Artikel teknologi ramah lingkungan terbaru - Kondisi bumi
yang terus menurun dari tahun ke tahun serta isu tentang pemanasan global
santer dibicarakan akhir-akhir ini.
Tampilkan postingan dengan label @TB14. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @TB14. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 25 Februari 2017
Bioteknologi
Pengertian Bioteknologi Bioteknologi
adalah penggunaan biokimia, mikrobiologi, dan rekayasa genetika secara terpadu,
untuk menghasilkan barang atau lainnya bagi kepentingan manusia.Biokimia
mempelajari struktur kimiawi organisme.
Label:
@C13-Helfrin,
@C20-Hari,
@C35-Sultana,
@TB14
Energi terbarukan
ENERGI TERBARUKAN
Energi
terbarukan adalah energi yang
bersumber dari alam dan secara berkesinambungan dapat terus diproduksi tanpa
harus menunggu waktu jutaan tahun layaknya energi berbasis fosil.
Label:
@C25-Sari,
@C31-Retno,
@TB14
Kendaraan bermotor, dampak polusi serta penanggulanganya
Kendaraan Listrik
Kendaraan listrik adalah kendaraan yang menggunakan satu atau lebih motor listrik atau motor traksi sebagai tenaga penggeraknya. Ada 3 macam kendaraan listrik yang sekarang ada
di pasaran, yaitu mobil listrik yang mendapatkan tenaga dari stasiun pengisian
luar, mobil listrik yang mendapatkan tenaga dari listrik yang disimpan yang
tenaga awalnya dari sumber luar, dan mobil listrik yang mendapatkan tenaga
listriknya dari generator listrik, misalnya mesin pembakaran dalam (disebut juga kendaraan listrik hibrida), atau sel
hidrogen. Kendaraan
listrik mencakup mobil listrik, kereta listrik, truk listrik, pesawat listrik, perahu listrik, skuter dan sepeda motor listrik, dan pesawat luar angkasa listrik.
Nah guys ,
diatas adalah penjelasan singkat tentang kendaraan listrik, tapi kali ini saya
hanya membahas Motor Listrik ,Motor Roda Dua yaaa :v hehe
Loh kok
motor? Kenapa ga semuanya aja dibahas?
nah gini, saat ini banyak sekali motor motor murah,bahkan tanpa Down Payment(DP) , ini yang menyebabkan banyak sekali masyrakat yang berlomba-lomba membeli motor, bukan untuk keperluan, tapi buat GENGSIIIII , Gengsiiiiiii,
nah gini, saat ini banyak sekali motor motor murah,bahkan tanpa Down Payment(DP) , ini yang menyebabkan banyak sekali masyrakat yang berlomba-lomba membeli motor, bukan untuk keperluan, tapi buat GENGSIIIII , Gengsiiiiiii,
Perhitungan
kasarnya , Ada 1296 RT Di Kelurahan
Tanjung Priuk, Jika per RT Ada 2 motor, 2 Motor X 1296 = Ada 2592 Motor, Jika
Rata-rata Motor Menghabiskan 2Liter Perhari di kali dengan 2592 Motor Perhari
maka ada 5184 bensin Terbuang di jalanan.
Bagaimana
Cara mengatasinya ?
Pengurangan Pemakaian motor,
Pengurangan Pemakaian motor,
-
Naik
Angkutan umum, biasakan naik angkutan umum selain irit bensin, bisa mengurangi
kemacetannya .
-
Jangan
Egois, Jika masih bisa 1 motor berdua ngapain harus sendiri sendiri, (orang
jomblo mas) ehehe , ini maksudnya tebengan ya, kalo searah ya tebengin ajach..
-
Mengganti
motor bensin dengan motor listrik, ya walaupun baru wacana dan belum ada pasar
di Indonesia, tetapi perlu dicoba.
-
Uji
emiis Gas buang, bukan Cuma buat angkot saja motor juga.
-
Pembatasan
Tahun motor.
-
Jalur
2 in 1 untuk motor
Solusi
Diatas bukan hanya untuk bagaimana Pengluaran BBM berkurang tapi mengurangi
pencemaran lingkungan, dan mengurangi kemacetan.
Teknologi Ramah Lingkungan
Teknologi Ramah Lingkungan –
Perubahan zaman yang makin moderen rupanya diikuti oleh menyusutnya kesadaran
manusia untuk perduli kepada lingkungan. Walau sebenarnya, lingkungan atau alam
sekitar kita yaitu salah satu faktor terpenting buat kehidupan. Atas dasar
inilah manusia lalu terasa butuh untuk membuat teknologi ramah lingkungan.
Apa yang disebut dengan teknologi ramah
lingkungan? teknologi yaitu semua hal yang di ciptakan secara sengaja
oleh manusia melalui akal serta pengetahuannya untuk memberikan kemudahan dalam
kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, ramah lingkungan
artinya tidak mengakibatkan kerusakan pada lingkungan sebagai tempat tinggal
manusia. Maka dengan cara yang sederhana, teknologiramah lingkungan yaitu
teknologi yang di ciptakan untuk mempermudah kehidupan manusia namun tidak
mengakibatkan kerusakan atau memberikan dampak negatif pada lingkungan di sekelilingnya.
Contoh Penerapan
Teknologi Ramah Lingkungan Dalam Kehidupan
·
Mesin
Tenaga Angin (Wind Power)
·
Mesin
Tenaga Surya (Solar Power)
·
Hidroelektrik
(Hydroelectricity)
·
Mobil
Tenaga Listrik (Electric Car)
·
Sel Bahan
Bakar (Fuel Cell)
·
Toilet Pengomposan
(Composting Toilet)
·
Kulkas
atau lemari pendingin Non Freon
·
Pendingin
ruangan (AC) Non Freon
·
Pembangkit
listrik tenaga nuklir (PLTN)
·
Pembangkit
listrik tenaga panas bumi (Enhanced Geolhermal System)
Teknologi yang ramah lingkungan ini tentunya memberikan sejumlah manfaat
yang begitu besar bagi kehidupan. Adapun beberapa manfaat sekaligus keuntungan
dari teknologi ramah lingkungan ini diantaranya:
1.
Meminimalkan jumlah limbah agar jumlahnya tidak berlebihan. Dengan
begitu bisa mencegah terjadinya pencemaran lingkungan.
2.
Teknologi yang ramah lingkungan sendiri merupakan benar-benar efektif
dan efisien untuk penggunaan sumber daya alam. Dengan begitu, lingkungan pun
dapat tetap terjaga baik.
3.
Meminimalisir resiko terhadap penurunan kondisi pada kesehatan makhluk
hidup, khususnya manusia.
4.
Bisa menekan anggaran atau biaya produksi menjadi lebih hemat.
Menggunakan sumber daya alam agar menjadi sebuah teknologi tentunya bisa
menghemat biaya, contohnya saja pembangkit listrik tenaga surya memanfaatkan
energi suara atau matahari untuk menghasilkan energi listrik tanpa menggunakan
anggaran atau biaya sepeserpun. Jadi, teknologi ini lebih ditekankan pada
pemanfaatan sumber daya yang telah ada yang sifatnya bisa diperbarui.
Referensi
http://ronif.com/manfaat-dan-penggunaan-teknologi-ramah-lingkungan/
See more at:
http://iteknologi-informasi.blogspot.co.id/2013/09/pengertian-teknologi-ramah-lingkungan.html#sthash.H6UBxuv2.dpuf
https://pacarita.com/pengertian-teknologi-ramah-lingkungan-dan-contohnya.html
Penyakit dan Teknologi Tidak Ramah Lingkungan
Penyakit-penyakit yang Ditimbulkan dari Teknologi yang Tidak Ramah Lingkungan
Berikut beberapa penyakit yang aka ditimbulkan dari penggunaan teknologi yang tidak ramh lingkungan:
Berikut beberapa penyakit yang aka ditimbulkan dari penggunaan teknologi yang tidak ramh lingkungan:
GREEN BUILDING
Green Building adalah bangunan
dimana sejak dimulai dalam tahap perencanaan, pembangunan, pengoperasian hingga
dalam operasional pemeliharaannya memperhatikan aspek-aspek dalam melindungi,
menghemat, mengurangi penggunaan sumber daya alam, menjaga mutu dari kualitas
udara di dalam ruangan, dan memperhatikan kesehatan penghuninya yang semuanya
berpegang kepada kaidah bersinambungan.
Istilah Green building merupakan upaya untuk menghasilkan
bangunan dengan menggunakan proses-proses yang ramah lingkungan, penggunaan
sumber daya secara efisien selama daur hidup bangunan sejak perencanaan,
pembangunan, operasional, pemeliharaan, renovasi bahkan hingga pembongkaran.
Bangunan hijau (green building) didesain untuk mereduksi dampak
lingkungan terbangun pada kesehatan manusia dan alam, melalui : efisiensi dalam
penggunaan energi, air dan sumber daya lain ; perlindungan kesehatan penghuni
dan meningkatkan produktifitas pekerja ; mereduksi limbah / buangan padat, cair
dan gas, mengurangi polusi / pencemaran padat, cair dan gas serta mereduksi
kerusakan lingkungan.
Ada
6 aspek yang menjadi pedoman dalam evaluasi penilaian green building oleh tim
GBCI (Green Building Council Indonesia) yang terdiri dari :
1. Tepat
Guna Lahan (Approtiate Site Development / ASD)
2. Efisiensi
dan Konservasi Energi (Energy Efficiency & Conservation / EEC)
3. Konservasi
Air (Water Conservation / WAC)
4. Sumber
dan Siklus Material (Material Resource and Cycle / MRC)
5. Kualitas
Udara & Kenyamanan Ruang (Indoor Air Health and Comfort / IHC)
6. Manajemen
Lingkungan Bangunan (Building and Environment Management / BEM)
Penerapan aspek Green
Building dari segi design bangunan yaitu
1. Bentuk dan Orientasi
Bagunan
Gedung Menteri Kementerian Pekerjaan Umum memiliki bentuk massa bangunan
yang tipis, baik secara vertikal maupun horizontal. Sisi tipis di puncak gedung
didesain agar mampu menjadi shading bagi sisi bangunan dibawahnya sehingga
dapat membuat bagian tersebut menjadi lebih sejuk. Pada desain gedung ini
memiliki area opening yang lebih banyak di sisi timur. hal ini
dikarenakan cahaya pada sore hari (matahari barat) lebih bersifat panas dan
menyilaukan.
2. Shading & Reflektor
Shading light shelf bermanfaat
mengurangi panas yang masuk ke dalam gedung namun tetap memasukan cahaya dengan
efisien. Dengan light shelf, cahaya yang masuk kedalam
bangunan dipantulkan ke ceilin. Panjang shading pada sisi
luar light shelfditentukan sehingga sinar matahari tidak menyilaukan
aktifitas manusia di dalamnya. Cahaya yang masuk dan dipantulkan ke ceiling tidak
akan menyilaukan namun tetap mampu memberikan cahaya yang cukup.
3. Sistem Penerangan
Sistem penerangan dalam
bangunan menggunakan intelegent lighting system yang
dikendalikan oleh main control panel sehingga nyala lampu
dimatikan secara otomatis oleh motion sensor & lux sensor.
Dengan begitu, penghematan energy dari penerangan ruang akan mudah dilakukan.
4. Water Recycling System
Water Recycling System berfungsi
untuk mengolah air kotor dan air bekas sehingga dapat digunakan kembali untuk
keperluan flushing toilet ataupun sistem penyiraman tanaman. Dengan sistem ini,
penggunaan air bersih dapat dihemat dan menjadi salah satu aspek penting untuk
menunjang konsep green building.
Konsep Pembangunan Green Building
Beberapa aspek utama green building antara lain :
1. Material
Material yang digunakan untuk membangun harus diperoleh dari alam, dan merupakan sumber energi terbarukan yang dikelola secara berkelanjutan. Daya tahan material bangunan yang layak sebaiknya teruji, namun tetap mengandung unsur bahan daur ulang, mengurangi produksi sampah, dan dapat digunakan kembali atau didaur ulang.
2. Energi
Penerapan panel surya diyakini dapat mengurangi biaya listrik bangunan. Selain itu, bangunan juga selayaknya dilengkapi jendela untuk menghemat penggunaan energi, terutama lampu dan AC. Untuk siang hari, jendela sebaiknya dibuka agar mengurangi pemakaian listrik. Jendela tentunya juga dapat meningkatkan kesehatan dan produktivitas penghuninya. Green building juga harus menggunakan lampu hemat energi, peralatan listrik hemat energi, serta teknologi energi terbarukan, seperti turbin angin dan panel surya.
3. Air
Penggunaan air dapat dihemat dengan menginstal sistem tangkapan air hujan. Cara ini akan mendaur ulang air yang dapat digunakan untuk menyiram tanaman atau menyiram toilet. Gunakan pula peralatan hemat air, seperti pancuran air beraliran rendah, tidak menggunakan bathtub di kamar mandi, menggunakan toilet hemat air, dan memasang sistem pemanas air tanpa listrik.
4. Kesehatan
Penggunaan bahan-bahan bagunan dan furnitur harus tidak beracun, bebas emisi, rendah atau non-VOC (senyawa organik yang mudah menguap), dan tahan air untuk mencegah datangnya kuman dan mikroba lainnya. Kualitas udara dalam ruangan juga dapat ditingkatkan melalui sistim ventilasi dan alat-alat pengatur kelembaban udara.
Manfaat Pembangunan Green Building
Manfaat Lingkungan
Meningkatkan dn melindungi keragaman ekosistem
Memperbaiki kualitas udara
Memperbaiki kualitas air
Mereduksi limbah
Konservasi sumber daya alam
Manfaat Ekonomi
Mereduksi biaya operasional
Menciptakan dan memperluas pasar bagi produk dan jasa hijau
Meningkatkan produktivitas penghuni
Mengoptimalkan kinerja daur hidup ekonomi
Manfaat Sosial
Meningkatkan kesehatan dan kenyamanan penghuni
Meningkatkan kualitas estetika
Mereduksi masalah dengan infrastruktur lokal
Contoh bangunan ramah lingkungan
1. Bank of America Tower, New York
Bangunan ramah lingkungan dengan 54 lantai ini menggunakan energi matahari yang dikumpulkan sendiri memanfaatkan kembali limbah dan air hujan,menggunakan bahan baku untuk kontruksi dari sumber daya yang dapat terbarukan dan dari bahan daur ulang.
2. The cyrstal island
Adalah sebuah pilot project pemerintahan Rusia tentang pembangunan daerah ramah lingkungan yang berkelanjutan. Bangunan ini dirancang untuk rumah lebih dari 30 ribu orang didalamanya. Green Building ini menggunakan energi angin dan energi matahari dan didesing untuk memudahkan pengaturan suhu dikarenakan suhu yang begiitu ekstrim.
3. Clinton Presidential Library, Arkansas
Bangunan ini menggunakan sumber daya yang terbarukan dan pemanfaatan sampah daul ulang. Bangunan ini menggunakan konsep roof garden yaitu menanami atap bangunan ini dengan tumbuhan hijau.
4. CH2, Melbourne
CH2 atau Council House 2 terletak di pusat kota Melbourne, adalah bangunan yang mendapatkan penghargaan PBB untuk design yang berkelanjutan dan efesiensi energi. Bangunan ini mempunyai pendinginan termal massa, sel surya, turbin angin, daur ulang limbah, langit langit dingin dan permadani menakjubkan yang berasal dari daur kayu fotovoltaik dan mempromosikan banguanan ramah lingkungan yang sehat.
Sumber Referensi:
Jumat, 24 Februari 2017
Energi Hijau
Definisi Energi Hijau
Definisi energi hijau paling sederhana adalah energi yang dihasilkan dari sumber energi yang lebih ramah lingkungan (atau "hijau") dibandingkan dengan bahan bakar fosil (batubara, minyak, dan gas alam). Karena itulah energi hijau mencakup semua sumber energi terbarukan (surya, angin, panas bumi, biofuel, tenaga air), dan menurut definisi juga harus mencakup energi nuklir meskipun ada banyak penggiat lingkungan yang menentang gagasan mengenai energi nuklir masuk ke dalam energi hijau karena nuklir memiliki masalah limbah, dan efeknya yang berbahaya terhadap lingkungan.Terminologi energi hijau diciptakan untuk memisahkan bahan basar fosil yang mengakibatkan tingkat polusi yang tinggi dengan bahan bakar lainnya yang mengakibatkan polusi lebih rendah dan ramah lingkungan seperti pada sumber energi terbarukan. Perubahan iklim telah menjadi ancaman global, dan dunia perlu menemukan pilihan energi bersih (lebih sedikit emisi), dan dengan demikian energi hijau penting untuk terus berkembang.
Energi hijau masih tidak cukup kuat untuk bersaing dengan bahan bakar fosil. Hal ini terutama karena energi hijau masih menjadi pilihan energi yang secara signifikan lebih mahal dibandingkan dengan bahan bakar fosil, dan dengan demikian banyak negara, terutama negara berkembang, tetap menggunakan bahan bakar fosil yang lebih murah seperti batubara.
Istilah energi hijau tidak hanya mencakup sumber energi terbarukan tetapi dapat diperluas untuk mencakup konservasi energi (contohnya energi hijau juga dipakai untuk menyebut bangunan yang dibangun dengan cara agar tetap dingin di siang hari dan tetap panas di malam hari melalui desain arsitektur yang tidak mengandalkan AC atau sistem pemanas ruangan).
Promosi energi hijau tidak hanya dengan menggunakan sumber energi terbarukan di tahun-tahun mendatang, tetapi juga untuk membuat dominasi teknologi bahan bakar fosil saat ini menjadi lebih hijau dan mengurangi tingkat polusi (seperti teknologi batubara bersih).
Istilah energi hijau kadang-kadang diidentifikasikan dengan istilah energi berkelanjutan, tetapi hal ini tidak sepenuhnya benar karena energi yang berkelanjutan juga mencakup teknologi untuk meningkatkan efisiensi energi. Energi hijau tidak mengacu pada efisiensi sumber energi terbarukan tetapi hanya menekankan pada dampak positif mereka terhadap lingkungan (dibandingkan dengan bahan bakar fosil).
Energi terbarukan ramah lingkungan,
energi jenis ini tidak menimbulkan efek negatif bagi lingkungan ketika digunakan. Karenanya dengan kita menggunakan energi terbarukan, bumi tidak tercemar polusi. Hal ini merupakan langkah besar dalam mengendalikan pemanasan global, yang merupakan salah satu unsur yang menyebabkan degradasi lingkungan. Lingkungan kita juga diselamatkan bilamana manusia tidak menambang/mengebor bahan bakar fosil. Hal ini berarti tidak ada masalah seperti tumpahan minyak, bahan kimia yang terbuang, dan penggalian serta pengeboran pada lahan pertanian dan gurun.
Energi terbarukan adalah bentuk energi yang berkelanjutan karena menggunakan sumber daya alamiah.
Hal ini berarti energi terbarukan dapat diandalkan dan kita dapat menggunakannya setiap saat tanpa masalah. Energi terbarukan juga digunakan untuk waktu yang lama sebagai sumber energi yang tidak akan habis. Energi terbarukan lebih murah daripada bentuk-bentuk energi lainnya sehingga memungkinkan kita untuk menghemat ongkos energi. Energi terbarukan juga dapat diproduksi secara lokal yang berarti negara tidak harus mengekspor energi dari luar negeri. Hal ini berarti energi terbarukan dapat menjadi bisnis lokal serta memberdayakan masyarakat sekitar.
Industri energi terbarukan akan membantu menciptakan lapangan kerja di berbagai sektor. Hal ini sangat baik bagi perekonomian, dan akan bermanfaat bagi negara secara keseluruhan. Energi terbarukan juga membantu meningkatkan gaya hidup kita dan membuat kita lebih bahagia. Menggunakan energi terbarukan akan membantu menstabilkan harga, yang baik bagi kita semua, karena kita dapat menghemat banyak uang dan menghindari fluktuasi harga energi.
Energi terbarukan adalah kesempatan bisnis yang besar, karena kita dapat memproduksi dan memanfaatkan lebih banyak energi dan menjual sisanya sebagai sumber pendapatan sampingan (di beberapa negara listrik lebih dari panel surya bisa dijual ke perusahaan listrik). Menggunakan energi terbarukan juga menguntungkan untuk bisnis. Hal ini karena beberapa pihak lebih suka untuk bekerja sama dengan perusahaan yang menggunakan energi yang berkelanjutan, dan banyak juga konsumen yang hanya mau membeli produk yang diproduksi oleh industri hijau.
Energi terbarukan aman digunakan dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil biasanya menghasilkan racun yang menyebar ke udara, yang berbahaya dan dapat mengakibatkan komplikasi kesehatan atau mengakibatkan hujan asam. Hal ini bisa menjadi kerugian besar karena akan meningkatkan tagihan medis dan kerusakan properti.
Salah satu sumber energi terbarukan adalah limbah, karenanya energi terbarukan dapat menimalkan limbah yang dibuang ke lingkungan. Hal ini tentu saja akan membantu meningkatkan kebersihan pada lingkungan dan bumi kita.
Energi Terbarukan
adalah bentuk energi yang dihasilkan dari sumber daya alam seperti angin, matahari, panas, hujan, panas bumi, dan air pasang. Energi terbarukan dapat diisi ulang saat sedang digunakan. Ada beberapa keuntungan menggunakan jenis energi ini, seperti:Energi terbarukan ramah lingkungan,
energi jenis ini tidak menimbulkan efek negatif bagi lingkungan ketika digunakan. Karenanya dengan kita menggunakan energi terbarukan, bumi tidak tercemar polusi. Hal ini merupakan langkah besar dalam mengendalikan pemanasan global, yang merupakan salah satu unsur yang menyebabkan degradasi lingkungan. Lingkungan kita juga diselamatkan bilamana manusia tidak menambang/mengebor bahan bakar fosil. Hal ini berarti tidak ada masalah seperti tumpahan minyak, bahan kimia yang terbuang, dan penggalian serta pengeboran pada lahan pertanian dan gurun.
Energi terbarukan adalah bentuk energi yang berkelanjutan karena menggunakan sumber daya alamiah.
Hal ini berarti energi terbarukan dapat diandalkan dan kita dapat menggunakannya setiap saat tanpa masalah. Energi terbarukan juga digunakan untuk waktu yang lama sebagai sumber energi yang tidak akan habis. Energi terbarukan lebih murah daripada bentuk-bentuk energi lainnya sehingga memungkinkan kita untuk menghemat ongkos energi. Energi terbarukan juga dapat diproduksi secara lokal yang berarti negara tidak harus mengekspor energi dari luar negeri. Hal ini berarti energi terbarukan dapat menjadi bisnis lokal serta memberdayakan masyarakat sekitar.
Industri energi terbarukan akan membantu menciptakan lapangan kerja di berbagai sektor. Hal ini sangat baik bagi perekonomian, dan akan bermanfaat bagi negara secara keseluruhan. Energi terbarukan juga membantu meningkatkan gaya hidup kita dan membuat kita lebih bahagia. Menggunakan energi terbarukan akan membantu menstabilkan harga, yang baik bagi kita semua, karena kita dapat menghemat banyak uang dan menghindari fluktuasi harga energi.
Energi terbarukan adalah kesempatan bisnis yang besar, karena kita dapat memproduksi dan memanfaatkan lebih banyak energi dan menjual sisanya sebagai sumber pendapatan sampingan (di beberapa negara listrik lebih dari panel surya bisa dijual ke perusahaan listrik). Menggunakan energi terbarukan juga menguntungkan untuk bisnis. Hal ini karena beberapa pihak lebih suka untuk bekerja sama dengan perusahaan yang menggunakan energi yang berkelanjutan, dan banyak juga konsumen yang hanya mau membeli produk yang diproduksi oleh industri hijau.
Energi terbarukan aman digunakan dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil biasanya menghasilkan racun yang menyebar ke udara, yang berbahaya dan dapat mengakibatkan komplikasi kesehatan atau mengakibatkan hujan asam. Hal ini bisa menjadi kerugian besar karena akan meningkatkan tagihan medis dan kerusakan properti.
Salah satu sumber energi terbarukan adalah limbah, karenanya energi terbarukan dapat menimalkan limbah yang dibuang ke lingkungan. Hal ini tentu saja akan membantu meningkatkan kebersihan pada lingkungan dan bumi kita.
Perkembangan Energi Hijau
masalah yang paling mendesak untuk teknologi hijau adalah energi, termasuk pengembangan bahan bakar alternatif, serta dikembangkannya cara baru untuk menghasilkan energi, termasuk efisiensi energi. Pemenuhan kebutuhan energi di Planet Bumi ini masih sangat tergantung pada bahan bakar fosil, pada tahun 2010 masih mencapai 67,6 persen, hyidropower 16,1 persen, nuklir 13 persen, dan kontribusi energi terbarukan (di luar hydropower) hanya 3,3 persen (MC, 2013).
Bahan bakar fosil yang meliputi minyak bumi, gas dan batubara tergolong energi yang tidak terbarukan yang bersifat merusak ekosistem bumi (biosfer). Eksplorasi, produksi dan konsumsi bahan bakar fosil menimbulkan ketidakseimbangan ekosistem di daratan, perairan dan udara (atmosfer). Selain menimbulkan kerusakan pada komponen biotik dan abiotik, kegiatan eksplorasi, produksi dan konsumsi bahan bakar fosil dapat menimbulkan pemanasan global yang dipicu oleh makin menumpuknya volume gas karbon dioksida di atmosfer.
Dalam hal ini Houghton dalam SD (2015) mengemukakan, bahwa jumlah gas karbon dioksida yang dilepas ke udara saat ini adalah tiga kali lipat dari jumlah karbon dioksida yang dilepas ke udara pa tahun 1960-an. Diungkapkan pula bahwa emisi karbon terus bertambah, namun kemampuan Bumi untuk menyerap karbon dioksida juga meningkat. Sekitar setengah dari jumlah emisi karbon dioksida setiap tahun menetap di atmosfer, setengahnya lagi diambil oleh ekosistem yang ada di darat dan laut. Meskipun demikian, pemanasan global terus berlangsung, untuk itu ketergantungan pada bahan bakar fosil perlu segera dikurangi secara bertahap melalui penerapan teknologi hijau.
Menurut BPET (2014), ada banyak alasan mengapa energi terbarukan (energi hijau) menjadi pilihan, diantaranya; relatif tidak mahal, bersifat netral karbon, dan kebanyakan tidak menimbulkan polusi. Sumber energi terbarukan tersedia banyak pilihan antara lain : Energi tenaga matahari (solar thermal, solar photovoltaic); Energi tenaga angin (turbin dengan axis horizontal, turbin dengan axis vertical); Energi tenaga air (turbin air, turbin PicoEn, kincir air, turbin aliran); Biomassa (bio gas, bio fuel, bio diesel, etanol, biomassa, gasifikasi, energi yang berasal dari limbah).
Teknologi Energi Hijau
Energi hijau adalah energi yang dihasilkan dengan cara yang membuat planet kita tetap tersenyum. Energi dalam bentuk apapun pasti akan tetap memberikan efek negatif bagi manusia karena biasanya menghasilkan pencemaran sebagai produk samping. Hal ini terutama terjadi pada bahan bakar fosil yang menghasilkan emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida. Namun, yang membedakan energi hijau dari jenis energi lainnya adalah kemampuannya untuk meminimalkan polusi selama produksi atau bahkan tidak sama sekali.
Karena ketergantungan luar biasa pada bahan bakar fosil, usaha untuk menghasilkan energi hijau juga dilakukan dengan jalan menemukan cara-cara yang bersih untuk menghasilkan energi dari bahan bakar fosil, yaitu dengan cara meminimalkan bahaya yang mereka timbulkan pada lingkungan.
Semua usaha yang kita lakukan untuk mendapatkan energi hijau sebenarnya adalah cara kita untuk menyelamatkan planet bumi, dan ini berarti tentu saja menyelamatkan diri kita sendiri.
Energi hijau tidak hanya diproduksi dengan cara yang ramah lingkungan di saat ia diproduksi; namun saat ia digunakan juga sama pentingnya agar tetap pantas disebut sebagai energi hijau. Di bidang teknologi energi hijau, kemajuan pada desain arsitektur telah banyak dihasilkan. Mulai dari "bangunan hijau" yang memiliki kemampuan untuk tetap sejuk di siang hari dan tetap hangat di malam hari tanpa bantuan AC atau pemanas, sampai gedung-gedung perkantoran yang ditutupi panel surya untuk sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan listrik di dalamnya; kemungkinan perkembangan teknologi hijau ini tampaknya tak terbatas.
Perusahaan Energi Hijau
Perusahaan energi hijau adalah organisasi yang menghasilkan energi bersih, aman dan ramah terhadap manusia dan lingkungannya. Bahan kimia berbahaya dan emisi gas berbahaya yang dapat merusak atmosfer juga tidak pernah digunakan. Bentuk yang paling umum dari energi tersebut adalah tenaga angin. Perusahaan energi hijau bertujuan untuk mengurangi jumlah limbah industri dan menciptakan pilihan energi dari bahan baku alami.
Sumber Energi Hijau
Sumber utama energi hijau adalah matahari yang menyediakan energi surya. Jenis lain dari energi hijau diantaranya adalah angin, panas bumi, dan tenaga air yang semuanya dapat diproduksi tanpa menghasilkan emisi gas rumah kaca. Namun ada jenis energi kontroversial dari daftar ini yaitu energi nuklir yang hanya dibutuhkan sejumlah kecil bahan bakar nuklir untuk mendapatkan sejumlah besar energi tanpa menghasilkan emisi gas rumah kaca. Namun, nuklir bisa menjadi jenis energi yang sangat mematikan sehingga menjadi pilihan yang kurang baik di mata banyak orang.
Energi Angin - sumber yang paling umum
Tenaga angin merupakan sumber energi hijau yang paling umum. Namun, untuk bentuk energi ini, perlu diambil tindakan pencegahan sebelum menginstal turbin. Lokasi tempat mereka ditetapkan juga penting karena bentuk energi ini hanya tergantung pada angin sebagai sumber energi. Oleh karena itu turbin harus dipasang di lingkungan berangin yang cukup kuat, terutamanya di pinggiran kota. Turbin angin juga tidak boleh dipasang pada rute yang sering digunakan oleh kelelawar atau burung ketika bermigrasi.
Energi Matahari - sumber energi tanpa polusi
Energi matahari juga dianggap sebagai energi hijau. Bentuk energi ini aman untuk digunakan dan lebih nyaman bagi siapa saja untuk memasang panel surya di atap. Biogas juga diklasifikasikan sebagai energi hijau. Biogas menggunakan kotoran hewan untuk menghasilkan gas yang dapat digunakan untuk memasak. Oleh karena itu kita dapat mengambil keuntungan dari bentuk-bentuk energi hijau dan sebagai hasilnya dapat menghemat biaya energi dan hasil penghematan ini dapat dialokasikan untuk keperluan lainnya.
Perusahaan Energi Hijau Terkemuka
Contoh perusahaan energi hijau yang terkenal di dunia adalah Calpine, Ormat Technologies, Raser Technologies, US Geothermal, AltaRock Energy dll. Perusahaan-perusahaan ini telah berhasil mengalahkan saingan mereka dan ini terutama karena perubahan sikap masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi dalam misi menyelamatkan lingkungan. Dengan demikian, mereka telah berhasil memenangkan hati banyak orang.
Perusahaan energi hijau telah berhasil mempertahankan nama baik dan mendapatkan ketenaran sebagian besar disebabkan terjadinya efek perubahan iklim. Tragedi ini membuka mata banyak orang, dan dari hari ke hari semakin banyak perusahaan baru yang menjamur untuk memanfaatkan teknologi daur ulang dan menggunakan energi hijau. Energi hijau sangat menguntungkan karena harganya murah dan berlimpah. Matahari, kotoran hewan dan biomassa semua tersedia bagi kita secara gratis.
Berbeda dengan limbah industri yang membahayakan lapisan ozon, limbah dari energi hijau dapat didaur ulang tanpa harus membuangnya ke atmosfer. Berkat perusahaan-perusahaan energi hijau, semakin banyak energi hijau yang tersedia bagi kita semua dan hal ini akan membuat lingkungan tempat kita hidup menjadi lebih baik.
Sumber Referensi :
http://www.indoenergi.com/2012/04/pengertian-energi-hijau.html
http://www.indoenergi.com/2012/04/apakah-energi-hijau-itu.html
http://www.indoenergi.com/2012/04/perusahaan-energi-hijau.html
http://www.indoenergi.com/2012/04/keuntungan-energi-terbarukan.html
http://www.indoenergi.com/2012/04/keuntungan-energi-terbarukan.html
micconference.org
Bangunan Hiaju
Bangunan hijau (juga dikenal sebagaikonstruksi hijau atau bangunan berkelanjutan) mengarah pada struktur dan pemakaian proses yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan hemat sumber daya sepanjang siklus hidup bangunan tersebut, mulai dari pemilihan tempat sampai desain, konstruksi, operasi, perawatan, renovasi, dan peruntuhan. Praktik ini memperluas dan melengkapi desain bangunan klasik dalam hal ekonomi, utilitas, durabilitas, dan kenyamanan.
Meski teknologi baru terus dikembangkan untuk melengkapi praktik penciptaan struktur hijau saat ini, tujuan utamanya adalah bahwa bangunan hijau dirancang untuk mengurangi dampak lingkungan bangunan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan alami dengan:
Menggunakan energi, air, dan sumber daya lain secara efisienMelindungi kesehatan penghuni dan meningkatkan produktivitas karyawanMengurangi limbah, polusi dan degradasi lingkungan.
Ada konsep sejenis bernama bangunan alamiyang biasanya berukuran lebih kecil dan cenderung fokus pada penggunaan bahan alami yang tersedia di daerah sekitarnya.Konsep yang lain yaitu desain berkelanjutandan arsitektur hijau. Keberlanjutan dapat diartikan sebagai memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa mengurangi kemampuan generasi masa depan memenuhi kebutuhan mereka.Bangunan hijau tidak secara khusus menangani masalah pembaharuan rumah yang sudah ada.
Laporan U.S. General Services Administration tahun 2009 menemukan 12 bangunan yang dirancang secara berkelanjutan membutuhkan biaya yang lebih sedikit untuk beroperasi dan memiliki performa energi yang sangat baik. Selain itu, penghuni lebih puas dengan keseluruhan bangunan ini dibandingkan dengan di bangunan komersial biasa.
Menurut MNLH (2010), bangunan ramah lingkungan adalah suatu bangunan yang menerapkan prinsip lingkungan dalam perancangan, pembangunan, pengoperasian, dan pengelolaannya dan aspek penting penanganan dampak perubahan iklim. Dijelaskan, bahwa bangunan dapat dikategorikan sebagai bangunan ramah lingkungan apabila memenuhi kriteria antara lain:
1. Menggunakan material bangunan yang ramah lingkungan (material bangunan yang bersertifikat eco-label; material bangunan lokal);
2. Terdapat fasilitas, sarana, dan prasarana untuk konservasi sumber daya air dalam bangunan gedung (mempunyai sistem pemanfaatan air yang dapat dikuantifikasi; menggunakan sumber air yang memperhatikan konservasi sumber daya air; Mempunyai sistem pemanfaatan air hujan);
3. Terdapat fasilitas, sarana, dan prasarana konservasi dan diversifikasi energi (menggunakan sumber energi alternatif terbarukan yang rendah emisi gas rumah kaca; menggunakan sistem pencahayaan dan pengkondisian udara buatan yang hemat energi);
4. Menggunakan bahan yang bukan bahan perusak ozon dalam bangunan gedung (refrigeran untuk pendingin udara yang bukan bahan perusak ozon; melengkapi bangunan gedung dengan peralatan pemadam kebakaran yang bukan bahan perusak ozon);
5. Terdapat fasilitas,sarana, dan prasarana pengelolaan air limbah domestik pada bangunan gedung (melengkapi bangunan gedung dengan sistem pengolahan air limbah domestik pada bangunan gedung fungsi usaha dan fungsi khusus; melengkapi bangunan gedung dengan sistem pemanfaatan kembali air limbah domestik hasil pengolahan pada bangunan gedung fungsi usaha dan fungsi khusus);
6. Terdapat fasilitas pemilahan sampah;
Memperhatikan aspek kesehatan bagi penghuni bangunan (melakukan pengelolaan sistem sirkulasi udara bersih; memaksimalkan penggunaan sinar matahari);
7. Terdapat fasilitas, sarana, dan prasarana pengelolaan tapak berkelanjutan (melengkapi bangunan gedung dengan ruang terbuka hijau sebagai taman dan konservasi hayati, resapan air hujan dan lahan parkir; mempertimbangkan variabilitas iklim mikro dan perubahan iklim; mempunyai perencanaan pengelolaan bangunan gedung sesuai dengan tata ruang; menjalankan pengelolaan bangunan gedung sesuai dengan perencanaan);
8. Terdapat fasilitas, sarana, dan prasarana untuk mengantisipasi bencana (mempunyai sistem peringatan dini terhadap bencana dan bencana yang terkait dengan perubahan iklim seperti: banjir, topan, badai, longsor dan kenaikan muka air laut; menggunakan material bangunan yang tahan terhadap iklim atau cuaca ekstrim intensitas hujan yang tinggi, kekeringan dan temperatur yang meningkat).
1. Menggunakan material bangunan yang ramah lingkungan (material bangunan yang bersertifikat eco-label; material bangunan lokal);
2. Terdapat fasilitas, sarana, dan prasarana untuk konservasi sumber daya air dalam bangunan gedung (mempunyai sistem pemanfaatan air yang dapat dikuantifikasi; menggunakan sumber air yang memperhatikan konservasi sumber daya air; Mempunyai sistem pemanfaatan air hujan);
3. Terdapat fasilitas, sarana, dan prasarana konservasi dan diversifikasi energi (menggunakan sumber energi alternatif terbarukan yang rendah emisi gas rumah kaca; menggunakan sistem pencahayaan dan pengkondisian udara buatan yang hemat energi);
4. Menggunakan bahan yang bukan bahan perusak ozon dalam bangunan gedung (refrigeran untuk pendingin udara yang bukan bahan perusak ozon; melengkapi bangunan gedung dengan peralatan pemadam kebakaran yang bukan bahan perusak ozon);
5. Terdapat fasilitas,sarana, dan prasarana pengelolaan air limbah domestik pada bangunan gedung (melengkapi bangunan gedung dengan sistem pengolahan air limbah domestik pada bangunan gedung fungsi usaha dan fungsi khusus; melengkapi bangunan gedung dengan sistem pemanfaatan kembali air limbah domestik hasil pengolahan pada bangunan gedung fungsi usaha dan fungsi khusus);
6. Terdapat fasilitas pemilahan sampah;
Memperhatikan aspek kesehatan bagi penghuni bangunan (melakukan pengelolaan sistem sirkulasi udara bersih; memaksimalkan penggunaan sinar matahari);
7. Terdapat fasilitas, sarana, dan prasarana pengelolaan tapak berkelanjutan (melengkapi bangunan gedung dengan ruang terbuka hijau sebagai taman dan konservasi hayati, resapan air hujan dan lahan parkir; mempertimbangkan variabilitas iklim mikro dan perubahan iklim; mempunyai perencanaan pengelolaan bangunan gedung sesuai dengan tata ruang; menjalankan pengelolaan bangunan gedung sesuai dengan perencanaan);
8. Terdapat fasilitas, sarana, dan prasarana untuk mengantisipasi bencana (mempunyai sistem peringatan dini terhadap bencana dan bencana yang terkait dengan perubahan iklim seperti: banjir, topan, badai, longsor dan kenaikan muka air laut; menggunakan material bangunan yang tahan terhadap iklim atau cuaca ekstrim intensitas hujan yang tinggi, kekeringan dan temperatur yang meningkat).
Nano Technology
Teknologi nano hijau
Teknologi
nano hijau (green nanotechnology) merujuk kepada teknologi nano untuk
meningkatkan kualitas keberlangsungan lingkungan. Teknologi nano
hijau juga merujuk kepada penggunaan teknologi nano untuk membuat produk ramah lingkungan berbasis nano
dan penggunaannya.
Teknologi
nano hijau telah didefinisikan sebagai pengembangan teknologi bersih untuk
meminimalisasi potensi risiko kerusakan lingkungan dan gangguan kesehatan
manusia terkait proses manufaktur dan penggunaan teknologi nano untuk mendorong
digantikannya produk yang sudah ada dengan produk nano yang lebih ramah
lingkungan sepanjang usia penggunaannya
Teknologi Hijau Nano
juga memiliki dua tujuan utama:
1. Memproduksi
bahan-bahan Nano (Nanomaterials), sebuah produk yang sama sekali tidak
merugikan manusia atau pun lingkungan
2. Memproduksi
produk-nano yang memberikan solusi terhadap berbagai masalah lingkungan baik di
masa kini maupun dimasa yang akan datang.
Nanoteknologi,
yang berukuran sekitar satu miliar meter, atau sekitar 1/100, 000 kalinya
ketebalan selembar kertas. Jika dianalogikan nanopartikel seukuran kelereng,
maka satu meter akan sama besarnya dengan Bumi. Dengan ukuran yang sangat
mikroskopis, nano merupakan benda ajaib dan ‘mainan’ yang menarik bagi para
ilmuwan di seluruh dunia.
Teknologi ini memanfaatkan prinsip kimia hijau dan teknologi hijau untuk membuat material nano dan
produk nano tanpa bahan beracun, menggunakan energi yang lebih sedikit,
mengkonsumsi sumber daya yang dapat diperbarui jika memungkinkan, dan
menggunakan pola pikir siklus (produksi-pakai-daur ulang) dalam segala
tahap desain dan keteknikannya.
Sebagai tambahan, untuk membuat material nano dan produk
nano dengan dampak yang lebih sedikit bagi lingkungan, teknologi nano hijau
juga berarti penggunaan teknologi nano untuk membuat proses manufaktur untuk
material dan produk bukan nano dan diproduksi secara ramah lingkungan. Seperti
contoh, membran
sintetis berukuran nano mampu memisahkan hasil reaksi kimia dengan
mudah sehingga produk bisa lebih bersih tanpa menggunakan banyak energi atau katalis konvensional yang
berpotensi menambah limbah,
seperti pada proses kimia konvensional.
Tujuan kedua dari teknologi nano hijau melibatkan
pengembangan produk yang menguntungkan lingkungan secara langsung maupun tidak
langsung. Material atau produk nano secara langsung mampu membersihkan limbah berbahaya, melakukan desalinasi, membersihkan polutan, atau mendeteksi dan memantau tingkat
polusi. Secara tidak langsung, nanokomposit yang ringan untuk otomotif
berarti mengurangi energi dan penggunaan bahan bakar bagi kendaraan. Teknologi
nano juga bisa digunakan untuk membuat fuel cell sehingga
menghemat input dan menghasilkan energi lebih banyak; dan LED sehingga menghemat penggunaan listrik. Nano coating
atau pelapis berskala nano, mampu membersihkan diri (self cleaning)
sehingga mengurangi penggunaan bahan kimia pembersih. Teknologi nano juga mampu
meningkatkan daya tahan baterai dengan mengefisiensikan reaksi kimia
di dalamnya sehingga lebih sedikit baterai yang akan dibuang.
Teknologi nano hijau memperlebar potensi dan cara pandang
penggunaan material nano sehingga konsekuensi produksi dan penggunaan material
nano sepanjang siklus hidupnya bisa diantisipasi sebelum diproduksi secara luas
Aplikasi
Teknologi Nano
Teknologi Nano adalah teknologi masa depan. Diperkirakan dalam 5
tahun kedepan seluruh aspek kehidupan manusia akan menggunakan produk-produk
yang menggunakan teknologi nano yang diaplikasikan dalam bidang :
1. Medis & Pengobatan
Molekul
dalam skala nano yang bersifat multifungsi untuk mendeteksi kanker dan untuk
penghantaran obat langsung ke sel target.
2. Farmasi
Sebagian besar obat-obatan dan kosmetika
yang beredar di pasaran saat ini bekerjanya kurang optimal disebabkan karena
zat aktifnya :
1. memiliki
tingkat kelarutan yang rendah.
2. membutuhkan
lemak agar dapat larut.
3.
mudah teragregasi menjadi partikel besar
4. tidak mudah
diabsorpsi dan dicerna
3. Kosmetik
Terobosan nanoteknologi dalam bidang
kosmetika dan obat-obatan mampu menciptakan bahan kosmetika dan obat-obatan
dengan efektivitas yang jauh lebih baik. Sebagai contoh adalah penggunaan
liposom dalam formula obat dan kosmetika.
Liposom adalah vesikel berbentuk spheris
dengan membran yang terbuat dari dua lapis fosfolipid (phospholipid bilayer),
yang digunakan untuk menghantarkan obat atau materi genetik ke dalam sel.
Liposom dapat dibuat dari fosfolipid alamiah dengan rantai lipid campuran
ataupun komponen protein lainnya. Bagian phospholipid bilayer dari
liposom dapat menyatu dengan bilayer yang lain seperti membran sel,
sehingga kandungan dari liposom dapat dihantarkan ke dalam sel. Dengan membuat
liposom dalam formula obat atau kosmetika, akhirnya bahan yang tidak bisa
melewati membran sel menjadi dapat lewat. Manfaat sistem penghantaran zat aktif
kosmetika dengan menggunakan liposom berukuran 90 nm adalah :
1. Mampu menghantarkan zat aktif sampai
lapisan bawah kulit.
2. Mampu menghantarkan zat aktif lebih cepatk,
sehingga didapatkan recovery yang lebih cepat pula.
4. Tekstil
Dengan
nanopartikel tekstil dan pakaian akan menjadi mudah dibersihkan dan dengan
penambahan silver pada kaos kaki akan membuat nya mempunyai pengaruh pada
pengurangan bau kaki. Tetapi akhir-akhir ini para peneliti mengingatkan bahwa
tidak semua produk kaos kali yang mengandung perak akan aman bagi lingkungan.
Hal ini karena pada saat pencucian, pada produk yang kurang bagus, perak akan
terikut ke air cucian. Hal ini bisa menyebabkan efek negatif pada biota air.
Selain perak, TiO2 diguanakan juga pada UV cut. Contoh yang umum di pakai
adalah pada payung.
5. Produk perawatan.
TiO3 dan
SiO2 digunakan sebagai UV cut sementara apatite digunakan pada pasta gigi.
Perak digunakan pada plester untuk mencegah infeksi dan emas nanopartikel
digunakan pada tes kehamilan
6. Olahraga
Nanopartikel
digunakan untuk membuat peralatan olahraga menjadi lebih kuat, lebih baik dan
berdaya guna tinggi. Contohnya pada raket merk Yonex yang menggunakan serat
carbon.
7. Perbaikan rumah
Titania
digunakan pada cat genting untuk membuat memberi efek pembersihan sendiri.
8. Produk Rumah tangga
Digunakan
pada gelas, keramik, sepatu untuk berbagai macam pelapisan.
9. Aplikasi Nanoteknologi Untuk
Penghematan Energi
Pemborosan
energi, khususnya di Indonesia, memang lebih banyak disebabkan karena pola
penggunaan yang belum efisien atau lebih terkait dengan budaya dan gaya hidup
masyarakat. Namun sebenarnya banyak sekali teknologi yang dapat diterapkan
untuk mengubah atau meminimalisir gaya hidup yang boros energi, sebagaimana
terjadi di Indonesia. Dan rekayasa material melalui nanoteknologi menjadi
sangat penting di sini.
Manfaat
Nanoteknologi Dalam Kehidupan Manusia
1. Bidang Kesehatan
Dalam
bidang kesehatan, melalui nanoteknologi dapat diciptakan "mesin nano"
yang disuntikan ke dalam tubuh guna memperbaiki jaringan atau organ tubuh yang
rusak. Penderita hipertensi, misalnya, kini tak perlu lagi disuntik atau
mengonsumsi obat, cukup hanya disemprot saja ke bagian tubuh tertentu.
Nanoteknologi mencakup pengembangan teknologi dalam skala nanometer, biasanya
0,1 sampai 100 nm (satu nanometer sama dengan seperseribu mikrometer atau
sepersejuta milimeter). Untuk industri logam, dapat diciptakan sebuah materi
logam alternatif yang murah, ringan dan efisien, yang dapat menekan biaya
produksi kendaraan, mesin dan lainnya. Nanoteknologi telah dapat merekayasa
obat hingga dapat mencapai sasaran dengan dosis yang tepat, termasuk peluang
untuk mengatasi penyakit-penyakit berat seperti tumor, kanker, HIV dan lain
lain.
2. Bidang Industri
Aplikasi
nanoteknologi dalam industri sangat luas. Dengan nanoteknologi, kita bisa
membuat pesawat ruang angkasa dari bahan komposit yang sangat ringan tetapi memiliki
kekuatan seperti baja. Kita juga bisa memproduksi mobil yang beratnya hanya 50
kilogram. Industri fashion pun tidak ketinggalan. Mantel hangat yang sangat
tipis dan ringan bisa menjadi tren di masa mendatang dengan bantuan
nanoteknologi.
Perkembangan
pesat ini akan mengubah wajah teknologi pada umumnya karena nanoteknologi
merambah semua bidang ilmu. Tidak hanya bidang rekayasa material seperti
komposit, polimer, keramik, supermagnet, dan lain-lain. Bidang-bidang seperti
biologi (terutama genetika dan biologi molekul lainnya), kimia bahan dan
rekayasa akan turut maju pesat. Misalnya, manusia akan mengecat mobil dengan
cat nanopartikel yang mampu memantulkan panas sehingga kendaraan tetap sejuk
walau diparkir di panas terik matahari. Atau, kawat tembaga akan sangat jarang
digunakan (terutama dalam hardware computer) karena digantikan dengan konduktor
nanokarbon yang lebih tinggi konduktivitasnya.
3. Bidang Luar Angkasa
Nanoteknologi
juga sudah berhasil menyodorkan suatu material hebat yang sangat ringan, tetapi
kekuatannya 100 kali lebih kuat dari baja! Material hebat ini diberi nama
Carbon Nano-Tube (CNT). Material ini hanya tersusun dari atom karbon (C),
seperti grafit dan berlian.
Kuat tetapi
sangat ringan sehingga menara dapat dibuat lebih tinggi dan kabel dapat dibuat
lebih panjang dan kuat tanpa takut jatuh/roboh karena beratnya sendiri. Hal
berikut yang sangat dibutuhkan adalah sesuatu yang cukup berat yang mengorbit
mengelilingi bumi. Asteroid dapat dimanfaatkan untuk tujuan ini! Asteroid ini
berfungsi sebagai beban yang menstabilkan kabel serta satelit geostasioner yang
sedang mengorbit itu.
4. Bidang Teknologi Tahan Gempa
Nanoteknologi
jadikan beton kokoh dan tahan gempa. Konstruksi bangunan menjadi dua kali lebih
kokoh, tahan gempa, kedap air laut dengan ditemukannya bahan konstruksi
nanosilika, suatu jenis mineral yang melimpah ruah di Indonesia dan diolah
melalui teknologi nano.Dengan mencampur beton dengan 10 persen bahan
nano-silica, kekuatan bertambah menjadi dua kali lipatnya.
5. Bidang Teknologi Informasi
Dunia
informatika dan komputer/elektronik bisa menikmati adanya kuantum yang mampu
mengirimkan data dengan kecepatan sangat tinggi. Superkomputer di masa depan
tersusun dari chip yang sangat mungil, tetapi mampu menyimpan data jutaan kali
lebih banyak dari komputer yang kita gunakan saat ini. Begitu kecilnya
superkomputer itu, kita mungkin hanya bisa melihatnya dengan menggunakan
mikroskop cahaya/elektron. Peran teknologi nano dalam pengembangan teknologi
informasi (IT,information technology), sudah tidak diragukan lagi. Bertambahnya
kecepatan komputer dari waktu ke waktu, meningkatnya kapasitas hardisk dan
memori, semakin kecil dan bertambahnya fungsi telepon genggam, adalah
contoh-contoh kongkrit produk teknologi nano di bidang IT.
Kesimpulan
Teknologi-Nano
adalah pembuatan dan penggunaan materi atau devais pada ukuran sangat kecil.
Teknologi nano saat ini berada pada masa pertumbuhannya, dan tidak
seorang pun yang dapat memprediksi secara akurat apa yang akan dihasilkan dari
perkembangan penuh bidang ini di beberapa dekade kedepan.
Hingga saat
ini nanoteknologi sudah diaplikasikan dalam berbagai bidang. Mulai dari
dibidang medis, automotif, kosmetik, komputer, industri pangan, militer,
tekstil, olahragasampai serat optik. Nanoteknologi sudah terasa
manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Nanoteknologi juga sangat
berperan dalam IT (Information Technology).
Sumber :
Langganan:
Postingan (Atom)













