi pertimbangan sebagai salah satu program inovasi lingkungan yang selain bersifat strategis juga etis. Pada dasarnya strategi yang baik adalah strategi yang tentunya juga baik secara etika (good strategies are firmly grounded in good ethics). Dengan melakukan Green Management diharapkan perusahaan dapat menuju pada sustainability (strategis), social responsibility (etis dan strategis) dan sekaligus environmental sensitivity (etis).

Daftar Pustaka
Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil. 2017. Kimia, Industri dan Teknologi Hijau. Jakarta: Pantona Media
Alrasyid, M. Harun,. (2016). Environmental Strategic Management Untuk Kawasan Industri Hijau. Indonesian Journal of Environmental Education and Management, Volume 1 Nomor 1 Januari 2016
Triastity, Rahayu,. Green Management sebagai Pelaksanaan Etika Bisnis Upaya Kelangsungan Hidup Perusahaan Jangka Panjang. Jurnal yang diakses melalui https://media.neliti.com/media/publications/23329-ID-green-management-sebagai-pelaksanaan-etika-bisnis-upaya-kelangsungan-hidup-perus.pdf pada tanggal 15 Februari 2018
Presentasi Kementrian Perindustrian Republik Indonesia. (2012). Kebijakan Pengembangan Industri Hijau. Jakarta

INDUSTRI YANG HEMAT SUMBER DAYA ALAM

Oleh : Rio Affan Bimantara @F27-Rio @Proyek D08

Abstrak
Pembangunan sektor industri di Indonesia yang telah berjalan sekitar 50 (limapuluh) tahun selain telah memberi dampak positif bagi negara, juga memberikan dampak negatif terhadap permasalahan lingkungan terutama pencemaran lingkungan yangdisebabkan oleh limbah industry serta pemanfaatan sumber daya alam yang tidak efisien.Dengan semakin terbatasnya sumber daya alam, krisis energi dan menurunnya dayadukung lingkungan, maka tuntutan untuk mengembangkan industri yang ramahlingkungan atau yang dikenal dengan istilah industri hijau (green industry ) telah menjadiisu penting.

Kata Kunci : Industry Hijau

Isi
Menurut Gray dan Talberth (2011) dalam Hidayat dan Kholil (2017) bahwa, Industri hijau sudah menjadi istilah yang diterapkan oleh berbagai Negara didunia, sebagai tanggapan terhadap makin langkanya sumberdaya alam, perubahan iklim, polusi udara, pemanasan global, dan sebagainya. Yang makin mengarahkan pertumbuhan ekonomi yang harus bergantung pada proses produksi yang bersih dan efisien. Dalam hal ini industry hijau merupakan solusi kreatif bagai setiap pemerintahan dinegara manapun untuk menumbuh kembangkan industry yang hemat sumberdaya alam.
Sedangkan Harahap (2012) dalam EPS (2009) bahwa, Green industry merupakan konsep pengembangan industri yang berkelanjutansecara ekonomi, lingkungan, dan sosial, dimana setiap jenis industri berpotensi untuk “green”. Dalam Rencana Aksi Deklarasi Manila, telah dirumuskan langkah - langkah yangdiperlukan untuk mereduksi intensitas penggunanan sumberdaya alam dan emisi karbondari sektor industri di Asia, serta memonitor upaya-upaya dalam skala nasional. Dalamdeklarasi tersebut, pilar-pilar yang tercakup dalam green industry adalah produksi bersihproduk dan layanan yang berwawasan lingkungan serta pertumbuhan dan daya saing.Secara menyeluruh, konsep green industry merupakan cara pengembangan sector industriyang berkesinambungan, baik secara ekonomi, lingkungan, maupun sosial

Kesimpulan
Indonesia merupakan negara khatulistiwa, dari sabang sampai marokue di selimuti dengan warna hijau, hutan-hutan ada dimana-mana sehingga menciptakan udara yang segar dan suasana yang sangat nyaman. Namun keindahan alam Indonesia dari hari ke hari semakin punah. Hal ini bisa dibuktikan melalui pemberitaan media baik cetak maupun elektronik bahkan dapat dirasakan dengan semakin panasnya suhu bumi. Hal ini akibat penebangan hutan secara liar oleh tangan-tangan jahil yang tidak bertanggungjawab. Dimana hutan yang dulunya hijau kini berubah menjadi hutan beton. Padahal Hutan merupakan tempat satwa hidup dan berkembang biak. 

Daftar Pustaka
Cita N. 2015. Pemerintah Mulai terapkan Standar industry Hijau. Media Industri No. 01. Tahun 2015.




INOVASI RAMAH LINGKUNGAN INDUSTRI HIJAU

Oleh : Priyo Dwi Wijaksono (@F10-Priyo)










ABSTRAK

Industri tanah air dituntut untuk berusaha secara aktif dan bijak dalam menggunakan sumber daya dan teknologi yang ramah lingkungan sehingga mencitakan efektivitas dan efisiensi bagi keberlanjutan usahanya. Para pelaku industri terus mengembangkan inovasi yang mendorong peran perusahaan melakukan perbaikan lingkungan yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Kata Kunci : Inovasi Hijau, Ramah Lingkungan

Isi :

            Menurut Sianturi (2017) Definisi industri hijau : Industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

            Strategi Industri Hijau :

  •    Mengembangkan industri yang sudah ada menuju industri hijau.

  •    Membangun industri baru dengan prinsip industri hijau.

  •    Penerapan reduce, reuse, recycle, recovery.

Menurut Hidayat (2013),sektor industri bisa saja sejalan dengan lingkungan, namun untuk itu di perlukan pengorbanan yang tak sedikit, terutama dari kalangan industriawan sebagai pengeksplotir lingkungan. Pengorbanan itu bisa berupa penambahan biaya produksi untuk menambah ongkos lingkungan. Sebenarnya pengorbanan itu bukan semata-mata pengorbanan, karena di dalamnya menyangkut kenyamanan berusaha.

Praktik dan teknologi terbaik dalam proses produksi yaitu :

  1.   Hemat bahan baku, bahan penolong, energi dan air. 
  2.  Penggunaan energi alternatif.
  3.   Penggunaan kemasan yang dapat didaur ulang dan ekonomis.

 
Penerapan industri hijau di sektor industri :

1.      Industri semen :  
·         Pemanfaatan biomass sebagai bahan bakar alternatif.
·         Pemanfaatan gas panas buang cooler untuk pengeringan metal.
2.      Industri pupuk :
·         Pemanfaatan biodiesel dari limbah rumah tangga untuk BBM forklift.
·         Gasifikasi batu bara sebagai alternatif bahan baku pengganti gas alam.
3.      Industri pulp dan kertas :
·         Pemanfaatan kulit kayu dari proses debarking untuk bahan bakar pembangkit tenaga listrik.
·         Pemakaian black liquitor sebagai bahan bakar.



DAFTAR PUSTAKA
  1.   Hidayat, Atep Afia dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia, Industri dan Teknologi Hijau. Pantona Media. Jakarta.
  2. Sianturi, Teddy Caster. 2017. Potensi Bisnis Ramah Lingkungan pada Sektor Industri Hijau. http://www.ojk.go.id/sustainable-finance/id/Lists/Agenda%20Nasional/Attachments/43/05.%20Kemenperind%20-%20Potensi%20Bisnis%20Ramah%20Lingkungan.pdf Diunduh tanggal 17 Februari 2018.

Mari Lestarikan ‘’Green Industry’’!!!

Oleh: Marselina Umasugi (@F13-Marselina)



Abstrak
Industri hijau adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektifitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Kebutuhan akan pengembangan industri hijau ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan Kyoto pada tahun 2007 dan secara resmi dikenalkan pada kalangan industri di Indonesia sejak dikeluarkannya Undang-unndang no 3 tahun 2014 tentang Perindustrian.

EVALUASI DAMPAK INDUSTRI HIJAU

Oleh : Fatkhur Rokhman (F05-Fatkhur)
ABSTRAK
Indonesia masih memerlukan inovasi di sektor industri dalam upaya pengelolaan lingkungan hijau. Maka itu, pelaku industri dituntut untuk berusaha secara aktif dan bijak dalam menggunakan sumber daya dan teknologi yang ramah lingkungan sehingga menciptakan efektivitas dan efisiensi bagi keberlanjutan usahanya.Sedangkan, Kementerian Perindustrian sebagai pembina industri nasional, berkomitmen memacu para pelaku industri untuk terus mengembangkan inovasi yang mendorong peran perusahaan melakukan perbaikan lingkungan yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara Penganugerahan Social Business Innovation Award & Green CEO Award 2016 di Jakarta, Kamis malam (25/8). Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk apresiasi kepada kalangan dunia usaha yang telah mendukung dan berupaya keras dalam meningkatkan kualitas praktek bisnisnya agar semakin bermanfaat bagi perusahaan, masyarakat dan lingkungan.
Kata Kunci : Industry Hijau
Isi/Pembahasan
Menurut Ahmad dan kawan-kawan ada beberapa evaluasi Dampak Sosial dan Ekonomi Industri Hijau :
1. Efektifitas 
Tujuan meningkatkan pertumbuhan kegiatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kesempatan kerja dan peluang berusaha di sektor formal dan informal sudah tercapai. Hal serupa juga dikatakan oleh informan yang telah diwawancara. Selain itu pembangunan Kawasan Industri Candi juga meningkatkan PAD dan devisa negara.
2. Efisiensi 
Usaha yang dilakukan sangat mempengaruhi tingkat efisiensi suatu program. Semakin banyak usaha yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan maka semakin tidak efektif program tersebut. Usaha yang telah dilakukan antara lain adalah penghijauan, pembangunan embung sementara, dan perbaikan jalan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa usaha tersebut bersifat sementara dan tidak total. 
3. Kecukupan 
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat dilihat bahwa dari aspek ekonomi memang alih fungsi lahan hijau menjadi Kawasan Industri Candi telah cukup memecahkan masalah tenaga kerja dan peningkatan pendapatan. Namun, dari aspek sosial pemecahan masalah yang ada belum cukup yaitu Persepsi Masyarakat, Keresahan Masyarakat, Estetika Lingkungan, Kenyamanan dan Kesehatan
4. Pemerataan 
Dari hasil wawancara, sebagian besar informan mengatakan manfaat ekonomi dan sosial yang dirasakan belum merata antara masyarakat satu dengan lainnya. Faktor utama yang menyebabkan hal ini adalah tingkat pendidikan dan tingkat kreatifitas masyarakat dalam memanfaatkan peluang. Sedangkan pemerintah telah mendapatkan manfaat yang cukup besar. PT. IPU dinilai merupakan pihak yang paling diuntungkan dalam alih fungsi lahan hijau menjadi Kawasan Industri Candi ini.
5. Responsivitas 
Dalam hal ini baik pemerintah maupun masyarakat memiliki harapan dan kebutuhan masing-masing. Harapan dan kebutuhan masyarakat tersebut antara lain: penghijauan, pembangunan embung, perbaikan jalan, perekrutan tenaga kerja dan peningkatan taraf hidup masyarakat. Pembangunan embung dan perbaikan jalan hingga saat ini belum terealisasi dengan baik karena tidak dilakukan dengan totalitas.
6. Ketepatan 
Berdasarkan hasil wawancara informan dari berbagai stakeholder dan dokumentasi, maka diperoleh beberapa kegunaan program alih fungsi lahan hijau menjadi Kawasan Industri Candi sebagai berikut:
(1) Melalui sumbangan PAD Kawasan Industri Candi, pemerintah Kota Semarang terbantu dalam melakukan aktifitas pemerintahan dan pelayanan publik,
(2) Pembangunan Kawasan Industri Candi membuka kesempatan kerja dan berusaha yang cukup besar,
(3) Peningkatan pendapatan masyarakat sekitar,
(4) Peningkatan devisa negara melalui ekspor.
Daftar Pustaka
Hidayat, Atep Afia dan Muhammad Kholil (2017) Kimia, Industri dan Teknologi Hijau. Pantona Media. Jakarta.
Ahmad Lazuardi,Marom Aufarul,Djumiarti Titik (2014), Journal of Public Policy and Management Review Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014, EVALUASI DAMPAK SOSIAL DAN EKONOMI ALIH FUNGSI LAHAN HIJAU MENJADI KAWASAN INDUSTRI CANDI KOTA SEMARANG, http://download.portalgaruda.org/article.php?article=142940&val=4925&title=EVALUASI%20DAMPAK%20SOSIAL%20DAN%20EKONOMI%20ALIH%20FUNGSI%20LAHAN%20HIJAU%20MENJADI%20KAWASAN%20INDUSTRI%20CANDI%20KOTA%20SEMARANG

(Diunduh 16 Feb 2017)