.

Tampilkan postingan dengan label @F32-Andreas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @F32-Andreas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Bangunan Hijau Di Planet Bumi


 Oleh : Andreas Yoga Pratama (@F32-Andreas, @ProyekD09)

Abstrak
Pada zaman yang canggih ini, sudah banyak negara untuk berlomba-lomba dalam menemukan, mengembangkan dan menerapkan teknologi hijau. Tetapi dalam perlombaan menata teknologi hijau, harus mempunyai prinsip yaitu menimbulkan kenyamanan sosial, ekonomis dan ramah lingkungan.

Inovasi Industri Hijau



Oleh : Andreas Yoga Pratama (@F32-Andreas, @ProyekD08)












Abstrak
Industrialisasi merupakan langkah yang tepat untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Dampak eksternal sektor industri dan insentif ekonomi lebih besar dibandingkan dengan sektor pertanian. Selain itu tingkat produktivitas dan efisiensi sektor industri lebih tinggi dan menyerap tenaga lebih banyak.

Kata kunci : Industri Hijau, Sektor Industri

Pembahasan
Definisi industri hijau ituadalah industri yang tidak terlepas dari usaha menciptakan bumi dan ekonomi hijau yang sangat diharapkan bumi saat ini untuk melawan kerusakan selanjutnya. Bumi yang nyaman sangat tergantung pada keberhasilan Industri Hijau yang dicciptakan manusia itu sendiri.
Menurut Rudini Mulya (2018), bahwa konsep Industri Hijau menekankan kepada efisiensi serta efektifitas penggunaan bahan baku, jangan sampai terlalu banyak bahan baku yag terbuang percuma. Efisien dan efektifitas merupakan salah satu kunci utama di konsep hijau. bayangkan betapa banyaknya bahan yang bisa digunakan kalau ternyata bahan tersebut tidak terpakai karena penggunaan bahan baku yang tidak efisien. Input masuk sama dengan output adalah hal minimal yang harus dicapai oleh setiap perusahaan bayangkan betapa sayangnya bahan terbuang, dan dampaknya sangat terasa bagi alam. Bahan mentahdiproduksi dengan energi yang berasal dari minyak bumi atau fosil, karena di Indonesia masihdidominasi energi fosil sebesar 37% berdasarkan data dari WWF. Berapa banyak karbon yang keluar dan terbuang sia-sia jika kita membuang bahan baku.
 Pengembangan industri hijau di antaranya dengan menggunakan bahan baku dari material yang ramah lingkungan, desain barang yang ramah lingkungan, menerapkanteknologi proses dengan sumber daya yang efisien, pengurangan emisi rumah kaca, dantransportasi yang ramah lingkungan. Untuk mewujudkan pengembangan industri hijauagar efektif, pemerintah mengeluarkan UUPPLH yang mengatur 16 (enam belas) tindak  pidana lingkungan hidup. Keluarnya UUPPLH ini adalah sebagai ancaman untuk menjaga lingkungan.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia masih memerlukan inovasi di sektor industri dalam upaya pengelolaan lingkungan hijau. Oleh karena itu, pelaku industri dituntut untuk berusaha secara aktif dan bijak dalam menggunakan sumber daya serta teknologi yang ramah lingkungan, sehingga menciptakan efektivitas dan efisiensi bagi keberlanjutan usahanya.
Menurut Rizky Jaramaya dan Nidia Zuraya (2016) dalam kutipan di Republika bahwa Kementerian Perindustrian sebagai pembina industri nasional, berkomitmen memacu para pelaku industri untuk terus mengembangkan inovasi yang mendorong peran perusahaan melakukan perbaikan lingkungan yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Menurut Airlangga, pelaku industri memiliki tanggung jawab besar terhadap seluruh pemangku kepentingan dalam segala aspek operasional perusahaan, yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
“Oleh karena itu, aspek sosial bisnis perusahaan tidak bisa lepas dari pembangunan yang berkelanjutan. Jadi, tidak semata berdasarkan dalam aspek ekonomi, tetapi juga harus menimbang dampak sosial dan lingkungannya baik untuk jangka pendek maupun panjang,” ujar Airlangga di Jakarta, Jumat (26/8).
Penerapan prinsip industri hijau melalui efisiensi produksi dan peningkatan efektivitas penggunaan sumber daya alam, diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan pertumbuhan sektor industri. Pertumbuhan industri tertinggi dicapai oleh industri mesin dan perlengkapan sebesar 9,90 persen. Selanjutnya disusul industri alat angkut sebesar 8,39 persen, industri makanan dan minuman sebesar 8,20 persen, serta industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki sebesar 7,74 persen.
Menurut Airlangga, industri pengolahan nonmigas memiliki peranan yang cukup besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional. "Kontribusi terbesar terhadap industri pengolahan nonmigas diberikan oleh industri makanan dan minuman sebesar 33,3 persen, diikuti oleh industri barang logam sebesar 10,5 persen dan industri alat angkutan yang juga sebesar 10,5 persen. Sehingga, kami masih yakin terhadap pertumbuhan dan peningkatan investasi pada sektor industri,” tutur Airlangga.

Daftar Pustaka
-       Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil. 2017. Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Patona Media : Jakarta
-       Mulya, Rudini. 2018. Apa Itu Industri. https://id.scribd.com/document/105397640/Apa-Itu-Industri-Hijau-Rudini-Mulya (diunduh pada tanggal 17 Februari 2018)
-       Replubika. 2016. Indonesia Masih Butuh Inovasi Industri Hijau. http://republika.co.id/berita/ekonomi/makro/16/08/26/ociaas383-indonesia-masih-butuh-inovasi-industri-hijau (diunduh pada tanggal 17 Februari 2018)

Sabtu, 10 Februari 2018

Peranan Siklus 3R (reuse, recycle and reduce) Bagi Lingkungan


Oleh : Andreas Yoga Pratama (@F32-Andreas, @ProyekD07)













Abstrak
Mengacu pada paparan mengenai Prinsip Kimia Hijau, maka produk kimia yang dianggap ideal ialah memiliki sifat : dapat terurai oleh mikroorganisme (biodegradable); mampu beradaptasi da sejalan dengan siklus 3R (reuse, recycle and reduce); serta produk dan proses produksinya tidak menimbulkan bahaya.

Kata kunci : 3R (reuse, recycle and reduce), Lingkungan

Pembahasan
Menurut Annisa (2015), bahwa Penerapan sistem 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) menjadi salah satu solusi dalam menjaga lingkungan di sekitar kita yang murah dan mudah untuk dilakukan di samping mengolah sampah menjadi kompos atau meanfaatkan sampah menjadi sumber listrik (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah). Selain itu, penerapan 3R ini juga dapat dilakukan oleh setiap orang dalam kegiatan sehari-hari. 3R terdiri dari Reuse, Reduce, dan Recycle. Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.
a. Reduce
    Reduce berarti kita mengurangi penggunaan bahan-bahan yang bisa merusak lingkungan. Reduce juga berarti mengurangi belanja barang-barang yang anda tidak “terlalu” butuhkan seperti baju baru, aksesoris tambahan atau apa pun yang intinya adalah pengurangan kebutuhan. Kurangi juga penggunaan kertas tissue dengan sapu tangan, kurangi penggunaan kertas di kantor dengan print preview sebelum mencetak agar tidak salah, baca koran online, dan lainnya.
b. Reuse
    Reuse sendiri berarti pemakaian kembali seperti contohnya memberikan baju-baju bekas anda ke yatim piatu. Tapi yang paling dekat adalah memberikan baju yang kekecilan pada adik atau saudara anda, selain itu baju-baju bayi yang hanya beberapa bulan dipakai masih bagus dan bisa diberikan pada saudara yang membutuhkan.
c. Recycle
    Recycle adalah mendaur ulang barang. Paling mudah adalah mendaur ulang sampah organik di rumah anda, menggunakan bekas botol plastik air minum atau apapun sebagai pot tanaman, sampai mendaur ulang kertas bekas untuk menjadi kertas kembali. Daur ulang secara besar-besaran belum menjadi kebiasaan di Indonesia. Tempat sampah yang membedakan antara organik dan non-organik saja tidak jalan. Malah akhirnya lebih banyak gerilyawan lingkungan yang melakukan daur ulang secara kreatif dan menularkannya pada banyak orang dibandingkan pemerintah.
Menurut Alamendah (2010), Melakukan 3R (Reuse Reduce Recycle) Setiap Hari. Mengelola sampah dengan sistem 3R (Reuse Reduce Recycle) dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan saja (setiap hari), di mana saja, dan tanpa biaya. Yang dibutuhkan hanya sedikit waktu dan kepedulian kita. Berikut adalah kegiatan 3R (Reuse Reduce Recycle) yang dapat dilakukan di rumah, sekolah, kantor, ataupun di tempat-tempat umum lainnya.

Contoh kegiatan reuse sehari-hari:
- Pilihlah wadah, kantong atau benda yang dapat digunakan beberapa kali atau berulang-ulang. Misalnya, pergunakan serbet dari kain dari pada menggunakan tissu, menggunakan baterai yang dapat di charge kembali.
- Gunakan kembali wadah atau kemasan yang telah kosong untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya. Misalnya botol bekas minuman digunakan kembali menjadi tempat minyak goreng.
- Gunakan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali.
- Gunakan sisi kertas yang masih kosong untuk menulis.
- Gunakan email (surat elektronik) untuk berkirim surat.
- Jual atau berikan sampah yang terpilah kepada pihak yang memerlukan

Contoh kegiatan reduce sehari-hari:
- Pilih produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang.
- Hindari memakai dan membeli produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar.
- Gunakan produk yang dapat diisi ulang (refill). Misalnya alat tulis yang bisa diisi ulang kembali).
- Maksimumkan penggunaan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali.
- Kurangi penggunaan bahan sekali pakai.
- Gunakan kedua sisi kertas untuk penulisan dan fotokopi.
- Hindari membeli dan memakai barang-barang yang kurang perlu.

Contoh kegiatan recycle sehari-hari:
- Pilih produk dan kemasan yang dapat didaur ulang dan mudah terurai.
- Olah sampah kertas menjadi kertas atau karton kembali.
- Lakukan pengolahan sampah organic menjadi kompos.
- Lakukan pengolahan sampah non organic menjadi barang yang bermanfaat.

3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) sebenarnya sederhana dapat dilakukan oleh siapa saja, di mana saja, dan kapan saja serta tidak membutuhkan biaya yang besar. Namun dari 3R yang sederhana ini bisa memberikan dampak yang signifikan bagi penanganan sampah yang sering menjadi permasalahan di sekitar kita.

Daftar Pustaka
-       Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil. 2017. Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Patona Media : Jakarta
-       Farida, Annisa Nur. 2015. 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle). https://www.kompasiana.com/annisa.tekkimits/3r-reduce-reuse-recycle_5528c8b6f17e6143088b45a4 (diunduh pada tanggal 10 Februari 2018)
-       Alamendah. 2010. 3R (Reuse Reduce Recycle) Sampah. https://alamendah.org/2010/07/01/3r-reuse-reduce-recycle-sampah/

Air Yang Begitu Berarti Bagi Manusia



Oleh : Andreas Yoga Pratama (@F32-Andreas, @ProyekD06)












Abstrak
Air merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi seluruh makhluk hidup, termasuk manusia. Semua manusia di Planet Bumi ini sangat membutuhkan air untuk kehidupan sehari-hari seperti minum, mencuci, mandi dan lain sebagainya. Air yang ada di Bumi ini bersumber dari air tanah, sungai, pegunungan, danau bahkan dari laut.  

Kata kunci : Air, Pencemaran Air, Lingkungan, Kesehatan Manusia

Pembahasan
Air sangat penting bagi kehidupan manusia di Bumi ini. mempunyai lingkungan hidup yang sehat akan membuat hidup kita menjadi nyaman dan membuat pikiran menjadi tentram. Pastinya mempunyai lingkuangan hidup yang sehat adalah impian setiap orang meskipun pada kenyataan belum semua orang dapat mewujudkan mimpi tersebut. Menurut Jaya Kurnia (2015), bahwa jika ingin mempunyai lingkungan hidup yang sehat harus dimulai dari diri sendiri dahulu, ketika diri sendiri sudah menerapkan lingkungan hidup sehat harapannya orang disekitar jugaa mengikuti. Meskipun pada kenyataannya sulit dan orang lain disekitar yang kurang mendukung tapi usahakan kita jangan ikut-ikut untuk mengkotorinya tetap pada prinsip ingin menciptakan lingkungaan hidup yang sehat. Menciptakan lingkungan hidup yang sehat contohnya buang sampah pada tempatnya tidak dijalan maupun disungai yang menyebabkan air sungai menjadi tercemar. Ketika air sudah tercemar maka akan menjadi sumber penyakit. Air yaang sudah tercemar, menyebabkan air tidak bersih, tidak jernih dan kotor sehingga tidak bisa untuk dikonsumsi. Berkut ini ada beberapa faktor penyebab pencemaran air yang berdampak pada kesehatan manusia diantaranya:
1. Sampah yang dibuang sembarangan ke sungai, got, maupun selokan
     Sampah-sampah yang dibuang ke saluran air seperti sungai, got, selokan akan menyebabkan air menjadi keruh dan kotor sehingga tidak sehat untuk digunakan.
2. Limbah industri
     Pembunagan limbah industri yang tidak secara matang oleh perusahaan maupun pabrik akan membuat lingkungan sekitar menjadi tidak sehat terlebih limbah tersebut sering dibuang ke sungai-sungai sekitar sehinggaa menyebabkan air sungai bercampur dengan zat-zat kimia berbahaya. Dan warga sekitar pun tidak dapat memanfaatkan sungai karena airya sudah tercemar.
3. Batubara
     Pertambangan batubara, dalam pengolahannya batubara dibakar terlebih dahulu hingga akhirnya siap untuk di distribusikan. Ketika batubara dibakar, maka merkuri yang dalam batubara terlepas ke atmosfer. Dan merkuri beralih kembali ke permukaan bumi merasuk ke air dalam tanah, sungai maupun danau. Sehingga menyebabkan air yang sudah tercampur merkuri menjadi tercemar dan bahaya untuk dikonsumsi.
4. Penggunaaan racun dan bahan peledak untuk menangkap ikan
     Selain ikan banyak yang mati dan merusak kehidupan disekitarnya, penggunaan racun dan bahan peledak untuk menangkap ikan juga membuat air tersebut terkontaminasi dengan bahan-bahan kimia yang ada pada bahan peledak dan racun. Ekosistemnya menjadi rusak dan airnya pun juga tidak sehat lagi.
5. Limbah nuklir
     Zat radioaktif pembangkit listrik tenaga nuklir dan saat ini dunia sangat bergabtung pada energi nuklir maka terjadi peningkatan yang luar biasa terhadao limbah radioaktif yang dibuang ke daerah perairan. Tentunya limbah nuklir sangat berbahaya bagimanusia dan lingkungan sekitar perairan.
6. Tumpahan minyak
     Kebutuhan minyak bumi yang terus meningkat menyebabkan lalu lintas lautan menjadi semakin ramai daan minyak tumpah pun menjadi hal yang sering terjadi. Seperti yang kita tahu bahwa minyak dan air tidak bisa bersatu, minyak yang sering tumpah ke lautan akan menyebabkan air tercemar dan rusaknya ekosistem laut, ikan-ikan dan tumbuhan karaang kesulitan mendapat sinar matahari.
7. Pencemaran dari peternakan dan perikanan
     Air yang tercemar dari pernakan dan perikinan disebabakan karena tidak matangnya pemikiran pembuangan kotoraan hewan yang menyebabkan air terkontaminasi dengan kotaran dan bakteri-bakteri lainnya.
8. Penggunaan pestisida berlebih
     Limbah pertanian yang masuk ke dalam air tiak terlalu berbahaya namun saat ini banyak petani yang menggunakan petisida dan pupuk kimia berlebih sehingga menyebabkan air menjadi tercemar.
9. Limbah rumah tangga
     Terus berambahnya penduduk menyebabkan pengolaan limbah rumah tangga yang tidak terlalu diperhatikan oleh setiap penduduk dan asal-asalan dalam membuang, dan ini menyebabkan lingkungan tercemar dan air pun juga tercemar.
10. Erosi tanah
     Hutan yang gundul akibat penebangan yang ilegaal menyebabkan permukaan tanah menjadi semakin sedikit karena ketika hujan banyak tanah yang terbawa arus air mengalir ke sungai maupun danau. Dan menyebabkan air danau dan sungai menjadi keruh.
Demikian beberapa faktor-faktor penyebab pencemaran air yang perlu kita ketahui bersama sehingga kita bisa menjaga lingkungan dan mencegahnya hal-hal yang berdampak buruk pada lingkungan dan khususnya pada kesehatan manusia itu sendiri.

Daftar Pustaka
-       Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil. 2017. Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Patona Media : Jakarta
-       Kurnia, Jaya. 2015. 10 Faktor Penyebab Pencemaran Air. http://pengayaan.com/10-faktor-penyebab-pencemaran-air/ (diunduh pada tanggal 7 Februari 2018)

Kesehatan Yang Tercemar Karena Udara


Oleh : Andreas Yoga Pratama (@F32-Andreas, @ProyekD05)













Abstrak
Udara memang sangat diperlukan bagi setiap makhluk hidup di dunia ini. Udara yang baik akan sangat berguna bagi manusia dan makhluk lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun demikian, di sekitar kita pasti ada udara yang bagus dan ada yang sudah tercemar. Pencemaran udara merupakan hal yang buruk. Banyak udara tercemar karena ulah manusia sendiri seperti knalpot dari kendaraan, asap industri, debu dari pabrik dan masih banyak lagi yang lainnya. Semua dampak  itu akan kembali ke pada manusia itu sendiri. Secara tidak langsung, uadara dari pencemaran tersebut akan masuk ke dalam tubuh manusia. Pencemaran udara ini dapat membahayakan dan memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan manusia.

Kata kunci : Udara, Pencemaran Udara, Lingkungan, Kesehatan Manusia
Pembahasan
Menurut Sugeng Utaya (2009), bahwa meningkatnya aktivitas menusia di kota yang ditunjang dengan sarana transportasi modern ternyata telah menimbulkan masalah pencemaran udara, yang pada akhimya justru mengancam kehidupan manusia itu sendiri. Bahan polutan buangan kendaraan bermotor yang tertumpah secara tak terkendali di atas atmosfer kota, dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh manusia baik secara inhalasi, ingesti, maupun penetrasi kulit, dan jelas efeknya dapat menimbulkan gangguan pada kesehatan manusia. Repotnya,.aktivitas manusia tersebut kian hari justru kian meningkat saja.
Pada kutipan Prabu (2008), bahwa Pencemaran udara merupakan masalah global. Sumber pencemaran udara adalah terutama pembakaran bahan bakar fosil untuk mendapatkan energi untuk industri dan transportasi. Pencemaran udara pada dasarnya berbentuk partikel (debu, gas, timah hitam) dan gas (Karbon Monoksida (CO), Nitrogen Oksida (NOx) , Sulfur Oksida (SOx), Hidrogen Sulfida (H2S), hidrokarbon). Udara yang tercemar dengan partikel dan gas ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang berbeda tingkatan dan jenisnya tergantung dari macam, ukuran dan komposisi kimiawinya. Secara umum efek pencemaran udara terhadap saluran pernafasan dapat menyebabkan terjadinya:
1. Iritasi pada saluran pernafasan. Hal ini dapat menyebabkan pergerakan silia menjadi lambat, bahkan dapat terhenti sehingga tidak dapat membersihkan saluran pernafasan.
2. Peningkatan produksi lendir akibat iritasi oleh bahan pencemar.
3. Produksi lendir dapat menyebabkan penyempitan saluran pernafasan.
4. Rusaknya sel pembunuh bakteri di saluran pernafasan.
5. Pembengkakan saluran pernafasan dan merangsang pertumbuhan sel, sehingga saluran pernafasan menjadi menyempit.
6. Lepasnya silia dan lapisan sel selaput lendir.
Akibat dari hal tersebut di atas, akan menyebabkan terjadinya kesulitan bernafas sehingga benda asing termasuk bakteri/mikroorganisme lain tidak dapat dikeluarkan dari saluran pernafasan dan hal ini akan memudahkan terjadinya infeksi saluran pernafasan.

Daftar Pustaka
-       Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil. 2017. Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Patona Media : Jakarta
-       Utaya, Sugeng. 2009. Pencemaran Udara 1 Kota dan Efeknya pada Efek Kesehatan Manusia. http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=57111 (diakses tanggal 5 Februari 2018)
-       Prabu. 2008. Dampak Pencemaran Udara Terhadap Kesehatan. https://putraprabu.wordpress.com/2008/12/27/dampak-pencemaran-udara-terhadap-kesehatan/ (diakses tanggal 5 Februari 2018)

Sabtu, 03 Februari 2018

Pencemaran Udara Oleh Sebuah Pabrik Yang Berdampak Pada Lingkungan


Oleh : Andreas Yoga Pratama (@F-32Andreas, @ProyekD04)









Abstrak
Pencemaran udara merupakan hal yang paling berbahaya jika dibandingkan dengan jenis pencemaran lainnya. Hal yang paling sering di dalam kehidupan kita adalah konsumsi bahan bakar untuk keperluan hidup sehari-hari, seperti untuk memasak, kendaraan bermotor, kegiatan industri dan sebagainya. Hasil proses pembakaran antara lain melepaskan sejumlah besar bahan kimia ke udara dan juga menimbulkan pencemaran.

Kata kunci : Pencemaran Udara, Industri, Lingkungan

Pembahasan
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.
Asap adalah suspensi partikel kecil di udara (aerosol) yang berasal dari pembakaran tak sempurna dari suatu bahan bakar. Asap umumnya merupakan produk samping yang tak diinginkan dari api (termasuk kompor dan lampu) serta pendiangan, tapi dapat juga digunakan untuk pembasmian hama (fumigasi), komunikasi (sinyal asap), pertahanan (layar asap, smoke-screen) atau penghirupan tembakau atau obat bius. Asap kadang digunakan sebagai agen pemberi rasa (flavoring agent) dan pengawet untuk berbagai bahan makanan.
Keracunan asap adalah penyebab utama kematian korban kebakaran di dalam ruangan. Asap ini membunuh dengan kombinasi kerusakan termal, keracunan, dan iritasi paru-paru yang disebabkan oleh karbon monoksida, hidrogen sianida, dan produk pembakaran lainnya.
Partikel asap terutama terdiri dari aerosol (atau kabut) partikel padat atau butiran cairan yang mendekati ukuran ideal untuk penyebaran Miecahaya tampak. Asap adalah salah satu polusi udara yang dapat berupa karbondioksida dan karbonmonoksida. Polusi udara (pencemaran udara ) adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Polusi ini dikeluarkan juga oleh salah satu pabrik dengan jumlah yang banyak juga membahayakan masyarakat sekitar.

Dampak Asap Pabrik Bagi Masyarakat Sekitar
Bagi masyarakat yang rumahnya dekat di lokasi pabrik sangat merugikan, sebab asap yang dikeluarkan dari cerobongnya bisa mengotori lingkungan sekitar, udara menjadi kotor dan paru-paru menjadi tidak sehat karena menghisap udara tersebut. Masyarakat telah berupaya keras salah satunya dengan mendatangi pabrik untuk menyaring dan mengurangi asap yang dikeluarkan. Apalagi asap tersebut berwarna hitam pekat hasil dari limbah produksi. Hampir setiap hari diwaktu yang sama asap dikeluarkan, pada awalnya berjumlah sedikit tapi lama kelamaan volumenya semakin banyak.

Zat Yang Terkandung Pada Asap
Kandungan yang terdapat dalam asap diantaranya sejumlah senyawa yang sangat berbahaya, seperti . Timbal (Pb), CO (karbon monoksida), Karbon monoksida ialah gas yang tidak berbau dan tidak berwarna serta lebih mudah bercantum dengan hemoglobin darah berbanding oksigen. Keadaan ini tentu akan menjejaskan keupayaan darah untuk membekalkan oksigen kepada tisu-tisu tubuh. Bagi menampung kekurangan ini, jantung dan paru-paru terpaksa bekerja dengan lebih kuat lagi. Karbon monoksida juga merosakkan dinding arteri dan dengan itu, mendorong berlakunya penyakit jantung dan masih banyak lagi zat lain yang berbahaya.

Cara Menghindari Resiko Dari Asap Pabrik
Masyarakat mungkin bisa memulai dari diri sendiri seperti memakai masker, menanam pohon supaya asap dapat diserap pohon dan dinganti dengan oksigen, tidak terlalu sering berada di luar rumah yang sudah tercemari oleh asap pabrik Tempatkan alat pengeluaran udara dekat dengan sumber pencemaran. Usahakan menggantikan udara yang keluar dari ruangan sehingga udara yang masuk ke-ruangan sesuai dengan kebutuhan. Filtrasi : Memasang filter dipergunakan dalam ruangan dimaksudkan untuk menangkap polutan dari sumbernya dan polutan dari udara luar ruangan. Pembersihan udara secara elektronik : Udara yang mengandung polutan dilewatkan melalui alat ini sehingga udara dalam ruangan sudah berkurang polutan-nya atau disebut bebas polutan.

Penyakit yang ditimbulkan oleh asap pabrik
Beberapa penyakit yang ditimbulkan oleh asap pabrik adalah :
- Asma merupakan penyakit inflamasi kronik saluran udara di mana sel mast, eosinofil dan sel T memainkan peranan yang penting. Pada individu yang rentan, inflamasi tersebut menyebabkan episod bunyi bernafas seperti gesekan biola (wheezing). Simptom ini biasanya dikaitkan dengan perubahan kadar pengaliran udara melalui salur pernafasan yang berbalik secara spontan atau setelah diberi rawatan.
- Iritasi ringan terhadap mata, terjadi karena banyak hal: iritasi , alergi atau dapat juga merupakan gejala dari penyakit lain yang lebih serius.. Yang paling umum terjadi adalah iritasi mata yang disebabkan karena terlalu lama bekerja didepan komputer, terpapar oleh debu atau kotoran dalam jangka waktu yang lama.
- Gangguan Pernafasan
1.      Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
2.      Pernapasan akut penyakit termasuk pneumonia
3.      Prematur timbulnya dan penurunan dipercepat pada fungsi paru-paru
4.   Semua gejala utama pernapasan pada orang dewasa, seperti batuk, berdahak dan dyspnoea

Kesimpulan
Pencemaran udara merupakan hal yang paling berbahaya jika dibandingkan dengan jenis pencemaran lainnya. Hal yang paling sering di dalam kehidupan kita adalah konsumsi bahan bakar untuk keperluan hidup sehari-hari, seperti untuk memasak, kendaraan bermotor, kegiatan industri dan sebagainya.

Daftar Pustaka
Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil. 2017. Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Patona Media : Jakarta
Pangestu, Nugroho. 2013. Makalah Asap Pabrik, Asap Kebakaran Hutan, dan Polusi. http://n-pangestu.blogspot.co.id/2013/12/makalah-asap-pabrik-asap-kebakaran.html

Industri Kimia Sebagai Sumber Pencemaran Lingkungan

Diunduh dari halaman www.google.com dengan kata kunci pencemaran lingkungan oleh industri kimia, pada tanggal 3 Februari 2018
Oleh : Andreas Yoga Pratama (@F32-Andreas, @ProyekD03)

Abstrak
Industri kimia tidak pernah lepas dari isu lingkungan. Hampir di semua industri kimia di negara manapun akan muncul isu lingkungan ini. Mulai dari masalah bau yang ditimbulkan oleh polusi bahan kimia, pelepasan bahan kimia beracun, emisi senyawa organik volatil (SOV), penambahan gas rumah kaca, konstaminasi tanah, penggunaan zat baru yang belum diketahui dampak lingkungannya dan lain-lain.

Kata kunci : Industri Kimia, Pencemaran Lingkungan, Dampak dan Penanganan

Pembahasan
Menurut Wikipedia, pencemaran adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan/ atau komponen lain ke dalam air atau udara. Pencemaran juga bisa berarti berubahnya tatanan (komposisi) air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas air/ udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya. Tetapi menurut Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982, pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat  tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

Dampak Negatif Kegiatan Industri terhadap Lingkungan
Adanya eskalasi besar-besaran dalam bidang industri memang memberikan keuntungan untuk banyak pihak. Dampak positif adanya gedung-gedung tempat kegiatan industri berlangsung ini antara lain meningkatnya jumlah lapangan kerja, membantu mengatasi permasalahan terkait kemiskinan dan pengangguran, menambah pendapatan negara, dan sebagainya. Meskipun demikian, dampak negatifnya terhadap lingkungan pun tak kalah banyak. Terganggungnya kebersihan dan munculnya berbagai pencemaran lingkungan menjadi akibat utama tumbuhnya industri; yang tak pelak merugikan masyarakat yang tinggal di daerah sekitarnya.
Pencemaran air dan tanah. Pencemaran pada air dan tanah ini bisa disebabkan oleh limbah-limbah industri, seperti sampah non-organik dan zat-zat kimia sisa proses produksi yang dibuang secara sembarangan oleh pihak pemilik industri. Sampah anorganik yang dibuang di tanah dapat mempengaruhi pertumbuhan organisme di dalam tanah (yang berperan pada kesuburan tanah); mengakibatkan tanah tidak lagi gembur dan subur sehingga tanaman enggan tumbuh di atasnya. Sedangkan sampah, baik padat maupun cair, yang terbuang ke dalam sumber air dapat menimbulkan, misalnya, bau, perubahan suhu, atau pendangkalan sungai. Di samping itu, air tidak lagi sehat untuk digunakan. Ketika penduduk sekitar memaksa menggunakan air yang tercampur limbah tersebut, kemungkinan mereka akan mengalami gangguan pada kesehatannya.
Pencemaran udara. Beberapa jenis industri melibatkan proses produksi yang menghasilkan asap. Tidak tanggung-tanggung, asap ini membumbung hampir setiap saat apabila pabrik beroperasi sepanjang hari, 24 jam tanpa henti. Asap ini tentu mengandung zat-zat yang sebagian besar berbahaya ketika dihirup. Selain asap, debu yang dihasilkan pun bisa mengakibatkan tercemarnya udara bersih. Adanya pencemaran udara ini, apapun penyebab khususnya, semakin mempersulit masyarakat sekitar untuk mendapatkan udara bersih untuk bernafas. Berbagai penyakit pernafasan seperti TBC, pneumonia, dan penyakit berbahaya lainnya pun mengancam.
Polusi suara. Kegiatan di industri-indsutri ini seringkali menimbulkan suara-suara yang mengganggu; atau bisa disebut dengan polusi suara. Jika intensitasnya tinggi dan jangka waktunya lama, kebisingan ini dapat menimbulkan gangguan, baik bagi para pekerja maupun masyarakat di dekatnya.


Mengatasi Isu Lingkungan di Kawasan Industri
Untuk mengatasi pencemaran yang merupakan isu lingkungan paling menarik perhatian di kawasan industri, dibutuhkan kerjasama yang baik antara berbagai pihak yang terkait; terutama penyelenggara atau pemilik industri.
Beberapa hal yang perlu diupayakan dalam mencegah dan/atau mengatasi dampak negatif pembangunan industri antara lain adalah sebagai berikut:
- Pemilihan lokasi pembangunan yang tidak terlampau dekat dengna pemukiman warga setempat.
- Adanya upaya memperkecil jumlah limbah yang dihasilkan oleh industri tersebut; misalnya dengan pemilihan bahan baku dan peralatan yang ramah lingkungan.
- Adanya usaha mencegah terjadinya pencemaran lingkungan sekitar. Contohnya, dengan melakukan pengelolaan limbah secara bijak atau menyediakan tempat penyaluran limbah yang tidak mengganggu kesehatan lingkungan sekitar.
- Menghijaukan lingkungan di sekitar lokasi pendirian industri. Hal ini bisa dilakukan oleh penyelenggara industri dan masyarakat sekitar. Seperti yang kita ketahui, pepohonan ataupun tanaman hijau lainnya mempunyai dampak signifikan dalam menetralkan udara yang kotor, ataupun menjadi sumber penampungan air bersih.
- Penjagaan kebersihan lokasi industri dan lingkungan sekitarnya; memastikan tidak ada sampah yang terbuang tidak pada tempatnya.

Kesimpulan
Industri kimia tidak pernah lepas dari isu lingkungan. Hampir di semua industri kimia di negara manapun akan muncul isu lingkungan ini. pencemaran adalah masuk atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan/ atau komponen lain ke dalam air atau udara. Dalam hal ini, tetap akan menimbulkan dampak negatif dari Industri bagi lingkungan sekitar, tetapi walaupun demikian, tetap ada solusi untuk mengangani isu lingkungan tersebut.

Daftar Pustaka
-       Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil. 2017. Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Patona Media : Jakarta
-       https://id.wikipedia.org/wiki/Pencemaran (diakses tanggal 3 Februari 2018)
-       Rahmat, Riyandi. 2014. Mengatasi Isu Lingkungan Di Kawasan Industri. https://environment-indonesia.com/mengatasi-isu-lingkungan-di-kawasan-industri/ (diakses tanggal 3 Februari 2018)


Pembakaran Bahan Bakar Fosil Yang Berbuah Udara Tidak Sehat


 


Oleh Andreas Yoga Pratama, @F-32Andreas, @ProyekD02

Abstrak
Udara merupakan campuran gas yang terdapat pada permukaan bumi sebagai habitat manusia dan makhluk hidup lainnya. Keberadaan udara yang ada di sekeliling bumi ini sangat penting bagi makhluk hidup. Tanpa adanya udara, kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya tidak akan pernah bisa.

Kata Kunci : Udara, Pencemaran Udara, Bahan Bakar Fosil

Pembahasan
Udara meliputi tiga komponen utama, yaitu udara kering, uap air dan aerosol. Kandungan udara kering meliputi 78,09 % Nitrogen, 20,94 % Oksigen, 0,93 % Argon, 0,032% Karbon Dioksida, 0,003 % gas-gas lain. Berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi, sosial, dan ekonomi mengakibatkan tingkat aktivitas, produktivitas, dan mobilitas manusia semangkin meningkat. Salah satunya adalah kegiatan industri yang berkembang semakin pesat. Dampak yang diakibatkan dari kegiatan tersebut adalah tercemarnya udara di sekitar kita. Menurut Gomugomuna (2015), pencemaran udara merupakan masalah yang komplek dan harus segera ditangani dikarenakan udara adalah komponen dasar dan berpengaruh langsung terhadap kesehatan manusia, ekosistem lingkungan, tumbuhan maupun hewan. Menurut Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 tahun 1982, pencemaran lingkungan atau polusi adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
Pencemaran udara yang paling utama dapat disebabkan oleh 2 faktor, yaitu :
1. Faktor Internal (Alamiah)
- debu yang beterbangan akibat tiupan angin
- abu dan gas vulkanik dari letusan gunung berapi
- proses dekomposisi bahan organik
2. Faktor Eksternal (Manusia)
- pembakaran bahan bakar fosil
- berbagai debu dan serbuk dari kegiatan industri
- penggunaan bahan kimia yang diaplikasikan ke bidang pertanian
- limbah pabrik
Pencemaran udara di sekitar tidak bisa kita hindarkan, karena ini berkaitan dengan teknologi, perkembangan zaman dan kebutuhan dalam kehidupan. Sebagai contoh pada penggunaan bahan bakar fosil yang sangat menguntungkan bagi manusia. Menurut Mandala (2016), penggunaan bahan bakar fosil telah mampu menggerakkan pengembangan industri serta menggantikan tenaga air, kincir angin serta pembakaran kayu. Pada saat menghasilkan listrik, energi dari hasil pembakaran bahan bakar fosil sering digunakan sebagai penggerak turbin.
Pembakaran bahan bakar fosil yang dilakukan oleh manusia adalah sumber utama dari salah satu gas rumah kaca, yaitu karbon dioksida yang dipercaya penyebab terjadinya pemanasan global.
Bahan bakar fosil atau yang biasa disebut juga dengan bahan bakar mineral merupakan sumber daya alam yang mengandung hidrokarbon, misalnya seperti minyak bumi, gas alam dan batu bara.
Minyak Bumi
Bahan bakar fosil yang berasal dari minyak bumi merupakan minyak alami yang ditemukan di bawah tanah, bahan bakar fosil yang satu ini sangatlah penting. Hal tersebut dikarenakan tidak banyak digunakan dalam keadaan asli namun diolah menjadi bahan bakar seperti bensin, minyak tanah, parafin dan lain-lain.
Minyak merupakan salah satu bahan bakar fosil yang paling umum digunakan. Karena minyak serta produk-produknya sangat bermanfaat bagi kehidupan saat ini.
Gas Alam
Bahan bakar fosil lainnya yang banyak digunakan adalah gas alam. Gas alam biasanya bisa ditemukan di bawah tanah bersama minyak bumi dan batu bara. Gas alam telah menjadi sumber gas dalam negeri oleh banyak orang selama bertahun-tahun untuk memanaskan rumah mereka. Bahan bakar ini menghasilkan polusi yang relatif sedikit jika dibandingkan dengan bahan bakar lainnya.
Batubara
Bahan bakar fosil yang satu ini terbentuk dari pengendapan vegetatif yang terjadi selama ribuan tahun. Bentuk fosil dari tanaman yang membusuk serta vegetasi lainnya telah membentuk batu bara. Di Amerika Serikat, batubara digunakan untuk menghasilkan lebih dari 50 persen listrik. Pembangkit listrik dengan menggunakan batubara memerlukan cadangan besar batubara agar menghasilkan listrik secara konstan.
Bahan bakar fosil atau bahan bakar mineral yang telah disebutkan di atas sudah menjadi sumber energi untuk hal-hal penting di dunia ini. Bahan bakar fosil tersebut berguna dan bermanfaat untuk berbagai hal misalnya memasak, transportasi, dan hal-hal lainnya. Namun, bahan bakar fosil tersebut tidak dapat kita perbarui dan termasuk ke dalam sumber energi yang tidak terbarukan.
Oleh karena itu, persedian bahan bakar fosil ini akan habis karena terbatas. Dengan bertambahnya jumlah populasi manusia dan peningkatan konsumsi rata-rata harian, persediaan bahan bakar fosil cepat atau lambah pasti akan habis.
Rata-rata setiap tahunnya jutaan ton batu bara dan galon minyak digunakan untuk mengekstrak energi dari bahan bakar fosil. Proses ekstraksi dilakukan dengan pembakaran bahan bakar fosil ini.
Karena pembakaran bahan bakar itulah akan mengakibatkan pencemaran lingkungan. Konstituen dari bahan bakar fosil adalah sulfur dan nitrogen. Bahan bakar fosil tersebut diproduksi dalam bentuk oksida dan dapat menyebabkan polusi yang tidak baik untuk kesehatan. Hal ini yang menyebabkan pemanasan global terjadi di seluruh dunia.
Efek negatif lain dari hal ini adalah ketika batu bara digali maka hal ini dapat mempengaruhi ekosistem dari lingkungan sekitarnya dan dapat menimbulkan bahaya yang serius bagi kesehatan para pekerja tambang.

Kesimpulan
Udara merupakan campuran gas yang terdapat pada permukaan bumi sebagai habitat manusia dan makhluk hidup lainnya. Keberadaan udara yang ada di sekeliling bumi ini sangat penting bagi makhluk hidup. Menurut Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 tahun 1982, pencemaran lingkungan atau polusi adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Pencemaran udara yang paling utama dapat disebabkan oleh 2 faktor, yaitu Faktor Internal (Alamiah) dan Faktor Eksternal (Manusia). Pencemaran udara di sekitar tidak bisa kita hindarkan, karena ini berkaitan dengan teknologi, perkembangan zaman dan kebutuhan dalam kehidupan. Sebagai contoh pada penggunaan bahan bakar fosil yang sangat menguntungkan bagi manusia. Bahan bakar fosil atau yang biasa disebut juga dengan bahan bakar mineral merupakan sumber daya alam yang mengandung hidrokarbon, misalnya seperti minyak bumi, gas alam dan batu bara.

Daftar Pustaka
-       Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil. 2017. Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Patona Media : Jakarta
-       Gomugomuna. 2015. Sumber Pencemaran Udara. https://envair.wordpress.com/2015/02/23/sumber-pencemaran-udara/ (diunduh tanggal 1 Februari 2018)

-  Mandala. 2016. Pengertian dan Contoh Bahan Bakar Fosil. https://satujam.com/pengertian-dan-contoh-bahan-bakar-fosil/ (diunduh tanggal 2 Februari 2018)

Transformasi Bahan Kimia Dalam Industri Pertanian


Oleh : Andreas Yoga Pratama 
(@F32-Andreas, @ProyekD01)











Abstrak
Kimia dan industri mempunyai hubungan yang sangat erat dan saling berkaitan. Dalam perkembangan ilmu dan teknologi kimia secara langsung berpengaruh terhadap perkembangan teknologi industri. Aplikasi ilmu kimia dalam bidang industri semakin luas dan berkembang pesat. Pertama-tama kita harus ketahui apa itu pengertian industri. Industri merupakan suatu kelompok usaha proses yang mengubah bahan baku menjadi produk yang berguna dan dapat digunakan secara langsung oleh konsumen. Istilah produk dalam kimia industri melibatkan industri yang menghasilkan zat kimia dan limbah kimia.

Kata kunci : Kimia Pertanian, Pupuk, Pestisida

Pembahasan
Menurut Sri dan Suci (2003) dalam Jamilah dan Mariani Sembiring  (2015), bahwa peningkatan pemakaian pupuk kimia dan pestisida dapat menyebabkan masalah lingkungan yang serius. Seiring dengan berkembangnya kesadaran tentang sistem pertanian organik, makin disadari pentingnya pemanfaatan bahan organik dalam pengelolaan hara di dalam tanah. Penggunaan bahan organik ke dalam tanah pada sistem pertanian ini diyakini dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah sehingga menentukan warisan untuk generasi mendatang. Oleh dari itu, para peneliti terus bekerja supaya menemukan cara bagaimana reaksi bahan kimia dapat aman bagi lingkungan.

Bila menurut Nay (2013), bahan kimia yang sering digunakan adalah asam sulfat. Asam sulfat terbuat dari belerang yang diproses sedemikian rupa sehingga menjadi asam sulfat. Asam sulfat banyak digunakan oleh industri pupuk, industri minya, industri tekstil, dll.
Dalam bidang pertanian yaitu:
1. Bahan kimia dalam pupuk
Ada dua jenis pupuk yang digunakan dalam pertanian yaitu pupuk alami (berasal dari hewan dan tumbuhan), misalnya pupuk kandang dan pupuk kompos dan pupuk buatan (hasil industri) misalnya pupuk yang mengandung nitrogen, fosfor dan kalium. Selain bahan tersebut unsur-unsur seperti zink, mangan dan kobalt juga sangat diperlukan oleh tumbuhan agar tumbuhan tumbuh dengan subur.
2. Bahan kimia dalam pestisida
Pestisida adalah bahan racun yang dapat membunuh hewan atau tanaman yang mengganggu tanaman yang sedang dipelihara oleh manusia sehingga tanaman bisa terbebas dari hama tanaman yang merusak. Macam-macam pestisida diantaranya:
Insektisida yaitu pestisida yang digunakan untuk membunuh serangga.
Fungisida yaitu pestisida yang digunakan untuk membunuh jamur.
Herbisida yaitu pestisida yang digunakan untuk membunuh tumbuhan pengganggu atau gulma.
Rodentisida yaitu pestisida yang digunakan untuk membunuh binatang pengerat, misalnya tikus.
Akarisida yaitu pestisida yang digunakan untuk membunuh tungau dan caplak (acarina).

Kesimpulan
Dalam perkembangan ilmu dan teknologi kimia secara langsung berpengaruh terhadap perkembangan teknologi industri. Aplikasi ilmu kimia dalam bidang industri semakin luas dan berkembang pesat. Seiring berkembangnya teknologi dari waktu ke waktu, maka para ilmiah melakukan penelitian dan percobaan. Penelitian yang menggunakan bahan kimia dan diaplikasikan ke dalam industri, khususnya industri pertanian. Bahan kimia yang sering digunakan dalam pertanian adalah asam sulfat. Asam sulfat terbuat dari belerang yang diproses sedemikian rupa sehingga menjadi asam sulfat. Dalam pengaplikasiannya terhadap pertanian terdapat pada pupuk dan pestisida.

Daftar Pustaka
-       Hidayat, Atep Afia dan M. Kholil. 2017. Kimia Industri dan Teknologi Hijau. Patona Media : Jakarta
-       Rizky Dharmawan Margolang, Jamilah dan Mariani Sembiring. 2015. Karakteristik Beberapa Sifat Fisik, Kimia, dan Biologi Tanah Pada Sistem Pertanian Organik. http://download.portalgaruda.org/article.php?article=334776&val=4122&title=Karakteristik Beberapa Sifat Fisik, Kimia, dan Biologi Tanah Pada Sistem Pertanian Organik (diunduh tanggal 28 Januari 2018)

-       Nay. 2013. Bahan Kimia Di Bidang Industri dan Pertanian. http://umum.galihpamungkas.com/2013/11/01/bahan-kimia-di-bidang-industri-dan-pertanian/ (diunduh tanggal 29 Januari 2018)