.

Tampilkan postingan dengan label @F09-Arief. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @F09-Arief. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Teknologi Hijau

@F09-Arief
Oleh : Arief Risaldi








Abstrak
Teknologi sudah masuk dalam kategori kebutuhan primer atau utama dalam kehidupan masnusia ini apapun yang dilakukan oleh manusia pasti berdampingan atau menggunakan teknologi eknologi diartikan sebagai alat atau sistem yang menyederhanakan ehidupan manusia embantu memberikan kemudahan di segala bidang, inilah alasanya kenapa manusia begitu tergantung dengan teknologi.
Kata Kunci : Teknologi Hijau

Menurut Semarno (2011) dalam Hidaya dan Kholil, Teknologi hijau adalah teknik untuk menghasilkan energi dana tau produk yang prosesnya tidak mencemari lingkungan. Teknologi Hijau merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian dan keberlanjutan kehidupan manusia di planet bumi. Teknologi Hijau diprediksi akan banyak melahirkan kreatifitas dan inovasi yang menyebabkan perubahan lebih baik bagi peradaban manusia.

Pendahuluan
Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa teknologi hanya sebagai perusak lingkungan. Namun, anggapan tersebut agaknya ditentang oleh banyak ilmuwan yang mengembangkan teknologi ramah lingkungan. PBB memperkirakan kebutuhan energi dunia akan melonjak sebesar 60 persen di tahun 2030. Bukan tidak mungkin sebanyak 2,9 miliar manusia akan kekurangan pasokan air tanah yang bersih. angkanya para ilmuan akan terus mengembangakn teknologi yang ramah terhadap lingkungan.

Isi
Apakah itu teknologi hijau? Teknologi hijau merupakan pembangunan dan aplikasi produk, peralatan serta sistem untuk memelihara alam sekitar dan alam semula jadi. Ia juga dapat meminimumkan atau mengurangkan kesan negatif daripada aktiviti manusia. Ia adalah produk-produk aplikasi inovatif yang tidak merusak lingkungan dan tidak beracun untuk tubuh manusia. Teknologi hijau juga dikenali sebagai“teknologi ramah lingkungan”. Sesuatu produk, peralatan atau sistem teknologi hijau perlu memenuhi beberapa kriteria. Kriteria-kriteria tersebut ialah meminimumkan degrasi kualiti alam sekitar dan  mempunyai pembebasan Gas Rumah Hijau( GHG) yang rendah atau sifar. Produk itu akan selamat digunakan dan menyediakan persekitaran sihat dan lebih baik untuk semua hidupan. Selain itu, ia juga menjimatkan tenaga dan sumber serta menggalakkan sumber-sumber yang boleh diperbaharui.
Objektif Dasar Teknologi Hijau Negara dilaksanakan adalah untuk mengurangkan kadar peningkatan penggunaan tenaga dalam masa yang sama meningkatkan pembangunan ekonomi. Objektif kedua ialah membantu pertumbuhan dalam industri teknologi hijau dan meningkatkan sumbangannya kepada ekonomi negara. Ia juga berobjektif untuk meningkatkan keupayaan bagi inovasi dalam pembangunan teknologi hijau dan meningkatkan daya saing dalam teknologi hijau di persana antarabangsa. Selain itu, teknologi hijau memastikan pembangunan mapan dan memulihara alam sekitar untuk generasi akan datang serta meningkatkan pendidikan dan kesedaran awam terhadap teknologi hijau dan menggalakkan penggunaan meluas teknologi hijau.

Setelah Dasar Teknologi Hijau Negara dilaksanakan, terdapat kemajuan yang signifikan dan peningkatan utama dalam empat sektor utama iaitu sektor tenaga, sektor bangunan, sektor air dan pengurusan sisa dan sektor pengangkutan. Sektor tenaga berpecah kepada sektor bekalan tenaga iaitu aplikasi Teknologi Hijau dalam penjanaan tenaga dan pengurusan bekalan tenaga, termasuk penjanaan bersama (co-generation) di sektor industri dan komersial dan sektor pembangunan tenaga ialah aplikasi Teknologi Hijau dalam semua sektor penggunaan tenaga dan dalam program pengurusan permintaan tenaga. Dalam sektor bangunan, Teknologi Hijau diterima pakai dalam pembinaan, pengurusan, pemuliharaan dan pemusnahan bangunan.
Kajian tentang teknologi hijau yang masih terus dikembangkan dan merupakan kecenderungan teknologi di masa datang. Antara ruang lingkup teknologi hijau adalah: Energi terbarukan (renewable energy); Bangunan hijau/ramah lingkungan (green building); Kimia hijau (green chemistry) dan Teknologi Nano Hijau (green nanotechnology). Isu Energi merupakan isu yang terpenting dalam teknologi hijau yang termasuk didalamnya penelitian sumber energi alternatif (minyak, gas dan batubara), sebagai upaya untuk menghasilkan energi yang dapat diperbaharui dan efisien. Bangunan hijau juga mendapat perhatian penting di bidang teknologi hijau, segala sesuatu yang berkaitan dengan pembangunan rumah atau infrastruktur yang ramah lingkungan. Bangunan yang merupakan bangunan ramah lingkungan adalah bangunan yang sangat memperhatikan lokasi pembangunan, materi yang digunakan dan proses pengerjaannya.

Daftar Pustaka :
Hidayat, Atep afia dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Pantona Media Jakarta.
Anonim. 2010. Teknologi Hijau. http://generasiku-2010.blogspot.co.id/2010/08/10-1.html. Diakses Pada Tanggal 17 Februari 2018

Industri Hijau

@F09-Arief
Oleh : Arief Risaldi








Abstrak
Industri Hijau merupakan program pemerintah lewat Kementerian Perindustrian yang dikeluarkan pada tahun 2010. Industri Hijau merupakan program yang ditujukan untuk industri manufaktur di Indonesia agar lebih berwawasan lingkungan, menjaga kelestarian lingkungan, efisien dalam penggunaan energi, dan mempunyai sistem manajemen perusahaan yang baik.

Kata Kunci : Industri Hijau

Menurut Permenperin, 2011 dalam Hidayat dan Kholil, industry hijau dapat didefinisikan sebagai industry berwawasan lingkungan yang menyelaraskan pertumbuhan dengan kelestarian lingkungan hidup, mengutamakan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumberdaya alam serta bermanfaat bagi masyarakat.

Pendahuluan
lingkungan yang mempromosikan dan mengajak seluruh kalangan untuk menjaga lingkungan. Industri dinilai menjadi salah satu penyebab isu lingkungan saat ini industri merupakan penyumbang gas CO2, limbah B3, dan limbah padat maupun cair yang sangat membahayakan Selain penyumbang limbah, industri manufaktur juga diklaim sebagai pengguna sumber daya alam dan energi terbesar. Bey dkk (2013) mengatakan bahwa isu lingkungan menjadi sangat penting sekarang ini, berbagai tekanan dari berbagai pihak mulai dari masyarakat sekitar hingga permintaan pasar akan proses produksi dan produk yang ramah lingkungan. Upaya untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang diakibatkan oleh industri telah banyak dikembangkan oleh masyarakat ataupun industri itu sendiri. Shapira dkk, 2014 mengatakan upaya untuk membantu perkembangan program “green” pada industri sudah diperkenalkan seluruh negara. di Eropa, sudah diperkenalkan program Eco-Innovation melalui the Executive Agency for Competitiveness and Innovation pada tahun 2008. Dengan berkembangnya kewaspadaan mengenai masalah perlindungan lingkungan maka diwujudkannya program-program peduli lingkungan untuk industri manufaktur seperti Green Manufacture, Green Supply Chain, Green Building, Green Construction, Green Product, Green Technology dan masih banyak yang lain.

Isi
Konsep industri hijau
Konsep Industri Hijau menekankan kepada efisiensi serta efektifitas penggunaan bahan baku, jangansampai terlalu banyak bahan baku yag terbuang percuma. efisien dan efektifitas merupakan salah satukunci utama di konsep hijau. bayangkan betapa banyaknya bahan yang bisa digunakan kalau ternyata bahan tersebut tidak terpakai karena penggunaan bahan baku yang tidak efisien.Input masuk sama dengan output adalah hal minimal yang harus dicapai oleh setiap perusahaan bayangkan betapa sayangnya bahan terbuang, dan dampaknya sangat terasa bagi alam. bahan mentahdiproduksi dengan energi yang berasal dari minyak bumi atau fosil, karena di Indonesia masihdidominasi energi fosil sebesar 37% berdasarkan data dari WWF. berapa banyak karbon yang keluar dan terbuang sia-sia jika kita membuang bahan baku.


Daftar Pustaka :
Hidayat, Atep afia dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Pantona Media Jakarta.
Mulya, Rudini. 2012. Apa Itu Insdutri Hijau. https://www.scribd.com/document/105397640/Apa-Itu-Industri-Hijau-Rudini-Mulya

Sabtu, 10 Februari 2018

Kimia Hijau

@F09-Arief
Oleh : Arief Risaldi


ABSTRAK
Pengolahan daur ulang limbah padat yang tidak berbahaya, baik itu limbah organik, maupun limbah anorganik dapat disosialisasikan sehingga menjadi produk baru yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (KKNM) dilaksanakan di Desa Padakembang dan Desa Cilampung Hilir Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya. Untuk melestarikan lingkungan, masyarakat desa perlu dimotivasi pengetahuannya mengenai pengolahan pemanfaatan serta pemasaran produk daur ulang limbah. Metode kegiatan pengabdian masyarakat diterapkan melalui sosialisasi penyuluhan Kimia Hijau (green chemistry) dan 5R (Reduse, Reuse, Recycling, Replace, Refil), pendistibusian tempat-tempat limbah, demplot, dan percontohan di areal kelompok masyarakat desa. Kegiatan pengabdian pada masyarakat dimulai dengan dilakukannya survei pada tanggal 10 Juni-2011, dilanjutkan dengan pelaksanaan kegiatan workshop pada tanggal 14 Juli-2011, dan evaluasi pada tanggal 25 Agustus-2011, kemudian diakhiri pada tanggal25 September 2011. Karya utama masyarakat desa percontohan melalui program KKNM yaitu masyarakat setempat dapat memisahkan limbah organik dan anorganik, memelihara dan mengembangkan bak-bak tempat limbah yang berada di jalan-jalan atau di setiap halaman rumah, memproduksi kompos dari limbah organik, mendaur ulang limbah kertas menjadi kertas berkualitas untuk karya seni, serta pemahaman aplikasi biopore untuk resapan air. Pemanfaatan daur ulang limbah ini memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga dapat dipasarkan. Simpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat melalui KKNM-PPMD sekitar 90% berminat ingin mengembangkan industri kompos, sekitar 40 % melakukan proses limbah anorganik seperti plastik menjadi minyak pelumas. Hasil evaluasi yang diperoleh ialah bahwa masyarakat telah menyediakan tempat-tempat limbah yang terpisah antara organik dan anorganik. Manfaat dari kegiatan ini ialah bahwa masyarakat memahami tentang : pemilah dan pemilihan limbah organik dan anorganik, pemanfaatan limbah, produksi pemanfaatan limbah, serta penentuan harga pasar produk yang sesuai dengan kualitas limbah.

Kata Kunci : Kimia Hijau

Menurut Hidayat dan Kholil kimia hijau membuat langkah-langkah kreatif dan inovatif ragam proses kimia, baik dengan menggeser, menambah (atau mengurangi), dan memperbaharui proses kimia tradisional-konvensional menjadi lebih ramah terhadap kelangsungan hidup umat manusia dan lingkungan sekitar, dengan tetap mengedepankan prinsip optimasi dalam proses produksi.

PENDAHULUAN 
Desa Padakembang dan Desa Cilampung Hilir berpotensi untuk dicanangkan sebagai desa yang produktif dengan prioritas sistem pengembangan produksi pertanian, perikanan dan perkebunan, serta ramah lingkungan. Hal ini berbasis pada pakan ikan, limbah anorganik dan organik yang memiliki dampak positif pada sektor daya beli masyarakat Index Pembangunan Manusia. Seiring dengan semakin tingginya populasi manusia di Desa tersebut, maka produksi limbah juga meningkat. Hasil pengamatan selama ini, ibu-ibu rumah tangga membiarkan limbah organik menumpuk di suatu tempat, sampai membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap, dan membiarkan limbah organik dan limbah anorganik bersatu. Untuk itu, perlu ditingkatkan kesadaran untuk dapat memilah-milah limbah organik yang dapat lapuk dan limbah anorganik yang sulit lapuk, serta perlu dimotivasi pemikiran dengan gaya hidup 5 R (Reuse, Reduce, Recycling, Replace, Refill). Pada tabel 1 terlihat data kuantitatif limbah di kedua desa tersebut.

Isi


Kimia hijau, juga disebut kimia berkelanjutan, adalah filsafat penelitian dan rekayasa/teknik kimia yang menganjurkan desain produk dan proses yang meminimasi penggunaan dan penciptaan senyawa-senyawa berbahaya. Sementara kimia lingkungan adalah cabang kimia yang membahas lingkungan hidup dan zat-zat kimia di alam, kimia hijau justru berupaya mencari cara untuk mengurangi dan mencegah pencemaran pada sumbernya. Pada tahun 1990 Pollution Prevention Act (Undang-Undang Pencegahan Pencemaran) telah disahkan di Amerika Serikat. Undang-undang ini membantu menciptakan modus operandi untuk berurusan dengan pencemaran secara inovatif dan asli. Undang-undang ini bertujuan untuk mencegah masalah sebelum mereka terjadi.

Sebagai sebuah filsafat kimia, kimia hijau berlaku pada kimia organik, kimia anorganik, biokimia, kimia analitik, dan bahkan kimia fisis. Sementara kimia hijau tampak berfokus pada terapan-terapan industri, sebenarnya ia berlaku juga pada sembarang cabang kimia. Kimia klik seringkali disebut sebagai sebuah gaya sintesis kimia yang konsisten dengan tujuan-tujuan kimia hijau. Fokusnya adalah meminimasi bahaya dan memaksimasi efisiensi sembarang bahan kimia. Ia berbeda dengan kimia lingkunganyang berfokus pada gejala-gejala kimia di lingkungan.

Pada tahun 2005 Ryōji Noyori mengenali tiga pengembangan-penting di dalam kimia hijau: penggunaan karbondioksida superkritis sebagai pelarut hijau, larutan-air hidrogen peroksida untuk oksidasi bersih dan penggunaan hidrogen di dalam sintesis asimetris. Contoh-contoh kimia hijau terapan adalah oksidasi air superkritis, reaksi pada air, dan reaksi media kering.

Biorekayasa atau bioteknik juga dipandang sebagai sebuah teknik yang menjanjikan untuk mencapai tujuan-tujuan kimia hijau. Sejumlah bahan kimia proses penting dapat disintesis dalam organisma-organisma terekayasa, seperti asam shikimat, sebuah prakursor oseltamivir yang difermentasi oleh Roche di dalam bakteri.

Istilah kimia hijau diperkenalkan oleh Paul Anastas pada tahun 1991

Daftar Pustaka :

Hidayat, Atep afia dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Pantona Media Jakarta.
Anonim. 2016. Kimia Hijau. https://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_hijau. Diakses Pada Tanggal 17 Februari 2018

Air Limbah

@F09-Arief
Oleh : Arief Risaldi

Abstrak
Sejumlah besar masyarakat Indonesia tinggal pada kawasan spesifik perairan, termasuk di dalamnya kawasan sungai. dan muara. Pada umumnya permukimanpermukiman tersebut memiliki permasalahan dengan penyediaan sistem sanitasi, termasuk sistem pengolahan air limbah domestik. Studi difokuskan pada Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang yang merepresentasikan masyarakat permukiman sungai, dan kawasan desa Sungsang, Kabupaten Banyuasin yang merepresentasikan karakteristik permukiman muara. Maksud penelitian ini adalah mengembangkan sistem pengambilan keputusan pemilihan teknologi pengolahan air limbah domestik yang memfasilitasi aspek-aspek keberlanjutan secara umum, juga memfasilitasi kondisi spesifik kawasan permukiman spesifik perairan. 

Kata Kunci : Air Limbah

Menurut Hidayat dan Kholil limbah cair merupakan limbah yang berwujud cair. Limbah cair terlarut dalam air, selalu berpindah, dan tidak pernah diam.

Pendahuluan

Sumberdaya air selain merupakan sumber daya alam juga merupakan komponen ekosistem yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Kebutuhan akan air cenderung semakin meningkat dari waktu ke waktu, baik untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti untuk air minum, air bersih dan sanitasi maupun sebagai sumber daya yang diperlukan bagi pembangunan ekonomi seperti untuk pertanian, industri, pembangkit tenaga listrik dan pariwisata. Air yang digunakan untuk berbagai kebutuhan dan keperluan hingga saat ini dan untuk kurun waktu mendatang masih mengandalkan pada sumber air permukaan, khususnya air sungai. Ketersediaan sumber daya air sungai cenderung menurun karena penurunan kualitas dan kuantitas yang tersedia juga karena kualitas yang ada menjadi tidak dapat dimanfaatkan karena adanya pencemaran.

Isi

Limbah adalah bahan sisa atau sampah yang dihasilkan dari berbagai aktivitas manusia dan mahluk lainnya. Sedangkan menurut keputusan Menperindag RI No. 231/MPP/Kep/7/1997 Pasal 1 tentang Prosedur Impor Limbah bahwa limbah adalah bahan/barang sisa atau bekas dari suatu kegiatan atau proses produksi yang fungsinya sudah berubah dari aslinya, kecuali yang dapat dimakan oleh manusia dan hewan.
Macam-macam limbah :

1. Berdasarkan sifatnya :
a. Limbah Padat
Limbah padat adalah hasil buangan industri yang berupa padatan, lumpur, bubur yang berasal dari sisa kegiatan dan atau proses pengolahan. Contohnya : limbah dari pabrik tapioka yang berupa onggok, limbah dari pabrik gula berupa bagase, limbah dari pabrik pengalengan jamur, limbah dari industri pengolahan unggas, dan lain-lain. Limbah padat dibagi menjadi 2, yaitu:
Dapat didegradasi, contohnya sampah bahan organik, onggok,
b. Limbah cair
Limbah Cair adalah sisa dari proses usaha dan/atau kegiatan yang berwujud cair. Contohnya antara lain : Limbah dari pabrik tahu dan tempe yang banyak mengandung protein, limbahdari industri pengolahan susu.
c. Limbah Gas
Limbah gas/asap adalah sisa dari proses usaha dan/atau kegiatan yang berwujud gas/asap. Limbah gas diantaranya adalah berupa karbon monokida (CO), karbon dioksida (CO2) berupa gas yang tidak berwarna dan berbau, sulfur monoksida (SO) berupa gas tidak berwarna dan berbau tajam, asam sulfat, ammoniak gas tidak berwarna tapi berbau, dan nitrogen oksida (NO) berupa gas berwarna dan berbau. Contohnya : limbah dari pabrik semen

2. Berdasarkan bahan penyusunnya :
a. Limbah Organik
Limbah ini terdiri atas bahan-bahan yang besifat organik seperti dari kegiatan rumah tangga, kegiatan industri. Limbah ini juga bisa dengan mudah diuraikan melalui proses yang alami. Limbah pertanian berupa sisa tumpahan atau penyemprotan yang berlebihan, misalnya dari pestisida dan herbisida, begitu pula dengan pemupukan yang berlebihan. Limbah ini mempunyai sifat kimia yang setabil sehingga zat tersebut akan mengendap kedalam tanah, dasar sungai, danau, serta laut dan selanjutnya akan mempengaruhi organisme yang hidup didalamnya. Sedangkan limbah rumah tangga dapat berupa padatan seperti kertas, plastik dan lain-lain, dan berupa cairan seperti air cucian, minyak goreng bekasdan lain-lain. Limbah tersebut ada yang mempunyai daya racun yang tinggi misalnya : sisa obat, baterai bekas, dan air aki. Limbah tersebut tergolong (B3) yaitu bahan berbahaya dan beracun, sedangkan limbah air cucian, limbah kamar mandi, dapat mengandung bibit-bibit penyakit atau pencemar biologis seperti bakteri, jamur, virus dan sebagainya.
b. Limbah Anorganik
Limbah ini terdiri atas limbah industri atau limbah pertambangan. Limbah anorganik berasal dari sumber dayaalamyang tidak dapat di uraikan dan tidak dapat diperbaharui. Air limbah industri dapat mengandung berbagai jenis bahan anorganik, zat-zat tersebut adalah :
1) Garam anorganik seperti magnesium sulfat, magnesium klorida yang berasal dari kegiatan pertambangan dan industri.
2) Asam anorganik seperti asam sulfat yang berasal dari industri pengolahan biji logam dan bahan bakar fosil.

3. Berdasarkan sumbernya:
a. Limbah Rumah Tangga
Limbah rumah tangga adalah limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah tangga. Limbah rumah tangga biasanya berupa sampah, baik sampah organik maupun sampah anorganik, detergen, dan kotoran manusia. Sampah organik contohnya adalah sisa sayuran dan buah-buahan. Sedangkan sampah anorganik contohnya dalah kaleng dan plastik bekas.
b. Limbah Industri
Limbah ini dihasilkan atau berasal dari hasil produksi oleh pabrik atau perusahaan tertentu. Limbah industri yang dihasilkan pun sebagian besar adalah limbah yang tergolong berbahaya dan beracun (B3), diantaranya asam anorganik dan senyawa orgaik. Limbah industri ini perlu mendapatkan pengolahan terlebih dulu sebelum dibuang ke dalam lingkungan. Hal ini dimaksudkan agar zat berbahaya yang terkadung di dalamnya tidak ikut terbuang ke lingkungan. Pembungan limbah ke lingkungan tanpa pengolahan dapat menyebabkan pencemaran dan membunuh organisme yang ada di dalamnya.
c. Limbah Pertanian
Limbah pertanian dapat berasal dari sisa penggunaaan pupuk (baik pupuk organik maupun pupuk kimia) maupun sisa-sisa pestisida. Sisa penggunaan pupuk dapat larut dalam air, kemudian terbawa menuju sungai dan mengendap pada beberapa tempat di sungai. Adanya endapan pupuk ini menyebabkan menumpuknya unsur-unsur hara di perairan tersebut. Akibatnya tanaman air seperti ganggang akan subur dan mendominasi pada perairan tersebut. Populasi ganggang yang banyak ini akan mengurangi kandungan oksigen dan menghalangi sinar matahari yang diperlukan oleh tumbuhan air lainnya. Tidak adanya oksigen dan sinar matahari yang masuk ini akan menyebabkan kematian bagi organisme lain yang hidup di perairan tersebut. Peristiwa ini disebut dengan eutrofikasi.

Daftar Pustaka :

Hidayat, Atep afia dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Pantona Media Jakarta.
Putri, Dyah Wulandari. 2017. STRATEGI PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR AIR LIMBAH DOMESTIK SETEMPAT UNTUK PERMUKIMAN DI KAWASAN SPESIFIK PERAIRAN (STUDI KASUS : KOTA PALEMBANG DAN KABUPATEN BANYUASIN). http://www.sps.itb.ac.id/in/wp-content/uploads/2017/03/abstrak_dyah_-wulandari_2017.pdf
Rihadatulaisy, Dendy. 2014. Contoh Makalah Air Limbah. http://referensikoe.blogspot.co.id/2014/09/contoh-makalah-air-limbah.html. Diakses Pada Tanggal 17 Februari 2017

Karbondioksida

@F09-Arief
Oleh : Arief Risaldi

Abstrak
Aluminium merupakan salah satu bahan logam yang banyak digunakan dalam industri dengan berbagai macam bentuk. Aluminium tersebut tidak diperoleh secara langsung tapi melalui permurnian dari oksidanya, yang dikenal dengan nama alumina, dengan rumus molekul Al2O3. Proses pemurnian dari aluminium tersebut dilakukan dengan elektrolisis. Namun sebelum proses pemurnian, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk mendapatkan alumina. Hal ini dikarenakan alumina tidak berada dalam bentuk murninya. Alumina merupakan bahan alam dan paling banyak terdapat di dalam bauksit, bersama dengan silika. Selain bauksit, alumina juga terdapat di dalam kaolin, tanah liat, dan spent catalyst. Spent catalyst adalah katalis yang dipergunakan dalam proses cracking dalam industri petroleum yang sudah jenuh dan tidak dapat dipergunakan lagi sehingga harus dibuang. Katalis ini masih mengandung senyawa-senyawa logam yang berharga seperti nikel, vanadium, rhodium, silika, alumina, dan lain-lain sehingga katalis tersebut masih berharga untuk di daur ulang. Proses daur ulang tersebut bertahap untuk masing-masing jenis senyawa logam.

Kata Kunci : Karbondioksida

Menurut Hidayat dan Kholil Gas CO2 diproduksi oleh semua manusia melalui proses pernafasan. Gas tersebut merupakan bahan baku bagi tanaman untuk menghasilkan karbohidrat melalui proses fotosintesis.

Pendahuluan
Aluminium merupakan salah satu bahan logam yang banyak digunakan dalam industri dengan berbagai macam bentuk. Aluminium tersebut tidak diperoleh secara langsung tapi melalui permurnian dari oksidanya, yang dikenal dengan nama alumina, dengan rumus molekul Al2O3. Proses pemurnian dari aluminium tersebut dilakukan dengan elektrolisis. Namun sebelum proses pemurnian, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk mendapatkan alumina. Hal ini dikarenakan alumina tidak berada dalam bentuk murninya. Alumina merupakan bahan alam dan paling banyak terdapat di dalam bauksit, bersama dengan silika. Selain bauksit, alumina juga terdapat di dalam kaolin, tanah liat, dan spent catalyst.

Isi
Karbon dioksida (CO2) adalah senyawa kimia anorganik yang memiliki berbagai penggunaan komersial, dari produksi laser hingga karbonasi minuman ringan.
Senyawa ini ada secara alami di lingkungan bumi dan diproduksi dalam berbagai cara, sedangkan CO2 komersial biasanya berasal dari produk sampingan proses industri.
Karbon dioksida telah menjadi topik yang menarik perhatian karena diklasifikasikan sebagai gas rumah kaca yang berdampak pada lingkungan bumi ketika mencapai konsentrasi tinggi di atmosfer.
Senyawa ini terdiri dari dua molekul oksigen yang terikat secara kovalen dengan sebuah molekul karbon.
Gas ini dihasilkan melalui dekomposisi bahan organik serta melalui respirasi dan pembakaran.
Jumlah karbon dioksida di lingkungan sebelum awal abad ke-20 terjaga tetap stabil oleh tanaman, yang mampu menyerap gas ini saat melakukan proses fotosintesis.
Pada awal tahun 1600-an, para ilmuwan mulai berpikir tentang karbon dioksida, meskipun mereka belum memahami betul apa sebenarnya substansi tersebut.
Kimiawan Fleming, Jan Baptist van Helmont melakukan observasi yang mengisyaratkan keberadaan karbon dioksida.
Namun, terobosan baru terjadi pada abad ke-18 oleh Joseph Black, seorang ahli kimia Skotlandia yang mengidentifikasi senyawa ini dan menjelaskan berbagai sifat-sifatnya.
Pada tahun 1800-an, ilmuwan telah berhasil menciptakan dan mempelajari banyak bentuk karbon dioksida.
Pada suhu kamar, karbon dioksida tidak berbau, tidak berwarna dan tidak mudah terbakar dalam kondisi normal.
Gas ini juga bisa direkayasa menjadi bentuk padat, dan dalam hal ini dikenal sebagai es kering. Pada konsentrasi tinggi, karbon dioksida bersifat racun pada hewan dan manusia.
Orang yang menghirup terlalu banyak karbon dioksida akan tercekik dan susah bernapas, hingga akhirnya jatuh tak sadarkan diri akibat tingkat oksigen yang menurun.
Gas ini biasa digunakan untuk menciptakan lingkungan lembam untuk pengelasan, pencegah kebakaran, dan karbonasi minuman.
Karbon dioksida merupakan bagian penting dari siklus karbon, siklus kompleks yang mendasari banyak mekanisme kehidupan di bumi.
Sementara gas ini terjadi secara alami, jumlahnya yang meningkat di atmosfer mulai memicu banyak kekhawatiran menjelang akhir abad ke-20.
Jumlah karbon dioksida yang meningkat akibat berbagai proses pembakaran industri dan kendaraan bermotor dikhawatirkan memicu pemanasan global yang akan mengganggu keseimbangan ekosistem dan memicu cairnya es di kutub.

Daftar Pustaka :
Hidayat, Atep afia dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Pantona Media Jakarta.
Handoko, Tony dan Henky Muljana http://download.portalgaruda.org/article.php?article=47198&val=3913&title=PENGARUH%20LAJU%20ALIR%20GAS%20KARBONDIOKSIDA%20DAN%20LAMA%20PEMBAKARAN%20DALAM%20PEMURNIAN%20ALUMINA%20DARI%20SPENT%20CATALYST


Radioaktif

@F09-Arief
Oleh : Arief Risaldi

ABSTRAK
Sungai Ayung merupakan salah satu sungai yang terpanjang di Pulau Bali. Hulu sungai Ayung berada di Kabupaten Bangli, Badung, Buleleng, Tabanan dan hilir terletak di Pantai Padang Galak wilayah Kecamatan Denpasar Timur. Air sungai Ayung sebagai sampel diambil mulai dari aliran sungai Ayung memasuki kota Denpasar. Pengambilan sampel dilakukan di lima (5) titik yang berbeda dengan pengambilan masing-masing dua kali. Pertama diambil pada sore hari pukul 17.00 Wita dan kedua diambil pada pagi hari pukul 06.00 Wita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kandungan unsur radioaktif air sungai Ayung di Kota Denpasar.

Kata Kunci : Radioaktif

Menurut Hidayat dan Kholil Pencemaran radioaktif menimbulkan dampak yang berbahaya, disebabkan oleh terjadinya kerusakan instalasi nuklir, pembuangan limbah nuklir yang tidak tepat, kecelakaan, dan sebagainya.

PENDAHULUAN
Salah satu fungsi lingkungan sungai yang utama bagi hajat hidup orang banyak adalah sebagai sumber air untuk pengairan lahan pertanian dan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, baik untuk keperluan rumah tangga maupun untuk kegiatan sektor ekonomi. Sungai selain sebagai sumber air, juga secara tidak langsung sebagai tempat pembuangan limbah baik limbah industri, rumah tangga maupun pertanian. Akibatnya, terjadi penurunan kualitas air sungai yang akan berdampak luas kepada masyarakat. Dampak tersebut tidak hanya dialami masyarakat sepanjang sungai, tetapi juga sampai ke daerah muara sepanjang pesisir yang berdampak pada kehidupan biota di laut dan akhirnya berpengaruh penting terhadap kualitas hidup masyarakat ( Pikiran Rakyat, 10 Juli 2003 ). Saat ini penurunan kualitas air sungai di beberapa tempat di Indonesia sudah mencapai tingkat mengkhawatirkan. Khususnya sungai Ayung yang saat ini beban pencemar semakin meningkat dari tahun ke tahun, seiring perkembangan pemenuhan kebutuhan hidup. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kelestarian dan terganggunya lingkungan di sekitarnya. Terutama masalah memburuknya kualitas air sungai tersebut semakin dirasakan pada musim kemarau ketika kuantitas (debit) air sungai berkurang (Pikiran Rakyat, 10 Juli 2003). Kelestarian sumberdaya air mengancam ketersediaan air bersih akan mengancam kehidupan biota dan berdampak pada manusia sehingga menjadi ancaman pada peningkatan pembangunan dalam kesejahteraan masyarakat. Peningkatan jumlah dan kesejahteraan penduduk serta peningkatan kegiatan pembangunan ekonomi selain menyebabkan peningkatan kebutuhan air bersih, juga menimbulkan potensi peningkatan beban pencemaran ke dalam sungai apabila tidak ada upaya menurunkan beban pencemaran buangan limbahnya terutama beberapa limbah berupa logam berat yang bersifat Radioaktif (zat yang berbahaya bagi tubuh makhluk hidup).
Isi
 Radioaktif adalah unsur yang dengan tiba-tiba memancarkan radiasi. Biasanya unsur yang termasuk dalam radioaktif yaitu unsur yang memiliki nomor atom diatas 83 seperti Uranium dengan nomor atom 92.
Pemanfaat material tersebut secara spesifik yaitu berdasarkan kemampuan radiasi yang bisa menimbulkan perubahan seperti dapat mengionkan nuklida atau molekul, memutuskan ikatan antar atom sehingga dapat menghasilkan radikal bebas, terbentuknya nukleon menjadi radioaktif akan melepaskan beberapa energi panas.
Agar penggunaan atau pemanfaatan radioaktif efektif dan efesien maka perlu dilakukan identifikasi terlebih dahulu untuk mengetahui jenis dan jumlah yang akan digunakan. Hal ini penting karena masing-masing jenis radiasi memiliki sifat yang berbeda sehingga untuk mementukan keberadaannya baik jenis dan jumlah radiasi juga penting menggunakan cara dan teknik yang khas untuk masing-masing jenis radiasi.
Peluruhan radioaktif terjadi dalam 3 jenis yaitu Alpha, Beta dan Gamma dengan simbol huruf pertama dari alfabet Yunani. Pengertian peluruhan radioaktif sendiri yaitu kumpulan beragam proses di mana sebuah inti atom yang tidak stabil memancarkan partikel subatomik (partikel radiasi). Peluruhan tersebut terdapat pada inti atom yang tidak stabil yakni tidak memiliki energi ikat yang cukup untuk menahan inti bersama karena kelebihan proton atau neutron.
Radiasi Gamma adalah radiasi yang paling kuat dan dapat menembus beberapa sintimeter dari timah. Partikel dari beta dapat diserap oleh beberapa milimeter alumunium sedangkan alpha akan terhenti jika sudah beberapa sentimeter di udara atau selembar kertas.
Daftar Pustaka :
Hidayat, Atep afia dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Pantona Media Jakarta.

Industri Hijau

@F09-Arief
Oleh : Arief Risaldi

Abstrak
Aktivitas industri di Surabaya berkontribusi terhadap penurunan kualitas udara kota Surabaya melalui emisi pembakaran bahan bakar fosil. Sektor industri di kota Surabaya merupakan penyumbang nilai emisi CO2 tertinggi di antara sektor rumah tangga dan sektor transportasi. Besar kontribusi nilai emisi CO2 sektor industri pada tahun 2011 mencapai 51,74%. Industri Margomulyo dan SIER merupakan industri dengan luas terbesar di antara kawasan industri kota Surabaya. Sehubungan dengan hal tersebut, maka penting untuk dilakukan penelitian terkait substansi di atas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan konsep penyediaan ruang terbuka hijau berdasarkan nilai emisi CO2 di kawasan Industri Surabaya.

Kata Kunci : Industri Hijau

Menurut Hidayat dan Kholil industry hijau adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

PENDAHULUAN
Menurut Hastuti dan Sulistyarso peningkatan kualitas ekologis suatu kota dapat dilakukan dengan membentuk Ruang Terbuka Hijau pada kawasan perkotaan. Pembentukan Ruang Terbuka Hijau di Perkotaan antara lain meningkatkan mutu lingkungan perkotaan yang nyaman, segar, indah, bersih dan sebagai sarana penanganan Iingkungan perkotaan serta dapat menciptakan keserasian lingkungan alam dan lingkungan binaan yang berguna untuk kepentingan masyarakat. Ketidaktepatan rencana dan ketidaktertiban pemanfaatan ruang dapat berpengaruh terhadap penurunan kualitas lingkungan hidup, sehingga lingkungan menjadi berkembang secara ekonomi, namun menurun secara ekologi. Kondisi demikian menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem, berupa peningkatan suhu dan pencemaran udara. Kegiatan industri adalah konsumen bahan bakar terbesar kedua di Indonesia. Kegiatan industrialisasi yang cepat telah banyak mengeluarkan gas emisi. Kegiatan ini telah menimbulkan lebih dari 20 persen gas emisi rumah kaca. Jumlah ini adalah tiga kali lipat dari pada jumlah emisi yang dikeluarkan oleh semua mobil yang ada di dunia ini dan merupakan nomor dua dari sektor energi yang menghasilkan paling banyak jumlah emisi. Kota Surabaya secara dinamis telah mengalami pengembangan kawasan terbangun, pengembangan kawasan industri, peningkatan kepemilikan kendaraan bermotor, dan pengembangan pola ruang lain yang menyebabkan kualitas udara kota Surabaya menurun. Indikasi ini terlihat dari hasil monitoring udara ambien kota Surabaya oleh Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya bahwa kualitas udara ambien dari tahun 2006-2009 mengalami penurunan. Nilai ISPU kategori udara tidak sehat mengalami kenaikan dari indikasi angka enam (6) meningkat menjadi angka 30 di tahun 2009. Nilai ISPU ini berdasarkan beberapa sumber pencemaran, yaitu SO2, CO, NO2, O3, debu, H2S, dan NH3. Peningkatan zat karbon lebih banyak dihasilkan, karena berbagai aktifitas kekotaan (transportasi dan industri) merupakan pengguna bahan bakar fosil terbesar di mana hasil pembakarannya merupakan salah satu sumber penyumbang zat karbon. Aktivitas industri berada di kawasan industri SIER dan Margomulyo. Kedua kawasan ini merupakan kawasan industri dengan luas terbesar di antara kawasan industri di kota Surabaya dan memiliki jenis industri yang bervariasi. Kegiatan kedua industri ini berkontribusi dalam pengeluaran emisi berupa gas CO2 yang berdampak pada penurunan kualitas udara kota Surabaya. Hal ini diindasikan dari nilai emisi CO2 di kawasan industri SIER yang mencapai 468,84 ton CO2/tahun.

Isi


Pembangunan Industri Hijau bertujuan untuk mewujudkan Industri yang berkelanjutan dalam rangka efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelangsungan dan kelestarian fungsi lingkungan hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Industri hijau adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Lingkup pembangunan industri hijau meliputi standarisasi industri hijau dan pemberian fasilitas untuk industri hijau.

Penerapan industri hijau dilaksanakan dengan pemenuhan terhadap Standar Industri Hijau (SIH) yang secara bertahap dapat diberlakukan secara wajib.

Pemenuhan terhadap Standar Industri Hijau oleh perusahaan industri dibuktikan dengan diterbitkannya sertifikat industri hijau yang sertifikasinya dilakukan melalui suatu rangkaian proses pemeriksaan dan pengujian oleh Lembaga Sertifikasi Industri Hijau (LSIH) yang terakreditasi. Proses pemeriksaan dan pengujian dalam rangka pemberian sertifikat industri hijau dilaksanakan oleh auditor industri hijau yang wajib memiliki sertifikasi kompetensi auditor industri hijau.

Untuk mendorong percepatan terwujudnya Industri Hijau, pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah dapat memberikan fasilitas kepada perusahaan industri baik fiskal maupun non fiskal. Strategi pengembangan Industri Hijau akan dilakukan yaitu:
mengembangkan industri yang sudah ada menuju industri hijau; dan
membangun industri baru dengan menerapkan prinsip-prinsip industri hijau.

Sasaran Pengembangan Industri Hijau
Tersusunnya standar industri hijau (jenis industri)
Terakreditasinya lembaga sertifikasi (unit)
Tersertifikasi auditor industri hijau (orang)
Bantuan prasarana industri hijau pada sentra IKM (unit)
Bantuan fasilitasi untuk sertifikasi industri hijau (kegiatan)

Dalam rangka mencapai sasaran tersebut di atas, maka akan dilakukan beberapa hal sebagai berikut:

1. Penetapan standar industri hijau, meliputi antara lain:
Melakukan benchmarking standar industri hijau di beberapa negara.
Menetapkan Panduan Umum penyusunan Standar Industri Hijau dengan memperhatikan sistem standardisasi nasional dan/atau sistem standar lain yang berlaku.
Melakukan penyusunan Standar Industri Hijau berdasarkan kelompok Industri sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia.
Menetapkan Standar Industri Hijau
Memberlakukan Standar Industri Hijau secara wajib yang dilakukan secara bertahap
Melakukan pengawasan terhadap perusahaan industri yang Standar Industri Hijaunya diberlakukan secara wajib.
Menetapkan Peraturan Menteri mengenai pengawasan terhadap Perusahaan Industri yang Standar Industri Hijaunya diberlakukan secara wajib.
Melakukan Mutual Recognition Agreement (MRA) dengan negara yang telah menerapkan standar industri hijau atau standar lainnya yang sejenis

2. Pembangunan dan pengembangan lembaga sertifikasi industri hijau yang terakreditasi serta peningkatan kompetensi auditor industri hijau, meliputi antara lain:
Menyusun Pedoman Umum Pembentukan Lembaga Sertifikasi
Menyusun Standar Kompetensi Auditor Industri Hijau
Menyusun Standard Operating Procedure (SOP) Sertifikasi Industri Hijau
Menyusun Modul Pelatihan Industri Hijau
Menunjuk Lembaga Sertifikasi Industri Hijau yang terakreditasi
Menetapkan Pedoman Akreditasi terhadap Lembaga Sertifikasi Industri Hijau
Melakukan Pengawasan terhadap Lembaga Sertifikasi Industri Hijau
Melakukan pelatihan auditor industri hijau

3. Pemberian fasilitas untuk industri hijau, meliputi:
Fasilitas fiskal yang diberikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.
Fasilitas non-fiskal berupa :
pelatihan peningkatan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia Industri;
sertifikasi kompetensi profesi bagi sumber daya manusia Perusahaan Industri;
bantuan pembangunan prasarana fisik bagi Perusahaan Industri kecil dan industri menengah; dan
penyediaan bantuan promosi hasil produksi bagi Perusahaan Industri.
mengembangkan industri yang sudah ada menuju industri hijau; dan
membangun industri baru dengan menerapkan prinsip-prinsip industri hijau.

Daftar Pustaka :
Hidayat, Atep afia dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Pantona Media Jakarta.
Hastuti, Indri dan Haryo Sulistyarso. 2012. Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Berdasarkan Nilai Emisi CO2 di Kawasan Industri Surabaya. http://download.portalgaruda.org/article.php?article=53951&val=4186&title=Penyediaan%20Ruang%20Terbuka%20Hijau%20Berdasarkan%20Nilai%20Emisi%20Co2%20Di%20Kawasan%20Industri%20Surabaya.

Hestanto. 2016. Pembangunan Industri Hijau Indonesia. http://www.hestanto.web.id/industri-hijau/. Diakses Pada Tanggal 03 Februari 2017

Sabtu, 03 Februari 2018

Pengaruh Harga Minyak Mentah Dunia

Oleh :@ F09-Arief
Arief Risaldi




Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh harga minyak mentah dunia, inflasi, suku bunga (central bank rate), dan nilai tukar (kurs) terhadap indeks harga saham sektor pertambangan di ASEAN dengan periode Juli 2013 – Desember 2015. Seluruh data dianalisis menggunakan teknik penelitian analisis regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik untuk mendapatkan hasil BLUE (Best Linier Unbiased Estimation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga minyak mentah dunia, inflasi, suku bunga (central bank rate), dan nilai tukar (kurs) berpengaruh simultan terhadap indeks harga saham sektor pertambangan di Indonesia dan Singapura. Harga minyak mentah dunia dan nilai tukar (kurs) berpengaruh parsial terhadap indeks harga saham sektor pertambangan di Indonesia dan Singapura, sedangkan di Thailand hanya nilai tukar (kurs) yang berpengaruh parsial terhadap indeks harga saham sektor pertambangan di Thailand.

Kata kunci : Minyak Mentah (Crude Oil)

Menurut Hidayat dan Kholil minyak mentah yang dikenal juga sebagai emas hitam keluar dari tanah berupa campuran kompleks hidrokarbon dengan beragam bobot molekul. Minyak mentah (Crude Oil) melalui pipa masuk ke dalam kilang berupa cairan hitam pekat dan beraroma tidak sedap. Di dalam kilang minyak mentah dipisahkan menjadi berbagai fraksi dengan beragam manfaat. Di dalam kilang terjadi proses distilasi fraksional yang memisahkan beragam senyawa dengan menggunakan perbedaan titik didih.

Pendahuluan
Menurut Pardede, Hidayat dan Sulasmiyati perkembangan perekonomian dunia membuat negara di seluruh dunia memerlukan sumber pendanaan untuk melakukan pembangunan di negaranya. Salah satu sumber pendanaan tersebut dapat berasal dari pasar modal. Seiring berkembangnya perekonomian pasar modal telah mengalami perkembangan yang pesat. Minyak mentah dunia menjadi salah satu hasil tambang yang menjadi faktor penggerak perekonomian dunia. Industri di seluruh dunia masih mengandalkan bahan bakar minyak yang merupakan produk olahan minyak mentah sebagai bahan baku faktor produksi. Akibat pertumbuhan perekonomian yang terus meningkat di negaranegara berkembang seperti kawasan ASEAN, mengakibatkan permintaan akan minyak mentah terus meningkat. Pergerakan harga minyak mentah dunia akan mempengaruh indeks harga saham sektor pertambangan. Inflasi menggambarkan kenaikan harga barang dan jasa dalam satu periode tertentu. Walaupun peningkatan laju inflasi akan diikuti oleh kenaikan harga-harga secara umum, bukan berarti dampak inflasi akan bersifat negatif. Meningkatnya laju inflasi di suatu negara dapat mengindikasikan bahwa di negara tersebut sedang mengalami pertumbuhan ekonomi. Laju inflasi yang dimaksud tentu saja adalah laju inflasi yang masih dapat ditoleransi dan diatasi oleh negara tersebut. Rangsangan dari laju inflasi tersebut dapat mempengaruhi kinerja perusahaan.

Isi

Indeks harga saham
Indeks harga saham adalah salah satu indikator yang menggambarkan pergerakan harga saham. Indeks menjadi salah satu pedoman bagi investor dalam pertimbangan melakukan investasi di pasar modal khususnya saham. Bursa Efek Indonesia (Indonesia Stock Exchange) memiliki 11 jenis indeks harga saham yang secara terus menerus disebarluaskan melalui media cetak maupun elektronik (www.idx.co.id diakses pada 6 Juli 2016). Bursa Efek Singapura (Singapore Exchange) memiliki 6 jenis indeks harga saham utama (www.sgx.com diakses pada 6 Juli 2016). Bursa Efek Thailand (The Stock Exchange of Thailand) memiliki 5 jenis indeks harga saham utama (www.set.or.th diakses pada 7 Juli 2016).

Harga Minyak Mentah Dunia
Minyak mentah menjadi salah satu sumber energi primer bagi seluruh industri di belahan dunia. Peran vital minyak mentah tersebut membuat minyak mentah sebagai salah satu faktor penggerak perekonomian dunia. Hasil olahan dari minyak mentah dapat menimbulkan efek berantai bagi berbagai bidang industri di dunia. Salah satu jenis minyak mentah dunia yang menjadi acuan harga dunia adalah jenis West Texas Intermediate.

Inflasi
Secara sederhana inflasi diartikan sebagai meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga yang dimaksud bukan hanya dari satu barang saja. Kenaikan harga yang dimaksud adalah apabila berlaku secara meluas atau berdampak pada barang lainnya. Kebalikan dari inflasi disebut deflasi (www.BI.go.id diakses pada 20 April 2016).

Suku Bunga (Central Bank Rate)
 Suku bunga merupakan kebijakan untuk mengendalikan laju pertumbuhan tingkat inflasi. Suku bunga yang tinggi akan mendorong orang untuk menanamkan dananya di bank daripada menginvestasikan dananya pada sektor produksi atau industri yang risikonya jauh lebih besar jika dibandingkan dengan menanamkan uang di bank terutama dalam bentuk deposito (Khalwaty, 2000:143). Berdasarkan pengertian diatas dapat diartikan bahwa suku bunga merupakan salah satu upaya kebijakan moneter yang berperan untuk mengantisipasi tingginya tingkat inflasi. Besaran tingkat suku bunga ditetapkan oleh masing-masing bank sentral di setiap negara. Nilai Tukar (Kurs) Kurs atau exchange rate merupakan pertukaran antara dua mata uang masing-masing negara yang berbeda. Pertukaran tersebut adalah perbandingan nilai atau harga antara kedua mata uang tersebut (Triyono:2008). Nilai tukar atau kurs mata uang asing adalah harga penjualan atau pembelian valuta asing. Terdapat 3 macam sistem penetapan nilai tukar, sistem tersebut meliputi Sistem Nilai Tukar Tetap/Stabil (Fixed Exchange Rate System), Sistem Nilai Tukar Mengambang (Floating Exchange Rate System), Sistem Nilai Tukar Terkait (Pegged Exchange Rate System), Hady (2001:44-50).

Daftar Pustaka :
Hidayat, Atep afia dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Pantona Media Jakarta.
Pardede Noel, Raden Rustam Hidayat dan Sri Sulasmiyati. 2016. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 39 No.1 Oktober 2016| administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id. 130. PENGARUH HARGA MINYAK MENTAH DUNIA, INFLASI, SUKU BUNGA. (CENTRAL BANK RATE), DAN NILAI TUKAR (KURS) TERHADAP INDEKS. HARGA SAHAM SEKTOR PERTAMBANGAN DI ASEAN. https://media.neliti.com/media/publications/87417-ID-pengaruh-harga-minyak-mentah-dunia-infla.pdf

Sabtu, 27 Januari 2018

Industri Petrokimia

Di buat oleh : f09- Arief
Arief Risaldi
@ProyekD01





Abstrak 
Salah satu cara mengolah minyak bumi dan gas adalah dengan cara industri Petrokimia. Industri ini mencampurkan bahan baku kimia dengan migas yang akan menghasilkan barang - barang yang di gunakan oleh manusia sehari-hari.

Kata kunci : Petrokimia

Petrokimia

Menurut Khamdi (2012) dalam Hidayat dan Kholil (2017), untuk memperoleh nilai tambah yang lebih besar dari pengolahan minyak dan gas bumi, maka telah berkembang industri petrokimia. Produk petrokimia yang di hasilkan dari hasil pengolahan minyak bumi berupa naphta, dan kondensat adalah produk aromatik (benzene, toluene dan xylene) dan produk olefin (ethylene, propylene dan butadiene) yang merupakan bahan baku untuk industri sandang, karet, sintetis, plastik, dan sebagainya.

Petrokimia adalah suatu industri yang bergerak pada pengolahan bahan kimia dengan menggunakan bahan baku dari hasil dari proses pengolahan minyak bumi dan gas bumi, dari pengertian tersebut jelas kita telah mengerti mengapa kedua industri tersebut memiliki hubungan yaang erat. Pola perkembangan industri petrokimia bergantung pada produk-produk hasil pengolahan minyak dan gas bumi yang tersedia. Pada dasarnya, industri petrokimia terbagi dalam tiga bagian besar, yaitu:

Produk petrokimia hulu.
Bagian hulu bertindak sebagai proses pengolahan produk dasar (premier) dan akan menghasilkan produk setengah jadi (produk antara) maupun langsung dapat diolah enjadi produk jadi pada bagaian industri hilir. Contoh produk hulu yang diolah menjadi produk setengah jadi anatara lain: propilena, benzena, toluena, etilena, methanol dan sebagainya.

Produk antara.
Produk antara merupakan hasil dari proses pengolahan petrokimia hulu dan selanjutnya akan diolaha menjadi produk siap pakai (jadi) maupun produk yang masih bisa diolah pada proses selanjutnya, contoh dari produk anatara ialah polietilena, ammonia, butena, dikloroetilen-vinil klorida dan sebagainya.

Produk petrokimia hilir.
Bagian ini bergerak sebagai pengolah produk antara menjadi produk jadi sehingga dapat digunakan oleh masyarakat. Berbagai macam jenis produk jadi dengan fungsinya masing-masing seperti pupuk, serat pakaian, alat kosmetik, bahan pelarut, cat, lilin, karet nilon, bahan peledak dan berbagai jenis produk lain.
Jadi dapat kita simpulkan bahwa proses petrokimia dilakukan dengan tiga tahap pengolahan sehingga dihasilkan produk yang siap pakai yang meliputi tahap pengolahan fraksi minyak bumi dan gas bumi menjadi bahan baku, mengolah bahan baku menjadi produk setengah jadi dan pada tahap akhir yaitu mengolah bahan setengah jadi menjadi produk yang siap digunakan oleh masyarakat.
Bahan Baku Industri Petrokimia
Dalam industri petrokimia pada dasarnya menggunakan tiga bahan baku, yaitu:

Olefin
Senyawa ini merupakan bahan baku utama dalam industri petrokimia sehingga diproduksi dalam jumlah besar, jenis olefin yang paling banyak digunakan ialah:
Etilena, jenis ini dapat menghasilkan berbagai macam jenis produk seperi polietilena (plastik), PVC (untuk membuat pipa paralon), etilena glikol (untuk bahan anti beku pada radiator mobil).
Propilena, jenis ini dapat menghasilkan beberapa produk petrokimia seperti  butadina (menghasilkan karet sintetis), gliserol (dapat digunakan pada pembuatan bahan pelembab dan peledak), polipropilena (digunakan untuk pembuatan tali dan karung plastik) dan isopropyl ( dapat digunakan untuk pembuatan bahan lain seperti aseton).

Aromatik
Senyawa ini memiliki ikatan rantai rangkap dalam betuk selang-seling. Berikut bahan aromatik yang digunakan pada industri petrokimia:
Benzena yang dapat menghasilkan sikloheksana (untuk membuat nilon), kumena (untuk membuat fenol) dan stirena (untuk pembuatan karet sintetis).
Toulena dapat digunakan sebagai bahan pembuatan produk farmasi.
Xilena dapat menghasilkan asam tereftalat untuk bahan dasar pada pembuatan serat.

Syn-Gas (gas sintesis)
Bahan ini merupakan campuran dari karbon  monoksida (CO) dan hydrogen (H2), dalam industri petrokimia bahan ini duganakan untuk menghasilkan berbagai macam produk seperti:
Amonia (pestisida)
Urea, selain sebagai pupuk dapat juga diolah pada industi perekat dan plastik.
Methanol (alkohol dan spiritus)
Formaldehida (dapat dioalah menjadi formalin atau pengawet)
Salah satu contoh produk petrokimia yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari yaitu detergen, produk ini merupakan hasil pengolahan bahan-bahan turunan minyak bumi yang memiliki daya cuci yang lebih baik. Dari penjelasan diatas, dapat kita simpulkan bahwa minyak bumi dan gas bumi memiliki manfaat yang sangat signifikan bagi kehidupan manusia baik itu sebagai bahan bakar maupun produk lain hasil dari industri petrokimia.

Daftar Pustaka :
Hidayat, Atep Afia dan Muhammad Kholil.. 2017. Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Pantona Media.
Anonim. 2015. Pengertian Dasar Industri Petrokimia. http://googleweblight.com/?lite_url=http://www.prosesindustri.com/2015/02/pengertian-dasar-industri-petrokimia.html?m%3D1&ei=j4w6rcsy&lc=en-ID&s=1&m=348&host=www.google.co.id&ts=1517051218&sig=AOyes_TPq6oLRIkyIG6ZT9HCRkdgym_kfw. Di Akses Tanggal 27 Januari 2018.