.

Tampilkan postingan dengan label @Proyek D04. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @Proyek D04. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Radioaktif

@F09-Arief
Oleh : Arief Risaldi

ABSTRAK
Sungai Ayung merupakan salah satu sungai yang terpanjang di Pulau Bali. Hulu sungai Ayung berada di Kabupaten Bangli, Badung, Buleleng, Tabanan dan hilir terletak di Pantai Padang Galak wilayah Kecamatan Denpasar Timur. Air sungai Ayung sebagai sampel diambil mulai dari aliran sungai Ayung memasuki kota Denpasar. Pengambilan sampel dilakukan di lima (5) titik yang berbeda dengan pengambilan masing-masing dua kali. Pertama diambil pada sore hari pukul 17.00 Wita dan kedua diambil pada pagi hari pukul 06.00 Wita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kandungan unsur radioaktif air sungai Ayung di Kota Denpasar.

Kata Kunci : Radioaktif

Menurut Hidayat dan Kholil Pencemaran radioaktif menimbulkan dampak yang berbahaya, disebabkan oleh terjadinya kerusakan instalasi nuklir, pembuangan limbah nuklir yang tidak tepat, kecelakaan, dan sebagainya.

PENDAHULUAN
Salah satu fungsi lingkungan sungai yang utama bagi hajat hidup orang banyak adalah sebagai sumber air untuk pengairan lahan pertanian dan untuk memenuhi kebutuhan air bersih, baik untuk keperluan rumah tangga maupun untuk kegiatan sektor ekonomi. Sungai selain sebagai sumber air, juga secara tidak langsung sebagai tempat pembuangan limbah baik limbah industri, rumah tangga maupun pertanian. Akibatnya, terjadi penurunan kualitas air sungai yang akan berdampak luas kepada masyarakat. Dampak tersebut tidak hanya dialami masyarakat sepanjang sungai, tetapi juga sampai ke daerah muara sepanjang pesisir yang berdampak pada kehidupan biota di laut dan akhirnya berpengaruh penting terhadap kualitas hidup masyarakat ( Pikiran Rakyat, 10 Juli 2003 ). Saat ini penurunan kualitas air sungai di beberapa tempat di Indonesia sudah mencapai tingkat mengkhawatirkan. Khususnya sungai Ayung yang saat ini beban pencemar semakin meningkat dari tahun ke tahun, seiring perkembangan pemenuhan kebutuhan hidup. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kelestarian dan terganggunya lingkungan di sekitarnya. Terutama masalah memburuknya kualitas air sungai tersebut semakin dirasakan pada musim kemarau ketika kuantitas (debit) air sungai berkurang (Pikiran Rakyat, 10 Juli 2003). Kelestarian sumberdaya air mengancam ketersediaan air bersih akan mengancam kehidupan biota dan berdampak pada manusia sehingga menjadi ancaman pada peningkatan pembangunan dalam kesejahteraan masyarakat. Peningkatan jumlah dan kesejahteraan penduduk serta peningkatan kegiatan pembangunan ekonomi selain menyebabkan peningkatan kebutuhan air bersih, juga menimbulkan potensi peningkatan beban pencemaran ke dalam sungai apabila tidak ada upaya menurunkan beban pencemaran buangan limbahnya terutama beberapa limbah berupa logam berat yang bersifat Radioaktif (zat yang berbahaya bagi tubuh makhluk hidup).
Isi
 Radioaktif adalah unsur yang dengan tiba-tiba memancarkan radiasi. Biasanya unsur yang termasuk dalam radioaktif yaitu unsur yang memiliki nomor atom diatas 83 seperti Uranium dengan nomor atom 92.
Pemanfaat material tersebut secara spesifik yaitu berdasarkan kemampuan radiasi yang bisa menimbulkan perubahan seperti dapat mengionkan nuklida atau molekul, memutuskan ikatan antar atom sehingga dapat menghasilkan radikal bebas, terbentuknya nukleon menjadi radioaktif akan melepaskan beberapa energi panas.
Agar penggunaan atau pemanfaatan radioaktif efektif dan efesien maka perlu dilakukan identifikasi terlebih dahulu untuk mengetahui jenis dan jumlah yang akan digunakan. Hal ini penting karena masing-masing jenis radiasi memiliki sifat yang berbeda sehingga untuk mementukan keberadaannya baik jenis dan jumlah radiasi juga penting menggunakan cara dan teknik yang khas untuk masing-masing jenis radiasi.
Peluruhan radioaktif terjadi dalam 3 jenis yaitu Alpha, Beta dan Gamma dengan simbol huruf pertama dari alfabet Yunani. Pengertian peluruhan radioaktif sendiri yaitu kumpulan beragam proses di mana sebuah inti atom yang tidak stabil memancarkan partikel subatomik (partikel radiasi). Peluruhan tersebut terdapat pada inti atom yang tidak stabil yakni tidak memiliki energi ikat yang cukup untuk menahan inti bersama karena kelebihan proton atau neutron.
Radiasi Gamma adalah radiasi yang paling kuat dan dapat menembus beberapa sintimeter dari timah. Partikel dari beta dapat diserap oleh beberapa milimeter alumunium sedangkan alpha akan terhenti jika sudah beberapa sentimeter di udara atau selembar kertas.
Daftar Pustaka :
Hidayat, Atep afia dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Pantona Media Jakarta.

Jenis dan Penyebab Pencemaran Lingkungan Akibat Manusia Dan Bagi kesehatan Manusia



Oleh : Gilang Pratama (f-14 gilang)







Abstrak : Pencemaran adalah peristiwa penyebaran bahan kimia dengan kadar tertentu yang dapat merubah keadaan keseimbangan pada daur materi dalam lingkungan(keseimbangan lingkungan) baik keadaan struktur maupun fungsinya sehingga dapat menggangu kesejahteraan/kelangsungan hidup manusia (Ramdhoni, 2015)


Kata kunci : Dampak dari pencemaraan lingkungan
Pencemaran adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidupzatenergi dan/ atau komponen lain ke dalam air atau udara. Pencemaran juga bisa berarti berubahnya tatanan (komposisi) air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air/ udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.

Jenis dan Penyebab Pencemaran Lingkungan :
Berikut uraian singakat beberapa jenis pencemaran menurut (CEF,2015), (Hathaway, dan 2015), dan (Hill, 2004)

Pencemaran Udara

    Pencemaraan udara merupakan yang palng berbahaya jika dibandingkan dengan yang lainnya. Penggunaan bahan bakar minyak, kayu dan batu bara menimbulkan efek samping dihasilkan polutan udara. Polutan didiudara berkaitan dengan peningkatan jumlahpenderita penyakit asma dan kanker paru-paru pada manusia.

Pencemaran Air
     Pencemaraan air menyebabkan terganggunya semua spesies mahluk hidup yang ada  dilanet bumi. sekitar 60% spesies hewan dan tumbuhan terdapat dipermukaan atau didalam air.
Penyebab terjadi pencemaran air karena limbh industri yang dibuang kesungai atau perairan lainnnya, yang menyebabkan ketidakseimbangan dan menimbulkan kontaminai bagi organisme didalam atau disekitarnya.
     Pencemaran air bukan hanya merugikan biota perairan, namun mencemari seluruh rantai pangan untuk manuisa, dan juga dapat menimbulkan wabah penyakit kolera dan diare.
   
Pencemaran Tanah

     Pencemaraan tanah terjadi karena penambahan dab akumulasi berbagai bahan kimia ke permukaan atau dalam tanah sebagai akibat dari berbagai aktivitas manusia. Begitu pula pembuangan limbah industri, limbah pertambangan dapat mengganggu ekosistem tanah. Berbagai macam bencana seperti erosi, longsor dan sebagainya juga turut dipengaruhi oleh pencemaran tanah.


Daftar Pustaka :


  1. Hidayat atep afia dan M.kholil, 2017, buku Kimia industri dan teknologi hijau, pantona media, Jakarta
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Pencemaran lingkungan ( Diakses tanggal 10 februari 2018)




Jumat, 09 Februari 2018

PENCEMARAN AIR SUNGAI

Oleh : Fatkhur Rokhman (@F05-Fatkhur)
ABSTRAK
            Seiring kemajuan zamankeadaan lingkungan semakin menjadi perhatian utama untuk dijadikan pengamatan.Lingkungan sudah mengalami berbagai macam perubahan yang cukup signifikan,salah satunya adalah pencemaran lingkungan.Pencemaran lingkungan telah menjadi salah satu permasalahan yang tengah dihadapi kota-kota di Indonesia.Pencemaran disini dapat diartikan sebagai  keadaan dimana masuknya atau dimasukinya makhluk hidup atau komponen lain yang membuat berubahnya tatanan lingkungan atau proses alam yang menyebabkan lingkungan tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.
Salahsatu pencemaran yang terjadi adalah pencemaran sungai.Pencemaran sungai dapat menyebabkan berbagai macam kerugian, tidak hanya kerugian bagi manusia tetapi kerugian juga di derita oleh hewan dan tumbuhan. Pencemaran sungai disebabkan oleh 2 faktor: Pencemaran yang disebabkan oleh Alam dan Pencemaran yang disebabkan oleh Manusia. Ada juga berbagai macam bahan pencemar air sungai, mulai dari bahan organik yang dapat diuraikan secara alami sampai bahan-bahan anorganik yang tidak dapat diuraikan secara alami.
Kata kunci : Pencemaran
Masalah
1)      Pengertian pencemaran
2)      Macam-macam bahan pencemar air
3)      Penyebab terjadinya pencemaran air sungai
4)      Macam-macam pencemaran air sungai
Pembahasan
1)      Pengertian pencemaran
Pencemaran adalah proses masuknya polutan ke dalam suatu lingkungan sehingga menurunkan mutu lingkungan. Sedang yang di maksud lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar kita, baik berupa faktor abiotik (benda mati) maupun faktor biotik (makhluk hidup).
2)      Macam-macam bahan pencemaran
Menurut Santoso (2016)  Bahan Pencemar Air dapat dikelompokkan menjadi :
a)      Sampah yang dalam proses penguraiannya memerlukan oksigen yaitu sampah yang mengandung senyawa organik, misalnya sampah industri makanan, sampah industri gula  tebu, sampah rumah tangga (sisa-sisa makanan), kotoran manusia dan kotoran hewan, tumbuh­tumbuhan dan hewan yang mati. 
b)      Bahan pencemar penyebab terjadinya penyakit, yaitu bahan pencemar yang mengandung virus dan bakteri misal bakteri coli yang dapat menyebabkan penyakit saluran pencernaan (disentri, kolera, diare, types) atau penyakit kulit.
c)      Bahan pencemar senyawa anorganik/mineral misalnya logam-logam berat seperti merkuri (Hg), kadmium (Cd), Timah hitam (pb), tembaga (Cu), garam-garam anorganik. Bahan pencemar berupa logam-logam  berat yang masuk ke dalam tubuh biasanya melalui makanan dan dapat tertimbun dalam organ-organ tubuh seperti ginjal, hati, limpa saluran pencernaan lainnya sehingga mengganggu fungsi organ tubuh tersebut.
3)      Penyebab terjadinya pencemaran air sungai
Menurut Musaffa ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya pencemaran air sungai :
a)      Membuang Sampah Sembarangan
Aktifitas manusia yang satu ini sangat sering dijumpai di beberapa negara berkembang seperti Indonesia. Hal ini menjadi penyebab utama sungai di kawasan Indonesia sangat kotor dan berpotensi menyebabkan banjir. Uniknya, berbagai negara maju di dunia seperti Jepang sangat peduli terhadap pola membuang sampah.Di berbagai negara maju, umumnya masyarakat mempunyai kesadaran yang tinggi untuk membuang sampah pada tempatnya. Inilah yang menyebabkan banyak negara maju mempunyai kualitas air sungai yang bagus dan jernih.
b)      Erosi tanah
Salah satu penyebab pencemaran air adalah erosi tanah. Ini adalah salah satu contoh pencemaran yang disebabkan oleh faktor alam. Pencemaran air karena erosi tanah ini berlangsung sementara dan dapat berakhir secara alami.
c)      Limbah rumah tangga
Banyaknya limbah rumah tangga tentu berbanding lurus dengan jumlah penduduk. Beberapa contoh pencemaran yang banyak dilakukan masyarakat Indonesia adalah dengan mengalirkan sistem pembuangan limbah di rumah mereka menuju sungai menggunakan pipa paralon.
4)      Macam-macam pencemaran air sungai
Menurut Santoso (2016) pencemaran air sungai dibagi menjadi 2 yaitu :
a.       Pencemaran sungai yang disebabkan oleh alam
Ø  Desposisi Asam, Kelebihan zat asam pada sungai akan mengakibatkan sedikitnya spesies yang bertahan. 
Ø  Kebakaran Hutan, Kebakaran hutan memang tidak secara signifikan menyebabkan perubahan kualitas air di sungai, namun kebakaran hutan bisa menyebabkan terganggunya ekosistem makhkluk hidup yang ada di sungai yang disebabkan faktor asap.
Ø  Letusan Gunung Berapi, letusan gunung berapi menyebabkan sungai atau danau tercemar karena bebatuan serta materi-materi yang terbawa dari gunung mengendap di sungai.
b.      Pencemaran air yang disebabkan oleh manusia
Ø  Limbah Industri, Limbah industri sangat potensial sebagai penyebab terjadinya pencemaran air sungai. Pada umumnya limbah industri mengandung limbah B3, yaitu bahan berbahaya dan beracun. 
Ø  Limbah Pemukiman, Limbah pemukiman mengandung limbah domestik berupa sampah organik dan sampah anorganik serta deterjen. Sampah organik adalah sampah yang dapat diuraikan atau dibusukkan oleh bakteri.
Ø  Limbah Pertanian, Pupuk dan pestisida biasa digunakan para petani untuk merawat tanamannya. Namun pemakaian pupuk dan pestisida yang berlebihan dapat mencemari air.
Daftar Pustaka
Hidayat, Atep Afia dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia, Industri dan Teknologi Hijau. Pantona Media. Jakarta.
Santoso Urip (2016), PENCEMARAN AIR DIPERKOTAAN,
Musaffa Aliya (2017), Penyebab Pencemaran Air dan Dampak yang Ditimbulkannya,

Sabtu, 03 Februari 2018

Pentingnya Menjaga Kesuburan Tanah !!!

Oleh: @F17-jaenudin

Abstrak


Kesuburan Tanah adalah kemampuan suatu tanah untuk menghasilkan produk tanaman yang diinginkan, pada lingkungan tempat tanah itu berada. Produk tanaman tersebut dapat berupa: buah, biji, daun, bunga, umbi, getah, eksudat, akar, trubus, batang, biomassa, naungan atau penampilan.
Tanah memiliki kesuburan yang berbeda-beda tergantung faktor pembentuk tanah yang merajai di lokasi tersebut, yaitu: Bahan induk, Iklim, Relief, Organisme, atau  Waktu. Tanah merupakan fokus utama dalam pembahasan kesuburan tanah, sedangkan tanaman merupakan indikator utama mutu kesuburan tanah.

Penggunaa pestisida pun makin meluas seiring dengan berbagi jenis, baik untuk keperluan pertanian atau rumah tangga. Iklan-iklan pun ramai dengan upaya melindungi keluarga dari nyanmuk , dengan menyemprotkan pestisida tertentu, di kemas dengan gaya yang ramah penuh kekeluargaan,namun tanpa di sadari yang di jual itu adalah racun serangga, pestisida meliputi racun serangga, racun tikus, racun bakteri, racun jamur, racun rumput liar, dsb.

Akumulasi penggunaan berbagai racun tersebut berpengaruh terhadap tingkat kesuburan tanah, begitu pula penggunaan berbagai pupuk kimia, di sisi lain banyak limbah industri yang di buang ke permukaan air yang mengalir, yang secara langsung akan memperburuk kualitas tanah.

Ternyata pencemaran tidak hanya mempengaruhi kualitas hidup manusia, yaitu dengan mengganggu system pernapasan, system kordivaskular dan system syaraf, namun juga mempengaruhi kualitas tanaman (pangan, buah-buahan, sayuran, kehutanan), kualitas hewan ternak dan keberadaan hewan liar, ekosistem kolam sungai, danau dan lautan, ekosistem sawah, perkebunan dan hutan, pencemaran lingkungan berpotensi melumpuhkan ekosistem global.

Kata Kunci: Kesuburan Tanah Berkurang.


Sifat kimia tanah berhubungan erat dengan kegiatan pemupukan. Dengan mengetahui sifat kimia tanah akan didapat gambaran jenis dan jumlah pupuk yang dibutuhkan. Pengetahuan tentang sifat kimia tanah juga dapat membantu memberikan gambaran reaksi pupuk setelah ditebarkan ke tanah.
Sifat kimia tanah meliputi kadar unsur hara tanah, reaksi tanah (pH), kapasitas tukar kation tanah (KTK), kejenuhan basa (KB), dan kemasaman.

Salah satu sifat kimia tanah adalah keasaman atau pH (potensial of hidrogen), pH adalah nilai pada skala 0-14, yang menggambarkan jumlah relatif ion H+ terhadap ion OH- didalam larutan tanah. Larutan tanah disebut bereaksi asam jika nilai pH berada pada kisaran 0-6, artinya larutan tanah mengandung ion H+ lebih besar daripada ion OH-, sebaliknya jika jumlah ion H+ dalam larutan tanah lebih kecil dari pada ion OH- larutan tanah disebut bereaksi basa (alkali) atau miliki pH 8-14. Tanah bersifat asam karena berkurangnya kation Kalsium, Magnesium, Kalium dan Natrium. Unsur-unsur tersebut terbawa oleh aliran air kelapisan tanah yang lebih bawah atau hilang diserap oleh tanaman.

Kemasaman tanah merupakan hal yang biasa terjadi di wilayah-wilayah bercurah hujan tinggi yang menyebabkan tercucinya basa-basa dari kompleks jerapan dan hilang melalui air drainase. Pada keadaan basa-basa habis tercuci, tinggallah kation Al dan H sebagai kation dominant yang menyebaabkan tanah bereaksi masam (Coleman dan Thomas, 1970).

Di Indonesia pH tanah umumnya berkisar 3-9 tetapi untuk daerah rawa seeperti tanah gambut ditemukan pH dibawah 3 karena banyak mengandung asam sulfat sedangakan di daerah kering atau daerah dekat pantai pH tanah dapat mencapai di atas 9 karena banyak mengandung garam natrium.
Menentukan mudah tidaknya ion-ion unsur hara diserap oleh tanaman, pada umumnya unsur hara mudah diserap oleh akar tanaman pada pH tanah netral 6-7, karena pada pH tersebut sebagian besar unsur hara mudah larut dalam air.

pH tanah juga menunjukkan keberadaan unsur-unsur yang bersifat racun bagi tanaman. Pada tanah asam banyak ditemukan unsur alumunium yang selain bersifat racun juga mengikat phosphor, sehingga tidak dapat diserap oleh tanaman. Pada tanah asam unsur-unsur mikro menjadi mudah larut sehingga ditemukan unsur mikro seperti Fe, Zn, Mn dan Cu dalam jumlah yang terlalu besar, akibatnya juga menjadi racun bagi tanaman.

pH tanah sangat mempengaruhi perkembangan mikroorganisme di dalam tanah. Pada pH 5.5 - 7 bakteri jamur pengurai organik dapat berkembang dengan baik, tindakan pemupukan tidak akan efektif apabila pH tanah diluar batas optimal. Pupuk yang telah ditebarkan tidak akan mampu diserap tanaman dalam jumlah yang diharapkan, karenanya pH tanah sangat penting untuk diketahui jika efisiensi pemupukan ingin dicapai. Pemilihan jenis pupuk tanpa mempertimbangkan pH tanah juga dapat memperburuk pH tanah.

Derajat keasaman (pH) tanah sangat rendah dapat ditingkatkan dengan menebarkan kapur pertanian, sedangkan pH tanah yang terlalu tinggi dapat diturunkan dengan penambahan sulfur. Dapat disimpulkan, secara umum pH yang ideal bagi pertumbuhan tanaman adalah mendekati 6.5-7. Namun kenyataannya setiap jenis tanaman memiliki kesesuaian pH yang berbeda.
c.    Kesuburan Biologi

Sifat biologi tanah meliputi bahan organik tanah, flora dan fauna tanah (khususnya mikroorganisme penting seperti bakteri, fungi dan Algae), interaksi mikroorganisme tanah dengan tanaman (simbiosa) dan polusi tanah.

Daftar Pustaka

Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil. 2017. Kimia, Industri dan Teknologi Hijau.Jakarta: Pantona Media



dampak pencemaran udara

Oleh : Febriansyah (@F26-Febriansyah, @Proyek D04)


Abstrak
 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden berada pada kategori sedang yaitu sebanyak 16 orang (80%), sebagian besar responden memiliki sikap dengan kategori baik yaitu sebanyak 13 orang (65%), dan sebagian besar responden memiliki tindakan dengan kategori sedang yaitu sebanyak 14 orang (70%). Sementara itu seluruh responden mengalami keluhan kesehatan seperti mata perih dan mengalami anemia 19 orang (95%), gangguan pernapasan dan kulit terasa seperti terbakar 20 orang (100%). Berdasarkan penelitian ini disarankan agar dilaksanakan pengawasan bagi para karyawan untuk menggunakan alat pelindungi diri agar dapat meminimalisasikan terjadinya gannguan kesehatan.Kata kunci: perilaku karyawan, polusi udara, keluhan kesehatan

Pembahasan
            Pencemaran udara merupakan yang paling bahayajika di bandingkan dengan jenis pencemaran lainnya. Hal yang paling dominan ialah konsumsi bahan bakar untuk keperluan kehidupan sehari-hari, seperti untuk memasak, kendaraan bermotor, kegiatan industry, dan sebagainya. Hasil proses pembakaran antara lain melepaskan sejumblah bahan kimia ke udara, sekaligus menimbulkan pencemaran.
            Penggunan bahan bakar minyak, kayu dan batubara menimbulkan efek samping dihasilkan polutan udara. Datri proses kegunaan batubara di lepaskan sulfur dioksida ke udara sifatnya beracun, selain itu berpontensi minimbulkan pemesanan Global dan hujan asam, ditandai dengan peningkatan suhu,hujan tidak menentu dan kekeringan terjadi di seluruh dunia, sehingga banyak hewan dan tumbuhan yang mengalami kesulitan untuk kelajutan hidup. Polutan di udara berkaitan dengan peningkatan jumblah penderita penyakit asam dan kangker paru-paru pada manusia. Pembahasan mengenai pencemaran udara lebih lanjut pada modul berikut.

Kesimpulan:
Udara adalah sumberdaya lingkungan yang suplainya konstan/relatif konstan berapapun jumlahnya dimanfaatkan. Walaupun selalu tersedia udara merupakan sumberdaya yang sangat penting artinya, oleh karenanya mengetahui, memahami serta melakukannya caracara antisipasi pencemaran udara dalam pengelolaan sumberdaya lingkungan. Terdapat lima unsur-unsur kimia berbahaya sebagai pencemar udara yang penting, yaitu : 1) Ozone (O3) , 2) Oksida Karbon (CO dan CO2), 3) Oksida Belerang (SO2 dan SO3), 4) Oksida Nitrogen (NO,NO2, dan N2O), 5) Partikel Mokuler (debu, asam, pestisida, dll). Dari kelima unsur-unsur penting pencemar udara ini diperlukan metode dan cara pendekatan yang berbeda dalam pengelolaannya, diantara adalah antisipasi teknis sesuai dengan karakteristik zat pencemar tersebut.

Daftar pustaka:
https://www.google.co.id/search?q=pencemaran+udara&oq=pencemaran+udara&aqs=chrome..69i57j69i60l2j69i61.12640j0j4&sourceid=chrome&ie=UTF-8

http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/25659/Abstract.pdf;jsessionid=F76AA26E997428781C88FB21DCCABF14?sequence=6

Hidayat, A.A., dan Kholil, M. 2017. Kimia, Industri dan Teknologi Hijau. Jakarta: Pantona Media.

Langkah Cermat Menangani Pencemaran Lingkungan, Simak Yuk !

Oleh: Marselina Umasugi (@F13-Marselina)


Abstrak
Di Indonesia, ada banyak kasus keracunan dan pencemaran lingkungan yang sulit diungkapkan, terutama karena data yang tidak mencukupi untuk membuktikan penyebab kasus tersebut, yaitu BuyatCase, kasus keracunan penduduk di Magelang, kematian Munir (Hak Asasi Manusia Aktivis), dan keracunan makanan yang sering terjadi di Indonesia. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman akan adanya penyebutan untuk membuat kesimpulan tentang kasus-kasus yang berkaitan dengan keracunan dan pencemaran lingkungan membuat strategi pengumpulan data seringkali salah. Melalui toksikologi forensik, mekanisme dan nasib zat beracun pada organisme hidup dan nasib lingkungannya bisa disayangkan, dan mempermudah penyelidikan, dan penyebab utama keracunan atau polusi dapat terjadi. Biomonitoring adalah salah satu ilmu yang mendukung penyelidikan bukti ilmiah inForensic Toxicology. Dengan penentuan biomarker, kita bisa menggambarkan pemaparan zat-zat kimiawi kepada seseorang, populasi atau spesies di lingkungan, dan juga bisa menggambarkan zat toksik yang menyebabkan keracunan atau polusi. Perhatian utama dalam toksikologi forensik bukanlah keluaran aspek hukum dari penyelidikan toksikologi, namun ini adalah teknologi dan tehnik yang diperoleh dan hasil intepreting. Dengan memahami toksikologi dan dukungan dari ilmu pengetahuan terkait, strategi dan langkah penting dan tepat dapat diambil untuk membuat kesimpulan yang benar dalam menangani kasus keracunan dan pencemaran lingkungan.

PENANGANAN LIMBAH INDUSTRI

Oleh : Jessica Siahaan
@F18-Jessica


ABSTRAK

Limbah industri merupakan salah satu masalah serius di era industrialisasi. Proses pengolahan limbah harus ditangani lebih awal selama proses produksi. Penanganan limbah yang baik akan menjamin kenyamanan bagi semua orang. Limbah adalah buangan yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki di lingkungan karena tidak mempunyai nilai ekonomi. Limbah terdiri dari zat atau bahan buangan yang dihasilkan proses produksi industri yang kehadirannya dapat menurunkan kualitas lingkungan. Limbah yang mengandung bahan polutan yang memiliki sifat racun dan berbahaya dikenal dengan limbah B-3, yang dinyatakan sebagai bahan yang dalam jumlah relatif sedikit tetapi berpotensi untuk merusak lingkungan hidup dan sumber daya.
Kata Kunci : Limbah Industri

Dampak dan Bahaya Kabut Asap Terhadap Lingkungan dan Manusia


Kabut Asap yang diakibatkan oleh kebakaran hutan seperti yang sering terjadi di Indonesia terutama yang saat ini sedang melanda daerah Riau, Jambi, Palembang dan daerah sekitarnya dapat menyebabkan dampak buruk sekaligus berbahaya terhadap kesehatan.




Dampak yang paling parah dari pengaruh kabut asap ialah penyakit radang paru paru yang dikenal dengan paru paru basah ( pneumonia ) bisa hadir dalam tubuh Anda. Nah, jika radang paru paru sudah masuk ke dalam tubuh Anda, maka dalam jangka waktu yang tidak lama lagi Anda akan terkena peradangan selaput otak ( meningitis ), bahkan dalam kasus terparah ialah kegagalan pernafasan.

Sedangkan dampak dan bahaya kabut asap yang paling sering terjadi ialah infeksi saluran penfasan akut ( ISPA ). Dalam catatan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), sudah 13 orang yang meninggal akibat infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan dua orang lainnya meninggal karena terhalang jarak pandang.

Dari catatannya, secara keseluruhan sudah ada 15 orang, dimana yang 13 orang meninggal di antaranya lantaran menghirup asap sehingga terkena ISPA. Mereka tersebar di wilayah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar).

Berikut ini beberapa dampak negatif dan bahaya kabut asap bagi kesehatan ( dikutip dari http://dinkes.baritokualakab.go.id ), diantaranya :
  • Kabut asap dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta menyebabkan reaksi alergi, peradangan dan mungkin juga infeksi.
  • Kabut asap dapat memperburuk penyakit asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkitis kronik, PPOK dan sebagainya.
  • Kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan seseorang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas.
  • Bagi mereka yang berusia lanjut (lansia) dan anak-anak maupun yang mempunyai penyakit kronik, dengan kondisi daya tahan tubuh yang rendah akan lebih rentan untuk mendapat gangguan kesehatan.
  • Kemampuan dalam mengatasi infkesi paru dan saluran pernapasan menjadi berkurang, sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi.
  • Berbagai penyakit kronik juga dapat memburuk.
  • Bahan polutan pada asap kebakaran hutan dapat menjadi sumber polutan di sarana air bersih dan makanan yang tidak terlindungi.
  • Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) jadi lebih mudah terjadi, terutama karena ketidak seimbangan daya tahan tubuh (host), pola bakteri/virus penyebab penyakit (agent) serta buruknya lingkungan (environment).
Menurut Guru Besar Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI yang juga Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI Tjandra Yoga Aditama mengatakan, Dampak langsung yang akan dirasakan adalah infeksi paru dan saluran napas. Tjandra menjelaskan, kabut asap dapat menyebabkan iritasi lokal pada selaput lendir di hidung, mulut dan tenggorokan. Kemudian juga menyebabkan reaksi alergi, peradangan, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan yang paling berat menjadi pneumonia.

“Kemampuan paru dan saluran pernapasan mengatasi infeksi juga berkurang sehingga menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi,” jelas Tjandra.

Selain infeksi pernapasan, dampak lainnya yaitu, gangguan iritasi pada mata dan kulit akibat kontak langsung dengan asap kebakaran hutan. Mulai dari terasa gatal, mata berair, peradangan, dan infeksi yang memberat. Bagi yang telah memiliki asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkitis kronik, dan PPOK akan diperburuk jika asap karena asap terhirup ke dalam paru

Pencemaran Radioaktif



Oleh : @F04_Donni

Abstrak

            Pencemaran radioaktif, juga dikenali sebagai pencemaran radiologikal, adalah bahan radioaktif di permukaan, atau dalam pepejal, cecair, atau gas (termasuk badan manusia), di mana kehadiran mereka tidak disengajakan atau dikehendaki, atau proses yang membebaskannya di tempat sedemikian Juga secara kurang formal bagi merujuk kepada kuantiti, terutamanya aktiviti di permukaan (atau satu unit kawasan permukaan). Pencemaran radioaktif merujuk hanya kepada kehadiran kereputan radioaktif, dan tidak memberikan sebarang petunjuk kepada magnitud ancaman terbabit.

Dampak Pencemaran Air Bagi Lingkungan


ABSTRAK
Pencemaran air menyebabkan terganggunya semua spesies makhluk hidup yang ada di planet bumi . sekitar 60 % spesies hewan dan tumbuhan terdapat dipermukaan atau didalam air .Seiring kemajuan zamankeadaan lingkungan semakin menjadi perhatian utama untuk dijadikan pengamatan.Lingkungan sudah mengalami berbagai macam perubahan yang cukup signifikan,salah satunya adalah pencemaran lingkungan.Pencemaran lingkungan telah menjadi salah satu permasalahan yang tengah dihadapi kota-kota di Indonesia.
Pencemaran disini dapat diartikan sebagai  keadaan dimana masuknya atau dimasukinya makhluk hidup atau komponen lain yang membuat berubahnya tatanan lingkungan atau proses alam yang menyebabkan lingkungan tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.Salah satu pencemaran yang terjadi adalah pencemaran sungai.Pencemaran sungai dapat menyebabkan berbagai macam kerugian, tidak hanya kerugian bagi manusia tetapi kerugian juga di derita oleh hewan dan tumbuhan. Pencemaran sungai disebabkan oleh 2 faktor: Pencemaran yang disebabkan oleh Alam dan Pencemaran yang disebabkan oleh Manusia. Ada juga berbagai macam bahan pencemar air sungai, mulai dari bahan organik yang dapat diuraikan secara alami sampai bahan-bahan anorganik yang tidak dapat diuraikan secara alami. .
Pencemaran sungai merupakan masalah global yang membutuhkan evaluasi dan revisi kebijakan pengolahan Sumber Daya Alam.Air merupakan kebutuhan pokok yang harus terpenuhi dalam semua kegiatan manusia.Pencemaran air sendiri juga bisa diartikan sebagai suatu perubahan keadaan air tau komponen air dalam sebuah penampungan air seperti danau, sungai dan air tanah akibat aktivitas manusia.Danau, sungai dan air tanah merupakan bagian penting dalam siklus kehidupan manusia.Bisa dibayangkan jika air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari telah terkontaminasi oleh bahan-bahan berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit.Oleh karena itu Pemerintah dan Masyarakat harus lebih memperhatikan keadaan air sungai yang ada di perkotaan supaya Masyarakat yang hidup dan bergantung dengan air sungai dapat hidup dengan sehat tanpa mengalami masalah.

Keyword: Pencemaran Sungai, Penyebab, Dampak, Solusi
ISI

Sungai merupakan salah satu sumber daya alam yang bersifat mengalir, sehingga perlakuan air di hulu akan member dampak di hilir. Pencemaran di hulu akan menyebabkan biaya social di hilir (extematily effect) dan pelestarian di hulu akan bermanfaat di hilir. Sungai sangat bermanfaat bagi manusia dan juga bermanfaat bagi biota air.Air merupakan sumber daya alam yang memenuhi hajat hidup orang banyak sehingga perlu dilindungi agar dapat bermanfaat bagi hidup dan kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya.Perlu upaya pelestarian dan pengendalian air, untuk menjaga kualitas air atau mencapai kualitas air sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sesuai dengan tingkat mutu air yang dikehendaki. Pengelolaan kuaitas air dilakukan dengan upaya pengendalian pencemaran air, yaitu dengan upaya memelihara fungsi air sehingga kualitas air memenuhi baku mutu. Air yang relatif bersih sangat didambakan oleh manusia, baik untuk keperluan hidup sehari-hari, keperluan  industri, untuk kebersihan sanitasi kota, maupun untuk keperluan pertanian dan lain sebagainya.

Saat ini air menjadi masalah yang perlu mendapatkan perhatian serius.Karena air telah tercemar oleh limbah – limbah dari berbagai hasil kegiatan manusia, sehingga untuk memperoleh air yang baik sesuai dengan standar tertentu diperlukan biaya yang cukup mahal. Secara kualitas, sumber daya air telah mengalami penurunan. Begitu pula secara kuantitas yang sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan manusia yang terus meningkat.Makin banyak berita-berita mengenai pencemaran sungai dari hari kehari. Pencemaran sungai  ini terjadi dimana-mana. Krisis air juga tejadi di hampir seluruh Pulau Jawa dan sebagian Pulau Sumatera, terutama di kota-kota besar baik akibat pencemaran limbah cair industri, rumah tangga ataupun pertanian.

Pencemaran sungai di banyak wilayah di Indonesia telah mengakibatkan terjadinya krisis air bersih. Kurangnya kesadaran warga sekitar serta lemahnya pengawasan pemerintah dan keengganan mereka untuk melakukan penegakan hukum yang benar menjadikan masalah pencemaran sungai menjadi hal yang kronis yang semakin lama semakin parah.
DAMPAK PENCEMARAN TERHADAP KEHIDUPAN IKAN
Ikan yang menjadi salah satu organisme akuatik (perairan memiiki nilai ekonomi, ekologis dan rekreatif/pariwisata. Oleh karena itu ia telah mendapat perhatian cukup besar dari kelangan ilmuwan, terutama masalah yang menyangkut pengaruh pencemaran terhadap kelangsungan hidup dan perkembangannya. Ketertarikan tersebut, sebetulnya Juga tak lepas dari keuntungan yang bisa dipetik jika dunia perikanan dapat berhasil baik.
Lagipula negara kita yang didominasi oleh lingkungan perairan, menjadi salah satu negara yang memberi perhatian khusus pada bidang ilmu perikanan di lembaga-lembaga pendidikan formal, bukannya tanpa tujuan, melainkan untuk mempersiapkan manusiamanusia yang memiliki keahlian khusus dalam bidang ini. Sebagai makhluk hidup, ikan memerlukan kondisi lingkungan yang optimal untuk menjamin kesehatan pertumbuhan serta perkembangannya. Seperti telah diuraikan diatas, bahwa kriteria fisik, klinis dan biologis menjadi penentu kualitas suatu lingkungan perairan. Maka dari itu kodisi ketiga faktor inilah yang seyogyanya dipertahankan dalam kondisi yang optimum.
Yang dimaksud dengan kondisi optimal dapat dijabarkan lebih jauh sebagai berikut : dari segi fisik, air tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna, yang khas sebagai akibat pencemaran, suhu perairan berada pada kisaran (25-27)°C dengan perubahan terbesar 50C; dari segi kemis, keasaman terletak diantara pH 6 - 7,5 atau setidak-tidaknya pH 5 - 9 ppm (part permillion atau mg/l) sekurang-kurangnya 3 ppm, kandungan COD berkisar antara 5 - 15 ppm, kandungan nitrat, nitrit serta khlor bebas tidak lebih dari 10 ppm, kandungan HCO3 antara 6,0-7,0 ppm; Dari segi biologis, ketesediaan makanan dalam jumlah dan diversitas yang tinggi, akan mengurangi derajat persaingan dan ketergantungan pada rantai makanan.
Bilamana kriteria-kriteria tersebut telah menyimpang dari kisaran normal, maka kelangsungan hidup dan perkembangan ikan di dalamnya akan terganggu. Gangguan yang mungkin timbul adalah abnormalitas fisiologis dan fungsional dalam tubuh, dengan proses yang berturutan dari lingkungan abiotik hingga ke lingkungan biotiknya.
Penekanan kadar oksigen terlarut misalnya, akhirnya akan menganggu pernafasan,sementara kenaikan kadar COD akan meracuni jaringan-jaringan tertentu dalam tubuh ikan.
Bila persenyawaan yang masuk air adalah bahanbahan yang bersifat Toksis (beracun), akan mengalami apa yang dinamakan biomagnifikasi melalui rantai makanan. Yang dimaksud dengan biomagnifikasi adalah, peningkatan. konsentrasi zat tertentu di dalam tubuh organisme sesuai dengan tingkatnya dalam rantai makanan. Jika ini terjadi di perairan yang ternyata menjadi sumber ikan-ikan yang dikonsumsi oleh manusia jika konsentrasi zat toksis di dalam tubuh manusia akan meningkat. Akibat semacam ini telah pernah terjadi di perairan teluk Minamata (Jepang), ion mercury (sejenis logam berat) mengalami biomagnifikasi sampai ke jaringan otak manusia. Kematian ikan-ikan di perairan tertentu, jelas merupakan manifestasi dari akibat pencemarain, gangguan fungsional dan fisiologis yang sampai mengganggu dan mengakibatkan kematian ikan, menggambarkan betapa baratnya pencemaran yang telah terjadi. Andaikata ikan-ikan tidak sampai mengalami kematian, paling tidak gangguangangguan berat dan kondisi kekurangan makan akan mengurangi masa jaringan dan otototot ikan.
Gejala-gejala yang dapat kita gunakan sebagai pertanda bahwa ikan telah terkena gangguan pencernaran dapat terlihat pada: frekuensi pergerakan insang, dimana jika semakin tinggi menandakan ikan baru saja terpengaruh, dan akan semakin kecil bila pengaruhnya sudah bersentuhan lama; ikan yang sudah terganggu berat akan berenang di permukaan air, ini berkaitan dengan usaha mendapatkan oksigen bagi pernafasan; kepala ikan nampak membesar, tidak proporsional dengan besar tubuhnya; mata akan melesat/ terbenam ke dalam rongga mata (kantung oculi); daging mengalami reduksi yang hebat, terlihat dari tulang-tulang rusuknya (costae) yang menonjol dan strip yang membesar: pada sisik dapat terlihat adanya bintik-bintik hitam atau coklat yang merupakan akibat pengumpulan pigmen kulit (melanophore dan guanophore) sebagai pertanda bahwa kulit mengadakan tanggapan langsung terhadap perubahan lingkungan eksternal.
Bahan Pencemar Air Sungai
Pada dasarnya Bahan Pencemar Air dapat dikelompokkan menjadi:
a)   Sampah yang dalam proses penguraiannya memerlukan oksigen yaitu sampah yang mengandung senyawa organik, misalnya sampah industri makanan, sampah industri gula  tebu, sampah rumah tangga (sisa-sisa makanan), kotoran manusia dan kotoran hewan, tumbuh­tumbuhan dan hewan yang mati. Untuk proses penguraian sampah­sampah tersebut memerlukan banyak oksigen, sehingga apabila sampah-sampah tersbut terdapat dalam air, maka perairan (sumber air) tersebut akan kekurangan oksigen, ikan-ikan dan organisme dalam air akan mati kekurangan oksigen. Selain itu proses penguraian sampah yang mengandung protein (hewani/nabati) akan menghasilkan gas H2S yang berbau busuk, sehingga air tidak layak untuk diminum atau untuk mandi.
b)  Bahan pencemar penyebab terjadinya penyakit, yaitu bahan pencemar yang mengandung virus dan bakteri misal bakteri coli yang dapat menyebabkan penyakit saluran pencernaan (disentri, kolera, diare, types) atau penyakit kulit. Bahan pencemar ini berasal dari limbah rumah tangga, limbah rumah sakit atau dari kotoran hewan/manusia.
c) Bahan pencemar senyawa anorganik/mineral misalnya logam-logam berat seperti merkuri (Hg), kadmium (Cd), Timah hitam (pb), tembaga (Cu), garam-garam anorganik. Bahan pencemar berupa logam-logam  berat yang masuk ke dalam tubuh biasanya melalui makanan dan dapat tertimbun dalam organ-organ tubuh seperti ginjal, hati, limpa saluran pencernaan lainnya sehingga mengganggu fungsi organ tubuh tersebut.
d) Bahan pencemar organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yaitu senyawa organik berasal dari pestisida, herbisida, polimer seperti plastik, deterjen, serat sintetis, limbah industri dan limbah minyak. Bahan pencemar ini tidak dapat dimusnahkan oleh mikroorganisme, sehingga akan menggunung dimana-mana dan dapat mengganggu kehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup.
e)  Bahan pencemar berupa makanan tumbuh-tumbuhan seperti senyawa nitrat, senyawa fosfat dapat menyebabkan tumbuhnya alga (ganggang) dengan pesat sehingga menutupi permukaan air. Selain itu akan mengganggu ekosistem air, mematikan ikan dan organisme dalam air, karena kadar oksigen dan sinar matahari berkurang. Hal ini disebabkan oksigen dan sinar matahari yang diperlukan organisme dalam air (kehidupan akuatik) terhalangi dan tidak dapat masuk ke dalam air.
f)   Bahan pencemar berupa zat radioaktif, dapat menyebabkan penyakit kanker, merusak sel dan jaringan tubuh lainnya. Bahan pencemar ini berasal dari limbah PLTN dan dari percobaan-percobaan nuklir lainnya.
g)  Bahan pencemar berupa endapan/sedimen seperti tanah dan lumpur akibat erosi pada tepi sungai atau partikulat-partikulat padat/lahar yang disemburkan oleh gunung berapi yang meletus, menyebabkan air menjadi keruh, masuknya sinar matahari berkurang, dan air kurang mampu mengasimilasi sampah.
h)  Bahan pencemar berupa kondisi (misalnya panas), berasal dari limbah pembangkit tenaga listrik atau limbah industri yang menggunakan air sebagai pendingin. Bahan pencemar panas ini menyebabkan suhu air meningkat tidak sesuai untuk kehidupan akuatik (organisme, ikan dan tanaman dalam air). Tanaman, ikan dan organisme yang mati ini akan terurai menjadi senyawa-senyawa organik. Untuk proses penguraian senyawa organik ini memerlukan oksigen, sehingga terjadi penurunan kadar oksigen dalam air.
Secara garis besar bahan pencemar air tersebut di atas dapat dikelompokkan menjadi:

Bahan pencemar organik, baik yang dapat mengalami penguraian oleh mikroorganisme maupun yang tidak dapat mengalami penguraian.
Bahan pencemar anorganik, dapat berupa logam-logam berat, mineral (garam-garam anorganik seperti sulfat, fosfat, halogenida, nitrat)
Bahan pencemar berupa sedimen/endapan tanah atau lumpur.
Bahan pencemar berupa zat radioaktif
Bahan pencemar berupa panas
Penyebab Terjadinya Pencemaran Sungai

Pencemaran air sungai dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu pencemaran sungai yang disebabkan oleh alam dan pencemaran sungai yang disebabkan oleh ulah manusia. Pencemaran sungai yang disebabkan oleh alam antara lain akibat desposisi asam, kebakaran hutan, meletusnya gunung berapi, serta endapan hasil erosi. Sementara pencemaran sungai yang disebabkan oleh ulah manusia terbagi menjadi beberapa sumber pencemaran, antara lain limbah industri, limbah pemukiman, limbah pertanian, limbah rumah sakit, dan limbah pertambangan.

Pencemaran Sungai yang Disebabkan oleh Alam

a) Desposisi Asam, Kelebihan zat asam pada sungai akan mengakibatkan sedikitnya spesies yang bertahan. Jenis plankton dan invertebrata merupakan mahkluk yang paling pertama mati akibat pengaruh pengasaman. Jika sungai memiliki pH dibawah 5, lebih dari 75 % dari spesies ikan akan hilang (Anonim, 2002). Ini disebabkan oleh pengaruh rantai makanan, yang secara signifikan berdampak pada keberlangsungan suatu ekosistem. Tidak semua sungai yang terkena hujan asam akan menjadi pengasaman, dimana telah ditemukan jenis batuan dan tanah yang dapat membantu menetralkan keasaman.
b) Kebakaran Hutan, Kebakaran hutan memang tidak secara signifikan menyebabkan perubahan kualitas air di sungai, namun kebakaran hutan bisa menyebabkan terganggunya ekosistem makhkluk hidup yang ada di sungai yang disebabkan faktor asap. Tebalnya asap menyebabkan matahari sulit untuk menembus dalamnya lautan. Pada akhirnya hal ini akan membuat beberapa spesies tumbuhan yang hidup di sungai menjadi sedikit terhalang untuk melakukan fotosintesa dan ikan-ikan sulit bernafas karena kandungan CO2 yang berlebih.
c) Letusan Gunung Berapi, letusan gunung berapi menyebabkan sungai atau danau tercemar karena bebatuan serta materi-materi yang terbawa dari gunung mengendap di sungai. Jika materi yang mengendap bervolume besar, maka hal ini menyebabkan ikan-ikan mati bila tertumpuk oleh bebatuan tersebut.Selain itu, materi-materi yang bervolume kecil menyebabkan sungai keruh dan mempengaruhi ekosistem di sungai.
d) Endapan Hasil Erosi, Tebalnya lumpur yang terbawa erosi akan mengalami pengendapan di bagian hilir sungai. Ancaman yang muncul adalah meluapnya sungai bersangkutan akibat erosi yang terus menerus.Ketika air hujan tidak lagi memiliki penghalang dalam menahan lajunya maka ia akan membawa seluruh butir tanah yang ada di atasnya untuk masuk kedalam sungai-sungai yang ada. Akibatnya adalah sungai menjadi sedikit keruh. Hal ini akan terus berulang apabila ada hujan di atas gunung ataupun di hulu sungai sana.
Pencemaran Sungai yang Disebabkan oleh Ulah Manusia

a) Limbah Industri, Limbah industri sangat potensial sebagai penyebab terjadinya pencemaran air sungai. Pada umumnya limbah industri mengandung limbah B3, yaitu bahan berbahaya dan beracun. Menurut PP 18 tahun 99 pasal 1, “limbah B3 adalah sisa suatu usaha atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun yang dapat mencemarkan atau merusak lingkungan hidup sehingga membahayakan kesehatan serta kelangsungan hidup manusia dan mahluk lainnya.”.Karakteristik limbah B3 adalah korosif/ menyebabkan karat, mudah terbakar dan meledak, bersifat toksik/ beracun dan menyebabkan infeksi/ penyakit. Limbah industri yang berbahaya antara lain yang mengandung logam dan cairan asam. Misalnya limbah yang dihasilkan industri pelapisan logam, yang mengandung tembaga dan nikel serta cairan asam sianida, asam borat, asam kromat, asam nitrat dan asam fosfat.Limbah ini bersifat korosif, dapat mematikan tumbuhan dan hewan air.Pada manusia menyebabkan iritasi pada kulit dan mata, mengganggu pernafasan dan menyebabkan kanker.
Logam yang paling berbahaya dari limbah industri adalah merkuri atau yang dikenal juga sebagai air raksa (Hg) atau air perak.Limbah yang mengandung merkuri selain berasal dari industri logam juga berasal dari industri kosmetik, batu baterai, plastik dan sebagainya.Di Jepang antara tahun 1953- 1960, lebih dari 100 orang meninggal atau cacat karena mengkonsumsi ikan yang berasal dari Teluk Minamata.Teluk ini tercemar merkuri yang bearasal dari sebuah pabrik plastik.Senyawa merkuri yang terlarut dalam air masuk melalui rantai makanan, yaitu mula-mula masuk ke dalam tubuh mikroorganisme yang kemudian dimakan yang dikonsumsi manusia. Bila merkuri masuk ke dalam tubuh manusia melalui saluran pencernaan, dapat menyebabkan kerusakan akut pada ginjal sedangkan pada anak-anak dapat menyebabkan Pink Disease/ acrodynia, alergi kulit dan  disease/ mucocutaneous lymph node syndrome.

b) Limbah Pemukiman, Limbah pemukiman mengandung limbah domestik berupa sampah organik dan sampah anorganik serta deterjen. Sampah organik adalah sampah yang dapat diuraikan atau dibusukkan oleh bakteri.Contohnya sisa-sisa sayuran, buah-buahan, dan daun-daunan.Sedangkan sampah anorganik seperti kertas, plastik, gelas atau kaca, kain, kayu-kayuan, logam, karet, dan kulit.Sampah-sampah ini tidak dapat diuraikan oleh bakteri (non biodegrable). Sampah organik yang dibuang ke sungai menyebabkan berkurangnya jumlah oksigen terlarut, karena sebagian besar digunakan bakteri untuk proses pembusukannya.
Apabila sampah anorganik yang dibuang ke sungai, cahaya matahari dapat terhalang dan menghambat proses fotosintesis dari tumbuhan air dan alga, yang menghasilkan oksigen. Tentunya anda pernah melihat permukaan air sungai atau danau yang ditutupi buih deterjen.Deterjen merupakan limbah pemukiman yang paling potensial mencemari air.Pada saat ini hampir setiap rumah tangga menggunakan deterjen, padahal limbah deterjen sangat sukar diuraikan oleh bakteri sehingga tetap aktif untuk jangka waktu yang lama.Penggunaan deterjen secara besar-besaran juga meningkatkan senyawa fosfat pada air sungai atau danau.Fosfat ini merangsang pertumbuhan ganggang dan eceng gondok. Pertumbuhan ganggang dan eceng gondok yang tidak terkendali menyebabkan permukaan air danau atau sungai tertutup sehingga menghalangi masuknya cahaya matahari dan mengakibatkan terhambatnya proses fotosintesis. Jika tumbuhan air ini mati, akan terjadi proses pembusukan yang menghabiskan persediaan oksigen dan pengendapan bahan-bahan yang menyebabkan pendangkalan.

c) Limbah Pertanian, Pupuk dan pestisida biasa digunakan para petani untuk merawat tanamannya. Namun pemakaian pupuk dan pestisida yang berlebihan dapat mencemari air.Limbah pupuk mengandung fosfat yang dapat merangsang pertumbuhan gulma air seperti ganggang dan eceng gondok.Pertumbuhan gulma air yang tidak terkendali ini menimbulkan dampak seperti yang diakibatkan pencemaran oleh deterjen.
Limbah pertanian dapat mengandung polutan insektisida atau pupuk organik.Insektisida dapat mematikan biota sungai. Jika biota sungai tidak mati kemudian dimakan hewan atau manusia orang yang memakannya akan keracunan. Untuk mencegahnya, upayakan agar memilih insektisida yang berspektrum sempit (khusus membunuh hewan sasaran) serta bersifat biodegradabel (dapat terurai oleh mikroba) dan melakukan penyemprotan sesuai dengan aturan.Jangan membuang sisa obet ke sungai. Sedangkan pupuk organik yang larut dalam air dapat menyuburkan lingkungan air (eutrofikasi). Karena air kaya nutrisi, ganggang dan tumbuhan air tumbuh subur (blooming). Hal yang demikian akan mengancam kelestarian bendungan. bemdungan akan cepat dangkal dan biota air akan mati karenanya.

Selain itu penggunaan pupuk yang terus menerus dalam pertanian akan merusak struktur tanah, yang menyebabkan kesuburan tanah berkurang dan tidak dapat ditanami jenis tanaman tertentu karena hara tanah semakin berkurang. Penggunaan pestisida bukan saja mematikan hama tanaman tetapi juga mikroorga-nisme yang berguna di dalam tanah. Padahal kesuburan tanah tergantung pada jumlah organisme di dalamnya. Sedangkan penggunaan pestisida yang terus menerus akan mengakibatkan hama tanaman kebal terhadap pestisida tersebut.

Dampak Pencemaran Sungai

Pada saat ini, limbah kegiatan industri dikatakan telah mengancam seluruh.negeri.Hal ini disebabkan karena melalui mekanisme alam seperti tiupan angin, aliran air sungai, daya rambat di tanah melalui difusi limbah tersebut dapat menyebar ke mana-mana.Buangan di perairan menyebabkan masalah kehidupan biota dalam bentuk keracunan bahkan kematian.Gangguan terhadap biota perairan telah menimbulkan dampak penurunan kualitas dan kuantitas biota perairan (ikan dan udang).Kelebihan pupuk yang dialirkan ke rawa atau ke danau dapat menimbulkan suburnya enceng gondok.Selain itu, erosi lumpur yang terbawa ke laut kemudian diendapkan mengakibatkan tertutupnya permukaan karang yang pada akhirnya menyebabkan kematian karang.

Akibat pencemaran itu  kehidupan dalam air dapat terganggu dengan  mematikan binatang-binatang dan tumbuh-tumbuhan dalam air karena oksigen yang terlarut dalam air  akan habis dipakai untuk dekomposisi aerobik dari zat-zat organik yang banyak terkandung dalam air buangan.Pencemaran limbah ke lingkungan perlu diperhatikan dan diantisipasi dengan baik, lebih-lebih terhadap air sungai, karena air sungai dipakai penduduk untuk berbagai keperluan. Pencemaran sungai oleh air buangan ditinjau dari sudut mikrobiologi antara lain : pencemaran bakteri patogen dan non patogen serta bahan organik. Banyaknya bahan organik akan merangsang pertumbuhan mikroorganisme menjadi pesat.

Hal ini mengakibatkan pemakaian oksigen akan cepat dan meningkat, akibatnya kadar oksigen terlarut dalam air akan menipis dan menjadi sedikit sekali, yang akhirya mengakibatkan mikroorganisme dan organisme air lainnya yang memerlukan oksigen mati. Ekologi air akan berubah drastis. Keadaan menjadi anaerobik, sehingga air sungai busuk, dan tidak sehat bagi pertumbuhan mikroorganisme flora dan fauna air itu.Lingkungan hidup yang demikian ini sudah rusak dan tidak layak lagi bagi kebutuhan hidup kita (Ardhana, 1994).

Pencegahan Pencemaran Air sungai

Melestarikan hutan di hulu sungai
Secara umum untuk mengatasi pencemaran air sungaiagar tidak menimbulkan erosi tanah disekitar hulu sungai sebaiknya pepohonan tidak digunduli atau ditebang atau merubahnya menjadi areal pemukiman penduduk. Dengan adanya erosi otomatis akan membawa tanah, pasir, dan sebagainya ke aliran sungai dari hulu ke hilir sehingga menyebabkan pendangkalan sungai.

Tidak buang air di sungai
Buang air kecil dan air besar sembarangan adalah perbuatan yang salah.Kesan pertama dari tinja atau urin yang dibuang sembarangan adalah bau dan menjijikan.Tinja juga merupakan medium yang paling baik untuk perkembangan bibit penyakit dari yang ringan sampai yang berat, oleh karena itu janganlah buang air besar sembarangan khususnya di sungai.

Tidak membuang sampah di sungai
Sampah yang dibuang sembarangan di sungai akan menyebabkan aliran air di sungai terhambat. Selain itu juga sampah juga akan menyebabkan sungai cepat dangkal dan akhirnya memicu terjadinya banjir di musim penghujan, sampah juga membuat sungai tampak kotor menjijikan dan terkontaminasi.Air sungai pun menjadi berubah warna akibat bercampurnya sampah dengan bakteri dan jamur.

Tidak membuang limbah rumah tangga dan industri
Tempat yang paling mudah untuk membuang limbah industri atau limbah rumah tangga yang berupa cairan adalah dengan mambuangnya ke sungai namun apakah limbah itu aman?Limbah yang dibuang secara asal-asalan tentu saja dapat menimbulkan pencemaran mulai dari bau yang tidak sedap, pencemaran air gangguan penyakit kulit serta masih banyak lagi.

Penanggulangan Pencemaran Air Sungai 

Pengendalian/penanggulangan pencemaran air di Indonesia telah diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas dan Pengendalian Pencemaran Air. Secara umum hal ini meliputi pencemaran air baik oleh instansi ataupun non-instansi.Salah satu upaya serius yang telah dilakukan Pemerintah dalam pengendalian pencemaran air adalah melalui Program Kali Bersih (PROKASIH).Program ini merupakan upaya untuk menurunkan beban limbah cair khususnya yang berasal dari kegiatan usaha skala menengah dan besar, serta dilakukan secara bertahap untuk mengendalikan beban pencemaran dari sumber-sumber lainnya.Program ini juga berusaha untuk menata pemukiman di bantaran sungai dengan melibatkan masyarakat setempat (KLH, 2004).

Pada prinsipnya ada 2 (dua) usaha untuk menanggulangi pencemaran, yaitu penanggulangan secara non-teknis dan secara teknis. Penanggulangan secara non-teknis yaitu suatu usaha untuk mengurangi pencemaran lingkungan dengan cara menciptakan peraturan perundangan yang dapat merencanakan, mengatur dan mengawasi segala macam bentuk kegiatan industri dan teknologi sehingga tidak terjadi pencemaran. Peraturan perundangan ini hendaknya dapat memberikan gambaran secara jelas tentang kegiatan industri yang akan dilaksanakan, misalnya meliputi AMDAL, pengaturan dan pengawasan kegiatan dan menanamkan perilaku disiplin. Sedangkan penanggulangan secara teknis bersumber pada perlakuan industri terhadap perlakuan buangannya, misalnya dengan mengubah proses, mengelola limbah atau menambah alat bantu yang dapat mengurangi pencemaran. Sebenarnya penanggulangan pencemaran air dapat dimulai dari diri kita sendiri. Dalam keseharian, kita dapat mengurangi pencemaran air dengan cara mengurangi produksi sampah (minimize) yang kita hasilkan setiap hari. Selain itu, kita dapat pula mendaur ulang (recycle) dan mendaur pakai (reuse) sampah tersebut.Kitapun perlu memperhatikan bahan kimia yang kita buang dari rumah kita.Karena saat ini kita telah menjadi masyarakat kimia, yang menggunakan ratusan jenis zat kimia dalam keseharian kita, seperti mencuci, memasak, membersihkan rumah, memupuk tanaman, dan sebagainya.Kita harus bertanggung jawab terhadap berbagai sampah seperti makanan dalam kemasan kaleng, minuman dalam botol dan sebagainya, yang memuat unsur pewarna pada kemasannya dan kemudian terserap oleh air tanah pada tempat pembuangan akhir.Bahkan pilihan kita untuk bermobil atau berjalan kaki, turut menyumbangkan emisi asam atu hidrokarbon ke dalam atmosfir yang akhirnya berdampak pada siklus air alam.

Melalui penanggulangan pencemaran ini diharapkan bahwa pencemaran akan berkurang dan kualitas hidup manusia akan lebih ditingkatkan, sehingga akan didapat sumber air yang aman, bersih dan sehat.

KESIMPULAN


Pencemaran air sungai yang terjadi di perkotaan diakibatkan oleh perilaku masyarakat itu sendiri yang membuang sampah dan limbah sembarangan.Dari kedua jenis itu bahan pencemar tersebut yang banyak terdapat dalam air sungai di perkotaan adalah sampah padat. Sampah-sampah di air sungai mengakibatkan pendangkalan dan bau yang tidak sedap sebagai akibat dari bereaksinya sampah tersebut dengan unsur lain seperti bakteri dan jamur. Untuk itu diperlukan kesadaran dan perilaku yang benar dari semua pihak, baik pemerintah dan masyarakat untuk menanggulangi permasalahan sampah yang ada di sungai Jojoran gang 1 agar tidak menimbulkan banyak kerugian bagi semua masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, Atep Afia dan Muhamad Kholill, 2017, Kimia, Industri dan Teknologi Hijau
Adhi Pramono, Susetyo ,2008, Pencemaran Air dan Dampak bagi dunia perikanan
https://uwityangyoyo.wordpress.com/2016/11/23/pencemaran-air-sungai-di-perkotaan/