.

Tampilkan postingan dengan label @F18-Jessica. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @F18-Jessica. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

GREEN BUILDING


Oleh : Jessica Siahaan
@F18-Jessica

ABSTRAK

Sektor bangunan memiliki dampak besar tidak hanya pada kehidupan ekonomi dan sosial, tetapi juga pada lingkungan alam yang dibangun. Meskipun penerapan bangunan hijau dapat mengurangi kerusakan lingkungan, namun tidak semua bangunan baru didisain dan dibangun dengan menerapkan konsep bangunan hijau. Hal ini disebabkan karena penerapan konsep bangunan hijau tidak mudah, dan disamping itu terdapat tantangan yang menghambat penerapan konsep bangunan hijau.
Dalam konsep bangunan hijau ini diperlukan suatu acuan yang pengembangannya menuju konsep bangunan hijau yang terukur/obyektif, disesuaikan dengan kondisi yang ada, dan dilakukan evaluasi secara periodik, dimana inti pencapaian dari semua itu adalah dapat memenuhi peraturan yang berlaku, penghematan energi, mengurangi beban infrastruktur kota, konservasi sumber daya, dan pengakuan atas komitmen bangunan hijau.
Kata Kunci : Bangunan Hijau

DAUR ULANG LIMBAH KERTAS


Oleh : Jessica Siahaan
@F18-Jessica

ABSTRAK

Ketersediaan bahan alam yang semakin terbatas mendorong dilakukannya pemanfaatan bahan lain seperti bahan limbah yang belum banyak termanfaatkan.
Peluang usaha membuat Kertas Daur Ulang sangat menjanjikan. Koran bekas, Kertas bekas bisa jadi sumber penghasilan jika kita jeli melihatnya. Selama ini kertas-kertas tersebut kita anggap benda-benda yang tidak bernilai biasa kita buang begitu aja atau di jual ke tukang barang bekas dengan imbalan yang tidak seberapa. Tahukan anda dari kertas bekas atau kertas Koran bekas, kardus bekas tersebut ternyata menyimpan potensi peluang usaha, membuat kertas daur ulang. Intinya bisa mempunyai nilai tambah bila diolah dengan benar dan bernilai ekonomi tinggi dapat menjadi sebuah peluang bisnis yang menjanjikan dengan pemanfaatan limbah kertas kita secara tidak langsung turut mendukung program kampanye “GO GREEN” yang saat ini sedang gencar digalakkan oleh berbagai kalangan. Dengan membuat produk dari daur ulang kertas sehingga dapat mengurangi sampah yang dibuang ke lingkungan.
Kata Kunci : daur ulang

Sabtu, 10 Februari 2018

BIODIESEL SEBAGAI SUMBER ENERGI TERBARUKAN

Oleh : Jessica Siahaan
@F18-Jessica

ABSTRAK

Realita dari suatu energi tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan seiring perkembangan zaman, kebutuhan akan energi semakin meningkat dan tidak dapat dipungkiri lagi bahwa semua aktivitas manusia di bumi membutuhkan energi baik itu energi listrik, bahan bakar minyak,gas dan lain-lain. Sebagaimana kita tahu bahwa minyak bumi maasih menjadi komponen penting didalam dunia pembangkitan. Kini, sumber daya minyak bumi semakin langka dan cadangan minyak bumi sudah semakin menipis. Sementara itu permintaan minyak bumi itu sendiri semakin naik sehingga harga pun melangit. Oleh karena itu diperlukan suatu alternatif energi baru yang terbarukan untuk bisa mengatasi masalah menipisnya jumlah minyak bumi. Salah satu alternatif bahan bakar yaitu Biodiesel.
Kata Kunci : Biodiesel

PEMANFAATAN LIMBAH CAIR TAHU INDUSTRI

Oleh : Jessica Siahaan
@F18-Jessica


ABSTRAK

Industri tahu di Indoesia saat ini telah berkembang pesat sehingga menyebabkan peningkatan jumlah limbah tahu. Limbah cair tahu yang dihasilkan langsung dibuang ke badan air, hal ini mengakibatkan menurunnya kualitas badan air tersebut. Cairan limbah tahu merupakan komponen yang berbahaya jika dibuang begitu saja ke lingkungan karena dapat menimbulkan bau busuk, penyakit dan mencemari air, juga pemicu gas rumah kaca. Dengan menggunakan teknologi yang tepat, limbah cair ini dapat diolah lebih lanjut untuk menghasilkan produk samping berupa biogas yang mengandung gas methan sebagai substitusi energi pada industri yang bersangkutan. Pengolahan diperlukan untuk parameter pencemar dalam air limbah tersebut agar memenuhi baku mutu air limbah sehingga tidak mencemari lingkungan.
Kata Kunci : Limbah Tahu

PENCEMARAN UDARA AKIBAT EMISI GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR

Oleh : Jessica Siahaan
@F18-Jessica


ABSTRAK

Udara adalah faktor penting dalam kehidupan, namun, di era modern, sejalan dengan perkembangan pembangunan fisik kota dan pusat industri, serta berkembangnya transportasi, telah menyebabkan kualitas udara mengalami perubahan. Dari yang mulanya segar, kini kering dan kotor akibat dari terjadinya pencemaran udara karena kendaraan transportasi. Lewat penggunaan metode kepustakaan, maka, tampak dengan jelas ada beberapa hal yang harus mendapatkan perhatian yang serius, di antaranya; 1. Pemberian izin bagi angkutan umum kecil lebih dibatasi, sementara, kendaraan angkutan massal, diperbanyak. 2. Kontrol jumlah kendaraan pribadi. 3. Pembatasan usia kendaraan . 4. Pembangunan MRT, dan pembuatan Electronic Road Pricing. 5. Pengaturan lalu lintas, rambu-rambu, dan tindakan tegas terhadap pelanggaran berkendaraan. 6. Uji emisi harus dilakukan secara berkala pada kendaraan umum maupun pribadi. 7. Penanaman pohon berdaun lebar di pinggir jalan yang lalu lintasnya padat serta di sudut-sudut kota.

Sabtu, 03 Februari 2018

INDUSTRI KIMIA DASAR

Oleh : Jessica Siahaan
@F18-Jessica


Abstrak
Industri kimia merupakan relasi antara penelitian yang ada diloboratorium perguruan tinggi atau pusat penelitian dengan teknik kimia dalam skala industri. Ahli kimia industri memanfaatkan pengetahuan dan pemahaman yang luas,untuk kemudian ditindak lanjuti oleh perusahaan yang bergerak dibidang farmasi manufaktur polimer , pengolahan petrokimia,ilmu pangan,industri manufaktur .Dalam hal ini kimia industry merupakan bagaian rantai panjang dalam proses design,pengujian , dan prototype produk industri baru Menurut Kholil dan Hidayat (2017) industri kimia dasar bedasarkan bahan maka industri kimia dasar disub-kelompokan menjadi : Bahan petrokimia yang umumnya berasal dari minyak,  bahan polimer , dan bahan dasar organik Bahan dasar kimia dalam jumlah besar , terutama dijual kepada industry kimia dan industry lainnya sebelum menjadi produk untuk konsumen . 

PENANGANAN LIMBAH INDUSTRI

Oleh : Jessica Siahaan
@F18-Jessica


ABSTRAK

Limbah industri merupakan salah satu masalah serius di era industrialisasi. Proses pengolahan limbah harus ditangani lebih awal selama proses produksi. Penanganan limbah yang baik akan menjamin kenyamanan bagi semua orang. Limbah adalah buangan yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki di lingkungan karena tidak mempunyai nilai ekonomi. Limbah terdiri dari zat atau bahan buangan yang dihasilkan proses produksi industri yang kehadirannya dapat menurunkan kualitas lingkungan. Limbah yang mengandung bahan polutan yang memiliki sifat racun dan berbahaya dikenal dengan limbah B-3, yang dinyatakan sebagai bahan yang dalam jumlah relatif sedikit tetapi berpotensi untuk merusak lingkungan hidup dan sumber daya.
Kata Kunci : Limbah Industri

Jumat, 02 Februari 2018

HORMON ENDORPHIN, HORMON BAHAGIA

 Oleh : Jessica Siahaan
@F18-Jessica

ABSTRAK

Selain hormon stres, tubuh kita juga memiliki hormon bahagia. Hormon yang keluar saat kita merasa bahagia, senang, dan bersemangat.  Sebaliknya juga, kita akan merasa bahagia, senang, dan bersemangat bila hormon ini hadir di tubuh kita; namanya endorphin. Endorphin baru ditemukan di awal tahun 1970an, saat peneliti sedang meneliti efek opiate (heroin dan morfin) terhadap otak. Ternyata otak kita memiliki reseptor untuk opiate yang berarti ada zat seperti opiate yang memang diproduksi oleh tubuh secara alami. 
Kata Kunci : Hormon Endorphin

Sabtu, 27 Januari 2018

PENYALAHGUNAAN RHODAMIN B DALAM KIMIA PANGAN

Oleh : Jessica Siahaan
@F18-Jessica 



 


ABSTRAK

Rhodamine B termasuk salah satu zat pewarna yang dinyatakan sebagai zat pewarna berbahaya dan dilarang digunakan pada produk pangan. Namun demikian, penyalahgunaan rhodamine B sebagai zat pewarna pada makanan masih sering terjadi di lapangan dan diberitakan di beberapa media massa. Rhodamin B adalah pewarna terlarang yang sering ditemukan pada makanan, terutama makanan jajanan. Rhodamin B, yaitu zat pewarna berupa serbuk kristal berwarna hijau atau ungu kemerahan, tidak berbau, serta mudah larut dalam larutan warna merah terang berfluoresan sebagai bahan pewarna tekstil atau pakaian. Jenis jajanan yang banyak dijumpai dan dicampuri dengan Rhodamin B, antara lain bubur delima, cendol, kolang-kaling, cincau dan kue-kue lainnya. Setelah dicampuri bahan ini makanan tersebut menjadi berwarna merah muda terang.

PENDAHULUAN

Makanan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang terpenting dan  juga merupakan faktor yang sangat esensial  bagi pertumbuhan dan perkembangan manusia. Menurut Winarno dan Rahayu (1994), bahwa betapapun menariknya  penampilan, lezat rasanya dan tinggi nilai gizinya, apabila tidak aman dikonsumsi, maka makanan tersebut tidak ada nilainya sama sekali. Salah satu masalah pangan yang masih memerlukan pemecahan yaitu  penggunaan bahan tambahan pangan untuk berbagai keperluan. Penggunaan bahan tambahan pangan dilakukan pada industri  pengolahan pangan, maupun dalam  pembuatan makanan jajanan, yang umumnya dihasilkan oleh industri kecil atau rumah tangga. Makanan jajanan (street food) sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, baik dari perkotaan maupun pedesaan. Keunggulan dari makanan  jajanan adalah murah dan mudah didapat, serta cita rasanya yang cocok dengan selera kebanyakan masyarakat. Meskipun makanan  jajanan memiliki keunggulan-keunggulan tersebut, ternyata makanan jajanan juga  beresiko terhadap kesehatan karena  penanganannya sering tidak higienis, yang memungkinkan makanan jajanan terkontaminasi oleh mikroba beracun maupun  penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) yang tidak diizinkan, salah satunya adalah pewarna tekstil Rhodamin B. Rhodamin B merupakan zat kimia berbahaya yang tidak boleh dicampur dengan makanan karena dinyatakan berbahaya oleh Menteri Kesehatan (Permenkes) No.239/Menkes/Per/V/85. Rhodamin B merupakan zat pewarna yang tersedia di pasar untuk industri tekstil dan kertas, akan tetapi zat ini sering disalahgunakan sebagai zat pewarna makanan dan kosmetik di berbagai Negara.

RUMUSAN MASALAH


  • Apa itu Rhodamin B ? 
  • Apa dampak bagi tubuh apabila terpapar Rhodamin B ?

PEMBAHASAN


  • Rhodamin B adalah salah satu zat pewarna sintetis yang biasa digunakan pada industri tekstil dan kertas. Zat ini ditetapkan sebagai zat yang dilarang penggunaannya pada makanan. Rhodamin B ini juga adalah bahan kimia yang digunakan sebagai bahan pewarna dasar dalam tekstil dan kertas. Pada awalnya zat ini digunakan untuk kegiatan histologi dan sekarang berkembang untuk berbagai keperluan yang berhubungan dengan sifatnya dapat berfluorensi dalam sinar matahari. Zat yang sangat dilarang penggunaannya dalam makanan ini berbentuk kristal hijau atau serbuk ungu-kemerah – merahan, sangat larut dalam air yang akan menghasilkan warna merah kebiru-biruan dan berfluorensi kuat. Rhodamin B juga merupakan zat yang larut dalam alkohol, HCl, dan NaOH, selain dalam air.Di samping itu rhodamine juga tidak berbau serta mudah larut dalam larutan berwarna merah terang berfluorescen. Fungsinya sama yaitu sebagai bahan pewarna kertas sehingga dihasilkan warna-warna kertas yang menarik. Sayangnya zat yang seharusnya digunakan sebagai pewarna tekstil dan kertas tersebut digunakan pula sebagai pewarna makanan.Dalam buku Kimia Industri dan Teknologi Hijau dijelaskan bahwa Rhodamin B sering disalahgunakan pada pembuatan kerupuk, terasi, cabe merah giling, agar-agar, aromanis/kembang gula, manisan, sosis, sirup, minuman dan lain-lain. Adapun ciri-ciri pangan yang mengandung rhodamin B seperti warnanya cerah mengkilap dan lebih mencolok, terkadang warna terlihat tidak homogeny (rata), ada gumpalan warna pada produk, dan bila dikonsumsi rasanya sedikit lebih pahit . Biasanya produk pangan yang mengandung Rhodamin B tidak mencantumkan kode, label, merek, atau identitas lengkap lainnya. Sebenarnya penggunaan Rhodamin di Eropa sudah dilarang sejak tahum 1984, dengan alasan Rhodamin B termasuk bahan karsinogen (penyebab kanker yang kuat). Uji Toksisitas Rhodamin B yang dilakukan terhadap mencit dan tikus telah membuktikan hal tersebut. Inilah beberapa dampak kesehatan dan gangguan terhadap organ-organ tubuh jika mengkonsumsi Rhadomin B dalam jangka panjang, sehingga terakumulasi di dalam tubuh, mulai dari gejala pembesaran hati dan ginjal, gangguan fungsi hati, gangguan fisiologis tubuh, atau bahkan menyebabkan kanker hati.
  • Menurut Syah et al (2005), bahwa penggunaan Rhodamin B dalam produk pangan dilarang karena bersifat karsinogenik kuat, dapat mengakibatkan gangguan fungsi hati hingga kanker hati. Beberapa sifat berbahaya dari Rhodamin B seperti menyebabkan iritasi bila terkena mata, menyebabkan kulit iritasi dan kemerahan bila terkena kulit hampir mirip dengan sifat dari Klorin yang seperti disebutkan di atas berikatan dalam struktur Rhodamin B. Penyebab lain senyawa ini begitu berbahaya jika dikonsumsi adalah senyawa tersebut adalah senyawa yang radikal. Senyawa radikal adalah senyawa yang tidak stabil. Dalam struktur Rhodamin kita ketahui mengandung klorin (senyawa halogen), sifat halogen adalah mudah bereaksi atau memiliki reaktivitas yang tinggi maka dengan demikian senyawa tersebut karena merupakan senyawa yang radikal akan berusaha mencapai kestabilan dalam tubuh dengan berikatan dengan senyawa-senyawa dalam tubuh kita sehingga pada akhirnya akan memicu kanker pada manusia. Bahaya jangka pendek diantaranya adalah mual, muntah, sakit perut, dan tekanan darah rendah. Sedangkan bahaya jangka panjangnya adalah kanker. Tanda-tanda dan gejala akut bila terpapar Rhodamin B :
  1. Jika terhirup dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan.
  2. Jika terkena kulit dapat menimbulkan iritasi pada kulit.
  3. Jika terkena mata dapat menimbulkan iritasi pada mata, mata kemerahan, udem pada kelopak mata.
  4. Jika tertelan dapat menimbulkan gejala keracunan dan air seni berwarna merah atau merah muda.

KESIMPULAN


  • Rhodamin B adalah salah satu zat pewarna sintetis yang biasa digunakan pada industri tekstil dan kertas. Zat ini ditetapkan sebagai zat yang dilarang penggunaannya pada makanan melalui Menteri Kesehatan (Permenkes) No.239/Menkes/Per/V/85. Namun penggunaan Rhodamine dalam makanan masih terdapat di lapangan.
  • Bahaya jangka pendek apabila terpapar Rhodamin B diantaranya adalah mual, muntah, sakit perut, dan tekanan darah rendah. Sedangkan bahaya jangka panjangnya adalah kanker seperti Kanker Hati.
DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Aldwin. 2015. Bahaya Rhodamine B. http://www.academia.edu/9390718/Bahaya_Rhodamine_B (diunduh pada 27 Januari 2018) 

Anonim, 2012. Bahaya Bahan Kimia Dalam Makanan. http://perihalbarah.blogspot.co.id/2012/09/bahaya-bahan-kimia-dalam-makanan.html (diunduh pada 27 Januari 2018)

Dina, Nang. 2012. Dampak Penggunaan Zat Pewarna Tekstil Rhodamin B Pada Makanan. http://dinazainuddin.blogspot.co.id/2012/12/dampak-penggunaan-zat-pewarna-tekstil.html (diunduh pada 27 Januari 2018)

Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil (2017). Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Penerbit Pantona Media. Jakarta.

Yamlean, Paulina. 2014. Identifikasi dan Penetapan Kadar Rhodamin B Pada Jajanan Kue Berwarna Merah Muda Yang Beredar Di Kota Manado. https://www.scribd.com/document/250461718/JURNAL-PADA-KUE-pdf (diunduh pada 27 Januari 2018)