.

Tampilkan postingan dengan label @C18-Priyoto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @C18-Priyoto. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Februari 2017

Bangunan Hiaju


Bangunan hijau (juga dikenal sebagaikonstruksi hijau atau bangunan berkelanjutan) mengarah pada struktur dan pemakaian proses yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan hemat sumber daya sepanjang siklus hidup bangunan tersebut, mulai dari pemilihan tempat sampai desain, konstruksi, operasi, perawatan, renovasi, dan peruntuhan. Praktik ini memperluas dan melengkapi desain bangunan klasik dalam hal ekonomi, utilitas, durabilitas, dan kenyamanan.
Meski teknologi baru terus dikembangkan untuk melengkapi praktik penciptaan struktur hijau saat ini, tujuan utamanya adalah bahwa bangunan hijau dirancang untuk mengurangi dampak lingkungan bangunan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan alami dengan:
Menggunakan energi, air, dan sumber daya lain secara efisienMelindungi kesehatan penghuni dan meningkatkan produktivitas karyawanMengurangi limbah, polusi dan degradasi lingkungan.
Ada konsep sejenis bernama bangunan alamiyang biasanya berukuran lebih kecil dan cenderung fokus pada penggunaan bahan alami yang tersedia di daerah sekitarnya.Konsep yang lain yaitu desain berkelanjutandan arsitektur hijau. Keberlanjutan dapat diartikan sebagai memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi masa depan memenuhi kebutuhan mereka.Bangunan hijau tidak secara khusus menangani masalah pembaharuan rumah yang sudah ada.
Laporan U.S. General Services Administration tahun 2009 menemukan 12 bangunan yang dirancang secara berkelanjutan membutuhkan biaya yang lebih sedikit untuk beroperasi dan memiliki performa energi yang sangat baik. Selain itu, penghuni lebih puas dengan keseluruhan bangunan ini dibandingkan dengan di bangunan komersial biasa.
Menurut MNLH (2010), bangunan ramah lingkungan  adalah suatu bangunan yang menerapkan prinsip lingkungan dalam perancangan, pembangunan, pengoperasian, dan pengelolaannya dan aspek penting penanganan dampak perubahan iklim. Dijelaskan, bahwa bangunan dapat dikategorikan sebagai bangunan ramah lingkungan apabila memenuhi kriteria antara lain: 
1. Menggunakan material bangunan yang ramah lingkungan (material bangunan yang bersertifikat eco-label; material bangunan lokal);
2. Terdapat fasilitas, sarana, dan prasarana untuk konservasi sumber daya air dalam bangunan gedung (mempunyai sistem pemanfaatan air yang dapat dikuantifikasi;  menggunakan sumber air yang memperhatikan konservasi sumber daya air; Mempunyai sistem pemanfaatan air hujan);
3. Terdapat fasilitas, sarana, dan prasarana konservasi dan diversifikasi energi (menggunakan sumber energi alternatif terbarukan yang rendah emisi gas rumah kaca; menggunakan sistem pencahayaan dan pengkondisian udara buatan yang hemat energi);
4. Menggunakan bahan yang bukan bahan perusak ozon dalam bangunan gedung (refrigeran untuk pendingin udara yang bukan bahan perusak ozon;  melengkapi bangunan gedung dengan peralatan pemadam kebakaran yang bukan bahan perusak ozon);
5. Terdapat fasilitas,sarana, dan prasarana pengelolaan air limbah domestik pada bangunan gedung (melengkapi bangunan gedung dengan sistem pengolahan air limbah domestik pada bangunan gedung fungsi usaha dan fungsi khusus; melengkapi bangunan gedung dengan sistem pemanfaatan kembali air limbah domestik hasil pengolahan pada bangunan gedung fungsi usaha dan fungsi khusus);
6. Terdapat fasilitas pemilahan sampah;
Memperhatikan aspek kesehatan bagi penghuni bangunan (melakukan pengelolaan sistem sirkulasi udara bersih; memaksimalkan penggunaan sinar matahari);
7. Terdapat fasilitas, sarana, dan prasarana pengelolaan tapak berkelanjutan (melengkapi bangunan gedung dengan ruang terbuka hijau sebagai taman dan konservasi hayati, resapan air hujan dan lahan parkir;  mempertimbangkan variabilitas iklim mikro dan perubahan iklim;  mempunyai perencanaan pengelolaan bangunan gedung sesuai dengan tata ruang; menjalankan pengelolaan bangunan gedung sesuai dengan perencanaan); 
8. Terdapat fasilitas, sarana, dan prasarana untuk mengantisipasi bencana (mempunyai sistem peringatan dini terhadap bencana dan bencana yang terkait dengan perubahan iklim seperti: banjir, topan, badai, longsor dan kenaikan muka air laut; menggunakan material bangunan yang tahan terhadap iklim atau cuaca ekstrim intensitas hujan yang tinggi, kekeringan dan temperatur yang meningkat).

Teknologi ramah lingkungan

Macam – Macam Sumber Energi




A. Sumber Energi Primer
Sumber energi primer merupakan sumber energi yang terdapat langsung di alam dan dapat dijumpai, seperti air, nuklir, matahari, minyak, batu bara, kayu, dan angin.

B. Sumber Energi Sekunder
Sumber energi sekunder merupakan energi yang dihasilkan dari energi primer yang lainnya, contohnya gas dan listrik.
Selain berdasarkan sifat alaminya, macam-macam sumber energi juga dikategorikan berdasarkan ketersediannya. Berdasarkan ketersediaannya inilah, energi dibagi menjadi energi terbarukan dan energi tak terbarukan.

C. Energi Terbarukan
Energi terbarukan merupakan sumber energi alam yang dapat langsung dimanfaatkan dengan bebas. Selain itu, ketersediaan energi terbarukan ini tak terbatas dan bisa dimanfaatkan secara terus menerus.
Adapun contoh dari energi
terbarukan ini adalah sebagai berikut:

1. Angin
Angin merupakan salah satu sumber energi yang tak pernah ada habisnya. Selama bumi ini masih ada, maka angin akan tetap ada selamanya karena ketersediaannya tidak terbatas. Angin sendiri seringkali dimanfaatkan dalam teknologi kincir angin, khususnya di negara dengan intensitas angin sangat banyak. Angin ini nantinya akan mendorong turbun dari kincir angin yang bisa menghasilkan energi listrik.

2. Matahari
Matahari merupakan sumber energi paling penting dalam kehidupan manusia. Sumber energi panas dari matahari juga banyak digunakan untuk berbagai macam aktivitas, seperti fotosintesis buatan, listrik tenaga surya, menjemur pakaian dan lain sebagainya.

3. Air Laut Pasang
Pemanfaatan air laut pasang atau gelombang dari air laut ini kian dijadikan sebagai sumber energi terbarukan untuk menghasilkan listrik.

4. Panas Bumi
Sumber energi panas bumi atau geothermal sendiri merupakan energi panas dari kerak bumi. Energi geothermal in diperoleh akibat peluruhan radioaktif dan juga pelepasan kalor atau panas secara terus menerus di dalam bumi.

5. Tumbuhan
Produk yang dihasilkan dari tanaman atau tumbuhan ini sebenarnya bisa diolah untuk kebutuhan produk yang lain, misalnya kertas, kayu bakar hingga produk lainnya yang bisa dimanfaatkan. Akan tetapi, kekurangan dari energi terbarukan ini adalah bisa mengakibatkan beragam bencana alam apabila digunakan secara terus menerus tetapi tidak diimbangi dengan pelestarian tumbuhan tersebut.

6. Biofuel
macam-macam sumber energi terbarukan berikutnya adalah biofuel. Biofuel merupakan bahan bakar hayati yang dihasilkan dari bahan-bahan organik. Sumber dari energi terbarukan ini adalah tanaman yang memiliki kandungan gula tinggi seperti tebu dan sorgum serta tanaman yang memiliki kandungan minyak nabati tinggi seperti kelapa sawit, ganggang dan jarak.

7. Air
Selain air laut pasang, energi air juga energi alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar fosil. Sumber energi yang satu ini didapatkan dengan memanfaatkan energi potensial dan energi kinetik yang dimiliki oleh air Di Indonesia sendiri sudah terdapat puluhan PLTA untuk menghemat sumber daya tak terbarukan.

8. Biomassa
Biomassa merupakan energi terbarukan yang mengacu pada bahan biologis yang berasal dari organisme yang masih hidup ataupun yang belum lama mati. Sumber utama dari energi biomassa sendiri adalah limbah, alkohol dan juga bahan bakar kayi. Saat ini di Indonesia juga sudah terdapat pembangkit listrik biomassa salah satunya yaitu PLTBM Pulubala di Gorontalo yang memanfaatkan tongkol jagung.

D. Energi Tak Terbarukan
Kekurangan dari sumber energi tak terbarukan ini, yakni ketersediannya yang sangat terbatas. Sehingga apabila sudah habis, energi ini tak akan dapat diperbarui kembali. Adapun contoh dari sumber energi tak terbarukan yang satu ini adalah sebagai berikut:

1. Sumber energi dari hasil fosil
Sumber energi yang satu ini sebenarnya masih dapat diperbaharui lagi, namun membutuhkan waktu sampai ratusan bahkan jutaan tahun lamanya. Sumber energi yang satu ini tak lain berasal dari timbunan makhluk hidup yang telah mati lalu terkubur di bawah tanah sampai jutaan tahun, adapun contohnya adalah batu bara dan minyak bumi.

2. Sumber energi dari mineral alam
Mineral alam dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi seusai melewati beragam tahapan proses yang sifatnya sangat lama. Adapun contohnya adalah unsur uranium yang dapat menghasilkan sebuah energi nuklir.

3. Minyak mentah
Sumber energi tak terbarukan berikutnya adalah minyak mentah. Minyak mentah adalah sumber daya yang terbentuk dalam bentuk cair antara lapisan kerak bumi. Ini dikarenakan minyak mentah diambil dengan cara melakukan pengeboran jauh k dalam tanah dan memompa keluar cairan. Yang kemudian cairan tersebut disempurnakan dan digunakan untuk membuat berbagai macam produk. Negara penghasil minyak bumi terbesar adalah Rusia, Amerika, Arab Saudi.

4. Gas
Sama halnya dengan minyak mentah gas juga terdapat di bawah kerak bumi dan untuk mendapatkannya harus dibor dan dipompa keluar. Metana dan etana merupakan jenis gas paling umum yang seringkali diperoleh dari proses ini.

5. Bahan bakar nuklir
Bahan bakar nuklir diperoleh melalui penambangan dan pemurnian bijih uranium. Uranium sendiri merupakan unsur alami yang ada di dalam inti bumi. Jika dibandingkan dengan sumber daya yang tidak bisa diperbarui  lainnya bahan bakar nuklir adalah yang paling bersih. Namun juga paling berbahaya.

Sumber :
http://benergi.com/macam-macam-sumber-energi-terbarukan-dan-tak-terbarukan

Sabtu, 18 Februari 2017

ZAT ADITIF KIMIA

ZAT ADITIF

Zat aditif sintetis atau buatan merupakan zat aditif atau zat tambahan makanan yg diperoleh melalui sintesis (pembuatan) baik di laboratorium maupun di industri dari bahan bahan kimia yang sifatnya hampir sama dengan bahan alami yg sejenis. Keunggulan zat aditif sintetis adalah dapat di produksi dalam jumlah besar.. lebih stabil.. takaran penggunaannya lebih sedikit dan biasanya tahan lebih lama. Sedangkan kelemahan zat aditif sintetis adalah dapat menimbulkan risiko penyakit kanker atau bersifat karsinogenik.

MACAM MACAM ZAT ADITIF
Pewarna , Pemanis, Pengawet, Pemutih, Penyedap, Asidulan, Penggumpal

DAMPAK POSITIF
1. 1.Dapat menyembuhkan Penyakit gondok dapat dicegah dengan mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung zat iodin. Zat iodin dapat kita peroleh dari garam dapur yang biasa digunakan untuk memberikan rasa asin pada makanan. Selain penyakit gondok, kekurangan iodin  dapat pula menyebabkan penyakit kretinisme (kekerdila
   2.Penyakit diabetes melitus disarankan untuk mengkonsumsi sakarin (pemanis buatan) sebagai pengganti gula.  
3 3. Penyakit Xerophtalmia merupakan penyakit yang menyerang mata, yaitu terjadinya kerusakan pada kornea mata.  Untuk menghindari penyakit Xerophtalmia, perlu mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A

DAMPAK NEGATIF 
1.  Boraks dan formalin yang digunakan sebagai pengawet makanan jika dikonsumsi secara terus-menerus dapat mengganggu fungsi organ pencernaan.
2   2.    CFC dan tetrazine yang digunakan sebagai zat pewarna dapat merusak organ hati dan ginjal.
3   3. Siklamat dan sakarin yang digunakan sebagai zat pemanis dapat menyebabkan penyakit kanker.
     4. Penggunaan Monosodium Glutamat (MSG) sebagai bahan penyedap dapat menimbulkan  kerusakan pada jaringan saraf.

PENANGGULANGAN
1 .1.Mengurangi konsumsi makanan siap saji ( fast food / makanan instan )
  2.Meningkatkan konsumsi buah-buahan, sayuran dan vitamin. Beberapa vitamin diduga  mengandung zat anti karsinogen . Beberapa vitamin dimaksud antara lain : Vitamin A,
  3.MemberI pengertian kepada anggota keluarga tentang bahaya zat aditif, mengawasi, mengontrol pemberian dan penggunaan uang jajan dan membiasakan membawa bekal makanan sehat dari rumah ketika berpicnik, bersekolah.





Industri Hijau


Industri Hijau adalah sebuah icon industri yang harus dipahami dan dilaksanakan, yaitu industri yang dalam proses produksinya menerapkan upaya efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya secara berkelanjutan,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Haris Munandar pada Persiapan Akhir Penghargaan Industri Hijau 2015 di Kementerian Perindustrian

Manfaat :
1. Meningkatkan profitabilitas (keuntungan) melalui peningkatan efisiensi sehingga dapat mengurangi biaya operasi, pengurangan biaya pengelolaan limbah dan tambahan pendapatan dari produk hasil samping
2. Meningkatkan imageperusahaan
3. Meningkatkan kinerja perusahaan
4. Mempermudah akses pendanaan
5. Flexsibelitas dalam regulasi
6. Terbukanya peluang pasar baru
7. Menjaga kelestarian fungsi lingkungan

Industri hijau dapat dicapai antara lain melalui:
1.Meningkatkan upaya-uapaya  pengelolaan internal/housekeeping;
2.Meningkatkan proses pengawasan;
3.Daurulang bahan/material;
4.Modifikasi peralatan yang ada;
5.Teknologi bersih;
6.Perubahan bahan baku;
7.Modifikasi produk;dan
8.Pemanfaatan produk samping

Tantangan :
Pertama, kebutuhan teknologi dan penelitian dan pengembangan/litbang yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan industri nasional.
Kedua, masih banyaknya industri yang menggunakan teknologi obsolete sehingga dibutuhkan restrukturisasi proses dan permesinan untuk meningkatkan efisiensi produksi.
Ketiga , masih terbatasnya SDM yang kompeten dalam penerapan industri hijau. Kelima, belum adanya insentif yang mendukung pengembangan industri hijau. 
Keempat, Serta kerjasama yang intensif dengan berbagai negara, organisasi internasional dan lembaga pendanaan untuk mendapatkan akses bantuan teknologi pendanaan.




12 prinsip kimia hijau

                    
Kimia hijau merupakan bidang kimia yang berfokus pada pencegahan polusi. Pada awal 1990-an, green chemistry mulai dikenal secara global setelah Environmental Protection Agency (EPA) mengeluarkan Pollution Prevention Act yang merupakan kebijakan nasional untuk mencegah atau mengurangi polusi. 
          Green chemistry merupakan pendekatan untuk mengatasi masalah lingkungan baik itu dari segi bahan kimia yang dihasilkan, proses ataupun tahapan reaksi yang digunakan. 
          Konsep ini menegaskan tentang suatu metode yang didasarkan pada pengurangan penggunaan dan pembuatan bahan kimia berbahaya baik itu dari sisi perancangan maupun proses. Bahaya bahan kimia yang dimaksudkan dalam konsep green chemistry ini meliputi berbagai ancaman terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, termasuk toksisitas, bahaya fisik, perubahan iklim global, dan penipisan sumber daya alam.
           Menurut Ryoji Noyori,peraih hadiah Nobel Kimia pada tahun 2001,terdapat 3 kunci perkembangan Green Chemistry. Yaitu, penggunaan Supercritical Carbon Dioxide sebagai pelarut, larutan Hidrogen Peroksida untuk proses oksidasi yang bersih (clean oxidation), dan penggunaan Hidrogen dalam sintesis kiral (chiral synthesis).
A.
Tinjauan beberapa sektor diatas sebagai berikut:
1)         Supercritical Carbon Dioxide adalah karbon dioksida (CO2) yang berada dalam fase cair (liquid phase),yang berada di atas ataupun pada temperatur dan tekanan kritis. Yaitu pada temperatur 31,1oC ke atas dan tekanan 73,3 atm. Zat ini banyak dimanfaatkan sebagai pelarut dalam industri,dikarenakan oleh zat ini memiliki kandungan racun yang rendah dan memiliki tidak memiliki dampak lingkungan yang berarti. Selain itu, rendahnya temperatur dari proses dan stabilitas CO2 memungkinkannya berfungsi sebagai pelarut layaknya aqua distilata.
2)         Hidrogen Peroksida (H2O2), adalah suatu senyawa yang lazim digunakan sebagai dalam proses pemutihan kertas (paper-bleaching) dan desinfektan. Hidrogen Peroksida merupakan salah satu senyawa yang tergolong ke dalam oksidator kuat. Melalui proses katalisasi, dapat dihasilkan radikal hidroksil (-OH) yang memiliki potensial oksidasi dibawah Fluor (F). Keunggulan Hidrogen Peroksida dibandingkan senyawa yang lain adalah, senyawa ini tidak meninggalkan residu yang berbahaya. Selain itu, kekuatan oksidatornya dapat disesuaikan (adjustable).
3)         Sintesis kiral (chiral synthesis), adalah suatu proses sintesis organik yang menghasilkan suatu senyawa dengan elemen kiralitas yang diinginkan. Ada tiga jenis pendekatan kepada sintesis kiral, salah satunya adalah Katalisasi Asimetris (Assymetric Catalysis). Pada intinya, teknik yang dikembangkan oleh William S. Knowles, Ryoji Noyori, dan K. Barry Sharpless ini menunjukkan bahwa langkah dari penelitian skala kecil menuju ke arah aplikasi industri dapat terjadi secara singkat. Selain itu, penemuan mereka sangat bermanfaat bagi pengembangan industri farmasi/obat-obatan.

B.      Prinsip Green Chemistry
Paul Anastas Bapak Green Chemistry bersama John C.Warner telah mengembangkan 12 prinsip Green Chemistry yang dapat menterjemahkan teori menjadi tindakan. Adapun 12 prinsip yang dijadikan pedoman untuk kampanye gerakan Green Chemistry ini adalah:
1)      Prevention (Mencegah limbah): Mendesain sintesa kimiawi untuk mencegah limbah, daripada mengolah atau membersihkan limbah.
2)      Atom Economy (Memaksimalkan ekonomi atom): Mendesain sintesa agar produk akhir mengandung proporsi maksimum dari materi awal yang digunakan. Kalau ada atom yang terbuang, sebaiknya hanya sedikit.
3)      Less Hazardous Chemical Syntheses (Mendesain sintesis kimia yang tak berbahaya): Mendesain sintesa untuk digunakan dan menghasilkan zat kimia yang tidak atau hanya sedikit menjadi racun bagi manusia dan lingkungannya atau mengurangi bahaya bahan kimia.
4)      Designing Safer Chemicals (Mendesain zat kimiawi dan produk kimiawi yang aman): Mendesain sintesa untuk digunakan dan menghasilkan zat kimia yang aman.
5)      Safer solvents and Auxiliaries (Gunakan pelarut dan kondisi reaksi yang aman): Hindari penggunaan pelarut, agen pemisahan, atau pelengkap kimia lain yang berbahaya.
6)      Design for energy efficiency (Tingkatkan efisiensi energi): reaksi kimia dilakukan pada suhu  dan tekanan yang sesuai dengan lingkungan agar energy yang diperlukan dalam prosesnya lebih sedikit.
7)      Use of Renewable Feedstocks (Menggunakan bahan baku yang bisa diperbarui):  Menggunakan material dan bahan baku yang bisa diperbarui dari pada yang tidak bisa diperbarui. Bahan baku yang bisa diperbarui biasanya dibuat dari produk agrikultur atau merupakan limbah dari proses, sedangkan bahan baku yang tidak bisa diperbarui berasal dari fosil atau merupakan hasil tambang.
8)      Reduce Derivatives (Menghindari turunan senyawa kimia) : Menghindari penggunaan senyawa derivative jika memungkinkan. Senyawa derivative menggunakan bahan reaksi tambahan dan menghasilkan limbah.
9)      Catalysis (Menggunakan pengkatalis):Meminimalkan limbah dengan reaksi katalik.
10)  Design for Degradation (Mendesain zat kimia dan produk yang dapat terurai setelah digunakan): Mendesain produk kimiawi yang terurai ke dalam zat yang tidak berbahaya setelah digunakan supaya tidak terakumulasi dalam lingkungan.
11)  Real-time analysis for Pollution Prevention (Menganalisa dalam waktu sesungguhnya untuk mencegah polusi): Melakukan pemantauan dan pengontrolan waktu sesunggunya selama sintesis berlangsung untuk meminimalkan atau menghilangkan pembentukan limbah.
12)  Inherently Safer Chemistry for Accident Prevention (Meminimalkan potensi terjadinya kecelekaan):Mendesain zat kimia dan bentuknya untuk meminimalkan potensi terjadinya kecelakaan kimiawi termasuk ledakan, kebakaran, dan pelepasan ke dalam lingkungan.

Sumber: 
http://bptba.lipi.go.id/bptba3.1/?u=blog-single&p=343&lang=id

https://kimiaundip09.wordpress.com/category/green-chemistry/

http://maarif7sunandrajat.blogspot.co.id/2015/10/green-chemistry.html?m=1

Sabtu, 11 Februari 2017

Instalasi pengolahan limbah


       Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanahakibat aktivitas manusia. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Pemanfaatan terbesar danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai objek wisata.



Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) (wastewater treatment plant, WWTP), adalah sebuah struktur yang dirancang untuk membuang limbah biologis dan kimiawi dari air sehingga memungkinkan air tersebut untuk digunakan pada aktivitas yang lain.

 Fungsi dari IPAL mencakup:
Pengolahan air limbah pertanian, untuk membuang kotoran hewan,residu pestisida, dan sebagainya dari lingkungan pertanian.
Pengolahan air limbah perkotaan, untuk membuang limbah manusia dan limbah rumah tangga lainnya.
Pengolahan air limbah industri, untuk mengolah limbah cair dari aktivitas manufaktur sebuah industri dan komersial, termasuk juga aktivitas pertambangan.
Manfaat Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) :
IPAL itu sangat bermanfaat bagi manusia serta makhluk hidup lainnya, antara lain:
a. Mengolah Air Limbah domestik atau industri, agar air tersebut dapat di gunakan kembali sesuai kebutuhan masing-masing.
b. Agar air limbah yang akan di alirkan kesungai tidak tercemar.
c. Agar Biota-biota yang ada di sungai tidak mati.

Tujuan Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) :
Tujuan IPAL yaitu untuk menyaring dan membersihkan air yang sudah tercemar dari baik domestik maupun bahan kimia industri.


sumber :wikipedia.com

POLUSI AIR



Polusi air adalah perubahan keadaan di tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Sungai, Danau, lautan dan air tanah adalah bagian penting dari siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain aliran air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai fungsi sangat membantu kehidupan manusia.
Pemanfaatan danau, sungai, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagian air hujan dan air limbah pembuangan, bahkan potensi nyata sebagai objek wisata. Meskipun fenomena alam seperti badai, gunung berapi, gempa bumi dll juga mengakibatkan perubahan besar pada kualitas air, itu tidak dianggap sebagai polusi.
Penyebab Pencemaran Air
Penyebab Alam
  • Yang pada dasarnya tidak dapat dihindari oleh makhluk di bumi. Meningkatkan tingkat nutrisi atau kandungan bahan organik dan hasil hasil metabolisme makhluk pencernaan, hal ini akan mengakibatkan eutrofikasi, proses ini berjalan dan terjadi dalam jangka waktu yang panjang bahkan ribuan tahun.
Sampah organik
  • mungkin menjadi penyebab pencemaran di air, sampah organik yang telah terakumulasi diselokan-selokan akan menyebabkan cairan berbau dikenal sebagai limbah, yang buruk bagi kehidupan.
Limbah Pabrik Yang Tidak Disaring
  • limbah menjadi sangat menakutkan jika menyebar ke hulu dan air yang digunakan oleh manusia. Polusi udara oleh limbah sangat berbahaya karena mengandung banyak bahan kimia yang tidak hanya merusak organ internal juga akan merusak luar.
Penggunaan Bahan Peledak (Zat Kimia)
  • Di bidang sungai, danau dan pencemaran laut atau air dapat terjadi karena penyebab manusia yang menangkap ikan menggunakan bahan peledak. Unsur kandungan kimia dalam bahan peledak yang dapat menyebabkan pencemaran air.
Berdasarkan jenis bahan pencemar air dibagi menjadi :
Kontaminan fisik
Kontaminan fisik meliputi sampah, lumpur, pasir, dan sebagainya.
Kontaminan kimia
Kontaminan kimia termasuk zat organik dapat mencakup lemak, minyak, deterjen, sabun, pewarna, karbohidrat, protein atau zat anorganik (unsur bebas, logam berat, asam, basa dan garam) dan zat radioaktif.
Kontaminan Biologis
Polutan biologis dapat dibagi menjadi dua mikroorganisme patogen dan mikroorganisme yang tumbuh tidak terkendali (bloming) karena eutrofikasi. Mikroorganisme patogen yang umumnya berasal dari kotoran manusia. Ada 4 kelompok mokroorganisme yang terkandung dalam kotoran yaitu virus, bakteri, protozoa, dan cacing. Pertumbuhan yang tidak terkendali dari mikroorganisme yang termasuk fitoplankton, alga dan eceng gondok.
Dampak pencemaran air pada kehidupan air
Jumlah zat terlarut dalam air limbah akibat pencemaran akan menyebabkan penurunan kadar oksigen terlarut dalam air. Sehingga mengakibatkan kehidupan air terganggu membutuhkan oksigen dan mengurangi perkembangannya.
Karena kematian bakteri, proses pemurnian air limbah yang secara alamiah harus terjadi dalam air limbah juga terhambat. Dengan air limbah yang sanga sulit untuk terurai. Panas dari industri juga akan berdampak kematian organisme, apabila air limbah tidak didinginkan terlebih dahulu.
Dampak negatif dari pencemaran air terhadap kualitas air tanah
Pencemaran air tanah oleh tinja yang biasa diukur dengan coliform fekal telah terjadi dalam skala yang luas, hal ini dibuktikan dengan survei dari sumur dangkal di Jakarta. Banyak studi menunjukkan terjadinya kontaminasi.
Efek Pencemaran Air Pada Kesehatan
Peran air sebagai pembawa berbagai penyakit infeksi, antara lain :
  • Air sebagai media untuk hidup mikroba patogen.
  • Air sebagai vektor serangga sarang.
  • Air sebagai media untuk hidup vektor penyakit.
Sebagai akibat dari polusi air untuk estetika lingkungan
Dengan meningkatnya jumlah zat organik dibuang ke lingkungan air, maka akan semakin tercemar perairan biasanya ditandai dengan bau yang sangat menyengat dan disamping tumpukan yang dapat mengurangi estetika lingkungan. Masalah limbah minyak atau lemak juga dapat mengurangi lingkungan estetika.
Cara Mengatasi Polusi Air Efektif
Mempertahankan sumber air bersih tidak terkontaminasi
  • Masih sumber air bersih harus dipertahankan bersih. Tidak tercemar, karena jika terkontaminasi akan sulit untuk membersihkan.
Menanam tanaman berkayu tebal
  • Tanaman yang tanaman berkayu tebal yang dapat menyerap air sumur. Dengan demikian, pasokan air sumber daya yang cukup lahan dan air dapat dipertahankan.
Jangan membuang sampah ke sungai
  • Jika limbah dibuang dari satu rumah tangga ke sungai saja mencemari sungai. Bagaimana jika setiap rumah tangga di Indonesia membuang limbah rumah tangga mereka ke dalam aliran sungai.
  • Akibatnya sungai menjadi sangat kotor dan tercemar.
  • Pendangkalan sungai pun terjadi yang akhirnya dapat menyebabkan banjir.
  • Banjir mengalirkan air yang terkontaminasi ke daerah perumahan dapat menyebabkan wabah penyakit, seperti diare, penyakit kulit, dan lain sebagainya.
Mendaur ulang semua sampah yang bsa didaur ulang
  • Sampah yang dapat didaur ulang mencoba untuk didaur ulang.
  • Jangan membuang mereka ke sungai atau selokan.
  • Hal ini dilakukan agar perairan sekitar masyarakat tidak terkontaminasi.
  • Jika terkontaminasi, biasanya menyebabkan bau.
  • Hal ini sangat meresahkan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan mereka.
Penyuluhan pembuangan limbah industri
  • Industri yang mengeluarkan limbah cair harus diberi konseling sehingga mereka buang pengobatan sebelum dibuang ke sungai.
  • Mempertahankan kontrol ketat dari pemerintah karena hingga saat ini, masih banyak industri yang membuang limbah cair pergi ke sungai.
  • Mereka tidak mengabaikan dampak yang akan timbul pada orang yang tinggal di daerah.
Konseling bagi pengguna transportasi laut
  • Bagi masyarakat pengguna transportasi laut harus diberikan konseling untuk memastikan kendaraan mereka tidak bocor sehingga tidak mencemari laut.
Peraturan yang tegas kepada pengusaha minyak
  • Peraturan ini dibuat agar tidak membuat kilang minyak di dekat pemukiman.
  • Biarkan kilang didirikan sejauh mungkin dari daerah pemukiman, agar tidak membahayakan masyarakat sekitar.
  • Jika ada kebocoran minyak yang mencemari laut, hewan laut akan ekosistem terganggu.
Pemerintah harus membuat aturan yang ketat untuk pembuangan limbah beracun
  • Dengan peraturan yang ketat, maka majikan akan berpikir berkali-kali untuk membuang limbah cair pergi.
  • Pengolahan limbah mahal telah menjadi risiko mereka sebagai pengusaha


Daftar Pustaka
·        Suparwato (2008). Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
·        Anonymous (2009). Diktat Penuntun Pratikum Kimia Anorganik. Malang: UMM.
·        Kursus Dasar-Dasar Analisa Dampak Lingkungan Kumpulan Diktat Universitas Gadjah Mada Bekerja Sama Dengan Kantor Menteri PPLH. Yogyakarta. 1984.
Refrensi
·        www.dosenpendidikan.com
·        www.ilmugeografi.com

Polusi Udara


Udara merujuk kepada campuran gas yang terdapat pada permukaan bumi. Udara tidak tampak mata, tidak berbau, dan tidak ada rasanya. Kehadiran udara hanya dapat dilihat dari adanya angin yang menggerakan benda. Udara termasuk salah satu jenis sumber daya alam karena memiliki banyak fungsi bagi makhluk hidup.
Kandungan elemen senyawa gas dan partikel dalam udara akan berubah-ubah dengan ketinggian dari permukaan tanah. Demikian juga massanya, akan berkurang seiring dengan ketinggian. Semakin dekat dengan lapisan troposfer, maka udara semakin tipis, sehingga melewati batas gravitasi bumi, maka udara akan hampa sama sekali.
Apabila makhluk hidup bernapas, kandunganoksigen berkurang, sementara kandungankarbon dioksida bertambah. Ketika tumbuhanmenjalani sistem fotosintesa, oksigenkembali dibebaskan.
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologidi atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.
Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global.
Pencemaran udara di dalam ruangan dapat mempengaruhi kesehatan manusia sama buruknya dengan pencemaran udara di ruang terbuka.
Hal- hal- yang memacu adanya polusi udara :
1. Asap Pabrik
2. Asap Kendaraan
3. Asap Rokok
4. Asap Kebakaran Hutan
5. Penebangan Liar
6. Asap vulkanik atau letusan gunung API
7. CFC Dari kebocoran alat pendingin

Mencegah terjadinya polusi 
1. Stop Kebakaran Hutan 
2. Membuat jalur hijau di Kota 
3. Melakukan reboisasi
4. Naik Kendaraan ramah lingkungan seperti krl, sepeda 
5. Menturangi merokok
6. Mengurangi penggunaan pendingin ruangan

Sumber: www.Wikipedia.com/polusiudara


Kimia


Sabtu, 04 Februari 2017

Industri petrokimia


Petrokimia adalah bahan kimia apapun yang diperoleh dari bahan bakar fosil. Ini termasuk bahan bakar fosil yang telah dipurifikasi seperti metana, propana, butana, bensin, minyak tanah,  bahan bakar diesel, bahan bakar pesawat, dan juga termasuk berbagai bahan kimia untuk pertanian seperti pestisida, herbisida, dan pupuk, serta bahan-bahan seperti plastik, aspal, dan serat buatan. Petrokimia bisa juga disebut suatu industri yang bergerak pada pengolahan bahan kimia dengan menggunakan bahan baku dari hasil dari proses pengolahan minyak bumi dan gas bumi yang tersedia. 

Pada dasarnya, industri petrokimia terbagi dalam tiga bagian besar, yaitu:
1. Produk petrokimia hulu.
Bagian hulu bertindak sebagai proses pengolahan produk dasar (premier) dan akan menghasilkan produk setengah jadi (produk antara) maupun langsung dapat diolah enjadi produk jadi pada bagaian industri hilir. Contoh produk hulu yang diolah menjadi produk setengah jadi anatara lain: propilena, benzena, toluena, etilena, methanol dan sebagainya.

2.  Produk antara.
Produk antara merupakan hasil dari proses pengolahan petrokimia hulu dan selanjutnya akan diolaha menjadi produk siap pakai (jadi) maupun produk yang masih bisa diolah pada proses selanjutnya, contoh dari produk anatara ialah polietilena, ammonia, butena, dikloroetilen-vinil klorida dan sebagainya.

3.  Produk petrokimia hilir.
Bagian ini bergerak sebagai pengolah produk antara menjadi produk jadi sehingga dapat digunakan oleh masyarakat. Berbagai macam jenis produk jadi dengan fungsinya masing-masing seperti pupuk, serat pakaian, alat kosmetik, bahan pelarut, cat, lilin, karet nilon, bahan peledak dan berbagai jenis produk lain.

Jenis limbah petrokimia :
  1. Limbah pencemar gas atau limbah gas, yaitu gas-gas buangan proses, seperti gas CO2, CO, H2S.
  2. Limbah pencemar cair atau limbah cair, yaitu air buangan atau air yang berbentuk larutan buangan proses.
a.     Proses pengolahan limbah cair unit effluent treatment
Dimulai dengan proses pengolahan secara fisika yaitu pengolahan secara mekanis atau tanpa penambahan zat kimia seperti penyaringan atau pengendapan.
b.    Proses pengolahan limbah cair unit advanced treatment
Dilakukan secara kimia dengan penambahan larutan kapur. Limbah dari plant 1, 2, 3 ditampung dan diendapkan di open ditch
  1. Limbah pencemar padat atau limbah padat, yaitu limbah padat buangan atau yang berbentuk larutan buangan proses, seperti plastik-plastik dan resin-resin buangan proses, logam-logam berat (seperti: Pb, Hg, Cd, Fe,Cu dll).


Berikut ini adalah sebagian daftar dari produk-produk petrokimia yang sudah digunakan komersial beserta dengan turunannya:
a.    etilena - olefin paling sederhana, digunakan sebagai bahan baku
b.    polietilena - polimerisasi dari etana
c.    etanol - melalui reaksi hidrasi etilena (reaksi kimia dengan menambahkan air)
d.    etilena oksida - melalui oksidasi etilena
e.     etilena glikol - diperoleh melalui hidrasi etilena oksida
f.     coolant- campuran air, etilena glikol, dan inhibitor
g.    poliester- polimer dengan senyawa ester sebagai rantai utamanya
h.     eter glikol - diperoleh melalui kondensasi glikol


 Industri petrokimia







Penyakit Minimata Efek dari Limbah Elektronik



Penyakit ini mendapat namanya dari kota Minamata, Prefektur Kumamoto di Jepang, yang merupakan daerah di mana penyakit ini mewabah mulai tahun 1958. Pada waktu itu terjadi masalah wabah penyakit di kota Minamata Jepang. Ratusan orang mati akibat penyakit yang aneh dengan gejala kelumpuhan syaraf. Mengetahui hal tersebut, para ahli kesehatan menemukan masalah yang harus segera di amati dan di cari penyebabnya. Melalui pengamatan yang mendalam tentang gejala penyakit dan kebiasaan orang jepang, termasuk pola makan kemudian diambil suatu hipotesis. Hipotesisnya adalah bahwa penyakit tersebut mirip orang yang keracunan logam berat. Kemudian dari kebudayaan setempat diketahui bahwa orang Jepang mempunyai kebiasaan mengonsumsi ikan laut dalam jumlah banyak. Dari hipotesis dan kebiasaan pola makan tesebut kemudian dilakukan eksperimen untuk mengetahui apakah ikan-ikan di Teluk Minamata banyak mengandung logam berat (merkuri). Kemudian disusun teori bahwa penyakit tesebut diakibatkan oleh keracunan logam merkuri yang terkandung pada ikan. Ikan tesebut mengandung merkuri akibat adanya orang atau pabrik yang membuang merkuri ke laut. Penelitian berlanjut dan akihrnya ditemukan bahwa sumber merkuri berasal dar pabrik batu baterai Chisso. Akhirnya pabrik tersebut ditutup dan harus membayar kerugian kepada penduduk Minamata kurang lebih dari 26,6 juta dolar.

Yang lebih parahnya adalah ketika anak-anak yang lahir dengan berbagai gejala, kelumpuhan, cacat, keterbelakangan mental, bahkan ada yang meninggal beberapa hari setalah lahir. Padahal orang tua sang bayi dalam keadaan sehat, tanpa menunjukkan gejala-gejala tertentu. Hal ini menjadi perhatian yang serius bagi pemerintah lokal dan pusat. Apa penyebab terjadinya penyakit aneh ini.Chisso yang didirikan pada tahun 1908, merupakan pabrik yang memproduksi pupuk kimia untuk pertanian dan salah satu pabrik besar yang bergerak dalam bidang ini di Jepang. Perekonomian di Minamata menjadi kuat seiring dengan perkembangan dan besarnya jumlah produksi hasil indusri oleh Chisso.

Selain memproduksi pupuk kimia, Chisso juga memproduksi Asam asetat (Acetic acid), Vinyl Chloryde dan plasticizers. Dalam memproduksi asam asetat, Chisso menggunakan Methyl-mercury sebagai catalyst untuk membuat Acetaldehyde, Acetaldehyde inilah yang nantinya akan diubah menjadi asam asetat. Dengan sistem pengolahan limbah yang sangat buruk, Chisso membuang sampah Methyl-mercury ke teluk Minamata, hal inilah yang menjadi cikal bakal tragedy Minamata.






Pabrik Chisso
Methyl-mercury dalam tubuh dalam jumlah yang banyak akan menyebabkan gangguan pada system syaraf. Methyl-mercury akan menyerang sel-sel syaraf. Proses ini bisa dijelaskan secara umum sebagai berikut; sel syaraf yang terdiri dari Actin, Tubulin dan Neurofibril. Apabila bagian ini diserang oleh methyl-mercury maka bagian actin dan tubulin akan rusak dan menyusut, sehingga microfibril yang menyampaikan ransangan akan terbuka, sehingga terjadilah gangguan mekanisme pada system syaraf. Akibat dari terganggunya sel syaraf ini sangat fatal, dimana koordinasi otak dan anggota tubuh lainnya menjadi tidak sejalan, setiap informasi yang disampaikan oleh otak tidak akan pernah sampai secara utuh pada seluruh anggota tubuh. Hal ini dapat dilihat pada tragedy Minamata dimana penderita susah untuk berbicara, kelumpuhan, berjalan terhuyung-huyung, dan efek lainnya dari gangguan sysaraf.

SUMBER :
https://www.google.co.id/search?q=penyakit+minamata&biw=1366&bih=677&source=lnms&tbm=isch&sa=X&sqi=2&ved=0ahUKEwj1oLH4rPbRAhWJv48KHSXIAa4Q_AUIBigB#imgrc=qF-iJepo0jEzIM:
http://www.biologiedukasi.com/2015/06/penyakit-minamata-tragedi-di-teluk.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit_Minamata