.

Tampilkan postingan dengan label @F27-Rio. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @F27-Rio. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Ilmu pengetahuan dan teknologi Hijau diindonesia

Oleh : Rio Affan Bimantara @F27-Rio @Proyek D09

Abstrak
Perkembangan teknologi negara-negara di dunia semakin meningkat. Hal ini ditunjukkandengan diproduksinya berbagai macam peralatan yang dapat mempermudah manusia dalammenunjang kehidupannya, baik dalam sector industry maupun transportasi, Namun,terkadang kemajuan teknologi tersebut tidak diiringi dengan kepedulian kita sebagaipengguna teknologi untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Salah satu dampak tidak langsung yang diakibatkan oleh perkembangan teknologi adalah masalah pencemaran udaradan kemacetan.

Kata Kunci : Teknologi Hijau

isi
Menurut Menristek (2013) dalam Hidayat dan Kholil (2017) bahwa, Teknologi Hijau bersama lima belas bidang lainnya seperti Pangan dan Pertanian, Penerbangan dan Antariksa, Teknologi maritime serta ketenaga nukliran dan Pengawasan, termasuk dalam 16 isu strategis pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi di indonesia.

Sedangkan menurut Fakhruzzaman (2013) bahwa,Ramah lingkungan pada dasarnya adalah penerapan konsep “zero waste”, padapelaksanaanya industri ramah lingkungan diharapkan dalam proses industri melakukanstrategi mencegah, mengurangi dan menghilangkan terbentuknya limbah sebagai bahanpencemar lingkungan. Hal tersebut dapat berjalan bila dalam aktivitasnya telah dirancangmulai dari bahan baku, teknologi proses sampai akhir kegiatan adalah ramah lingkungan.Untuk mencapai kondisi yang ramah lingkungan dalam suatu teknologi dapat diterapkan 6(enam) prinsip dasar yaitu Refine, Reduce, Reuse, Recycle, Recovery dan Retrieve Energy.
Model Teknologi yang menerapkan 6 prinsip tersebut berupa:
  1. Refine,adalah penggunaan bahan atau proses yang lebih ramah lingkungan dibandingkandengan bahan atau proses yangada saat ini.
  2. Reduce,adalah pengurangan jumlah limbah atau kehilangan bahan dengan optimalisasiproses atau operasional menghasilkan limbah yang mengalami pemborosan. Contoh:mengganti keran atau pipa bocor, memasang alat penangkap ceceran/lelehan.
  3. Reuse,adalah pemakaian kembali bahan-bahan atau limbah pada proses yang berbeda.
  4. Recycle,adalah penggunaan kembali bahan-bahan atau sumberdaya untuk proses yangsama.
  5. Recovery,adalah kegiatan pengambilan kembali sebagian material penting dari aliranlimbah untuk pemanfaatan ulang dalam proses atau dimanfaatkan untuk proses ataukeperluan lain.
  6. Retrieve Energy,adalah pemanfaatan limbah untuk digunakan sebagai bahan bakar ataudalam arti yang luas adalah penghematan energi dalam proses produksi. 
Kesimpulan
Jadi teknologi ramah lingkungan bertujuan untuk mengurangi pencemaran/polusi pada lingkungan sekitar kita. Pembuatan teknologi ramah lingkungan juga sangat mudah.

Daftar Pustaka
BLS. (2013). Reduce, Reuse, Recycle : Green Technologies and Practices at Work. U.S. Bureau of Labor Statistics. March 2013. Volume 2 Number 7. Dalam http://www.bls.gov/opub/btn/volume-2/pdf/reduce-reuse-recycle-green-technologies-and-practices-at-work.pdf



INDUSTRI YANG HEMAT SUMBER DAYA ALAM

Oleh : Rio Affan Bimantara @F27-Rio @Proyek D08

Abstrak
Pembangunan sektor industri di Indonesia yang telah berjalan sekitar 50 (limapuluh) tahun selain telah memberi dampak positif bagi negara, juga memberikan dampak negatif terhadap permasalahan lingkungan terutama pencemaran lingkungan yangdisebabkan oleh limbah industry serta pemanfaatan sumber daya alam yang tidak efisien.Dengan semakin terbatasnya sumber daya alam, krisis energi dan menurunnya dayadukung lingkungan, maka tuntutan untuk mengembangkan industri yang ramahlingkungan atau yang dikenal dengan istilah industri hijau (green industry ) telah menjadiisu penting.

Kata Kunci : Industry Hijau

Isi
Menurut Gray dan Talberth (2011) dalam Hidayat dan Kholil (2017) bahwa, Industri hijau sudah menjadi istilah yang diterapkan oleh berbagai Negara didunia, sebagai tanggapan terhadap makin langkanya sumberdaya alam, perubahan iklim, polusi udara, pemanasan global, dan sebagainya. Yang makin mengarahkan pertumbuhan ekonomi yang harus bergantung pada proses produksi yang bersih dan efisien. Dalam hal ini industry hijau merupakan solusi kreatif bagai setiap pemerintahan dinegara manapun untuk menumbuh kembangkan industry yang hemat sumberdaya alam.
Sedangkan Harahap (2012) dalam EPS (2009) bahwa, Green industry merupakan konsep pengembangan industri yang berkelanjutansecara ekonomi, lingkungan, dan sosial, dimana setiap jenis industri berpotensi untuk “green”. Dalam Rencana Aksi Deklarasi Manila, telah dirumuskan langkah - langkah yangdiperlukan untuk mereduksi intensitas penggunanan sumberdaya alam dan emisi karbondari sektor industri di Asia, serta memonitor upaya-upaya dalam skala nasional. Dalamdeklarasi tersebut, pilar-pilar yang tercakup dalam green industry adalah produksi bersihproduk dan layanan yang berwawasan lingkungan serta pertumbuhan dan daya saing.Secara menyeluruh, konsep green industry merupakan cara pengembangan sector industriyang berkesinambungan, baik secara ekonomi, lingkungan, maupun sosial

Kesimpulan
Indonesia merupakan negara khatulistiwa, dari sabang sampai marokue di selimuti dengan warna hijau, hutan-hutan ada dimana-mana sehingga menciptakan udara yang segar dan suasana yang sangat nyaman. Namun keindahan alam Indonesia dari hari ke hari semakin punah. Hal ini bisa dibuktikan melalui pemberitaan media baik cetak maupun elektronik bahkan dapat dirasakan dengan semakin panasnya suhu bumi. Hal ini akibat penebangan hutan secara liar oleh tangan-tangan jahil yang tidak bertanggungjawab. Dimana hutan yang dulunya hijau kini berubah menjadi hutan beton. Padahal Hutan merupakan tempat satwa hidup dan berkembang biak. 

Daftar Pustaka
Cita N. 2015. Pemerintah Mulai terapkan Standar industry Hijau. Media Industri No. 01. Tahun 2015.




Kamis, 08 Februari 2018

SENYAWA NON-POLUSI YANG DAPAT DIMINIMALISIR

Oleh : Rio Affan Bimantara @27-Rio @Proyek D07

Abstrak
Green Chemistry memiliki peranan penting dalam memberikan solusi terhadap permasalahan dunia seperti perubahan iklim yang ekstrim karena pemanasan global, permasalahan kekurangan energi, dan sumber daya alam yang menipis. Peranan green chemistry terhadap bidang pendidikan kimia adalah memberikan informasi baik kepada masyarakat dan siswa tentang pola ramah lingkungan dan perubahan yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan yang dimulai dari suatu usaha untuk meminimalisir sisa kegiatan (limbah) yang digunakan di dalam laboratorium kimia baik di sekolah maupun universitas serta limbah industri, peranan green chemistry  dalam pendidikan kimia juga memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya mahasiswa dalam penggunaan, pengolahan bahan kimia baik bahan kimia di laboratorium maupun di kehidupan sehari-hari seperti deterjen.

Kata Kunci : Kimia Hijau

Isi
Menurut Manahan (2006) dalam Hidayat dan Kholil (2017) bahwa kimia hijau bukanlah cabang ilmu yang baru. Dalam hal ini Kimia Hijau merupakan pendekatan filosofi baru yang dapat diaplikasikan, sehingga member kontribusi yang cukup nyata terhadap pembangunan berkelanjutan. Sejauh ini kimia hijau tidak sekedar diterapan pada pengolahan dan sintesis zat, namun juga dalam aplikasi berbagai senyawa kimia. Belakangan makin digiatkan upaya perancangan berbagai proses terhadap senyawa non-polusi sebagai bahan awal sehingga pencemaran lingkungan dapat diminimalisir.
Sedangkan menurut fahjriati (2016) bahwa Green Chemistry bukanlah environmental science tetapi bagian ilmu kimia yang mencari dan berkreasi untuk memberikan solusi bagi penciptaan teknologi yang aman bagi manusia dan lingkungannya. Target Green Chemistry adalah mencegah polusi dari sumbernya, dimulai dari bahan baku, sintesa produk, desain proses dan produknya sebelum berpotensi jadi polutan. Dengan kata lain pencegahan dimulai seawal mungkin. Hal inilah yang Green Chemistry emban yaitu suatu tugas yang sangat penting dan disinilah perbedaannya. Tidak hanya itu, konsep Green Chemistry menawarkan penggunaan bahan yang bijak, aman, ramah lingkungan, hemat, dan optimal dalam penggunaannya.

Kesimpulan
Pendekatan kimia hijau adalah usaha penerapan prinsip penghilangan dan pengurangan senyawa berbahaya melalui usaha perancangan, produksi, dan penerapan produk kimia. Pendekatan kimia hijau berusaha meminimalisir zat berbahaya, pemanfaatan katalis yang aman untuk reaksi dan proses kimia, penggunaan reagen yang tidak beracun, penggunaansumber daya yang dapat diperbaharui, peningkatan efisiensi pada tingkat atom, dan penggunaan pelarut yang ramah lingkungan. Usaha untuk menerapkan kimia hijau untuk menghasilkan produk industri untuk bangunan dan penggantian zat kimia berbahaya yang digunakan pada berbagai industri dan kesehatan telah dilakukan. Berbagai peraturan mengenai penerapan kimia hijau pada tingkat dunia dan Indonesia telah dibuat. Perlu pengawasan ketat untuk penerapan pendekatan kimia hijau ini untuk mencegah bahaya terhadap kesehatan dan lingkungan. Masih banyak usaha yang perlu dilakukan untuk meningkatkan penelitian, pendidikan, kebijakan, dan penerapan kimia hijau terutama tentang penerapan nanopartikel untuk kesehatan.

Daftar Pustaka
Manahan, S.E. 2005. Green Chemistry – And The Ten Commandments of Sustainability. ChemChar Research, Inc. Columbia – USA. Dalam 




POLUSI PEMBUNUH YANG TIDAK TAMPAK ATAU DIAM

Oleh : Rio Affan Bimantara @27-Rio @Proyek D06

Abstrak
Air merupakan sumber kehidupan, tidak hanya bagi manusia, makhluk hidup yang lain juga sangat membutuhkan air. kekurangan air pada tubuh manusi bisa mneyebabkan dehidrasi karena ketahanan tubuh manusia sangat bergantung pada berbagai fungsi air sedangkan tubuh manusia belum mengembangkan suatu sistem penyimpanan air sebagai sistem penyimpanan lemak. Air merupakan salah satu komponen yang dibutuhkan kehidupan manusia. Menurut Kodoatie (2008) “air merupakan sumber kehidupan Semua makhluk membutuhkan air, untuk kepentingannya.

Kata Kunci : Pencemaran air

Isi
Menurut USGS (2015) dalam Hidayat dan Kholil (2017) bahwa Sumberdaya perairan di Planet Bumi meliputi air permukaan yang meliputi lautan, danau, sungai dan sebagainya. Selain itu masih ada air tanah (akuifer) yang tersimpan dibawah lapisan tanah atau batu-batuan dibawah permukaan tanah. Volume air secara keseluruhan dipermukaan Planet bumi diperkirakan mencapai 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³). Sebagian besar mengisi lautan (air asin) berbentuk lapisan es (dikutup dan puncak gunung), selain itu ada juga yang menjadi awan dan hujan, mengisi badan sungai, danau, waduk dan kolam, dan terperangkap diantara pori-pori tanah.
Sedangkan menurut hakim (2013) bahwa Pencemaran air juga berdampak luas, misalnya dapat meracuni sumber air minum, meracuni makanan hewan, ketidakseimbangan ekosistem sungai dan danau, pengrusakan hutan akibat hujan asam, dan sebagainya. Di badan air, sungai dan danau, nitrogen dan fosfat (dari kegiatan pertanian) telah menyebabkan pertumbuhan tanaman air yang di luar kendali (eutrofikasi berlebihan). Ledakan pertumbuhan ini menyebabkan oksigen, yang seharusnya digunakan bersama oleh seluruh hewan/tumbuhan air, menjadi berkurang. Ketika tanaman air tersebut mati, dekomposisi mereka menyedot lebih banyak oksigen. Sebagai akibatnya, ikan akan mati, dan aktivitas bakteri menurun.

Kesimpulan
Pencemaran adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Bahan atau logam berbahaya seperti arsenat, benzon, timah, dan lain – lain dapat merusak organ tubuh manusia dan menyebabkan kanker. Akibat yang ditimbulkan polusi air dalam zangua pasang adalah kanker dan kelahiran bayi cacat.

Daftar Pustaka
Hidayat, A.A. 2013. Pencemaran Kawasan Perairan. http://www.kangatepa-fia.com/2013/10/pencemaran-kawasan-perairan.html




GAS RUMAH KACA YANG BERKONTRIBUSI TERHADAP PEMANASAN GLOBAL


Oleh : Rio Affan Bimantara @F27-Rio @Proyek D05

Abstrak
Nitrogen dioksida (NO2) merupakan salah satu pencemar yang berasal dari gas buang kendaraan bermotor dan sektor transportasi merupakan penyumbang emisi terbesar polutan udara termasuk NO2. Beberapa kawasan yang banyak dilalui oleh kendaraan bermotor memiliki kadar polutan udara lebih tinggi dari kawasan lain. Wilayah kampus terpadu UII merupakan kawasan yang padat dilalui oleh kendaraan bermotor akibat dari kegiatan kampus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kosentrasi NO2 di udara ambien dan hasil pemodelan. Penelitian ini menguji kadar NO2 di 2 lokasi berbeda di kawasan kampus terpadu UII menggunakan alat impinger dengan metode Griess Saltzman. Setelah dilakukan sampling kadar NO2 di udara ambien kemudian dilakukan pemodelan kadar NO2 berdasarkan ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor dengan jumlah kendaraan yang melalui lokasi sampling menggunakan metode neraca massa.
Hasil pengukuran kadar NO2 di udara ambien dan hasil pemodelan diketahui tidak melebihi baku mutu udara ambien dengan persentase kesalahan rata – rata 0,303% dan 0,478% . Banyak faktor yang mempengaruhi keberadaan NO2 di udara ambien. Faktor tersebut antara lain seperti reaksi photochemical smog dan juga keberadaan partikulat pencemar lain di atmosfer yang dapat bereaksi dengan NO2.

Kata Kunci : Nitrogen dioksida, Nitrogen oksida

isi
Menurut Hidayat dan Kholil (2017) bahwa nitrogen dioksida (NO₂) dan Nitrogen oksida (NO) adalah polutan yang dihasilkan sebagai akibat tidak langsung dari pembakaran, yaitu ketika nitrogen dan oksigen dari udara beraksi bersama-sama. polusi nitrogen oksida berasal dari mesin kendaraan dan pembangkit listrik, dan memainkan peran penting dalam pembentukan hujan asam, ozon dan asap. Seperti karbon dioksida, nitrogen oksida juga merupakan gas rumah kaca (berkontribusi terhadap pemanasan global).
Sedangkan menurut Hendro dan Ninik (2012) bahwa kadar gas NO2 di udara ambient sangat dipengaruhi oleh emisi kendaraan bermotor, maka pengukuran kadar gas NO2 dilakukan pada 2 titik di setiap lokasi sampling. Titik 0 meter dari jalan raya diasumsikan sebagai lokasi di mana sumber emisi penghasil gas NO2, yaitu sumber emisi kendaraan bermotor berada, dan titik 120 meter dari jalan raya, di mana diasumsikan sebagai lokasi yang sudah cukup jauh dari sumber emisi kendaraan bermotor, berupa daerah pemukiman. Dalam survey tersebut tidak dilakukan inventarisasi jenis dan jumlah kendaraan bermotor yang melintas pada mas-ruas jalan tersebut, sehingga tidak tersedia data mengenai jumlah dan jenis kendaraan tersebut dan tidak dapat dikorelasikan dengan tingkat cemaran gas yang terjadi. Rekapitulasi hasil pengukuran kadar NO2 pada jarak 0 meter dari jalan raya.

Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa Nitrogen merupakan suatu senyawa kimia yang diambil dalam bentuk nitrat (NO3-) atau ammonium (NH4+) . Nitrogen juga memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan tanaman . Salah satu fungsi dari nitrogen yaitu digunakan oleh tumbuhan untuk proses fotosintetis karena didalam nitrogen terdapat klorofil yang merupakan bahan utama dari proses fotosintetis .
Didalam nitrogen terjadi 3 kejadian yang sangat penting yaitu asimilasi,reduksi dan fiksasi. Ketiga proses tersebut sangat membantu pertumbuhan dari suatu tanaman sehingga dapat dikatakan bahwa proses dari nitrogen sangat berperan dalam kehidupan suatu tanaman. Sehingga adanya nitrogen didalam tumbuhan harus diperhatikan agar tidak terjadi suatu gejala defisiensi. Karena gejala defisiensi tanaman dapat mengganggu pertumbuhan dari suatu tanaman .

Daftar Pustaka

Alamendah. 2014. Sumber dan penyebab pencemaran udara. http://alamendah.org/2014/08/07/penyebab-pencemaran-udara/


https://blog.ub.ac.id/mistikdwiwilujeng/2012/06/05/makalh-nitrogen/

Kamis, 01 Februari 2018

PENCEMARAN LINGKUNGAN PEMBUNUH RIBUAN ORANG

Oleh : Rio Affan Bimantara (@F27-Rio, @Proyek D04)

Abstrak
Udara dimana di dalamnya terkandung sejumlah oksigen, merupakan komponen esensial bagi kehidupan, baik manusia maupun makhluk hidup lainnya. Udara merupakan campuran dari gas, yang terdiri dari sekitar 78 % Nitrogen, 20 % Oksigen; 0,93 % Argon; 0,03 % Karbon Dioksida (CO2) dan sisanya terdiri dari Neon (Ne), Helium (He), Metan (CH4) dan Hidrogen (H2). Udara dikatakan "Normal" dan dapat mendukung kehidupan manusia apabila komposisinya seperti tersebut diatas. Sedangkan apabila terjadi penambahan gas-gas lain yang menimbulkan gangguan serta perubahan komposisi tersebut, maka dikatakan udara sudah tercemar/terpolusi.

Kata Kunci : Pencemaran Lingkungan

Isi

Gangguan pada kesehatam manusia secara umum menurunkan kualitas lingkungan. Pencemaran udara dapat terjadi dimana-mana, misalnya didalam rumah, sekolah, kantor atau yang sering disebut pencemaran dalam ruangan (indoor pollution). Selain itu gejala ini secara akumulatif juga terjadi di luar ruangan (outdoor pollution). Mulai dari tingkat lingkungan rumah, perkotaan hingga ketingkat regional, bahkan saat ini sudah menjadi gejala global. Beberapa unsure pencemaran (pollutant) kembali kebumi melalui deposisi asam atau salju yang mengakibatkan sifat korosif pada bagunan, tanaman, hutan disamping itu juga membuat sungai dan danau menjadi suatu lingkungan yang berbahaya bagi ikan-ikan karena nilai pH yang rendah

Menurut TWB (2015) dalam Hidayat dan Kholil (2017) bahwa, Dalam beberapa tahun terakhir, Negara-negara berkembang dan para pemangku kepentingan, tel;ah menyatakan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan dukungan pada pengelola pencemaran. Hal itu guna menanggapi besarnya ancaman terhadap kesehatan manusia dan ekonomi. Polusi seringkali tidak tampak atau diam, tetapi sering sangat mematikan. Bagaimanapun polusi merupakan tantangan yang harus dipecahkan dalam waktu dekat, terutama untuk menyelamatkan banyak nyawa manusia, dan membuka peluang ekonomi melalui tindakan baik ditingkat local, nasional, regional maupun global.

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas maka dapat di ambil kesimpulan Polusi adalah peristiwa masuknyazat, energi unsur atau komponen lain ke dalam lingkungan akibat aktifitas manusia atau proses alami.Segala sesuatu yang menyebabkan polusi disebut polutan.

Polusi air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur, atau komponen lainya ke dalam air sehinggakualitas air terganggu. Sumber polusi air antara lain limbah industri, pertanian, dan rumah tangga. Polusiair juga dapat menimbulkan bencana diantaranya banjir.

Akibat yang ditimbulkan polusi air dalam jangka panjang adalah kanker dan kelahiran bayi cacat. Melakukan intensifikasi pertanian. Banjir genangan dapatdiatasi dengan membersihkan saluran air dari penyumbatan.Dari Pembahasan di atas juga kita dapat mengabil pelajaran bahwa: Sebaiknya kita harus berhati-hati dalam menggunakan air karena air itu ada yang terpolusi dan ada yang tidak.

Jagalah air dilingkungan rumah dan sekitar agar tetap bersih dan terhindar dari pencemaran air.
Jangan membuang sampah ke sungai atau kolam, buanglah sampah pada tempatnya agar tidak terjadi pencemaran air.
Hindari pemakaian obat pemberantas hama dan serangga secara berlebihan
Jangan membuang sampah kesungai dan jika terjadi penimbunan sampah di sungai akan mengakibatkan banjir.

Daftar Pustaka

PUT. 2015. Pencemaran Lingkungan. Perpustakaan Digital UT.

Handiswan (16-06-2014)

 amr_she39 (27-07-2011)

KIMIA INDUSTRI SABAGIAN DARI RANTAI PANJANG DALAM PROSES DESAIN DAN MANUFAKTUR

Oleh : Rio Affan Bimantara (@F27-Rio, @Proyek D03)

Abstrak
Industri kimia bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup rakyat disatu pihak akan menghasilkan keuntungan bagi kesejahteraan rakyat dan dilain pihak akan menghasilkan dampak buruk bagi masyarakat dan lingkungan. Kegiatan industri menghasilkan limbah, dan dari limbah yang dihasilkan terdapat limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Ada satu permasalahan yang terjadi dan butuh perhatian penting dalam pengendalian pencemaran adalah pengelolaan limbah B3. Limbah B3 berbeda dengan limbah lainnya terutama karena sifatnya yang tidak stabil, serta potensi gangguan yang menyebabkan penyakit terhadap manusia. Karena sifatnya tersebut maka dalam pengelolaannya tentunya berbeda dengan limbah non B3. Sejak mulai dari pengemasan, penyimpanan, pengolahan, dan penimbunan, senua harus didasarkan pada upaya pencegahan dan mereduksi sifat bahaya limbah B3. PT. Tri Polyta Indonesia Tbk, sebagai salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang industri petrokimia yang memproduksi bijih plastik polipropilena (PP) terbesar di Indonesia.

Kata kunci : Industri Kimia

Isi

Industri proses kimia adalah industri yang mengolah bahan baku / bahan mentah menjadi suatu hasil / produk dengan memanfaatkan proses-proses kimia. Proses-proses kimia yang dilakukan dalam industri proses kimia adalah reaksi kimia dan peristiwa kimia fisik.

Menurut UNSW (2012) dalam Hidayat dan Kholil (2017) bahwa, Industri kimia merupakan relasi antara penelitian yang ada dilaboratorium perguruan tinggi atau pusat-pusat penelitian dengan teknik kimia dalam skala industi. Ahli kimia industi memanfaatkan pengetahuan dan pemahaman yang luas, untuk kemudian ditindaklanjuti oleh perusahaan yang bergerak dibidang farmasi, manufaktur polimer, pengolahan petrokimia, ilmu pangan, industry manufaktur, dan sebagainya. Dalam hal ini kimia industri merupakan bagian dari rantai panjang dalam proses desain dan manufaktur. Ahli kimia industri berurusan dengan ide, desain, pengujian, dan prototype produk industry baru

Kesimpulan

Proses pembuatan Urea menggunakan bahan baku gas CO2 dan liquid NH3 yang disupplydari Pabrik Amonia. Proses pembuatan Urea tersebut dibagi menjadi 6 unit, yaitu: SintesaUnit, Purifikasi Unit, Kristaliser Unit, Prilling Unit, Recovery Unit, dan Proses KondensatTreatment Unit. Pada Sintesa Unit, Urea disintesis dengan mereaksikan Liquid NH3 dangas CO2 di dalam Urea Reaktor. Setelah itu dilakukan proses Purifikasi Unit untukmengurai kelebihan ammonia. Hasil peruraian berupa gas CO2 dan NH3 dikirim ke bagianRecovery, sedangkan larutan ureanya dikirim ke bagian kristaliser. Larutan urea dari unitPurifikasi dikristalkan dibagian ini secara vacuum. Kemudian kristal ureanya dipisahkan diCentrifuge. Kristal urea keluaran Centrifuge dikeringkan sampai menjadi 99,8% beratdengan udara panas, sehingga menghasilkan produk urea butiran (prill).
  
Daftar Pustaka



Sari, Vivin Fitria - R.0006156

Asnawi, Irsan (07-13-2016)
http://www.academia.edu/30988555/Makalah_Proses_Industri_Kimia_-_Pupuk_Kaltim

RIBUAN PRODUK YANG DIHASILKAN DARI PROSES PEMURNIAN MINYAK BUMI

Oleh : Rio Affan Bimantara (@F27-Rio, @Proyek D02)

Abstrak
Sumber energi yang banyak digunakan untuk memasak, kendaraan bermotor dan industri berasal dari minyak bumi, gas alam, dan batubara. Ketiga jenis bahan bakar tersebut berasal dari pelapukan sisa-sisa organisme sehingga disebut bahan bakar fosil. Minyak bumi dan gas alam berasal dari jasad renik, tumbuhan dan hewan yang mati.Sisa-sisa organisme itu mengendap di dasar bumi kemudian ditutupi lumpur. Lumpur tersebut lambat laun berubah menjadi batuan karena pengaruh tekanan lapisan di atasnya. Sementara itu dengan meningkatnya tekanan dan suhu, bakteri anaerob menguraikan sisa-sisa jasad renik itu menjadi minyak dan gas. Selain bahan bakar, minyak dan gas bumi merupakan bahan industri yang penting. Bahan-bahan atau produk yang dibuat dari minyak dan gas bumi ini disebut petrokimia. Dewasa ini puluhan ribu jenis bahan petrokimia tersebut dapat digolongkan ke dalam plastik, serat sintetik, karet sintetik, pestisida, detergen, pelarut, pupuk, dan berbagai jenis obat.

Kata Kunci : Minyak Mentah

Isi
Minyak bumi hanya berisi minyak mentah saja, tetapi dalam penggunaan sehari-hari ternyata juga digunakan dalam bentuk hidrokarbon padat, cair, dan gas lainnya. Pada kondisi temperatur dan tekanan standar, hidrokarbon yang ringan seperti metana, etana, propana, dan butana berbentuk gas yang mendidih pada -161.6 °C, -88.6 °C, -42 °C, dan -0.5 °C, berturut-turut (-258.9°, -127.5°, -43.6°, dan +31.1 °F), sedangkan karbon yang lebih tinggi, mulai dari pentana ke atas berbentuk padatan atau cairan. Meskipun begitu, di sumber minyak di bawah tanah, proporsi gas, cairan, dan padatan tergantung dari kondisi permukaan dan diagram fase dari campuran minyak bumi tersebut.

Menurut Odom (2011) dalam Hidayat dan Kholil (2017) bahwa, Dalam hasil proses pemurnian minyak bumi (minyak mentah) menghasilkan ribuan produk mulai dari LPG, bahan bakar minyak (BBM) dengan berbagai jenisnya, pelumas, aspal, bahan bakar untuk pembuatan kapsu, lipstick, gigi palsu, sampo, pewarnaan rambut, pasta gigi, obat, bantal, minyak wangi, pena sampai benang.

Kesimpulan

  1. Minyak bumi adalah minyak mentah yang terbentuk secara alami dalam batuan endapan dan sebagian besar terdiri dari hidrokarbon. Sementara itu, gas alam adalah campuran gas-gas yang mudah terbakar dan sebagian besar terdiri dari hidrokarbon
  2.  Karena komponen-komponen yang terkandung dalam minyak bumi sangat banyak, maja untuk memisahkan komponen-komponen tersebut digunakan destilasi bertingkat. Pada proses destilasi bertingkat ini, komponen-komponen minyak bumi dipisahkan berdasarkan perbedaan titik didih dari masing-masing komponen.
  3.  Kualitas bensin dapat ditentukan berdasarkan bilangan oktan. Untuk menentukan bilangan oktan, digunakan dua jenis senyawa sebagai pembanding yaitu n-heptana (alkana rantai lurus) dan isooktana (alkana bercabang) yang keduanya merupakan senyawa yang terdapat dalam bensin
  4.  Untuk meningkatkan kualitas bensin atau meningkatkan bilangan oktan, pada bensin tersebut ditambahkan suatu zat additif antara lain TEL, ETBE, TAME, MTBE yang berguna untuk mengurangi ketukan.
  5.  Pembakaran bahan bakar fosil menimbulkan pencemaran. Polusi terutama disebakan adanya pengotor dan aditif dalam bahan bakar, serta pembakaran tidak sempurna.
  6.  Peningkatan kadar CO2 dapat menyebabkan pemanasan global melalui efek rumah kaca.
  7.  Karbon monoksida mengganggu pernapasan karena mengikat hemoglobin.
  8.  Oksida belerang dan oksida Nitrogen dapat menyebabkan hujan asam.

Daftar Pustaka




https://zonaliakimiapasca.wordpress.com/kimia-kelas-x/semester-2/4-minyak-bumi/kesimpulan/

PENGARUH PROSES PRODUKSI POLIMER ORGANIK TERHADAP SENYAWA ORGANOLOGAM

Oleh : Rio Affan Bimantara (@F27-Rio, @Proyek D01)

Abstrak
Kimia organologam  mempelajari senyawa kimia yang mengandung ikatan antara karbon dan logam. Dalam hal ini istilah logam meliputi unsure silikon dan boron yang sebenarnya bukan logam (metaloid). Dalam kimia organologam terdapat perpaduan antara kimia anorganik dan kimia organik. Senyawa organologam antara lain sebagai katalis dalam pengolahan hasil minyak bumi dan dalam proses produksi polimer organik.

Kata Kunci : Kimia Organologam

Isi

Kimia Organologam telah dimulai sekitar jutaan tahun yang lalu.Cobalamin atau vitamin B12 merupakan senyawa organologam yang telah ada di alam, karena sudah ada di alam maka keberadaan senyawa organologam sudah ada sejak jutaan tahun yang lalu bahkan sebelum manusia ada.Dilakukan Total synthesis pertama terhadap Senyawa organologam pertama yaitu pada tahun 1972. Yang dimaksud Total sintesis yaitu mensintesis suatu senyawa dari sangat awal bagaikan merangkai atom per atom. Karena disintesis bagian perbagian maka senyawa cobalamin ini dibuat dalam waktu yang sangat lama, sekitar 20 Tahun

Menurut Zaeni dan Eddelman (2006) bahwa, Dalam penelitian ini penulis telah berhasil mensintesis dua kristal tunggal masing-masing 9-(2metoksietil)-9H-fluorena dan kompleks kaliumnya dengan bantuan basa Lewis eter mahkota C12H24O6, K(18-mahkota-6)FluCH2CH2OMe. Hadirnya gugus metoksi, -OCH3, memungkinkan terbentuknya koordinasi antarmolekul. Kedua kristal tunggal ini dikarakterisasi dengan spektrofotometri IR, NMR dan difraksi sinar X.

Sedangkan menurut Ramli dkk (2015) dalam Baranoff (2009) bahwa Singlet-singlet serapan merupakan transisi elektronik dari orbital logam T2g ke orbital ligan kosong atau berpusat pada ligan yaitu dari orbital p untuk orbital p* kosong. Sebaliknya, singlet-triplet serapan yang transisinya dengan spin berubah dan dilarang, karena terkait dengan koefisien kepunahan kecil.

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas yang dapat kami simpulkan yaitu Senyawa organologam adalah senyawa di mana atom-atom karbon dari gugus organik terikat kepada atom logam. Sifat senyawa organologam yang umum ialah atom karbon yang lebih elektronegatif daripada kebanyakan logamnya. Senyawa kompleks logam (biasanya logam-logam transisi) merupakan senyawa yang memiliki satu atau lebih ikatan logam-karbon. Senyawa organologam terdiri dari atom pusat dan ligan. Logam-logam yang dimaksud adalah Logam transisi dan non transisi.
Senyawa Organologam yang terbentuk dari Logam transisi yaitu Logam Fe, Pt, Timah (Sn), dan lain-lain. Sedangkan Logam non-transisi yaitu Logam Litium, Kalium, Magnesium, dan sebagainya. Ikatan M-alkil yang dimaksud adalah alkil Litium, tergantung pada logam yang berikatan dengan Atom Karbon pada alkil. Sedangkan yang terbentuk pada senyawa Organologam yaitu ikatan ionik, ikatan kovalen dan ikatan yang terikat secara non-klasik.

Daftar Pustaka :

Hidayat, Atep Afia dan M.Kholil
PENGARUH PROSES PRODUKSI POLIMER ORGANIK TERHADAP SENYAWA ORGANOLOGAM
Jurnal Kimia Indonesia Vol 1, No 1 (2006)


Zaeni, Ahmad dan Habil,F.T.Eddelmann
SENYAWA BARU ORGANOLOGAM KALIUM 18-MAHKOTA-6 YANG MENGANDUNG TURUNAN FLUORENIL SABAGAI KARBANION http://download.portalgaruda.org/article.php?article=62970&val=4576&title=Senyawa Baru Organologam Kalium 18-Mahkota-6 yang Mengandung Turunan Fluorenil sebagai Karbanion

Ramli, Nuriedsun dkk.
DEFINISI DAN KONSEP DASAR ORGANOLOGAM STRUKTUR DAN IKATAN M-ALKIL