.

Tampilkan postingan dengan label @Proyek D09. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @Proyek D09. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Prinsip Teknologi Ramah Lingkungan

Oleh : Iwan Saputro ( @f20-iwan)

Abstrak:
Lingkungan pada dasarnya adalah penerapan konsep “zero waste”, pada pelaksanaanya industri ramah lingkungan diharapkan dalam proses industri melakukan strategi mencegah, mengurangi dan menghilangkan terbentuknya limbah sebagai bahan pencemar lingkungan. 

Desain Rumah, Konsep Open Space


Oleh: Kurniyanto Bayu Anggoro

@ProyekD09

Kata Kunci: Bangunan hijau


Abstrak
Rumah hunian harus dapat menciptakan suasana nyaman bagi penghuninya. Seiring perkembangan jaman, muncul rumah dengan konsep open space. Selain dapat menciptakan suasana nyaman, rumah dengan konsep open space memiliki banyak kelebihan.

Teknologi Hijau

@F09-Arief
Oleh : Arief Risaldi








Abstrak
Teknologi sudah masuk dalam kategori kebutuhan primer atau utama dalam kehidupan masnusia ini apapun yang dilakukan oleh manusia pasti berdampingan atau menggunakan teknologi eknologi diartikan sebagai alat atau sistem yang menyederhanakan ehidupan manusia embantu memberikan kemudahan di segala bidang, inilah alasanya kenapa manusia begitu tergantung dengan teknologi.
Kata Kunci : Teknologi Hijau

Menurut Semarno (2011) dalam Hidaya dan Kholil, Teknologi hijau adalah teknik untuk menghasilkan energi dana tau produk yang prosesnya tidak mencemari lingkungan. Teknologi Hijau merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian dan keberlanjutan kehidupan manusia di planet bumi. Teknologi Hijau diprediksi akan banyak melahirkan kreatifitas dan inovasi yang menyebabkan perubahan lebih baik bagi peradaban manusia.

Pendahuluan
Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa teknologi hanya sebagai perusak lingkungan. Namun, anggapan tersebut agaknya ditentang oleh banyak ilmuwan yang mengembangkan teknologi ramah lingkungan. PBB memperkirakan kebutuhan energi dunia akan melonjak sebesar 60 persen di tahun 2030. Bukan tidak mungkin sebanyak 2,9 miliar manusia akan kekurangan pasokan air tanah yang bersih. angkanya para ilmuan akan terus mengembangakn teknologi yang ramah terhadap lingkungan.

Isi
Apakah itu teknologi hijau? Teknologi hijau merupakan pembangunan dan aplikasi produk, peralatan serta sistem untuk memelihara alam sekitar dan alam semula jadi. Ia juga dapat meminimumkan atau mengurangkan kesan negatif daripada aktiviti manusia. Ia adalah produk-produk aplikasi inovatif yang tidak merusak lingkungan dan tidak beracun untuk tubuh manusia. Teknologi hijau juga dikenali sebagai“teknologi ramah lingkungan”. Sesuatu produk, peralatan atau sistem teknologi hijau perlu memenuhi beberapa kriteria. Kriteria-kriteria tersebut ialah meminimumkan degrasi kualiti alam sekitar dan  mempunyai pembebasan Gas Rumah Hijau( GHG) yang rendah atau sifar. Produk itu akan selamat digunakan dan menyediakan persekitaran sihat dan lebih baik untuk semua hidupan. Selain itu, ia juga menjimatkan tenaga dan sumber serta menggalakkan sumber-sumber yang boleh diperbaharui.
Objektif Dasar Teknologi Hijau Negara dilaksanakan adalah untuk mengurangkan kadar peningkatan penggunaan tenaga dalam masa yang sama meningkatkan pembangunan ekonomi. Objektif kedua ialah membantu pertumbuhan dalam industri teknologi hijau dan meningkatkan sumbangannya kepada ekonomi negara. Ia juga berobjektif untuk meningkatkan keupayaan bagi inovasi dalam pembangunan teknologi hijau dan meningkatkan daya saing dalam teknologi hijau di persana antarabangsa. Selain itu, teknologi hijau memastikan pembangunan mapan dan memulihara alam sekitar untuk generasi akan datang serta meningkatkan pendidikan dan kesedaran awam terhadap teknologi hijau dan menggalakkan penggunaan meluas teknologi hijau.

Setelah Dasar Teknologi Hijau Negara dilaksanakan, terdapat kemajuan yang signifikan dan peningkatan utama dalam empat sektor utama iaitu sektor tenaga, sektor bangunan, sektor air dan pengurusan sisa dan sektor pengangkutan. Sektor tenaga berpecah kepada sektor bekalan tenaga iaitu aplikasi Teknologi Hijau dalam penjanaan tenaga dan pengurusan bekalan tenaga, termasuk penjanaan bersama (co-generation) di sektor industri dan komersial dan sektor pembangunan tenaga ialah aplikasi Teknologi Hijau dalam semua sektor penggunaan tenaga dan dalam program pengurusan permintaan tenaga. Dalam sektor bangunan, Teknologi Hijau diterima pakai dalam pembinaan, pengurusan, pemuliharaan dan pemusnahan bangunan.
Kajian tentang teknologi hijau yang masih terus dikembangkan dan merupakan kecenderungan teknologi di masa datang. Antara ruang lingkup teknologi hijau adalah: Energi terbarukan (renewable energy); Bangunan hijau/ramah lingkungan (green building); Kimia hijau (green chemistry) dan Teknologi Nano Hijau (green nanotechnology). Isu Energi merupakan isu yang terpenting dalam teknologi hijau yang termasuk didalamnya penelitian sumber energi alternatif (minyak, gas dan batubara), sebagai upaya untuk menghasilkan energi yang dapat diperbaharui dan efisien. Bangunan hijau juga mendapat perhatian penting di bidang teknologi hijau, segala sesuatu yang berkaitan dengan pembangunan rumah atau infrastruktur yang ramah lingkungan. Bangunan yang merupakan bangunan ramah lingkungan adalah bangunan yang sangat memperhatikan lokasi pembangunan, materi yang digunakan dan proses pengerjaannya.

Daftar Pustaka :
Hidayat, Atep afia dan Muhammad Kholil. 2017. Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Pantona Media Jakarta.
Anonim. 2010. Teknologi Hijau. http://generasiku-2010.blogspot.co.id/2010/08/10-1.html. Diakses Pada Tanggal 17 Februari 2018

''Teknologi Hijau a.k.a Green Technology''

Oleh: Marselina Umasugi (@F13-Marselina)

Abstrak
Teknologi sudah masuk dalam kategori kebutuhan primer atau utama dalam kehidupan masnusia, kini apapun yang dilakukan oleh manusia pasti berdampingan atau menggunakan teknologi Teknologi diartikan sebagai alat atau sistem yang menyederhanakan kehidupan manusia, membantu memberikan kemudahan di segala bidang, inilah alasanya kenapa manusia begitu tergantung dengan teknologi.

DAMPAK ENERGI FOSIL

Oleh : Fatkhur Rokhman (F05-Fatkhur)
ABSTRAK
Seiring perkembangan zaman ini seperti kita ketahui yaitu zaman sudah modern.Segala sesuatu bisa kita peroleh atau kita dapatkan dimanapun dan kapanpun sehingga mempermudah kita untuk lebih kreatif dan berkarya lagi. Seperti kita ketahui banyak sekali energi fosil yang sudah terbarukan dengan diganti oleh bahan bakar Biomasa. Indonesia adalah negara yang terletak diantara gari katulistiwa yang mempunyai keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati ini banyak dilirik oleh negara tetangga yang ingin memanfaatkannya. Adapun dampak dari bahan bakar fosil itu sendiri membuat negara-negara yang memakainya bisa terkontaminasi oleh bahan bakar fosil tersebut.
Kata kunci : Energi Fosil

Teknologi Hijau (greentech)



Oleh : Gilang pratama(f14-gilang)






Abstrak : Teknologi hijau (greentech) dikenal juga sebagai telnologi lingkungan dan teknologi bersih, merupakan integrase antara teknologi modern dan ilmu lingkungan untuk lebih mengoptimalkan pelestarian lingkungan global dan sumber daya ala, serta meminimalisir dampak negatif dari berbagai kegiatan seluruh umat manusia diplanet ini.

Kata kunci : Teknologi hijau dan perkembangannya

Menurut karyono (2009) dalam Hidayat (2017) teknologi hijau muncul sebagai konsekuensi hadirnya formulasi komisi PBB, World Commission on Environment and Development (WCED), tahun 1987 mengenai pembangunan berkelanjutan.

Macam Macam Studi Teknologi Hijau

Gambar :  https://greenfreshday.wordpress.com/2013/01/14/teknologi-hijau/











Studi tentang teknologi hijau yang masih terus dikembangkan dan merupakan kecenderungan teknologi di masa datang, antara lain mencakup bidang-bidang, a.l: Energi terbarukan (renewable energy); Bangunan hijau/ramah lingkungan (green building); Kimia hijau (green chemistry) dan Teknologi Nano Hijau (green nanotechnology).
TEKNOLOGI NANO HIJAU
Disini saya hanya akan menjelaskan tentang Teknologi Nano hijau, Teknologi-Nano adalah pembuatan dan penggunaan materi atau devais pada ukuran sangat kecil. Materi atau devais ini berada pada ranah 1 hingga 100 nanometer (nm). Satu nm sama dengan satu-per-milyar meter (0.000000001 m), yang berarti 50.000 lebih kecil dari ukuran rambut manusia. Saintis menyebut ukuran pada ranah 1 hingga 100 nm ini sebagai skala nano (nanoscale), dan material yang berada pada ranah ini disebut sebagai kristal-nano (nanocrystals) atau material-nano (nanomaterials). Skala nano terbilang unik karena tidak ada struktur padat yang dapat diperkecil. Hal unik lainnya adalah bahwa mekanisme dunia biologis dan fisis berlangsung pada skala 0.1 hingga 100 nm. Pada dimensi ini material menunjukkan sifat fisis yang berbeda; sehingga saintis berharap akan menemukan efek yang baru pada skala nano dan memberi terobosan bagi teknologi.
Menurut Kaehler (1994) pengertian dari Nano Teknologi adalah, “Molecular nanotechnology is an engineering discipline in which the goal is to build devices and structures that have every atom in the proper place. By means of this general purpose material-processing technology it will be possible to build almost any rigid, covalently bonded structure. Identical parts will be truly identical, enabling energy conversion and computation systems to have extremely high performance and reliability”

Gambar :http://nanosmartfilter.com/tag/filter-air-limbah-industri-nano-teknologi/

“nanoteknologi molekul adalah disiplin teknik di mana tujuannya adalah untuk membangun perangkat dan struktur yang memiliki setiap atom di tempat yang tepat . Dengan cara tujuan teknologi pengolahan bahan umum ini akan mungkin untuk membangun hampir semua kaku , struktur kovalen . bagian yang identik akan benar-benar identik , memungkinkan sistem konversi energi dan komputasi untuk memiliki kinerja yang sangat tinggi dan kehandalan “.

APLIKASI TEKNOLOGI NANO

Teknologi Nano adalah teknologi masa depan. Diperkirakan dalam 5 tahun kedepan seluruh aspek kehidupan manusia akan menggunakan produk-produk yg menggunakan teknologi nano yg diaplikasikan dalam bidang : 

      1. Medis dan pengobatan
2. Home appliance
3. Farmasi
4. Lingkungan hidup
5. Komputer
      6. Kosmetik
      7. Militer
      8. Tekstil
      9. Konversi energi
 

DAFTAR PUSTAKA
Wibowo, Arif Sony. 2015. Apa Itu Nano Teknologi, https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=4413885301223085724#editor/target=post;postID=9014414797528661306;onPublishedMenu=allposts;onClosedMenu=allposts;postNum=2;src=link
Diakses pada tgl 19-08-2016

Kaehler. 1994. Nanotechnology: basic concepts and definitions, http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/8070103
Diakses pada tgl 19-08-2016

Anonimus. 2016. Teknologi Nano Hijau, https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_nano_hijau
Diakses pada tgl 19-08-2016

Shidqi, Fauzul. 2015. Teknologi Nano Dan Teknologi Pangan, http://nanotechb.blogspot.co.id/
Diakses pada tgl 19-08-2016

Nuris, Dini. 2013. Teknologi Hijau Solusi Cerdas Bagi Pemanasan Global, http://www.kompasiana.com/dininuris/teknologi-hijau-solusi-cerdas-bagi-pemanasan-global_552931adf17e61824a8b458f
Diakses pada tgl 19-08-2016   


KETAHANAN PANGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI HIJAU

Oleh : Priyo Dwi Wijaksono (@F10-Priyo)










ABSTRAK

Pertanian di Indonesia sejak tahun 1970 menerapkan teknologi “Revolusi Hijau” dengan komponen utamanya varietas unggul tipe baru,  pupuk, dan pestisida sintetis,  serta didukung oleh ketersediaan air irigasi yang cukup. Produksi beras dapat menembus 30 juta ton mulai tahun 1995 dan masih terus meningkat.  Kekhawatiran akan terjadinya kemunduran mutu lingkungan, kelestarian keragaman hayati dan keberlanjutan system produksi ditanggapi oleh masyarakat dengan mengadvokasi kembali Teknik pertanian organic dan varietas lokal.

Kata Kunci : Revolusi Hijau, Pangan, Teknologi.

Isi :

            Menurut  Sumarno  (2006),  Revolusi hijau  di bidang pertanian adalah perubahan dalam teknologi pertanian,  ditujukan  agar  sumber daya lahan dapat berproduksi sebanyak-banyaknya,  dengan jalan mengoptimalkan ketersediaan hara dan air dalam tanah, menanam varietas tanaman yang mempunyai potensi produksi tinggi, serta melindungi tanaman dari gangguan hama-penyakit.

            Yang sering disebut sebagai pertanian  organic  sebenernya adalah “pertanian menggunakan sarana  organic:  yang  diberikan kepada tanaman.  Dalam  proses  pertumbuhan tanaman, akar tanaman akan menyerap  ion  anorganik seperti  NH4,  NO3,  H2PO4,  HPO4,  K dan lainnya. Dengan menggunakan pestisida secara selektif hasil panen tidak dapat mencukupi kebutuhan pangan nasional, untuk menghindarkan keracunan,  pertanian  organic  membedakan pertanian  yang menggunakan masukan organik + anorganik dalam proses produksinya.

            Green  Revolution  yang  diberi makna sebagai  :  “Perubahan  Teknik  pertanian dengan mengganitkan varietas local dengan varietas tipe baru  yang  responsive  terhadap pemupukan dan mampu berproduksi lebih tinggi, namun juga memerlukan proteksi terhadap serangan hama-penyakit.

Dampak penerapan revolusi hijau pada padi :


  • Usaha tani padi memerlukan biaya tetap per ha yang lebih tinggi, karena pemberian benih dan pupuk.
  • Budi daya padi harus mengikuti prosedur teknis yang dibakukan seperti jumlah benih, umur bibit, jarak tanam, dosis dan jenis pupuk.
  • Tersedianya varietas ungul nasional  yang  beradaptasi luas, maka satu varietas unggul ditanam secara bersamaan dalam areal jutaan hektar.
  • Varietas-varietas lokal yang berdaya hasil rendah terdesak tergantikan oleh varietas unggul nasional yang berdaya hasil tinggi.
  • Keragaman genetic tanaman padi di lapangan menjadi berkurang, menyempit.
  • Tanaman padi yang seragam riskan terhadap meletusnya epidemic hama-penyakit.
  • Gen-gen  resisten monogenic  yang  bekerja secara resistan  vertical mengakibatkan terjadinya seleksi direksional terhadap ras  pathogen  dan serangga hama, sehingga timbul ras  yang lebih ganas.


Kekeliruan dalam Penerapan Revolusi Hijau :

  1. Tidak ada anjuran dalam pemakaian pupuk organik dengan dosis tertentu yang bersifat komplementer terhadap anjuran penggunan pupuk anorganik.
  2. Menjadikan pupuk anorganik sebagai satu-satunya sumber hara utama, bukan sebagai suplementasi.
  3. Penyediaan benih oleh perusahaan benih berdasarkan varietas populer.

Menurut Karyono (2009) dalam Hidayat, Atep Afia (2017) menjelaskan, bahwa banyak teknologi yang bersifat rawan terhadap konsumsi energi, seperti : Teknologi untuk bangunan, misalnya pembangunan gedung secara vertikal bersifat konsumtif energi, antara lain untuk penyediaan fasilitas lift, eskalator, AC dan sebagainya.



DAFTAR PUSTAKA

1.      Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil. 2017. Kimia, Industri dan Teknologi Hijau.Jakarta: Pantona Media
2.      Sumarno. 2006. Teknologi Revolusi Hijau Lestari Untuk Ketahanan Pangan Nasional Di Msa Depan. http://download.portalgaruda.org/article.php?article=394786&val=6422&title=Teknologi Diunduh tanggal 17 Februari 2018.